
Setelah berbincang begitu panjang, mengenai Masa lalu dan sekarang mereka berdua akirnya membaringkan tubuh di ranjang, Hansell menidurkan Airyn dengan kehangatan tubuhnya, tidak butuh waktu lama dua pasangan itu tertidur dengan lelapnya.
Mereka menidurkan diri untuk istirahat, meskipun ini hanya satu hari namun tersimpan banyak kenangan, Hansell dan Airyn menerima segalanya, hubungan, rahasia, penyesalan dan cinta mereka yang bersatu di suatu waktu, bahkan Airyn tidak mampu melepaskan pelukan hangat dari seorang Hansell Hamillton untuk Airyn Petrov.
Bagaimana rasanya terbangun dipagi hari memandangi wajah pujaan hati? Tentu saja aku tidak mengerti namun Airyn yang mengalami, ketika wanita itu membuka matanya, Hansell pria pertama kali yang ia pandangi oleh mata bulat yang indah itu, betapa bahagianya dua insan yang terbelengu dengan cinta, seakan dunia hanya milik mereka berdua untuk sebuah bahagia, Airyn masih setia mendangi pria yang masih memejamkan mata disisinya, ia tersenyum manis dengan sedikit malu, membuat Airyn tak kuasa mengalihkan pandangan dari wajah Hansell.
“Kenapa aku bisa mencintaimu?” pertanyaan itu berkecambuk di fikirannya, bahkan tanpa sadar jemarinya mulai merambat ke kening Hansell untuk diusap dengan lembut, membuat Hansell mengerjapkan mata, saat merasakan sentuhan tangan seseornag di permukaan wajahnya.
Selama ini, ia selalu tidur sendiri dan tidak pernah membayangkan sesesok wajah yang dulu ia iklaskan, pagi ini menjadi wajah pertama yang ia lihat.
“Airyn, selamat pagi sayang” Hansell mendekatkan diri sembari memberikan ciuman di kening gadis itu, membuat Airyn mengulas senyum manisnya untuk Hansell, tentu saja Airyn terpesona dengan pria yang sangat di cintainya, bahkan dirinya tidak mampu terpana lebih dari itu.
“Selamat pagi kembali, Hansell” balasnya dengan senyum malu-malu yang terukir jelas di bibir ranum, dengan postur tubuh kecil yang sangat mengemaskan.
“Apa sudah sedari tadi kau bangun? " Tanya Hansell pada kekasihnya, membuat Airyn menganggukan kepala seketika, tentu saja Hansell tengan memandang wanita yang mengulas senyum padanta "Kenapa dirimu begitu manis pagi ini, apa kau memang semanis ini setiap hari”
"Dan apakah mulutmu di lapisis gulali, sampai merayuku seperti itu" balas Airyn saat menghina kearah Hansell, membuat Hansell terkekeh atas perkataan gadis itu.
"Kemarilah" pinta Hansell saat melebarkan permukaan tanganya, tentu saja ia ingin memeluk tubuh mungil Airyn yang sangat mengemaskan, tanpa fikir panjang gadis itu merengsek mendekatk tubuh Hansell dengan dada bidangnya, bahkan ketika Airyn semakin dekat, maka cahaya matahari semakin menghilang dari wajahnya, sebab tubuh Hansell benar-benar menghalangi cahaya matahari gang masuk dari kaca kamar di belakang punggung pria itu. "Astaga, aku merindukanmu" seru Hansell saat mencium wangi rambut Airyn yang sangat alami, rasanya ia ingin berlama-lama seperti ini, seraya menghabiskan waktu sampai malam hari.
Airyn yang ada di dalam pelukan Hansell, benar-benar menghilang akibat tubuh lebar pria itu, hingga bidang bahunya saja dapat menutupi Airyn yang mungil, gadis itu mendongakan kepala seolah keluar dari pelukan Hansell, bahkan rosa merah dipipinya menjadi perwarna alamai menutupui wajah pucat sehabis bangun pagi.
"Aku juga merindukanmu. Meskipun kita berpelukan, rasanya aku tidak mau melepaskanya. Tapi, kau harus bekerja Hansell, kita harus berpisah untuk beberapa waktu" jelas gadis itu dengan pembawaan polo, bahkan mata Hansell terpaku pad bibir pucat kekasihnya.
Hingga sebuah ciuman mewarnai pagi itu, membuat Airyn terpana, hingga dirinya saja berhenti untuk bernafas saking tidak percayanya dengan hal ini. Airyn melepaskan permukaan bibirnya sambil tersenyum manis mengusap bibir gadis itu, bahkan Airyn yang diam tanpa melakukan apapun dibuyarkan oleh Hansell yang mengusap kepalanya.
