
Seluruh jalan dibuka untuk mobil darurat yang membawa orang-orang penting itu meluncur dengan kecepatan tinggi, bahkan beberapa pengendara menepi untuk memberi jalan, hingga nampak sekali betapa hebohnya di musib dingin menjelang malam hari. Saat ini mereka di rawat di rumah sakit HS yang diurus oleh Frada dan juga Darrel, beruntung ketika melihat pertengakaran keluarga dan fakta yang terungkap membuat Frada dan Darrel keluar dari sana, guna ada hal mendesak yang tengah mereka kerjakan, di tambah keributan yang terjadi adalah masalah internal keluarga mereka.
Tapi siapa yang menduga ternyata di pertengahan rapat dengan seorang klien yang di laksanakan Darrel sebagai utusan Nona Petrov, Frada mendeteksi sebuah sinyal berbahaya di markas yang sudah ia tempatkan dalam pantauanya, bahkan membuat Frada terkesiap tidak menyangka akan apa yang tengah ia pastikan itu.
Dengan segera gadis itu mendobrak jalanya rapat untuk menarik Darrel pergi ketempat kejadian, dan juga memanggil beberapa anak buah Nona Petrov kedaerah perbatasan, hingga mereka mendapati keempat orang itu selamat dan juga terkapar lemah di dalam lift bangunan, beruntung Hansell masih bisa menjaga kesadaran dengan istrinya yang ia peluk secara erat, membuat Frada dan Darrel merasa lega mendapati mereka baik-baik saja.
Ke empat orang itu sudah di tangani oleh Dokter Profesional yang memiliki kemampuan yang cakap di rumah sakit yang Hansell miliki, mereka di tempati di kamar privat yang di khususkan untuk presiden Hansell Hamillton dan para orangnya. Angel dan Dikra ada di kamar inap pasangan Hansell dan Airyn yang dibuat menjadi satu ruangan, sebab Hansell bersikeras ingin sekamar dengan istrinya, dengan berat hati pihak rumah sakit tidak bisa menolak, dan melakukan perintah Hansell.
Saat ini Angel tengah membersihkan wajah Airyn dengan handuk kecil yang sudah di basahi guna menyingkirkan kotoran dan juga debu yang menempel di wajah kakak iparanya itu.
“Hansell, apa kau mendengarku?” seru Dikra ketika melihat mata Hansell mulai bergerak untuk terbuka, meskipun dengan pandangan nanar kearah atas, seraya meraih kepalanya yang mulai merasakan sedikit sakit disana.
“Ah...aku baik-baik saja” seru Hansell ketika menyauti pertanyaan Dikra walaupun dengan sedikit meringis, membuat Angel terloncat untuk turun dari ranjang Airyn dan beralih keranjang kakanya, serya menjatuhkan pelukan ke tubuh laki-laki yang membuat Angel takut tak tekapalang.
“Kakak. Syukurlah kau sudah bangun, aku sangat cemas jika terjadi sesuatu denganmu” seru Angel dengan suara berat saat menahan tangis, seolah ia amat senang akan kesadaran kakak kandungnya itu.
“Kakak baik-baik saja” seru Hansell sambil mengusap kepala adiknya, ia mengerti Angel pasti ketakutan mendengar berita tentang dirinya dan Airyn, bagaimanapun keluarga yang Angel miliki hanyalah Hansell dan kakak iparnya Airyn, dan begitupun degan Hansell, ia hanya memiliki adik kandungnya dan istri yang amat ia cintai.
“Kau benar-benar menakutiku kak, hampir saja aku pingsan mendengar kakak dan kak Airyn tidak baik-baik saja, tapi untunglah tidak ada luka yang serius” ujarnya seraya melepaskan diri dari Hansell, bahkan dengan handuk kecil di tanganya yang masih ia genggam, membuat Hansell melirik kearah samping untuk memandangi istrinya yang terbaring.
“Apa Airyn baik-baik saja?” tanya Hansell pada Angel yang tengah merawat Airyn, membuat Angel melirik kearah Dikra seolah ia takut salah saat menjelaskan.
