
“Diam” bentak Hansell kepada gadis yang ada di sampingnya, hingga nyali membantah Airyn menciut begitu saja, ia tidak menyangka Hansell akan seposesif ini akan dirinya, bahkan sudah hampir beberapa bulan mereka berpisah dan keadaan menjadi seperti semula, dimana Airyn dan Hansell bercengkrama layaknya teman biasa, namun sekarang Hansell melewatkan batasan mereka, tentu Airyn tidak marah, karna sebenarnya ia sangat bahagia akan hal ini, tapi dengan begitu Hansell menghancurkan reputasinya di hadapan kariyawan, bahkan mereka melihat betapa tidak beradap Direktur Hansell di depan umum, Airyn mengerti akan ada hal mengerikan yang nanti menghujat dirinya, tapi jika peristiwa tadi sampai kemedia korea, benar-benar Airyn berada diambang krisis, tentu semua orang akan mencari tahu siapa Airyn sebenarnya.
“Apa kau mencintaiku? Jika aku tidak melakukan itu apa kau akan menerima pria dari keluarag Lee” tanya Hansell dengan begitu kesal, seolah ia tidak mampu lagi menahan diri.
“Hansell tenanglah, siapa yang akan menerima dia, aku hanya bertemu beberapa kali, dan hari ini kebetulan aku berada dilantai bawah dan dia langsung mencegatku” ucap Airyn ketika menjelaskan kepada Hansell, ia kenal betul bagaimana Hansell, pria itu akan meledak dan mengeluarkan bara jika Airyn menghidupkan sumber api yang berpotensi membakar mereka dengan amarah.
“Apa tidak ada lagi jalan untuk hubungan kita Airyn? Apa benar kau akan terus begini. Membiarkan aku terus mencintaimu dan kau berada disisiku tapi diantara kita tidak ada kepastian apapun, untuk apa kau ada disini jika hanya menyakitiku saja, apa niatmu sebenarnya, kenapa kau membuat ini semua sangat sulit! Kenapa Airyn? ” ucap Hansell dengan nada membentak yang membuat Airyn tertegun, ia memandang pria itu yang etah sadar atau tidak mengucapkan kalimatnya, namun pertanyaan Hansell membungkam mulut Airyn untuk diam, jika Ia berganya kenapa, bukankah jawabanya sangat jelas jika Airyn mencintai Hansell, kenapa Hansell bertanya, apa dia tidak mempercayaia Airyn lagi?
“Kenapa kau diam saja, jawab pertanyaanku, apa kau tidak mencintaiku? Atau kau berada disisiku hanya untuk membuktikan bagaimana banyak laki-laki yang mengejarmu, dan aku harus memperjuangkan dirimu seperti mereka, dan dengan sengaja mengundang laki-laki mengagumimu hingga mereka semua merasa kau ini hebat, setelah itu kau mencampakan mereka, apa itu tujuanmu? Jika itu tujuanmu, Kau telah berhasil Airyn. Jadi, berhentilah menunjukannya, aku benar-benar takut kau diambil dariku, apa yang kau inginkan? aku Akan kabulkan semuanya asalkan kau ada disisiku lagi”
Sontak tamparan paling menyakitkan di terima oleh Hansell, mereka berada dikabin belakang, dimana mobil yang Hansell tumpangi saat ini memiliki pembatas dengan sopir hingga apapun yang mereka katakan dan lakukan, tidak akan ada yang mendengar kecuali Airyn, tapi hal memalukan yang ia dapatkan adalah sebuah tamparan, dimana gadis itu mengobarkan tatapan mengerikan untuknya, seolah Ancaman yang penuh akan kecewa dari sorot matanya
“Kenapa kau menamparku, apa kau tidak terima dengan ucapanku, jika tidak terima bantahlah satu kata jika kau merasa perkataanku itu tidak benar” bentak Hansell sekali lagi, membuat Airyn diam membisu tanpa biaca, apapun yang akan diucapkanya tidak akan berguna, pria itu tersulut emosi yang akan merendahkan dirinya, Airyn sudah sadar sedari dulu Hansell selalu menganggap dirinya rendah, seolah tindakan yang Airyn lakukan selalu ada yang di salahpahami oleh Hansell, namun ia tidak mempermasalahkan semua itu karna Airyn sadar ia bukan tipe gadis yang akan menjelaskan betapa baik dirinya, hanya saja kalimat yang Hansell ucapkan kali ini, melanggar dari prinsip wajar yang Airyn standarkan, pria itu merendahkan dirinya hingga paling rendah, bahkan sulit untuk Airyn menganggkat harga dirinya lagi, jika orang sudah terbutakan oleh noda hitam tidak akan ada yang bisa menghapus itu dari warna putih yang terang.
