
Airyn terdiam dengan rasa bersalaha atas apa yang diucapkan Angel padanya, bahkan perlahan dirinya menghindar untuk menjauh dari tubuh Angel, membuat gadis itu menyadari saat ini Airyn menyalahkan diri sendiri, ia menarik jemari Airyn yang dirasa menjauh hingga mengenggam erat jemari Airyn
“Tidak kak, meskipun Angel mengetahuinya, Angel minta maaf atas apa yang Angel lakukan selama ini, Angel benar benar minta maaf” tutur Angel kepada Airyn
“Kenapa kau minta maaf, seharusnya akulah yang harus minta maaf, aku yang telah merusak kehidupan Hellena, jadi sudah sepantasnya kau membenci ku Angel” tutur Airyn dengan nada bersalah, membuat Angel semakin berlinang air mata
“Kakak, tidak seperti itu. awalnya Angel memang menyalahkan kakak, Angel benci karna menghancurkan kehidupan Hellena, tapi setelah itu Angel menyadari, Angel malah menghakimi sebelum tahu kebenaran nya, Angel salah telah merendahkan kakak disaat Angel tidak tahu apa yang terjadi saat itu, Angel salah besar kak. Bahkan Hellena sangat bersyukur dengan kehidupan nya, dan Angel malah menghujat kakak yang membuat hidupnya seperti itu, Angel memang tidak tau diri. Meskipun wanita itu bukan kakak, Angel akan melakukan hal yang sama, karna telah menghina dia sebelum tahu kebenaran nya” jelas Angel ke arah Airyn yang begitu bersalah atas semua yang terjadi
“Tetap saja, aku melakukan kesalahan….”
“Tidak!! Kakak bahkan tidak melakukan kesalahan, hanya saja semua orang yang selalu salah paham, bahkan Angel tidak bisa membayangkan bagaimana terlukanya kakak mendengar semua perkataan Angel, dan kakak masih bisa tersenyum dan bersikap baik-baik saja, apa kakak pikir, kakak pantas diperlakukan oleh orang seperti aku!! Bahkan aku tidak pantas menerima seluruh kebaikan yang kakak berikan. Jangan seperti ini kak, itu semakin membuat Angel bersalah, aku benar-benar minta maaf atas semua yang terjadi” tutur Angel dengan begitu sedih, ia bahkan gemetar melanjutkan kalimat yang diucapkan “Angel tidak bisa mengatakan apapun , selain kata maaf. Angel benar-benar minta maaf” tutur nya dengan penuh harap
“Tidak apa-apa sayang” balas Airyn sembari meraih pundak Angel “Kau tidak salah apapun, selain membela teman mu” tutupnya sembari melayangkan senyum ke arah Angel, namun gadis tersebut malah membalasnya dengan isakan yang menjadi-jadi, membuat Airyn memeluk Angel dengan penuh sayang, ia mengusap lembut kepala gadis itu untuk memberikan efek damai
“Sudahlah, kenapa kau cengeng sekali” Airyn tersenyum saat rengekan Angel tidak mereda untuk berhenti “Angel.. bukan kah Hellena ingin kesini” kalimat Airyn seketika membuat gadis itu terdiam
“Aaa…benar, aku lupa” ia melepaskan diri dengan cepat, sembari mengotak atik layar ponsel untuk mengirim pesan singkat pada Hellena, bahkan ia berulang kali menarik-narik hidung saat cairan itu ingin sekali meloloskan diri dari sana, membuat Airyn begitu gemas dengan tingah Angel yang terlihat sangat imut, akibat mata sembab dan hidup merah yang membuat kelucuan diraut wajahnya.
"Tunggu kak, apa Hellena boleh menginap disini? " Tanya Angel sekali lagi, sebab ia belum mendapatkan persetujuan dari Airyn. mendegar pernyataan barusan, Airyn menganggukan kepala untuk memberikan persetujuan.