“Airyn baik-baik saja, dia tidak sengaja menghirup gas bius di tambah kondisinya yang kurang sehat. Beruntung janin di dalam kandungan istrimu sangat kuat sehingga bisa bertahan. Saat ini Nona Petrov hanya perlu istirahat untuk memulihkan kondisinya” seketika wajah lega Hansell membuat Angel memeluk kakaknya sekali lagi, begitupun dengan Dikra yang selesai menjelaskan mengenai kondisi Nona Petrov pada suaminya.
“Kakak, selamat atas kehamilan kak Airyn. Terimakasih sudah memberikanku keponakan yang mengemaskan” timpal Angel dengan wajah bahagia ketika menatap kakaknya, tentu Hansell ikut senang mendengar istri dan calon anaknya baik-baik saja, bahkan membuat pria itu tak henti mengucapkan syukur setelah melewati masa-masa menengangkan yang hampir merengut nyawa mereka, seketika kilau mata dan rasa dendam yang membara, membuat Hansell tidak bisa melupakan serta memaafkan dalang di balik kejadian ini, dan tentu saja Hansell tidak akan tinggal diam atas apa yang sudah di lakukan orang itu sehingga membuat istrinya dalam bahaya.
“Angel apa kakak boleh meminta tolong padamu?” tanya Hansell saat memandang Angel dengan penuh harap, membuat gadis itu menganggukan kepala seolah bersedia melakukan permintaan kakaknya.
“Bisakan kau pergi ke bawah untuk membelikan minuman untuk kakak, dan beberapa potong roti untuk dimakan?” seru Hansell pada adiknya, membuat gadis itu mengkerutkan kening sebelum mengajukan protes.
“Dokter bilang setelah kakak siuman ia akan memeriksa mu. Bukankah lebih baik kita memanggil Dokter dulu, sebelum membelikanmu makanan sembarangan kak, bisa saja ada makanan yang tidak boleh kau konsumsi untuk saat ini” celetuk gadis itu pada kakaknya, meskipun tubuh Hansell baik-baik saja dan ia hanya butuh beristirahat, tetap saja ia juga korban atas markas bawah tanah yang hancur dan menjadi pasien dirumah sakit ini, setidaknya kakaknya harus mengkonsumsi mekanan dan minuman yang sudah diberi izin oleh Dokter.
“Sayang…” seketika Dikra menukas pembicaraan antara kakak beradik itu, ia bahkan meraih bahu Angel seraya menenangkan kekasihnya, membuat Hansell menajamkan mata mendengar Dikra mengucapkan kata sayang pada adik tunggalnya, namun dalam beberapa saat Hansell mampu menetralkan raut wajahnya “Bisakah kau membelikan minuman dan beberapa cemilan untuk ku, serta belikan saja sebagai cadangan untuk Hansell, sebentar lagi Dokter akan datang. Jadi kita bisa memastikan dia boleh atau tidaknya untuk mengkonsumsi makanan. Jadi pergilah kebawah sebentar, nanti jika Dokter datang aku akan menanyakanya” seru Dikra dengan kalimat menenangkan untuk membela temanya, membuat Angel memandang kakaknya yang langsung mengubah aura wajahnya seperti tidak berdaya, melihat hal itu Angel menghela nafas dan berpamitan kearah luar, sebelum akirnya menutup pintu kamar mereka.
“Jangan macam-macam dengan adikku, jika kau tidak ingin serius denganya” ancam Hansell dengan kata peringatan yang ia lontarkan dengan tajam, membuat Dikra memalingkan wajah pada pria itu, seraya duduk tenang di samping temanya.
“Kau tenang saja. Aku adalah orang yang tidak akan mengecewakan adik mu. Lain dari itu, hal apa yang akan kau sampaikan padaku, hingga kau menyuruh Angel pergi dari ruangan ini” celetuk Dikra, saat membalas perkataan Hansell, membuat calon kakak iparnya itu memandang Nona Petrov yang masih terbaring tak sadarkan diri di samping mereka.