Begitulah Hansell sekarang, sudah kelewatan batas hingga sulit di pahami oleh Airyn, sebab ia tidak akan bisa meluruskan tuduhan yang rasanya mendarah daging untuk Hansell yakini.
“Apa kau yakin tidak ingin membantah ucapanku” ancam Hansell dengan begitu geramnya, ia bahkan mencengkram lengan Airyn dengan kasar, namun tidak membuat Airyn kesakitan, sebab kata yang baru saja dilontarkan untuknya jauh lebih pedih dari sikap kasar yang Hansell berikan.
“Katakan, apapun yang ingin kau katakan!! Kenapa kau mendadak bisu dan tidak bisa bicara! Ha” Hansell mencengkram rahang Airyn dengan sangat geram, entah kenapa ia tidak terima akan sikap yang saat ini Airyn tampilkan, biasanya gadis itu akan menangis dan menepis semuanya dengan segara, kali ini Airyn diam saja dengan tatapan menantang, seolah tidak ada indra perasa ditubuhnya yang berfiungsi, tidak merasa sedih, sakit bahkan tidak merasa takut.
“Airyn katakan apapun yang ingin kau katakan…. Aku mohon” kali ini Hansell sampai tahap hancur, dimana diam Airyn menjadi jawaban benar bagi dirinya, ia melemahkan diri untuk merengsek jauh dari Airyn, Hansell mengusap kepalanya dengan kasar, ia merasa sangat menyesal atas sikap kasar yang hampir saja diluar batasan, hanya saja tidak akan semudah itu bagi Hansell melepaskan Airyn, jika kali ini gadis itu akan pergi dan tidak ingin kembali lagi, Hansell terpaksa mengikat kaki Airyn agar tidak bisa lari, sudah cukup rasanya Hansell menahan diri dengan rasa sabar, bagaimanapun ia juga seorang pria yang memiliki batasan akan perasaan cinta dan nafsunya.
****
“Kenapa kau membawaku kesini Hansell, lepaskan aku” bentak Airyn saat tubuhnya di tahan oleh Hansell dengan kasar, tentu saat sampai di basment Hotel mereka langsung masuk ke lift untuk mencapai President Room, yaitu kamar istimewa yang ada di Hotel mewah miliknya, bukankah Hansell harus mematahkan kaki Airyn agar gadis itu tidak pergi, sebab jika Airyn di biarkan berlari pada akirnya gadis itu lupa cara kembali, seperti dirinya sekarang, hingga persetan dengan norma dan apapun yang di junjungnya, Hansell memilih jadi lelaki brengsek untuk mendapatkan gadis yang ia cintai.
"Hansell kau tidak akan melanggar batasan antara kita bukan" teriak Airyn saat mengejar langkah kaki besar yang melangkah untuk keluar dari lift, bahkan ada sang Manager hotel yang sudah berdiri menyambut Hansell, membuat gurat cemas di wajahnya terpampang nyata.
"Hansell" kali ia Airyn berhasil menarik tanganya dengan detak jantung yang berpicu sangat kencang, bahkan sulit bagi Airyn menghirup oksigen untuk kebutuhanya bernafas.“Jangan Hansell, kau tidak bisa seperti ini!! Aku tau kau tidak akan melakukan hal ini padaku Hansell” mohon Airyn dengan begitu sangat, membuat Hansell memalingkan wajah menatap sikap menolak yang Airyn pertentangkan.
"Jika kau tidak bisa lagi menerimaku sebagai pria yang menjunjung tinggi harga dirimu, biar aku memiliki dirimu sebagai pria yang melewatkan batas norma yang berlaku"
"Apa kau gila, kenapa kau harus seperti ini, tidak puaskankah kau menghina dan merendahkan harga diriku"
Hansell tidak akan lemah hanya karna sikap Airyn yang menyedihkan di depan matanya, biarkan ia egois dan melangar batasan antara mereka setidaknya seumur hidup Hansell tidak akan menyesali kejadian ini.
