Girlfriend Another Level

Girlfriend Another Level
[Episode : 98] Kenyataan dari Iriana.



"Tidak mungkin, kau mempermainkan ku Iriana. Kita sama-sama tau, Somi anak angkat ku!! Aku menikahi mu disaat umur Somi dua tahun, jelas-jelas saat itu kau masih tinggal dengan suami mu. Dan tidak mungkin….”


Namun seketika saja Tuan Ji menghentikan racauanya, ia mengingat sebuah kejadian yang memperangkap hubungan mereka, Tuan Ji memandang kearah Iriana dengan begitu tak percaya, perlahan Tuan Ji menatap ke arah Somi dengan lekat, dirinya memandang wajah anak tirinya itu, ia memperhatikan wajah anaknya yang memiliki raut wajah blasteran dengan Korea, membuat Tuan Ji terdiam tidak percaya, bahkan tubuhnya ambruk tak menyangka.


“Apa kau sudah ingat? Apa kau sudah ingat kejadian malam itu, dimana kau salah mengenali ku, aku mengandung Somi karna kesalahan mu itu, saat itu dia meninggalkan ku selama enam bulan, tapi usia kandungan ku masih empat bulan, kau fikir suami mana yang bisa menerima fakta seperti itu, aku memiliki seorang anak bernama James dengannya, dan anak mu yang aku kandung dirahim ku saat itu adalah Somi. Aku terjebak di kehidupan yang mengerikan akibat ulah mu, selama aku mengandung dia tidak pernah menyentuhku, dia membenci ku, bahkan menyiksa ku, saat itu James berusia 6 tahun, dia menyaksikan kejadian yang begitu perih dari ayah kandungnya. Akibat James membela ku, dia menyiksa anak ku, membuat James mendapatkan kekerasan fisik yang sama dari Ayahnya, setalah dua tahun kemudian, kau datang kembali ke Irlandia, kau menyelamatkan ku, saat itu aku tidak bisa mengatakan fakta tentang Somi anak mu, karna jika hal itu ku lakukan, sudah pasti kau akan dihabiskan olehnya, aku terpaksa meninggalkan James untuk melindungi Somi, karna aku yakin, sekejam apapun dia pada James, anak itu tetaplah darah dagingnya, namun aku tidak bisa menjamin keselamatan untuk Somi, apa kau belum mengerti juga Ji!!! Bagaimana bisa kau menyakiti Somi!! Aku tidak mengatakan fakta ini karna aku melihat kau menyayanginya tanpa tau dia anak mu atau bukan, selama ini aku hanya berfikir ternyata ikatan darah itu lebih kental dari apapun, namun aku salah menilaimu!! Kau memperdulikan sebuah ikatan darah dan menyiksa anakmu sendiri!! Dan aku harus mengatakan fakta, Rayool dan Rahui bukan anak kandung mu!!” seru Iriana dengan terisak, membuat Tuan Ji semakin tidak percaya lagi.


“Apa maksud mu!!” teriaknya dengan tidak mengerti lagi kearah istrinya, membuaat Somi tidak menyangka dengan apa yang dikatakan oleh ibunya, dia melangkah mundur seolah tidak sanggup menerima, dirinya tersandar di sudut pintu hingga roboh, sedangkan Iriana hanya terisak saat air matanya melelah tak karuan “Iriana, apa yang kau katakan!! Jelaskan padaku! Bagaimana bisa semua ini terjadi!! Apa yang kau katakan!!” bentaknya untuk memaksa istrinya menjelaskan semua hal yang tak masuk akal.


“Ji, kau Lebih tahu apa yang terjadi malam itu, kau melakukan tindakan yang fatal di malam itu. Dan disaat kau meninggalkan korea dua tahun setelah pernikahan kita, dia juga melakukan hal yang sama padaku” jelasnya dengan rasa takut, selama ini terlalu banyak beban yang disimpan Iriana dengan baik-baik, masalah kehidupan yang begitu pahit untuk diterima oleh hidupnya, bahkan membuat dirinya menjadi wanita tidak berharga sama sekali, saat Iriana masih bersama dengan ayahnya James, pria yang saat ini berada di hadapanya, memperkosa dirinya di dalam keadaan mabuk, saat itu Iriana berada di sebuah hotel untuk menghadiri suatu pesta yang di adakan oleh temannya, tentu saja ulang tahun Airyn anak sahabat nya.


