
"Selamat pagi sayang” sapa Hansell sambil menyibakan rambut istrinya yang masih terlelap, bahkan jemari pria itu membangunkan Airyn sampai ke alam sadar, Hanya saja Airyn enggan membuka mata, baginya memeluk Hansell adalah kenyamanan tersendiri guna membetulkan posisi, untuk menyambung tidur di pagi hari.
Sadar akan tingkah manja yang Airyn tampilkan, Hansell memeluk wanita itu sekali lagi, sambil menarik selimut mereka. Mungkin, istrinya perlu bermalas-malasan sampai nanti siang, lagian siapa yang akan melarang dan keberatan, jika Nyonya Hamillton memiliki otoritas penuh disini.
Perut yang gemuruh akibat keroncongan, membuat Airyn mengerjapkan mata, ia melirik kearah suaminya yang setia memeluk tubuh mungil untuk dilindungi, sembari mengerjapkan mata, wanita itu tersenyum saat Hansell memberikan kecupan, bahkan rona malu di kedua pipi istrinya tertampil dengan indah, saat Airyn mencoba menyembunyikan wajah dari tatapan Hansell, pria itu semakin menyelisik menatap matanya, hingga menyadari sikap Airyn yang tengah tersipu, mengundang kekehan kecil untuk berhenti mengoda.
“Apa kau lapar?” tanya Pria itu seraya mengeratkan pelukan mereka, membuat Airyn menegadahkan wajah dan mengagukan kepala dengan jujur
“Tentu saja kau lapar, ini sudah tengah hari. Dan kau melewatkan sarapan pagi, hanya untuk memeluk diriku, tapi menurutku itu harga yang setimpal” goda Hansell, sambil menempelkan hidungnya secara intim kepada Airyn, membuat wanita itu menundukan mata seolah enggan menanggapi tingkah suaminya
“Tunggu! Tengah hari? Apa kau bilang ini sudah siang” celetuk Airyn seketika dengan tidak pecaya, ia menarik ponsel yang ada ditepi nakas, membuat mata Airyn terbelalak seolah tidak bisa percaya, bagaimana bisa Airyn melewatkan pekerjaan di pagi hari, Hanya perkara Hansell, bagaimana bisa ia seceroboh ini “Astaga Hansell!! Kenapa kau tidak membangunkan ku. Bukankah aku sudah bilang, hari ini ada pekerjaan pagi-pagi sekali, Aku bahkan telah melewatkan beberapa jam untuk bekerja. Aish! Kau ini, menyebalkan” geram Airyn dengan kesal, ia menautkan kedua alisnya secara tajam, untuk memperlihatkan ketidak sukaanya, Airyn beranjak dari ranjang sesegera mungkin, untuk mempersiapkan diri secepatnya.
“Aku sudah menunda pekerjaan mu, jangan terburu-buru” teriak Hansell seolah ia telah memperkirakan hal ini akan terjadi, tentu saja langkah Airyn terhenti, sambil menatap kearah suaminya
Sekalipun Hansell menunda pekerjaan Airyn dengan otoritas yang dia miliki, tetap saja ini masalah bagi dirinya. Apakah Airyn terlalu larut kedalam keadaan hingga melupakan Hal penting yang harus ia lakukan? sekalipun Hansell berada diposisi atas sebagai pemegang kekuasaan tertinggi, tentu saja mengambil peran dengan memanfaatkan keadaan adalah tindakan yang curang.
Bagi Airyn, Hansell telah melangar prinsip yang ia terapkan pada dirinya, sebab Airyn adalah wanita yang disiplin kepada dirinya sendiri, untuk mempertahankan pekerjaan Airyn selalu keras dalam mengajari dirinya, sebab ia adalah orang yang konsisten dan juga perfeksionis dalam hal pekerjaan, sekarang prinsip itu dilangar oleh Hansell hanya perkara hubungan pribadi mereka, bagaimana bisa Airyn menerima hal ini.
