Girlfriend Another Level

Girlfriend Another Level
Posisi tidak menguntungkan.



Hangat dan sangat nyaman, membuat Merry enggan membuka kedua matanya, sembari merengsek lebih dekat ke sumber kehagatan, bahkan ia dapat merasakan seseorang memberikan perlindungan dengan tubuh kokohnya yang mampu mendamaikan, wanita itu tidak pernah tidur senyaman ini, seolah sepanjang malam ada yang menjadi penangkal keresahan dan kesepian, namun apakah Merry tengah bermimpi atau ia hanya sekedar berhalusinasi atas kenyamanan yang terjadi.


Zates menyungingkan senyuman, saat tubuhnya di peluk tanpa dosa dengan sangat erat, bagaimana tidak Merry benar-benar mencari perlindungan di depan dada Zates yang telanjang, wanita itu sepanjang malam hanya menyampaikan protes dengan penghinaan secara terang-terangan, pada akirnya malah luluh lantah dan tertidur di pelukan Zates, tidakah sikap Merry terlalu naif, seolah ia begitu membenci dan jijik dengan interaksi mereka, tapi sepertinya tubuh Merry tidak ingin berpisan dari Zates.


Di kamar itu, kita tidak akan mengetahui waktu siang ataupun malam, sebab tidak ada pintu cahaya atau sinar matahari yang terakses dengan mata, hanya saja dinding yang terpasang di setiap sudut atau sepanjangan ruangan sangat kuat dan kokoh, terlihat sekali ruangan ini di bangun mengunakan sheet Pile yang terbuat dari baja atau beton dengan ketebalan antara 15-17 Cm, selain itu kelembapan di ruang bawah tanah sangat terjaga, sehingga kita tidak akan merasakan sesak atau terkekang, meskipun ini persis dengan rumah mewah pada umumnya, namun ruangan ini sangat istimewa karna tersembunyi di bawah tanah yang cukup memiliki kedalaman, dan yang paling mengejutkan ruangan ini ada di tengah hutan belantara, bahkan orang normal sekalipun tidak akan berfikir ada tempat seperti ini.


Baru saja Merry membuka mata, ia di suguhkan oleh senyum manis Zates yang terasa mengerikan, seolah pria itu berkata telah memenangkan pertempuran mereka semalam, tentu Merry menatap sekujur tubuhnya yang tidak mengunakan sehelai benang apapun, membuat wajahnya memerah dengan ketidak sukaan, bagaimana bisa ia kalah dengan Zates, tidakah pria itu mengerikan hingga memaksa Merry melakukan hubungan yang tidak pantas.


“Dasar B*jingan, aku tidak akan memaafkan mu” bentaknya dengan mata tajam penuh pertentangan, membuat Zates mengerti apa yang Merry kesalkan padanya, namun entah kenapa Zates tidak ingin menganggu Merry lagi, sebab bisa di pastikan sekujur tubuh Merey pasti terasa remuk.


“Setidaknya, aku merasa kau dengan suka rela mengikuti permainan kita tadi malam. Apakah karna wajah ini, yang membuatmu menikmati permainan” ledeknya dengan sedikit mengoda, membuat Merry terdiam dengan wajah serius, bahkan secara terang-terangan mengilaukan api kebenciaan.


“Iya” Merry membenarkan penuturan zates, kali ini jawaban itu membuat Zates sangat terluka, apakah Merry tengah mengatakan jika ia melakukan hal itu karna menganggap Zates sebagai Louis, tapi tidakah Merry mempertimbangkan perasaanya, bahkan ada sakit yang tidak bisa di jelaskan.


“Jangan berharap aku akan menerima dirimu. Meskipun kau adalah ayah kandung Airyn. tetap saja tidak merubah perasaanku, sebab aku telah mengubur dalam keinginan untuk memiliki lelaki, bagiku selain Louis tidak akan ada pria yang aku cintai lagi” balas Merry sekali lagi, sembari menarik selimut untuk menutupi seluruh badanya, tentu saja Zates hanya tersenyum untuk menghibur diri sendiri seraya melihat wanita itu.


