Girlfriend Another Level

Girlfriend Another Level
Mengetahi kebenaran



Sebuah paket datang untuk di tujukan kepada Airyn, bahkan paket itu sudah melalui berbagai alat deteksi jika ada benda berbahaya yang dikirim kepadanya. Tentu saja Airyn berlari menuju pintu utama setelah mendengar paket dari Irlandia yang ia pesan kepada pengurus rumah tangga sudah sampai dirumah barunya, Hansell yang tengah duduk bersama Dikra dan Angel melihat antusias Airyn tanpa mempedulikan mereka, bahkan membuat Hansell yang tengah mengunyah beberapa cemilan melirik tubuh istrinya yang berlari kencang melampaui dirinya, hingga beberapa saat Airyn kembali dengan sebuah benda segi empat yang sudah terbungkus rapi didalam genggaman tanganya.


“Paket apa yang membuat kakak sebegitu bahagianya?” tanya Angel kepada Airyn, seraya menghampiri kakak iparnya yang baru saja meletakan paket dimeja tempat mereka berkumpul.


“Tidak ada, hanya beberapa koleksi foto masa kecilku dan orang tuaku, serta Merry. Aku sengaja mengirimnya langsung dari rumah utama sebab ingin di pajang diruang keluarga” seru Airyn seraya mengambil sesuatu untuk mengores bagian yang tersegel rapi, bahkan Hansell yang ingin membantu ditolak mentah-mentah oleh istrinya, mengangingat Airyn yang masih kesal akan sikap Hansell tadi malam.


Seorang anak kecil mengunakan gaun putih dengan topi kerucut diatas kepalanya terlihat sangat mengemaskan, hingga mata Angel tidak henti menertawakan kakak iparnya yang cukup montok dan mengemaskan di usia belia, bahkan ia membanding-bandingkan foto masa kecil Airyn dengan kakak iparnya sekarang, tentu Airyn cukup malu ketika Angel mengatakan Airyn sangat berbeda dengan dirinya difoto itu, meskipun begitu Airyn tetap saja mengeluarkan berbagai foto ukuran sedang dari kotak untuk melihatnya.


Hingga ia mengeluarkan foto bersama kedua orang tuanya, yaitu Louis Petrov dan Charllot, sembari mengusap sebagian foto tersebut untuk menyingkirkan debu yang hinggap disana.


“Apa itu ibumu dan paman Louis?” tanya Hansell seraya merampas paksa foto keluarga Airyn dari tangan istrinya, hingga Airyn cukup kesal namun ia bernostalgia akan masa lalu, sedangkan Hansell yang mencondongkan sedikit tubuhnya untuk melihat foto tersebut, dibuat diam hingga bungkam, sadar kakaknya sedikit aneh, membuat Angel merampas foto tersebut dari tangan Hansell.


Mata Angel menyelisik, melihat 3 orang yang ada disana, tentu saja Airyn dan kedua orang tuanya, tapi siapa yang menyangka jika wanita di samping Airyn sangat mirip dengan ibu kandung Angel “Mama..” seru gadis itu ketika terpana melihat sosok Charllot yang berwujud seperti mamanya, membuat Hansell merampas foto yang terakses oleh mata Angel sebab ia lupa menceritakan kisah antara kedua orang tua mereka, tentu saja Airyn dan Hansell cukup terpana atas ketidak percayaan Angel kali ini “A-Apa yang terjadi, B-Bagaimana mama bisa bersama kak Airyn. Apa maksud semua ini” seru Angel dengan kecepatan yang tidak tanggung-tanggung, membuat Airyn gugup bahkan ia cukup bingung untuk menjelaskan kerumitan itu.


“Bukan begitu Angel—“ seketika suara Hansell memutus perkataan adiknya. Ia melihat secara seksama atas sesuatu yang tadi membuatnya ragu. Entah kenapa Hansell sangat tertarik dengan wajah Louis Petrov hingga cukup lama ia berfikir memandangi foto ayah mertuanya itu, namun siapa yang mengira jika wajah Hansell lebih panik dari Angel, membuat dirinya terpana dengan diam sampai membuat seluruh orang menatap wajah kaget Hansell yang tak main-main.


