
Angel tertidur dikamar nya, dia begitu mengantuk saat memainkan ponsel nya, namun setelah gadis itu bangun dia masih belum melihat Airyn disekitar kamar, tentu saja Angel menarik kembali ponsel nya, dia melihat jam disana, sudah hampir jam delapan malam, Angel beranjak mandi untuk membersihkan diri
“kenapa kakak menahan kak Airyn terlalu lama, aku lapar sekali” seru gadis itu saat menyisir rambut, dia berlalu keluar ruangan, dan melihat kakak da kakak ipar nya sudah berada dimeja makan, tentu saja Angel menghampiri mereka.
“Angel apa tidur mu nyeyak” sapa Airyn saat tangan nya begitu sibuk dengan makanan yang diambilkan nya untuk Hansell
“tentu saja” balas Angel saat menarik kursi dan mendudukan diri didepan Airyn
Melihat hal itu, Airyn mengambilkan satu piring lagi, dan mengisi piring kosong itu dengan makanan, mereka makan malam bersama, hingga suasa kembali seperti semuala seperti mereka di Korea
“kakak, aku bertemu Hellena di kantor kak Airyn” celetuk Angel kepada Hansell, membuat pria itu menghentikan aktivitas nya sembali melihat ke arah Airyn yang sedikit gugup
“benarkah” balas Hansell tanpa menundukan pandangan ke arah Airyn
“apa kakak tau, Hellena bekerja disana, aku tidak menyangka dengan perubahan nya, ternyata kejadian lima tahun lalu berdampak baik untuk Hellena sekarang, aku sedikit kagum” seru Angel ke arah kakak nya
“baguslah kalau itu berdampak baik untuk nya” sambung Hansell sembari memberikan senyuman kepada adik nya
“kak” celetuk Angel ke arah Hansell, dia memandang kakak nya dengan sedikit gugup
“apa lagi?”
“lima tahun lalu kakak ada di tempat kejadian, siapa wanita arogan itu?” tanya nya dengan kesal ke arah Hansell
“wanita arogan?” seketika Airyn tersedak dari makanan nya, membuat Hansell mengerti apa yang dikatakan oleh adik nya, dengan cepat Hansell menyodorkan minuman kepada Airyn yang sedari tadi mendengarkan percakapan mereka “apa kau baik-baik saja?” tanya nya ke arah wanita itu
“aku baik” balas Airyn
seketika
“hati-hati menguyah makanan mu, minum lah” Hansell memandang penuh peduli ke arah kekasih nya, membuat pria itu mengerti apa yang tengah dirasakan oleh Airyn saat ini
“kak Airyn, apa kakak baik-baik saja” tukas Angel dengan penuh peduli
“aku baik Angel” balas Airyn sembari memberikan senyuman nya
“syukurlah” seru Angel dengan raut wajah peduli nya, seketika dia melihat ke arah Hansell “kakak, siapa wanita itu? aku benar-benar tidak menyukai nya, menurutku dia sangat keterlaluan kepada Hellena, bagaimana bisa hanya perkara sepele dia menghancurkan kehidupan orang lain, aku sedikit geram jika mengingat lagi masalah itu”
“Angel!!” bentak Hansell kepada adik nya, membuat Angel terdiam memandang ke arah kakak nya, bahkan Airyn menajamkan mata untuk tidak mengatakan apa-apa, dia memberikan isyarat dengaan sorot mata nya, melihat sikap Airyn tentu saja Hansell mengurungkan niat untuk memarahi adik nya
“apa aku salah?” tanya Angel kepada kakak nya, bahkan dia begitu kaget kakak nya telihat emosi menatap diri nya
“maafkan kakak, tapi Angel kau tidak boleh memberikan penilaian kepada siapapun sebelum kau mengetahui apa yang sebenar nya terjadi” tutur nya dengan nada suara rendah
“Hansell, sudahlah. Kenapa kau memarahi nya” sambung Airyn, membuat pria itu memandang ke arah kekasih nya
“kenapa kau berlebihan sekali!!! Apa aku salah jika aku tidak menyukai sikap seperti itu, bukan kah kau mengerti bagaimana diri ku, aku sangat membenci orang yang mengunakan kekuasaan untuk menindas orang lain, aku sangat membenci hal seperti itu, bahkan jika aku diposisi Hellena aku tidak akan bisa memaafkan nya, siapa orang itu? Hingga kakak sebegitu memarahi ku” bentak Angel ke arah kakak nya, namun sekali lagi Airyn memancarkan sorot mata nya
“Angel, ada alasan dibalik semua itu, kenapa kau menjadi seperti ini?” balas Hansell dengan nada bicara yang sedikit meninggi, meskipun yang dikatakan adik nya benar, namun ada rasa tidak terima lantaran orang tersebut kekasih nya
“bahkan apapun alasan nya, dia tidak pantas melakukan hal seperti itu kepada orang lain!!! Jika kau mengenal baik orang itu kak, seharus nya kau bisa mengajari nya bagaimana menghargai orang yang berada dibawah nya, bukan membela nya seperti ini. Menyebalkan sekali” Angel menyudahi makanan nya, dia beranjak dari sana dan berlari menuju kamar, tentu saja Hansell mengejar adik nya.