“Kau sudah tahu bukan, jika Zaterius itu adalah ayah biologis Airyn, jadi secara langsung Airyn tidak ada hubungannya dengan keluarga Farhaven. Untuk itulah, aku ingin kau mencari anggota inti yang sudah menempatkan Airyn sebagai VVIP di markas bawah tanah. Cari orang itu untuk aku memutuskan kontrak diantara mereka” seru Hansell pada Dikra, membuat Dikra mengkerutkan kening melihat pria itu.
“Hansell, kenapa kau memutuskan kontrak kerjasama Nona Petrov dengan sepihak. bukankah itu salah satu perjanjian untuk melindungi Airyn, jika kau memutuskanya tentu akan banyak pihak yang akan menjadikan Airyn target untuk menghancurkan kekuasaan Nona Petrov di sektor perdagangan dan bisnis. Jadi aku rasa kau harus berpikir ulang tentang itu, dan harus membicaranya dengan Airyn sebelum bertindak sendirian”
“Tidak Dikra. Aku sudah bulat untuk memutus kontrak itu, aku tidak ingin Airyn terikat apapun dan dengan kontrak manapun, Airyn akan berada di bawah kuasa diriku, dan aku yang akan melindunginya dengan kepemimpinan yang aku punya” sontak perkataan Hansell membuat Dikra terpana.
“Apa maksudmu sebenarnya?” tanpa pria itu dengan wajah bingung yang terpampang jelas. Bahkan Dikra mencoba bangkit dari duduknya untuk memperlihatkan bagaimana ingin tahunya pria itu akan masalah yang terjadi diantara mereka. Dan apa maksud dari perkataan Hansell barusan.
“Aku adalah pemimpin markas utama di kerajaan bawah tanah” sontak mata Dikra membulat dengan sempurna, hingga sebuah batuk lolos dari mulutnya untuk menghilangkan rasa sesak dan terkejut. Pria itu menatap kearah Hansell dengan sangat tajam hingga tidak bisa mengontrol bola matanya yang membulat.
Dikra sangat sadar Hansell merupakan anggota langsung dari keluarga Farhaven, dan kerajaan bawah tanah yang menaungi banyak markas yang menguasai daratan keseluruh penjuru dunia, yang dulunya adalah kepemimpinan yang di kuasai keluarga Farhaven, tapi Dikra tidak menyangka jika Hansell adalah pemimpin selanjutnya atas markas utama yang bertahun-tahun sudah tidak di turunkan keahli waris.
Sadar keterkejutan di wajah pria itu. Hansell tidak membuang waktunya lagi “Aku akan mengambil alih kepemimpinan markas besar untuk menjangkau seluruh pihak terkait, awalnya aku hanya setengah-setengah dalam menjalani hal ini, sebab selebihnya aku serahkan pada anggota inti. Tapi siapa yang mendunga jika anggota inti yang aku percaya, selama ini menyimpan fakta tentang Airyn dariku. Dan siapapun yang mencoba menghalanginya akan aku hancurkan dari kepemimpinan”
“Apa kau serius Hansell. S-Sejak kapan? Sejak kapan kau menjadi pemimpin di markas utama?” teriak Dikra dengan tidak percaya, membuat Hansell menajamkan mata pada temanya itu, seolah memperingati Dikra untuk menjaga nada suaranya “B-Baiklah aku memang menduga hal itu sedari awal. Tapi aku sudah mengenalmu semenjak kita kecil, dan hampir tumbuh besar sepanjang hidupmu, ini sangat berbeda sekali dengan prinsip hidupmu Hansell, karna itulah aku menepis kenyataan jika kau tidak akan mungkin menerimanya sebagai Ahli waris langsung. Tapi sekarang...." Dikra menanguhkan perkataanya seolah ingin melihatkan seberapa tidak percayanya Dikra atas kenyataan ini "Baiklah Anggap aku percaya padamu kali ini, jadi dengan apa yang kau katakan, apa kau yakin dengan pilihan itu. Jika kau memutus kontrak Airyn dengan kalangan bawah tanah, bagaimana dengan keselamatan istrimu, apa kau akan membiarkan Airyn menjadi sasaran orang-orang yang akan menghancurkan dirinya” ujar Dikra kepada temanya itu, membuat Hansell memandang Airyn sekali lagi dengan tatapan yakin yang sangat mendalam.
