Girlfriend Another Level

Girlfriend Another Level
Akankah dirimu tidak mengecewakan?



Biasanya Hansell akan pulang kerja di sore harinya, karna untuk sisanya ia akan mengerjakan di rumah, namun kali ini Hansell masih saja belum pulang, padahal sudah masuk dini hari. Apakah Hansell tidak akan pulang hari ini, namun biasanya jika pria itu memiliki beberapa pekerjaaan mendesak, ia akan mengabari Airyn, tapi kenapa Hansell tidak mengatakan apapun bahkan tidak memberikan pesan. Airyn rasanya cukup khawatir mengingat suaminya tidak pernah seperti ini sebelumnya, membuat wanita itu turun dari ranjang sembari mengunakan pakaian hangat, untuk melangkah kearah depan, ia berdiri di pinggir jendela kaca seraya memandang ribuan bintang diujung pandangan mata.


“Kemana Hansell sehingga belum pulang, apakah ia ada pekerjaaan mendesak” tanya Airyn pada dirinya sendiri, ketika memandang kejarum jam yang terus bergulir di dinding kamarnya, tentu saja Airyn tidak mampu menenengkan diri sebelum suaminya pulang.


Hingga satu kepingan kata Frada mengguyahkan akal sehatnya untuk melamun di pinggir jendela kaca transparan itu “Nona, ada yang ingin saya sampaikan” seru Frada, ketika Darrel baru saja keluar dari ruangan kerjanya setelah melaporkan tentang Zaterius, bahkan Frada terlihat cukup serius akan apa yang akan ia sampaikan hingga Airyn mengalihkan perhatian sepenuhnya pada gadis itu.


“Ada apa? Katakanlah” sambut Airyn dengan sikap tenang, meskipun ia sangat penasaran perihal apa yang akan di sampaikan oleh Frada.


“Di acara malam itu, sepertinya aku melihat Nona Merry” serunya dengan penuturan singkat kearah Airyn, membuat wanita itu mengkerutkan kening atas apa yang di sampaikan Frada, bagaimanapun setelah Merry kembali dari penculikan itu ia meminta cuti dan keluar dari dunia pekerjaan sebab ia ingin mengistirahatkan dirinya, tentu saja alasan Merry sangat tidak masuk akal, namun mengigat apa yang terlah terjadi dan bagaimana Merry bekerja keras selama ini, membuat Airyn pengertian, namun yang sulit Airyn pahami kenapa Merry menghilang begitu saja seolah ia benar-benar memutuskan interaksi dengan Airyn, meskipun Merry meyakini tidak ada yang terjadi pada dirinya, namun sampai detik ini Airyn masih menyelidiki kemana ibunya itu pergi, hingga ia memasakan sebuah alat pelacak tentang keberadaan Merry yang tengah di Irlandia, tanpa sepengetahuan siapapun kecuali Airyn dan Frada.


“Apa maksudmu Frada? Kau sadar bukan apa yang kau katakan padaku, jika kau mengada-ngada kau tahu sendiri apa akibatnya” ketus Airyn seraya bangkit dari kursi yang ia duduki, bahkan matanya terasa menantang untuk menunggu penjelasan.


“Iya aku tahu Nona. Tapi aku sangat yakin jika orang itu adalah Nona Merry” kali ini Airyn diam, ia tidak ingin membantah ataupun mengucapkan kata apapun untuk mengancam lagi. Airyn menghampiri Frada kearah depan, seraya duduk dikursi tamu yang berada di depan meja kerja milik Airyn.


“Katakan apa yang ingin kau katakan” kali ini sikap serius Airyn membungkam mulut Frada beberapa saat. Bahkan gadis yang tadinya yakin akan pernyataanya, mulai gugup saat Nona Petrov tak main-maain dalam menangapi informasi diri Frada.


