Girlfriend Another Level

Girlfriend Another Level
Masa lalu...



Marry Lourent adalah salah satu murid cerdas dengan kemampuan logika luar biasa yang membuat semua mahasiswa takjub atas kepintaran yang dimilikinya, ia menjadi Asisten dosen saat menginjak usia 20 tahun hal itu akibat tesis yang ia lakukan dalam mengembangkan suatu metode untuk menciptakan temuan baru terhadap sistem perusahaan, proposal yang ia berikan begitu sempurna hingga meninggkatkan keuntungan yang didapatkan oleh perusahaan, bahkan banyak sekali orang yang ingin menarik Merry untuk bekerjasama dengaan mereka atas iming-iming uang yang dijanjikan, namun Merry menolak semua itu dan memilih melanjutkan pendidikan, sebab uang bisa saja dicari, namun pendidikan sangat mahal jika abikan.


Saat itu Marry hanya sibuk dengan penelitian dan studinya, ia berkecimpung dengan profesor yang membimbing dirinya dalam mengembangkan kemampuan yang ada, hal ini membuat Marry sangat tertutup dan jarang berinteraksi bersama teman sebaya, tentu saja kecerdasan Marry sangat memukau perhatian hingga dirinya populer dilingkup universitas, hal itulah yang menjadikan Merry sulit didekati oleh kalangan biasa, meskipun Marry berasal dari keluarga sederhana.


Setelah melanjutkan studi Magister Profesi Marry bertemu dengan Iriana, disalah satu Universitas saat melanjutkan S2 di London, perlahan sikap lemah lembut Iriana membuat Marry membuka diri dengan mudah, tentu saja saat itu Iriana sulit menemukan pembahasan antara mereka, selain mengerjakan beberapa studi dan kerjasama kelompok secara bersama-sama, sering kali canggung hadir disela becadaan yang dirasa kurang renyah, membuat keduanya kembali serius untuk mencairkan suasana yang ada, namun jika dilihat lagi kebelakang hal itu menjadi persamaan besar antara keduanya, membuat Merry dan Iriana saling mengerti dan memahami satu sama yang lain membuat pertemanan mereka terasa lebih dekat seperti ikatan keluarga.


Namun, seiring berjalanya waktu persahabatan antara keduanya sering mengalami timpang tindih yang ada, akibat kepintaran keduanya membuat mereka saling berdebat akan suatu permasalahan, meskipun begitu tidak membuat dua gadis dari Irlandia yang mengemparkan eropa berpisah, mereka hanya beradu argumen layaknya pertemanan biasa, membuat Marry dan Iriana sering menghabiskan waktu bersama, latar belakang orang Irlandia membuat dua kawanan itu sering melakukan hal apapun secara beriringan, hingga Marry dan Iriana tidak lagi memiliki jarak pertemanan diantara mereka, mungkin Iriana menjadi teman pertama bagi Merry dengan sejuta sikap cuek dan tertutupnya itu.


Iriana berasal dari perdesaan yang berada di Irlandia, ia mendapatkan beasiswa S2 di London akibat latar belakang anak berprestasi yang hampir sama dengan Marry, namun Iriana sedari awal telah mendedikasikan diri untuk meleburkan masa depan dikampung halaman, sedangkan Marry mendedikasikan diri dikancah Internasional, sebab kemampuan luar biasa yang ia miliki sangat sayang jika dibiarkan begitu saja, ditambah Merry memiliki karakter ambisius di tengah sulitnya para wanita untuk berkarir, mungkin ia wanita berani yang mendedikasikan kemampuan untuk bersaing dengan para pria, sebab dimasa itu jarang sekali wanita ingin bekerja, mereka lebih suka menjadi ibu rumah tangga yang baik dengan menjaga keluarga, meskipun begitu tidak membuat Merry lengah akan rintangan yang ada, dirinya semakin kuat dengan besarnya angin menerjang hingga semua itu berlalu.


Nama Marry Lourent diperhitungkan didalam jajaran orang teratas. Meskipun mereka berdua jarang bertemu setelah kembali ke Irlandia, namun Marry dan Iriana saling bertukar kabar melalui telepon umum dan juga surat kabar, bahkan keduanya saling merindukan di waktu bersamaan, Marry menjajakan kaki di perusahaan Petrov untuk pertama kalinya, ia memilih perusahaan itu untuk meniti karir masa depan, Marry seorang gadis polos yang menginjak usia 25 tahun, akibat otak jenius yang dimiliki membuat Marry berkenalan baik dengan Louis yang kala itu gagah dengan karismatik yang ada.