"Bukankah pria ini Zaterius? Kenapa dia ada ada disisi Airyn? Apakah mereka orang yang sama?" Batin Hansell dengan pertanyaan yang memenuhi ruang kepalanya, seraya mengangkat dagu untuk memdongak kearah Airyn, hingga tatapan keduanya saling beradu membuat Airyn menajamkan mata untuk mengetahui sikap suaminya yang aneh ini.


“Airyn, Apa ini ayahmu?” tanya Hansell saat memberanikan diri bersuara, hingga tak sengaja menjatuhkan foto itu dari genggamanya, seolah tidak ada tenaga apapun untuk menahan, bahkan membuat ketiga orang di hadapanya terpana melihat reaksi Hansell yang diluar duguaan.


"Benar itu ayahku, kenapa memangnya?” balas Airyn dengan pertanyaan yang ia ajukan kembali, bahkah kali ini kalimat yang di lontarkanya terdengar dingin seolah matanya memancar kearah Hansell, sebab Airyn cukup yakin jika Hansell tidak akan terkejut akan ibunya Charllot sebab Hansell cukup mengerti akan apa yang terjadi, jika bukan ibunya Charllot alasan sikap tegang Hansell berarti ayahnya Louis Petrov, sebenarnya apa yang Hansell ketahui hingga ia segugup dan setakut itu saat menunjukan Louis Petrov.


“Tidak apa-apa, aku ingin ke kamar dulu” seru Hansell dengan kalimat rendah dan tatapan nanar, seolah tidak bisa berkata apa-apa setelah Airyn menjawab pertanyaanya.


Tanpa menghiraukan adiknya yang masih bingung dan butuh penjelasan, Hansell memilih pergi dan beranjak sesegera mungkin dari sana, bahkan Hansell yang seperti sulit mengendalikan diri membuat Airyn sedikit terpana akan sikap suaminya, sedangkan Angel berteriak memanggil kakaknya.


“Kakak! Bukankah kau harus menjelaskan sesuatu padaku” teriak Angel saat berdiri dari sana, hingga Dikra mencengkram lengan kekasihnya, seolah memaksa Angel untuk tenang.


“Angel, Tenanglah!” serunya ketika membujuk Angel, bahkan Dikra melihat kearah Airyn yang mematung diposisi.


"Kak Airyn. Apakah kita satu ibu kak? Jika kita satu ibu bagaimana mungkin kakak dan kak Hansell menikah, sebenarnya ada apa ini” paksa Angel saat menguncang bahu Airyn, namun mata kakak iparnya itu tetap berpandangan lurus kepunggung suaminya yang menaiki tangga.


Belum selesai Angel menuturkan keterkejutanya dengan sikap frustasi, Airyn berlalu menyusul suaminya hingga meniggalkan Angel yang tidak mengerti apa-apa disana, membuat Dikra mengusap kepala seolah ia cukup bingung atas kekacauan ini, sekalipun Dikra mengerti serumit apa hubungan Hansell dan juga Airyn, tapi bisakah ia menjelaskan hal ini kepada Angel yang cukup sulit mengerti.


Hansell memasuki kamar sambil berputar-putar tidak tenang di posisinya, ia bahkan begitu gematar tak karuan seolah fikirannya merajalela kemana-mana. Bagaimana tidak, Hansell masih tidak percaya atas apa yang ia lihat barusan, Louis Petrov ayah kandung Airyn yang sudah meninggal 10 tahun silam, bagaimana bisa berdiri dengan sehat dihadapan Hansell saat berada dimarkas, bahkan Hansell mengingat jelas wajah orang itu hingga ia merasakan jika pria yang menyuntikan sesuatu ketubuhnya, sangat sama dengan pria yang baru saja ia lihat difoto keluarga Airyn. Apa sebenarnya yang terjadi, kenapa Tuan Louis begitu sehat secara sempurna bahkan berdiri kokoh di hadapanya, tidak mungkin pria itu adalah arwah, sebab Hansell sendiri merasakan bagaimana ia menyuntikan jarum ketubuh Hansell seperti manusia biasa.


