
Seorang pria memasuki ruangan yang cukup luas dengan nuasa gelap nan suram, ia membawakan makanan untuk Hansell dan Merry untuk menunjang kelangsungan hidup para tawanan, orang itu melemparkan beberapa potong roti dan minuman sachet seolah memberikanya pada hewan peliharaan, membuat Hansell mengepalkan tangan melihat tingkah tidak pantas yang dilakukan pria itu pada Merry, meskipun mereka tidak memiliki alasan untuk di perlakukan dengan baik tapi tetap saja Hansell tidak terima jika ibu mertuanya itu diperlakukan tidak sopan oleh orang lain.
Baru saja anak buah Zates ingin berbalik untuk keluar dari ruangan, sebentuk percikan tawa menghina Hansell terakses dengan jelas di pendengaran pria itu, membuat Merry melirik panjang pada Hansell seolah ia tidak mengerti mengapa pria itu malah bertingkah di saat seperti ini.
“Apa kau tengah menghinaku barusan?” tanya pria itu dengan ketus, membuat Hansell mengangkat kepalanya untuk mendongak penuh perhitungan, bahkan tatapan matanya seolah menantang sehingga membuat pria itu terprovokasi atas sikap angkuhnya.
“Apa kau tersinggung hanya karna hal seremeh itu? Lalu bagaimana dengan sikapmu yang tidak memiliki etika barusan. Bahkan aku tidak sudi memakan makanan yang kau berikan meskipun aku harus menahan lapar hingga mati” balas Hansell dengan nada tajam penuh kejijikan, membuat Merry membulatkan mata tidak percaya pada menantunya.
“Dasar berengsek!!” Hansell di pukuli tanpa ampun, bahkan membuat Merry berteriak ketika pukulan itu menyucurkan darah segar di sudut bibir Hansell, dengan tangan yang terikat serta kaki yang tidak bisa melakukan apa-apa, tentu tubuhnya hanya mampu menerima pukulan yang beruntun, membuat beberapa orang yang ada di luar ruangan berhamburan masuk untuk mencegah anjing gila itu membunuh Hansell.
Nafasnya naik turun ketika menatap mata Hansell yang tidak ada takut sedikitpun, sedangkan Hansell tersenyum licik seolah puas mempermainkan emosinya, tentu tujuan Hansell adalah memprovokasi kemarahan orang itu untuk mengetahui seberapa berharga nyawa mereka bagi musuh, untuk itulah Hansell perlu melakukan keributan seperti ini.
“Dorbin, jangan!! Apa kau gila! Jika tuan Zates mengetahui tindakan ini, dia bisa membunuhmu” seketika tubuh pria itu menegang saat menatap kearah Hansell, fikiran yang tadinya kusut mulai jernih seketika, seperti rasa takut mengerogotinya dalam beberapa detik, bahkan mengubah seluruh kekesalan itu hingga mereda.
Mendengar nama seseorang yang terdengar begitu asing di telinga Merry membuat keningnya berkerut, ia menatap panjang kearah Hansell seolah mengerti maksud dari tindakan pria itu, meskipun Hansell tidak mengucapkanya tapi Merry dapat merasakan jika Hansell sengaja melakukan hal ini, sebab jika orang itu mengiginkan nyawa Hansell dan Merry tentu sedari awal mereka telah lenyap, tapi kali ini malah sebaliknya orang itu hanya menawah dan memberi makan meskipun dengan tindakan dan sikap yang tidak layak, namun ia seperti menjaga Hansell dan Merry tetap sehat dan bernafas, bahkan anak buah pria itu dengan jelas mengatakan jika Hansell dan Nerry tidak boleh tersentuh tangga sedikitpun.
Jika sudah begini tentu Merry dapat menyimpulkan, bukan nyawa yang di incar dari keduanya, melainkan mereka berdua di gunakan untuk memancing sesuatu, hanya saja untuk apa Merry dan Hansell di tawan seperti ini? Apakah untuk memancing Airyn menemukan mereka? Jika sedari awal yang di targetkan orang itu bukanlah Merry dan Hansell melainkan Airyn, tentu saja Merry sudah salah perhitungan, hingga membahayakan keberadaan putrinya.