“Ini bukan masalah, bisa atau tidaknya aku melakukan pekerjaan, tapi ini masalah disiplin ku sendiri. Jika aku tidak bisa mengatur diriku, sepertinya aku tidak pantas menerima dispensasi seperti itu, kau seharusnya tidak ikut campur dalam pekerjaan ku Hansell, hanya perkara aku istrimu, tidak sepantasnya kau memberikan perlakuan khusus pada bawahan, jika kau ingin melakukan hal ini, maka berikan semua kariyawan kesempatan seperti ini, jika kau tidak bisa, maka jangan lakukan apapun untuk ku, tetap saja jadi pengamat atas pekerjaan yang aku lakukan, sebab diranah pekerjaan, makna suami tidak bisa kita gunakan, karna di dalam pekerjaan Kau seorang atasanku, yang harus aku hormati” bantah Airyn seketika, membuat Hansell terdiam dengan wajah datar, bahkan penuturan wanita itu mampu memudarkan senyumanya, tentu saja kalimat yang Airyn lontarkan amat menyinggung, hingga Hansell tidak menyangka Airyn akan Se-sensitif terhadap tindakanya, lain dari itu Hansell dapat memahami dan mengerti kenapa Airyn sekesal ini
“Walaupun aku istrimu, tidak sepantasnya kau memperlakukan aku begini, di dalam masalah pekerjaan kita adalah rekan kerja, apapun yang menjadi kesalahanku jangan pernah menyembunyikanya, jika kau melakukan itu, sama saja kau membiarkan aku melewatkan kesalahan sambil memberikan kesempatan untuk diriku melakukanya berulang-ulang, itu dinamakan kecurangan” sambung Airyn yang masih berdiri di depan pintu kamar mandi, tentu Hansell semakin kesall, tapi ia tidak akan bisa membatah apapun, karna ucapan Airyn adalah kebenaran yang menjengkelkan.
“Yasudah, cepatlah mandi” lirih pria itu dengan kalimat dingin, membuat Airyn sedikit kesal mendengarnya. Tapi ia harus menahan emosi, sebab Airyn tidak mempunyai waktu meladeni perkataan Hansell.
“Terserah kau saja” gerutunya saat memasuki kamar mandi, ia berlalu sambil membanting pintu dengan kasar hingga tubuh Hansell merasakan sensasi kaget, sambil menetralkan detak jantungnya
"Kenapa dia pemarah sekali" Dengus Hansell saat itu juga
Jika Hansell selalu mencampurkan masalah pribadi dan kerjaan, tentu saja Airyn tidak akan bisa menerimanya, padahal selama ini ia pria yang berprinsip, namun Hansell tidak pernah mengunakan prinsipnya kepada Airyn, membuat Airyn sedikit terhina akan tingkah pria itu yang selalu melindungi kesalahnya.
****
Saat ini Airyn berada di ruang rapat bersama General Menager dan Manager Keuangan, bahkan ia memimpin rapat dengan aura dingin, hingga kedua orang itu menitikan keringaat akibat gugup dan takut, sedangkan Airyn, melanjutkaan ucapanya tanpa ada pertimbangan, Airyn mempertahankan sikap lantang dengan percaya diri, alih-alih bersikap sopan Airyn lebih tajam menjabarkan laporan sebenarnya yang sudah dimanipulasi oleh mereka.
Beberapa dana dialihkan kedalam rekening peribadi mereka, sekalipun keduanya ingin melakukan kecurangan, mungkin Hansell akan membiarkan jika mereka mencuri dengan nominal kecil, namun ini sangat keterlaluan, hingga hotel ini memiliki hutang yang hampir membengkak di beberapa Bank, bahkan investor telah merugi karna penurunan saham Hotel, bukankah masalah ini tidak bisa di toleransi lagi, karna sudah melewati batas kewajaran yang Hansell berikan.
“Tuan Silver, sepertinya kami tidak bisa menoleransi hal ini, saya rasa anda sudah mengetahui apa yang akan menjadi dampak dari semua ini, mengigat usia anda yang hampir tua, kami akan memberikan konpensasi atas kinerja anda selama ini hanya saja perusahaan mencabut jabatan anda dan di berhentikan. Jujur saja, kerugian ini sangatlah besar, bahkan hampir-hampir menurunkan saham perusahaan, kami tidak akan menuntut ganti rugi dari anda, tapi anda harus menerima keputusan ini” ucap Airyn, membuat Menager Keuangan itu menekuk lesu, seolah pasrah menerima semua itu.