“Aku sendiri yang akan melindungi istriku, di bawah tanganku sendiri. Karna aku akan menjelaskan kepadanya siapa diriku. Setelah itu aku akan mencoba bernegosisasi dengan Airyn”
“Hansell!!” Dikra menghempakan tanganya ke pinggiran ranjang seolah mencondongkan badan menatap Hansell lekat-lekat, seolah dia di buat tidak percaya. Apakah Hansell yakin melakukan hal itu pada Nona Petrov, bagaimanapun fakta tentang Airyn yang mengetahui tentang ayah biologisnya saja masih belum mampu ia terima, dan kali ini Hansell mau menambah sebuah fakta mencengangkan tentang dirinya kepada Airyn.
Apakah Hansell tidak sadar jika ini waktu yang tidak tepat untuk jujur, jika sedari awal ia menyembunyikan hal ini dengan mulus dari Airyn, seharusnya sampai akir Hansell harus membereskan kekacauan tanpa melibatkan istrinya, tapi ada apa dengan Hansell yang memilih jujur pada istrinya dan menjelaskan posisinya di kalangan bawah tanah. Apakah Hansell berfikir Airyn akan menerima itu dengan tangan terbuka?
“Dikra, seseorang mengatakan padaku. Jika aku saja bisa mencintai Airyn dari sisi terburuknya, tentu saja Airyn bisa mencintai diriku dari sisi terburuk ku. Dari pada berfikir dengan logika, bukankah lebih baik percaya pada hatimu sendiri. Dan kali ini aku percaya pada istriku, ia pasti mencintai sisiku yang berbeda dari kenyataan yang ia terima selama ini”
Dikra terdiam memandang kearah Hansell yang begitu dalam menuturkan perkataanya, bahkan mata pria itu menatap yakin pada istrinya, entah bagaimanapun bukan ranah Dikra untuk menantang, hanya saja ia takut jika harapan Hansell tidak sesuai dengan kenyataan, dan Dikra takut sekali saat membayangkan jika nanti apa yang Hansell harapankan dari Nona Petrov tidak sama dengan apa yang Nona Petrov berikan, jika itu terjadi sudah pasti kehancuran yang akan di terima oleh keduanya, sebab bagi pria itu, Airyn adalah wanitanya, dan wanitanya itu sudah menjadi dunia bagi Hansell. Jika Airyn pergi tentu saja Hansell akan di tingalkan oleh dunianya sendiri, dan selama ini Dikra sudah melihat bagaimana hancurnya Hansell saat menjauh dari istrinya, apakah kali ini akan terulang lagi? Dikra sangat berharap itu tidak akan terjadi!
“Aku tidak ingin beberapa hari. Tapi besok! Aku ingin kau menemukanya besok! Aku sangat mengenal kau Dirka, jadi jangan membuat ku kecewa”
“Hansell, tidakah kau terlalu menekan diriku. Bagaimanapun juga aku membutuhkan istrirahat, dan kau memaksaku untuk memberikan datanya besok hari, apa kau gila"
“Itu masalahmu. Yang terpenting ku akan menerimanya besok hari! Jika kau tidak bisa, katakan saja. Aku akan meminta bantuan Frada. Bukankah dia adalah rivalmu sekarang” ledek Hansell pada pria itu, membuat Dikra memerah dengan wajah marah yang tertampilkan.
“Aku akan membawakan data orang itu padamu besok hari, jangan coba-coba membandingkan aku dengan wanita itu” ancam Dikra saat melipat kedua tanganya, seolah begitu engan melihat kearah Hansell.
“Aku akan menunggu hasilnya” seketika pembicaraan diantara mereka terhenti, membuat Hansell dan Dikra bercakap-cakap mengenai beberapa hal dan juga membicarakan kejadian di markas bawah tanah milik Zates. Namun sebelum mereka melanjutkan perkataanya beberapa orang Dokter masuk dengan perawat di belakangnya ke ruangan itu, membuat Dikra mengatupkan mulut seolah berhenti berbicara, Dokter itu memberikan hormat dengan begitu tunduk pada Hansell, seraya memeriksa pasien pentingnya yang merupakan Tuan Hamillton dan Nyonya Hamillton.
