
Setelah Airyn melepaskan semua sakit hati yang di rasakan nya, seketika itu semua Direktur perusahaa , Manager dan orang-orang penting memasuki toko tersebut degan memberi maaf atas kesalahan yang dilakukan oleh pegawai nya, membuat semua orang lebih tidak percaya lagi, dan terakir Tuan Ji yaang sudah tua itu memasuki toko tersebut, dia berjalan mendekati Airyn dan berlutut dikaki Nona Petrov
“ayah apa yang kau lakukan?” Somi berteriak kearah ayahnya
“diam kau, anak tidak tau diri” bentaknya, membuat Somi tidak percaya jika itu ayahnya, air matanya menetes karna sakit, membuat Airyn hanya tersenyum sungging menyaksikan pertikaian ayah dan anak ini, bahkan Angel yang tadinya menangis begitu terdiam saat melihat keadaan
“nona maafkan saya, ini kebodohan saya. Saya sangat menyesal dengan apa yang terjadi, saya mohon dengan apa yang terjadi ampuni saya Nona Petrov, tidak masalah anda mencabut seluruh saham dan harta yang saya punya hingga tidak bersisa, namun saya mohon jangan ambil nyawa saya, karna istri saya yang tengah sakit sangat membutuhkan kehadiran saya Nona” pinta tuan Ji dengan begitu memohon, membuat Airyn hanya terdiam, sebenarnya dia tidak bisa menjamin hal ini, sebab dia tidak pernah membunuh siapa-siapa itu adalah perbuatan orang lain yang mengkambing hitamkan dirinya, meskipun setelah itu mereka membersihkan jejak pembunuhan hingga tidak terlacak, namun tetap saja semua orang menuduh Airyn lah yang menjadi pembunuh
nya.
“untuk masalah itu, anda harus banyak memohon kepada Tuhun, dan semoga anda madapatkan nasib baik” jelas Airyn, seketika dia meraih tangan Angel, dan menenang kan gadis itu, tentu saja Angel masih tertegun memandangi Airyn, namun dia mampu mengerti situasi ini
“tuan Ji anda bisa berdiri, jika tidak akan terjadi berita yang tidak saya ingin kan, dan juga untuk terakir kali, jika nama saya ada dipemberitaan itu, tidak baik untuk posisi anda, bahkan anda sangat mengerti tentang hal itu"
Airyn mengandeng tangan Angel untuk keluar dari sana, di ikuti oleh seluruh pengawal yang menjaga. Bahkan semua orang menatap tanpa memalingkan pandangan, seketika Airyn berlalu dan pergi dari sana, sedangkan tuan Ji dia merasa begitu tersiksa, bahkan Somi masih setia dengan air mata nya, tuan Ji berdiri dari sujud nya, dan meraih bahu Somi untuk berdiri, baru saja anak nya menegakkan badan, tamparan melayang dipipi Somi, bahkan tuan Ji menampar kiri dan kanan di saat bersamaan, tatapan kecewa nya tertampil dan bahkan membuat semua orang tidak percaya, mereka setia memotret kejadian ini, sebab akan menjadi berita besar nanti.
“ayah” bibirnya bergetar dengan pandangan buram melihat ke arah tua Ji
“aku tidak sudi kau memanggilku seperti itu, apa kau fikir aku ayah mu. Aku tidak membesarkan anak memalukan seperti ini” dia berlalu keluar dan meninggalkan Somi yang terkapar. Sedangkan seluruh Manager dan kariyawan menangisi kehidupan mereka.
Ditengah perjalanan menuju pulang, Airyn menenangkan Angel yang masih menangis, dia memberikan penguatan diri dan mengatakan jangan memberitahu kepada Hansell tentang kejadian ini, seketika Angel menganggukan kepala dan Airyn memeluknya, bahkan Angel begitu terluka menyaksikan Airyn ditampar oleh wanita itu, dia merasa bersalah karena ini semua ulah dirinya.
Hansell menapakan kaki dipusat perbelanjaan itu, dia melihat ponsel dan ternyata Airyn mengirim pesan jika mereka telah di Apartemen, sebanarnya ada hal penting yang diurus Hansell karna itulah dia terlambat untuk ke sini, Hansell melajukan mobil nya dan berlalu pulang, dia tidak sabar memandang wajah Airyn, tentu saja Hansell sangat lapar tapi dia yakin wanita nya tengah membuat kan makanan yang lezat.
Hansell menekan pin apartemen Airyn, dia memasukinya ternyata benar Airyn sedang memasak didapur, Hansell memandangi Airyn yang tengah sibuk dengan kegiatan nya hingga tidak sadar jika Hansell telah disana, sesaat Airyn mencicipi makanan nya, dan merasa makanan itu sudah pas dia melangkan kemeja makan, namun Hansell dengan melipat tangan memandangnya bersama senyum
“Hansell, sejak kapan kau disana?” sapa Airyn
“kau ini, kau pasti sangat lapar, kemarilah, makanan nya masih panas” ajak Airyn, sesaat dirinya memindahkan makanan itu kemeja makan
“mana Angel?” tanya Hansell, ketika dia meraih kursi untuk mendudukinya
"Angel tidur dikamar ku, dia sangat capek” seru Airyn dengan tersenyum
“apakah kalian menikmatinya?” seketika Airyn terdiam, dan memaksakan senyuman
“iya” gadis itu mengambilkan Hansell makanan dan memberikan nya, tak lupa Airyn menyiapkan minuman untuk pria tersebut
“sayang, apa kau tidak makan?” tanya Hansell seraya Airyn tidak mengisi piring nya dengan makanan
“aku belum lapar, aku melihat kau makan saja nanti aku akan kenyang”
“tidak bisa ryn, aku tidak bisa makan sendirian”
“kau ini merepotkan sekali Hansell” Airyn menjangkau piringnya dan mengisi perut dengan makanan, tentu saja Hansell tersenyum dan menyantap makanan itu dengan lahap nya, dia hanya memandang Airyn yang meracau ditengah makan malam mereka.
Seketika Hansell pergi menuju apartemen nya, dengan mengabsen pipi Airyn untuk mengkecup penuh sayang, dirinya meninggalkan apartemen tersebut lantaran Airyn sedikit capek dan juga Angel tidur dikamar gadis itu, membuat Hansell tidak bisa berlama-lama disana.
Airyn menatap kosong ke arah langit-langit kamar, dirinya hanya berfikir apakah tuan Ji baik-baik saja, selama ini jika bukan Airyn yang menghancurkan orang yang menghadang nya, “orang dibalik surat kontrak” yang akan menghancurkan musuh nya, dia hanya berfikir apakan tuan Ji akan mendapatkan nasib yang sama, jika itu terjadi bagaimana cara dirinya menjelasakan kepada Hansell, bahkan dirinya tidak siap jika situasi seperti itu terjadi.
Perlahan Airyn membuang jauh fikiran itu, dirinya mencoba menidurkan diri, namun belum sempat Airyn menutup mata nya, dirinya memandang Angel yang belum menyelimuti tubuh, tentu saja Airyn menyelimuti gadis yang berada didampingnya, meskipun mereka hanya beda 1 tahun, namun Airyn seperti merasa menjadi kakak bagi Angel. Entah kenapa rasa sayang nya ke Angel terjadi begitu saja, membuat Airyn sakit hati mengingat kejadia di toko kosmetik tadi.