Girlfriend Another Level

Girlfriend Another Level
Keinginan mencari Angel



Plakkkkkkkk….


Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Hansell, membuat pria itu tertegun memandang Airyn dengan tatapan tidak percaya, sedangkan wanita di hadapan nya tak henti menajamkan ke dua mata nya, terlihat jelas Amarah yang terkumpul di balik kilat mata yang menegas, bahkan tamparan itu dak meredakan apa-apa, seakan Hansell tidak mengenali kekasih nya sendiri, tatapan Airyn seperti orang asing bagi nya, sikap Airyn seperti Nona Petrov yang mengerikan dari pada yang dikenali nya


“Airyn!” lirih Hansell dengan nada rendah menyerukan nama gadis itu.


Plaakkkkkkkk……


Satu tamparan keras melayang sekali lagi, memblas pipi Hansell yang belum terjamah dengan tamparan nya, tatapan Airyn semakin mengancam, dia tak bisa berkata selain menatap tajam, bahkan Hansell tidak bisa mengucapkan satu kata, dia hanya mempertanyakan hal apa yang membuat Airyn menjadi orang berbeda dan semarah ini pada dirinya.


“Airyn kau kenapa?” tanya nya membalas tatapan tajam gadis itu


“Aku kenapa? Kau yang kenapa!!! Bukan kah sudah aku katakan untuk menemui Angel, kenapa kau mengabaikan kata-kata ku! Kenapa! Seberapa penting hal yang kau kerjakan disini sampai kau tidak memikirkan adik mu!!" Teriak nya dengan kata-kata mengelegar disana


“Apa maksud mu…” belum sempat Hansell melanjutkan kata nya Airyn membantah


“Angel menghilang!” bentak nya, membuat Hansell terkesiap mendengar apa yang di lontarkan Airyn barusan


“Apa maksud mu!” sambung nya dengan tidak percaya, seketika saja Hansell berlari ke luar kamar menuju kamar adik nya, dia membanting pintu kamar Angel setelah menyaksikan bantal guling yang ada disana, beserta sebuah jendela yang terbuka lengkap dengan jalinan kain hingga ke tanah, tentu saja Hansell tak menyangka dengan apa yang ada di hadapan mata nya, pria itu berteriak namun tidak ada yang mendengar, seketika Hansell menjadi kacau balau dengan fikiran tak karuan, dia melirik ke arah bawah namun tidak ada siapa-siapa.


“Apa kalian semua tuli!!” teriak nya dari atas sana, namun pria itu tidak menemukan siapa-siapa, Airyn keluar dari kamar nya, dia melihat betapa kacau nya pria itu, Hansell sibuk meraih ponsel nya dengan tangan gemetar namun ponsel tersebut di banting akibat kesal, melihat Hansell seperti itu tentu saja Airyn terluka, dia juga kecewa dengan Hansell, dia kecewa dengan diri nya, namun keadaan menjadi serumit ini, Hansell ambruk tak berdaya, tubuh nya terkulai lemas, membuat Airyn tak akan mampu menyaksikan itu lebih lama


“Hansell” Airyn melirihkan nama pria itu sembari menjangkau tubuh pria nya, Airyn memeluk Hansell yang sudah kacau dengan isakan nya, bahkan air mata di kedua nya meleleh tak karuan


“Apa yang bisa aku lakukan, aku tak berguna” bentak Hansell kepada diri nya sendiri, membuat Airyn memeluk pria itu untuk menenangkan nya, dia mengerti bagaimana kacau nya Hansell saat ini, namun bagaimana lagi semua nya sudah terjadi


“Apa yang harus aku lakukan” seru nya dengan nada yang tinggi, membuat Airyn mengeratkan pelukan di tubuh bidang itu “Airyn tolong hubungi Darrel, dia kan mengurus semua nya, kerahkan semua polisi dan pihak Itelegensi untuk melacak keberadaan Angel, dan suruh semua kariyawan di IT perusahan ku untuk bekerja keras menemukan Angel. Dan Dikra Frada juga bisa membantu, dan terakir jangan biarkan mereka berhenti sebelum menemukan Angel. Cepat lakukan!! Ponsel ku tidak berfungsi lagi” cerocos Hansell ke pada Airyn, bahkan dengan kasar Hansell melepaskan tubuh gadis itu dari diri nya


“jangan seperti ini!! Cepat lakukan! Bentak Hansell kepada kekasih nya yang masih berlinang air mata, namun gadis itu hanya terdiam tanpa mampu berkata apa-apa


“Hansell” Airyn berseru dengan air mata yang terus menderas, diri nya tak kuasa melihat Hansell sehancur ini, bahkan Airyn tak sanggup melihat Hansell kehilangan arah.


