
“Apa maksud wanita itu bagi kita?” tanya Merry ketika duduk di samping Zates, bahkan ia tidak tahu menau alasan kenapa dirinya harus mendapatkan wanita yang berkisar 1 miliar tersebut.
“Wanita itu adalah anak buah Jilixing selama berpuluh-puluh tahun lamanya” ucap Zates kepada Merry, membuat wanita itu menjamkan mata mendengar penuturan Zates, kenapa memangnya jika ia adalah anak buah Jilixing, untuk apa wanita itu harus bekerjasama dengan Zates jika sebenarnya wanita tersebut adalah anak buahnya.
“Tidak sesederhana itu saja hubungan diantara mereka” ucap Zaterius dengan sikap tenang, sebelum akirnya meminta sopir untuk berhenti di tepian sungai, bahkan dicuaca malam seperti ini dan dibawah gelap malam berbintang dan udara dingin yang samar-samar, Zates mengajak Merry untuk turun dan memandang hamparan sungai panjang di pinggiran jalan menuju pulang, tak lupa pria itu melepaskan jas tebal yang ia gunakan untuk menyelimuti sebagian tubuh Merry yang terbuka, bahkan Zates dengan kemeja putih dan tubuh kekernya semakin terlihat menawan di pandangan Merry, di tambah dirinya menyingsingkan lengan kemeja untuk dilipat menjadi beberapa bagian, membuat Merry cukup terpukau akan pria tu.
“Seperti apa hubungan diantara mereka?” tanya Merry kepada Zates seolah mengalihkan perhatianya, membuat pria itu mencuri pandang pada wanita disampingnya sembari mendaratkan pandangan ke leher Merry yang terluka, sebelum akirnya bicara.
“Wanita itu adalah anak haram Jilixing dengan seorang perempuan sebelum Iriana” sontak penuturan itu membuat Merry terpongah, apakah ia tidak salah mendengar apa yang Zates katakan, bagaimana mungkin itu terjadi sebab bagi Merry sendiri Jilixing adalah orang yang cukup baik hingga ia mau melepakan Iriana di dalam lindungan pria itu.
“A-apa maksudmu Zates, bagaimana bisa? Lalu jika ia adalah anaknya Jilixing kenapa wanita itu di jadikan anak buahnya? Apakah Jilixing sudah gila” tutur Merry dengan meningikan volume bicara, bahkan membuat Zates tersenyum sembari memandang Merry dengan tatapan merendahkan.
“Setinggi apa kau memandang seoran Jilixing, Merry. Hingga mendengar hal itu wajahmu tidak bisa di bohongi dengan raut tidak percaya. Apakah kau masih belum bisa membayangkan segila apa Jilixing setelah mengetahui kebusukanya, jadi untuk menjadikan putri kandungnya sebagai anak buah tentu saja bukanlah masalah selama hal itu menguntungkan” seru Zates sambil memasukan tanganya kesaku celana yang ia kenakan.
“Aku sudah mengetahui jika Jilixing adalah biang kerok diantara kerecokan masalah surat kontrak, ia memanfaatkan ketidak berdayaanku untuk muncul agar bisa mengacaukan Airyn. Jadi semenjak itu aku terus memantau Jilixing meskipun ia tidak bisa menemukan keberadaanku, dan tentu saja aku mengetatkan pejagaan, dan bahkan menyelinapkan orangku untuk menyelisik kebenaran tentang Jilixing, dari sanalah aku mengetahui jika markas yang seharusnya tiada dimasa lalu masih di pertahankan oleh Jilixing dengan tujuan yang salah, dan markas tersebut bertahan dibawah pemantauan khusus VVIP dari pemimpin markas besar. Tapi bukan itu masalahnya, masalah utamanya adalah kegilaan Jilixing sendiri. Ia sadar terusir dari keluarga Ji akibat sikap binatangnya dimasa lalu, sehingga gadis yang kau temui itu adalah salah satu anak dari wanita yang tidak sengaja ia rusak. Jilixing bahkan menerima Iriana akibat Louis yang memberikan dukugan sebagai sumber modal dalam membangun perusahaan yang ia kembangkan, namun semenjak Louis sadar jika Jilixing memiliki perputaran dana secara diam-diam disana ia menghentikan investasi di perusahaan Jilixing dan menarik segala saham yang sudah ia tanamkan, sehingga Jilixing kehilangan orang terpenting dan juga hal itu berimbas pada kekalahanya dalam menaiki posisi pertama di negara. Akibat kekalahan itu diam-diam ia yang sudah bekerjasama dengan James melakukann pembunuhan pada adikku, dan diam-diam juga ia memanfaatkan Airyn untuk menjadi investor di perusahaanya, dan ia berhasil, sampai saat itu aku sadar jika Jilixing tidak benar-benar mencintai Iriana”
Merry terdiam akan penjelasan pria itu, ia yang masih belum percaya akan kekejaman Jilixing kepada James, bahkan semakin tidak percaya lagi akan kenyataan jika Iriana tidak dicintai pria itu. Padahal dimasa lalu alasan Merry membiarkan sahabatnya pergi karna Jilixing sangat berapi-rapi melindungi Iriana dengan landasan mencintai, tapi ternyata ia sendiri yang membawa Iriana kedalam gerbang masalah yang mengakibatkan sahabatnya menderita.
