Girlfriend Another Level

Girlfriend Another Level
Kedatangan Tamu



Malam hari kembali menyelimuti dengan keindahan rembulan yang menjadi center disetiap hamparan Kota Soul, Hansell mengupaskan apel untuk Airyn, dia menyuapkan gadis itu dengan perlahan, bahkan Hansell menjelma menjadi petugas medis yang khusus untuk merawat wanita yang dicintainya, Airyn malah sibuk dengan buku cerita yang dibacanya, hingga tidak menghiraukan pandangan Hansell yang tidak padam menatap dirinya.


Sesaat bel berbunyi, membuat Hansell mengentikan aktivitasnya, karna dia merasa tidak yakin jika ada tamu, tidak mungkin Angel menekan bel, lantaran anak itu sudah seperti memasuki rumah pribadi ketika masuk ke apartemen Airyn, Airyn yang mendengar hal yang sama, menyuruh Hansell membukakan pintu nya, tentu saja pria itu patuh dengan perintah tuan rumah.


Dia berjalan ke arah pintu, dan membukanya, itu adalah Marry dan dokter James, pria yang 5 tahun lalu menghapus ingatan Airyn, membuat Hansell tidak percaya akan bertatap muka lagi.


“selamat malam Hansell” sapa dokter James dengan ramah


“selamat malam” balas Hansell, seketika dirinya memberi izin untuk mereka memasuki ruangan, Hansell pun tak segan kekamar Airyn memberitahu tamu yang datang, Airyn yang melihat Marry membawa dokter James sedikit tidak nyaman.


Setelah berhadapan langsung dengan Nona Petrov, seperti biasa Marry menundukan kepala untuk memberikan hormat bersamaan dengan dr. James, sedangkan Hansell hanya mematung disamping Airyn, dia merasa sedikit menganggu jika berada diantara mereka.


“Airyn, aku keluar sebentar” celetuk Hansell, memecahkan keheningan


“tidak, Hansell disini saja” balas Airyn ketika tangan nya menahan kepergian pria itu, melihat sorot mata yang menyedihkan Hansell pun tak mampu untuk meninggalkan kekasihnya, Dia mendudukan diri disamping Airyn dan mencoba mendengarkan apa yang disampaikan dua tamu yang datang


“Nona, saya harap anda cepat sembuh, apa anda sudah merasa baikan?” tanya Marry


“sudah” Airyn membalas singkat


“Nona, saya membawa dokter James karena dia ingin berkunjung untuk menemui anda, lantaran dia juga berada dikorea” jelas Marry.


“begitukah” tukas Airyn


“Airyn, sepertinya dirimu telah banyak berubah, aku turut senang atas perubahan itu” sambung dr. Jmes kepada Airyn


“tentu saja, ada keperluaan apa orang penting seperti anda berkunjung dr. James” tanya Airyn dingin


“apakah saya datang diwaktu yang tidak tepat? Saya hanya melihat bagaiamana keadaanmu, saya fikir saya bisa membantu tapi kehadiran saya tidak dibutuhkan” jawab pria itu dengan tersenyum ke arah Airyn


“apa kau akan menghapus ingatan ku lagi? Jika iya, aku minta maaf, aku tidak bisa melakukan nya” ketus Airyn, seketika Hansell merasa asing dengan sikap Airyn, dirinya memang terlihat tegas dan ketus, namun dia tidak pernah bersikap kasar. Ditambah dokter James telah membantu banyak hal dimasa lalu


“Airyn” Hansell mengenggam tangan gadis itu, dia menenangkan Airyn untuk meredakan emosinya, melihat sikap Hansell, membuat Airyn menatap lekat dan memeluk tubuh Hansell, seakan dia takut dengan keberadaan dokter James, Dia seperti gadis yang minta dilindungi dibalik tubuh pria itu.


“dr. James, saya minta maaf atas sikap Airyn, mungkin saat ini emosi nya sedang tidak stabil, karna itulah dia bersikap seperti ini, saya rasa anda lebih mengerti dengan psikologis manusia dibanding saya" putus Hansell, membuat dokter James yang melihat perlakuan Airyn kepadanya, hanya tersenyum namun tangan nya mengepalkan tinju, seakan ada emosi atas penolakan yang dilakukan mantan pasien kepada dirinya.


“saya mengerti Hansell, saya berharap kau bisa menjaganya dengan baik, jangan megecewakan dirinya jika kau tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi” jelas James, membuat semua orang yang berada diruangan menatap dirinya, begitupun Hansell dia seperti mendengar ancaman dari seseorang saat dokter James setelah mengatakan hal itu.


