Girlfriend Another Level

Girlfriend Another Level
Syok



Ragu kerap menjadi benalu atas kesiapan diri yang sedari tadi terjadi, ia harus tegar saat melangkah memasuki rumah sakit, namun jarak beberapa meter dari pintu kamar Airyn, Hansell benar-benar tidak mampu, ia mengumpulkan semua keberanian yang mulai terbang, Hansell kembali menangkap percaya dirinya hingga tidak akan goyah, ia begitu yakin atas apa yang dilakukanya kali ini.


Jika saja Airyn benar-benar wanita berbahaya, sedari awal Hansell memang tidak akan mengalah, jika saja Airyn seperti apa yang dikatakan fakta, Hansell akan selalu bersamanya, tidak peduli lagi apa yang harus dihadapi, Airyn tetap menjadi wanitanya.


Pintu kamar itu terbuka, membuat jantung Airyn berdebar, ia telah memprediksi dokter tidak mungkin berkunjung pagi-pagi buta seperti ini, Airyn hanya dipenuhi fikiran buruk tentang ancaman yang akan dihadapinya, sebab siapa lagi yang akan berkunjung dipagi buta seperti ini, jika tidak memiliki niatan buruk ataupun sebaliknya.


Suasana ruangan yang remang-remang membuat Airyn semakin cemas tak kepalang, ia melihat tubuh tegap berdiri diantara pintu kamar secara bersamaan orang asing tersebut memantulkan cahaya ke mata Airyn, hingga menutup habis pandangan gadis itu, Airyn menyipitkan mata untuk memfokuskan tatapan, dia hanya mempertanyakan siapa orang itu? perlahan orang asing yang menjadi tamu tidak diundang menghampiri dirinya yang ada diatas ranjang, membuat Airyn menyaksikan tubuh tegap hingga membuat dirinya mendongak mentap


“Hansell” seru Airyn dengan nada gemetar, namun lawan bicara yang ada didepanya diam tanpa mengucapkan kalimat apapun, ia tegap tinggi dengan postur yang sangat mirip dengan kekasihnya, tentu nama Hansell akan berseru begitu saja, seketika pria itu mempertegas silauan cahaya kearah Airyn, membuat pandangan gadis itu silau tanpa mampu menjangkau.


“Selamat malam Nona Petrov, sayangnya saya bukan orang yang anda harapkan” tubuh Airyn merinding ketakutan, sebab itu bukanlah suara kekasihnya, ia melirik kearah dua gadis yang tertidur pulas diatas sofa


“Siapa kau? Apa yang akan kau lakukan?” bentak Airyn dengan rona wajah yang tidak mampu disembunyikan atas rasa takut dan gusar yang semakin menghadang


“Kenapa anda begitu takut, ini sangat berbeda sekali dengan Nona Petrov milik tuan saya” tuturnya ke arah Airyn, sebab saat ini pria itu berdiri mengunakan penutup kepala yang lengkap dengan penutup mulut yang digunakan, ditambah silau cahaya yang disosor kemata Airyn membuat dirinya tidak mampu melihat apapun


Sebuah benda disodorkan dengan kasar kesamping ranjang lebar yang ada disamping Airyn, membuat gadis itu melirik kearah amplop yang diberikan kepada dirinya, ia hanya berfikir jika pria itu menyebutkan Tuan nya, bukan kah ini anak buah orang yang ada dibalik surat kontrak. Sebab setelah kejadian Berto lenyap ditengah jalan, Airyn sudah mengetahui orang tersebut seorang pria.


“Ini hadiah yang diberikan Tuan kepada anda Nona, atas meninggalnya Berto. Ia memberikan anda fasilitas untuk melihat jejak kebenaran. Jika anda berfikir ingin bertemu dengan nya, saya rasa anda perlu memecahkan teka teki masa lalu agar bisa bertemu dengan dirinya, ia sudah menanti kedatangan anda, jangan berlama-lama dan menghabiskan waktu sia-sia, jika tidak ingin korban jiwa lagi, semakin cepat maka semakin baik” jelasnya ke arah Airyn, hinggaembuat Airyn begitu takut membalasnya, namun untung saja ia bisa mengendalikan diri. Tentu saat ini banyak tanda tanya yang ada dikepala Airyn, apa maksud semua ini, adalah rangkuman atas pertanyaan yang ingin dilontarkan, namun apa daya, ia hanya mampu diam dengan penuh ketakutan


“Buang saja semua kecemasan berlebihan anda Nona Petrov, sebab nyawa anda adalah barang berharga bagi Tuan saya” seketika suara pria itu menghilang sambil meredupkan cahaya, Airyn menyaksikan punggung itu membelakangi dirinya, ia tidak menyangka akan berada dikeadaan seperti ini, sebab Airyn selalu saja menguatkan diri jika suatu hari ia harus berhadapan dengan orang yang ada dibalik surat kontrak itu,namun ternyata dirinya juga memiliki kelemahan sebagai wanita biasa.