“Benar katamu, jika aku sangat ingin bermalas-malas seharian, tapi aku harus bekerja, bagaimana ini?” lirih Hansell seakan dia tidak rela menyudahi kemesraan mereka.
“Tidak usah bekerja” pinta Airyn seketika, membuat Hansell terkekeh saat melihat raut wajah kekasihnya
“Bagaimana bisa, aku harus bekerja lebih keras lagi biar mampu melampaui mu” ujarnya dengan kalimat bercanda.
“Kenapa? Aku sudah memiliki segalanya, dengan apa yang kita miliki sudah bisa membuat kita bersantai-santai menikmati waktu seumur hidup tanpa bekerja” balas Airyn sambil mendongakan kepala menghadap Hansell.
“Apa kau ingin seperti itu?” Tanya Hansell dengan senyuman, seketika Airyn menganggukkan kepala untuk membalas percakapan konyol antara mereka.
“Mau romantis sekali Airyn, bagaimana bisa aku menjauh dari mu, jika semuanya sudah kau miliki, bahkan aku tidak perlu bekerja keras lagi”
"Apa kau tengah menjadi pria matre?” tanya Airyn saat menatap tajam ke arah Hansell.
“Tidak, bukankah dirimu yang memberiku peluang, apa salahnya menikmati hal itu jika kau menginginkannya” balasnya Hansell tanpa rasa bersalah.
“Kalau begitu, pergilah bekerja, aku tidak mau dimiliki hanya karena sesuatu” ketusnya sambil melepaskan pelukan Hansell, seketika Airyn membalikan badan sambil menjauh dari tubuh Hansell, membuat pria itu tersenyum memandangi tingkah lucu yang di tampilkan Airyn saat ingin di bujuk.
“Hei, bagaimana bisa aku matre jika aku sudah memiliki lebih” Hansell memeluk gadis itu dari arah belakang, sambil mengendus bagian telinga Airyn, membuat Airyn merasakan geli akan hawa panas yang di keluarkan Hansell disana “Aku menginginkanmu dipagi hari, apa yang harus kita lakukan?” sambungnya dengan nada membujuk, membuat Airyn semakin malu seolah tidak mampu megelak.
“Hansell....” Airyn berusaha menjauhkan diri dari pria itu, namun kekasihnya berhasil meraih tubuh Airyn dan untuk menikmatinya di pagi hari. Seketika Hansell mematikan lampu yang berada dinakas, membuat keadaan dipagi hari terlihat sejuk akan nuansa remang-remang.
Airyn sungguh berdebar namun tubuhnya tidak mampu menolak, tatapan menginginkan terpancar kembali dikedua mata mereka, seketika itu Hansell tidak ingin membuang waktunya, tentu saja Hansell mengajak Airyn merasakan cinta yang ia tanamkan begitu dalam.
Airyn cukup bahagia menerima segalanya, dirinya melingkari tangan di leher Hansell yang tengah menindih tubuhnya,Airyn menikmati tiap sensasi sambil memejamkan mata, mungkin Airyn akan merelakan beberapa hal untuk waktu berharga mereka, sehingga tidak ada penolakan lagi diantara keduanya.
****
Ting…tong...ting…tong…
Seketika dua pasangan yang tegah merajut cinta tertegun didalam aksi panas yang tegah berlansung, Airyn memandang kearah Hansell begitupun dengan pria itu, mereka tidak percaya ada orang yang bertamu dipagi hari, di tambah Airyn tidak memiliki kenalan atau orangnya di negara ini.
“Siapa yang bertamu pagi ini?” tanya Hansell kepada kekasihnya, membuat Airyn cukuo bingung untuk memikirkan siapa orang itu.
“Entahlah” seketik Airyn membalasnya dengan wajah lugu “Mungkin saja orang yang salah alamat, aku tidak memiliki tamu di Negara ini, bahkan aku tidak merasa dekat dengan seseornag hingga berbagi alamat dengannya” sambungnya saat menjelaskan hal itu kepada Hansell.
“Begitukah?” Hansell menarik sudut bibirnya sambil mengulas senyum, dia kembali mencumbu Airyn dengan cukup lembut, bahkan suara mereka keluar dari sela-sela kecupan yang menghangatkan permukaan bibir keduanya.
Ting…tong….ting…tong, sekali lagi suara bel menghetikan dua pasangan itu, hingga Hansell merasa sangat jengkel.