Belum sempat Merry menjauh dari arah ranjang, matanya di buat bingung sebab tidak melihat pintu apa-pun disana, selain pintu keluar, apa jangan-jangan di ruangan ini tidak ada kamar mandi, tapi bagaimana mungkin dengan ruangan semewah ini tidak ada kamar mandi “D-Di mana kamar mandinya?” tanya Merry saat memalingkan wajah, membuat Zates memandang karah Merry untuk menjawab pertanyaan wanita itu.


“Aku tidak suka memiliki kamar mandi di kamar tidurku, karna bagiku itu sangat menjijikan. Tentu saja aku memisahkan kamar mandi dan kamar tidur karna bagiku dua tempat itu tidak layak bersatu, jika kau ingin bertanya di mana kamar mandi, tentu di bagian pintu utama yang tepatnya lorong depan dekat tangga, tentu sebelum masuk kesini kau melihat pintu-pintu disana bukan, dan di pintu-pintu itu aku membuat semua bagian ruangan nyq terpisah, entah itu kamar tamu, kamar mandi, ruang makan, ruang tunggu, ruang kerja ataupun dapur” ucapnya ketika menjelaskan kepada Merry, membuat wajah Merry memanas akan tingkah aneh pria itu, bagaimana bisa ia memiliki fikiran tidak masuk akal seperti itu, seolah ia senang memisahkan semua bagian, bukankah sikap seperti ini contoh-contoh pemikiran seorang Psikopat.


“Aku tidak seperti bayanganmu Merry!! Hanya saja semua orang tidak sama, dan aku tipe orang yang menyukai tampilan seperti ini, apa salahnya membangun rumah dengan selera masing-masing dan seperti inilah seleraku. Lupakan tentang itu, apa kau yakin akan ke kamar mandi mengunakan selimut itu? Tidakah kau berfikir tampilanmu akan mengundang mata anak buahku yang berjaga di luar sana” kali ini Merry mendegus kesal, sembari mengangkat selimut tebal yang hampir melorot.


“Tentu saja aku akan keluar dengan pakaianku” baru saja Merry mengambil bajunya yang berceceran di lantai yang beralas karpet berbulu seperti asli timur tengah, matanya terbelalak melihat pakaian itu telah compang camping hingga tidak layak di gunakan lagi, kenapa Merry tidak sadar jika Zates merobek pakaianya tadi malam, pria itu benar-benar membuat mood Merry hancur.


Zates terkekeh ketika Merry bertingkah mengemaskan, meskipun bukan di usia mereka untuk melakukan hal seperti ini, tetap saja wanita itu sangat cantik pagi ini “Aku akan membantumu keluar” dengan segera Zates meraih tubuh Merry untuk di gendong kearah luar, tentu Merry meronta di lepaskan, namun Zates tidak mempedulikan, dengan kekuatan Zates yang masih prima sehingga tidak akan ada yang menyangkan jika ia sudah berumur cukup.


Merry di gendong di pelukan pria itu, seluruh anak buah Zates membalikan badan bahkan bubar dari sana, mereka mempersilahkan Zates berlalu tanpa menganggu, tentu saja hal ini juga menjadi peraturan Zates sendiri sebab ia tidak suka jika anak buahnya ada di sekitarannya.


Merry di jatuhkan ke bathub tanpa sehelai benang, bahkan di bak mandi itu sudah di sediakan air dan wewangian aroma therapy untuk memanjakan tubuh, Merry berendam tanpa bisa menolak, seolah tidak ada kekuatan untuk melawan pria itu ataupun berdebat.