Jika begini berarti Zaterius itu bisa saja Louis Petrov atau bisa saja seseroang yang mirip dengan Louis Petrov, tapi kenapa ia menculik Hansell dan Merry, dan kenapa juga Zaterius sangat mirip dengan Louis Petrov.


“Tunggu--” seketika Hasell memejamkan matanya kembali, ia mengingat dengan seksama seluruh kejadian secara utuh, ia mengingat seluruh perkataan Airyn hingga mengema diotaknya, membuat Hansell menyusun potongan-potongan itu menjadi lebih kecil untuk ia simpulkan.


Airyn sangat jelas mengatakan, jika ia di perlakukan seperti tuan rumah saat mendatangi markas, dan Hansell dapat merasakan jika Merry dan dirinya tidak boleh terluka ataupun terancam. Bahkan Hansell dapat melihat bagaimana sehat bugarnya Merry tanpa lecet sedikitpun saat meminta surat pengunduran dirinya diterima oleh Airyn setelah mereka semua dibebaskan.


Jadi sampai detik ini Zaterius tidak mengancam atau berlaku buruk pada mereka, ia bahkan selama ini menjadi investor Airyn dalam berbagai tander yang Airyn mainkan dan juga pemegang saham utama yang tidak terdaftar di perusahaan. Jadi dari hal ini dapat disimpulkan jika Zates sangat membantu Airyn dan juga menyokong Airyn.


Sekarang Zaterius itu memiliki wajah yang mirip dengan Louis Petrov dan juga ia menarik Merry menjadi orangnya, bahkan ia menjaga Merry dengan baik dibalik dinding istana yang ia miliki di Korea ataupun Irlandia. Seolah dimana keberadaan Airyn disana Zaterius berada, seperti penjagaan dari kejauhan untuk perlindungan diam-diam.


Secara keseluruhan Zaterius bukan ancaman melainkan perlindungan. Tapi kenapa? Apakah karna dirinya Louis Petrov yang melindugi putrinya, tapi Louis Petrov sudah meninggal 10 tahun silam bagaimana mungkin ada sesorang yang mirip degan Louis Petrov hadir dimasa sekarang.


“Apa maskdunya semua ini!!” bentak Hansell dengan begitu geram atas kegingungan yang terjadi, bahkan ia memecahkan porselen yang terpajang dikamar untuk di hempaskan ke dinding, hingga tidak sampai disana, Hansell meretakan lemari kaca dengan telapak tanganya saking geramnya atas apa yang terjadi. Ternyata seseorang mencoba bermain teka-teki dengan Hansell, apakan ini semua yang menyebabkan seluruh informasi simpang siur dan Airyn tidak menemukan kebenaran, karna Zaterius itu sudah mengkecoh kejalan sesat sehingga tidak mungkin seseorang memecahkan labirint yang ia buat.


“Hansell. Apa kau baik-baik saja, apa yang terjadi….” Panggil Airyn dari arah luar, bahkan ia mengedor-gedor pintu kamar hingga menarik perhatian Hansell untuk berpaling, Airyn yang berulang kali memanggil suaminya benar-benar cemas ketika hansell masih diam tanpa bicara apapun.


Hingga pintu itu terbuka, dan kedua mata Airyn disuguhkan dengan wajah kusam dan kusut Hansell memandang kearahnya, bahkan mata Airyn tertuju pada tetesan darah yang mengucur di tangan suaminya, hingga mata Airyn terpana menatap Hansell yang sangat kacau, bahkan Airyn yang mulai memiringkan kepalanya kearah dalam semakin dibuat kaget ketika kamar tidur mereka berantakan dengan seluruh pecahan kaca dimana-mana.


