
Airyn tengah menyelesaikan beberapa persoalan tentang ayah Jenny, tentu saja wanita itu mengunakan koneksi bawah tanah untuk menuai beberapa informasi, dan ternyata Airyn memiliki celah luar biasa untuk membongkar kebusukan dari paman Jungkyung, pihak keluarga Jungkyung adalah dalang di balik penyuapan ini, ternyata ayah Jenny tidak menerima apapun, namun mereka yang mengirimkan sejumlah uang ke dalam rekeningnya, dan mengunakan hal itu sebagai barang bukti, bahkan ada beberapa pertemuan yang di karang seperti rapat pengesahan antara kerjasama mereka, namun ternyata itu hanyalah jebakan semata.
“Apakah mereka tidak bisa bermain cantik sedikit, sejak kapan drama lebay seperti ini bisa di gunakan untuk meruntuhkan sesorang” hina Airyn ketika melihat laporan keuangan dari perusahaan target, bahkan beberapa pihak terkait yang mentrasfer sejulah uang ke rekening ayah Jenny, membuat Airyn amat kagum padanya.
Namun untuk beberapa pihak terkait itu, Airyn sudah menekan perusahaan mereka untuk menarik kembali uang yang di transfer dengan jumlah besar, untuk membatalkan kerjasama dengan pihak keluarga Jungkyung, tentu saja mereka tidak bisa berkutik apa-apa selain memilih Nona Petrov untuk memihak jalan tengah.
“Semua bukti transfer sudah di lenyapkaan, dan beberapa pihak yang terlibat sudah mundur dari pihak Jacob Lim, sekarang kita hanya tinggal mengambil bukti foto yang mereka miliki saja Nona Petrov” ucap Darrel kepada Airyn, membuat wanita itu menganggukan kepala membenarkanya.
“Maka mari ajak mereka bertamu ke perusahaan kita” balas Airyn dengan penuh maksud.
“Maksud anda?” tanya Darrel untuk memperjelas keinginan Nona Petrov.
“Tekan perusahaan itu, dan paksa beberapa pihak membatalkan kerjasama, dan katakan pada mereka untuk mengatas namakan diriku” ucap Airyn dengan nada santai, membuat Darrel menganggukan kepala seraya melakukan perintah dari bosnya.
Sekalipun Nona Petrov tengah hamil diusia 6 bulan, ternyata tidak menghambat dirinya di dalam pekerjaan, hanya saja ia tengah mengurangi beberapa aktifitas, salah satunya bekerja lembur sampai malam hari. Airyn duduk sambil mengangkat kakinya, ia yang kala itu membuka bekal salad buah yang di racik sendiru mengunakan beberapa lapisan keju dan mayonais diatasnya, sungguh mengugah selera, bahkan Airyn begitu ingin menghabiskan semuanya, dan ia ingin di suapi oleh Hansell.
Sayangnya, kenyataaan tidak seindah itu, dan takdir tidak se-bersahabat yang kita fikirkan. Meskipun begitu Airyn harus kuat dan tegar, demi anak Hansell yang tengah berjuang di rahimnya, dan bahkan mereka terasa menendang-nendang hingga membuat Airyn terkekeh akan tingkah buah hatinya itu, bagaimana bisa saat hati Airyn memikirkan tentang Hansell, mereka juga ikut ricuh di dalam sana, seolah rindu Airyn amat singkron dengan hentakan kaki keduanya.
*
“Bagaimana bisa ini terjadi!! Apa mereka gila!!” bentak Jacob Lim ketika menerima laporan dari orangnya.
“Saya tidak tahu Tuan Jac, hanya saja mereka serentak mengatakan jika semuanya di lakukan atas nama Nona Petrov” ucap anak buahnya dari balik ponsel.
“Nona Petrov? Apakah wanita hamil yang ada di surat kabar itu?” fikir Jacob ketika mengigat kembali berita seminggu lalu. “Ya sudah!” ketusnya sambil mematikan ponsel tersebut.
Jacob mendudukan diri degan tenang, ia yang tadinya tersulut emosi mulai menjernihkan fikiranya lagi, bahkan rasanya Jacob mulai mengusap jemari tanganya ke pelipis sembari berfikir akan Airyn. Ada hal apa yang membuat Nona Petrov menyenggol dirinya, jika dilihat dari kekuasan antara dirinya dan Nona Petrov, tentu perusahaanya tidak sebanding dengan wanita mengerikan itu, sebab perusahaan besar berskala internasional itu tentulah memiliki cakupan yang luas bahkan impeck nama perusahaan saja amat berpengaruh.