Tubuh Merry menegang seolah ketakutan mulai menghantuinya, semua fikiran-fikiran itu menjalar satu persatu seolah teka-teki terpecahkan di otaknya, ternyata ini hanya sebuah jebakan dari orang lain untuk menargetkan Airyn. Tentu saja menculik dan mengendalikan Hansell adalah hal mudah bagi dirinya namun mengendalikan Merry tidak akan semudah itu, hanya saja orang itu mampu menuntun merry hingga akirnya dia sendiri yang berjalan ke sarang jebakan, dan berakir di tempat ini tanpa bisa melakukan apapun.
Secara tidak langsung orang itu mengetahui tentang sikap dan karakter Merry, bahkan secara pasti orang itu mengenal dirinya hingga mengetahui titik kelemahanya. Merry adalah orang yang sulit di kendalikan, apalagi Merry tidak bisa di tembus pertahanan keamanan dirinya yang begitu kokoh, namun untuk melumpuh Merry agar tunduk dan berjalan kesarang jebakan, orang itu mneyerang titik kelemahan wanita itu sendiri, yaitu putrinya.
Dengan alasan membuka identitas orang di balik surat kontrak itu membuat Merry melakukan tindakan implusif yang malah menjerumuskan dirinya kedalam perangkap, bahkan orang itu cukup pandai mengendalikan Merry sehingga menguncang sisi alaminya sebagai seorang ibu, bukankah orang itu mengetahui hubungan Merry dan Airyn secara pasti, jika begini tentu menjadi sebuah kesalahan besar yang di lakukanya.
Sudah jelas orang yang menculik dirinya bukanlah orang sembarangan dan mungkin saja dia bukanlah orang jauh, namun siapa orang itu?
Kali ini pandangan Hansell dan Merry menyatu, bahkan tanpa berucap mereka saling mengerti maksud masing-masing, baru saja Merry ingin membuka mulutnya dengan segera Hansell mengedipkan matanya, membuat Merry menyelisik dengan tajam tujuan pria itu, mata Hansell tertuju kearah sudut-sudut ruangan yang ada disana, membuat Merry melihat apa yang di lihat menantunya.
Apakah Hansell tengah mengatakan di ruangan ini tidak ada CCTV untuk memantau mereka sehingga tidak akan ada yang bisa merekam apapun yang terjadi diruangan ini, namun mengapa Hansell memaksa dirinya diam seolah tidak boleh bicara apapun, apakah maksdu pria itu ada sesuatu yang lain selain kamera pengawas.
Apakah penyadap suara?
Seketika mata Merry membulat kearah Hansell seolah tatapanya menjelaskan isi fikiranya barusan, Hansell menganggukan kepala untuk membenarkan. Mungkin ruangan ini di gunakan untuk mereka sebagai tempat pemantauan, melainkan bukan memasang kamera pengawas, tapi sebuah penyadap suara yang bisa mengakses apa saja yang di bicarakan.
Untuk itulah Hansell tidak ingin Merry mengataka hal apapun tentang Aryn atau berbaut privasi, sekalipun membicarakan bagaimana Airyn sekarang dan apa yang terjadi padanya, sebab Hansell baru menyadari sesuatu setelah melakukan provokasi, ia juga memiliki kesimpulan yang sama jika saat ini Airynlah target mereka, karna itulah Merry dan Hansell di tahan di ruangan seperti ini untuk mengali informasi tentang Airyn.
*****
“Kenapa kau tidak memberitahunya sedari tadi!!” bentak Airyn dengan penuh kesal, bahkan dirinya tidak bisa menahan kekesalan atas penjelasan Darrel, meskipun begitu ada sedikit lega yang melonggarkan dadanya yang sesak, ternyata Hansell menghilang semalaman dan meninggalkan Airyn di hotel untuk membuat ancang-ancang jika terjadi sesuatu pada dirinya, salah satunya memberikan alat pelacak di tubuhnya sendiri jika nanti dirinya diculik, tentu saja Airyn sedikit bangga pada suaminya yang selama ini di kenali bodoh, Hansell bahkan berfikir selangkah dari Airyn sendiri.
