Girlfriend Another Level

Girlfriend Another Level
Dua bantal guling



“Kakak bagaimana bisa kau pulang selarut ini, apa kau tidak memikirkan adik mu lagi?” singgung Angel kepada kakak nya yang baru pulang setelah merajut cinta dengan calon kakak ipar nya itu


“Maafkan kakak, aku merindukan mu” seru Hansell seraya mencium kening Angel yang duduk di ruang tamu, setelah dirinya meninggalkan senyuman untuk adik nya, Hansell berjalan menuju kamar guna menganti pakaian yang di kenakan nya sedari pagi


“Kakak” teriak Angel ketika mengejar langkah kaki kakak nya


“Kenapa?” toleh pria itu sembari melangkah menaiki tangga


“Mana kak Airyn? Aku rindu sekali” seru Angel dengan rengekan nya, membuat Hansell sedikit tertegun mendengar nya, bagaimana pun dirinya berada di posisi yang sulut


“Airyn sedang banyak kerjaan, apa kau membutuhkan sesuatu?” tanya Hansell ketika membuka gangang pintu kamar


“Tidak, aku rindu Kak Airyn, aku bosan di rumah seharian, kenapa kakak tidak mengajak ku pergi ke rumah nya” celoteh gadis itu ketika mendudukan tubuh di atas ranjang kakak nya, sedangkan Hansell membuka baju hangat nya sambil mendudukan diri di kursi kerja yanga ada di dalam sana


“Temuilah Airyn disaat dia tidak sibuk, akir-akir ini dia memiliki banyak masalah, jadi jangan terlalu menganggu nya” tutur Hansell ketika dirinya sibuk mengotak atik komputer di hadapan nya, membuat Angel mengkerutkan kening mendengar apa yang di ucapkan kakak nya


barusan.


“Merepotkan? Apa aku Meropotkan?” gadis itu mengulang perkataan Hansell, membuat pria yang tengah sibuk bekerja berhenti sembari melirik ke arah adik nya yang sudah memasang raut wajah datar


“angel” lirih Hansell menatap ke arah Angel yang begitu tak karuan dengan rasa kecambuk akan amaran yang sebentar lagi ingin meledak “Angel, kau bukan anak kecil lagi, aku tau kau sudah mengetahui alasan mu di Irlandia saat ini, dan harus berada di jangkauan mata Airyn, jadi cobalah mengerti, Airyn begitu banyak menanggung beban, jadi lebih baik kita tidak menganggu dan menambah beban nya lagi, bersikaplah dewasa” jelas Hansell ke arah Angel


“Apa aku minta di lindungi? Jika aku merepotkan kakak tidak usah peduli pada ku, aku tidak meminta nya bukan” saut gadis itu dengan nada kesal, bahkan terdengar angkuh di pendengaran Hansell


“Bagaimana bisa aku tidak peduli pada mu Angel!! Hanya kau keluarga yang aku miliki, kenapa akir-akir ini kau selalu berdebat dengan kakak, ada apa dengan mu sekarang” balas Hansell saat dirinya begitu serius menatap ke arah adik nya, sebab Angel semakin hari semakin berlawanan dengan diri nya


“Bukankah pertanyaan itu cocok untuk mu kak, kau yang berbeda sekarang, apa salah nya kau mengatakan siapa gadis itu, aku hanya ingin tahu, tapi kau berlebihan membalas ku, aku hanya merindukan Kak Airyn dan kau mengatakaan aku tidak usah membebankan nya, bukan kah selama ini aku tidak minta untuk kalian lindungi!! Kenapa sekarang kakak malah mempertanyakan ku, bukah kah pertanyaan 'ada apa dengan ku' cocok untuk kakak!!” ketus Angel saat diri nya begitu geram melawan apa yang di ucapkan kakak nya


“Angel!!” hansell berdiri dari duduk nya, bagaimana pun dia tidak dapat menjelaskan apapun kepada adik nya, Hansell tidak menyadari hal ini bisa melukai Angel, meskipun begitu dia tidak bisa meminta maaf kepada adik nya, sebab jika Hansell melemah di hadapan Angel, gadis itu akan selalu manja seperti diri nya sekarang.