Mata gadis itu melirik kearah benda yang diberikan untuknya seraya menghilangkan gemetar yang mendera, Airyn melihat amplop tersebut tersegel rapi dengan lendungan yang mengambarkan ada isi didalam sana, rasa ingin tahu tentu saja semakin jelas ditampilkan, namun untuk beberapa waktu Airyn mencoba mengatur pernafasan seraya meraih amplop tersebut sambil mengenggamnya, ia membuka segel yang menutup rapi isi didalam amplop coklat, Airyn menarik beberapa kertas yang ada didalam sana sembari menelaah apa yang tertera, mata Airyn begitu jeli membolak-balikan kertas yang ada, ia mencoba mengerti dan memfokuskan perhatian, dahinya mengkerut tidak terima dengan semua bukti yang ada, Airyn mencoba untuk melirik kearah amplop yang masih ada isinya, ia mengeluarkan beberapa foto dari amplop tersebut, Airyn melihat dengan kedua matanya secara sempurna, hingga tidak percaya terpampang nyata, bagaimana tidak, semua ini seperti mustahil namun menjelma menjadi fakta yang ada.


“Tidak mungkin, bagaimana bisa” air mata mengalir begitu saja, ada rasa remuk yang berkecambuk didada, Airyn mencoba untuk tidak percaya, namun semua bukti mengarah kesana “Tidak mugkin Marry ibu ku, tidak mungkin!!” ia meremukan kertas tersebut, dengan rasa camour aduk yang asing, Airyn tidak bisa menerima seluruh fakta yang ada, bagaimana mungkin Marry ibu kandungnya?”


“Airyn” seketika saja Hansell membuka ganggang pintu setelah mendengar isakan Airyn dari arah luar, ia bahkan tidak mengetahui apa yang ditangisi oleh kekasihnya, namun Hansell sudah menebak semuanya “Sayang” Hansell begitu perih menyaksikan Airyn tidak berdaya seperti ini, bahkan air matanya juga sama berderai seperti kekasihnya, Airyn menjangkau tubuh Hansell untuk mendapatkan perlindungan, ia benar-benar tidak kuasa atas fakta yang mendera, bagaimana bisa Marry ibu kandung yang melahirkan dirinya, tentu kenyataan dan kehidupan seperti mempermainkan Airyn dengan drama, bahkan gadis itu seperti hancur tanpa mampu berkata.


“Sayang tenanglah, kau harus tenang” Hansell mencoba menenangkan kekasihnya itu saat Airyn terisak dalam tangisan, bahkan membuat pria itu mencium kening Airyn bertubi-tubi sambil membisikan kalimat penenang yang diberikan


“Hansell, apa kau sudah mengetahuinya?” tanya Airyn dengan suara gemetar ketakutan, hingga ia menatap dalam mata pria itu dengan hancur tak kepalang “Kau sudah mengetahuinya bukan, apa yang harus aku lakukan Hansell. Apa!” bentak Airyn dengan tidak berdaya membuat dirinya gemetar tidak berdaya dibawah tatapan ibah yang Hansell berikan.


Mata Angel dan Hellena mengerjap, akibat tangisan seseorang yang dirasa menganggu tidur mereka, bahkan Angel ingin mengeluarkan suara, namun tangan Hellena membungkam mulut teman nya, mereka berdua bersembunyi dibalik sofa yang menghalangi pandangan, bahkan nuansa gelap dikamar itu membuat siapapun tidak akan sadar jika dua gadis itu telah membuka mata, mata keduanya saling melemparkan pertanyaan, hingga Hellena membesarkan matanya untuk Angel diam ditempat.


“Airyn, lihat aku” Hansell menguatkaan pundak kekasihnya, ia telah menghitung langkah ini, jika dirinya saja telah mengetahuinya, sudah pasti Airyn akan mendapatkan kabar ini, ternyata dugaan Hansell benar, Airyn telah mendapatkan fakta gila yang tidak masuk akal tersebut


“Semuanya masih saja bentuk laporan berdasarkan foto dan dokumen, namun kita belum mendapatkan bukti penting nya, aku sudah menyuruh Dikra melakukan tes DNA jadi sebelum hasilnya keluar kita harus tenang dan mencoba menyikapi semua keadaan ini sayang” tutur pria itu dengan nada bergetar, bagaimana pun Airyn pasti sulit menerima fakta gila yang tidak asuk akal. Bahkan membuat dirinya tidak mampu bicara untuk menyangkal


“Apakah foto ini kau anggap tidak fakta, lihat berita ini. Apa ini rekayasa!!” bentak Airyn ke arah Hansell, ia bahkan melihatkan foto Merry yang tengah mengandung di usia muda, dan juga potongan koran yang mengatakan jika Airyn adalah anak perselingkuhan Petrov dan asistennya akibat mandul yang dialami Charllot, membuat Hansell terpana menyaksikan bukti lengkap yang ada di tangan Airyn


“bagaimana bisa kau mendapatkan seditail ini? Bagaimana mungkin! Aku yakin bukan kau yang mendapatkan ini semua! Siapa yang memberikaan ini padamu Airyn!! Siapa!” bentak Hansell kepada kekasihnya, jika ini baru saja diberikan, pasi orang itu masih berada disekitar sini, Hansell mengerakan seluruh anak buahnya untuk menangkap orang yang mencurigakan, melalui titah langsung ke kepala pegawal yang ia perintah.