“Aku terlalu sibuk di ruangan ini, sehingga aku tidak memantau Tuan Hansell. Aku fikir selama dia bersama anda dia akan baik-baik saja. Dan Tuan Hansell sudah menghilang tadi malam sedangkan Frada tidak memberitahukanya padaku. Jika saja aku tahu lebih awal mungkin semua tidak akan menjadi rumit” tuduh Darrel pada wanita itu secara terang-reangan, membaut Airyn memejamkan mata seolah kesal pada keduanya, semenjak ia memasuki ruangan ini Darrel dan Frada selalu berdebat seolah tidak ada kecocokan bagi mereka untuk menjadi tim.
“Apa kalian bisa untuk tidak saling menyalahkan! Apakah ini waktu yang tepat untuk memberikan penilaian atas siapa yang benar dan salah!” hardik Airyn dengan nada meninggi yang membat keduanya tersentak, bahkan Darrel yang tua dari mereka begitu gugup dan takut melihat Nona Petrov sangat berapi-api, mereka mengunci mulut dengan rapat sebab tidak berani mengucapkan kalimat apapun.
“Aku tidak tahu Nona. Mungkin saja Tuan tidak berfikir ini waktu yang tepat untuk mengaktifkan sinyalnya. Meskipun alat pelacak yang terpasang dikulitnya tidak terdeteksi tapi setelah alat itu aktif mungkin saja seseorang bisa mendeteksinya. Meskipun kemungkinan itu sangat kecil, tapi kita tidak bisa mengabaikan kemungkinan sekecil apapun. Aku hanya berfikir Tuan Hansell ingin memastikan sesuatu dulu baru mengaktifkan sinyal di tempatnya” jawab Darrel dengan kemungkinan yang menerka-nerka, meskipun semua penuturan itu masuk akal, tapi tetap saja Airyn tidak bisa menerima hal ini.
Kenapa dirinya tidak memberikan keamanan kepada Hansell, bahkan ia tidak membuat persiapan untuk melindungi pria itu, dan untung saja Hansell mengunakan sedikit otaknya di dalam keadaan yang mendesak, membuat Airyn lega atas pernyataan Darrel yang menyebutkan bahwa Hansell telah menyiapkan beberapa perangkat di tubuhnya jika nanti terjadi sesuatu pada dirinya, mungkin itu akan berguna di keadaan terdesak bahkan Airyn mengetahui jika Hansell adalah target selanjutnya setelah Merry namun Airyn terlalu sibuk dengan urusan lain sehingga melonggarkan pengawasannya, betapa bodohnya Airyn kali ini.
“Tapi ini sudah hampir 12 jam Hansell menghilang, apakah dia benar-benar mendiamkan benda itu. Darrel jika terjadi sesuatu padanya sehingga tidak bisa mengaktifkan benda itu bagaimana?” tanya Airyn dengan cermat ketika melihat perangkat pendeteksi yang tengah di setel Darrel di komputer milik Frada.
“Tidak mungkin Nona, semenjak benda itu tertanam di kulitnya Tuan Hansell belum mengaktifkanya sama sekali, sebab tanda kuning yang melingkari sekitaran tubuh Tuan Hansell adalah bukti jika benda itu masih diam di kulitnya tanpa diaktifkan. Sebab ketika benda itu terlepas dari tubuhnya maka akan ada pemberitahuan di sistem kita, dan begitu juga jika terjadi sesuatu di tubuh Tuan Hansell, misalnya jika dia terkena pukulan atau hal apapun, alat itu akan memberitahu secara otomatis berdasarkan detak jantung dan juga bagian tubuh yang terkena, tapi sampai saat ini tidak terjadi apapun padanya, jadi kemungkinan terbesar dia masih baik-baik saja” ucap Darrel dengan pembawaan tenang, membuat dada Airyn longar atas sesak dan cemas yang melanda dirinya, bahkan ia banar-benar bersyukur jika Hansell mengikuti ucapanya, untuk melindungi dirinya sendiri dan juga menyelamatkan dirinya sendiri.