Apakah Jilixing juga terlibat atas ketidak bahagiaan Iriana selama bersama dirinya, jika benar begitu pria busuk itu memang bukanlah manusia yang bis diberikan pintu maaf. Bahkan melenyapkan dirinya saja tidak setimpal dengan apa yang sudah ia lakukan.
“Lalu bagaimana dengan putrinya itu?” tanya Merry dengan penuh marah dan juga kesal, bahkan hampir saja ia kecewa akan dirinya sendiri yang menempatkan Iriana kedalam gudang penderitaan.
“Putrinya itu hampir dilenyapkan diusianya yang masih belia, tapi siapa yang menyangka jika putrinya itu memiliki sifat ketajaman dalam berbisnis dan juga dapat menganalisis perdagangan saham, bisa dikatakan ia cukup pintar dan berguna bagi Jilixing saat berusia muda. Sehingga menempatkan gadis itu di markasnya selama bertahun-tahun, dan membiarkan gadis itu hidup diantara para mafia dan kalangan pembunuh, membuat Jilixing menuai banyak keberuntungan, bisa dikatakan kenapa markas itu tersembunyi karna gadis 1 miliar yang kau dapatkan itu yang menjaga stabilitas markas tersebut agar terus tersembunyi. Tentu saja pergaualan dan lingkungan yang salah sudah membentuk wanita itu menjadi kejam dan tidak memiliki pendidikan seperti anak seharusnya, sebab Jilixing hanya memfokuskan putrinya kepada Bisnis dan juga Management. Itu bertujuan agar Jilixing dapat memanfaatkaan kecerdasan anaknya untuk menjaga keamanan markasnya tetap aman dan tersembunyi, ia memberikan segala sesuatu yang diinginka gadis itu agar tidak menuntut keluar dari cangkang neraka, tapi siapa yang menduga jika sebuah kenyataan terungkap, bahwa dirinya adalah anak kandung Jilixing dan ibunya ditabrak lari oleh Jilixing sendiri untuk menutupi fakta tentang dirinya yang merupakan anak haram. Disanalah ia melarikan diri 2 tahun lalu. Aku yang sudah mengetahui tentang anak itu mencoba menyelamatkan dirinya dari Jilixing, menyembunyikan dirinya dan juga memberikan identitas baru padanya, serta aku membuat duplikat dirinya untuk di kembalikan kepada Jilixing”
“Jadi acara lelang ini sengaja kau buat untuk menarik perhatian Jilixing tentang keberadaan putrinya? Jadi kau memang merencanakan ini sedari dulu? Tapi kenapa baru sekarang kau mengeluarkan anaknya?” tanya Merry dengan bingung, lantaran Zates bisa saja mengembalikanya beberapa waktu yang lalu “Apakah Jilixing tidak akan curiga akan kebenaran tentang gadis yang ia bawa?” sambung Merry sekali lagi.
