
Dua tatapan asing itu saling memancar atas ketidaksukaan satu sama yang lain, Airyn tidak senang ketika Hansell berusaha terlibat, begitupun dengan pria itu, ia tidak suka sikap Airyn yang abai dan tidak memikirkan dirinya sendiri. Di mata gadis itu, Hansell adalah orang yang tidak ingin di ikut sertakan di dalam masalah pribadinya, namun pria itu kian hari semakin menjadi-jadi untuk terlibat dan ikut campur, bahkan beberapa rencana yang disusun oleh Airyn selalu kacau balau akibat Hansell terlibat di dalamnya, tentu saja kali ini Airyn tidak akan tinggal diam jika Hansell mengetahui kebenaran ini, ia tidak akan rela melibatkan Hansell dalam hal apapun yang mengancam keselamatan Hansell dan adiknya, karna bagi Airyn dirinya tidak ingin mengambil resiko
Di mata Hansell, Airyn memandang dirinya sebagai pria yang tidak berguna, bahkan ia tidak memiliki harga diri sebagai seorang laki-laki dengan kenyataan yang selalu membuat Hansell tidak berdaya, setiap kali sikap Airyn mendorong pria itu untuk tidak terlibat, setiap kali sikap Airyn mendorong Hansell untuk terus di lindungi, bahkan pria itu tidak pernah melakukan apapun selain menerima rindangnya perlindugan di zona aman yang telah diciptakan Airyn untuk Hansell, semua kehidupan hansell di bawah kendali Airyn tanpa Hansell mampu untuk bernegoisasi, Airyn tidak pernah berbagai apapun kepadanya selain cinta, padahal itu saja tidak cukup untuk membuat hubungan mereka bahagia, dia ingin berdiri di kodratnya, dimana dirinyalah yang melindugi gadis itu, Hansell ingin sekali menjadi dirinya sendiri tanpa Airyn melindungi dengan rasa sakit yang kian membelenggu.
Setiap kali hansell mencona menyaingi Nona Petrov, ia selalu saja kalah, karna Airyn selalu membuat langkah terdepan sebelum dirinya, jika bukan Airyn yang tidak ingin mengalah, Hansell tidak akan bisa mengalahkan nya.
“Berikan amplop itu Hansell” pinta Airyn sembari menjulurkan tangan meminta miliknya kepada Hansell
“Tidak” tegasnya dengan kalimat tidak enak di dengar, membuat Airyn menyipitkan mata dengan wajah tidak suka
“Apa hak mu menganggu masalah ku, lebih baik kembalikan milik ku!! Jika tidak, aku benar-benar membenci mu” ancam Airyn saat menajamkan mata melihat ke arah Hansell, bahkan nyalinya yang tadi menciut membara tanpa mampu diredakan
“Sepenting apa hal ini. Hingga kau mau membenciku” ketus Hansell dengan kesal, mendengar nada tidak enak yang dituturkan gadis itu padanya, tentu ia semakin penasaran dengan apa yang disembunyikan Airyn dari nya
“Hansell!!” bentak Airyn dengan tegas, membuat pria itu menatap dalam ke arah wanitanya, tidak pernah terfikirkan sama sekali sikap Airyn begitu berbeda dari yang ia bayangkan “Jangan ikut campur dengan masalah ku!”