Wanita yang memiliki sejuta ide cermalang dan juga kemampuan analisis yang gemilang membuat semua orang merasa iri akan pilihan masa depanya, sebab Marry mendapatkan banyak tawaran dari perusahaan besar untuk berdedikasi disana, namun ia memilih perusahaan Louis Petrov sebagai jenjang awal kariernya, semua itu tidak jauh dari rasa percaya diri akan kemampuan yang Marry miliki, sebab untuk dirinya menjadi besar Marry harus memulainya dari awal, gadis itu tidak ingin mendapatkan sesuatu dengaan cara instan, ia ingin mengembangkan kemampuan untuk kesuksesan dimasa depan, sebab untuk gadis seperti Marry ia menyukai tantangan dan juga rintangan hal itulah yang membuat dirinya memilih perusahaan kecil seperti yang dimiliki Luois Petrov.


Louis yang kala itu seorang pengusaha yang baru saja meniti kariernya sedikit merasa beruntung akan kedatangan Marry, yang bisa dikatakan sebagai orang yang memberikan banyak kejutan bagi hidupnya, wanita itu membuat hal yang tidak mungkin menjadi mungkin, tentu Marry mendapatkan perhatian lebih dari Loius. Bagaimana tidak, Marry menjadi kunci kesuksesan Petrov, hingga pelan-pelan Marry malah mencintai pria yang membuatnya semakin tidak berdaya, Marry berusaha melakukan yang terbaik hingga berada disisi pria yang dicintainya, pelan-pelan ia mengurus keperluan perusahaan hingga keperluan pribadi Louis, usia mereka yang tidak terpaut jauh membuat Louis sering kali menganggap Marry menjadi orang terdekatnya.


Sampai suatu hari, Marry menerima fakta bahwa Louis telah memiliki gadis yang ia cintai, seakan ada rasa remuk dan hancur atas apa yang dirasakanya selama ini, Louis mencintai Charllot Damon anak dari Damon Farhaven, tentu saja jika sudah menyangkut nama Farheven adalah salah satu keluarga yang disegani di kota ini, bagaimana tidak Farhaver memiliki beberapa bisnis gelap dan juga keluarga terkaya di Irlandia, tak jarang apapun yang menyangkut keluarga itu membuat para musuh akan mundur tanpa ingin terlibat sama sekali, mereka dapat mengendalikan apapun dengan kekuasaan dan uang, semua hal tentang keluarga Farheven selalu disembunyikan hingga yang tertampil adalah citra baik yang dibangun oleh media, meskipun begitu Louis tidak akan tinggal diam jika hanya karna dirinya berasal dari kalangan rendah sampai tidak mampu mempersunting cucu dari keluarga Farhaven, tidak peduli bagaimana nyawa Louis berada dibawah bayang-bayang keluarga itu, farheven tidak akan bisa menyentuh Louis sebab Charllot memasang badan untuk melindunginya, selama ini Loius dan Charloot menyebunyikan hubungan mereka diam-diam dan melangkah maju tanpa menyingung pihak Farheven.


Secara diam-diam Loius Petrov membangun siasat untuk menyaingi keluarga itu, ia diam-diam bekerjasama dengan Marry secara terang-terangan mengimbangi kekuasan Farheven, hingga tanpa disadari Marry benar-benar senjata yang tepat dalam meluncurkan pelatuk yang ditariknya, Marry begitu tepat dengan setiap hal yang dirancang hingga siasat yang dibuat, membuat Louis sangat bangga memiliki marry disampingnya, semua produk mereka sangat terkenal keseluruh dunia bahkan ternama hingga menjadi marek yang berkualitas tinggi, semua kekayaan melimpah ruap hingga mampu menandingi keluarga Farheven dimasa itu, saat itu Petrov menenpatkan posisi imabang dengan keluarga Farheven yang tak lain calon besannya, meskipun awalnya mereka menentang dengan keadaan ekonomi dari Louis petrov namun untuk kali ini Petrov sampai dipuncak kejayaan setelah 5 tahun bekerjakeras bersama Marry.