“Apa yang kau lakukan disini, keluar lah” usir Merry degan begitu geram


“Kepana aku harus keluar, aku juga ingin mandi, bahkan semua ini sudah ku siapkan dari pagi untuk kita berdua”


“Apa kau gila!! Siapa yang ingin mandi dengan mu” bantah Merry saat melindungi tubuhnya dengan tangan


“Tentu saja aku bukan orang gila, hanya saja aku terlalu tergila-gila padamu. Lain dari itu, untuk apa kau memerah seperti ini, setelah waktu panas yang kita lewatkan tadi malam, apa kau tidak menyadari bagaimana kau mendesah nikmat saat permainanku semakin bertenaga, kau bahkan membantu diriku memainkan nya…” dengan sigap Merry menutup mulut pria yang kurang ajar itu, seolah tidak ingin mendengarkan apapun dari mulutnya yang tidak sopan santun.


“Bagaimana ada manusia tidak tahu malu seperti dirimu” hina Merry dengan mata membulat, membuat Zates tersenyum sembari menjauhkan tangan Merry dari mulutnya.


“Jadi terima saja takdir ini” dengan penuh penolakan yang pada akirnya Merry selalu kalah, membuat Zates merasa sangat bahagia atas kemenanganya, Merry tidak mengerti kenapa pria itu bersikap memanjai dirinya, sehingga Merry sendiri tidak bisa menolak meskipun ia membenci.


Setelah selesai membersihkan diri di dalam sana meskipun dengan sekelebat percintaan di ruangan itu, akirnya Merry tengah bersiap-siap dengan pakaian yang telah Zates sediakan, pria itu benar-benar memperlakukan Merry seperti istrinya, bahkan ia tidak tahu sama sekali jika pria itu bisa memesan pakaian yang pas di tubuh nya, membuat Merry merasa sangat kesal akan sikap Zates yang sepertinya lancang.


Selama ini tidak pernah ada pria yang memasakan sesuatu untuk dirinya, kali ini Zates memasakan sarapan untuk Merry, tentu terima tidak terima Merry harus memakannya, sebab hanya itu yang bisa ia lakukan agar mempertahankan staminanya.


“Bagaimana dengan Hansell, apa kau sudah memberikannya sarapan?” tanya Merry dengan gugup, membuat Zates meneguk minumanya sebelum membalas pertanyaan Merry.


“Setelah malam itu, aku menempatkan Hansell di kamar tamu, tentu aku memberikan makanan yang layak untuk menantu ku. Karna sebentar lagi putri kita akan pulang” sontak perkataan itu membuat mata Merry membulat.


“A-a-apa maksdumu” lirihnya dengan sangat takut, bahkan Merry tidak bisa melanjutkan makananya.


“Apa kau belum tahu apa yang di gunakan Hansell?” tanya pria itu dengan wajah polos, membuat Merry mengelengkan kepala kearah Zates.


“Airyn akan kesini untuk menjemput suaminya, karna itulah aku tidak ingin melepaskan Hansell. Sebab Hansell memiliki sistem pelacak di tubuhnya yang mana Airyn akan mengetahui keberadaan suaminya. Tentu saja sistem itu belum diaktifkan Hansell sebab ia masih waspada dengan sekitar, tapi setelah kau dan Hansell berpisah tentu aku meyakini pria itu tengah menimbang-nimbang untuk mengaktifkanya, untuk itulah aku menarikmu dari ruangan kotor itu” jelasnya kehadapan Merry sambil memasukan beberapa potong roti ke mulutnya, bahkan Zates mengunyah dengan santai seolah segala hal telah dia perhitungkan.


“Sistem pelacak apa?” seru Merry dengan pertanyaan, membuat pria itu tersenyum ketika melihat wajah bingung wanita itu, dengan perlahan Zates menyingkirkan sisa roti yang ada di dekat bibir Merry sebelum menjelaskan.


