Girlfriend Another Level

Girlfriend Another Level
Pengobatan



Di dalam kamar itu, Airyn seperti menempel kepada tubuh Hansell, dia bahkan tidak mengizinkan Hansell beranjak dari tempatnya, dia seperti gadis posesif yang membutuhkan pacar nya, melihat sikap seperti ini dari Airyn, membuat Hansell memakluminya, gadis itu memanglah sangat manja dan mengemaskan, tak ada celah untuk Hansell tidak nyaman kepadanya.


Apapun yaang dilakukan airyn selalu membuat dirinya jatuh cinta, namun disela kemesraan mereka seseorang mengetuk pintu kamar airyn, seketika Hansell ingin beranjak, namun Airyn menahan tubuh pria itu.


“sayang, mungkin itu dokter, aku harus membuka pintu” jelas nya kepada Airyn, namun wanita itu mengelengkan kepala untuk Hansell tidak pergi dari dirinya, melihat semua itu tentu saja ada rasa malu di hati Hansell, dengan percaya diri dia menyuruh orang tersebut masuk dengan teriakan nya dari dalam kamar


Sontak pengawal Airyn membuka pintu kamar, membuat dia tersentak melihat Nona Petrov menempel ketubuh pria itu, meskipun hal seperti ini sangat biasa dilakukan pasangan, namun bagi Nona Petrov sangat asing untuk dipandang


“maaf Nona” seketika mereka menekuk pandangan, beserta dokter yang sedikit berumur itu, mereka merasa canggung melihat muda mudi didepan matanya mengadu kemesraan


Tentu saja Hansell sangat malu, namun Airyn seperti sengaja melingkarkan tangan di tubuh Hansell, dia memeluk erat hingga menempel, bahkan Airyn tidak menghiraukan anak buah nya yang tersipu malu melihat sikapnya


“sayang, kenapa dokter itu tidak memeriksa ku?” Airyn berkata dengan suara pelan kepada Hansell, tentu saja melihat sikap wanita itu Hansell sedikit kegagapan saat bicara


“dokter, silahkan periksa Airyn” perintah Hansell, membuat semua pengawal mengundurkan diri, sedangkan dokter itu dengan langkah berat menghampiri pasien nya yang sedang bermanjaan tepat didepan matanya


“selamat siang Nona Petrov, saya akan memeriksa anda” beliau menundukan kepala seraya memberikan hormat, tentu saja rona pipi Hansell telah berubah menjadi merah padam, namun dia tidak keberatan jika Airyn mempermainkan nya seperti ini, asalkan gadis itu bahagia.


Dokter masih saja mematung, dia sangat sungkan untuk memeriksa Nona Petrov yang masih memeluk erat tubuh pria itu, dia bahkan terdiam beberapa saat untuk memikirkan langkah tepat, Hansell yang mengerti akan kebingungan itu mencoba mendudukan Airyn, dan menyandarkan kepala kekasih nya di dada bidang milik nya, dia memeluk tubuh Airyn dari arah belakang, sedangkan Airyn merebahkan tubuhnya kepada Hansell, dia menjatuhkan berat badan nya untuk ditumpu oleh Hansell.


Dokter itu memeriksa tubuh Airyn, dan menanyakan beberapa hal terkaiat yang dirasakan oleh gadis itu, dokter tersebut memberikan beberapa suntikan ketubuh Airyn untuk memberikan multivitamin akibat daya tubuh yang menurun.


“Nona Petrov terlalu banyak kehilangan cairan tubuhnya, suhu panas didalam ruangan meningkatkan resiko dehidrasi, ditambah tidak mengkonsumsi air putih selama 4 hari ini semakin memicu terjadinya dehidrasi berat, membuat denyut jantung cepat, namun lemah, dan Nona Petrov juga mengalami demam akibat dehidrasi berat bahkan tekanan darah rendah” jelas dokter itu kepada Airyn dan Hansell.


“lalu apakah dia bisa baik-baik saja dok?” tanya Hansell cemas


“tentu saja Tuan, tapi Nona Petrov harus dirawat dirumah sakit, lantaran dia harus ditangani oleh petugas medis secara langsung, dan kemungkinan dalam kondisi seperti ini memerlukan rawat inap. Sebab Nona Petrov harus menerima gula, garam, dan cairan melalui infus, karna infus merupakan cara yang efektif dalam mengembalikan kadar cairan dan mineral tubuh ke tingkat normal” seketika Hansell melihat ke arah Airyn,namun mata gadis itu seakan sedih mendengar saran yang diberikan oleh Dokter


“dokter, saya ingin Airyn dirawat dirumah saja. Dan masalah biaya dan yang lain nya nanti assisten saya yang akan mengurus semua keperluan nya” jelas Hansell


Setelah dokter itu keluar, Hansell merebahkan tubuh Airyn, dan membaringkan nya, dia mencium bibir Airyn untuk memeberikan semangat agar gadis itu cepat sembuh.


Hansell mengusap kepala Airyn untuk menenangkan nya, dia berusaha memberikan perhatian selebih yang dia punya, Hansell berharap gadis ini tidak lagi menyepelekan kesehatan nya, Hansell tidak ingin Airyn seperti ini, dia menyesal telah membuat Airyn menjadi jatuh sakit karna dirinya.


“apa kah rasanya sangat sakit? “ tanya Hansell seraya menatap lekat kepada Airyn


“tidak” gadis itu mengelengkan kepala dengan tatapan sendunya, bahkan tidak lupa dia memberikan senyuman kepada Hansell untuk mengatakan dia baik-baik saja.