“Perimis Tuan Lim” tukas seorang wanita yang kala itu membuka pintu di ruang kerjanya. Membuat Jacob memalingkan wajah pada sekretarisnya. “Darrel Gibson yang merupakan sekretaris utama perusahaan APV petrov menelfon anda, jika Nona Petrov mengundang anda ke perusahaan cabang miliknya” ucap gadis itu, membuat kening Jacob berkerut ketika mendengar perkataan dari sekretarisnya. “Dia hanya memberi anda waktu 2 jam Tuan, jika setelah itu anda terlambat atau tidak datang, katanya pihak mereka tidak akan berbelas kasih lagi” terus wanita itu, membuat Jacob amat murka mendengarnya.
“Hal apa yang aku lakukan, sehingga wanita itu menyenggol diriku!!” bentaknya dengan geram, membuat wanita yang berdiri hormat itu tersentak akibat emosi bosnya.
“Persiapkan kendaraan untuk ku, dan aku ingin menghadapi wanita itu secara langsung” dengusnya dengan jengkel sambil berlalu kearah luar, tentu sesegera mungkin ia menyiapkan keberangkatan Jacob untuk ke perusahaan cabang APV Petrov.
*
Darrel menyambut Jacob dengan senyuman, berbeda dengan pria itu, ia seperti membawa dendam yang sepertinya siap menantang Nona Petrov, Jacob selaku paman dari Jungkyung berjalan angkuh penuh jengkel, ia sungguh tidak percaya dirinya bisa mendapatkan masalah tanpa ada angin dan hujan yang melanda, namun tiba-tiba seorang wanita itu meruntuhkan harga sahamnya, dan menghentikan beberapa pihak bekerjasama dengan perusahaan Jacob.
“Permisi Nona Petrov, tamu anda sudah datang” tegur Darrel yang kala itu memberikan kalimat sapaan kepada Airyn yang tengah mendudukan diri di kursinya, wanita itu tengah menutup mata dengan sikap diam namun tetap dalam keadaan sadar.
Mata itu terbuka dengan lebar, bahkan Airyn langsung megakses Jacob yang ada di hadapan matanya, Airyn sungguh lelah menunggu, bahkan ia memberi waktu 2 jam dan pria itu benar-benar datang dalam 2 jam setelahnya. Bukankah sikap angkuh seperti ini adalah mangsa yang amat Airyn suka untuk membukamnya.
“Keluarlah Darrel” perintah Airyn sembil berdiri dari sana, membuat Darrel amat ragu untuk beranjak. “Keluarlah!!” paksa Airyn dengan kalimat mengancam, sehingga pria itu keluar dari ruangan sembari menutup pintu dari arah luar.
Airyn melangkah mendekati pria itu, ia tentu memancarkan sikap tegas penuh wibawa seorang pemimpin sekalipun ia tengah hamil besar, membuat Jacob terpaku ketika melirik wajah cantik wanita itu, bahhkan Jacob melupakan emosi yang membalut raganya, dan keindihan ragawi milik Airyn, sugguh. menyita perhatiannya, tapi ia sadar tidak waktunya untuk terpaku.
“Silahkan—“ belum sempat Airyn mempersilahkan pria itu duduk, ia dengan angkuh mendudukan diri tanpa permisi, membuat Airyn tertegun ketika mengigat sesuatu.
Ia sangat mengigat dengan jelas, bagaimana pertemuan pertama antara Airyn dan Hansell di masa lalu, saat itu Airyn juga melakukan akuisisi untuk menekan perusahaan suaminya, dan meminta pria itu menemui dirinya secara langsung, tapi ketika Airyn belum membiarkan Hansell duduk, ia terlebih dahulu menduduki diri, seolah menjadi orang satu-satunya yang menentang Airyn saat itu, tapi kali ini pria lain menjadi orang kedua yang melakukanya, bukankah ini amat lucu untuk Airyn sendiri.
Ia bisa mengenang suaminya lewat tingkah laku orang lain, namun sayangnya Airyn tidak akan pernah menyukainya, bahkan seribu orang yang bertingkah seperti mereka, tidak akan menghapuskan kenyataan jika Hansell yang paling pertama, dan Hansell yang akan selalu ia cintai, tidak ada Hansell kedua meskipun mereka berdua memiliki kesamaan yang nyata.
“Apa anda baik-baik saja?” tegur Jacob ketika melihat wanita itu terpana kepada dirinya, bahkan hening membentang seolah Jacob bingung kenapa bisa wanita itu tidak bicara apapun. Bahkan ada sedikit ragu dan rasa tidak enak di hatinya.