“Apa aku tidak berhak ikut campur?” cela Hansell cepat dengan jantung yang bergetar hebat akibat emosi yang sedari tadi harus di redam
“Jika aku katakan tidak, bagaimana! Mengertilah Hansell, tidak semua hal bisa membuat mu ikut campur, sedari awal aku memang bermasalah, dan ditambah dirimu yang membuat masalah baru, sebab untuk melindungi mu aku tidak bisa mengabaikan fakta yang terus menerus mengancam kita” jelas Airyn dengan nada tegas, membuat kata-kata itu dilumat habis dengan kesimpulan yang diciptakan Hansell
“Aku mengerti sekarang, jika aku harus berada dibawah kendalimu, dan menerima semua perlindungan yang kau berikan bukan. Dan juga, aku adalah barang berharga yang harus kau jaga agar tidak hilang, begitu kan” tutur Hansell, membuat Airyn terdiam tanpa mampu membalas nya, sebab nada bicara Hansell benar-benar menghina dipendengaran Airyn “Tapi aku harus minta maaf!! Aku tidak sudi menerima hal itu Airyn, sekalipun kau menyelamatkan nyawa ku jika hal itu mengancam nyawa mu, apa kau fikir aku bisa menerima itu!! lindungi aku sewajarnya saja. Jangan melibatkan nyawa mu atau mempertaruhkan semua itu. aku tidak sudi!! kau fikir siapa dirimu, hingga mengorbankan nyawa untuk ku, jangan melakukan sesuati yang mengancam perpisahan, apa kau senang berpisah dengan ku, kenapa kau egois sekali Airyn, kau rela menyakiti dirimu, demi melindungi aku” sambung nya dengan nada membentak membuat Airyn semakin memuncak mendengar perkataan Hansell yang kian meledak
“Lalu apa yang bisa aku lakukan!! Apa kau fikir aku bisa membiarkan nya begitu saja, apa kau fikir aku terus berdiam diri dan melibatkan kau disini, setidaknya nyawaku memiliki jaminan untuk tidak menghilang, tapi kau!! Apa kau fikir ada yang menjami kau baik-baik saja! Lebih baik kau menjauh dan tidak usah ikut campur, sebelum semua hal yang kita miliki benar-benar menghilang, aku telah kehilangan Berto. Meskipun ia mengkhianati ku, setidaknya ia menjadi seseorang dihidup ku, dan sekarang aku hanya memiliki dirimu, apa kau fikir kau akan baik-baik saja jika terlibat, Apa kau tidak bisa memahami itu” balas Airyn disaat air matanya berlinang mengucapkan kalimat tersebut, bagaimana tidak, kehilangan Hansell benar-benar seperti mimpi buruk yang membuatnya tidak bisa bangun dari sana
“Aku baik-baik saja jika kau percaya padaku Airyn, aku baik-baik saja jika kau disamping ku, aku baik-baik saja Airyn!!! Yang membuat aku tidak baik disaat kau membahayakan diri hanya untuk diri ku, kau fikir siapa dirimu hingga mengorbankan diri untuk ku, kau fikir kau siapa!! Ha! Lebih baik kau sadar diri untuk melindungi dirimu. jika kita tidak bisa melakukan nya sendiri, tidak bisakan kita melakukan nya bersama, apa sulitnya berbagi degan ku” sosor Hansell dengan perkataan menuntut, bahkan suaranya terdengar begitu geram mengucapkan kalimat tersebut, membuat Airyn memalingkan wajah dari priaa itu, akibat air mata yang kian terbendung di pelupuk yang sebentar lagi akan jatuh akibat menumpuk.
“Setidaknya kau masih bernafas hingga detik ini, membuat aku bersyukur kau baik-baik saja, meskipun ini terlihat egois dengan mengorbankan diriku untuk menyelamatkan mu, dan juga menjauhkan kau dari lingkaran setan tersebut, aku tidak keberatan. Aku bahkan bahagia kau baik-baik saja, dan untuk berbagi aku tidak bisa, karna itu sama saja aku melibatkan mu” gumam Airyn disaat air matanya menetes begitu saja, hingga dengan kasar gadis itu mengusap dengan cepat, tentu Hansell menyadari air mata Airyn yang menderas, ia hanya bisa melirik panjang sembari menahan diri di tempat, seakan mengumpulkan tenaga untuk bertahan, karna air mata Airyn adalah sumber kelemahan bagi Hansell, namun kali ini ia harus kuat agar tidak melonggarkan pertahanan diri.