Membuat Zates mengelengkan kepala seketika, sembari menatap Nerry lekat-lekat “Jika kau jadi Jiliixing, akankah kau percaya pada orang yang tiba-tiba menghilang tanpa jejak dan kembali begitu saja?” tanya Zates dengan serius, bahkan ia meminta penjelasan dari Merry yang cakap dalam analisis.
“Tentu saja aku tidak akan percaya. Jika seseorang yang melepaskan diri dariku, dan itu memiliki nilai seperti bom waktu dan menghilang dari peradaban tanpa sinyal dan jejaknya, dan tiba-tiba bisa diakses kembali. Bagaimana bisa aku mempercayainya”
“Tepat!! Itulah tujuanku. Membuat Jilixing sadar jika bom waktu sesungguhnya ada ditanganku, dan membuat dirinya sadar tidak akan berkutik selain merangkak kesarangku. Dan kau tahu kenapa aku membuat sandiwara sebesar ini? Itu semua karna aku ingin memperlihatkan siapa yang ia coba untuk permainkan” seketika Merry terdiam, ia masih menecerna seluruh perkataan Zates, sebenarnya apa tujuan dan maksud dari Zates ini, kenapa ia sangat berbelit-belit sekali.
“Tunggu. Biar aku perjelas! Kau sudah mengetahui segala hal sedari dulu tentang keberadaan putrinya, dan sekarang kau menunjukan pada Jilixing tentang gadis itu dan sengaja membuat sandiwara seolah-oalah ia sudah mencapai tujuanya, namun diwaktu bersamaan kau membuat Jilixing kalah talak sebab tertipu dengan muslihatmu? Begitu?” Simpul Merry. Membuat Zates mengangangukan kepada seraya membenarkan semuanya.
“Tentu tidak hanya itu saja, aku sengaja melakukan ini semua untuk memancing Hansell dalam bertindak” seketika hening membentang diantara mereka, membuat Merry terdiam atas penuturan yang membawa-bawa nama Hansell di dalamnya.
“Kenapa kau mengikut sertakan Hansell di dalam rencana kita. Apakah kau ingin mencelakainya” bentak Merry dengan marah, ia bahkan menantang kearah Zates seolah tidak terima akan hal itu, membuat Merry kehabisan kata-kata untuk memaki Zates sehingga dirinya sulit mengontrol emosi.
Setidaknya Merry ingin Hansell dan Airyn bahagia menjalani kehidupan normal mereka, dan biarkan Merry dan pria itu yang menyelesaikan segala sesuatu yang berantakan sedari awal akibat masa lalu.
“Hansell yang paling bisa menghancurkan markas itu Merry! Bukan diriku! Bukan dirimu, dan bukan Airyn! Kau harus ingit yang aku katakan tentang Hansell sebelumnya, pria itu diluar perhitungan kita. Dan kau harus menerima kenyataan jika Hansell tidak berbeda dengan diriku, yang memiliki sisi lain di dalam dirinya”
“Apa maksudmu Zates, jangan coba-coba membohongiku lagi” sambut Merry dengan tidak terima, seolah ia membutuhkan penjelasan dari Zates.
“Semenjak 5 tahun lalu, Hansell telah berubah. Semenjak ia menginjakan kaki ke negara seberang dan meninggalkan Airyn akibat gadis itu melupakanya, membuat Hansell menjelma menjadi orang berbeda. Coba kita ingat-ingat kembali, bagaimana bisa seorang Hansell menapaki kaki menjadi posisi pertama hanya dalam jangka 5 tahun, bahkan ia mengalahkan Jilixing yang sudah memiliki dukungan markas bawah tanahnya, dan mari ingat kembali bagaimana Hansell membunuh berto di depan matamu dan juga Airyn. Apa kau tidak bisa berfikir sisi lain tentang dirinya? Jangan membohogi diri sendiri dan mengangap Hansell lemah dan tidak berdaya, jika sesungguhnya Hansell lebih kuat dari yang kau bayangkan”
Merry terpana atas penjelasan yang menyambar titik kesadaranya, hingga mulut ternganga dan mata terpana tidak mampu dipungkiri, bahkan matanya tidak berkedip mengingat semua perkataan Zates yang masuk akal, setidaknya sebagai orang asing sangat tidak mungkin Hansell bisa meraih posisi pertama dalam jangka waktu secepat itu, bahkan perusahaan Petrov yang sudah besar dan menglobal saja butuh bertahun-tahun untuk menginjak pasar Internasional padahal itu memiliki investor yang royal dan juga dukungan dari bangsawan Inggris, dan sekarang Hansell yang membuat perusahaan baru di Negara asing dalam jangka 5 tahun bisa berkembang pesat, apakah itu mungkin? Tentu saja tidak mungkin, jika tidak ada alasan lain di belakangnya.