“Bagaimana keadaan istriku?” tanya Hansell ketika memandang tajam kearah Dokter yang baru saja memeriksa istrinya, bahkan Hansell dengan posesif naik keatas ranjang istrinya seraya memeluk Airyn di dalam dekapan hangat tubuhnya.
“Nona Petrov...” seketika mata Hansell menajam, entah kepada ia sangat marah jika orang lain masih saja menyebut istrinya dengan pangilan Nona Petrov “N-Nyonya Hamillton baik-baik saja Tuan, ia tengah tertidur dan sebentar lagi akan siuman, terkait janin yang ada di kandungnya sangat kuat bahkan detak jantungnya begitu kencang. Jadi jika Nyonya Hamillton sudah siuman, kalian bisa berkonsultasi dengan Dokter kandungan untuk memeriksa tumbuh kembang janin, saya akan merekomendasikan Nyonya Hamillton pada Dokter kandungan yang terbaik di rumah sakit kita” ujarnya dengan sikap gugup, membuat Hansell menganggukan kepala mendengar hal itu, bahkan Dokter tersebut memberikan beberapa suntikan vitaman ke tubuh Airyn dan juga memeriksa tanda vital dan suhu tubuhnya.
Setelah dirasa semuanya baik-baik saja, Dokter dan beberapa orangnya keluar dari ruangan, yang berpapasan langsung dengan Angel yang baru saja masuk membawa beberapa makanan dan minuman di kantong belanjaanya, gadis itu dengan girang masuk kearah dalam menghampiri kakaknya yang begitu posesif memeluk istrinya.
“Bagaimana kak, apa kak Airyn baik-baik saja?” tanya Angel sambil meletakan belanjaan yang ia gengam ke nakas yang ada di samping ranjang besar rumah sakit.
“Dia baik-baik saja” balas pria itu sambil megusap kepala istrinya dengan jemarinya tanganya secara lembut.
“Lalu apa kakak boleh mengkonsumi makanan ringan?” tanya Angel sekali lagi, membuat Hansell menganggukan kepala seraya mengucapkan kata “Iya”. Tentu saja Hansell lupa menanyakan tentang dirinya pada Dokter, tapi melihat kondisinya yang baik-baik saja, rasanya tidak ada yang perlu di cemaskan.
Ketiga orang itu duduk sambil memakan beberapa potong buah yang sudah tersedia di kamar pasien, bahkan Angel dan Dikra sangat asik dengan urusan mereka berdua, dan Hansell hanya memandang istrinya sedari tadi. Melihat hari hampir malam Dikra dan angel berpamitan pulang, di tambah Dikra memiliki pekerjaan yang di perintahkan oleh Hansell, membuat mereka berpamitan sesegera mungkin.
****
“Dokter Laos..” seorang wanita menerobos masuk hingga mencengangkan mata semua orang, bahkan anak buah Zates terkesiap melihat kedatangan Dokter Elsiyana, hingga beberapa anak buah Zates undur diri dari ruangan itu. Tentu saja setelah mendengar kabar tentang Zates, Elsiyana yang berada di Amerika langsung bergegas terbang ke Korea, sebab kabar tak sedap terkait Zaterius.
“Elsiyana, bisakah kau tenang” tegur Zates yang kala itu berdiri di samping ranjang Merry untuk memeriksa kondisi wanita yang ia cintai, bahkan Zates yang sudah mengunakan pakaian pasien itu, tetap saja mengkhawatirkan wanita yang selalu menempatkan dirinya di dalam bahaya, membuat Elsiyana merasa jengkel akan perhatian yang tidak mendasar dari Zaterius.
“Maafkan aku, aku terlalu panik tentang mu, karna itulah aku terburu-buru datang. Beruntung kau baik-baik saja” seru wanita itu ketika matanya teralihkan melihat tangan Zates yang tengah memeriksa tubuh Merry.