“Dan, Nona Dorta. Saya minta maaf kepada anda, jika kami akan menuntut ganti rugi dari dana yang sudah anda alihkan kerekening pribadi” ucap Airyn seketika, dengan ultimatum jelas yang membuat darah Dorta mendidih, tentu wanita itu tidak terima atas keputusan yang tidak adil bagi dirinya.
“Apa maksudmu! Kau membiarkan Tuan Silver bebas begitu saja, bahkan memberikan konpensisi padanya. Sedangkan aku, harus menganti rugi semuanya, Apa kau gila!” bentak Dorta dengan geram, tentu ia tidak terima akan hal ini, bagaimanapun ia dan Manager keuangan sudah bekerjasama, seharusnya mereka mendapatkan hukuman yang sama
“Apa anda masih belum menyadari kesalahanan anda sendiri? Dana yang anda alihkan ini dalam jumlah besar, bahkan dana itu mampu membangun satu perusahaan jika anda mau, tapi Tuan Silver hanya mendapatkan sebagian kecil dari dana tersebut, dan dana itu tidak dialihkan dari perusahaan ketanganya sendiri, melainkan dialihkan dari perusahaan ketangan anda, dan Tuan Silver menjadi tangan kedua yang menerima, bukankah Tuan Silver hanya mendapatkan himbasnya saja, dan anda yang paling diuntungkan dari semua ini. Nona Dorta, memanfaatkan kepasrahan Tuan Silver untuk memperkaya diri sendiri, itu tindakan yang tidak terpuji. Beliau membutuhkan uang untuk pengobatan putrinya, bukankah ini alasan yang dapat ditoleransi, bahkan ia tidak tamak akan apa yang di butuhkanya, menurut saya ini adalah keputusan yang bijaksana, sekaligus pelajaran untuk anda. Jika saya yang memimpin perusahaan ini, saya akan melakukan hal yang sama, dengan alasan utama, Tuan Silver melakukanya karna pengobatan putri yang tengah sakit parah, sebab kita semua bisa saja melakukan kesalahan disaat kehabisan jalan, ia meminta anda untuk membantu pengobatan putrinya, seharusnya sebagai rekan anda tidak boleh memanfaatkan keadaanya, membuat saya hampir kehabisan kesabaran dengan semua ini. Jika anda tidak bisa membantu, setidaknya jangan menjerumuskan seseorang untuk melakukan kesalahan. Bahkan perusahaan masih berhati lembut untuk tidak memenjarakan anda atas otak dibalik semua ini” bentak Airyn dengan geram, bahkan ia tidak membiarkan Dorta mengeluarkan pendapat.
“Te-tetap saja, Tuan Silver harus membayar ganti rugi sama seperti diriku, jika tidak. Jangan salahkan aku jika memberitakan hal ini kepada media, jika perusahan bersikap tidak adil kepada kariyawanya” ancam Dorta dengan yakin, bahkan ia tidak akan menyerah begitu saja, jika ia harus hancur, rekan pengkhianatnya juga ikut karam bersama dirinya, mendengar hal itu, Airyn merasa di ancam oleh seonggok permen dari anak kecil.
Apa wanita itu masih belum sadar dengan tindakan atau sikap yang ia berikan, bahkan ia masih bisa mengancam dengan hal remeh, bukankah Hansell pemilik stasiun televisi di Korea, bahkan ia dengan gampang bisa membungkam media. Benar-benar membuat Airyn semakin jengkel akibat kebodohan wanita itu.
“Silahkan saja” ucapnya sambil berpangku tangan dengan santai, membuat mata Dorta terbelalak “Aku hanya menasehati anda Nona, bagi perusahaan besar seperti HS, uang dapat membungkam segalanya, bahkan A bisa jadi B dalam seketika, jangan repot-repot melakukanya, jika akirnya membuang tenaga, apa anda tidak tahu, nyawa anda yang berharga ini mungkin bisa di rengut oleh mereka seperti tidak berarti, jadi berhenti menjadi dungu dan pintarlah sedikit” sontak pernyataan itu membuat Dorta merinding, tentu ia sadar, jika perusahaan besar seperti HS tidak akan bisa dikalahkan oleh orang lemah seperti dirinya, bahkan ia saja tidak memiliki apapun lagi.
Airyn berdiri dari sana sambil berlalu meninggalkan mereka, namun langkah kakinya terhenti, melirik kearah belakang, saat ini ia melihat kepada pria berumur yang terkulai pasrah sambil menekuk wajah penuh bersalah.