“Mari kita pulang. Aku tidak ingin udara malam menyakiti tubuh mu” seru pria itu ketika menyentuh tubuh Merrry untuk diajak masuk ke mobil, bahkan ia cukup yakin Merry sudah menyadari hal yang terjadi sebenarnya, dan kali ini Zates hampir berhasil menjelaskan titik terang akan semua kekacauan yang terjadi.
****
Bagaimana banganya Nona Petrov melihat produk yang berada di bawah nauangan perusahaan sebegitu merak di berbagai pusat perbelanjaan, rasanya Airyn ingin meluncurkan Brand yang sudah ia kerjakan dalam satu tahun belakangan ini, jika saja rancangan pakaian itu bisa diluncurkan tepat pada targetnya, mungkin ini akan menjadi barang yang dicari oleh konsumen dalam beberapa waktu kedepan.
“Apa yang tengah kau fikirkan?” tanya Hansell pada istrinya, membuat Airyn memandang kearah suaminya seraya menarik tangan Hansell memasuki toko roti.
“Aku ingin roti coklat dengan taburan Almond diatasnya, entah kenapa aku ingin roti itu dengan paduan kacang—kacangan" serunya ketika menunjuk berbagai roti di pajangan kaca depan, membuat Hansell mengusap kepala istrinya seraya menarik Airyn untuk antri sesuai jalur, ketika mereka berdua berdiri Airyn menolehkan kepala kearah belakang sebab suara anak kecil menarik perhatianya, ternyata anak kecil itu mengunakan pakaian berwarna kuning dengan rambut tergerai dan sepatu mungilnya membuat mata Airyn tidak henti menatap, bahkan gadis itu bersembunyi dibalik tubuh ibunya akibat merasa takut dan malu, sadar dirinya menakuti gadis kecil itu airyn melebarkan tawa dengan tulus hingga suaminya memalingkan kepala kearah belakang.
Bahkan Airyn baru menyadari jika ibu gadis kecil itu seorang wanita berperut buncit dan tubuh yang montok, seolah Airyn dapat melihat jika wanita itu tegah hamil tua “Hansell ayo kita pindah kebelakang” seru Airyn ketika dirinya berada di nomor antrian kedua.
“Kenapa? Apa kau tidak ingin kuenya?” tanya Hansell pada istrinya, namun Airyn mengelengkan kepada seolah gugup ingin mengutarakan pendapatnya, bagaimanapun Nona Petrov bukan orang yang memiliki nillai sosial tingkat tinggi, sebab sedari dirinya kecil ia sudah terbiasa mementingkan diri sendiri diatas segala-galanya, sebab jika di dunia Airyn memiliki nilai sosial yang berlandasakan rasa kemanusiaan, mungkin sudah banyak musuh yang menjatuhkan dirinya. Sebab di dunia bisnis kawan adalah lawan, rekan bisa menjadi musuhan, ditambah perkara uang dan kekuasaan membuat Airyn sudah tidak memiliki nilai-nilai seperti itu. Tapi sekarang ia merasa sangat prihatin dengan wanita yang berdiri di belakang sana, bahkan jika ia terus berdiri dengan perut sebesar itu bisa saja ia akan kelelahan dan berbahaya untuk janin, karna melihat ibu yang tengaha hamil tua terpaksa mengantri untuk anak gadisnya itu, membuat Airyn ingin berganti tempat.