“H-H-Hansel apa yang terjadi—“ sebuah pelukan di jatuhkan ketubuh Airyn, bahkan Hansell begitu memasrahkan diri kepada istrinya hingga Airyn bisa merasakan berat tubuh Hansell yang bertumpu pada dirinya “Apa yang terjadi, kenapa kau semarah ini?” tanya Airyn dengan lirih, sebab bagi Airyn suaminya dalah pria tersabar yang pernah ia temui, tapi hal apa yang terjadi hingga Hansell tidak bisa mengontrol diri dan juga emosinya.


“Aku memiliki sedikit masalah akir-akir ini. Apakah aku menakutimu” tanya Hansell ketika membatasi Airyn untuk melihat kekacauan di dalam kamar mereka, tentu saja tatapan peduli Airyn memancar tanpa di jelaskan, bahkan Hansell tidak akan mampu lagi untuk mengatakan apapun selain tetap diam dan memendam kehancuran ini dalam-dalam, dirinya saja sangat kecewa setelah mengetahui hal ini, bagaimana dengan Airyn? Bukankah ini sangat kejam untuk seorang wanita yang tidak pernah berlaku kejam pada hidup orang lain!


“Tidak! Apa yang terjadi. Jangan membohongiku! Aku tidak bisa berhenti cemas jika kau tidak mau berbagai” serunya seraya meraih tangan suaminya yang terluka, namun Hansell memilih diam tanpa membalas apapun “Kemarilah, aku akan memberikan obat merah” sambung Airyn saat menarik paksa tangan Hansell, bahkan Airyn tidak menghiraukan bagaiman kacaunya kondisi kamar mereka dan berlalu untuk mengambil obat untuk tangan suaminya.


****


Merry tengah memeriksa berberapa hal yang di limpahkan Zates padanya, sebab beberapa hari ini Zates cukup di sibukan dengan berbagai hal akan permasalahan Internal mereka, membuat Merry mengerjakan bagian pekerjaan Zates untuk mengurus bisnis Farmasi. Hari ini Merry mengadakan pertemuan penting dengan Sabrina yang mungkin pernah Merry jumpai beberapa tahun lalu, akibat masalah bisnisnya dengan perusahaan Petrov, dan kali ini Merry menemui gadis itu lagi, tapi sebagai orangnya Zates di sebuah restoran yang sudah di kosongkan untuk mereka, membuat Merry menunggu cukup lama akan kedatangan sekretaris Perusahaan HK (Healthy King)


Seseorang turun dari mobilnya dengan gaun anggun yang menjelaskan kelekuk tubuhmya hingga mempertontonkan bagian indah yang menonjol di tubuh Sabrina, bahkan gadis itu membiarkan wajahnya dihiasi dengan polesan make up yang tajam namun tetap sensual, bahkan Sabrina yang selama ini tidak pernah diajak bertemu diluar selain kantor dan juga rumah utama Zates, membuat dirinya cukup bersemangat akan hari ini.


Sabrina mengurai senyum kepuasan ketika melihat suasana Restoran di sore hari ini telah di kosongkan, bahkan pegawai resto sudah menanti dibagian depan untuk menunggu kedatangan Sabrina, tentu saja Sabrina memberikan senyum manisnya seraya menuju kearah dalam, ia menaiki tangga yang dilapisi kaca pembatasnya untuk menuju lantai atas seraya memasuki ruangan yang dibatasi dengan kayu ukiran di sepanjang jalan, hingga seorang pelayan wanita itu mendorong sebuah pintu privat yang ada di bagian tengah ruangan, untuk di buka agar Sabrina bisa menemui orang yang sudah menanti dirinya.


Merry berdiri setelah kedatangan gadis itu, menyambutnya dengan sikap profesional seraya mengulas senyum, namun bertolak belakang dengan wanita yang menatap panjang kearah Merry. Sabrina yang sangat bangga akan pertemuan hari ini, dibuat muak dan jengkel saat melihat sosok lain yang tidak ia inginkan.