“Kapal pesiar yang sudah di lengkapi oleh keamanan itu, ternyata menyelipkan kamera pengawas berukuran nano yang hampir tidak berwujud. Aku sudah yakin dengan acara kalangan atas itu pasti mereka melengkapinya dengan berbagai jaringan dan alat elektronik makro sebagai keamanan. Aku meretas salah satu kamera pengawas di titik pertemuan dengan Tuan Zaterius. Saat itu aku sangat familiar dengan wanita di sampingnya, yang menurutku sangat mirip dengan Nyonya Merry. Tapi bagaimanapun aku berfikir, tidak ada alasan kuat untuk mengatakan itu adalah beliau. Sehingga setelah acara itu semalaman aku mencoba meretas dengan bantuan anak buahku Nona. Dan ternyata aku mendapatkan kamera pengawasnya dititik Nyonya Merry menantang kearah kamera, hingga dengan rekaman itulah aku mengambil fitur wajah Nona Merry yang cukup jelas terekam, lalu aku mamasukan kepemindai data yang aku miliki, dan informasi yang keluar adalah informasi Nona Merry, serta wajahnya 100% cocok dengan Nona Merry” sontak jejeran data yang sudah Frada siapkan dan foto Merry yang mengunakan topeng mata di berikan kehadapan Airyn, hingga dengan segera Airyn memeriksanya dan ternyata diluar dugaan, itu memang sama, bahkan tanpa pemindai saja Airyn dapat menebak jika wanita disamping Tuan Zaterius memang Merry.


"Tidak hanya itu saja Nona, ada hal yang mencengangkan atas Nona Merry. Apa anda ingat dengan alat pelacak yang kita berikan di tubuhnya? Sepertinya ada orang yang menyabotase ketika dia menghadiri pesta itu, sebab menurut GPS keberadaan Nona Merry ada di Irlandia, tapi hari itu dia menghadiri pesta dikapal pesiar di perairan Korea. Hal ini menjadi bukti jika seseorang sudah meretasnya hingga menyabotase keberadaan Nona Merry, namun ia tidak mampu untuk memutus alat itu dari tubuh Nona Merry"


“K-Kenapa bisa seperti ini? Apa yang Merry lakukan dengan Tuan Zaterius? Apa maksud dari semua yang terjadi” serunya dengan begitu tidak menyangka, bahkan Airyn menutup mulutnya seolah fakta Merry bersama pria misterius itu cukup mencengangkan bagi akal sehatnya.


“Lalu bagaimana dengan Tuan Zaterius? Bukankah kau bisa memberikan pemindai data kepada wajahnya hingga kita bisa mendapatkan informasi tentang pria itu” seketika Frada mengelengkan kepala dengan menyesal.


“Aku sangat yakin jika disemua titik di kapal pesiar itu meletakan kamera pengawas di seluruh bagian, namun bagaimanapun aku mencoba pertahanan diriku seperti dibobol sebelum aku mampu menerobosnya, dan hanya di titik ini kami bisa mengakses kamera pengawas yang terpasang disana. Sayangnya dari titik itulah Tuan Zaterius membelakangi kamera sehingga sulit mendeteksi fitur wajahnya untuk pemindaian data, atas hal ini aku sangat menyesal” tutur Frada seketika, membuat Airyn menghela nafas dengan berat, seolah masalah Merry malah menjadi sesuatu yang memusingkan kepalanya, Airyn akan membiarkan Merry ingin bersama siapa saja, namun mengingat dirinya adalah ibu biologis Airyn membuat wanita itu tidak bisa menepis kenyataan akan keselamatan Merry, yang Airyn takutkan Merry hanya menempatkan dirinya di dalam bahaya saja.


“Apakah Darrel tahu hal ini” tanya Airyn sekali lagi, membuat Frada mengatakan tidak dengan segera “Lalu Bagaimana dengan Hansell?” gadis itu terdiam memandang Airyn seolah mempertimbangkan hal yang yang akan ia sampaikan. “Saya belum mengatakan apapun pada Tuan Hansell, apakah perlu saya—“


“Tidak perlu” bahtah Airyn dengan berapi-api, seolah ia sangat tidak ingin Hansell mengetahuinya “Jangan katakan apa-pun padanya dan jangan memberikan informasi apa-pun pada Hansell, entah terkait diriku ataupun Merry” seru Airyn dengan tegas, membuat Frada menganggukan kepala seraya pergi dari sana setelah menyampaikan maksudnya.


Dari dua hari lalu Airyn semakin menimbang-nimbang hal ini, bahkan ia mulai memperkuat kecurigaanya kepada siapapun termasuk Hansell suaminya, Airyn tidak mengetahui kenapa Merry bisa melakukan hal ini, meninggalkan Airyn dan berpindah pada Tuan Zaterius, tentu bukan uang dan kekuasaan yang Merry inginkan, sebab jika itu tujuanya sudah sedari dulu Merry bisa merebut hal ini jika ia mau, tapi saat ini Merry malah melakukan hal yang Airyn tidak bisa menebak alasanya, begitupun dengan suaminya Hansell.