Airyn mendorong tubuh pria yang menindih dirinya, dia seperti terkejut setelah menginggat sesuatu, membuat Hansell menatap kekasihnya yang telihat hoboh tak kepalang.
“Hansell sepertinya itu Angel” celetuk Airyn dengan rona wajah kaget yang bisa diakses oleh siapapun.
“Jalau begitu kita lanjutkan lagi.....” balas Hansell dengan tidak peduli, membuat Airyn mendorong dirinya lebih jauh, sambil keluar dari tindihan Hansell, untuk merapikan pakaian yang hampir berantakan itu.
“Apa kau gila, bagaimana bisa kita melanjutkan nya, jika Angel tau tentang ini. Dia pasti sangat kecewa dengan kita, dia nanti pasti mengira aku tengah menggoda mu, atau dia mengira aku wanita murahan” cerocos Airyn kepada pria itu, membuat Hansell mengerucutkan bibir seolah sangat jengkel atas adiknya.
“Kenapa Angel harus berfikir seperti itu Airyn” pria itu tertawa renyah menyaksikan kecemasan yang melanda Airyn, sambil duduk untuk melihat Airyn yang tengah bersiap-siap.
“Ish kau menyebalkan, pria tidak akan mengerti apa yang aku rasakan. Hansell!! K-Kau diamlah dikamar, aku akan membukakan pintu untuk Angel, jangan coba-coba keluar. Apa kau mengerti!” wanita itu mendesis sambil memberikan perintah, kata tegas yang di lontarkan itu seakan tak boleh terbantah, dia berlalu keluar kamar untuk membukakan pintu untuk tamu yang menekan bel dipagi hari, sedangkan Hansell hanya tersenyum dengan pikiran konyol tentang Airyn.
“Kenapa dia berfikir seperti itu, bahkan jika Angel tau dia sangat bahagia, apa Airyn tidak tau jika Aangel begitu menyukainya, gadis itu ternyata bodoh sekali” pikir Hansell ketika dirinya di tingalkan di atas ranjang.
Hansell berlalu membersihkan diri di kamar mandi, sedangkan Airyn membukan pintu apartemennya, ternyata tebakannya benar, Angel dengan senyum sumbringah menyapa dirinya dipagi hari, saat itu Angel melihat betapa kusutnya rambut Airyn kali ini, dia mengerti pasti kakaknya tegah merajut cinta sepanjang malam, di tambah kiss-mark yang berada di leher Airyn, membuat Angel begitu bahagia menyaksikan perkembangan hubungan kakaknya.
Sedangkan Airyn, dia begitu tegang menyambut kedatangan Angel, seakan tamu di pagi hari ini, tengah menangkap dua muda mudi yang tenvah merajut kasih di dalam apartemen.
Angel memeluk Airyn dengan begitu senangnya, dia mengendus ada bau kakaknya di tubuh wanita itu, bahkan dirinya semakin mengulas senyum bahagia untuk hubungan mereka “Kak Airyn, apa tidur mu nyenyak?” tanya Angel dengan penuh tawa penghiburan.
"Tentu saja” balas Airyn dengan kalimat singkat, disertai senyum terpaksa yang cukup merasa bersalah
“kakak ku memang luar biasa, bisa mengencani wanita secantik ini, bahkan lamaranya saja membuat ku tidak percaya jika kami berdua bersaudara, dan sekarang dia membuat hubunganya berkembang begitu pesat dalam waktu semalam, kak Hansell aku bangga padamu” gumam Angel ketika memikirkan tentang kakaknya, bahkan dirinya ingin sekali menjerit bahagia, agar semua orang tau bagaimana dirinya bangga pada pria itu.
“Angel kenapa kau kemari pagi-pagi sekali?” tanya Airyn kepada gadis yang masih berdiri dipintu luar.
“Bukankah kakak yang bilang, setiap pagi kau akan memasakan sarapan untuk ku, karna itulah aku ke apartemen mu”
“Oh iya, aku lupa, maafkan aku Angel, masuklah” Airyn meraih tangan Angel untuk memasuki apartemenya, gadis itu mendudukan Angel disofa sedangkan dirinya pontang panting kedalam kamar untuk mencuci muka, Airyn melihat Hansell berada ditepi ranjang sambil memeriksa ponsel.
“Hansell, kau jangan keluar. Aku akan membuatkan makanan untuk Angel, setelah Angel pergi kau baru boleh keluar. Apa kau mengerti!” perintah Airyn dengan mutlak, namun belum sempat Hansell menjawab, gadis itu malah berlalu keluar kamar dengan cepat.