“Kenapa kau berdiri dari ranjangmu, kau juga seorang pasien Dokter. Seharusnya kau harus berada di tempat tidurmu” ajak wanita itu ketika meraih permukaan baju yang Zates kenakan, bahkan ia menambahkan pakaian hangat di bagian luar mengingat sudah masuk musim dingin.
“Aku baik-baik saja. Kenapa kau datang ke sini, bukankah kau berada di Laboratorium?” tanya Zates saat menghadap Elsiyana, membuat wanita itu mengaruk kepala seraya bingung harus menjawab apa, tidak mungkin ia mengatakan kepada Dokter Laos bahwa mencemaskan dirinya, bisa saja pria yang dingin itu akan berubah menjadi musuh, sebab berada di sisinya sebagai orang yang ia percayai sudah sangat cukup bagi Elsiyana.
“Pekerjaanku sudah selesai. Bagaimanapun anda adalah guru yang sangat penting, jadi sudah sewajarnya aku panik bukan” ujar Elsiyana kehadapan pria itu dengan wajah mengancam, seolah kesal jika akir-akir ini Elsiyana selalu bertemu pria itu di rumah sakit “Tapi ada apa dengamu, bahkan belum sampai satu bulan kau keluar dari rumah sakit, dan hari ini masuk rumah sakit lagi. Jika kau kembali bekerja sebagai Dokter untuk ke rumah sakit, tidak masalah untuk ku. Tapi bagaimana bisa seorang dokter berulang kali datang ke rumah sakit hanya menjadi pasien lagi” dengus Elsiyana seraya berkacak pingang di hadapan Zates, membuat pria itu tersenyum sembari duduk di ranjangnya, sambil melirik Merry yang tertidur di depan mata Zates.
“Dokter juga manusia biasa, meskipun begitu aku juga bingung. Akankah baik-baik saja menempatkan Merry disisiku, sebab semenjak ia berada di dekatku, selalu ada ancaman yang ia terima, dan aku sangat menyesal jika lagi-lagi rumah sakit menjadi tempat kami kembali” seru pria itu dengan wajah bersalah, membuat Elsiyana merasakan sakit atas perhatian dalam yang di berikan pria itu pada Merry, entah kenapa wajah Elsiyana mengelap menatap kearah Merry yang tertidur, namun dirinya tidak bisa menampakan ketidak sukaan itu pada Zates.
“Bukankah sudah aku katakan. Dunia kalian berdua sangat berbeda, hingga bertolak belakang. Dia yang selama ini mecintai Louis Petrov tidak akan pernah keluar dari perasaan suka yang sudah di pertahankan bertahun-tahun, bagaimanapun seseorang tidak akan bisa merubah suka dengan sendiri. Hati dan perasaan seseorang, tidak seperti perubahan cuaca yang silih berganti bisa bertukar di waktunya, jadi dengan menempatkan dirimu untuk dikenali oleh Merry, kalian hanya mengundang masalah masa lalu menjadi masa sekarang. Untuk itulah, berhenti mencintainya dokter, jika kau terlalu takut ia terluka, mungkin saja kau terlalu lelah untuk mengejar wanita di usiamu yang semakin menua” ledek Elsiyana kehadapan Zates, membuat Zates terkekeh mendengar perkataan wanita itu yang terdengar mengolok dirinya.
“Apa kau tengah menghinaku, karna menjadi pria tua” celetuk Zates dengan tawa merekah diraut wajahnya yang cukup tampan, hingga menampilkan dirinya yang lembut dan penuh sikap hangat, tentu Elsiyana tersenyum melihat pria itu seraya duduk di samping Zates dengan berpangku tangan.
“Apa kau benar-benar mencintai Nona Merry?” tanya Elisyana sekali lagi, bahkan kedua orang itu menatap Merry seolah menjadi objek pandangan di kedua mata mereka.
