
Siapa yang menduga jika Tuan Ji di tempatkan di sebuah villa yang memiliki fasilitas keamanan tingkat tinggi, bahkan beliau di berikan kenyamanan saat berada di sana, tentu saja Airyn memperlakukanya selayak manusia biasa, bahkan Airyn menempatkan Tuan Ji di tempat yang tidak akan bisa di lacak oleh siapapun, sehingga untuk memasuki kawasan elit ini membutuhkan banyak persyaratan dan izin resmi dari pemilik disana.
Bahkan tidak semua orang bisa menginjakan kaki di perkarangan villa, sebab sudah menjadi peraturan disana jika seseorang tidak boleh sembarang sebab hal itu akan di anggap sebagai pelangaran, jadi seluruh tamu atau pemilik sudah mengetahui peraturan itu, jika siapapun tidak boleh memasuki tanpa ada kepentingam sehingga keamanan di villa itu sangatlah terjaga.
Hansell dan Airyn berjalan menaiki tangga yang cukup rendah untuk menuju pilar-pilar tinggi yang ada di sepanjang danau kecil di bawah sana, perkaranganya sangat luas di bandingkan dengan villa yang dimiliki Airyn sebelumnya, sebab konsepnya adalah keasrian ramah lingkungan dengan nuansa hijaun dan kayu jati kualitas terbaik, meskipun begitu Airyn tetap sesuai prosedur, jika Tuan Ji di jaga ketat tanpa ada kecuragan yang terjadi, sehingga villa mewah itu akan menjadi seperti penjara bagi dirinya.
Beliau tidak boleh keluar atau berkeliaran di halaman depan, tempat yang boleh di tempati Tuan Ji hanyalah kamar utama yang menjadi peristirahatan dirinya, jika masalah makanan atau kebutuhan lainya akan di antarkan oleh pembatu villa yang bekerja dengan Airyn, sehingg beliau tidak mempunyai alasan untuk keluar dari kamarnya.
Tidak hanya itu saja di dalam kamar Tuan Ji sudah di lengkapi dengan kamera pengawas serta CCTV hitam putih yang ada di kamar mandi, sebab seinci gerakan beliau tetap di pelajari sehingga tuan Ji tidak memiliki kesempatan meloloskan diri, tentu saja Airyn melakukan hal itu untuk menyembunyikan Tuan Ji dari incaran orang yang menginginkan nyawanya, sebab Airyn yakin setelah mengakuisisi perusahaan milik beliau, Tuan Ji akan berada di tengah kehancuran yang siap meluncurkan anak panah untuk melenyapkan, karna itulah Airyn membawa beliau menepi hingga perlahan menghilang dari jangkauan, sebab Airyn meyakini jika orang yang berada di balik surat kontrak itu merasa begitu kepanasan sebab kehilangan jejak tentang Tuan Ji.
Setiap tindakan atau rencana sekecil apapun yang ingin di lakukan, tentu saja melalui pertimbangan besar sehingga Airyn sudah menyiapkan tameng perlindungan jika nanti ada serangan yang menimpa secara mendadak, untuk itulah Airyn mampu menyembunyikan Tuan Ji setelah menghabisi perusahaanya, tentu saja Airyn telah memperhitungan waktu dan tempat yang tepat, jika di bilang insiden bersama Somi adalah kesengaja sebenarnya itu bukan sebuah kesengajaan belaka melainkan suatu rencana namun terjadi di waktu yang tidak tepat saja.
Sebelum melakukan tindakan itu, Airyn telah memikirkan cara untuk mengakuisisi perusahaan Tuan Ji bahkan menyiapkan beberapa tameng perlindungan jika terjadi serangan balik, atau keadaan di luar kendali, namun waktunya belum tepat utuk Airyn melakukan rencana, hingga pada saat bersamaan Somi sebagai putri tunggal Tuan Ji malah membuat masalah tanpa di duga, dari sanalah Airyn mulai memutar otak untuk memanfaatkan keadaan, seolah ia menyelami dua pulau dengan sekali mendayung, di satu sisi ia mencapai tujuanya tanpa orang lain mengetahui maksud atas sikapnya.
Bahkan Airyn percaya orang yang berada di balik surat kontrak itu akan menganggap tingkah Airyn mengakuisisi adalah pembaalsan atas penghinaan yang di berikan padanya dari sikap Somi, namun siapa yang mengira jika kenyataanya Airyn melakukan akuisisi untuk menyembunyikan Tuan Ji sebab beliau adalah incaran selanjutkan setelah kematian Tuan William ayahnya Dikra.