“ku baik-baik saja” balas Airyn ketika mendudukan diri di hadapan pria itu. “Aku cukup kagum degan sikap tepat waktumu Tuan Jacob Lim, ketika aku memberikan waktu dua jam untuk anda mempertimbangkanya, dan anda benar-benar datang setelah 2 jam berlalu” seru Airyn yang kala itu sekedar berbasa basi.
“Baiklah, nampaknya aku tidak bisa menganggap rendah dirimu. Lebih baik aku masuk saja ke inti permasalahan” ucap Airyn untuk berterus terang, membuat pria itu menegakan bahunya untuk mendengar penjelasan dari wanita itu.
“Aku menyukai ideologimu, bahkan aku cukup terkesan dengan sikap tegas mu. Hanya saja sangat di sayangkan kau memanfaatkan orang lain untuk mencapai sesuatu, sekalipun kau seorang pembisnis, tapi memanfaatkan kelemahan orang lain hanya membuat dirimu terlihat tercela”
“Apa maksud anda sebenarnya Nona Petrov” geram Jacob dengan jengkel.
“Maksudku, bagaimana bisa kau memanfaatkan Ayah Jenny untuk menutupi kesalahan orang lain” bentak Airyn dengan geram, membuat tubuh pria itu menegang, apa hubungan Nona Petrov dan Jenny sehingga ia ikut campur atas permasalahan ini. “Jika kau bertanya apa hubungan ku dengannya, maka akan aku katakan jika kami berteman” sambung Airyn dengan tawa penuh ejekan. “Karna itulah, aku ingin membuatmu memilih, menyelamatkan perusahaan rekanmu atau mengulung tikar perusahaan mu sendiri” sungguh pilihan itu mampu membuat dada Jacob sesak, bagaimana bisa wanita itu mengetahui semuanya, Jacob tentu membuat kontrak besar dengan perusahaan rekannya, namun ia terlibat skandal pengelapan dana dan juga pelecehan seksual pada kariyawan, dan ayah Jenny yang sebagai Jaksa penuntut umum tidak mau menerima suap sebab ia sudah berdedikasi untuk menjatuhkan vonis kepada para penjahat, dan itu sudah mendarah daging di nadinya.
Itulah alasan Jacob mengancam pria itu untuk tutup mulut, sebab ia tidak ingin kerjasama yang ia buat dengan skala besar akan runtuh begitu saja, bahkan jika di pastikan uangnya tidak akan kembali jika pria brengsek itu masuk penjaga, demi perusahaan dan usaha yang ia kerahkan Jacod dengan terpaksa untuk menjebak Ayah Jenny.
Di tambah Jungkyung yang merupakan keponakan Jacob itu juga meminta dirinya menekan ayah dari temanya, tentu Jacob dengan senang hati memenuhinya, sebab ia mendayung dengan satu putaran namun 2 pulau terlampaui, namun sekarang ia malah terjebak oleh ulahnya sendiri.
“Sialan!! Kenapa bisa se-sial ini” batin Jacob saat memandang wanita yang tengah hamil itu.
“Bagaimana?” tawar Airyn sekali lagi, membuat pria itu mengertakan gigir dengan geram seoalah tidak bisa menahan emosinya.
“Aku tidak memiliki waktu untuk menunggu jawabanmu, lebih baik kau pulang saja dan terima hadiah dariku besok hari” balas Airyn sambil berdiri dari duduknya. Ia sugguh lelah hari ini, dan permasalahan ini rasanya ingin ia akiri dengan kemenangan, tapi nampaknya pria itu memaksa Airyn berlaku kasar, maka Airyn akan melakukanya.
“Apa yang kau inginkan?” tanya Jacob ketika memutus langkah Nona Petrov.
“Seperti kata ku diawal, kau hapus transaksi yang kau lakukan, dan berikan bukti penjebakan yang kau buat itu” hingga tangan Jacob mengepal atas penghinaan ini, tapi ia tidak punya pilihan lain, selain menyerah saja.
“Baik!!” tegasnya dengan nada rendah.
“Aku suka dengan pilihan bijaksana anda Tuan Jacob, dan aku meminta anda untuk mendidik keponakan kesayangan anda itu, jika anda tidak bisa mendisiplikanya, maka aku akan mendisiplikan dirinya dengan tanganku sendiri” hina Airyn ketika berlalu dengan pesona indahnya, membuat mulut Jacob tergugu memandang wanita itu, ia meningglakan Jacob di ruangan sambil pergi untuk pulang.
