
Selama lima tahun Hansell tidak pernah bahagia dengan hidupnya, hanya Airyn lah
yang mampu membuat jantungnya berdetak hebat dan tubuhnya menjadi gugup, bersama wanita ini Hansell merasakan cinta yang dimiliki seutuhnya, dia dengan mudah mengenali perasaan nya sendiri, bahkan dengan jujur dia tidak rela terpisahkan, Hansell tau ini akan sementara dan karna itulah dia akan menikmati detik-detik pertemuan mereka, jika tuhan menghadiahkan Airyn atas penghukuman diri yang dilakukan nya, dia akan menjalani waktu yang begitu sekejap hingga akirnya berpisah kembali.
Dengan begitu tenang nya Airyn terlelap ditengah sore, ditambah perlindungan tubuh Hansell yang begitu nyaman, membuat Airyn tak mampu bangun dari tidur panjang, tentu saja Hansell merasakan keram di lengan nya karna menopang kepala gadis itu, dia meraih tubuh Airyn secara perlahan, mengangkatnya ke kamar dan membaringkan Airyn disana, tak lupa Hansell menyelimuti Airyn dan menghadiahkan kecupan di kepala wanita nya.
Hansell kembali keruang tamu dan memeriksa beberapa berkas mengenai permasalahan Tuan Ji, dia meng-scrool layar hp nya ke atas dan kebawah beberapa kali, Hansell begitu serius hingga waktu berlalu sampai malam, dia terbaring diruangan itu dengan layar hp yang terbuka, tentu saja Airyn terbangun dari tidurnya dan melihat Hansell masih berada diruang tamu, entah mengapa ada rasa lega disana ketika mendapati Hansell masih di rumah nya.
Airyn meraih handphone milik Hansell tak sengaja dirinya melihat beberapa laporan yang berada di dalam layar itu, dahinya mengkerut ketika memandangi layar hp Hansell, membuat Airyn memperhatikan dengan lebih serius
“apa kau sudah bangun” suara Hansell mengagetkan fokus Airyn membuat nya mengembalikan handphone itu ketangan pemiliknya
“maafkan atas kelancangan ku” celetuk Airyn,sambil merapikan rambut nya
“tidak apa-apa ini masalah perusahaan Tuan Ji” jelas Hansell
“begitukah” Airyn menjawab dingin dan berlalu kekamar.
Airyn sibuk bercakap-cakap dengan Marry dibalik telepon milik nya, dia membahas beberapa hal mengenai permasalahan di perusahaan Tuan Ji, tentu saja Airyn merasa geram dengan hal yang baru saja dilihat nya.
“Airyn” seketika itu Hansell memanggil Airyn dari arah luar, membuat gadis itu menyudahi percakapan nya
“sebentar” Airyn membukakan pintu kamar untuk Hansell
“ada apa?” tanya nya
“seperti nya aku harus balik ke Hotel, karna aku akan segera pulang ke Korea, aku telah mengundur 2 hari disini” jelas nya
“kenapa kau cepat sekali balik kesana?” tanya Airyn
“aku harus mengoptimalkan perusahaan tuan Ji selama satu minggu ini bukan, jika tidak aku akan kehilangan kesempatan itu, ini sudah 2 hari aku lewatkan untuk bersenang-senang” godanya dengan tersenyum
Sebenarnya ada rasa tidak rela ketika pria itu ingin pulang, namun Airyn harus membohongi dirinya sendiri, dia tidak punya alasan menahan orang osing disini, ditambah Airyn hanyalah seorang wanita, bahkan dengan sikapnya yang seramah ini kepada Hansell saja bukan seperti gaya nya biasa.
Airyn mengantarkan pria itu kedepan, namun sebelum Hansell memasuki mobil nya, didepan pintu villa, Hansell memeluk gadis itu dengan begitu hangat, membuat Airyn terdiam akan pelukan tersebut, namun entah kenapa Airyn memeluk tubuh Hansell seakan tidak rela ditinggalkan, air matanya menetes begitu saja terasa begitu menyakitkan, bagaimana bisa ini terjadi kepadanya, dia seperti kehilangan seseorang atas kepergiaan Hansell, membuat Airyn tersedu-sedu saat mendekap erat tubuh Hansell
“Airyn kenapa?” Hansell memenangkan Airyn dengan memeluknya secara lembut, dia membelai kepala gadis itu dengan begitu sayang, bahkan isakan tangis Airyn saja membuat relung hati nya terluka,bagaimana bisa Hansell begitu mencintai gadis ini, seakan dirinya tidak mampu lagi merasakan sakit yang sama.