“Aku berfikir kau akan memenjarakan Tuan Ji di tempat kumuh yang tidak layak sama sekali, tapi kenapa kau malah menempatkanya di tempat seperti ini? sebenarnya apa yang kau fikirkan Airyn?” tanya Hansell dengan bingung, ketika menyamakan langkah istrinya
“Di zaman sekarang siapa yang masih mengunakan metode seperti itu sayang. Apa kau fikir menempatkan Tuan Ji di tempat seperti itu akan mencapai tujuan? Tentu saja tidak, sebab ketika seseorang merasa tidak layak mereka cenderung mencari jalan keluar untuk kabur dari kehidupannya. Jadi secara garis besar aku memberikan kenyamanan terbaik agar dia tidak memikirkan cara lain untuk melarikan diri atau menusuk ku dari belakang, dan tentu saja dengan memberikan keamanan tingkat tinggi dan menjaganya secara ketat, membuat dia merasa di butuhkan sehingga tidak mencari tempat lain untuk berlindung. Hal ini lebih efektif di gunakan dalam mencapai tujuan saat mengorek informasi dari narasumber” jelas airyn dengan lugas, membuat Hansell memandang panjang penuh perhitungan, ternyata Hansell seperti memandang kelangit tertinggi saat memperhitungkan dirinya bersama Airyn.
Wanita itu benar-benar memiliki tempat berbeda dengan Hansell, seolah Airyn mampu mengunakan otaknya dalam situasi apapun, ia bahkan sangat teliti dalam hal terkecil sekalipun, bahkan Airyn memperhitungkan perasaan manusia yang sering diabaikan oleh orang lain.
“Kenapa istriku pintar sekali” lirihnya ketika tertegun atas penuturan Airyn barusan
“Kau saja yang terlalu bodoh” celetuk Airyn dengan tatapan menghina, membuat Hansell membulatkan mata seolah tidak bisa menerima ucapan wanita itu.
“Apa kau tidak merasa berdosa setelah menghina suamimu. Kau bahkan mengatai diriku tanpa beban, seolah aku benar-benar tidak bisa diandalkan. Jika aku tidak berguna kenapa kau masih mau menjadi istriku” sanggah Hansell dengan wajah kesal bahkan ia bertingkah kekanak-kanakan untuk menuntut penjelasan.
“Entahlah” ucap gadis itu dengan angkuh, seolah tidak mau memperdulikan perkataan suaminya, ia berjalan dengan tegas mengikuti jalur yang di tunjukan para pengawal.
“Entahlah!! Hanya itu jawabanmu, astaga! Katakan padaku, apa aku benar-benar bodoh di matamu, sehingga kau memandang diriku tidak berguna, jika sudah begini kenapa kau membawaku kesini, kan sangat jelas jika aku tidak berguna” cerocos Hansell dengan nada jengkel, membuat langkah Airyn terhenti saat tubuhnya membeku penuh kekesalan atas protes yang Hansell lontarkan.
“Kau memang tidak berguna, bahkan kau bodoh sekali. Tapi aku mencintaimu, kenapa kau menganggap dirimu tidak berguna. Aku bahkan membutuhkan dirimu untuk bertahan hidup. Apa kau fikir aku bisa menjalani hidupku jika kau tidak ada di sisiku. Jika sudah begitu untuk apa kau terus mempertanyakan berguna atau tidaknya dirimu, bahkan kau tahu sendiri jawabanya” balas Airyn dengan tegas, membuat Hansell terdiam seolah tidak ada kata lain atau kalimat yang mampu meluncur dari bibirnya, entah kenapa pipi Hansell merah padam atas pernyataan cinta yang terdengar mengerikan dari istrinya.
Sedangkan para pengawal yang terpaksa mendengar perdebatan suami istri itu merasa sangat bersalah kepada Hansell, ada senyum yang susah Payah di sembunyikan ketika melihat Hansell seperti kecing imut di hadapan rubah licik, benar-benar pasangan yang mempunyai jiwa tertukar, bukankah seharusnya kalimat yang baru saja terlontar lebih cocok di ucapkan oleh pria, namun di kehidupan Tuan Hansell dan Nona Petrov malah terjadi kebalikan, siapa yang sanggup menahan lelucon yang sangat mengemaskan ini.
“Seret Tuan Ji keruang atas” titah Airyn ketika memutus keheningan yang terjadi antara dirinya dan Hansell, membuat para pengawal yang berjejer di belakang menuruti instruksi sedangkan Airyn melangkah menaiki tangga kayu untuk menuju ruanganya, tentu saja Hansell mengikuti langkah istrinya.