“Apa kau ingin menganti tempat antri kita dengan wanita hamil itu?” tanya Hansell ketika menangkap raut wajah istrinya, membuat Airyn menganggukan kepala seketika “Ya sudah pergilah kebelakang, biar aku yang berdiri disini sebenatar” ucap Hansell, seketika Airyn melangkah kearah belangan seolah melewati 5 orang lebih hingga mencapai posisi wanita hamil itu, senyum tulus Airyn di sambut baik oleh wanita yang tengah mengunakan kerudung berwarna Mocca tersebut, membuat Airyn sedikit terpana akan budaya indonesia yang terkenal cukup ramah, sebab jika di negaranya Airyn melakukan hal seperti ini, mungkin orang akan waspada sebelum mengetahui maksud dan tujuan orang asing saat mendekati, sebab bicara dengan orang asing dapat dikatakan tindakan kurang sopan dan sangat menganggu.
“Hallo gadis kecil apa kau mau kue itu?” tanya Airyn ketika menunjuk poster kue di toko tersebut, membuat gadis itu menganggukan kepala malu-malu kehadapan Airyn, tentu wanita yang hamil itu cukup terkagum-kagum akan kecantikan wanita turis yang sangat ramah hingga membuat dirinya terpesona.
“Anda cantik sekali nona...” seru wanita itu ketika menyapa Airyn dengan suara ramah dan sopan, membuat Airyn mendongakan kepala membalas perkataan wanita hamil tersebut.
“Tidak Nyonya, anda terlalu memuji” seketika saja wanita hamil itu kaget mendengar pelafalan bahasa yang cukup identik dengan logat Indonesia, membuat ia mendekati Airyn seraya menyentuh tangan Airyn dengan sikap mendekati yang tidak malu-malu, ia tertawa lebar seraya memberikaan kesan tidak mengancam.
“Apa kamu bisa menyentuh perutku. Konon katanya jika orang hamil tua dan perutnya diusap oleh orang cantik anaknya akan mendapatkan imbas kecantikan orang tersebut” kekeh wanita itu dengan wajah malu, namun entah kenapa ia cukup kagum akan Airyn yang memberikan sikap aman pada dirinya dan putriya, membuat Airyn terpana akan perkataan wanita itu bahkan pipinya saja memerah.
“Apakah benar seperti itu, aku baru mendengarnya” ungkap Airyn ketika menyunggingkan senyum kepada dirinya sendiri, bahkan Airyn tidak pernah menyangka ia cukup cantik, namun orang lain ketika memuji dirinya membuat Airyn sungguh tersipu akan hal itu “Sebenarnya aku sangat ingin, namun aku cukup takut melakukanya, apakah tidak sakit jika aku menyentuh perutmu nyonya?” tanya Airyn dengan meragu, membuat wanita itu mengelangkan kepada seraya melebarkan senyuman nya.
“Tidak. Jika terbentur atau dipukul baru sakit, jika perutku diusap lembut itu sangat nyaman. Ku mohon cobalah, mana tau anak gadis keduaku bisa secantik anda” serunya dengan terkekeh malu, membuat Airyn tertawa akan hal itu, bagaimana bisa orang asing mampu sepercaya ini kepadanya, apakah tampang Airyn ketika menjadi wanita biasa tidak seseram Nona Petrov, bahkan Airyn masih ingin bagaimana para CEO di perusahaan kecil milikya menghadapi Airyn dengan tubuh merinding namun wanita itu malah sebaliknya.
“Maafkan aku” seru Airyn seraya mengapai perut buncit wanita itu, bahkan Airyn tersentuh akan apa yang ia rasakan, seperti ada detak jantung yang senada dengan detak jantung dirinya yang berdetak diperut wanita hamil, jika benar seperti ini rasanya akankah Airyn bisa merasakan hal-hal setenang ini nanti, membawa janin selama 9 bulan di perutnya, merasakan detak jantungnya dan juga membayangkan buah hatinya tengah berkembang, hingga air mata Airyn membayang dikelopak matanya seraya mengusap lembut dengan penuh haru.