Kenapa bukan Tuan Zaterius yang ada dihadapanya dan malah wanita lain yang menantinya, jika begini untuk apa mengkosongkan restoran jika Sabrina hanya bertemu dengan wanita tidak penting itu, melihat wanita di hadapan yang bersikap tidak tahu malu membuat gadis itu merasa terbodohi, bukankah Zates yang mengatakan jika ia akan menemui Sabrina secara personal, tapi malah wanita asing yang ia temui.


Hanya saja siapa wanita itu hingga Zates mau melimpahkan pekerjaaanya pada orang ini. Dari pada mengulur waktu untuk terus diam dan tidak terima, Sabrina mengayun kaki seraya memasuki ruangan, ia memberikan senyum balasan kearah Merry meskipun ada ketidak sukaan yang tertampil degan sangat jelas.


“Sepertinya dia tidak menyukai kehadiranku” gumam Merry ketika mendudukan diri kembali, hingga pintu itu terbuka dan seorang pria yang tidak asing masuk dari sana, tentu saja Dorbin yang merupakan orang kepercayaan Zates menghampiri mereka.


“Nona Sabrina, Tuan Zates secara khusus mengutus Nona Merry sebab untuk pekerjaan atau masalah perusahaan Nona Merry yang mengambil alih untuk beberapa waktu kedepan.Tuan Zates juga berpesan untuk kelanjutan pertemuan yang anda inginkan, bisa di diskusi langsung dengan Nona Merry, karna yang paling penting Tuan Zates tidak ingin pertemuan anda dan Nona Merry dilakukan secara terbuka, sebab Tuan Zates meminta anda menjunjung tinggi keberadaannya” seketika tangan Sabrina mengepal, mendengar penjelasan dari Dorbin, apakah maksud dari Zaterius untuk menjaga dan menghormati Merry, dan pertemuan yang dilakukan di tempat privat dengan keamanan yang terjaga rapat di khususkan untuk wanita itu, jika begini sangat di sayangkan jika Sabrina mulai berbagangga diri diawal, jika sebenarnya sudah ada tikus yang mengambil makanan manisnya.


Ia menghela nafas untuk menenangkan diri, agar duduk di posisinya dengan sikap elegan seorang Sabrina, gadis itu menatap Merry yang rasanya cukup ia kenali, tentu saja sebagai orang setia disisi Nona Petrov, banyak yang mengenal dirinya, jadi Sabrina ingin melihat kenapa Zates bisa berhubungan dengan wanita itu.


“Apakah anda sudah lama menunggu saya Nona Merry, saya minta maaf atas keterlambatan yang tidak di sengaja ini” tutur Sabrina dengan nada rendah seraya bersikapa sopan.


“Tidak apa-apa, itu tidak masalah bagi saya Nona Sabrina” seru Merry saat menyambut perkataan Sabrina, mereka membicarakan beberapa bisnis tentang perusahaan obat yang dikelola oleh Zaterius, membuat Merry sedikit mengerti akan permasalahan yang terjadi, tentu saja usulan yang diajukan oleh Sabrina cukup rasional untuk diterima, tapi sepertinya sangat berbahaya dan tidak sesuai dengan cara kerja Zates pada dasarnya, membuat Merry meragu untuk menyetujui jalan keluar yang di usulkan wanita itu.


“Saya akan memikirkan ulang tentang membungkam media sebagai jalan keluarnya. Karna bagaimanapun Tuan Zates tidak akan setuju akan hal ini. Bukankah anda sangat mengerti bagaimana beliau sangat protektif jika menyangkut perusahaan farmasinya, jadi sangat tidak mungkin ia mau mengunakan cara seperti itu untuk membersihkan nama perusahaan” ujar Merry dengan pertimbangan yang tegas kearah Sabrina, membuat wanita itu menyunggingkan senyum saat mendengar pendapatnya tidak di terima.