“Airyn bicaralah kenapa kau menangis” tanya Hansell sekali lagi, namun Airyn hanya membalasnya dengan isakan, tentu saja Hansell tidak mampu lagi menangung kekhawatiran nya, dia sangat takut terjadi sesuatu dengan Airyn
“Airyn” Hansell melepaskan tubuh gadis itu dari pelukan nya dengan paksa, menatap mata Airyn yang didera air mata, Airyn hanya menundukan diri dengan tersedu, seketika Hansell memeluk kembali dirinya, sepertinya dia begitu menyesal telah melepaskan pelukan mereka
“maafkan aku, kau kenapa Ryn, jelaskan padaku, apa ada yang menyakitimu, dimana sakitnya, katakan, kumohon” lirih Hansell begitu perih, membuat Airyn hanya mampu terisak begitu sesak
Hansell melepaskan tubuh Airyn dari dirinya, dia mengangkat kepala yang tertunduk itu untuk menatap matanya, sepasang mata mereka saling bertemu seolah mengungkapkan keinginan yang sama, Hansell mengenggamkan jemari tangan nya ke pipi gadis itu, dia menundukan tubuhnya untuk disesuaikan dengan jangkauan wajah Airyn, sekarang ciuman lembut nya mendarat di bibir ranum dan tipis, Hansell mendiamkan tangisan Airyn dengan kecupan manis nya, untung saja hal itu berhasil dan membuat Hansell begitu tergoda untuk lebih, setidaknya saat ini usia mereka mencukupi untuk melakukan hal tersebut, dan Airyn bukan lagi gadis remaja bagi Hansell, dia ******* dalam bibir gadis itu tanpa ampun, Hansell mencerca tiap inci mulut Airyn yang begitu mulus dan tipis, membuat Airyn merasakan penerimaan atas tubuhnya, entah kenapa gadis itu begitu menginginkan hal tersebut, dia tidak melawan namun tidak menolak, membuat Hansell leluasa mendorong dalam dirinya ketubuh Airyn, saat ini tangan Hansell menjalar ke leher jenjang Airyn, meraih pinggang gadis itu untuk menyudutkan nya kepintu, namun ternyata pintu itu terbuka dengan sendirinya, membuat mereka memasuki ruang tamu, tentu saja Hansell tidak ingin mengalah dengan segala hal, dia mencoba serakah untuk menginginkan Airyn, dia menyudutkan Airyn hinga berjalan mundur menuju sofa, saat ini Airyn terduduk disofa tersebut, membuat ciuman mereka terlepas untuk beberapa jeda, melihat Airyn mengigit bibir bawah nya, menjadikan diri Hansell bergairah sekali lagi ingin ********** lebih dalam, dia membaringkan Airyn disofa dan menindih tubuh mungil itu , namun Hansell berhasil menahan tubuh nya mengunakan tangan agar tidak memberatkan gadis nya, Hansell mencium leher jenjang Airyn dengan begitu buas, seolah dia menempatkan jejak kepemilikan begitu pekat, Airyn bahkan mendesah berat, tentu saja hal itu membuat Hansell bergairah kuat, bahkan Airyn begitu menikmati dirinya dibawah sana, membuat Hansell tersadar atas apa yang dilakukan nya, Hansell menghentikan dirinya tanpa menyentuh apa-apa, dia berfikir ini bukan ranah nya untuk merusak Airyn, Hansell mendudukan Airyn dari sana, dan memeluk gadis itu di dekapan nya
“maafkan aku atas kelancangan ini, Airyn jelaskan padaku hal apa yang menyakitimu??” perlahan Hansell berkata dengan begitu lembut kepada Airyn, dia membelai rambut gadis itu secara perlahan senada dengan perkataan yang diucapkan nya
“aku tidak mengerti” jawab Airyn, air matanya kembali berlingan dengan suara berat
“kenapa Ryn?” tanya Hasell dengan begitu sedih melihat wanita nya
“aku merasa kau seseorang yang penting untuk ku, tapi kau hanyalah orang asing, aku tidak mampu menolak perlakuan mu, sikapmu, bahkan ciuman mu, tapi kau akan meningalkan kau, bagaimana ini bisa terjadi, aku begitu tersakiti dengan perasaan ini, saat aku memaksa diri mengingat, aku merasakan pusing yang begitu mendera kepala ku, jelaskan padaku apa kita pernah mengenal sebelumnya” tangis Airyn pecah menjelaskan semua yang dirasakan nya
“bagaimana bisa seperti ini, bukankah dokter itu mengatakan dia menghapus semua ingatan Airyn untuk membuatnya bahagia, tapi kenapa airyn menjadi terluka” gumam Hansell dengan begitu geram nya, seolah dia merasa sesal atas apa yang terjadi kepada wanita nya, Airyn malah semakin tersakiti karna dirinya, bukankah ini lebih sakit dari sebelumnya, mendengar isak tangis seseorang yang dicintai.