Belum sempat Airyn mendudukan diri di sofa yang ada di ruangan atas, Hansell dengan segenap sikap lemah lembutnya menarik tangan Airyn untuk melekatkan ketubuh mereka, entah megapa Airyn begitu mempesona dan sangat berbeda dari kebanyakan wanita, wanita itu bersikap dingin hingga mengeluarkan aura menyeramkan namun tetap saja karismatik, membuat Hansell begitu tertarik hingga sulit mengendalikan dirinya.
“Apa yang kau lakukan” bisik Airyn penuh penekanan ketika suaminya memesrai dengan begitu dekat, bahkan pria itu menyibakan rambut Airyn kearah belakang hingga mempertontonkan bahunya yang tegas, Nona Petrov yang tadinya menakutkan di mata pengawal malah melunakan diri penuh malu ketika tatapan Hansell begitu menginginkan.
“Tidakkah kau berfikif, sikap sok hebatmu barusan membuat harga diriku terluka. Untuk luka yang baru saja kau toreh, aku ingin mendapatkan kompensasinya sekarang” tuntut Hansell, bahkan ia sengaja bicara kedaun telinga Airyn dengan helaan nafas panas yang menjalar keseluruh aliran tubuh, bahkan membuat tubuh Airyn bergindik ngeri atas sikap yang Hansell tebarkan.
“T-Tapi kita akan menemui Tuan Ji” balas wanita itu saat menundukan kepala penuh malu, hingga perlahan Hansell membuka Blazer dongker yang Airyn gunakan secara formal “Hansell jangan, nanti saja” lirih Airyn sembari menahan tangan suaminya.
“Pintunya sudah aku kunci, apa kau fikir mereka akan memasuki ruanganmu ketika kita berdua mengurung diri di dalam sani. Bahkan secara alami mereka akan mengerti, dan lari utuk menjauh tanpa ada yang mendekat” sanggah pria itu dengan meyakinkan, membuat Airyn memerah dengan sekujur tubuh memanas, kali ini blazer itu terbebas dari tubuhnya hingga menampakan Blouse Cream sebagai dalaman, tentu saja bahan yang tipis itu sangat mudah untuk di rebok jika Hansell mau, namun ia berusaha mengendalikan diri, untuk memesrai istrinya secara lemah lembut.
“T-tetap saja, kita tidak bisa melakukanya sekarang, masih banyak hal yang harus kita kerjakan. Nanti saja setelah ini selesai kau boleh melakukan apapun, bahkan aku siap meladenimu hingga pagi buta” usul Airyn dengan gugup, bahkan ia tidak sanggup menatap mata suaminya yang terlihat amat buas dalam hasrat mengiginkan, tubuh mereka yang menempel sudah menghidupkaan sinyal-sinyal redup.
Sekarang Airynpun sudah mulai bereaksi ketika Hansell mengerakan tubuhnya secara perlahan kearah dinding, tentu saja pria itu menempatkan posisi di kontak lampu agar bisa meredupkan cahaya untuk mendukung latar percintaan, siang yang masih terang benderang ini masih saja meningkatkan raksi tubuh keduanya.
“Hans..” bibir basah nan lembab itu menempel penuh tuntutan di bibir mungil Airyn yang mengoda, Hansell mencubu istrinya secara perlahan meskipun menarik seluruh intisari manis disana, bahkan mereka terlelap-lelap merasakan sensasi atas ciuman itu, dari posisi tegak Hansell menarik pita blouse yang terikat di dada istrinya, hingga meluncurkan baju itu ke lantai tanpa di sangka.
Betapa cintanya Hansell ketika wanita berbahaya itu mampu di taklukan ketika bercinta, ia seperti gadis berbeda dari dirinya yang ganas dan menyeramkan, bahkan tidak ada sikap licik di altar percintaan yang terjalin, Airyn bersikap polos dan mengikuti kemana Hansell mengomandokan permainan, Airyn yang seperti ini hanya bisa dimiliki oleh dirinya, hingga dengan segera Hansell menghentikan siksaan itu untuk memcubu istrinya.
Kali ini kelembutan mendominan, Hansell menyudutkan tubuh mereka ke dinding, ia menatap kedua mata Airyn yang mulai terpedaya oleh dirinya. Hembusan kata sayang yang di bisikan Hansell secara berat entah kenapa membuat Airyn semkain tersiksa, ia ingin merasakan lebih lama dan lebih dalam dari ini, seolah Hansell tidak boleh berhenti sebelum Airyn mencapai kesejahteraan rohani secara paripurna.
