Girlfriend Another Level

Girlfriend Another Level
Kehilangan : Menjauh



“kau keterlaluan Hellena” suara itu memecahkan fokus Hellena ketika dirinya menatap Hansell membawa pergi Airyn didepan matanya, bahkan pria yang dicintainya itu memeluk wanita tersebut tanpa memikirkan keberadaan Hellena


“Angel” saut Hellena memandang ke arah adik Hansell, saat ini tatapan ke dua gadis itu begitu menajam, bahkan Hellena melimpahkan kekesalan dirinya kepada adik Hansell, membuat Angel merasakan penghinaan atas tatapan tersebut


“aku tidak menyangka kau seperti ini, bagaimana bisa kau bersikap seperti itu kepada wanita lain” bentak Angel sambil mengepalkan tangan, lantaran dia telah memantau Hellena sedari tadi, ketika Angel melihat keributan didekat kakak nya, wanita itu mendekati kerumunan namun seketika langkah kaki Angel terhenti lantaran Hansell menampar Hellena, membuat angel terpana ditempat nya hingga mematung, sebab Angel tidak pernah melihat sikap Hansell yang begitu kasar kepada wanita, bagi nya Hansell adalah laki-laki terlembut yang dikenalnya selama ini.


Namun sekarang tangan nya mampu menampar Hellena dengan penuh emosi dan amarah disana, tentu saja Angel tak menyangka dengan apa yang disaksikan oleh mata barusan


“apa kau membela wanita ****** itu” bentak Hellena kepada Angel, wanita itu semakin meradang setelah mendengar pernyataan Angel barusan


“tidak, aku tidak membela siapa siapa, tapi kau sangat keterlaluan, apa kau tau kakak ku tidak pernah mengkasari wanita, namun kali ini dia memperlakukan mu seperti itu, sudah pasti sesuatu yang fatal telah kau perbuat, awalnya aku marah lantaran dia mampu menampar teman ku, namun setelah aku menyadari titik salah mu, kau memang pantas mendapatkan itu, bahkan kau tidak menyesal sama sekali Hellena, bagaimana bisa kau seperti ini” tentu saja Angel sangat menyesal atas sikap Hellena, bahkan selama ini dirinya berharap Hellena menjadi kakak iparnya, namun kali ini sikap Hellena membuat Angel bertanya, seperti apa Hellena yang sebenarnya.


“apa masalahmu jika aku seperti ini, apa pedulimu? Kau fikir orang seperti mu bisa menjadi teman ku, kau bahkan sangat cupu dan tidak pandai bergaya, kau bahkan lebih suka menjadi pembantu dirumah dari pada menghabisi waktu bersamaku, apa kau fikir kau pantas menjadi teman ku, kau seharusnya beruntung selama ini aku mau berteman dengan mu” bentak Hellena begitu menghina menatap Angel, tentu saja adik Hansell tidak menyangka Hellena akan melontarkan perkataan seperti itu kepada dirinya.


Selama ini Angel memang tidak pandai bergaul, dia gadis penyendiri dan suka menghabiskan waktu dirumah, dia selalu mengandalkan kakak nya jika memerlukan bantuan seorang teman, hari-hari Angel dihabiskan dengan memasak dan mengurus keperluan dirinya dan kakak nya, seperti itulah hidup yang dijalani nya selama ini, namun ketika dirinya tidak memiliki siapa-siapa selain kakak nya, Hellena datang menawarkan pertemanan, tentu saja Angel menganggap Hellena adalah teman berharga dihidupnya, bahkan dirinya menginginkan Hellena menjadi kakak iparnya, namun kali ini sikap Hellena benar-benar membuat Angel kecewa, bahkan dia tidak menyangka dengan apa yang dilihatnya hari ini.


“apa selama ini kau mau berteman dengan ku karna ingin mendekati kakak ku?”


“benar” tanpa rasa bersalah Hellena menjawab pernyataan Angel begitu saja, dirinya tengah di rundung emosi yang tak kasat mata membuat Hellena hampir gila, bahkan dia tidak lagi memikirkan siapa-siapa, selain melampiaskan kekesalan nya akibat wanita ****** itu


“terimakasih Hellena, aku sudah mengerti sekarang” Angel tersenyum kepada Hellena dengan menelan kepahitan atas pertemanan mereka, dia berlalu meninggalkan Hellena dengan air mata yang berderai, Angel tidak akan mampu mengucapkan kata apapun selain menguatkan dirinya sendiri, dia merasa begitu bodoh sampai bisa dimanfaatkan.


Mungkin dirinya saja yang menganggap pertemanan mereka berarti, ternyata Hellena menjadikan dirinya sebatas umpan menangkap Hansell, tentu saja ada rasa kecewa dan sakit hati telah dimanfaatkan oleh manusia yang tidak tau diri, membuat Angel semaki emosi setiap kali mengingat pernyataan Hellena, Dikra yang melihat adik teman nya diperlakukan seperti itu oleh Hellena, tentu saja merasa iba, dia mengejar Angel ke arah luar, Dikra mengikuti adik Hansell untuk menenangkan nya


“Angel, apa kau baik-baik saja”


“aku baik kak”


“lalu kenapa kau menangis?”


“kau tidak pintar berbohong” seketika itu Dikra meraih tangan Angel dan menariknya kemobil, membuat Angel terpana akan sikap Dikra kepadanya, tentu saja selisih dirinya dan Dikra hanya satu tahun, jika bukan karena teman kakak nya, Angel mungkin tidak akan mampu mengenal Dikra, dan tidak akan memanggil Dikra dengan sebutan kakak.


