
Hampir seminggu dari kecelakaan yang menimpa kaki nya Airyn, sekarang dirinya sudah hampir sembuh meskipun ada sedikit jejak disana, namun bisa memudar dengan sendirinya, Airyn hanya sibuk mengurus perusahaan nya melalui laporan yang berikan oleh Marry, kenapa dirinya begitu mempercayai Marry dan Berto karna Airyn yakin mereka tidak akan menkhianati dirinya.
Marry dan Berto orang yang paling paham bagaimana jika mereka berkhianat kepada Airyn, Hal itulah yang yang menjadi dasar kenapa dirinya mambiarkan mereka berdua yang mengelola perusahaan nya. Dan dia hanya bekerja dibelaakang layar seperti biasa.
Diakir pekan Hansell selalu mengambil waktu Weekend nya, lantaran dia ingin menghabiskan waktu dengan Airyn dan Angel, sedangkan Darrel sangat sibuk dengan urusan pekerjaan di waktu libur.
Saat ini Somi sangat jarang ke perusahaan lantaran dia memiliki waktu yang begitu padat dengan jadwal syuting nya, bahkan dirinya tudak sempat menghubungi Hansell, saking banyaknya Tawaran sana sini yang dipenuhi oleh artis papan atas yang tengah naik daun seperti Lee Soo Me
Meskipun untuk Hansell menjawab telepon dari Somi sangat tipis namun tidak akan membuat gadis keras kepala itu menyerah, setipis apapun kesempatan yang dimiliki, dirinya tidak akan melewatkan hal itu.
Kilat kamera memotret kedatangan Somi dibandaran, bahkan dirinya terpaksa tersenyum untuk memanjakan kamera yang ada, sebagai pemiliki Tahta Dewi Korea yang dinobatkam oleh Fasn garis kerasnya, Somi harus bersikap ramah dan sopan dimanapun dia berada, bahkan Somi harus wajib tersenyum sesakit apa yang dirasakan oleh tubuhnya.
Semua pengemar bersorak-sorai meneriaki nama Somi degen cinta untuknya, bahkan pria bertubuh kekar menjaga jalan untuk dirinya dapat keluar dari kerumunan, tentu saja dia harus tersenyum dan selalu tersenyum.
Seketika Somi bernafas lega setelah memasuki mobil yang menunggu dirinya, dia menyandarkan diri ke kursi yang didudukinya dengan menghela nafas panjang. Seketika Asisten nya menyodorkan minuman kepada gadis itu, Somi meneguknya dengan begitu rakus, sedangkan Manager nya hanya sibuk membacakan jadwal yang harus dihadiri oleh dirinya.
“aku harus menjumpai ibu ku” balasnya dingin, membuat Manager itu terhenti dari kegiatan yang dilakukan nya
“tapi, anda harus melakukan Gladi Resik untuk acara nanti malam nons” jelas nya
“batalkan saja, aku harus bertemu ibu ku” seketika itu kata-kata nya sangat mutlak dan tidak dapat dibantah, Manager itu menghubungi pihak stasiun televisi, dia membatalkan jadwal Somi dengan alasan kesehatan Somi yang tidak memungkinkan, meskipun ada kekecewaan dari pihak penyelenggara namun bagaimana lagi, Somi tidak bisa diganggu gugat sembarangan, bahkan ayahnya sendiri yang memiliki stasiun televisi itu.
Gadis itu menapakan kaki di rumah sakit, seketika Somi berjalan ke kamar ibunya, dia mengunakan kacamata hitam dan masker mulut untuk menutupi wajahnya, tentu saja penampilan nya sangat mencolok, namun sangat mencolok lagi jika tidak mengunakan apa-apa.
“ibu” teriak Somi kepada kedua orang tua nya
“Somi” balas ibunya dengan lirih, ketika melihat ke arah wanita yang tegah membuka pintu kamar nya
Sektika Somi memberikan pelukan kepada ayahnya, dan memeluk Ibunya dengan begitu rindu bahkaan Somi membaringkan tubuh disamping ibunya yang terlentang lantaran kasur itu sangat luas dan empuk.
“aku merindukan mu” kata-kata itu terucap dengan lirih ke telinga ibunya
“ibu juga merindukan mu, apa kau begitu sibuk sampai bisa sekurus ini sayang”
“iyaa, aku sangat sibuk, hingga uang ku sangat banyak bu, bagaimana ini? Kau harus sehat agar kita dapat menghabisi nya” seketika itu gelak tawa terjadi diantara mereka bertiga
Somi memang bukan akan kandung Tuan Ji, namun Somi anak kandung Ibunya, Tuan Ji menikahi Ibu Somi ketika wanita itu berstatus janda anak satu, dan juga Ibu Somi adalah cinta pertama Tuan Ji, ada beberapa kisah panjang yang terjadi diantara mereka hingga membuat keadaan seperti sekarang, entah kenapa rasanya senyum Tuan Ji memudar ketika menginggat kata-kata yang dilontarkan Airyn kepadanya, dia bahkan menatap panjang ke arah Somi, meskipun selama ini Somi bukan anak kandungnya, tapi dia sangat mencintai Somi selayak darah daging nya sendiri, sangat tidak mungkin anak yang dibesarkan nya akan melakukan hal seperti itu kepada keluarga, namun yang mengatakan hal tersebut bukan lah orang sembarangan, dia adalah Airyn Petrov yang memiliki kekuasaan tertinggi dari dirinya, bagaimana bisa dia mengetahui Somi bukan anak kandung Tuan Ji jika dirinya tidak menyelidiki, bahkan dikorea tidak ada yang mengetahui fakta ini selain keluarga mereka, seakan hal ini memang tidak pernah terpercik keluar untuk di beritakan, membuat Tuan Ji mengkerutkan kening ketika dia memilah-milah tiap lembar permasalahan nya
“ayah apa kau sakit?” seketika itu Somi melihat kewajah Tuan Ji yang sangat tidak senang dan terlihat sedikit tegang disertai pucat
“tidak nak, temani ibumu sebentar Ayah akan kembali kekantor, ada beberapa hal yang harus ayah kerjakan” balasnya, seketika Tuan Ji meninggalkan pasangan ibu dan anak itu sedangkan beliau berlalu ke luar ruamh sakit.