Mungkin bagi Hansell, Airyn tidak memperhatikan dirinya, tapi semenjak mereka keluar dengan mudah dari markas itu, semenjak itulab Airyn merasakan jika ada sesuatu yang berbeda dari suaminya, dengan bersikap lemah dan tidak bisa melakukan apa-pun membuat Airyn bisa melihat apa saja yang sebenarnya terjadi kepada Hansell, kadang Airyn melihat Hansell seperti sosok orang lain jika itu terkait dengan orang dibalik surat kontrak, ataupun masalah bisnis dan juga beberapa hal lainnya di dunia mereka. Tapi terkadang Hansell seperti orang bodoh yang tidak bisa melakukan apapun, jika begini sisi mana yang sebenarnya dimiliki pria itu.


Jika Merry bekerjasama dengan Tuan Zaterius hal ini tentu menjadi tanda tanya bagi Airyn, paling tidak Airyn sangat memerlukan penjelasan atas apa yang Merry lakukan sebenarnya, kenapa ia bekerjasama dengan Zaterius yang merupakan Investor setia Airyn selama bertahun-tahun bahkan semenjak Airyn mulai mengambil alih Grup APV Petrov dalam naungan dirinya, dan juga Hansell yang paling Airyn harapakan kejelasan dari dirinya. Kenapa Hansell seperti mengenal Tuan Zaterius, apalagi saat Airyn memperhatikan tingkah laku suaminya ketika mempertanyakan Tuan Zeterius beberapa waktu lalu, dari dua orang itu Airyn semakin penasaran dengan apa yang terjadi. Bahkan Airyn sudah berkerja keras atas orang diblik surat kontrak, namun dirinya tidak menemukan apapun dari penyelidikan yang terjadi, seolah jejaknya buram dan tidak ada kejelasan.


“Aku mungkin akan kecewa nantinya, tapi itu lebih baik dari pada aku harus mencurigai suamiku. Karna seperti apapun yang telah terjadi, aku tidak tidak akan rela melepaskan sesuatu yang sudah menjadi milkku. Dan aku percaya kepada Hansell dan Merry sekalipun bukti mengarahkan ada yang sesuatu diantara mereka berdua” batin Airyn ketika mengusap kedua lenganya dengan telapak tangan yang dieluskan secara lembut, hingga menghasilkan panas untuk menghilangkan rasa dingin yang mulai mencengkram.


****


“Apa saja pergerakan Zaterius dalam beberapa hari ini?” tanya Hansell dengan tatapan mata mengkilau kearah pria yang tengah duduk, seraya meneguk anggur merah yang ia tuang di gelasnya.


“Dia tidak melakukan apa-pun, selain bersama Nona Merry di dinding istananya yang ada di Irlandia” seru pria itu kehadapan Hansell dengan sikap santai.


“Bukankah kau tahu aku tidak bisa melakukan apapun terhadap Jilixing, jangan memaksaku untuk sesuatu yang tidak bisa aku lakukan Hansell”


“Lalu, apa kau menyerah?” ancam Hansell dengan penuh pertanyaan membuat pria itu menundukan pandangan seolah tidak bisa menyulut emosi Hansell, bagaimanapun jika Hansell mau ia bisa saja menghancurkan dirinya, jadi untuk itulah sebagai dua mata sisi ia harus bekerja pada tempatnya.


“Apa yang kau mau lagi?” tanya pria itu dengan sikap tenang meskipun ada rasa gugup yang berkecimpung di dalam dirinya, yang siap mengetarkan tubuhnya untuk meragu, bagaimanapun ia telah terjebak dengan Hansell Hamillton.


“Apakah Jilixing mengetahui tentang surat kontrak yang di sepakati oleh Nona Petrov dari Grup APV dengan seseorang yang misterius. Jika ia mengetahui itu, kau seharusnya tahu hal apa saja yang terjadi sebenarnya dengan surat kontrak tersebut” seketika pria itu mengekerutkan kening tidak mengerti, surat kontrak apa yang dimaksud oleh Hansell. Tentu sebagai orang dalam yang bekerjasama dengan Jilixing dan juga bekerjasama dengan Hansell di belakang Jilixing. Membuat dirinya tidak tahu menau atas surat kontrak, dirinya hanya diberikan ranah untuk menelusuri hubungan Jilixing dan James, serta hal apa yang terjadi diantara mereka berdua dan apa tujuanya, namun selama ini sebagai orang dalam yang bekerja untuk Hansell baru kali ini pria itu mendengar surat kontrak.