Airyn meneguk minuman untuk menghilangkan dahaga, mungkin semenjak Hansell menghilang Airyn tidak memasukan asupan apapun kedalam tubuhnya, bahkan Airyn melupakan kebutuhan cairan di tubuhnya akibat terlalu fokus memikirkan Hansell, kali ini ia memantau monitor yang ada di hadapanya, itu adalah alat yang memberitahukan keadaan Hansell saat ini, di tubuh pria itu tidak ada luka atau lecet sedikitpun, bahkan nadi dan detak jantungnya normal seolah menandakan ia di dalam keadaan sehat, andai saja sedari awal Darrel mengetahui hilangnya Hansell dan Airyn mengetahui tentang persiapan yang di lakukan suaminya ini, mungkin ia tidak akan terlalu takut dan gugup, sebab ketika Airyn di lingkarkan oleh cemas otaknya benar-benar buntu untuk berfikir, bahkan ia tidak bisa melakukan apapun selain tindakan implusif yang sudah menghilangkan satu nyawa manusia.
“Wah, ini benar-benar luar biasa!” celetuk Frada seketika saat mengotak atik sistem pelacak yang terpasang di tubuh Hansell.
"Benda itu adalah penemuan terbaru dari Bioteknologi yang di kembangkan di bawah Grup HS, tentu saja itu hanya berbentuk olesan cream cair yang meresap ke kulitnya, yang diperoleh melalui ilmu murni, seperti biokimia, komputer, biologi molekular, mikrobiologi, genetik, kimia. Namun di dalam cream itu terkandung zat-zat dan senyawa yang bisa mendeteksi secara menyeluruh tentang keadaan tubuh seseorang. Zat yang digunakan dibuat dengan larutan khusus yang sudah memiliki partikel kecil yang bisa memasukan sinyal ke perangkat komputer. Bahkan setelah terpasang di kulit seseorang secara langsung perangkat monitor memberitahukan keadaan induk inangnya secara privasi agar tidak ada yang bisa membobol keamanan. Alat ini bisa mengetahui apapun dari tubuh seseorang, salah satu yang paling unggul adalah sistem GPS yang akurat, yang sudah di setel dengan rapi. Jika ada alat pelacak yang di buat secara menabjubkan mungkin baru benda inilah yang akan menjadi penemuan terbaru, Tuan Hansell belum pernah memperkenalkan temuan ini pada dunia, hanya saja ia sudah meyakini jika perangkat baru ini akan memiliki sistem keamanan tinggi sehingga Tuan Hansell percaya ketika mengunakanya sendiri" Jelas Darrel dengan penuh bangga, tentu saja proyek luar biasa ini juga termasuk hasil kinerja Darrel yang ikut serta di dalamnya, jadi secara tidak langsung ia bisa berbangga diri menjelaskan Pada Frada.
Mata Frada berada di hadapan layar yang memperlihatkan gambar tubuh Hansell Hamillton yang mengunakan perangkat pelacak, sehingga dapat mengetahui apakah ia baik-baik saja. Darrel sudah menjelaskan jika seseorang mengetahui tentang perangkat ini dan berusaha menghapusnya, itu akan terdeteksi langsung ke layar komputer Frada sehingga kita bisa meningkatkan keamanan untuk tingkat satu, begitupun dengan seseorang yang melukai atau menyentuh tubuhnya hingga terjadi luka, maka akan ada sinyal merah yang menyala di bagian tubuh yang terkena. Tapi jika inang tidak bernafas atau sudah di lenyapkan maka tubuhnya akan memiliki garis merah di sekujur tubuh, sebab warna normalnya adalah kuning, jika sudah diaktifkan maka berubah menjadi biru, setelah perangkat ini terdeteksi maka akan berubah menjadi merah, bukankah ini luar biasa, bahkan perangkat ini bisa mendeteksi jika ada alamat IP lain yang berusaha membobolnya.
Membuat Frada terkagum-kagum jika Darrel mempunyai hal seperti ini, bahkan ia tidak bisa menahan dirinya untuk mempelajari sistem pemantau yang ada di jangkauan matanya, belum sempat Frada meraih most yang ada di samping tombol komputer itu, kedipan berwarna merah menyilau di tubuh Hansell yang berada di layar komputer Frada, membuat dirinya tersentak kaget ketika membaca jika saat ini terjadi pendarahan di dekat bibir inangnya, suara itu menembus pendengaran Airyn dan juga Darrel, membuat mereka berlari memandang layar monitor untuk melihat lebih jelas.