Masa lalu……


“Apakah anda benar-benar mencintai nona Charllot tuan?” tanya Merry ditengah kesibukan mereka berdua, bahkan tatapan Marry tertuju dengan tegas kearah Loius, kali ini gadis lugu itu tidak menundukan kepala seperti biasanya, membuat Louis menghentikan jarinya sembari melirik kearah wanita yang begitu dingin memandangnya


“Kenapa kau mempertanyakan itu? bukankah kau tahu aku sangat berambisi menyaingi keluarga farheven. Apalagi alasan ku jika bukan karna Charllot” ujar Petrov ke arah Merry “Lebih baik, kau fokus saja pada pekerjaanmu Merry, tidak perlu menanyakan hal yang diluar kapasitasmu, karna aku mengerti beban tentang perusahaan sangatlah berat. Oh iya, apa kau sudah menyediakan gedung pernikahan untuk kami? Apa semuanya sudah selesai?” tanya Louis dengan raut wajah bahagia, bahkan ia melayangkan senyuman ke arah Merry, bagaimanapun Louis sangat berterimakasih kepada sekretaris seperti Marry, gadis muda yang begitu jenius dan cekatan itu sangatlah luar biasa untuk menjadi rekanya selama ini, bahkan membaut Louis sedikit tersanjung jika Marry masih bertahan disisinya meskipun memiliki tawaran yang lebih luar biasa dari pada jabatan sekretaris yang ia sandang, sebab apapun yang dimiliki Louis saat ini adalah berkat kerjakeras Merry seutuhnya.


“Sudah tuan, saya sudah menyiapkan semua keperluan anda, saya minta maaf telah menyinggung atas sikap ikut campur terhadap kehidupan pribadi anda” mata itu ditundukan dengan terpaksa, bagaimanapun perih hati yang dirasa membuat Merry harus menanggung rasa sakit yang begitu menyiksa


“Tidak apa-apa, aku hanya tidak ingin kau terlalu terbebani dengan masalah pribadiku saja, sebab aku sudah membebanimu dengan seluruh pekerjaan, kau telah berkerjakeras untuk perusahaanku marry, jika kau memiliki keinginan atau apapun itu, jangan tahan dirimu untuk mengabdi diposisi ini, karna dengan kemampuan seperti itu kau bahkan mampu menjadi seseorang yang lebih dariku” tutur Louis Petrov kearah Merry membuat mata gadis itu terangkat sembari menatap dalam mata pria yang ia cintai, alasan utama Merry bertahan hingga saat ini karna ia begitu mencintai Louis Petrov, namun sampai detik ini tidak ada yang mengetahui bagaimana perasaanya, bahkan Tuan Petrov sekalipun.


“Bagaimana bisa aku pergi, jika hidupku rasanya ada disisimu. Kau bahkan tidak tahu itu. bagaimana bisa aku meninggalkanmu jika perasaanku saja tidak pernah kau tahu. Ooh, apa mungkin karna itu aku bertahan hingga detik ini, karna tidak ada yang menyadari bagaimana aku mencintai mu Louis, hingga dengan percaya diri aku berdiri disamping mu saat kau memeluk wanita lain menjadi hidup mu, bodohnya aku dengan suka rela mencintaimu. Aku mencintaimu, apa yang harus aku lakukan! Bahkan menjauh sama saja menyakitiku” seketika tatapan diam Merry menjatuhkan bening air mata yang sedari tadi tertumpuk rata, membuat Louis Petrov mengerjap saat menyaksikan Merry meneteskan air mata tanpa menjawab apapun dari perkataanya


“Kenapa kau malah menangis Marry?” tangan pria itu melayang ke pipi Marry, seakan menyapu habis seluruh kesedihan yang mendera, membuat Marry menepis sebab dia tahu diri akan posisi “maafkan saya tuan, membuat anda tidak nyaman, saya hanya terharu mendengar pujian anda. Itu suatu kehormatan bagi saya” tutupnya sembari merapikan berkas yang bertumpuk diatas meja, Merry keluar dari ruangan tersebut hingga didepan pintu bersirobok dengan Charllot yang membawakan rantang makanan untuk kekasihnya, hati Marry tercabik-cabik menyaksikan wanita yang dicintai oleh Petrov tersebut “Aku harus tahu diri!” gumam Marry sembari meremukan kertas digenggaman nya, ia bahkan menepis air mata dengan kasar, membuat Charllot mendekat dengan tatapan polos bak malaikat. Bagaimana tidak, gadis itu benar-benar cantik dan menawan, angun dan terlihat begitu cantik hingga siapa saja akan terpesona pada dirinya, Charllot memiliki hati tulus dan jiwa keibuan yang kental, bukankah sifat seperti itu yang di dambaan pria manapun didunia, sedangkan Marry seorang gadis pengila kerja yang tidak dilirik oleh para pria bahkan dirinya malah sering dijadikan saingan.