“Apakah anda sudah mempunyai suami?” tanya wanita itu ketika memandang Airyn yang begitu haru mengusap perutnya, membuat Airyn menganggukan kepala seraya membenarkan pertanyaan itu “Konon katanya, jika orang hamil menyentuhkan jempol kakinya kewanita lain, itu bisa saja mentrasfer keberuntungan untuk memiliki anak dengan segera--”
“Lakukan padaku Nyonya” tukas Airyn saat mencela penuturan wanita itu, ia bahkan melepaskan sepatunya di depan wanita itu seolah tidak sadar akan semangat dirinya, tentu saja ibu hamil yang mengunakan kerudung itu terkekeh akan tingkah Airyn yang sebegitu menginginkan menjadi ibu, sebab ia hanya mengunaakan sendal sorong jadi cukup mudah membuka sendalnya untuk menginjak jempol kaki Airyn, sedangkan wanita cantik itu perlu membuka sepatu tali yang ia gunakan.
Baru saja mereka saling tertawa dengan kaki kanan Airyn yang tidak mengunakan sepatu seorang pria yang sangat tampan menghampiri, bahkan wanita hamil itu terpana akan Hansell yang sudah menenteng kue ditanganya, membuat wanita itu cukup diam dan membisu jika ia bisa melihat orang cantik dan tampan diwaktu bersamaan, Airyn memalingkan wajah melihat Hansell seraya tersenyum malu pada suaminya "Ini suami saya Nyonya” seru Airyn saat menarik Hansell kehadapan wanita itu, membuat orang asing yang baru Airyn kenal menganggukan kepala mengerti seolah meyakini mereka berdua afalah pasangan yang serasi, Hansell menundukan diri kehadapan gadis kecil yang bersembunyi di balik tubuh ibunya seraya mengintip malu-malu melirik Airyn, tadinya Hansell ingin memanggil Airyn namun ketika melihat istrinya kesibukan bercerita hingga melupakan niatan semula membuat Hansell memesan sendiri roti tersebut.
Akibat keterbatasan bahasa Hansell menyodorkan satu Pac kue yang sengaja ia pesan untuk gadis itu, tentu saja ia membeli All Varian agar tidak ada yang ketinggalan, membuat gadis kecil itu melirik ibunya seolah menanyakan apakah ia boleh menerima itu, dengan segera ibunya menganggukan kepala untuk mengizinkan, meskipun ada rasa segan tapi sepertinya sangat segan untuk menolak pemberian dari dua orang baik yang ia temui.
Airyn mengusap kepala gadis itu seraya tersenyum, ibunya mengajari putrinya berterima kasih pada Hansell dan Airyn hingga mereka keluar dari tempat antrian dan berbincang sedikit sebelum ibu dan anak ibu pergi dari hadapan Airyn dan Hansell, melihat mereka pergi Airyn hanya memandang keduanya, sedangkan Hansell menundukan kepala seraya mengikatkan tali sepatu yag tidak Airyn lilitkan dengan benar.
Tentu semua mata memandang mereka tanpa mereka berdua menyadari, setelah selesai Hansell berdiri seraya menjalinkan jemari tanganya pada Airyn untuk berlalu dari sana.
“Astaga tampannya? Apakah mereka berdua artis” seru beberapa orang yang mengagumi Airyn dan Hansell bahkan ada yang mempublikasikan diam-diam.
“Aku ingin punya suami seperti pria itu” sambung yang lainya, sedangkan dua pasangan yang begitu di kagumi seolah tidak sadar akan situasi yang mereka hadapi.
“Sayang, mana kue ku?" tanya Airyn, membuat Hansell menyodorkan kue yang ia genggam kehadapan istrinya.
“Kita cari tempat untuk makan siang, karna makan sambil berjalan itu tidak baik” balas Hansell seraya melihat-lihat tempat makan yang sekiranya cocok untuk mereka.
Malam hari Airyn dan Hansell memutuskan untuk kembali ke negara mereka, sebab sudah terlalu lama menunda pekerjaan dan terlalu lama membiarkan berbagai hal terjadi, tentu kedua pasangan itu memilih penerbangan biasa sebab Airyn yang bersikeras meminta, bahkan di tengah malamya terlalu banyak permintaan istrinya sehingga Hansell memberikan ciuman sebagai tutup mulut, karna bagaimanapun tidak mungkin Hansell memenuhinya di pesawat kelas ekonomi ini.