“Jawab satu pertanyaan ku, apa aku tidak berguna? Apa aku tidak boleh tahu apa malasah mu?” petanyaan itu dilontarkan dengan tatapan dingin yang menuntut Airyn membalasnya, bahkan sebelum nya Hansell tidak pernah semarah ini kepada Airyn, namun kali ini sikap Airyn benar-benar membuat Hansell kecewa, gadis itu memalingkan wajah menatap Hansell kembali, ia mencoba menahan diri untuk kuat dan menghadapi laki-laki itu
“Pertanyaan itu adalah sebuah pertanyaan bodoh, bagaimana mungkin kau tidak berharga untuk ku, tentu saja kau sangat berharga dari apapun” jelas Airyn sembari melirik lekat-lekat kedua mata Hansell yang berdiri tegap didepan nya, meskipun tatapan kesal terpampang jelas di raut wajah Airyn untuk pria itu, ia mencoba menepis semua perasaan negatif, hingga menampilkan keseriusan bahwa apa yang dikatakan nya benar sungguh-sungguh
“Jika aku seberharga itu, biarkan aku tahu apa isi amplop ini” balas Hansell dengan nada dingin sembari membuka lem yang ada di ujung amplop yang tengah ia pegang
“Kau bahkan tidak bisa membagi masalah ini pada ku, dan kau dengan enteng mengatakan aku berharga!! Dimana letak harga diriku Airyn!! Apa kah aku memiliki harga diri disaat kau yang melindungi ku, apa itu yang kau sebut harga diri, bahkan kau membuat aku tidak mempunyai kepercayaan diri sebagai seorang laki-laki” tutur Hansell dengan rasa yang teramat perih, bakan kata-kata tersebut membuat dirinya begitu perih mengucapkan
“Hansell kau harus mengerti, ini masalah ku, tidak ada hubungan nya dengan mu. Lebih baik kau kembalikan milik ku” pinta Airyn sembari menampung tangan kepada Hansell, tapi pria itu hanya diam saja dengan tatapan dingin ke arah nya “Hansell aku mohon, kembalikan milik ku” pinta Airyn sekali lagi, membuat pria itu meraih tubuh kekasihnya guna mengendong Airyn, gadis itu meronta ingin dilepaskan, namun rasa perih membuat dirinya mendesis
“Apa kau tidak bisa diam!!” bentak Hansell dengan kesal, bahkan sorot mata ganasnya membuat nyali Airyn ciut, ia memalingkan wajah dengan tubuh kaku, pria itu menuntun Airyn yang berada di gendongan untuk menuju kekamar, di dalam diam Airyn berfikir untuk merangkai kata agar bisa membujuk Hansell nanti, sebab selama ini Airyn selalu berhasil membujuk pria itu, mungkin saja kali ini dengan bujukan pri itu bisa melunak
Melihat Hansell mengendong nona petrov, membuat ajudan mengikuti dari arah belakang, bahkan rombongan itu menarik perhatian, mereka membukakan pintu hingga Hansell memasukinya, Airyn mendengus dengan kesal saat memalingkan wajah dari Hansell, ia begitu enggan memandang wajah pria itu akibat kesal yang tidak tertahankan.
Hansell meletakan Airyn di atas ranjang secara perlahan, ia begitu hati-hati agar Airyn tidak meringis kesakitan, melihat hal itu ada rasa geram yang begitu mengelitik dibatin Airyn, sesudah dirinya diperlakukan se enaknya, dan sekarang Hansell seperti baik-baik saja, bahkan Hansell mengusap lembut kepala Airyn sembari memberikan kecupan manis dikening kekasihnya.