“Tuan Silver, apa anda bisa mengikuti saya?” ucap Airyn dengan pertanyaan, membuat pria itu mengiyakan dan bangkit dari duduknya, untuk meninggalkan Dorta, ia tidak tahu hukuman apa yang akan ia dapatkan, bahkan biaya pegobatan anaknya masih memerlukan tanggungan besar, tapi Silver sudah dikeluarkan dari perusahaan, ditambah Silver sudah dipecat dan tak memiliki kerjaan, bukankah ia akan tamat sebenatar lagi, di usia yang senja ini, apakah Silver benar-benar menderita?
Hanya saja ada sedikit rasa syukur yang di panjatkanya diam-diam, jika perusahaan tidak menuntut apapun darinya, kecuali pengunduran diri, andai saja Ia tidak dihadapkan pada posisi sulit, mungkin Silver tidak akan mampu melakukan hal itu.
Airyn dan Silver, duduk di café yang ada didalam Hotel HS, tentu Airyn memesankan dua cangkir teh hangat untuk mereka, dan beberapa potong roti lapis dipiring kecil, ia memandang pria yang sedari tadi menekuk kepala dengan lesu, Airyn sebenarnya mencurigai Tuan Silver, bahkan tuduhanya hampir saja mengarah pada pria ini, dan menjadikanya orang paling bertangung jawab.
Tapi untung saja, di rapat kemarin sore mereka membuat laporan manipulasi lagi, hingga memberikan Airyn waktu untuk memeriksa ulang, samalaman Airyn bekerja untuk mencerna semuanya, sekalipun Manager Keuangan adalah orang yang mengalihkan dana, tapi ia hanya menikmati sedikit dari dana tersebut, selebihnya ditangguhkan kerekening Dorta yang hampir meledak dengan nominal besar, tentu wanita itu membuat rekeningnya dengan identitas orang lain, bahkan membuat Airyn hampir terkecoh, tapi ia bersyukur jika kali ini tidak melakukan kesalahan, sekarang ia sudah sadar alasan semuanya, pria itu melakukan semuanya karna pengobatan putrinya, dan ia tidak menikmati itu untuk kepentingan sendiri, melainkan pengobatan anaknya, bukankah ini alasan yang masuk akal untuk seseorang melakukan kesalahan.
Sekalipun ia mengalihkan dana itu diam-diam, mungkin Hansell tidak mempermaslaahkan, sebab Tuan Silver mengunakan sesuai kebutuhan, tapi Dorta mengunakan dana untuk dirinya sendiri dan berfoya-foya.
Benar-benar membuat Airyn tidak terima akan tingkah wanita itu, bagaimana bisa ia memanfaatkan penderitaan orang lain untuk kesenangan dirinya, bahkan wanita itu memanfaatkan titik lemah rekannya untuk tujuan yang ia inginkan, bukankah ini tindakan yang amat licik dan cerdik, hingga Airyn saja sulit untuk menerima semua ketidak adilan ini
“Tuan Silver, saya minta maaf memberhentikan anda dari pekerjaan ini. tapi ini sudah menjadi keputusan final dari perusahaan, sekalipun saya mengajukan alasan, itu akan terlihat jika saya memberikan hak istimewa pada anda. Perusahaan sudah memberikan keringanan, dengan memberikan konpensasi selama satu tahun gaji anda, mengingat anda telah berdedikasi di perusahaan ini selama 20 tahun, maka anda berhak mendapatkan ini” jelas Airyn, membuat pria itu menghela nafas panjang, sambil mengatupkan tanganya, ia memandang wajah anak muda yang terlihat sopan, tentu Silver bersyukur atas keputusan ini, bahkan ia sudah siap menjadi kambing hitam yang dilakukan Dorta padanya, tapi diluar dugaan, wanita muda itu menyelamatkan dirinya, dan mencari kebenaran, bukankah wanita itu terlihat bijaksana, membuat Silver memberikan senyuman dengan ramah.