Sedangkan Airyn hanya terdiam atas apa yang dikatakan Angel tentang nya, dia mengakui kejadian lima tahun lalu adalah ke aroganan yang dimiliki nya saat itu, namun lain dari semua nya dia hanya mengajari Hellena bagaimana cara menghargai orang lain, tanpa disadari kata-kata Angel membuat nya sadar, dia tidak lebih dari Hellena, dia juga tidak ada beda nya dengan semua itu.
Seharus nya dialah yang belajar menghargai orang lain, ada rasa sesak yang menancap dada nya membuat Airyn begitu tak kuasa menahan gejolak tersebut, dia beranjak dari sana, dan pergi dari rumah Hansell dengan segera, tanpa berpamitan kepada pemiliki rumah, sebab saat ini dia tidak ingin Angel mengetahui betapa terluka nya Airyn atas fakta yang diberikan Angel pada nya
“Angel, kenapa kau seperti itu?” tanya Hansell dengan nada rendah ke arah adiknya sebab Angel menangis membelakangi nya
“apa aku salah? Aku hanya mengatakan nya saja, kenapa kau begitu marah hingga membentak ku, apa aku salah aku tidak menyukai orang itu, karna dirinya membuat Hellena seperti itu padaku” balas nya saat isakan tangis terdengar jelas dari balik sana
“Angel, kau harus mengerti. Jangan memandang nya dari satu sisi, aku mengerti hal itu sedikit berlebihan untuk diterima Hellena, tapi balik lagi semua hal yang terjadi ada pelajaran yang baik di balik itu semua, tidak kah kau berfikir bagaimana sikap Hellena dulu, jika saat ini tidak ada kejadian seperti itu, apa bisa Hellena menjadi seperti sekarang? Apa bisa kau mengagumi nya seperti sekarang?” balas Hansell sembari tangan nya mengusap kepala adik nya
“tapi tetap saja, aku tidak menyukai orang itu, banyak cara yang bisa dilakukan selain hal seperti ini, aku hanya mengatakan aku tidak menyukai orang itu, apa aku salah”
“kenapa kau tidak menyukai nya?”
“karna dia menghancurkan Hellena, jika bukan karna dia aku dan Hellena akan baik-baik saja sampai hari ini, mungkin Hellena akan menjadi teman ku, aku terlalu banyak melakukan kesalahan padanya, aku selalu memaksa nya untuk bersamaku disaat dia memiliki dunia nya sendiri, aku selalu ingin dimengerti tanpa mengerti diri nya, aku fikir dengan pertemanan seperti itu membuat Hellena tidak membenci ku, tenyata dia menanggung beban saat berteman dengan ku, aku merasa bersalah pada nya, dan sekarang aku hanya mengatakan aku tidak menyukai orang itu, apa aku salah” bentak Angel kepada kakak nya
Dia berlalu kemeja makan, dan tidak mendapatkan Airyn disana. Hansell merogoh saku celana nya untuk menghubungi kekasih nya itu, namun Airyn tidak membalas panggilan dari Hansell, seketika pria itu melajukan mobil dengan kecepatan penuh, untuk menuju kerumah Airyn, dia memarkirkan mobil di depan rumah besar tersebut, sembari menekan bel pintu, seorang pelayan paruh baya yang lengkap dengan pakaian pelayan menyapa Hansell
“apa Airyn ada dirumah bi” tanya Hansell
“tidak ada tuan, nona Airyn belum pulang dari semalam” balas nya sembari memberikan hormat kepada Hansell
“baiklah, terimasih” Hansell berlalu dari sana, dan melajukan mobil nya, dia sangat binggung mengarahkan mobil nya kemana, Hansell sangat mencemaskan keadaan Airyn, dia mengerti Airyn lebih terluka saat mendengarkan perkataan Angel, bahkan Hansell memahai betapa sakit nya Airyn saat ini, dia menyadari Airyn sangat menyayangi Angel bukan seperti teman nya sendiri melainkan adik perempuan bagi nya, bahkan tentang hal apapun Airyn selalu mementingkan Angel dari pada diri nya, tentu saja dengan semua hal ini Airyn adalah orang yang paling terluka
Mobil Hansell berhenti di perusahaan Airyn, terlihat jelas keadaan nya sudah begitu sepi, karna Nona Petrov selalu mementingkan kariyawan nya untuk tidak memforsir waktu kerja terlalu banyak, sebab kwalitas istirahat mempengaruhi efektifitas kerja kariyawan, Hansell menaiki tangga menuju ruangan kekasih nya, dirinya begitu gusar sebelum menemui Airyn bahkan Hansell berharap Airyn berada di kantor nya saat ini, jika gadis itu tidak disini, Hansell benar-benar tidak mengerti kemana diri nya harus mencari.