“Aku tidak bisa menjelaskan apapun tentang surat kontrak, tapi aku sangat mengharapkan kau mendapatkan informasi atas surat kontrak. Apakah Jilixing terlibat atau tidak, atau apakah ia mengetahui hal itu atau tidak” seru Hansell sekali lagi


“K-Kenapa harus aku. Kau seharunya bisa mengetahui degan mudah dan memporak-porandakan markas itu untuk mencari kebenaran, kenapa kau harus melibatkan aku lebih dalam lagi Hansell. Aku sadar posisimu tidak sebanding denganku, karna itulah aku tidak berani menolak padahal aku memegang teguh kesetian kepada tuanku Jilixing. Tapi jika aku terlibat semakin dalam, ini sama saja kau mengali kuburan untuk diriku” bantahnya seolah tidak sanggup terlibat lagi, tentu saja ia tidak mampu melawan kuasa Hansell di jajaran bisnis bawah tanah dan dunia gelap, tapi ia jauh tidak bisa mengabaikan Hansell sebab pria itu memiliki kekuasaan tinggi di dunia seperti ini. Meskipun para mafia dan pembunuh bayaran menjunjung tinggi kesetiaan pada tuanya, membuat dirinya cukup bersalah telah mengkianati Jilixing, tapi ini sebuah hal yang cukup bimbang untuk dirinya pilih. Di satu sisi Hansell adalah orang yang memiliki kekuasaan penuh, tapi disatu sisi lain Jiliixing adalah tuanya di wilayah mafia dan markas pembunuh bayaran, jadi karna itulah tidak bisa ia mengabaikan dua orang ini, karna dirinya sama-sama terancam.


“Aku tidak bisa menempatkan istriku di dalam bahaya, ditambah yang paling penting aku tidak bisa membiarkan Airyn mengetahui siapa diriku. Jika ini terjadi hanya akan menyisihkan kekecewaan nantinya. Tidak perlu bicara tentang itu, aku hanya ingin mendengar jawabanmu. Jika kau setuju untuk menuntaskan misi ini, aku akan memberikanmu kekuatan yang setara dengan Jilixing, tapi jika kau mengabaikanya jangan salahkan aku jika hidupmu berakir sia-sia”


“Karna kita semua sama-sama mengetahui norma yang di pegang teguh sedari awal bukan. Kesetiaan adalah kawan, pengkhianatan adalah lawan. Jika kau memilih setia, kau akan menjadi rekan di dalam markas Jilixing, tapi jika kau sudah berkhianat kau sudah berubah haluan menjadi lawan. Jadi apa kau mau semuanya sia-sia. Bukankah kau sangat sadar membuka mulut kepada Jilixing bisa aku lakukan dalam waktu 1 menit, dan sepanjang 1 menit kau bisa menghilang dan lenyap tanpa sisa dan bekas. Jadi pikirkanlah baik-baik” seru hansell seraya bangkit dari sana, bahkan ia yang sudah dikawal oleh beberapa anak buah berwajah sangar tanpa emosi, berlalu dengan santai sebelum akirnya Hansell menghilang.


Sampai detik ini Hansell yakin jika hubungan Merry dan juga Zaterius itu tidak sesederhana rekan biasa, dan Hansell sangat yakin jika Zaterius bukan orang sembarangan, jika begini Hansell perlu waspada tanpa membuat kegaduhan, ia harus mencari titik terang, apa sebanarnya hubungan diantara keduanya.


Rumah mewah yang bernuansa putih itu membuat Hansell membeku menatap jendela kamar di kamar, apakah istrinya masih belum tidur hingga lampu masih menyala dari kamar mereka, jika Airyn menunggu dirinya apa yang harus Hansell katakan jika ia pulang sepagi ini.


“Matilah aku” geruta pria itu seraya megacak-ngacak rambutnya, tentu saja memberantaki diri adalah alasan yang terfikirkan saat ini, hingga Hansell menanggalkan kaitan kancing di jasnya seraya mengeluarkan kemeja putih seolah ia sangat kusut dan berantakan, bahkan dasinya sengaja dilepaskan untuk menambah bagaimana lelahnya Hansell saat ini.