“Tidak masalah, Nak. Aku berterimaksih kepada perusahaan ini, sekalipun aku telah menjadi pengkhianat, tetap saja mereka memaafkan. Bahkan konpensasi yang diberikan jauh lebih baik dari yang seharusnya. Bahkan aku merasa ini tidak pantas, tapi jika perusahaan sudah memutuskan, aku hanya bisa mengucapkan, Terimasih” ungkapnya
Airyn terdiam dengan wajah datar, entah kenapa ia telah memastikan penyakit anaknya, tentu saja kanker adalah penyakit mematikan yang membutuhkan biaya besar, bahkan dengan konpensasi yang diberikan perusahaan, tidak akan cukup dalam mengobati putrinya.
Tapi pria paruh baya itu tetap saja bersyukur, dan menghadapinya dengan tenang, ia bahkan masih sanggup tersenyum dan membalas Airyn dengan jawaban bijak.
“Tuan silver, anda telah dipecat dari perusahaan, seklaipun anda mendaftar keperusahaan lain, mereka akan sulit mempertimbangkan, karna mengigat usia anda yang sudah tua" kalimat itu terhenti saat Silver menghela nafas panjang, tentu ia sangat mengerti akan situasi ini, tapi apa yang bisa dilakukanya, selain menerima dan berusaha tenang.
"Hanya saja, Saya mendapatkan rekomendasi baik untuk anda, tapi perusahaan itu berada di Tiongkok, mereka mengkonfirmasi anda akan menetap menjadi kariyawan jika anda bisa pindah kesana sesegera mungkin” sambung Airyn seketika, membuat Silver terdiam tanpa kata, bahkan ia menatap kearah Airyn dengan tidak percaya
"Apa maksudmu nak?" ucap pria itu dengan tidak percaya
"Tuan, anda mendapatkan undangan dari perusahaan yang berada di Tiongkok sebagai kariyawan mereka disana" jelas Airny sekali lagi, membuat Air mata Silver berlinang.
Jika ia pergi ke Tiongkok, tentu ia membutuhkan biaya untuk tinggal disana, bahkan anaknya harus berobat untuk kesembuhanya, bukankah ini menjadi dua kali lipat dari biaya biasanya, Hanya saja ini sebuah kesempatan emas yang diberikan wanita muda yang begitu bijak di depannya, membuat Silver mengucapkan terima kasih tak terhingga.
“Anda tidak perlu khawatir soal tempat tinggal dan pengobatan putri anda Tuan, karna perusahaan akan memberikan rumah dinas seumur hidup jika anda mengabdi di perusahaan itu, tentu saja rumah itu akan menjadi Hak anda nanti, jika bisa berdedikasi di perusahaan sesuai kontrak, Masalah biaya pengobatan perusahaan yang akan membiayakan pengobatan itu, tanpa memotong gaji yang anda dapatkan disana. Anda hanya perlu pindah ke Tiongkok dan menetap disana, bukankah istri anda orang Tiongkok asli, saya pikir tidak terlalu sulit untuk beradaptasi nantinya” ucap Airyn seketika, membuat Silver semakin tidak percaya, apa ada perusahaan sebaik itu, bahkan ia seperti mendapatkan hadiah tiba-tiba, tapi melihat kebaikan wanita muda di depanya, entah kenapa kepercayaan Silver tumbuh begitu saja, tanpa ada rasa ragu sedikitpun.
“Ada Tuan, GRUP APV, yaitu anak dari perusahaan Petrov yang ada di Irlandia, dan juga perusahaan itu milik kenalan saya. Tentu saja anda layak mendapatkanya. Karna anda adalah ayah yang baik untuk putri anda, saya yakin, dengan tanggung jawab yang anda emban nantinya, dapat mendedikasikan diri dengan baik disana” sangah Airyn
“Grup APV? bukankah itu perusahaan milik Tuan Petrov yang terkenal itu? Aku pernah mendegar jika saat ini perusahaan itu dikelola oleh anaknya, membuat Grup APV terkenal sekali di Tiongkok. Jujur saja, dulu aku bekerja disana, tapi semenjak beberapa konflik dengan keluarga istriku, aku pindah ke Korea, hingga di mutasi kerja ke Pulau Jeju” ucap Silver sambil tersenyum, membuat Airyn membalasnya dengan senyum bahagia, entah kenapa Airyn ingin sekali menangis, tapi ia menahan hal itu, ia tidak bisa melihatkan sikap harunya, bagaimanapun melihat cerita Silver mengigatkan Airyn pada Merry, tentu saja Airyn mengutus anak buahnya untuk menyelidiki tentang Silver dan Dorta, hingga Airyn mendapatkan pembelajaran hidup dari keduanya.