“Aku memiliki perusahan Farmasi terbesar di Amerika yang sudah aku dirikan semenjak 1999 yaitu 20 tahun yang lalu, tentu saja perusahaan ini memonopoli hak distribusi beberapa jenis obat, vaksin, ataupun bioteknologi yang tengah kami kembangkan. Dan Grup HS beberapa tahun ini tegah membuat terobosan baru yang berada di bawah nauganku, namun tanpa Hansell sadari perusahaanku yang sebenarnya membantu jalan penemuan terbaru ini. Selama 3 tahun terakir ini akirnya perusahaan HS berhasil menyelesaikan progam pelacak yang terbuat dari Bioteknologi untuk menemukaan seseorang yang misalnya jauh dari jangkauan, tentu saja Zat-Zat itu melalui tes yang panjang hingga akirnya lolos dari pemeriksan tanpa efek samping, sampel itu merupakan sebuah Cream yang sangat lumer dikulit, cara mengaktifkanya hanya dengan mengosok Cream yang sudah di oleskan, masa zat-zat itu akan bekerja mengirimkan sinyal kepada monitor pemantau. Dan semenjak Hansell menghilang ia belum mengaktifkan benda itu sehingga Airyn belum mengetahui dimana Hansell berada, tentu yang paling terunggul dari kemampuan ini adalah sinyalnya yang tidak akan terlacak oleh siapapun, tapi berhubung penemuan ini berada di bawah kendaliku, tentu aku bisa mengetahui cara menemukan sinyalnya, dan aku tengah memantau sinyal itu” jelas Zates kepada Merry secara lugas, membuat wanita itu terdiam sembari memandang penuh perhatian, apakah pria itu jenius yang mengerikan, entah kenapa membuat Merry sangat takut, seolah ia melihat sisi Airyn di diri Zates.


Selama ini Merry hanya melihat Airyn Petrov yang selalu bekerja selangkah dari orang lain, namun kali ini Merry melihat sosok lain dari putrinya, hingga tanpa tes DNA pun Merry merasa sangat yakin jika pria itu adalah ayah kandung Airyn, sebab kelicikan dan kejeniusan serta otak cerdik yang tidak tertandingi itu dimiliki oleh pria itu, tidak heran kenapa Airyn terasa mengerikan, jika sebenarnya Airyn mewarisi separoh dari gen ayahnya.


Tubuh Merry terhayung seolah tidak mampu percaya lagi, kenapa malah serumit ini, apa yang akan Airyn lakukan jika mengetahui kebenaran tentang asal usul dirinya, wajah Zates berubah menjadi cemas setelah melihat Merry pucat pasi.


“Apa kau baik-baik saja?” tanya pria itu ketika menghampiri Merry yang ada di seberang dirinya, ia dengan segera memeriksa bagian vital Merry, bahkan mendekatkaan telinganya ke dada seolah tidak ada rasa segan.


“Aku seorang Dokter dan pengusaha, meskipun aku sering melakukan pekerjaan di belakang layar” ucapnya kepada Merry, sadar jika wanita itu ingin tahu akan kehidupanya Zates berdiri dari sana sembari merapikan piring makan mereka untuk di pindahkan ke dapur.


“Maaf Merry. Aku akan melepaskan mu nanti, hanya saja aku perlu menemui Airyn. Setelah itu aku akan melepaskan kalian” ucap Zates saat berdiri membelakangi Merry dengan jarak yang cukup jauh, tentu ada pertanyaan setelah mendengar pernyataan Zates barusan.


****


Siang harinya Hansell bangun di sebuah kasur yang cukup nyaman dan layak di tidurkan, kali ini tubuhnya tidak terikat bahkan bebas secara paripurna, namun ia seperti terkurung di kamar tanpa ada jendela atau pintu untuk keluar dari sana, tentu Hansell sedikit bingung atas situasi ini, bagaimana bisa dia berakir di tempat seperti ini setelah ia di pingsankan tadi malam, bahkan ada sebuah makanan yang di sediakan untuknya di nakas, tentu makanan itu mengandung protein yang cukup sehingga nampak baru di buatkan untuk Hansell, perlahan pria itu meraih air mineral untuk di teguknya hingga tandas.