“aku hanya memberikan nasehat, kenapa kalian semua tegang sekali” tawa renyah dari dokter James mencairkan suasana, dia mengucapkan salam perpisahan dan menginggalkan ruangan dengan wajah senyum namun tangan yang dikepal


“apa kah benar itu nasehat? Tapi kenapa seperti ancaman” gumam Hansell, seraya tangan nya mengusap lembut bahu Airyn


“aku merasa kan sesuatu yang berbeda” gumam Merry


Sedangkan Airyn, hanya menyembunyikan kepalanya didada bidang Hansell, melihat Nona Petrov yang seperti itu membuat Marry yakin, Hansell adalah orang yang tepat untuk bersama nya saat ini, dia mengundurkan diri dari sana dan berlalu keruang tamu.


“Airyn, kenapa kau takut? Ada hal apa dengan dokter James?” tanya Hansell lirih, sesaat gadis itu mengelengkan kepala karna dia tidak siap untuk menjelaskan nya, mungkin memang benar Hansell sebegitu ingin tahunya, namun dia tidak ingin memaksa Airyn utuk bercerita jika gadisnya tidak nyaman untuk mengungkapkan.


“baikalah, jika nanti sudah siap untuk menjelaskan nya, kau harus menceritakan nya padaku, apa kau mengerti?” tegas Hansell, tentu saja Airyn menganggukan kepala bahwa dirinya telah mengerti.


Diluar ruangan, Marry mendudukan diri dan mengusap pelipisnya, dia berfikir hal apa yang ditakuti Airyn terhadap dokter James, padahal dulunya dia terlihat begitu akrab, namun saat Airyn mendapatkan ingatan nya kembali dia seperti kucing lemah yang akan dibantai habis oleh dr. James, padahal selama ini Airyn adalah gadis pemberani yang pernah dikenalinya, tidak ada hal yang ditakutinya kepada mansuia, bahkan dia mampu menegadahkan kepala saat berhadapan dengan musuh, namun kali ini Nona Petrov malah berbeda, membuat Marry berfikir keras namun tidak menemukan jawaban apapun.


Di dalam kamar, Airyn tertidur pulas di bawah pengaruh obat yang diberikan didalam infus nya, dia terlelap sangat cantik membuat Hansell melirik nya dengan tatapan penuh cinta


“bagaimana bisa dia terlelap dengan keadaan seperti ini, cantik sekali” bahkan pesona nya yang redup membuat Hansell terkesima.


Tentu saja tidak akan ada gadis yang memiliki paras cantik selain Airyn dimatanya, hanya inilah gadis yang dicintainya, meskipun awalnya dia terpesona karena kecantikan Airyn, namun lama kelamaan Hansell tergoda akan sikap manja dan penuh sayang nya.


Airyn tentu saja menjadi wanita sempurna bagi dirinya, dan jika ibu dari anak-anak nya adalah gadis itu, pasti mereka akan bangga telah lahir dari rahim Airyn.


“ya tuhan, aku terlalu kejauhan dalam menginginkan nya” Hansell hanya tersenyum malu dan menghentika hayalan nya, dirinya keluar dari kamar tersebut dan melihat Marry yang sibuk bekerja diruang tamu.


Hansell mengambil minum didapur dan meneguk nya, dia ingin sekali berbicara mengenai keganjilan nya kepada Marry, namun entah kenapa dia tidak mengerti untuk memulainya, wanita itu sama saja seperti Airyn, dengan keseriusan dan sikap dingin membelalut hingga tak mampu tersentuh, Hansell beranjak dari dapur dan memasuki kamar Airyn, namun Marry menghentikan nya


“Hansell” tentu saja langkah kaki pria itu terhenti, membuat dirinya membalikan tubuh dan melihat kearah Marry


“kenapa?” balasnya dingin, sambil memasukan kedua tangan ke kantong celana nya, seakan dia siap mendengarkan apapun yang dilontarkan oleh Marry


“aku tidak mengerti masalah apa yang terjadi antara Airyn dan dr. James, tapi aku yakin ini bukan masalah yang bisa disepelekan, Airyn tidak pernah takut terbadap apapun kecuali kehilangan orang yang dicintainya, dia selalu percaya diri berhadapan dengan siapapun, namun kali ini aku melihat ada ketakutan ditubuh gadis itu bahkan dirinya sempat gemetar saat memelukmu, aku harap kau dapat memantau gerak gerik dr James, dan memastikan masalah apa yang terjadi diantara mereka” jelasnya, sambil memfokuskan pandangan ke arah kertas yang berada dihadapan nya, bahkan Marry tidak melihat kearah Hansell


“aku mengerti” Hansell berlalu kekamar, dia mencerna semua yang dikatakan Marry, tentu saja pria itu semakin penasaran, hingga dirinya tidak tenang, dan mengenggam tangan Airyn dengan penuh cemas.


“aku tidak tau apa masalah mu dengan nya, namun aku tidak akan membiarkan dia menyakitimu Airyn” pria itu berucap kepada gadis yang tidak sadarkan diri dari tidur lelapnya.