“Marry, kenapa kau menangis” perlahan Charllot menjatuhkan tubuh dengan lembut untuk memberikan pelukan hangat kepada Marry, bagaimanapun gadis muda yang cantik itu telah membantu kekasihnya selama ini, untuk mencapai puncak kejayaan, jika bukan karna Marry mungkin Charllot tidak akan bisa mengespresikan perasaanya kepada dunia dan juga keluarga, Merry sudah dianggap sebagai adiknya sendiri, ia sangat menyayangi Marry sebagaimana Charllot menyayangi saudara kembarnya Charmilla Damon.


“Tidak apa-apa kak, aku hanya sedikit terharu saja” tutur Marry dengan menyembunyikan perih hati yang dirasa mengoyak habis seluruh cinta yang tertumbuh disana


“Aku baik-baik saja” senyum simpul melegakan hati Charllot, setidaknya ia bisa menyaksikan Marry tersenyum kearahnya dengan wajah cantik seperti biasa


“Sayang” celetuk Louis memutus percakapan mereka, membuat kedua wanita itu memalingkan wajah secara bersamaan “Apa kau sudah lama menunggu diluar?” tanya Petrov kearah kekasihnya.


“Tidak, Berto bilang kau sedang bekerja dengan Marry karna itulah aku bercakap-cakap dengan Berto sebentar, ketika aku ingin masuk, aku malah melihat Marry menangis, apa kau melakukan sesuatu padanya? jika kau berani menyakiti adikku, aku akan membunuhmu Petrov” ancam Charllot dengan raut wajah tidak enak dipandang, bahkan membuat Marry terhibur dengan kekehan kecil yang terdengar, sedangkan Petrov bergindik ngeri melihat sorot mata dari bibit Farheven


“Aku mungkin telah menyakiti Marry” balas Petrov, seakan ia ingin memancing kemarahan kekasih yang dicintainya itu “Aku menyuruh Marry untuk melebarkan sayapnya, sebab jika ia hanya menjadi sekretarisku saja, itu sangat tidak adil dengan kemampuan yang marry miliki, namun nampaknya Marry tidak terima dengan tawaran itu, ia malah terharu karna aku memuji kejeniusanya, memang gadis sombong” dengus Petrov kearah Marry, membuat Charllot terkekeh.


Mereka bertiga menyudahi percakapanya, begitupun Marry ia memilih pergi dan pulang setelah pekerjaan dikantor selesai, sebab bagaimanapun Marry lebih nyaman mengisolasi diri dari pada melampiaskan kepada alkohol dan sejenisnya, sebab kandungan alkohol akan merusak sistem syaraf manusia jika mengkonsumsi secara berlebihan, Marry sangat menjaga otaknya sambil di imbangi dengan kesehatan tubuh, karna itulah sikap menyendiri yang alami itu membuat Marry lebih baik dalam memperbaiki hati.


“Iriana” lirih Marry saat melihat surat yang dirkirim oleh sahabatnya, ia begitu bahagia sepulang dari kantor menerima kiriman surat dari Iriana, bahkan dalam beberapa minggu Iriana sangat jarang bertukar kabar dengan Marry, melihat selembar surat itu membuat keadaan hati Marry membaik, namun semuanya diluar dugaan, Marry berharap ia membaca kabar rindu dan bahagia dari Iriana, namun gadis itu malah menerima surat tak masuk akal saat ia baca.


“Keluarga itu lagi, kenapa ia selalu saja mengambil orang terdekat ku, bahkan menyakiti Iriana. Aku bersumpah tidak akan memaafkaan Ferhaven” geram Merry saat membanting porselen yang menjadi pajangan diruang tamunya.


Marry mencoba meraih pena yang ada dimeja kerja, ia menempatkan posisi sambil memikirkan rencana yang akan ia susun, ia menuliskan surat untuk sahabatnya yang tengah dilanda masalah, Marry mungkin harus memikirkan matang-matang bagaimana membantu Iriana, sebab dikeadaan seperti ini, Marry tidak boleh salah langkah, apapun yang direncanakan harus sesuai dengan penanggulangan yang dirancang, ia tidak bisa lepas tangan jika sahabatnya berada dibawah ancaman.