“Lakukan sampai tuntas” lirih wanita itu dengan tatapan malu yang berusaha di beranikan, membuat Hansell terkekeh saat Airyn sendiri yang kecanduan atas dirinya.
“Jika kau sudah mengunci pintu itu, tentu saja tidak akan ada yang berani melangkahi garis privasi kita. Siapa yang berani mengetuknya saat kita berdua snegaja mengunci diri di dalam sini” goda Airyn untuk memprovokasi Hansell.
Dan ya, dirinya berhasil membuat Hansell tertawa renyah, hingga menjelma menjadi buas, ia melepaskan seluruh kain yang ada di tubuh Airyn, hingga wanita itu melakukan hal yang sama untuk menangalkan pakaaian suaminya, keduanya sama-sama bekerjasama untuk menciptakan percintaan yang menabjubkan.
Hansell menidurkan tubuh istrinya diatas lantai yang beralas karpet, ia memulai permainan untuk menuju ke inti, sebab istrinya benar-benar tidak sabaran dari biasanya, membuat Hansell perlu menunjukan apa yang Airyn inginkan akan sama dengan usaha yang Hansell kerehkan.
“Brengsek. Ini sakit sekali, aku rasanya akan meninggal karna ini” umpat Airyn saat berteriak kearah Hansell dengan tersiksa, bagaimana bisa pria itu memiliki stamina sepenuh ini hingga Airyn merasa kelelahan, jemarinya meremukan lengan kekar Hansell yang masih berusaha mengiring permainan.
“Sayang..kamu tidak akan akan meninggal hanya karna hal seperti ini” balas Hansell ketika menjawab perkataan istrinya, ia masih berusaha dengan penuh tenaga, meskipun mengucapkan kalimat dengan susah payah.
“Tapi..” sontak Hansell membungkang mulut istrinya, seolah menuntut Airyn untuk diam dan menerima saja.
“Aku akan melakukanya dengan pelan, jadi tahanlah” lirih pria itu di sela-sela helaan nafas mereka, sebab ia juga tidak bisa memaksa Airyn jika wanita itu tidak sanggup menikmatinya, Hansell sengaja melepaskan diri agar memberi Airyn jeda untuk memulai yang lebih dahsayat lagi.
“Kau pembohong, selalu membujukku untuk melakukanya dengan pelan. Tapi di tengah permainaan kau malah melakukanya dengan kasar” dengus Airyn keita memalingkan wajah sebab engan melihat Hansell.
“Jadi bagaimana? Apa aku harus hentikan saja? Aku sebarnya tidak akan memaksamu jika kau merasa terbebani. Jika begini kita sudahi saja” balas Hansell dengan wajah pasrah, tentu saja ia tengah mengancam membuat Airyn untuk terjebak kedalam permainan yang Hansell berikan, secara sadar wanita itu menahan lengan suaminya, karna Airyn juga belum selesai atas permainan mereka yang menanggung.
Bahkan tubuh keduanya sudah terlanjur polos tanpa busana, dan permainan akan berhenti begitu saja, tenti Airyn tidak rela melepaskanya, meskipun sedikit malu namun Airyn mengakui jika dirinya juga membutuhkan hal ini.
“La-lakukan dengan pelan ya” pinta wanita itu dengan malu, membuat Hansell tersenyum atas kemenagan, ia mencium bibir istrinya untuk memulai permainan, tentu saja kali ini dia melakukanya dengan cekatan, seolah seluruh anggota tubuh mereka saling bekerjasama.
Hansell dan Airyn sama-sama tidak mengalah untuk mencapai tahap permainan, keduanya saling mengejar untuk menyamaratakan kemampuan. Hingga permainan itu berlabuh pada sikap lembut Hansell yang mengoda istrinya, ia melakukan dengan perlahan meskipun seiring permainan memulainya dengan kecepatan yang lebih tinggi dan dalam, hingga suara Airyn terus saja mengaung di ruangan, membuat Hansell bergetar penuh sensasi, seolah Hansell benar-benar luar biasa sedangkan Airyn menimatinya dengan tenang.
“Aku mencintaimu” sontak kalimat itu menjadi penghujungan, saat tubuh Airyn ambruk di atas dada suaminya, tentu saja di permainan terakir ini Airyn sendiri yang memimpin.
“Apa kau tidak tahu betapa cantik dirimu di atasku, bahkan aku masih bisa terpana disaat percintaan panas kita” Airyn dengan sigap menutup mulut Hansell dengan tanganya, jika tidak pria itu akan melanjutkan kata memalukan untuk di dengar oleh telinga Airyn.