Jarang sekali, Silver menemukan anak muda yang memiliki prinsip kuat seperti wanita bernama Airyn. Bahkan ia tidak sedang menindas tapi mampu membuat lawanya ter-intimidasi di dalam bercakap, bukankah ini sesuatu yang mengagumkan untuk dimiliki seseorang, Silver hanya pernah melihat karakter seperti ini dari seorang wanita muda yang sering berada disamping Tuan Petrov dimasa lampau, namun kali ini, ia seperti menyaksikan duplikat wanita itu, didalam diri gadis bernama Airyn, hingga timbul pertanyaan, Siapa wanita di hadapanya ini? apakah ia benar-benar sekedar orang biasa atau seseorang elit yang luar biasa?
“Tuan, ini tiket untuk keberangkatan anda ke Tiongkok. Semoga kita bisa bertemu lagi, saya berharap putri anda cepat sembuh” ucap Airyn sembari menutup pembicaraan, membuat Silver enggan menerimnya, bagaimanapun ia sudah mendapatkan lebih dari yang seharusnya.
"Jangan menolaknya, aku tidak mendapatkan uang ini kembali jika anda menolak tiket yang aku berikan, saya mohon Tuan, ambilah. Anggap ini bantuan kecil dari saya” ucap Airyn, membuat Silver tersenyum dan mengucapkan terimasih penuh syukur, entah kenapa gadis itu selalu bisa membuat dirinya menerima tanpa mempunyai kesempatan menolak.
Airyn meneguk teh yang belum sempat dinikmatinya, sedangkan Silver berpamitan setelah selesai dengan urusan mereka, tentu saja banyak hal yang harus ia urus, hingga menyelesaikan percakapan mereka dengan segera.
"Aku akan membalas bantuan ini, jika nanti diberi kesempatan" Gumam pria itu dengan tatapan penuh tekad, untuk terakir kalinya, Silver mengucapkan salam pamit penuh hormat, membuat Airyn sedikit kaku membalasnya
Setelah selesai dengan semua pekerjaan, Airyn kembali kekamar, ia membuka pintu sambil melepaskan sepatu hak yang dikenakan, memandang kearah meja kerja, yang ada disudut ruangan tepat disamping ranjang tidur.
Wanita itu mengampiri Suaminya yang tengah memfokuskan diri kelayar leptop, membuat Airyn tertegun, saking terpesona kepada Hansell, jujur saja pria itu terlihat karismatik dari yang Airyn bayangkan.
Hingga Hansell tidak menyadari tentang kehadiran istrinya yang baru saja kembali, jemari Airyn dengan cekatan melepaskan satu persatu kancing kemeja Dark yang dikenakan, hingga tubuhnya hanya terbalut pakaian dalam yang melekat ditubuh ramping itu, Airyn berdiri dihadapan Hansell dengan mematung, membuat pria itu mengalihkan pandangan saat Airyn tiba-tiba ada di depan matanya, dengan cepat wanita yang dicintainya menyelipkan tubuh untuk duduk dipaha Hansell sambil memeluk suaminya, hingga tubuh mungil Airyn bisa menghilang akibat dada bidang yang dimiliki suaminya.
Airyn begitu manja dalam mengendus-ngenduskan kepala Kepada Hansell, Tentu saja Ia sadar Airyn ingin bermalas-malasan, hanya saja Hansell masih memiliki beberapa pekerjaan yang hampir saja selesai.
“Sayang…aku lelah sekali hari ini” lirih Airyn saat menyandarkan kepala kedada suaminya
“Apa semuanya sudah selesai?” tanya pria itu saat matanya terlalu fokus menatap layar leptop
“Sudah, aku telah memecat keduanya, hanya saja aku meminta nona Dorta menganti rugi kepada perusahaan, dan Tuan Silver mendapatkan imbas sedikit, aku hanya memecatnya saja” ucap Airyn saat melapor pada suaminya, tentang masalah Hotel ini
“Kerja bagus” sabil mencium kening istrinya, untuk menghadiahkan apresiasi pada istrinya, ia melipat leptop, lalu menyandarkan tubuh ke kursi, dan menatap Airyn yang saat ini duduk diatas pahanya sambil menyelipkan rambut halus yang menganggu permukaan wajah istrinya.