Ke esokan harinya, Marry terlihat sangat gusar, ia begitu khawatir sembari melirik jam tangan yang ada dipergelangan tangan kecil itu, Petrov melirik kearah asisten yang dianggap sebagai adiknya itu dan menghampiri Marry, membuat dirinya melepaskan diri dari cemas, sambil memasang wajah untuk menghadapi atasan


“Apa anda membutuhkan sesuatu Tuan?” tanya Marry dengan hormat, ia bahkan menundukan tubuh kearah Petrov


“Tidak, aku hanya ingin tahu, apa yang membuat mu sangat cemas Merry, kau sangat jarang sekali seperti ini. Apa kau memiliki masalah?” tanya Petrov dengan penuh peduli, membuat jantung Merry bergetar seakan ingin meloncat dari sana, ia benar-benar menyukai atasan itu hingga tergila-gila, namun Petrov tidak mencintainya, bagaimana pun Marry dan Charllot sangat akrab hingga tidak mungkin bagi Marry mengungkapkan perasaanya


“Kenapa kau diam saja, apa kau memiliki masalah? Katakan saja” paksa Petrov, sebab ia tidak bisa membiarkan siapapun terlihat khawatir dan cemas, apalagi orang terdekatnya.


“Aku memiliki sedikit masalah, tapi bukan masalahku tuan. Ini masalah temanku, dia akan dibawa dengan paksa kekota oleh keluarga Farheven” jelas Merry dengan gugup, membuat mata Petrov melebar tidak percaya


“Bagaimana bisa temanmu terikat dengan keluarga itu” celetuk Petrov ke arah Merry, sebab ia tahu sendiri jika Ferheven memilih wanita itu bukan untuk dijadikan kekasih, namun peliharaan untuk pemuas nafsu semata. Jadi jelas saja Marry dilanda cemas tak betuan jika temanya memiliki masalah segenting ini.


“Ferheven menguasai wilayah dibagian barat, ia bertemu dengan temanku disaat memperbudak warga desa, dia hanya menceritakan jika dirinya dipaksa kekota, aku juga tidak mengerti bagaimana menyikapi ini, tapi tuan apa aku bisa bertemu dengan temanku, melalui koneksi perusahaanmu?” tanya Marry dengan gugup, membuat Petrov terdiam ditempat. Sebab jika dia terlibat itu sama saja ia ikut campur atas siasat Merry, tentu Petrov mengetahui gadis ini tidak sekedar bertemu biasa, melainkan memberikan bantuan yang tidak tahu seperti apa wujudnya


“Baiklah” seketika Merry terperangah mendengar pernyataan tuannya, sebab ia menangkap Petrov mengetahui niatanya, jika saja Marry benar-benar melakukanya, dan Tuan Petrov menjadi penghubung, pasti akan membuat kekacauan antara dua keluarga yang sedang perang dingin tersebut, setidaknya Petrov mempertaruhkan usaha yang dilakukanya selama ini, membuat Marry mengelengkan kepala seraya menolak tawaran yang diminta barusan kepada tuanya itu “Tidak merry, meskipun aku akan bertentangan lagi dengan keluarga Charllot, tidak apa-apa jika itu menyangkut nyawa dan kehidupan temanmu, aku tahu dia sangat berharga bagi dirimu bukan, sangat jarang kau melihatkan emosi kepada seseorang, jika itu bukan orang penting buat dirimu, selama ini kau telah banyak membantuku dan charllot, kali ini aku juga ingin membantu mu. Apa kau fikir dengan kerusakan hubungan keluarga membuat aku menyerah akan Charllot, tidak Merry!! Bahkan aku semakin semangat memperjuangkan cintaku, Charllot pasti sangat senang dengan keputusan ini. Jadi lakukan apa yang ingin kau lakukan” tutur Petrov dengan rasa sunggung-sungguh, membuat Marry berlinang air mata menyaksikan kebaikan Petrov padanya


“Terimasih Tuan, terimakasih banyak” sambutnya dengan penuh hormat, membuat Petrov melebarkan senyum sembari menepuk bahu Merry untuk menguatkan gadis tersebut.