Ketika mendorong pintu untuk masuk ke kamar, tentu saja Hansell bersirobok dengan Airyn yang tengah berdiri di pinggir jendela menghadap kearah dirinya, wanita itu menatap tampilan suaminya dari ujung kepala hingga ujung kaki, seraya menepiskan bibir seolah Airyn dapat menangkap apa yang Hansell lakukan kali ini.


“Kemana saja kau semalaman ini?” tanya wanita itu dengan penuh penekanan, disertai tatapan mata penuh selidik untuk mendapatkan jawaban yang ia inginkan, bahkan Airyn tidak melongarkan sikap tegas kepada suaminya yang seperti sengaja berbohong, baru saja mendapatkan pertanyaan itu jantung Hansell berdegup kencang seolah ia tidak bisa memberikan alasan lembur kepada Airyn, karna jika di perhatikan Airyn sudah mengetahui sejak siang Hansell tidak berada di kantor, jadi sangat sia-sia penyamaran lelah yang ia tampilan, dan malah menjadi pertanda jika Hansell ingin menutupi sesuatu.


“Sialnya!” umpat pria itu seraya menghampiri Airyn dengan langkah pasti, sambil melepaskan jas yang ia gunakan untuk di lemparkan kesembarang tempat, bahkan Hansell menjatuhkan pelukan hangat kepada Airyn yang sangat berfikir keras akan dirinya.


“Aku memiliki beberapa hal yang perlu diurus diluar kantor. Aku tidak menyangka akan pulang selarut ini dan menemani rekanku untuk meneguk minuman” serunya dengan nada bersalah pada istrinya.


“Tapi kau berbohong Hansell. Kau sengaja mengacaukan penampilanmu agar bisa mengunakan lembur sebagai alasan, tapi setelah kau sadar aku sudah mengetahui jika dirimu tidak berada dikantor, lalu kau memberikan alasan untuk menemani rekanmu dan meneguk Alkohol. Sayangnya aku tidak bodoh, lantaran sampai dini hari bersama rekan untuk menemani minum kenapa tidak ada bau Alkohol dari tubuh dan nafasmu” sambung Airyn dengan penuturan cepat yang membuat Hansell sedikit terpana akan bantahan istrinya, membuat Airyn meninggikan suara dengan kecepatan yang cukup dari biasanya, sehingga nampak sekali ia sangat geram menuturkan perkataan barusan.


“Sayang. Aku memiliki beberapa pekerjaaan saja. Kenapa kau sangat khawatir seperti ini, bukankah kau tahu aku tidak akan mengecewakanmu, ada hal-hal yang tidak bisa aku jelaskan. Jadi jangan seperti ini” bujuk Hansell seraya mengusap pipi istrinya yang terlihat garang, membuat wanita itu menepis tangan suaminya untuk menuju lemari pakaian, ia mengeluarkan sepasang pakaian yang dilemparkan dengan paksa ke tepi ranjang.


“Bersihkan badanmu. Aku ingin istrirahat” seru Airyn dengan nada perintah, membuat Hansell menghela nafas dengan panjang seolah tidak bisa mengucapkan apapun.


Tentu saja Airyn menarik selimut dan menidurkan diri dengan paksa, membuat Hansell menghampiri istrinya seraya mencium kening wanita itu sebelum akirnya menuju kamar mandi.


“Hansell, aku percaya padamu, aku sangat percaya. Tapi akankah kepercayaanku tidak akan berubah menjadi kecewa? Bisakah aku menaruh harapan yang tinggi kepadamu Hansell? Aku terlalu takut untuk kecewa, Hansell. Karna aku tidak siap kehilangan dirimu. Sungguh” kali ini bulir air mata berlinang hingga akirnya Airyn menepis dan tidak mau memikirkan apapun lagi, bagaimanapun semakin ia fikirkan perasaan curiga lagi-lagi melingkup dirinya, hingga Airyn tidak mampu lagi menaruh percaya terlalu tinggi kepada suaminya yang cukup memberikan ragu di hati Airyn.


“Maafkan aku Airyn!” seru Hansell dengan begitu kesal seolah ia sangat menyesal, bahkan pria itu menapakan tinjunya di dinding kamar mandi saat air menguyur permukaan kulitnya, dan menghilangkan berbagai kekusutan yang ada “Aku tidak bisa mundur lagi, setelah menyadari anak panah yang berisi kehancuran tertuju padamu. Meskipun nanti aku mengecewakan, tapi aku tidak akan pernah menyesal” serunya dengan mata penuh dendam, hingga hati yang tidak akan bisa tenang sebelum menjatuhkan lawan.