“kak kita mau kemana”


“diam lah” bentak Dikra dari arah depan yang tengah menarik tangan Angel, Dikra membukakan pintu mobilnya untuk gadis itu, memaksa nya masuk dan duduk disamping kursi pengemudi, tentu saja dengan terpaksa Angel mengikuti apa yang diperintahkan Dikra.


“jangan terlalu dipikirkan apa yang dikatakan Hellena” Dikra menatap Angel dengan penuh iba, bahkan dia sangat ingin menampar Hellena ketika memperlakukan Angel seperti tadi, namun Dikra mengurungkan niatnya lantaran Hellena juga teman sekaligus anak dari rekan kerja ayah nya, ditambah dia tengah ditimpa masalah, tentu saja gadis itu dirundung emosi yang tak mampu ditahan nya, bahkan amarah Hellena sampai merusak segala yang dia punya saat ini.


“aku hanya tidak mengerti dengan fikiran Hellena kak, apa dia mendekati ku hanya menginginkan Kak Hansell saja, bahkan kata-kata dan sifatnya tadi membuat ku tidak mengenali Hellena sama sekali” Angel begitu gugup mengatakan apa yang dia rasakan kepada Dikra, gadis itu menundukan kepala ketika duduk bersampingan dengan Dikra, ada air mata yang sekuat tenaga ditahan nya, bahkan angel tidak mampu berucap lebih jauh lagi.


“sudahlah, kau tidak usah memperdulikan dia, aku akan mengantarmu pulang” Dikra mengusap kepada adik hansell untuk menenangkan nya, lalu dia melajukan mobil untuk mengantar gadis itu pulang. Ketika sampai dirumah Angel mengucapkan terimakasih kepada dikra, membuat Dikra terpesona melihat senyum manis Angel, bahkan ada rasa berbeda yang dirasakan nya saat ini, namun Dikra mencoba menahan tingkah playboy nya, lantaran wanita yang membuat dia tertegun adalah adik Hansell, dia membunuh semua fikiran kotor itu lalu membalas senyuman itu kepada Angel.


Angel pun memasuki rumah dan melihat kamar Hansell, ternyata kakak nya belum pulang dari pesta, dia memasuki kamar tidur dan membaringkan tubuh di atas kasur dengan posisi telungkup, dia masih memikirkan tiap kata yang diucapkan Hellena, dan tiap sikap yang dikeluarkan Hellena kepada nya, bahkan Angel begitu sesal telah mengenal orang yang mendekatinya hanya untuk memanfaatkan saja.


Usai dari kejadian dihotel, Hansell kembali kekantor untuk menenangkan diri dari permasalahan yang dihadapinya, dia mencoba mendudukan diri dikursi kerja dan memutar badan nya dikursi tersebut, Hansell tak bisa lagi berfikir apa yang bisa diperbuatnya untuk menolong Tuan Sillky, tidak mungkin dia memohon kepada Airyn, jika itu dilakukan nya tentu saja Hansell akan mendapatkan masalah nantinya, dia takut kehadiran nya dihadapan Airyn akan mengungkit kembali memori yang telah dilupakan gadis itu.


Airyn pun mendudukan diri di kursi kerja yang berada dikamar nya, dia menatap lekat-lekat layar leptop dengan begitu kosong, pikiran nya tak jauh-jauh dari wajah Hansell, dia begitu gugup setiap kali mengingat bagaimana Hansell memeluk dirinya dihadapan semua orang, bahkan dia lebih tidak percaya dengan dirinya sendiri, kenapa menerima saja perlakuan dari orang asing kepada nya.


Saat ini Airyn seperti berada di sebuah teka teki gambar yang tidak dapat dipecahkan nya, semakin dia menerka semakin berantakan keseluruhan yang telah disusun, Airyn begitu frustasi dengan ingatan kabur yang membuat dirinya begitu pusing, gadis itu mencoba mendinginkan tubuhnya dengan merendamkan ke Bathtub yang sesuai dengan suhu tubuh, dia meresap semua ketenangan untuk dirinya, dia berkonsentrasi melupakan segala hal yang membuat nya pusing, Airyn perlahan mencoba untuk tenang dan baik-baik saja didalam sana.


Setelah lulus sekolah Airyn ingin menyelesaikan pendidikan nya diperguruan tinggi namun kali ini Airyn tidak ingin menghabiskan banyak waktu untuk menuntaskan studi, dia ingin secepat mungkin meraih gelar agar formalitas dirinya menjadi pemimpin perusahaan bisa menjadi legal. Gadis itu tentu saja mampu melakukan nya, mengunakan kecerdasan diatas rasa-rata membuat Airyn tidak terlalu pusing menghadapi studinya, namun itu hanyalah perkiraan awal, lain dari itu semua Airyn menyimpan misi besar yang tidak mampu dibagi nya kepada siapa-siapa.


Sedangkan Hansell terlihat rapi mengunakan baju berwarna Netral ditambahkan dengan pakaian luar yang berbahan ringan agar tidak terlalu panas saat dipadukan dengan kemeja panjang, tak lupa Hansell memakaian aksesori seperti jam tangan yang memberikan sentuhan frofesional untuk penampilan nya, saat ini dirinya tengah bersiap-siap dengan koper yang dijinjing untuk keberangkatan ke Korea, mungkin ini suatu pilihan yang berat untuk diputuskan Hansell, namun jika dia ingin menyelamatkan hati dan juga kesembuhan Airyn, Hansell rela pergi.


Tak akan ada yang lebih berat selain menerima kenyataan, bahwa tak ada tempat untuk dirimu bersama dengan orang yang kamu cintai, bagaimana pun dirinya menyesali keputusan dan semua yang terjadi Hansell tidak akan mampu lagi kembali, dengan tekad yang penuh dan keberanian diri, pria itu pergi dengan membawa Airyn didalam hatinya.