Girlfriend Another Level

Girlfriend Another Level
Di luar dugaan



Hari ini Merry sangat sibuk mengemasih seluruh barang Airyn, bahkan ia sangat sibuk menyediakan seluruh fasilitas untuk anaknya setelah berada di Korea, tentu saja itu telah Merry lakukan sedari dulu, ia tidak pernah melewatkan bagian terkecil sekalipun, Airyn yang tengah berdandan seadanya di meja rias, melihat wajah gusar Merry yang tengah memeriksa keperluanya


“Kenapa kau menyiapkan seluruhnya, apa kau mau memberatkan bawaanku, tidak bisakah semua barang-barang itu aku beli saat berada di Korea?” ucap Airyn kearah Merry


“Tidak bisa Airyn, kau tidak bisa tidur tanpa boneka ini, ini adalah kado pertama dari ibumu jadi bawalah, dan kau tidak tidak pernah membeli perlengkapan kecil seperti alaram, perangkat mandi dan juga ini, (tunjuk Merry kesebuah benda yang ada ditanganya) aku sudah menyediakan pembalut juga, dibagian dalam koper aku sudah menyiapkan beberapa mantel hangat untuk dikenakan saat tiba di Korea, pakailah pakaian tertutup disana, karna cuacanya sangat dingin saat ini” jelas Merry kearah Airyn yang sedari tadi menatapnya dengan panjang. Bagaimana tidak, selama ini Airyn tidak pernah memperhatikan ini, jika Merry selalu melakukan hal terkecil untuk dirinya, tanpa disadari Airyn benar-benar mengabaikan semua itu, mungkin saja itu bentuk penyangkalan jika selama ini Merry adalah orang kepercayaanya saja, siapa yang akan mengira, jika asisten yang selama ini dikenalnya adalah ibukandungnya sendiri, sebuah drama kehidupan yang sangat bercanda untuk ia terima.


“Baiklah, terimakasih” ucap Airyn saat membalikan wajah segera melihat hal itu Merry sedikit binggung “Apa aku melakukan kesalahan?” batin Merry


memandang Airyn


Setelah mereka ampai dibandara, Airyn melirik ke jadwal penerbangan yang sebentar lagi mengantarkanya ke Korea, entah kenapa pilihan ini sangat sulit bagi Airyn, ia sadar tidak akan mudah bagi Hansell menerima dirinya lagi, yang jelas Airyn akan melakukan yang terbaik untuk mneyelamatkan pria itu, mungkin ini bentuk permintaan maaf karna telah menghancurkan semuanya, hati dan perasaan Hansell sempat dikecewakan tanpa sengaja, melihat gusar yang melanda anaknya, Merry percaya ini tidaklah mudah, entah kenapa tanganya mengenggam tangan Airyn yang sedari tadi tidak ingin tenang.


“Percayalah, semuanya akan baik-baik saja” ucap Merry degaan senyum hangat, mengantarkan Airyn kepada sebuah ketenangan, yang tanpa sadar menghilangkan seluruh gugup dan gusarnya


“Terimaksih” ucap gadis itu dengan lirih,


Tak lama kemudia. penerbangan Airyn telah di informasikan, ia memilih penerbangan biasa karna Airyn ingin menjadi orang biasa, ia melepaskan semua fasilitasnya sebagai Nona Petrov untuk memulai dirinya kembali, mungkin ini langkah pertama yang seharus dicoba, Airyn berdiri dari sana sambil meraih koper yang berada di tangan Merry, mereka berdua saling berhadapan untuk menatap panjang, sesuatu tatapan dalam yang rasanya sangat menyakitkan, yaitu Airyn harus meninggalkan Irlandia dan ibu kandungnya, untuk memperbaiki kehidupan.