“Kembalikan milik ku” cegat Airyn saat Hansell berlalu dari sana sembari membawa amplop miliknya
“Katakan apa yang ada di dalam amplop ini, baru aku mengembalikan nya” balas Hansell dengan nada tegas, membuat Airyn semakin kesal dengan tingkah yang ditampilkan pria itu, ia tidak ingin melibatkan nya atas apa yang menjadi masalah, sebab Airyn tidak bisa melibatkan orang luar jika memiliki peluang untuk gagal, lebih baik ia bekerja sendiri dan tidak memiliki campur tangan orang lain di dalamnya
“Aku tidak bisa mengatakan itu padamu Hansell, lebih baik kau bisa menjaga batasan mu, tidak semua hal dapat aku bagi padamu, tidak semua tentang hidup ku kau harus terlibat, jadi lebih baik kau mengembalikan milik ku” tegas Airyn membalas pertanyaan Hansell dengan sorot mata yakin, membuat pria itu tersenyum sungging setelah mendengar apa yang dituturkan kekasihnya
“Begitukan? Apa selama ini kau pernah berbagi padaku Airyn? Apa selama ini aku pernah kau anggap menjadi seseorang untuk mencurahkan keluh kesah mu Airyn? kau bahkan mengisolasi diri sendiri untuk tidak melibatkan aku didalam hidup mu, aku fikir hubungan kita dapat membuat kau menjadi milik ku sepenuhnya, tapi ternyata aku salah!! Kau bahkan memberikan batasan atas hubungan ini, apa ini yang kau bilang berbagi!! Jika aku harus tau diri atas batasan kita, kenapa aku tidak bisa melakukan itu!! kenapa? Kenapa aku selalu merasa tak berguna dan menyalahkan diri sendiri, padahal aku tidak tahu apapun” bentak Hansell dengan begitu pilu, bahkan ada sesak yang membelengu saat lantunan kata yang menyibakan seluruh rasa sakit yang di pendamnya
“Lebih baik kau tidak ikut campur Hansell” balas Airyn dengan kalimat takut, namun ia berhasil menyembunyikan ketakutan itu untuk menguatkan pertahanan diri, sebab gadis itu benar-benar takut jika Hansell mengetahui masa lalunya, ia bahkan tidak dapat memastikan apa yang ada dibalik surat kontrak tersebut, dan sekarang Hansell juga ingin mengetahui, bagaimana Bisa Airyn berbagi
“Apa kah sejauh itu jarak kita Airyn?” tanya Hansell sekali lagi, bahhkan air matanya begitu tertahan hingga sulit sekali mengeluarkan, ia sekuat tenaga mencoba tenang namun dari dalam semuanya ingin hancur dan berantakan “Apa aku benar-benar tidak memiliki tempat untuk masuk kedalam kehidupan mu?” sambung nya dengan kata menyakitkan
Gadis itu hanya diam tanpa mampu mengucapkan kalimat apapun, membuat Hansell menganggukan kepala mengerti bahwasanya ia memang tidak memiliki tempat di hidup Airynuntuk ikut campur, Hansell mengerti mungkin Airyn benar-benar memaksanya untuk mengerti batasan mereka, hingga ada denyutan perih yang segelintir menghancurkan perasaan pria itu
“Jika saja aku tidak memiliki perasaan takut kehilangan seseorang, mungkin aku dapat berbagi pada mu, tapi Hansell, aku takut! Aku takut melibatkan mu, karna aku takut kehilangan mu. Mengertilah!! Situasi ini sangat berbahaya untuk kau terlibat” gumam Airyn didalam diamnya, namun seketika itu air mata nya menetes begitu saja, tentu Hansell menyaksikanya lagi, namun entah kenapa rasa hancur yang menyibakan seluruh luka , membuat Hansell tidak sanggup menghapus air mata Airyn, sebab dirinya juga butuh kekuatan untuk di kuatkan, ia berbalik meninggalkan Airyn di ruangan sembari meletakan amplop coklat di samping gadis itu, Airyn merintih kesakitan atas penyesalan yang mendera, kali ini Airyn benar-benar terluka, bukan karna sikap Hansell, melainkan dirinya yang begitu bodoh menyakiti Hansell dengan sikap terpaksa
“Kenapa hidup tidak pernah adil!! Kenapa!! Untuk kali ini saja tidak bisakah aku bahagia, kenapa semua hal yang aku lakukan selalu salah, dan berujung di tinggalkan” geram Airyn saat mengutuk kehidupan yang begitu kejam membuat pilihan, bagaimanapun Airyn menangis hingga mengikis semua air mata, tidak membuat gadis itu berhenti merasakan sakit dan perih hati.
Di sisi lain, Hansell sangat kecewa atas apa yang dilakukan Airyn padanya, kenapa semua ini begitu rumit padahal sangat sederhana, Hansell terluka atas apa yang dilakukan Airyn dengan sikap yang menjelaskan posisinya, seakan fakta tersebut menuntut Hansell menjadi pria tidak berguna, jika saja ia bisa mengubah fakta, Hansell ingin menghilangkan hari ini agar tidak terlalu menyakiti, bahwasanya Hansell telah menjadi laki-laki yang tidak berguna sama sekali.