Mereka berdua akirnya menyelesaikan kesalahpahaman, Angel benar-benar menyesal, ia berulang kali meminta maaf, hingga Airyn merasa segan untuk mengiyakan. Setelah semua itu Angel membersihkan wajah di kamar mandi, dan berjalan kesisi Airyn sembari memeluk hangat, ia bercapap-cakap dengan kakak iparnya guna menayakan bagaimana perasaan Airyn saat itu, membuat Angel benar benar menyesal, telah menyakiti Airyn dengan kata-kata yang telah ia ucapkan.
Suara ketukan menghentikan dua gadis tersebut, Angel membukakan pintu dengan segera, dan bertemu dengan Hellena, mereka berdua berpelukan dengan hangat, membuat Airyn tersenyum melirik kedua gadis itu, Hellena yang dianggap dingin, ternyata memiliki sisi manis ketika bersama Angel
“Selamat malam Nona Petrov” sapa Hellena dengan penuh hormat, bahkan ai membawa buah tangan untuk Airyn, sembari diletakan di nakas yang ada disampingnya
“Selamat malam kembali Hellena, terimakasih banyak” balas Airyn “Tidak perlu seformal itu padaku, lebih enak didengar jika kau memanggil ku dengan nama Airyn dari pada Nona Petrov” balas Airyn dengan ramah, membuat Hellena sangat tersanjung sambil memberikan senyuman
“Bagaimana pun anda atasan saya Nona, sebaiknya saya bersikap sewajarnya saja” seru Hellena kepada Airyn, tentu saja kalimat itu semakin membuat Airyn memiliki image atasan yang dingin
“Hellena, kenapa kau formal sekali. Ini bukan kantor, kau panggil saja kak Airyn, dengan sebutan nama nya, kau membuat kakak ku terdengar seperti orang tua” celetuk Angel sambil melirik ke arah Hellena, mengundang tawa diraut wajah Airyn
“Tidak! Kau panggil saja nama kak Airyn, kalian kan satu angkatan. Kau terlalu berlebihan Hellena” tutur Angel dengan nada santai, membuat Hellena semakin kaku akibat sikap Angel yang sangat lugu, mungkin dirinya bisa seperti itu karna dekat sebagai teman dengan Nona Petrov, namun bagi Hellena Nona Petrov adalah atasan dimana dirinya mengantungkan hidup untuk mencari makan, tentu sikap formal adalah etika yang sangat baik menjaga hubungan antara atasan dan bawahan.
Meskipun begitu Airyn benar-benar terhibur dengan kehadiran Hellena, ia merasa ramai dari sebelumnya, jika dibilang ini sesuatu yang sangat aneh dirasakan oleh Airyn, ia jarang sekali berkumpul dengan orang-orang yang seusia dengan nya, membuat suasana hati yang tadinya buruk akibat merindukan Hansell, berubah menjadi baik sebab terobati degan adu mulut Hellena dan Angel
“Angel benar Hellena, kau bisa bersikap santai padaku, jangan terlalu formal, aku jadi canggung untuk bersikap” kekeh Airyn kepada Hellena, membuat gadis itu mengaruk kepala karna binggung, ia snagat ragu mengiyakan atau menolak permintaan Nona Petrov
“Baiklah Nona, eh Airyn” tuturnya dengan penekanan pelan saat melantunkan nama Airyn, bahkaan membuat gadis itu semakin canggung tak kepalang, membuaat Angel terkekeh geli dengan tingkan malu yang ditempilkan teman nya itu.