“Sudahlah kak, aku akan keluar” angel keluar dari kamar kakak nya, membuat Hansell mengepalakan tanggan karna tidak mengerti apa yang harus dilakukan, meskipun begitu dirinya juga merasa bersalah, tapi bagaimana lagi, Angel harus bisa dewasa di usia nya yang semakin bertambah ini


“Aku harus mengerti! Aku harus memahami! Jangan menjadi beban! Jangan merepotkan!! Apa selama ini aku meminta untuk di jaga! Aku bahkan tidak ingin merepotkan! Kenapa kakak menjadi aneh akir-akir ini, apakah aku sebegitu beban di hidup nya!!” Angel menangis di dalam selimut nya, dia begitu terluka mendengar apa yang di ucapkan kakak nya.


Sebab Angel tidak memiliki apa-apa lagi di dunia ini, hanya Hansell sebagai kakak laki-laki yang di miliki nya, membuat Angel tak kuasa merasakan kesendirian nya, dia berfikir jika tuhan tidak merengut orang tua dari hidup nya, mungkin Angel akan bahagia sekarang, tapi apa yang didapatkan nya, apapun yang di punya tak sebanding dengan hal berharga yang di ambil tuhan dari hidup nya.


“Papa, Angel rindu!! Kakak berubah semenjak memiliki kekasih, kakak sudah tidak menyayangi Angel lagi, kenapa papa dan mama meninggalkan Angel! Kenapa!! Angel rindu kalian” gadis itu begitu terluka dengan sikap kakak nya, membuat Angel mengunci diri di kamar.


“Aku pusing sekali” Hansell berdecak dengan kesal, dia begitu bingung bagaimana memahami Angel saat ini, Hansell tau dirinya salah berkata seperti itu, sebab selama ini Angel adalah gadis yang baik meskipun manja, bahkan Angel tidak pernah di paksa untuk melakukan hal yang tidak disukai nya, namun kali ini Angel harus mengerti nyawa nya sedang terancam dan Airyn tengah melindungi nya, meskipun begitu Hansell paham bagaimana pusing nya Airyn saat ini, bahkan gadis itu sulit sekali untuk mengistirahatkan tubuh di waktu yang lama, walaupun Airyn gadis yang luar biasa, namun dia tetap saja manusia, membuat Hansell tidak ingin diri nya dan Angel menambah beban lagi bagi Airyn


“Airyn” seru Hansell ketika melihat panggilan masuk dari layar ponsel nya, dengan cepat diri nya mengangkat panggilan itu dan mendegar suara sapaan yang lembut dari kekasih nya, membuat pria itu meredakan sedikit emosi yang mulai terpancing


“Mana Angel?” tanya Airyn dengan nada datar nya


“Dia dikamar” seru Hansell dengan nada kurang semangat, membuat Airyn mengkerutkan kening mendengar nya


“kenapa suara mu seperti itu?” tanya Airyn dengan penuh peduli, membuat Hansell terdiam beberapa saat sebelum membuka mulut nya “Hansell kenapa? Ada apa? Apa kalian bertengkar lagi?” tanya Airyn sekali lagi dengan nada suara yang meninggi, membuat Hansell mengaruk kepala nya untuk menjawab pertanyaan tersebut


“Tidak, kami hanya berdebat saja” tutur nya dengan nada rendah


“bagaimana bisa kau berdebat dengan adik mu” teriak Airyn dari balik sana, membuat Hansell menjauhkan ponsel dari telinga nya


“jadi sekarang Angel bagaimana? Apa dia menangis lagi?” tanya Airyn dengan nada khawatir nya


“Begitulah” balas Hansell singkat


“Begitulah!” ulang Airyn dengan nada membentak, membuat Hansell mengerutu sebab Airyn meneriaki nya sedari tadi “Apa yang kau lakukan, tenang kan lah dia, bagaimana bisa kau pasrah setelah membuat adik mu menangis” ketus nya kepada hansell


“iyaa sayang. Aku akan menenang kan nya” balas pria itu dengan mengalah, sebab seperti apapun dirinya tetap akan salah, karna terlahir sebagai pria adalah hukum alam, bahwa wanita selalu benar di atas segala nya.