Jacob terduduk di posisi, ia terpana dengan nanar, saat senyum mengerikan yang ia lihat mampu menyita perhatian. “Kenapa jantungku berdebar sangat kencang” ucap Jacob saat meraih dadanya yang bergemuruh, bahkan pipinya memerah saat melihat Nona Petrov penuh dengan wibawa, sikap, wajah, kekuasaan, dan nama yang ia sandang semuanya adalah tipe Jacob, namun ia di buat patah hati ketika melihat perut wanita yang tengah mengandung anak dari Hansell Hamillton. “Sadarlah Jacob!! Dia sudah memiliki suami!!” terusnya ketika menampar diri sendiri untuk menyadarkan diri.
*
Setelah bulan ke 7 kehamilan, Airyn sungguh mempersiapkan mental untuk melahirkan, ia bahkan melakukan berbagai terapi dan juga olahraga sehat dan aman, Airyn sudah mengurangi pekerjaan menumpuk dan ia juga telah menyelesaikan permasalahan antara Jenny dan Jacob Lim.
Airyn yang tengah berjalan kearah dapur untuk mengambil air mineral melirik Merry yang duduk di meja makan, ia meneguk minuman hingga tandas tanpa melepaskan pandagan dari ibunya. Dengan segera Airyn melangkah mendekati Merry sambil menarik kuris dan mendudukinya.
"Pergilah ke Amerika" ucap Airyn hingga memutus lamunan wanita itu.
"Apa yang kau katakan, kenapa aku harus kesana" bantah Merry ketika menyadari kehadiran anaknya, tentu Airyn mengerti jika saat ini Merry tengah bertanya-tanya tentang ayahnya, bahkan sudah hampir satu bulan lebih dari terakir kali ayahnya pergi, ia tidak kembali, ia hanya mengabari jika saat inj memiliki pekerjaan terdesak dan bahkan ia hanya menghubungi 1 kali se-minggu, tentu saja Airyn mengerti bagaimana rasanya kesepian, lantaran ia juga mengalami hal yang sama, dan mungkin saja berjalan se-umur hidupnya.
"Pergilah menemui ayah, ia pasti sangat bahagia jika ibu datang kesana, pergilah beberapa hari dan kembali lagi, setidaknya jangan membuatku cemas" ucap Airyn dengan memelas, ia sungguh tidak tega melihat Ibunya banyak diam dan banyak fikiran, bahkan saat makanpun Merry terlihat tidak bersemangat.
"Tapi--"
"Ibu.... " lirih Airyn saat mengenggam tangan wanita yang melahirkanya itu, tatapan Airyn memancar dengan penuh harap, seolah ia tidak ingin Merry membantah, tentu hal ini karna Airyn tidak ingin ibunya menderita, ia hanya ingin kedua orang yang menghadirikan-nya ke dunia ini berbahagia sebab mereka saling mencintai. "Aku sungguh baik-baik saja, sebab ada anak ku yang menemani. Jadi ibu pergilah ke Amerika, dan sampaikan salam rinduku pada ayah" ucap Airyn dengan memaksa pada wanita itu.
Membuat Merry menatap penuh sendu saat melihat seluruh mimik penuh harap di wajah anaknya, jika Airyn meminta Merry untuk menemui Zates, maka dengan senang hati Merry akan menemuinya dan sesegera mungkin kembali. "Terimakasih sayang" ucapnya ketika bergerak memeluk Airyn.
"Kenapa kau meminta maaf, aku sungguh bahagia jika ibu benar-benar mengunjungi ayah. Sadarkan pria sibuk itu jika ia akan menjadi seorang ayah lagi" ledek Airyn pada ibunya, membuat pipi Merry memerah ketika mendengar ucapan anaknya.
"Bagaimana mungkin usia anak ku, hampir sama dengam bibi kecil mereka" ledek Airyn pada janin yang tengah bertumbuh di rahim Merry, tentu itu masih berusia 4 minggu, dan mengakibatkan Merry mengalami mual-mual yang dahsyat beberapa hari ini, dan Tuan Zaterius itu masih saja tidak pulang, saat dua wanitanya tengah hamil, Airyn yang hamil tua dan Merry yang hamil muda.
Sungguh, hal yang luar biasa yang terjadi di hidup Airyn, ia memiliki seorang adik yang rasanya seperti anak baginya, dan kedua anak kembar Airyn memiliki bibi kecil mereka nantinya, sungguh Airyn tidak sabar melihat mereka tumbuh besar, bagaimana tingkah mereka nantinya, akankan suara mereka memekakan isi rumah, dan rengekan mereka mericuhkan seluruh orang yang ada, yang jelas Airyn menantikan masa depan, sekalipun menyelipkan rindu setiap malam pada suaminya.