“Perusahaan selama ini tidak pernah mengunakan obat-obat terlarang, dan tidak pernah memproduksi obat daur ulang, apalagi mengunakan Zat berbahaya. Dan semua obat sudah lulus uji laboratorium sehingga terjamin aman dan juga Legalisasi. Namun ada sedikit penghalang dari tangan masyarakat yang tidak berfikir ketika berkomentar hingga merusak citra perusahaan. Bukankah anda sangat sadar bagaimana bersihnya perusahaan dari hal-hal kotor seperti itu, jadi menurutku harga yang setimpal bagi kita untuk membungkam media”


Tegasnya sekali lagi seolah tidak ingin kalah dengan Merry, bahkan perkataan Sabrina bisa dikatakan balasan yang sangat masuk akal untuk diterima, bahkan jika Merry berdiri sebagai utusan dari perusahaan Petrov, hal yang dikatakan oleh Sabrina adalah langkah tepat yang akan ia lakukan, bahkan itu bukan masalah besar dan tidak termasuk tindak kejahatan, sebab yang di bungkam adalah oknum yang ingin mencelakai perusahaan.


Tapi sekarang berbeda, Merry berdiri disisi Zates yang tidak ingin cacat sedikitpun atau tidak ingin perusahaanya di kaitkan akan hal rendahan seperti itu, bahkan Zates lebih rela kehilangan dan merugi dari pada dirinya harus melakukan sesuatu yang tidak sesuai dari prinsipnya yang sudah ia terapkan dalam berbisnis, Merry yang beberapa hari saja mengenal pria itu sangat sadar akan sifat Zaterius, tapi kenapa sebagai orang kepercayaan dan juga orang yang selalu berdiri di samping Zates, gadis itu terkesan tidak paham, bahkan ia tidak mengerti hal apa yang Zates inginkan, hingga merry melihat ada pertentangan yang mulai di perlihatkan wanita di hadapanya, bukankah Sabrina yang dikenal Merry cukup baik dari cerita Zates adalah orang yang bisa diandalkan, tapi kenapa sekarang sangat bertolak belakang dengan kenyataan.


Merry melipat kedua tanganya, sepertinya gadis kecil yang cukup muda dari dirinya tidak mengenali Merry secara keseluruhan, sehingga ia berlagak dan bersikap mengintidasi, tentu saja hal itu tidak membuat Merry terpancing sedikitpun, sayangnya Merry terlanjur menganalisis sikap dan karakter dari Sabrina “Lalu menurutmu apa aku harus menyetujui hal ini tanpa sepengetahuan Tuan Zates?” tanya Merry dengan sikap polosnya yang sengaja ia lakukan untuk menjebak wanita itu.


“Tepat! Bukankah saat ini Tuan Zates menyerahkan masalah ini kepada anda Nona, bagiku jika anda menyetujuinya, aku akan mengurus pembungkaman media, dan di jamin semuanya aman terkendali sehingga tidak akan terjadi apa-apa nantinya. Bahkan masalah yang kita hadapi tidak akan berbelit dan panjang, sehingga kita tidak perlu repot-repot membersihkan nama perusahaan”


“Baiklah jika seperti itu menurut anda Nona Sabrina!! Tapi aku menolak! Dan, sangat tidak setuju akan rencanamu” sontak penuturan Merry yang identik dengan sikap membantah hingga penuturan tegas dan tajam membuat Sabrina terdiam di seberangnya.


