
Airyn melihat sebuah paket yang tidak memiliki ukuran besar, ia bahkan dapat membayangkan paket itu memiliki kotak di dalamnya, namun siapa sebenarnya yang mengirimkan paket itu padanya, baru saja Airyn menimbang-nimbang penuh perhitungan Darrel dengan seketika memutus keheningan, ia menjangkau paket yang di diamkan Nona Petrov, mungkin Darrel berfikir wanita itu enggan untuk membukanya, jadi Darrel mengambil inisiatif dalam membantu Nona Petrov melakukan hal itu, toh hanya sekedar membuka paket.
“Lepaskan tanganmu!!” bentak Airyn dengan kalimat dingin, bahkan ia menatap Darrel penuh suram seolah menimbang-nimbang kelancangan pria itu, bahkan Airyn tidak mengeluarkan perintah atau pendapat tapi pria itu malah melakukanya tanpa segan, membaut Frada tersenyum penuh penghinaan melihat tingkah Darrel yang seperti orang bodoh.
Bukankah Darrel adalah orangnya Nona Merry, tapi kenapa ia seperti tidak berpengalaman dalam menghadapi Airyn Petrov, seolah tidak ada yang di pelajari dari Nona Merry sama sekali, padahal kedua wanita yang memiliki hubungan darah yang kental itu selalu mengunakan cara kerja yang sama, bahkan kehati-hatian dan ketelitian mereka adalah hal yang tidak bisa di pisahkan, namun Darrel malah bersikap sebaliknya membuat Frada merasa konyol saja.
Mata Airyn yang menyorot dengan tajam, membuat tangan Darrel berangsung-angsur mundur, entah kenapa ia merasa sikapnya telah menyinggung wanita itu, tapi apa yang salah? Bukankah ketika bekerja bersama Hansell Hamillton dia selalu memutuskan sesuatu duluan tanpa harus ada perintah untuk masalah sekecil ini, tentu saja memutuskan sesuatu di dalam hal sekecil ini tindakan yang sopan pada atasan.
Frada yang terpengaruh dengan tawa menghina itu terhenti ketika tatapan Airyn menyudutkanya, tentu saja Frada tahu bagaimana Airyn tidak suka dengan tawanya, ia menganggukan kepala seolah mengerti atad apa yang harus di lakukaanya, wanita itu beralih kearah meja untuk mecari sesuatu, ia mengobrak-abrik semua perangkat yang di milikinya di salam sana, sehingga Frada menemukan sesuatu yang di inginkan Nona petrov, tentu Darrel memperhatikan apa yang Frada lakukan begitupun dengan Airyn yang kali ini menahan emosinya sebab dua orang itulah harapanya dalam menjadi rekan.
“Nona sepertinya tidak ada bahan peledak atau alat pelacak apapun, bahkan tidak ada sinyal berbahaya di dalam sana, sehingga 99,9 persen sangat aman” ucap Frada ketika mengotak atik komputer dengan kunci-kunci yang di pahaminya sendiri, membuat Darrel memalingkah wajah melihat kearah Airyn ketika Frada selesai berbicara.
Apakah Darrel tengah melakukan kesalahan dan malah bersikap lancang?
“Menurutmu apa yang ada di dalam sini?” sanggah Airyn ketika mengajukan pertanyaan kepada Frada, membuat wanita itu bertopang dagu di meja komputernya ketika mata itu menatap kearah paket yang terbungkus rapi
di hadapan Nona Petrov dan Darrel.
“Entahlah, aku hanya menebak di dalam sana ada sebuah kotak yang menjadi bingkisan luar untuk sesuatu penting di dalam sana, hanya saja aku tidak bisa menebak apa yang ada sebab aku tidak memiliki alat tembus pandang untuk mendeteksinya” ucap Frada ketika terkekeh atas penuturanya, namun melihat tawanya tidak di sambut baik oleh siapapun, wanita itu memudarkan senyum itu seketika.
“Buka!”
Dengan cepat anak buah yang tadinya berdiri di belakang Nona Petrov dengan tegap, melaksanakan perintah untuk membuka paket itu dengan segera. Membuat Darrel mengerti kenapa Nona Petrov tidak mengizinkan dirinya membuka paket itu, sebab bisa jadi paket itu memiliki alat atau perangkat berbahaya untuk mereka, jadi setelah memastikan tidak ada hal berbahaya di sana barulah wanita itu mau membukanya, meskipun begitu ia sangat berhati-hati sekali.
Sesuai dugaan sebuah kontak berukuran kecil sekitar 15 cm panjang, dengan 5 cm pedek, tentu saja itu ukuran yang sedikit munggil untuk sebuah kotak bahkan terlihat seperti kotak perhiasan berwarna silver dengan ukiran kayu yang terpajang di sepanjang sisinya, bahkan kotak itu di kaitkan dengan kuncinya seolah sengaja di berikan pengucian yang baik.