****
Tadinya Tuan Ji baru saja menaiki tangga, namun dengan cepat seluruh orang yang mengawal dirinya memaksa Tuan Ji untuk turun seketika, tentu saja ia merasa sangat bingung atas apa yang terjadi, padahal ia telah menantikan kedatangan Airyn dan Hansell, hanya saja ia malah di pulangkan kembali ke dalam kamarnya sendiri.
Pengawal Airyn tentu menjauh dari ruangan itu, mereka berjaga tepat di tangga bawah di mana tidak akan mengakses suara apapun dari dalam ruangan Nona Petrov, semuanya telah berdiri selama dua jam lebih, meskipun mereka mengetahui apa yang terjadi tapi tidak ada yang berani mengeluarkan ekspresi apapun kecuali menjalankan tugas dengan sikap dingin seolah telah terlatih.
*****
Jungkyung mendobrak ruangan kerja Jenny, ia masuk tanpa izin dengan seluruh amarah yang tidak tertahankan, Jenny yang tengah rapat bersama beberapa rekanya tentu sedikit tidak suka atas sikap wanita itu, ia bahkan menatap dingin penuh perhitungan ketika menyadari jika temanya itu membawa dendam ke tempat kerjanya.
“Keluarlah sebentar, sepertinya aku kedatangan tamu penting” ucap Jenny kepada seluruh rekan yang ada di sana, membuat mereka mengemasi berkas untuk beranjak dari ruangan.
Melihat semua kariyawan sudah bubar, Jenny berdiri dari duduknya sambil menatap kearah Jungkyung, begitupun dengan Jungkyung yang mengitari meja Jenny dengan tatapan tidak mengenakan, ia berlabuh di sofa yang berada di sebelah Jenny seolah mendududkaan diri tanpa izin, seketika Jenny mendudukan diri kembali di tempat yang sama.
“Ada keperluan apa sehingga Nona Jung menemuiku?” tanya Jenny dengan sikap formal, membuat Jungkyung menyungingkan senyum menghina yang kentara.
“Tidak perlu bersikap sopan padaku Jenny. Apa maksud dari beritamu tentang Airyn adalah Nona Petrov. Apa kau memiliki bukti yang kongkrit atas alasan itu, jangan bilang kau memberitakan hal itu hanya di dukung dari penjelasannya saja” tebak Jungkyung dengan penuh kejengkelan atas sikap Jenny yang tidak memihak padanya, sebab berita yang di bawakan Jenny mengantarkan keadaan berbalik menjadi 180 derajat.
Jenny terdiam tanpa mampu menjawab ucapan Jungkyung. Benar, dirinya hanya memberitakan hal itu berdasarkan wawancara yang di lakukan bersama Airyn, tapi berdasarkan pengalamanya bersama narasumber, ia telah mempercayai jika wanita itu bukan orang sembarangan, bahkan dari carnya bicara saja dapat terlihat jika Airyn orang yang karismati, sehingga Jenny tidak membutuhkan bukti apapun yang menyembutkan Airyn adalah Nona Petrov.
“Kenapa kau diam saja? Apa kau baru menyadari kebodohanmu. Astaga…aku tidak percaya kau memberitakan hal ini akibat pengakuan seseorang saja tanpa ada bukti yang mendukung. Apa kau tidak tahu sikap seperti ini akan menjadi ancaman bagimu untuk menghancurkaan karir yang kau hargai ini. Jenny seharusnya kau mengerti dari pada aku, betapa bahayanya seorang pembawa berita jika memberitakan topik palsu, jika dia bukan Nona Petrov apa yang akan kau lakukan!” bentak Jungkyung dengan penuh penekanan, seolah ia masih saja belum percaya tentang fakta tentang Airyn.
Jenny menyandarkan tubuhnya kebelakang, untuk memandang lekat-lekat wajah Jungkyung yang begitu berapai-api, benar apa yang di katakan wanita itu, jika Airyn bukanlah Nona Petrov apa yang akan di lakukanya?
Bahkan Jenny sendiri sangat mengetahui dampak apa yang akan dia terima jika itu adalah kebohongan, bahkan ia mengakui seseorang menjadi orang lain, dan orang yang di beritakanya itu bukanlah orang sembarangaan, melainkan Nona Petrov yang terhormat.
Bukan karirnya saja yang akan berakir, melainkan kehidupan orang tua dan mungkin keluarga besarnya yang akan sengsara, jika Jenny menyinggung yang namanya Nona Petrov.