Dengan kasar ia menarik tangan gadis itu untuk menghilang di balik pintu kamar, bahkan, Hansell membekap mulut Airyn untuk diam dengan cara yang tak wajar, membuat gadis itu mengigit bibir Hansell untuk melawan, pria itu malah menghisap darahnya sendiri, seolah ia habis kesabaran, bukankah tingkah Hansell sama saja merampas hak Airyn, bahkan mengerikan dari yang di bayangkan.
“Hansell aku mohon, jangan lakukan ini…” sekali lagi Airyn memohon dengan sangat, bagaimanapun ia tidak memiliki tenaga untuk melawan, bahkan semua pakaian yang di kenakan sudah dirobek oleh Hansell dan berjejeran dilantai, keadaan menegangkan yang ada diantara dua insan saling cinta itu tapi menepikan perasaan untuk mengadu benci, Airyn tidak menyangka Hansell akan segila ini, ia benar-benar kehilangan pria lemah lembut yang selalu memahami dirinya, pria yang dulunya mengajukan pertanyaan untuk melakukan sesuatu, kemana Hansell yang sempat menjadi laki-laki yang sering ia bangakan, laki-laki yang ia dambakan akibat berbeda dengan pria lainya.
Apakah benar pria di hadapanya ini Hansell? Pandangan Airyn sudah buram akibat air mata yang sedari tadi berjatuhan, Hansell tidak lagi mempedulikan hal itu, yang ia inginkan adalah memiliki gadisnya, jadi Hansell harus membutakan mata seolah tidak melihat air mata kecewa dari Airyn, karna jika Hansell lemah ia akan kehilangan Airyn, jika dimata gadis itu Hansell sudah terlanjur salah, tidak ada jalan lain selain terjerumus kejurang itu untuk menyilaminya.
“Hansell apa tidak ada lagi cintamu padaku? Hingga kau seperti ini?” tanya Airyn dengan begitu pasrah, pria itu membuka ikat pinggang yang ia kenakan, bahkan tingkah Hansell saja membuat tubuh Airyn merinding, gadis itu mengalirkan air mata disudut matanya, seolah kehidupan Airyn akan hancur setelah hari ini, kehidupan seorang gadis yang selalu di jaganya, bahkan Hansell sendiri yang berusaha menahan diri untuk tidak merusaknya, sekarang dengan sikap lancang yang tidak berprikemanusiaan Hansell melakukan itu, bukankah kehidupan sangat sadis kepada gadis mengerikan seperti Airyn.
“Jika aku tidak bisa menghentikan langkahmu, aku akan menghentikan kaki mu, Airyn. Bahkan kau tidak ada niatan untuk kembali, jadi untuk apa aku mempertimbangkan diri dan menahannya, terserah jika kau mengatakan ini tidak adil, tapi aku akan membuat keadilan sendiri dan bertanggung jawab meskipun kau harus terpaksa menerimanya” kali ini Hansell selesai dengan dirinya, ia benar-benar siap untuk melakukan hal dibatas wajar, bahkan keluar dari apa yang menjadi pertahanan dirinya selama ini.
Hansell menenggelamkan kepala di leher jenjang milik gadisnya, membuat tubuh Airyn bergindik untuk menolak, namun apa yang bisa dilakukan gadis itu jika kekuataan pria itu jauh lebih kuat darinya, seolah kehidupan benar-benar tidak adil untuk seorang wanita, bahkan membela diri saja Airyn tidak mampu, dan sekarang hidupnya akan dicabik-cabik dengan paksa oleh laki-laki yang amat ia cintai, jika Hansell ingin melakukan ini semua, kenapa dikeadaan seperti ini, disaat Airyn dan Hansell tidak ada ikatan apapun, bahkan di keadaan terpaksa. Bukankah ini bentuk pemerkosaan yang dilakukan oleh pria pada seolah gadis, hingga sulit sekali menahan sakit ini, bukan sakit secara fisik, namun batin yang rasanya perih.