Lift berdenting dengan cepat Hansell keluar dari sana, nampak jelas ada Darrel yang berada di meja nya, membuat Jansell memiliki harapan saat ini Airyn berada di ruangan nya
“apa Airyn ada didalam?” tanya Hansell kepada Darrel, bahkan diri nya begitu terburu-buru, belum sempat Darrel membalas nya Hansell sudah membuka pintu kerja kekasih nya
“Airyn” seru Hansell ketika mandang kekasih nya begitu sibuk dengan lembaran kertas
“Hansell kenapa kau kesini” balas Airyn saat melihat ke arah Hansell, pria itu membanting pintu hingga terdengar suara nyaring, bahkan Darrel sedikit kaget melihat sikap Hansell barusan, pria itu melangkah cepat ke araah Airyn hingga menjatuhkan pelukan nya kepada gadis tersebut
“kenapa kau pergi, apa kau tidak tau aku mencemaskan mu” bentak nya sembari mengeratkan pelukan ke tubuh Airyn
“Hansell, kau menyakitiku” balas wanita itu saat pria yang dicintainya memeluk tubuh nya terlalu kuat
“ini hukuman untuk mu, karna kau membuat ku cemas, apa kau tidak tau bagaimana cemas nya aku saat kau pergi begitu saja” Hansell melonggarkan sedikit pelukan nya, dia melirik ke arah mata Airyn yang berada dibawah nya, tentu saja saat ini posisi Airyn tengah duduk di kursi kerja nya sedangkan Hansell berdiri tegap didepan nya.
“maafkan aku” lirih gadis tersebut
“kenapa kau minta maaf” Hansell mengusap lembut pipi Airyn “aku yang harus nya minta maaf” sambung nya dengan nada rendah
“tidak, kenapa kau minta maaf, bahkan kau tidak melakukan kesalahan”
“aku harus minta maaf, karna membiarkan mu terluka, siapapun yang menyakiti mu tetap saja semua itu salah ku, karna membiarkan dirimu terluka, dan siapapun yang melakukan kesalahan hingga melukai mu, aku yang akan meminta maaf karna aku membiarkan mereka menyakiti mu” balas Hansell dengan penuh peduli nya, membuat mata Airyn berkaca-kaca menatap pria yang penuh peduli kepada nya, tatapan itu masih sama seperti tatapan dimasa lalu, hangat dan penuh peduli
“maafkan aku” sambung Hansell hingga air mata Airyn berderai dihadapan nya
“sayang, menangislah” Airyn berdiri dari duduk nya sambil menyambar tubuh Hansell, tentu saja pria itu menerima pelukan Airyn dengan begitu hangat, dia merasakan betapa tersakiti nya Airyn saat ini, namun tidak ada yang bisa dilakukan nya, karna Airyn terlanjur menyalahkan dirinya sendiri, Hansell tidak mengerti mengapa banyak hal yang tanpa sengaja hadir hanya untuk menyakiti kekasih nya, membuat dirinya tidak mengerti lagi, kenapa kehidupan begitu perih atas takdir yang dimiliki Airyn.