“Apa kau lelah?” sambung Airyn kepada suaminya
“Sedikit, tapi aku lapar sekali” ucap Hansell seketika, membuat wanita itu terdiam akan rasa bersalah, seketika saja Airyn mendaratkan ciuman manis di bibir suaminya, untuk menangulangi kelaparan yang Hansell rasakan, tentu saja saat ini Airyn tengah merayu.
"Maafkan aku, hari ini tidak sempat menemanimu makan, pasti kau menungguku kan” sahut wanita itu dengan wajah memelas, seolah ia merasa bersalah sekali pada suaminya, karna terlalu sibuk hari ini
“Tidak juga, aku hanya banyak kerjaan, dan baru saja selesai. Sekalipun aku menunggu mu, itu bukan masalah untuk ku, karna aku tidak selapar itu” kekeh Hansell untuk mencairkan suasana mereka, agar Airyn tidak larut dalam rasa bersalah
Melihat raut wajah istrinya yang sedikit kusut, tentu saja Hansell memeluknya, ia menyandarkan kepala Airyn kedada bidangnya, dengan pelukan hangat yang mampu diberikan, membuat Hansell sadar ada beban yang sedang difikirkan
“Ada apa? Apa terjadi masalah?” tanya Hansell dengan nada rendah, bahkan terdengar jelas ia amat peduli
“Aku merindukan Merry, ternyata orang tua begitu menyayangi anaknya, mereka rela melakukan apapun agar anaknya bahagia, sekalipun mereka menderita. Aku hanya merindukan Merry. Yang selama ini menderita untuk menjagaku. Bahkan aku selalu menyalahka diriku dimasa lalu, seoah aku tidak pernah menganggap penting hidup ini, tentu saja Merry sangat terluka atas sikap itu, tapi Merry menahan perasaan itu tanpa harus menyerah. Setelah aku berfikir-fikir. Aku tidak pernah membuat Merry bahagia, aku hanya memikirkan diriku selama ini. Aku seperti tidak berguna sama sekali” ucap Airyn dengan air mata yang menderas dibaju Suaminya, tentu saja Ada penyesalan yang dalam kepada Merry, membuat Airyn tidak mengerti bagaimana membalas semua pengorbanan Merry, sadar akan suara Airyn yang hilang akibat tangisan dalam, Hansell merasa sedikit sakit hingga sulit menahan kepedihan hatinya
“Siapa yang bilang kau tidak berguna? Sekalipun Merry terluka selama ini, ia pasti bahagia telah bisa melahirkan dirimu, serta menjaga mu. Sebab apa yang Merry lakukan, tidak untuk meminta balasan yang setimpal, begitulah seorang ibu, secara alami mereka memiliki perasaan yang tulus, Meryy hanya ingin kebahagianmu Airyn, dengan menerimanya sebagai ibu saja, mungkin Merry telah menjadi ibu yang bahagia saat ini. bersikap baiklah padanya” ucap Hansell sambil menenagkan istrinya
“Tentu saja, aku harus membahagiakan diriku, agar Merry bahagia. Tapi sayang, aku tidak pernah mendengar kau memanggil Merry dengan sebutan ibu mertua bahkan kau memanggil ibuku dengan nama Merry saya” dengus Airyn seketika, membuat Hansell tertegun sembari memandang istrinya dengan diam, sadar Akan sikap Hansell yang mematung, ia bangkit dari pelukan pria itu untuk menatap suaminya dengan penuh menyelisik tajam.