Seketika pria itu mengurungkan niat dan menyelesaikan beberapa pekerjaan yang di kirim Darrel pada nya, tanpa terasa pria itu mengahabiskan waktu disana.


Airyn turun dari mobil yang barus saja di tumpangi nya, dia melangkah dengan cepat ke rumah besar yang ada dihadapan nya saat ini, Airyn melihat pelayan dengan ramah menyambut kedatangan tamu, sedangkan tuan rumah tidak satu pun ada di hadapan mata Airyn, membuat gadis itu melirik ke lantai atas namun dia tidak mendapatkan keberadaan Angel dan Hansell.


“Apa Angel di rumah tuan?” tanya Airyn ke pada kepala pelayan yang berusia senja itu, tampak sekali lama nya dia mengabdi di rumah besar ini


“Ada Nona, Nona Angel ada dikamar nya, tapi saat Tuan Muda pulang nona Angel mengurung diri disana” jelas nya kepada Airyn


“Terimakasih Tuan, saya akan kekamar Angel” seru Airyn dengan sopan, membuat pelayan itu mempersilahkan langkah gadis cantik tersebut, Airyn melangkah menghampiri kamar Angel, dia berharap Angel baik-baik saja, semoga gadis itu dalam keadaan baik, sebab saat ini Airyn sangat cemas dengan keadaan calon adik ipar nya itu.


Fikiran nya menerka kemana-mana dengan semua pengalaman buruk yang di alami nya, bahkan Angel sangat gugup melangkah ke kamar gadis itu, sedari tadi dirinya tak bisa tenang, entah apa yang membuat nya seperti itu namun Airyn gemetar melangkah kan kedua kaki nya.


“Angel” teriak Airyn dari arah luar, namun tidak ada sautan apapun dari dalam, membuat kepala pelayan yang tadi menyapa Airyn melangkah menghampiri karna gadis cantik itu sangat berisik“Angel, buka pinta nya, kakak disini” seru Airyn sambil mengendor-gendor pintu tersebut, namun lagi-lagi dirinya tidak mendapatkan respon apa-apa dari arah dalam, terlihat jelas ganggang nya terkunci rapat.


“Nona anda tenang lah, Nona Angel baik-baik saja di dalam, mungkin dia tengah tidur” seru pelayan tersebut, namun Airyn tidak mengindahkan apa yang dikatakan pria berumur itu


“Angel!!! Buka pintu nya!!” bentak Airyn dengan wajah khawatir nya, dia tidak bisa membayangkan apa yang tengah difikirkan nya saat ini menjadi kenyataan, bagaimana pun Airyn tidak akan siap menghadapi kenyataan itu


“Kenapa gadis ini berlebihan sekali” gumam pria paruh baya itu dengan dongkol “jelas Nona Angel sedang tidur, jika dia meracau seperti ini tentu menganggu Nona Angel. Apa aku harus mengusir nya” fikir nya sebab dia hanya mengetahui Airyn sebagai teman Angel bukan kekasih Hansell, sebab usia senja membuat beliau tidak peka dengan Tuan Rumah.


“Angel!!!” bentak Airyn, dia mendengus dengan kesal dengan perasaan aneh yang campur aduk.


“Beri aku kunci cadangan” bentak nya ke arah pria paruh baya tersebut, membuat pria itu mengkerutkan kening akibat tidak suka dengan perlakuan tidak sopan dari wanita muda di hadapan nya


“Nona, anda tidak bisa lancang seperti ini” balas nya dengan sopan


“Apa sekarang waktu nya untuk mementingkan itu, jika terjadi sesuatu dengan Angel di dalam sana apa kau bisa bertanggung jawab!” bentak Airyn dengan kesal, membuat beberapa pengawal pribadi Hansell menaiki tangga sebab mendengar teriakan Airyn yang mengelegar


“Cepat berikan aku kunci nya!!” bentak Airyn sembari menyodorkan tangan nya meminta kunci dari pria berumur itu, namun yang berhadapan dengan dirinya saat ini tidak mengindahkan perkataan Airyn sedikit pun, membuat gadis itu menajamkan mata dengan sikap membunuh nya