“Apa mereka memukul suamiku” bentak Nona Petrov dengan begitu garang, membuat Frada dan Darrel di penuhi cemas atas situasi kacau yang Airyn hadapi “Apa mereka ingin mati!!” sambungnya dengan tidak terima, bahkan Airyn menghempaskan barang yang ada di meja itu seolah tidak bisa memberikan ampun pada siapapun itu, membuat tubuh Frada tersentak kaget hingga tanpa sadar menutup telinganya akibat takut.
“N-nona harus tenang. Sepertinya hanya ada sedikit luka di bagian wajah Tuan Hansell” ucap Darrel ketika memastikan kembali tentu saja ia berusaha menenangkan Airyn agar tidak tersulut api emosi, bukankah luka seperti ini sangat wajar jika di miliki seorang pria di tambah saat ini Hansell menjadi tahanan seseorang, mungkin saja Tuan Hansell tidak mempermasalahkanya, namun berbeda dengan Nona Petrov ia benar-benar memperlakukan suaminya seperti persolen termahal yang tidak bisa di beli di abad ini, dan orang asing menyentuhnya, benar-benar orang yang ingin menemukan neraka dengan cepat.
“Frada periksa mobil terakir yang di tumpangi oleh Merry, dan lihat dimana saja titik yang bisa diakses oleh manusia. Dan yang terpenting pastikan dimana titik yang tidak mungkin di jamah oleh manusia, sebab bisa jadi disana mereka menempatkan posisi untuk bersembunyi, karna untuk jejak yang mustahil tidak ada seperti ini, pasti mereka menempatkanya di tempat yang tidak terjamah oleh siapapun, dan aku menduga di dalam hutan balantara ada sebuah merkas yang mungkin saja di buat dengan sengaja” ucap Airyn dengan tegas yan penuh perhitunganya, ia sadar emosi dan amarah tidak akan menyelesaikan semua ini, karna itulah Airyn meminta Frada mencari jarum di dalam jerami.
“Darrel apa kau sudah menahan James?” tanya Airyn kepada pria itu, membuat Darrel menghadap kearah Nona Petrov seolah mantap dalam menjawabnya.
“Sudah Nona, semenjak penculikan Nona Merry dia ada di bawah pantauanku” balas pria itu dengan sikap tenang, membuat Airyn menganggukan kepala seolah terbantu dengan Darrel.
“Bagus! Mari kita temuai pria itu, sejauh apa dia mengetahui sesuatu! Meskipun kemungkinannya kecil tetap saja James bisa menjadi narasumber kita”
Darrel mengikuti Nona Petrov dengan segera, sedangkan Frada mempelajari wilayah yang mungkin menjadi tempat perlindungan orang itu, bahkan ia sebegitu fokus pada komputernya hingga tidak menghiraukan kepergian Nona Petrov dan Darrel.
“Nona...Nona Petrov…” cegat anak buahnya yang berlari dengan terengah menghampiri Airyn, membuat wanita itu memalingkan wajah menatap pria itu.
“Ada paket yang di berikan kepada anda, melalui perusahaan Tuan Hansell” sontak kening Airyn berkerut seolah tidak bisa menebak siapa yang memberikan paket itu kepada dirinya, Darrel yang berada diantara Airyn dan anak buahnya menangkap ada kejangalan tentang paket itu, sebab wajah mereka terpampang binggung penuh perhitungan.
“Apakah ada kemungkinan paket ini dari orang itu?” tanya Airyn ketika memutus keheningan diantara semuanya, bahkan matanya menatap tajam kepada seluruhnya.
“Kami tidak tahu Nona, sebab tidak ada alamat pengirimnya, dan mungkin saja ini suatu petunjuk yang di berikan pada anda” sontak Airyn menganggukan kepala mengerti.
“Bawa paket itu padaku” perintah Airyn yang terdengar lantang itu seketika mengerakan tubuh anak buahnya untuk mengikuti protokol Nona Petrov, ia yang tadinya ingin menemui James, menunda kepergian sebab bisa saja ini menjadi hal yang lebih penting dari pada informasi dari James.