Namun pertanyaan Elsiyana barusan, di balas diam oleh Zates, hanya saja sorot mata pria itu tidak bisa membohongi fakta, jika selama ini hanya Merry wanita yang selalu menjadi tujuan matanya memandang, hanya wanita itu yang ia berikan hati untuk dicitai, dan selama ini Zates tidak pernah berubah sedikitpun, selalu mencintainya dari kejauhan tanpa memeluk ataupun menuntut sebuah balasan
“Jika kau benar-benar mencintainya, kenapa kau tidak serakah saja untuk memiliki Merry” sambung Elsiyana dengan rasa pedih yang mungkin tidak di ketahui siapapum, mata Zates terpaku pada gadis yang bicara di sampingnya, yaitu wanita yang pada pertemuan pertama mereka selalu menebar senyum hangat dan menghantui Zates kemana-mana, hingga sikap polos dan ceria Elsiyana membuat Zates membuka diri padanya, dan bisa bersikap layaknya Zates seutuhnya.
“Maksudku, jika kau benar-benar mencintai Nona Merry, kejarlah. Jika kau tidak ingin memilikinya, menjauhlah. Dengan terus di sisinya tapi hanya ingin menatap dan mengaguminya, sama saja kau tidak melakukan apapun selain mengantung perasaan mu sendiri. Bagaimanapun hati wanita itu istimewa, mereka bisa mencintai dengan sangat, tapi bisa berubah dengan sendirinya, tergantung bagaiman seseoroang menghargai dan memperlakukanya, jika kau tidak melakukan apapun untuk Nona Merry, sama saja kau membiarkan dia tidak mencintaimu, dan membiarkan dia terus mencintai Louis Petrov. Jadi untuk itulah, jika kau benar-benar menyukai Nona Merry, kejar dan serakahlah untuk hatimu sendiri, jika ia yang menolak, itu tergantung bagaimana kau untuk memutuskannya, menjauh atau tetap mencintainya, setidaknya kau sudah berusaha, dari pada penyesalan yang menjadi unjungnya”
Seketika sebuah pelukan di jatuhkan Zates pada tubuh Elsiyana, wanita kecil yang selalu menjadi jalan atas keraguanya, entah kenapa membuat Zates menganggap Elsiyana sebagai seorang sahabat sekaligus adik yang selalu mengerti dan memahami dirinya, dan kali ini kata-kata wanita itu membuat Zates berfikir ulang atas sikapnya selama ini.
“Terimasih Elsiyana” seru pria Zates dengan rasa terimakasih dalam, hingga membuat Elsiyana terpana menatap perlakuan yang Zates berikan padanya.
Namun di pertengah pelukan mereka, mata Merry yang mulai mengerjap membuat ia menarik kesadaran dengan perlahan, melihat kearah langit-langit kamar yang tidak ia kenali, hingga Merry memalingkan wajah melirik kearah samping yang ia rasa ada orang disana. Ternyata benar, dua orang yang Merry kenali berpelukan dengan hangat seolah menyampaikan bagaimana kedekatan diantara mereka berdua, membuat Merry berpaling seketika seraya menutup matanya kembali, meskipun ada rasa tak nyaman di kepalanya.
“Zates dan Dokter Elsiyana” batin Merry dengan begitu lirih, ia yang awalnya ingin membuka mata akibat rasa sakit yang mendera, malah di suguhkan oleh pemandangan yang tidak mengenakan hati, bahkan Merry tidak menyagka Zates memeluk tubuh Elsiyana dengan begitu erat, sambil memberikan usapan lembut di pundak gadis itu “Kenapa aku harus menyembunyikan diri, apa aku terluka melihat mereka” batin Merry sekali lagi, hingga ia di buat tidak tahan dengan apa yaang terjadi.
“Kenapa aku ada di temlat ini, apa yang terjadi padaku” Seluruh pertantayaan itu, hanya mampu di utarakan di dalam mata terpejam yang di paksakan, seolah Merry tidak bisa membuka mata untuk menyaksikan dua orang berpelukan di sampingnya, dan orang itu merupakan Zaterius, pria yang rasanya tidak akan mungkin Merry cintai, namun terasa sakit melihatnya bersama wanita lain.