“Aku memberi mu kesempatan kali ini saja, berikan aku kunci kamar Angel, jika tidak kau akan berakir malam ini” ancam Airyn dengan mata tajam nya, membuat pria itu tidak menyangka gadis secantik ini memliki aura membunuh yang kental, bahkan tatapan nya saja menakutkan seakan mengintimidasi musuh di saat bersamaan


“Nona Petrov” hormat seluruh pengawal yang baru saja menghampiri Airyn, membuat pria yang ada di depan nya terkesiap mendegar nama itu, meskipun dia kepala pelayan di rumah besar Hamillton, namun dia mengetahui seberapa ganas dan kejam nya Nona Petrov, bahkan dia mengetahui tentang Petrov yang dulu sempat menjadi rekan Tuan Hamilton, sekarang di usia nya yang senja dia berhadapan dengan putri nya yang tidak memiliki hati sebagai manusia ini, benar-benar membuat pria itu berada di ambang kematian, akibat jantung yang berdetak kencang


“Berikan kunci kamar Angel!!” seketika kepala pengawal itu merogoh saku nya dan memberikan kunci tersebut kepada Airyn dengan tangan gemetar, bahkan Airyn merampas nya dengan kasar, gadis itu membuka pintu tersebut, hingga berhadapan dengan gunung selimut yang membesar di atas ranjang


“Cepat periksa semua pintu keluar, dan cari keberadaan Angel, cepat!! Jangan biarkan semua orang keluar dari daerah ini, dan tutup semua pintu keluar!!! Cepat” perintah Airyn dengan nada mutlak, membuat semua pengawal itu melaksanakan tugas nya, sedangkan kepala pelayan yang paruh baya itu masih bingung dengan situasi nya, bagaimana bisa gadis itu melakukan itu, sedangkan Nona Angel tertidur pulas dikamar nya


Airyn menghubungi semua orang nya untuk bergerak, dia mengarahkan seluruh kekuatan yang dimiliki nya, bahkan Airyn begitu gugup dengan tubuh nya yang gemetar akibat cemas yang mengerogoti tubuh nya


“Dimana hansell? ” bentak Airyn ke pria paruh baya yang menatap diri nya


“Di kamar nya” balas pria itu, membuat Airyn meningalkan nya dan melangkah dengan penuh emosi ke kamar Hansell.


Sedangkan kepala pelayan itu melangkah memasuki kamar Angel dengan begitu cepat, dia berdiri tepat disamping ranjang Nona Angel dengan sikap santun dan hormat


“permisi Nona Angel, ada yang mencari anda” seru nya dengan begitu gugup, namun dirinya tidak mendapatkan jawaban apapun, pria paruh baya itu berseru berulang kali, hingga batas kesabaran nya.


Dengaan kesal dirinya membuka selimut itu, betapa kaget nya dia saat mendapatkan dua bantal guling yang ada didalam sana, bahkan dirinya tak bergerak menyaksikan apa yang di lihat nya, pria paruh baya itu melirik ke arah jendela yang terbuka lebar.


“Bagaimana dia bisa mengetahui ini bukan Nona Angel, sebelum memastikan nya” seru pria paruh baya itu dengan penuh tanda tanya, bersamaan dengan langkah kaki yang tertatih, dia melihat untaian kain pintu yang menjalar dari jendela kamar Angel ke arah tanah, terbentar panjang untuk melarikan diri.


Airyn menghempas keras pintu kamar Hansell, membuat pria itu melirik ke arah Airyn yang begitu dingin melangkan ke arah nya, Hansell berdiri di tempat, dia memandang raut wajah Airyn yang begitu dingin dan suram, bahkan tatapan tajam nya ke arah Hansell begitu kelam, seperti ada amarah yang ditahan disana, Airyn mempercepat langkah kaki dengan geram, tangan nya mengepal dengan pasti seakan tak mampu mengedipkan pandangan ke arah lain, bahkan berbeda dari dia sebelum nya


Plakkkkkkkk…....