Seketika Angel dan Hellena mendudukan diri di kursi yang begitu luas dan empuk yang berada diruangan tersebut, tentu sudah ada selimut dan bantal yang disediakan, bahkan sangat nyaman sekali untuk dijadikan tempat istrirahat dirumaah sakit, meskipun Airyn sudah menawarkan kamar inap pengunjung untuk kedua gadis itu, tapi mereka menolak dengaan argumen teguh untuk tidur bersama dibangsal Airyn
“benarkah, Albert yang culun itu?” celetuk Angel dengan tidak menyangka ke arah Hellena, sebab Hellena begitu semangatnya bercerita tentang pria tersebut kepada Angel, membuaat Airyn hanya fokus kepada bukunya, meskipun telingga gadis itu mendengar percakapan mereka
“Iya!! Apa kau tau, aku tidak menyangka dia adalah klien ku hari itu, aku bahkan tidak percaya dengan tampilan nya yang berubah, dan kau tau Angel apa yang lebih aneh dan membuat aku tidak menyangka..” sambung Hellena saat mengantung perkataan nya, membuat Angel begitu geram ingin tahu kelanjutan cerita Hellena “Tompel nya!” jelas Hellena dengan terkekeh geli, bahkan membuat dirinya jingkrak-jingkrak saat tertawa
“Kenapa dengan tompelnya?” kekeh Angel yang tertular gelak tawa Hellena
“Tompelnya menghilang”
“Tompel di pipi Albert menghilang, apa kau serius, bagaimana bisa” seketika itu saja Angel tak mampu menahan kekikikan nya, ia membayangkan sekali bagimana Albert memiliki tompel hitam dipipinya, bahkan Angel mengenal pria itu dengan sebutan tompel, dan sekarang ciri khasnya menghilang, tentu kedua gadis itu tak henti membayang-bayangkan betapa lucu masa-masa mereka menertawakan Albert
“Wahh…aku ingin sekali bertemu dengan nya, aku benar-benar penasaran Hellena” saut Angel dengan tidak sabaran, ia bahkan sangat geram sekali melirik ke arah Hellena, yang masih tertawa tanpa henti
“Aku rasa, jika kau bertemu dengan nya, kau akan jatuh cinta, dia benar-benar berbeda. Bahkan aku tidak kenal jika dia Albert, dialah yang mengenali ku duluan” seru Hellena sembari mengusap air mata yang keluar akibat tawa yang tidak mampu tertahan
“Benarkah!! Jika dia setampan itu, terimalah cintanya, aku masih ingat bagaimana dia menghentikan pesta hanya untuk mengajakmu berdansa dengan setangkai bunga mawar Hellena, kenapa kau tidak mempertimbangkan pengagum masalalu mu itu” ejek Angel kepada Hellena, membuat tawa yang melukis wajah cantik Hellena memudar begitu saja
“Tidak, aku tidak mau!! Meskipun dia tampan atau kaya aku tidak mau! Dia benar-benar membuat ku kehilangan selera, dia mengajak ku berdansa mengunakan dasi kupu-kupu dan kacamata bulat, ditambah tali samping itu, ya ampun! Kenangan itu membuat aku malu tujuh keliling dihadapan ayah ku Angel!” geram Hellena saat mengingat bagaimana masa lalu yang membuat dirinya malu dihadapan ayahnya, bahkan saat itu ayah Hellena ingin menjodohkan mereka sesegera akibat Albert yang begitu ingin menikahi Hellena, meskipun begitu Hellena menolak bukan karna penampilan nya, tapi cara pria itu dan juga dirinya tidak memiliki perasaan apa-apa
Dua sejoli itu tertidur pulas setelah bercerita panjang, membuat Airyn ingin bangkit untuk menyelimuti Angel, namun ia terlebih dahulu didera rasa sakit dan ngilu, membuat Airyn mengurungkan niat atas kapasitas kesehatan yang berada dimasa pemulihan, setidaknya Angel masih dalam posisi baik, Airyn masih saja belum bisa tidur akibat fikiran yang sedari tadi tidak ingin menghilang, ia bahkan memikirkan apakah Hansell sudah makan atau belum, membuat Airyn melirik ke arah ponsel yang ada disamping tubuhnya