Pria itu berhasil menyatukan tubuhnya dan Airyn tanpa izin resmi, hingga pekik keras mengaung dikamar hotel yang luas, Airyn menderita kesakitan namun Hansell dengan seluruh nafsu setan terus saja melakukan, hal yang dibatas wajarnya selalu ia paksakan, bahkan ia tidak pernah lagi berfikir ulang, apa yang ia lakukan adalah hal yang pantas diterima Airyn, jika gadis itu tidak sepantasnya bertingkah meninggalkan jika ia masih mencintai Hansell, dengan terpaksa Hansell akan membuat ikatan tanpa bisa ditolak.
“Apakah sebatas ini saja cintamu padaku? Jika kau puas melampiaskan emosimu, hancurkan hidupku sekalian, dan jika kau bisa bunuh saja aku” bentak Airyn diantara suara yang tersekat, bahkan tidak terhitung berapa kali Hansell melakukan hingga tahap tersakit diantara mereka berdua, Airyn mengigil ngilu seolah ia tidak sanggup lagi, bahkan apapun yang Hansell lalukan Airyn tidak bisa melawan, ia memasrahkan diri jika ia akan mati, mungkin dengan begini Hansell akan puas untuk berhenti.
“Berhenti mengatakan hal yang tidak-tidak, aku tidak akan membiarkanmu pergi apalagi kau menginginkan hidupmu berakir, jangan bermimpi aku akan mengizinkan itu. Ingat saja, jika kau berani melakukanya, aku akan menyusulmu” bisik Hansell dengan penuh ancaman di daun telinga Airyn sambil mengenduskan nafas hangatnya, membuat Airyn meneteskan air mata kecewa, seolah ia tidak di izinkan untuk memilih, laki-laki yang amat ia cintai itu telah menghancurkan seluruhnya termasuk perasaan Airyn.
“Aku tidak akan membiarkanmu meninggalkan aku Airyn, percayalah” ucap Hansell degan kalimat mengancam, membuat Airyn tersenyum getir mendengar hal itu, tapi senyuman Airyn kali ini sangat mengerikan dari yang di bayangkan.
“Apa kau tahu, jika saja aku mengetahui pada akirnya akan sesakit ini mencintaimu, aku menyesal pernah mencintaimu Hansell. Bahkan aku menyesal bertahan disisimu hanya untuk sebuah rindu” ucap Airyn dengan kalimat tenang, seolah kalimat itu memuaskan seluruh hati yang sangat terluka dalam, Airyn memejamkan mata karna ia capek dan lelah, seolah harapan bahwa ini akan menjadi penutup mata yang terakir.
Mendengar kalimat yang baru saja di ucapkan oleh Airyn, air mata Hansell mengalir tanpa di duga, saat ini lengannya menumpu kepala Airyn yang menyandarkan punggung di dada bidang Hansell, rasanya pria itu menahan getaran menyakitkan yang mengempakan tubuh, bagaimanapun kalimat yang baru saja di ucapkan Airyn menyentuh bagian hati Hansell yang begitu utuh, seolah kalimat itu menghancurkan semuanya, kekecewaan, kesakitan, penderitaan, rasanya seluruh perasaan yang Hansell miliki sekarang terhantam oleh kalimat penyesalan.
“Jika saja aku bisa memutar waktu, aku tidak akan hadir disisimu, karna aku tidak bisa berjanji jika aku akan menjadi lelaki baik. Bukankah sudah aku katakan jika ada yang menyakitimu hanya akulah orang itu, jadi jika perlu mengutuk atau membunuh aku siap Airyn” Hansell menahan sekuat tenaga untuk tidak menagis, bagaimanapun ia harus kuat, jika saja kehadiran Hansell adalah petaka sedari awal, ia rela melepaskan nyawanya untuk Airyn.
Hansell memeluk Airyn dengan penuh sayang, diantara tubuh yang tidak berbenang sehelaipun Hansell menancapkan doa di setiap kepala Airyn, berharap Airyn dapat membencinya untuk memuaskan hati agar setelah itu Airyn berbahagia lagi, bagaimanapun Hansell sudah berjanji, mengunci Airyn disisinya hingga gadis yang sudah berubah menjadi seorang wanita itu tidak akan bisa dimiliki siapapun.