Ia memegang kepalanya yang di dera rasa pusing, sedari sadar Hansell tertuju pada lenganya yang menjadi tempat cream itu bersemayam, bahkan Hansell menimbang-nimbang untuk megaktifkanya atau tidak, sebab ia sangat yakin Airyn tengah menunggu di depan monitor saat ini, namun apakah ini waktu yang tepat untuk memberitahu Airyn, sebab ia tidak bisa mengetahui Merry baik-baik saja atau tidak.


Cklek..suara pintu itu menarik perhatian Hansell sehingga ia menatap kearah pria yang masuk dari sana, tentu sebelumnya Hansell tidak pernah melihat pria itu sebab ia hanya bertemu para Bodyguard yang sering bersamanya di ruangan kotor, hanya saja Hansell seperti mengenal wajah pria yang tidak asing bagi dirinya, tapi ia tidak bisa mengetahui dimana dirinya bertemu pria itu.


“Apa kau baru saja bangun? Sepertinya kau mengenal diriku?” sapa pria itu beserta pertanyaan pada Hansell


“Siapa kau, aku merasa tidak asing dengan dirimu. Hanya saja aku tidak mengetahui dimana aku pernah melihatmu” balasnya ketika berdiri dari pinggir ranjang


“Cukup menarik jika kau tidak mengenali ayah mertuamu Hansell” sontak penuturan Zates yang tidak bertele-tela itu membuat Hansell terpana seolah masih mencerna, apa maksdu pria itu sebenarnya "Ayah mertua"


“Apa yang kau ucapkan. Jangan sembarangan mengaku sebagai ayah mertuaku” bantah pria itu dengan sikap garang, membuat Zates tersenyum sembari berjalan menghampiri Hansell, tentu postur tubuh keduanya tidak memiliki perbedaan, hanya saja Hansell masih di landa bingung yang bekerpanjangan, memangnya siapa pria itu sebenarnya.


“Lupakan saja siapa aku. Hanya saja aku membutuhkan bantuanmu kali ini” belum sempat Hansell bicara, Zates menancapkan jarum kebagian leher Hansell, bahkan membuat pria itu tidak percaya jika pria itu melakukan hal seperti itu tanpa terduga, yang menjadi pertanyaa, apa yang ia suntikan pada tubuh Hansell, apakah racun yang membunuh, atau sesuatu yang membahayakan dirinya?Namun Hansell tidak percaya jika pria itu menancapkan itu pada dirinya, tetapi kenyataan tubuhnya yang lunglai hingga kesadaranya yang mencapai ambang, membuat Hansell membenarkan tududah itu.


“K-kau..”suara Hansell menghilang hingga matanya berkunang, perlahan ia menutup kesadaran seolah tidak mengetahui apa yang sebanarnya terjadi, tentu Zates melihat tubuh pria itu ambruk di bawah kakinya, sembari menatap sekujur tubuh Hansell yang bahkan mengingatkan dirinya pada Hamillton.


“Kau benar-benar putra Hamillton dan Charmilla. Sayangnya kau adalah pria yang di cintai putriku, membuat aku tidak bisa menyentuh nyawamu, bahkan aku sudah memperingati dirimu untuk tidak menikahi atau memiliki Airyn, tapi sepertinya kau sekeras itu akan putriku, dan yang paling menyebalkan Airyn bahkan melindungimu dengan nyawanya. Bagaimana bisa aku melawan kuasa Airyn selain membiarkan dia bersama mu. Hanya saja masa lalu antara kalian yang tidak bisa di hapus, tentu akan menjadi rintangan yang sulit di tangani” ucapnya ketika menatap Hansell secara seksama.


“Tuan..”sapa Dorbin ketika berdiri diambang pintu dengan anak buah di belakangnya, membuat Zates memalingkan wajah seraya berdiri dari sana.