“Hansell” rintih Airyn saat dirinya tak kuasa menahan semua sesak nya, dia tidak mengerti apa yang membuat nya menjadi terluka, namun kehadirian Jansell dan pelukan ini benar-benar melepaskan semua nya
“Airyn maafkan aku” Hansell berucap dengan penuh sesal dia tidak menegerti apa yang harus dilakukan nya lagi, selain meminta maaf atas semua ini, Airyn melepaskan semua rasa yang menyakiti diri nya, gadis itu berusaha untuk diam dari isakan yang melongarkan semua beban di dada nya
Tangan Hansell masih setia mengusap kepala Airyn, dia masih memberikan kehagatan atas pelukan mereka, sedangkan Airyn melepaskan diri dari pria itu, melihat air mata membasahi sekitar mata wanita nya, Hansell mengusap dengan jemari secara lembut, dia mengerti Airyn begitu terluka saat ini, namun Hansell tidak ingin luka itu menyakiti nya, bagaimana pun Hansell harus mencoba meluruskan semua nya.
“apa sudah baikan?” tanya Hansell dengan tersenyum, Airyn mengaanggukan kepala nya
“duduklah” Hansell mengandeng tangan Airyn ke sofa, dia mendudukan kekasihnya disana, Hansell mencari minuman untuk diberikan kepada Airyn, dia meraih minuman yang ada dilemari es yang berada dibar sudut sana, Hansell memberikan nya hingga Airyn menerima sembari meneguk minuman itu
“terimasih” seru Airyn saat mata nya tak berani menatap ke arah pria itu.
“lihat aku” Hansell menjangkau wajah Airyn untuk menatapa nya dalam “Airyn, semua itu bukan salah mu, aku mengerti semua nya sangat berlebihan atas apa yang terjadi kepada Hellena, tapi tidak bisa kah kau mengerti, dengan semua hal yang terjadi ada poin penting dari semua itu, Hellena menjadi gadis yang baik saat ini, jika bukan karna semua itu mungkin saja Hellena telah menjadi wanita yang mengerikan dari yang pernah dibayangkan, bahkan gadis itu telah tumbuh dengan pola seperti itu selama ini, namun dengan semua hal yang terjadi, dia memang menjadikan itu sebagai pelajaran dan mendapatkan hikmah dari semua nya” jelas Hansell
“tetap saja, ke aroganan ku tidak mengubah fakta, bahwa aku menghancurkan hidup nya” balas Airyn dengan mata yang bergetar, bahkan air mata nya kembali berkaca-kaca memandang ke arah Hansell
“tidak ada yang salah dengan semua itu, apa kau tau aku belajar sesuatu yang penting dari mu, bahwa aku harus bersikap dimana pun aku berada, kau hanya melakukan apa yang pantas kau lakukan saat itu, kesalahan Hellena sangatlah fatal, dia merendahkan orang yang dianggap nya rendah, jika semua itu tidak terjadi dan kau tidak melakukan semua itu atas pelajaran kepada nya, tetap Hellena akan menjadi seperti itu”
“Hansell….tapi aku”
“Airyn…disetiap yang terjadi dihidup ini akan memiliki salah dan benar, tidak ada manusia yang benar, tapi disetiap kesalahan yang terjadi ada hikmah dibalik semua itu, tidak kah kau mengerti bagaimana baik nya Hellena saat ini, itu semua karna kesalahan yang kau lakukan dimasa lalu, jika bukan karna kesalahan itu Hellena tidak akan menjadi baik dimasa depan” tutur Hansell sembari memeluk kekasih nya kembali, membuat Airyn mengeratkan pelukan nya kepada Hansell
“apa yang harus aku lakukan? Angel membenci ku, aku tidak siap menghadapi nya” sambung Airyn dengan begitu takut nya
“Angel akan mengerti jika itu kamu, dia kan dapat menilai sendiri, dulu aku juga berfikir seperti itu tetang mu, sebelum aku mengenal dan mengetahui tentang mu, tapi sekarang aku menilai tidak ada yang salah dari dirimu, keadaan saja yang memaksa mu untuk seperti ini, Airyn kau gadis yang tidak bisa aku temukan dimanapun, karna itulah jangan menghukum dirimu sendiri atas kesalahan orang lain” pinta Hansell “apa kau mengerti?”
Seketika Airyn menganggukan kepala seraya tubuh nya berada dipelukan terhangat Hansell “gadis yang baik” pria itu mengkecup kepala kekasihnya dengan begitu sayang , entah kenapa Hansell benar-benar mencintai nya, jika ini bukan Airyn dia tidak akan mampu mencintai wanita manapun sebesar ini.