“Apa kau terluka? Apa dia menyakitimu!” Hansell bertanya dengan penuh cemas yang melanda bahkan raut wajah itu tidak mampu disembunyikan lagi “Kau baik-baik saja, untunglah” gusar melingkup dirinya hingga tak karuan, ia memeluk Airyn berulang-ulang, hingga gerakan itu menyakiti luka kekasihnya “maafkan aku” seketika saja hansell memeluk airyn dengan penuh lembut sambil meninggalkan ciuman yang bertubi-tubi dikening kekasihnya, membuat Airny meraih lengan yang melingkar itu dengan rasa takut dan cemas


“Jika saja Merry adalah ibu kandungku, apa yang harus aku lakukan Hansell” lirih gadis itu


“Kau tidak perlu melakukan apapun, kau hanya perlu melakukan apa yang diterima oleh hati dan dirimu Airyn, tidak peduli seperti apa dirinya asalkan kau bisa menerima untuk mencintainya, kadang hidup ini selalu memaksa kita menerima apa yang tidak kita inginkan, hingga kau harus menjalankan apa yang tuhan berikan atas kebutuhanmu” tutur Hansell saat memberikaan pengertian kepada Airyn


"Aku takut, aku tidak percaya dengan semua ini, aku memiliki ibu bernama charllot, hanya dia ibuku Hansell. Bukan Marry!” sangkal Airyn, membuat Hansell hanya terdiam tanpa membantah, meskipun begitu ia sedari awal merasa aneh akan Merry, namun hal itu diabaikan nya hingga Hansell kecolongan atas latar belakang Merry.


“Dia bukan ibuku! Bukan!” sangkal Airyn sekali lagi saat suaranya mulai memudar, hingga kesadaran ada dibatas tidak wajar, membuat Hansell melihat kearah kekasihnya dengan perasaan panik yang melanda


“Airyn…..bangunlah!! Airynnn buka mata mu!” Hansell dengan paniknya mengoyang-goyangkan tubuh Airyn, bahkan menepuk pipi kekasihnya, namun Airyn tidak memberikan respon apa-apa, membuat Hansell dilanda panik hingga ketakutan, ia merasa kaku untuk melakukan sesuatu, membuat dua gadis yang berpura-pura itu sadar dari posisinya.


“Kakak…kenapa dengan Kak Airyn?” tanya Angel dengan wajah panik, diikuti oleh Hellena yang terlihat sama dengan adiknya


“Ntahlah, aku tidak mengerti” Hansell berulang kali membangunkan Airyn dengan meneriaki namanya, namun gadis itu tidak juga membuka mata dan memberikan respon, membuat Hellena menekan tombol darurat yang ada, hingga beberapa saat dokter datang dengan terperangah akan nafas yang begitu sesak


“Ada apa Tuan, kenapa dengan Nona Petrov?” tanya dokter itu sambil memeriksa tanda vital milik Airyn, bahkan seluruh orang dipaksa keluar untuk dirinya memeriksa keadaan pasien. Hansell semakin panik tak kepalang, ia mengusap kepala dengan kasar, seakan tidak terima dengan semua keadaan, membuat Angel dan Hellena menekuk wajah bersalah, sebab menguping pembicaraan yang sangat serius dan penting tersebut.


Setelah beberapa waktu memeriksa Airyn dan memberikan pengobatan, dokter menjelaskan Airyn berada di keadaan syok yang membuat dirinya hilang kesadaran, dokter telah memberikan beberapa suntikan untuk Airyn tenang, hingga dapat merangsang kesembuhan Nona Petrov, sejauh ini keadaan Airyn baik-baik saja, namun untuk pemulihan dokter menyarankan Airyn tidak perlu memikirkan beban yang terlalu berat karna memicu tingkat stress.


Mendengar semua hal yang dijabarkan padanya, Hansell lega Airyn baik-baik saja, ia sangat bersyukur Airyn tengah berproses untuk kesembuhan, hingga Hansell tidak peduli lagi dengan apa yang dikatakan Airyn padanya, bahkan kali ini Hansell bertekad untuk terus seperti dirinya meskipun Airyn terima atau tidaknya.