Dengan cepat Airyn mengambil alih keadaan, ia membuka kotak yang di kirim seseorang yang mungkin saja kotak itu adalah pemberian dari orang di balik surat kontrak padanya, membuat Airyn tidak mengunakan kesabaran lagi sehingga menarik penguncinya sembari membuka kotak di sana, mata Airyn di suguhkan dengan sebuah hal kecil yang tidak masuk akal sekali.
Beruntung seorang Frada yang memiliki karakter ceplas ceplos memberanikan diri bersuara “Apa maksudnya dengan ini?” tanya dirinya secara bersamaan dengan Darrel bahkan membuat mereka tidak mengerti apa yang harus di lakukan dengan rambut itu, apakah seseorang tengah mempermainkan mereka atau mengolok-ngoloknya, bahkan wajah bingung itu membuat Darrel dan Frada tidak mengerti dengan keadaan yang terjadi.
Berbeda dengan Nona Petrov yang menjentikan jarinya ke meja yang menjadi tumpuan, seolah ada yang di timbang-timbang dengan tatapan panjang kearah rambut yang tersegel dengan plastik secara rapi, bahkan rambut itu berwarna coklat tua dengan sedikit memutih dibeberapa bagian, meskipun Darell tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, namun melihat reaksi Nona Petrov yang menangkap sesuatu membaut Darrel tidak mengerti serumit apa teka-teki ini.
Tawa lantang mengema di ruangan, bahkan tak henti-henti seolah ini sangat lucu bagi Airyn, namun tawa itu terasa sangat mengerikan untuk Frada dan Darrel begitupun dengan seluruh anak buah Nona Petrv, mereka tidak mengetahui hal apa yang membuat wanita itu tertawa hingga tidak bisa di Hentikan, namun kilauan mata yang menatap tajam itu dapat di tangkap sebagai sebuah kemurkan.
“Sialan!”
Bentak Airyn ketika menghempaskan tanganya di permukaan meja, darahnya seolah mendidih seperti menjalar hingga ke otak, bahkan ada buliran Air mata yang bersusah payah menahan ke jengkelan, semua rasa muak merayapi dirinya seolah Airyn benar-benat tidak terima dengan hal ini, apa maksudnya dengan rambut ini? apakah ia ingin membenarkan argumen Airyn yang saat ini diterka-terka.
Jangan bilang dirinya harus menerima fakta mustahil yang bagi orang waras tidak akan mungkin, tidakah ini lucu bagi dirinya sendiri seolah ada orang yang mempermainkan hatinya hingga melukainya sekali lagi, apa yang di inginkan oleh orang itu sebenarnya.
“Periksa rambut ini dan selidiki ini milik siapa. Aku tidak ingin menunggu lama, katakan kepada mereka tidak boleh membocohkan rahasia jikw tidak semuanya akan berakir di tanganku sendiri” titiah Airyn kepada mereka, membuat tubuh Darrel menengang atas apa yang di katakan Nona Petrov, kenapa ia tidak memikirkan hal itu, meskipun ini hanya sebentuk rambut namun bisa saja ini menyimpan banyak informasi bukan.
“Dan, pastikan juga hal ini” seketika Airyn menarik rambutnya untuk memutus dari sana, ia bahkan melakukan itu dengan kasar seolah tidak ada sakit sedikitpun, bahkan membuat Frada menyipitkan mata akibat ngeri, membuat anak buah Airyn terpana ketika Nona Petrov juga memberikan rambutnya.
“Ini hanya terkaan ku saja, tapi aku hanya ingin memastikan!! Apakah rambut itu cocok dengan diriku” sontak ucapan itu terhenti di penghujung ketidak percayaan.
Bahkan Frada yang biasanya tidak pernah tertarik dengan masalah Nona Petrov, dan orang di balik surat kontrak itu kali ini terpana tanpa mampu di sembunyikaan, apa masksud wanita itu sebenarnya? Apakah ia tengah mengatakan jika jika rambut itu cocok dengan dirinya maka ada kemungkinan itu adalah orang yang sedarah dengan Nona Petrov? Jika benar begitu tidak mungkin itu rambut Merry bukan, sebab waniat itu memiliki rambut keemasan yang layaknya seperti orang bagian barat yang minoritasnya orang berkulit putih, bahkan Merry tidak memiliki rambut berwarna coklat di kepalanya, tapi siapa? Apakah masksud Nona Petrov adalah ayahnya? Tapi tidak mungkin bukan. Dan selain hubungan darah bersama ibu dan ayah tentu dengan adik kandung, namun Nona Petrov adalah anak tunggal bukan?
Seluruh pertanyaan dan juga terkaan itu juga tersampaikan dengan baik kepada Darrel. Bahkan pernyataan Airyn barusan membuat dirinya berfikir lebih dalam lagi, sebab ia tidak bisa mengeluarkan sedikit pendapat meskipun raganya begitu mengiginkan penjelasan.
“Siapapun orang itu, aku tidak akan memaafkannya!!” geram Airyn di dalam gumamanya, ia beranjak pergi untuk meninggalkan tempat itu seolah tidak ada lagi harapan berlama-lama di dalam sana bukan.