Keesokan hari nya, Hansell berada di dalam kantornya untuk membahas beberapa hal dengan Darrel, Darrel tengah sibuk mengotak atik komputer sedangkan Hansell tengah asik memeriksa beberapa laporan yang dibuat Darrel untuk nya.
“kalo tidak salah perusahaan ini ikut dalam Tender Elektronik kali ini kan?” tanya Hansell ketika matanya terhenti memeriksa beberapa laporan
“iya mereka menekan kan harga yang tinggi, membuat harga pasaran meningkat karna itu tuan, bahkan inovasi barunya saja begitu laku dipasaran” balas Darrel
“baiklah pertahankan perusahaan ini, dan buat kerja sama yang menguntungkan untuk kita dan dia” seketika itu telepon Hansell berbunyi, dia beralih kearah samping ternyata Paman Ji penelepon dibalik sana, Hansell pun meraih telepon nya dan mengangkat panggilan itu
“ hallo Paman Ji” sapa Hansell
“oh nak Hansell, apa kau ada dikantor?” tanya beliau
“ada paman”
“Hansell, apa kau ada waktu sebentar, ada hal penting yang ingin paman diskusikan” pinta nya, membuat Hansell melihat jam Rolex edisi terbaru yang melingkar ditanga nya
“ada paman, sebentar lagi juga jam makan siang” balas Hansell kepada Paman Ji
“oh baiklah nak, paman sudah hampir dekat, terimakasih atas waktu mu” seketika Tuan Ji menutup telepon nya dan mengakiri panggilan mereka
Hansell kembali melanjutkan beberapa pekerjaan yang membutuhkan tanda tangan nya, seketika itu Darrel keluar lantaran ini sudah jam makan siang, dia berlalu meninggalkan ruangan untuk membelikan makan siang untuk Hansell, karna bos nya itu menghabisi jam makan siang bertemu dengan Tuan Ji
Tak lama kemudia Tuan Ji memberikan sapaan kepada Darrel, dan berlalu menuju lift, beliau mengepalkan tangan untuk menumpuk keberanian, bahkan Tuan Ji sangat gugup untuk menemui Hansell.
saat beliau membuka pintu kantor, Hansell lansung berdiri dan menyambut kedatangan nya, dia mendudukan diri seraya mempesilahkan Tuan Ji duduk didepan nya, mereka berbasa-basi untuk beberapa saat hingga Tuan Ji mengatakan tujuan dirinya menghampiri Hansell
“begini, paman ingin menemui Nona Petrov karna ada hal pribadi yang ingin paman diskusikan dengan nya” jelasnya sambil menatap Hansell, membuat pria didepan nya mengkerutkan kening untuk menginginkan penjelasan lebih lanjut “ini bukan masalah bisnis Hansell, ini hanya masalah pribadi saja” tutupnya dengan tersenyum
“paman, Airyn bukanlah wanita biasa, kita tidak bisa sembarangan terlibat dengan dirinya, karna itu sangat berbahaya, sebab karna ini bukanlah masalah bisnis yang membuatku mengkhawatirkan kali berdua, sebenarnya ada masalah pribadi apa antara paman dan Airyn?” mendengar pertanyaan itu Tuan Ji merasa emosi hingga tidak dapat mengendalikan diri
“Hansell, ini bukan masalah mu, aku hanya menginginkan informasi yang penting dari nya, sekarang begini saja apa kau bisa mempertemukan aku dengan Nona Petrov, jika kau tidak bisa aku akan mencari cara lain” bentak nya dengan kasar, membuat Hansell mengkerutkan kening melihat sikap beliau
“paman, maaf jika Hansell menyinggung mu, hanya saja aku tidak ingin kau terlibat dengan sesuatu yang berbahaya” tentu saja Hansell tidak bisa membuat Tuan Ji berada didalam bahaya, namun lebih tepatnya, dia tidak bisa membuat Airyn terlibat dengan banyak orang, lantaran hal itu akan membuat dirinya menambahkan satu beban dihidupnya, jika Airyn melibatkan diri berarti dia harus melindungi keberadaan orang itu, Hansell mungkin tidak tau masalah apa yang dimiliki Tuan Ji dan Airyn, namun dirinya tau ini bukan lah masalah biasa yang tidak bisa disepelekan
“lalu bagaimana? Apa kau bisa mempertemukan ku dengan Nona Petrov?” tanya nya sekali lagi
“saya akan memberitahu Airyn dulu, sebenarnya itu bukan lah keputusan saya untuk melarang dia bertemu dengan anda, karna itu saya akan mengkonfirmasikan nya kepada Airyn, selanjutnya saya akan mengabari paman” balas Hansell dengan sopan
“baiklah terimakasih atas bantuan nya” Tuan Ji tersenyum dan berlalu meninggalkan ruangan, dia yakin Nona Petrov pasti akan menemuinya. Sedangkan Hansell hanya sedikit takut jika hal ini akan membahayakan Airyn, dia mengepalkan tangan melihat pintu ruangan yang barusan ditutup
“aku tidak akan mengampuni siapa saja yang menyakiti Airyn, tidak terkecuali dia orang terdekatku, bahkan diriku sendiri akan ku hukum jika menyakitinya” gumam nya dengan emosi yang tidak tertahankan.