“Berikan ia infus dan aktifkan sistem yang terpasang di tubuhnya” perintah Zates kepada anak buahnya, membuat mereka mengerti atas apa yang harus di lakukan, tentu saja pria itu memberikan Hansell obat untuk menidurkan dirinya secara paksa, selain itu Zates juga tengah membiarkan pria itu istirahan sebab ia tengah mengalami demam yang cukup tinggi karna berada di ruangan yang tidak memiliki kelembapan yang baik.


Setidaknya setelah Airyn kembali, pria itu sehat seperti apa yang Zates inginkan, tentu saja ia tidak bisa membuat Airyn kecewa atau merah, bahkan saat anak buahnya memukul Hansell hingga terluka, Zates membalasnya menjadi 10 kali lipat sehingga ia tengah sekarat di ruang pembuangan yang ada di persimpangan jalan menuju ruang bawah tanah ini.


Setelah Zates keluar dari ruang istirahat Hansell, Dorbin menatap pria itu dari arah jauh, tentu sampai sekarang ia masih belum mengerti dengan tindakan Zates, selama ini hanya dua orang ini yang mereka tawan namun tidak boleh di sentuh tangan, sebenarnya apa hubungan pria itu dengan Airyn dan juga Merry serta suami dari Nona Petrov, tentu ada kekesalan bagi Dorbin sendiri setelah melihat Zates mengendong Merry menuju kamar mandi, sebab ia melakukan taruhan dengan rekanya tentang hubungan diantara keduanya, dan Dorbin merugi besar sebab tebakanya salah.


“Angkat dia, dan bawa Dokter itu memeriksa keadaanya, pastikan pria itu mendapatkan pemeriksaan secara menyeluruh dan pastikan di baik-baik saja” perintah Dorbin pada anak buahnya, tentu saja mereka mendatangkan beberapa Dokter yang mengenal Zates secara pribadi, dimana mereka tidak akan berani membocorkan tempat ini, sebab nyawa mereka telah terikat dengan pria itu. Setelah selesai memindahkan tubuh Hansell, beberapa Dokter memberikan pemeriksaan pada pasienya, sebelum memastikan dia sudah baik-baik saja di bawah obat bius.


****


Sedangkan di Villa tempat Frada, Darel dan Airyn menetap melakukan hal yang sama seprti kemarin, masih sibuk melacak-lacak namun tidak menemukan apapun, sebuah suara memantul dari monitor pemantau, membuat Frada bergerak cepat memeriksa hal itu, begitupun dengan darrel dan Airyn yang memperhatikanya.


“T-tuan Hansell menyalakan lokasinya, dia ada di hutan belantara sebelah utara dari perbatasan tempat mobil Nona Merry menghilang sebelumya” jelas gadis itu secara gugup sembari menatap kearah Nona Petrov yang terlihat tegang.


“N-nona sepertinya dugaan anda benar. Jika orang itu membawa Tuan Hansell ke hutan ini” sambung frada ketika menunjuk peta elektronik yang ada di depan mereka, setelah menuturkan penjelasanya mata Frada tertuju pada Airyn sembari melanjutkan penuturan “Bagaimana bisa anda menyimpulkan nya jika Tuan Hansell berada di sana” sambung gadis itu dengan penasaran, sebab ia tidak mendapatkan alasan yang jelas kenapa Nona Petrov selalu memaksa dirinya memeriksa kawasan itu, padahal dia tidak menemukan titik kehidupan disana, dan kali ini sinyal Tuan Hansell berada di lokasi itu, bagaimana mungkin ini terjadi, bahkan wanita itu bisa menganalisi tanpa mengunakan perangkat.


“Luar Biasa” gumam Frada ketika masih tidak mempercayai keadaan. Kali ini Airyn memandang penuh perhitungan, mulai berfikir langkah tepat untuk mengambil ancang-ancang, tentu saja Airyn tidak bodoh, dan ia dapat menebak jika ini semua ada campur tangan orang itu dalam menunjukan sinyalnya, sebab tidak mungkin bisa semulus ini mendapatkan lokasi Hansell jika tidak ada jebakan yang menanti, sudah sangat di pastikan pilihan apapun akan mengantarkan Airyn pada jebakan dan perangkap mereka.