Didalam tatapan dalam nya kepada Airyn, Hansell menyimpan banyak pertanyaan yang berputar diotak nya, dia ingin sekali memarahi wanita nya, ingin sekali menghukum gadis yang dicintainya ini, dan Hansell ingin sekali memberikan Airyn peringatan agar tidak menyepelekan kesehetan nya sendiri, namun dia mengurungkan niat nga, Hansell berusaha berkompromi dengan keadaan, dia ingin memehami dan menjaga Airyn agar tidak terjadi kesalahan lagi


“sebentar, istirahat lah, aku akan kembali” Hansell mengusap kepala Airyn dan berlalu keluar kamar, dia menelfon Darrell untuk mengurus semua keperluan Airyn, sedangkan dirinya membuatkan bubur untuk dimakan oleh kekasihnya, selang beberapa lama Hansell telah siap dengan bubur ditangan nya, dia membawanya dengan nampan untuk diberikan kepada Airyn.


Sesaat Hansell memasuki ruangan, Airyn terlihat menutup mata nya, dia meletakan nampan itu dinakas yang berada di samping ranjang, dirinya mendudukan diri disamping Airyn, dan mengusap lembut kepala gadis itu, Airyn mencoba merengek untuk tidak dibangunkan, namun Hansell dengan kekeh membagunkan gadis kesayangan nya itu, dia mengkecup bibir Airyn untuk memberikan kegaduhan, ternyata cara nya berhasil membuat wanita tersebut membuka mata dan malah menikmati ciuman Hansell, gadis itu benar-benar menguji kesabaran Hansell, bahkan didalam keadaan yang tidak sehat dia masih saja mengoda pria itu untuk menguji batasan yang dijaga Hansell. Beruntung saat ini Airyn tengah lemah dan terbaring sakit, Hansell menjernihkan fikiran kotornya dan mengembalikan akal sehatnya, dia mendudukan Airyn dari rebahan itu, dan menyendarkan nya ke kepala ranjang, Hansell mengambilkan bubur yang sudah dibuatnya dan menyuapi Airyn


dengan pelan.


Tentu saja tidak semudah itu untuk gadis itu memakan nya, dia merasa sangat perih ketika menelan, dan Airyn merasa sangat tidak nyaman, namun Hansell mencoba memaksa untuk Airyn makan secara perlahan, dirinya memberikan Airyn minum disela-sela bubur yang disuapkan nya.


Setelah selesai makan, Airyn mengucapkan terimakasi, dia mengusap lembut pipi Hansell dengan tangan mungilnya, membuat Hansell meraih tangan itu dan mencium telapak tangan kekasihnya, dia begitu sayang dengan gadis itu, bagaimana bisa Airyn menyepelekan kesehatan nya.


“Airyn, untuk kedepan nya tolong jaga kesehatan mu, aku tidak sanggup menyaksikan hal seperti ini lagi, aku tetap meminta maaf atas kesalahan ku, tapi Ryn aku benar-benar marah jika kamu menyepelekan kesehatan mu seperti hari ini, apa kau mengerti?” Seketika Airyn, menganggukan kepala seakan merasa bersalah.


Awalnya dia hanya ingin menghidari Hansell, dia menyuruh Merry mengatakan kebohongan itu agar Hansell tidak menemuinya, namun setelah dia bangun dimalam hari nya, tubuhnya seperti kehilangan kekuatan dan tidak bisa membuat dirinya bangkit dari tidurnya, Airyn mencoba melawan sekuat tenaga namun rasa pusing mendera kepalanya, disanalah dia merasa pasrah akan kehidupan nya, dia ingin hidup sekali lagi namun dirinya terlanjur menyiksa dirinya, saat itu Airyn merasa tidak akan ada orang yang membantunya, membuat nya sangat menyesali semua kebohongan yang dilakukan nya kepada Hansell, disetiap waktu dirinya berharap keajaiban memihak nya, dia mencoba merasakan tiap rasa sakit tanpa bersuara, sampai pada akirnya dia mencapai ambang batas nya, Airyn memasrahkan hidup kepada pencipta, bahkan dirinya menyerah untuk bertemu Hansell, namun disaat fikiran itu mulai menengelamkan dirinya, teriakan Hansell terasa akrab dipendengaran nya, bahkan tubuhnya yang sudah dingin dan membeku terasa hangat kembali, sesaat dia kembali dengan membuka mata, Hansell sudah berada disisinya kembali, bahkan tengah memeluk tubuh nya, tentu saja Airyn sangat bersyukur, ternyata takdir masih berpihak kepada dirinya, dia bisa bertemu kembali pria yang dicintainya, untuk satu hal ini saja Airyn sangat berterima kasih.


Sesaat Airyn dan Hansell terhanyut atas fikiran masih-masing, beberapa petugas medis lengkap dengan peralatan yang dibutuhkan untuk kesembuhan Airyn telah datang, beberapa petugas itu memasangkan infus ketubuh kekasihnya, mereka memasangkan monitor tanda vital untuk mengecek kesehatan gadis tersebut, tentu saja Airyn pasrah dengan segala yang dilakukan oleh pegawai medis kepada tubuhnya, dia ingin sekali sembuh dan kembali seperti semua bersama dengan Hansell.


Sore harinya, Angel datang mengampiri Airyn, dia memeluk gadis itu dan ikut bersalah atas apa yang menimpa Airyn, bahkan Angel memarahi kakaknya didepan calon kakak iparnya, tentu saja sikap Angel mengundang tawa Airyn, mereka sangat Happy ketika Angel mencerita bagaimana galau nya kakak nya saat tidak bertemu Airyn, tentu saja hal yang diceritakan adiknya adalah kenyataan yang terjadi, membuat Hansell malu namun dirinya bahagia Airyn sudah bisa tertawa seperti biasa.