“tenang lah, aku sudah melakukan nya, aku sudah menyuruh Marry dan Darrel melakukan pekerjaan nya, aku sudah melibatkan semua pihak berwajib untuk mencari nya, sekarang kau harus tenang” jelas Airyn


“Hansell!!" Bentak Airyn seketika, membuat pria itu terdiam “kenapa kau seperti ini!! Jika kau ingin pergi, kau pergi kemana, apa kau tidak sadar jika kau goyah hal itu akan membuat keberadaan mu terancam, ini yang diinginkan nya, dengan membuat mu goyah atas kehilangan Angel dia dengan mudah menyingkirkan mu” teriak Airyn dengan amarah


“Apa sekarang waktu nya untuk aku mencemaskan nyawa ku!! Adik ku tidak baik-baik saja” balas Hansell dengan nada meninggi nya, bahkan suara membentak nya terdengar keras di pendengaran Airyn


“Lepaskan aku” Hansell menghempas tubuh Airyn dengan kasar, hingga gadis itu terbanting di lantai, pria itu berjalan menyelusuri tangga dan meninggalkan Airyn di sana


“Hansell, jika kau pergi!! Kau akan kehilangan ku!! Teriak Airyn dari arah atas, membuat Hansell melirik ke arah gadis itu, seakan perkataan Airyn menjadi beban untuk kaki nya melangkah


“Apa sekarang waktu yang tepat untuk memikirkan hubungan kita?” balas nya ketika melirik ke arah Airyn yang ada di atas


sana


“Hansell!! Bukan itu maksud ku!! Aku juga peduli pada angel! Tapi jika kau bertindak gegabah, semua nya akan menjadi berantakan, bagaimana bisa kau tidak peduli dengan nyawa mu, apa yang akan aku jelaskan kepada Angel jika nanti dia kembali dan kau tidak baik-baik saja” tutur Airyn dengan terisak ketika dirinya melihat ke arah pria yang keras kepala dibawah sana


“Maafkan aku Airyn, aku tidak bisa memenuhi ke inginan mu, apapun yang terjadi pada ku, asalkan itu membuat Angel kembali aku akan bahagia dengan semua itu, aku sudah berjanji pada papa ku, untuk menjaga Angel, apa yang aku katakan pada nya nanti jika Angel terlukan akibat kebodohan ku” balas Hansell membuat Airyn terhenti dari tangisan nya, Airyn menatap pria yang baru saja bicara di pendengaran nya, bahkan suara nya terngiang-ngiang di telinga Airyn, melihat tak ada respon dari wanita itu membuat Hansell semakin mantap melangkah kan kaaki, sebab dia tidak akan bisa diam saja jika tidak bertindak sesuatu untuk adik nya.


“Bagaimana dengan ku? Apa aku di takdirkan kehilangan lagi” seru Airyn dengan nada rendah, meksipun gadis itu tidak ingin Hansell mendengar apa yang di ucapkan nya, namun telinga pria itu sangat tajam mendengar nya, membuat langkah kaki Hansell terhenti akibat kalimat Airyn barusan, sedangkaan wanita itu sangat kecewa dengan hidup nya.


Sebab pada akir nya semua hal akan meninggalkan nya, semua orang akan pergi dari sisi nya, dia hanya memiliki Hansell untuk hidup bertahan hidup sampai detik ini, namun ternyata Airyn bukan prioritas utama bagi pria itu, meskipun hubungan darah di atas segala nya, tapi bukan itu yang menjadi masalah utama nya, melainkan Hansell yang tidak ingin bertahan untuk hiduo nya.


Walaupun begitu Airyn tidak akan kecewa karna Hansell yang seperti itu adalah sosok kakak yang mencemaskan adik nya, namun Airyn tidak bisa memastikan satu hal, jika pria yang di cintai nya tak lagi sejalan, Airyn harus mencari jalan lain untuk menempuh nya.


Gadis itu tak sanggup melihat pria yang dicintai nya pergi, dia tau ini akan menjadi akir hubungan mereka, sebab itulah Airyn berhenti berusaha untuk menenagkan Hansell, jika ini pilihan terbaik yang dia ambil, Airyn siap dengan semua yang terjadi kedepan nya.


Karna ketika Hansell melangkah kah kaki keluar dari rumah, semua hal yang ada di antara dia dan pria itu akan berakir, sebab ini semua sudah menjadi siasat yang di bangun orang tersebut, untuk menghancurkan Hansell dia perlu mengoncang pria itu dengan kehilangan orang kesayangan nya, tentu saja Airyn tidak masuk dalam list meskipun kenyataan nya Airyn salah satu dari orang penting di hidup Hansell, sebab Airyn adalah sosok yang tidak pernah mampu mereka lukai.


Airyn memeluk diri nya sendiri, dia menengelamkan kepala di permukaan lutut dan tangan nya yang di lipat, Airyn tersedu karna terluka, bukan terluka karna Hansell, namun keadaan yang memaksa nya untuk seperti ini, sebab beginilah hidup wanita itu, jika satu hal di rubag dari dunia sudah pasti perubahan sekecil apapun akan tetap menajdi perubahan di hidup nya, Airyn sudah memperkirakan semua nya, dia sudah memperkirakan orang di balik surat kontrak mengincar Angel, bukan Hansell.


Karna jika Angel sudah di dapatkan sangat mudah mengoyahkan Hansell hingga pria itu lengah, sekarang keadaan berjalan sesuai rencana manusia biadab tersebut, sedangkan Airyn hanya terkulai pasrah menerima Hansell yang akan terluka di luar sana.


Sebab jika Airyn bertindak bodoh hanya karna Hansell, itu akan membahayakan nyawa orang banyak yang berada di lingkup nya, sekali lagi keadan membuat diri nya tak mampu memilih, di tambah pria yang di cintai nya merelakan hidup nya untuk adik satu-satu nya tentu saja Airyn tidak bisa melakukan apa-apa, bagaimana cinta diri nya dan Hansell, tapi jika semua ini bersangkutan dengan hubungan darah tak akan ada yang mampu memisahkan apa yang akan terjadi kedepan nya.