Sebab sedari awal target pria itu adalah dirinya, membuat Airyn bertanya-tanya ada alasan besar apa di balik semuanya, sehingga orang yang sudah menyembunyikan diri begitu lama, kali ini menampakan belangnya untuk di kenali, melihat Nona Petrov masih berdiam diri di hadapanya, tentu Darrel mencoba mengemukakan suara.


“Nona, biarkan saya mempersiapkan anak buah handal yang kita miliki lengkap dengan persenjataan, dan saya akan mengunakan banyak koneksi untuk membuat jaringan perangkap untuk orang itu, lain dari itu kita bisa menarik orang-orang hebat kita untuk menyelesaikan misi kali ini, sehingga menjadi perisai pelindung jika saja orang itu memiliki kemampuan hebat—“


Mulut Darell merapat ketika Nona Petrov memberhentikan pendapatnya dengan mengangkat tangan, membuat pria itu menatap ingin tahu maksdu penolakan dirinya “Jangaan gegabah Darrel. Lupakan tentang semua perlindungan dan keamanan itu. Sebab yang terbaik untuk di lakukan dengan menumui orang bersama tangan kosong” ucap Airyn dengan wajah serius penuh sikap antisipasi, membuat Darrel dan Frada mengalihkan pandangan pada wanita itu seolah mereka tidak dapat memahami tujuan Airyn sebenarnya.


“Nona, kau tidak bisa melakukan hal itu! Sebab kau malah seperti mengantarkan makanan ke kandang singa yang kelaparan. Kita tidak mengetahui sebesar apa kekuatan yang di miliki oleh orang itu, jadi sangat aman jika Darrel menyiapkan keamanan serta perlengkapan untuk anda” bantah Frada dengan penuturan logis, membuat Darrel menganggukan kepala seolah setuju dengan gadis itu.


Airyn menatap kearah mereka, sembari berpangku tangan dengan sikap menantang “Menurutmu siapa yang paling berkuasa di kerajaan bawah tahan hingga menguasai pasar gelap di seluruh dunia?” tanya Airyn kearah Frada.


“Tentu saja anda Nona” celetuk gadis itu dengan sikap polos tanpa perhitungan.


“Benar!! Akulah yang paling berkuasa dan bisa mengendalikan semuanya di bawah perintahku, bahkan aku bisa membuat semua pergerakan bawah tanah beroperasi jika aku ingin melacak keberadaan orang itu. Tapi apa kau tahu kenapa aku tidak pernah mengunakan koneksi itu?” tanya Airyn saat mengantung pertanyaanya, membuat Frada membulatkan mata sembari memutar kepala dengan polos


“Karna, ada yang jauh berkuasa di bandingkan diriku. Sama halnya dengan tempat yang aku duduki saat ini,meskipun semua orang mengetahui itu adalah miliku secara pribadi, tapi tempat itu hanyalah sebuah cangkang kosong tanpa ada otoritas personal di dalamnya. Meskipun aku bisa mengerakan mereka, tapi untuk menemukan orang di balik surat kontrak aku tidak bisa. Karna apa? Yang mengendalikan kursi dan tempatku adalah orang itu. Yang berada di balik layar namun memiliki kekuatan penuh adalah dirinya. Siapapun yang kita ajak kerjasama untuk menghancurkanya, akan melah berbalik haluan untuk menjadikan kita musuh, karna itulah Frada percuma mengunakan seluruh koneksi jika kekuasaan itu berada di tangan orang lain” kali ini Darrel baru mengerti begitupun dengan Frada yang tidak percaya dengan kehidupan yang seperti itu, bagaimana cara Airyn bertahan di posisinya yang tidak menguntungkan ini?