Namun tiba-tiba saja pria asing menarik tangan Iriana, membawa wanita itu ke kamar hotel yang ada di sana, pria itu melakukan hal tidak senonoh hingga Iriana tidak menyangka dengan apa yang dia alami, entu saja pria itu adalah Tuan Ji atau Jilixing. Setelah kejadian itu suami mana yamg bisa menerima, begitupun dengan suami Iriana yang mulai berubah, dia seperti tidak memiliki hati lagi, hingga hari-hari Iriana di habiskan untuk tersiksa. Setelah dua tahun berlalu dalam penyiksaan tak berujung, Jilixing berkunjung lagi ke Irlandia, dia mengetahui kondisi yang dialami oleh wanita yang memberi kenangan begitu berkesan kepada hidupnya, bahkan membuat dirinya jatuh cinta saat itu, tentu saja Jilixing menyelamatkan Iriana dari pernikahanya yang tidak bahagai, dia membawa Iriana ke Korea bersama anak yang berusia satu tahun, yaitu Somi, anak kandung Ji sendiri.


Akibat kondisi yang tidak menguntungkan membuat Iriana menyembunyikan sebuah fakta sebab jika dia memberitahu Jilixing jika somi anaknya, tentu saja mantan suaminya tidak akan membiarkan pria itu hidup dengan baik, dengan seluruh kekuatan yang dimiliki nya Jilixing untuk melindungi Iriana mereka memang melarikan diri bersama, namun setelah dua tahun pernikahan mereka, Iriana di permainkan oleh mantan suaminya yaitu ayah James, saat itu dia ingin memberikan balasan yang setimpal atas apa yang di rasakanya, meskipun dia tidak mengetahui fakta mengenai siapa ayah kandung Somi sebenarnya, namun ayah James merasa lega telah membalaskan dendam terhadap pasangan baru Iriana.


Tentu saja hidup Iriana sangatlah menderita, seakan takdir dengan kejam mempermainkan nya, dia tidak mengerti lagi bagaimana menyikapi semua masalah yang mendera hidup kelam itu, hingga dia begitu takut menerima kenyataan bahkan untuk menceritakan nya saja membuat Iriana merinding untuk berkata.


Iriana hanya ingin melindungi anak-anaknya, dia hanya ingin semua anaknya jauh dari kehidupan gelap yang ia dilalui, membuat Iriana tidak bisa mengungkapkan semua fakta itu selain menelannya mentah-mentah, bahkan selama ini dia mencoba memperbaiki diri, dan mencoba untuk menerima semua yang sudah terjadu, bahkan rasanya keadaan amat tentram tanpa ada yang menderita dan terluka. Tapi sekarang, semuanya sudah kacau balau hingga membuat Iriana menyampaikan fakta meskipun ini sulit diterima


“Tapi inilah faktanya, anak kembar itu bukan anak mu, melainkan anak dia, dan mereka meninggal itu semua akibat kecelakaan yang di sebabkan oleh diriku sendiri” rintih Iriana ketika mengingat kejadian itu.


“Ibu...” seketika Somi menyambar tubuh ibunya ketika memberikan pelukan penenang, dia tidak ingin ibunya menyalahkan dirinya, sebab saat itu Somi juga menyaksikan semuanya, hal itu akibat ketidak sengajaan, hingga berakibat fatal. Karna ia tidak ingin membuat ibunya menyalahkan dirinta sendiri, Somi megambil alih untuk menayalah dirinya.


“Aku tidak percaya, kau berbohong pada ku. Benarkan Iriana, kau berbohong” teriak Jilixing seakan dirinya tidak sanggup menerima semua fakta itu, melihat penyangkalan dari suaminya Iriana hanya menangis di dalam pelukan Somi, dia tidak bisa membela diri, karna semuanya akibat kesalahan yang terlanjur di biarkan, Iriana hanya mencoba untuk terus menyimpan semua itu sendirian, jika saat ini dia harus mengungkapkan fakta Iriana tidak akan menyesal dengan dampak dari semua ini.


Pria yang sudah kacau balau itu bangkit dari sana, dia keluar dengan tidak percaya dengan apapun, dia tidak ingin menerima fakta, dia membanting pintu rumah sakit sengan emosi yang tidak tertahankan lagi.


“Ibu, itu semua bukan salah mu, kenapa ibu mengatakan itu semua” seru Somi dengan derai tangisan yang membuat isakannya tak kunjung henti.


“Somi, itu salah ibu! Bukan salah mu! Jangan coba-coba kau mengakui itu kesalahan mu!! Apa kau mengerti” tegas Iriana dengan begitu takut, dia memeluk Somi seakan tidak ingin anak nya mengalami hal buruk lagi "Maafkan ibu Somi... maafkan ibu" sambungnya dengan rasa penyesalan atas apa yang dialami oleh agadis itu.


"Apa yang ibu katakan, kau tidak salah" rasanya Somi tidak berdaya, bahkan ia tidak mencerna dan menerima kejadian serta fakta ini, tapi kondisi ibunya membuat hati Somi rapuh, ia takut sesuatu terjadi pada ibunya, dan ia tidak percaya sekejam itu masa lalu ibu yang penuh kehagatan itu.