“Aku juga tidak pernah mendengar istriku, memanggil Merry dengan sebutan ibu selama ini” balas Hansell untuk membalikan pernyataan
"Jadi karana aku tidak pernah memanggil Merry dengan sebutan Ibu, maka kau pantas memanggilnya dengan nama Merry? begitu? astaga, kenapa ibuku mendapatkan menantu yang tidak sopan sepertimu, bukankah jalanmu mendapatkan ku terlalu mudah sayang" geram Airyn dengan menautkan kedua alis matanya secara tajam, membuat Hansell bergindik ngeri sambil berdehem untuk memposisikan diri
“Astaga. Tidak Ryn, Aku akan bersikap baik padanya, jangan mengancam, itu menakutkan” mohon Hansell dengan sangat, membuat Airyn terkekeh setika, sambil memeluk suaminya dengan penuh sayang
“Lain kali kita panggil Merry dengan sebutan ibu, biar dia merasa kesal” ucap Airyn dengan mengoda, bahkan ia tidak sabar untuk bertemu dengan ibunya
“Setuju” sahut Hansell dengan rasa senang, mereka berdua memberikan pelukan yang sama, mencium aroma tubuh yang menenangkan, bahkan Airyn memejamkan mata untuk merasakan kedamaian atas pelukan suaminya.
Kedua pasangan itu bangkit dari sana untuk menikmati makan malam, Airyn yang berganti pakaian mengunakan Dress Yellow menghabiskan sedikit waktu untuk berdandan, bagaimanapun wanita memanglah seperti Airyn, jika tidak ribet, itu bukan istrinya.
Hansell setia mengandeng tangan istrinya, dengan bangga, bahkan pria itu meraih kursi untuk diduduki Airyn, tentu saja Airyn merasa amat dihargai oleh suaminya, bahkan jika Airyn menolak Hansell akan tetap memperlakukanya seperti itu, jadi menerima adalah jalan keluar tanpa harus berdebad.
Airyn memilih beberapa menu yang ia minati, dan pilihan itu jatuh kepada beberapa Seefood yang lezat untuk disantap, Airyn tengah mengurangi konsumsi karbohidrat, karna ia tengah menjaga berat badan agar tidak terlalu gendut, keputusan ini sudah pasti mengandung pro dan kontra dikedua belah pihak, membuat Hansell bersisungut jengkel akibat istrinya yang lebih mementingkan berat badan dari pada kesehatan, padahal jika Airyn gendut, Hansell akan menjadi pria paling bahagia dalam memeluknya, sudah pasti Airyn akan nyaman dan lebih hangat jika diajak uring-uringan diatas ranjang.
Keduanya tengah asik dengan cengkrama mereka berdua, bahkan Hansell tak bosan melirik istrinya yang lahap dengan makanan, ia mengambil galas untuk diteguk, baru saja Hansell menegadahkan wajah untuk menikmati minuman, matanya terhenti kepada sosok yang sedikit menjengkelkan yang tanpa sadar ter-eskpos oleh matanya.
“Airyn” sapa seseorang hingga memutus makan malam mereka.
“Dall” lirih Airyn dengan tidak percaya, ia memandang wajah suaminya yang tidak suka dengan kehadiran Dall disini, namun Airyn berusaha memposisikan diri untuk terlihat santai
“Astaga, aku tidak menyangka kita akan bertemu disini, apa kabar Airyn? Aku merindukanmu, bahkan aku mencarimu diseluruh Soul tapi tidak mendapatkan infromasi apapun, secara kebetulan kita berjumpa di Jeju” ucap pria itu sembari mendudukan diri disamping Airyn secara kurang ajar, hingga Hansell, begitu murka dan ingin menarik kerah baju pria yang lancang mengucapkan kata rindu pada istrinya
Sadar akan ketidaknyamanan Hansell, Airyn memilih berpindah tempat untuk duduk disamping suaminya, melihat hal itu ada tatapan dingin yang terpancar di wajah Dall, ia tidak menyangka Airyn akan menghargai pria itu, berarti Dall telah salah selama ini, jika dilihat dari kedekatan keduanya, pasti ada hubungan akrab yang terjalin hingga Airyn menghargai perasaan Direktur Hansell.
Dulu Dall berfikir, jika Hansell dan Airyn terjebak cinta sebelah pihak, dimana Airyn tidak menyukai pria itu, tapi kali ini ia salah besar, wanita itu terlihat canggung sekali, dan memilih berpindah tempat kesamping Hansell, membuat keingin tahuan besar dibenaknya
“Apakah aku telah menganggu kalian?” tanya Dall, kehadapan Airyn dan Hansell
“Tentu saja, bagaimana bisa kau mengucapkan rindu pada istriku, bahkan didepan mata ku, apa kau gila Tuan Dall” hina Hansell dengan tatapan menyelidik, membuat bulu kuduk Dall merindung mendengar jawaban tersebut.