“Apa kau mempermainkanku, bukankah awalnya kau sangat setuju akan hal itu, kenapa kau malah bersikap tidak setuju di waktu yang sama”


“Karna aku hanya ingin melihat sejauh apa dirimu ingin menyimpang dari prinsip Zaterius. Coba kau bayangkan jika kita membungkam media untuk menutup mulut beberapa orang yang selalu nyinyir dikolom komentar, dan setelah kita membungkam media dalam beberapa saat semuanya akan hening dan diam. Tapi bagaimana dengan nanti, ketika ada masalah lain yang di sebabkan oleh orang lain lagi, bahkan membawa-bawa fakta tentang kita membungkam media hari ini, apakah perusahaan masih terselamatkan! Tidak Nona Sabrina! Sekali kau mencoba menutupi sesuatu entah itu kebohongan atau kebenaran, tetap saja ujungnya akan menjadi sebuah kebohongan, jika suatu saat masalah ini terjadi lagi, aku jamin perusahaan akan berakir dengan kebohongan kembali, karna seperti itulah rantai kebohongan bekerja, hingga menunju akir dari sebuah perusahaan. Kau mungkin melupakan bagaimana dunia bisnis sebenarnya, karna lingkupmu hanya sebatas perusahaan obat terbesar di Amerika dan Laboratorium yang Zates kembangkan. Tapi aku sudah melihat dua sisi dari dunia bisnis, sisi kelam dan sisi terangnya” kali ini Sabrina terdiam, sedangkan Zates yang sudah memasangkan alat penyadap di ruang pertemuan, tersenyum bangga akan sikap Merry yang tegas dan juga mengerti dirinya, seolah Zates tidak pernah salah untuk menilai tinggi seorang Merry Lourent.


“Kau tahu, kenapa banyak perusahaan yang hancur hanya masalah bangkrut tapi di belakangnya berjejer rentetan fakta seperti, Korupsi, Pengelapan Dana, Eksploitasi, Pengunaan Zat-Zat Terlarang, Pencucuian Uang dan bahkan Prostitusi. Itu semua adalah fakta-fakta yang mereka coba tutupi dari rantai kebohongan yang terus terjadi. Tapi jika suatu perusahaan tidak memiliki power akan kekuasaan, ia akan ambruk dengan rentetan kebohongan yang sudah ia sembunyikan. Karna itulah, jika kau membungkam media untuk membersihkan sedikit noda, sama saja kau bermain kotor di dalam perusahaan yang dijaga dengan citra bersih oleh Zaterius. Kau tahu bukan, tindakan kecil itu akan berakir besar walaupun hanya sebatas coba-coba, jadi untuk prinsip yang sudah di terapkan Zaterius sedari awal, jangan coba-coba merusak citra dasarnya. Jika tidak, aku orang pertama yang akan membuangmu dari perusahaan tanpa ada permohonan maaf dan pertimbangan kesetiaan yang sudah kau korbankan selama ini” seketika perkataan Merry di balas bungkam dengan rasa geram yang sangat meronta tajam, apakah Sabrina telah salah langkah dan perhitungan sampai tidak mengenali wanita di hadapanya, ternyata wanita itu jauh lebih pintar dari yang Sabrina bayangkan.


“Mengesankan” serunya dengan sikap angkuh untuk beranjak dari duduknya, ia menatap Merry dengan tatapan merendahkan seolah tidak bisa melontarkan kata lagi pada wanita itu, tentu saja Merry mendongakan kepala untuk memperlihatkan pertentanganya “Aku akan menunggu keputusanmu akan masalah perusahaan, jika tidak ada jalan keluar darimu, jangan coba-coba untuk menasehatiku dan berlagak pintar dan mengerti tentang Tuan Zaterius, sampai hari dimana kau tidak bisa melakukan apapun, aku akan mengajukan pendapatku pada Tuan Zaterius secara langsung”


Sabrina membuka pintu kayu yang di dorong dengan kasar, bahkan ia begitu emosional saat bicara dengaan wanita yang bisa membuat dirinya terpana, sialnya Sabrina terlalu kesal akan kekalahanya hari ini, dan juga kesal akan kepercayaan dirinya yang menganggap Tuan Zaterius menemuinya secara langsung.


Jika begini Sabrina akan membuat Merry menjadi target musuhnya, karna sepertinya Zaterius menempatkan wanita itu di posisi istimewa “Siapa wanita itu sebenarnya” gerutu Sabrina saat memasuki mobil meninggalkan restoran itu.