“saat kau pergi aku begitu takut ditinggalkan, seolah kau tidak akan kembali, ada apa sebenarnya ini, apa yang salah. Aku mengingaat sesuatu tapi tidak mampu aku jelaskan apa itu, aku takut dengan diriku, selama ini aku seperti kehilangan sesuatu tapi aku tidak mengerti tengah kehilangan apa, namun saat melihatmu aku seperti menemukan lagi perasaan nyaman dan tenang, apa aku sudah gila” bentak Airyn sambil menangis di dada Hansell, dia begitu kesal dengan dirinya sendiri, membuat Airyn tidak paham apa yang terjadi.
Hansell wanita yang dicintainya begitu hangat, dia menghadiahkan kecupan dikening gadis itu, Hansell menepuk pungung gadis itu dengan begitu sayang nya, dia merasa kesal dengan yang terjadi kepada Airyn, selama ini dirinya menjauh agar wanita ini bahagia dan melupakan nya, namun ternyata selama 5 tahun berlalu gadis nya sangat menderita, membuat Hansell benar-benar kecewa kepada siapapun yang terlibat atas ini semua, terutama dirinya sendiri, bagaimana bisa dia mendengarkan segala hal yang dikatakan oleh Dokter itu, bahkan Marry danBerto masih teringat jelas bagaimana mereka menyuruh Hansell menjauhi Airyn agar gadis itu melupakan nya atas dasar sakit hati, tapi kenyataan nya sekarang Airyn menjadi tidak tau siapa dirinya sebenarnya, seakan gadis ini menyimpan banyak pertanyaan yang membuat dia menderita, bagaimana Hasell menerima semua kenyataan yang menyiksa Airyn selama 5 tahun.
“aku akan disini, tenang lah. Jangan menangis lagi, kau telalu lama tersedu ryn,meskipun kau begitu cantik saat menangis, hentikanlah” perlahan Hansell menenangkan Airyn, gadis itu bahkan memeluk Hansell seakan tidak rela melepaskan nya, bahkan ketika kata cantik terucap dari bibir pria itu membuat Airyn tertawa dalam isakan nya, membuat Hansell menepiskan senyum disana.
Hansell mengendong Airyn kekamar untuk membaringkan nya disana, namun Airyn tidak mau pria itu pergi, dia meluaskan tempat tidur dan menyuruh Hansell membaringkan diri, tentu saja Hansell begitu cangung dengan sikap manja Airyn, bagaimana bisa dirinya begitu manis saat ini, membuat hansell sulit sekali menyesuaikan diri.
Hansell membaringkan tubuh disamping Airyn , tapi belum sempat dirinya mengatur posisi nyaman Airyn lansung menyambar tubuh Hansell dan memeluk nya, seakan dia tidak rela berbagi pelukan kepada siapapun
“bagaimana bisa kau semanja ini Ryn” saut Hansell ketika melihat sikap gadis yang dicintainya, tentu saja Airyn tidak menjawab apa-apa dan tertidur disamping Hansell, pria itu memiringkan tubuhnya dan membawa Airyn diatas dada bidang miliknya, dia menepuk perlahan pundak Airyn sembari membelai halus rambut nya, rasa sayang yang tidak dicurahkan selama ini membanjiri malam itu dengan penuh kemesraan yang tidak mampu terhalang lagi.