“Semoga ini pilihan yang terpat untuk dirinya” batin Airyn saat memandang kearah Merry


“Aku pergi dulu, dan kau baik-baiklah disini. Kabari aku jika terjadi sesuatu?” ucap Airyn kearah ibunya, tentu ada rasa menganjal yang menyeruak dibatin gadis itu, hingga ia tidak tahu apa yang tengah menganggunya saat ini.


Airyn melangkahkan kaki untuk menjauh pergi, namun sekali lagi ia menoleh akibat rasa asing yang kasat mata hingga tidak pernah dirasakan Airyn selama ini, mungkinkah ini sebuah ucapan perpisahan yang harusnya dilakukan sewajar ibu dan anak? Airyn berbalik arah, dan berlari kepangkaun Merry, benar-benar suatu kenyamanan yang melepaskan semua rasa itu, seolah pelukan yang ia berikan kepada Merry adalah vaksi dari semua rasa aneh yang menjangkit dirinya.


"Merry…..terimaksih sudah menjadi ibuku. Maaf....jika aku belum bisa menjadi yang terbaik” ucap Airyn dengan air mata yang terus saja mengelora, bahkan membuat Merry memeluk anaknya dengan sangat erat tanpa diduga, mereka terhanyut kepada perasaan cinta yang tidak memiliki batasan lagi


“Tidak apa-apa, kau tidak salah sama sekali. Terimaksih sudah menerimaku” ucap Merry dengan begitu bahagia, bahkan jemarinya menyentuh kepala Airyn dengan gemetar, tentu ini kali pertama bagi Merry melakukan itu


“Ibu…” lirih airyn dengan kelu, seolah lidahnya begitu berat mengucapkan namun hatinya sangat tulus menginginkan, jika sebanarnya Merry adalah ibu yang sempurna bagi Airyn selama ini.


Keduanya sama-sama bahagia, hingga sulit melepaskan pelukan itu, Merry merasakan cinta mengalir dari putrinya, sebuah pengakuan yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya namun mampu mengantarkan Merry kepada perasaan cinta yang teramat besar dan tulus.


“Pergilah” Merry melepaskan pelukan Airyn dari tubuhnya, sambil mengenggam jemari gadis itu dengan lembut, ia menanamkan restu dan keyakinan untuk putrinya, jika benar Hansell pilihan hatinya, Merry yakin Airyn akan menjadi wanita paling bahagia di dunia, karna cinta pria itu teramat besar kepada Airyn.


“Maafkan aku” ucap Airyn dengan nada bersalah, membuat Merry memberikan sekilas peluk dan mengizinkan putrinya untuk pergi


“Jangan seperti ini, meskipun kau bukan Gadis Pertov lagi, kau adalah anakku yang sama berbahaya denganku, jadilah Airyn sesungguhnya” ucap Merry dengan nada meledek, membuat Airyn menepis air mata dengan kekehan nyata


“Kalian semua, dengarkan aku baik-baik. Jaga ibuku dengan baik, apa kalian mengerti” tegas Airyn kepada seluruh ajudan yang ada dibelakang Merry, membuat wanita itu merasa malu akan tingkah putrinya


“Aku pergi dulu, bye” Airyn melambaikan tanganya kepada Merry yang melihat dirinya menjauh, semua ajudan memberikan hormat pada Nona Petrov, entah bagaimanapun kali ini Merry menjadi ibu paling bahagia didunia.


“Apa ada maslah?” tanya Hansell kepada asistenya


“Tidak tuan, hanya saja tamu penting yang menjadi rekomendasiku langsung, masih belum hadir” ucapnya dengan gugup, membuat tubuh Hansell menegang sambil berdiri tegas dihadapan Darrel


“Kau sudah tahukan, apa yang aku butuhkan. Jika masalah sederhana seperti tepat waktu saja di tidak bisa dipenuhinya, sudah jelas itu bukan kriteria yang tepat menjadi asistenku, apa yang bisa aku harapkan dari kariyawan seperti itu, membuang waktuku saja, mulailah segera” Hansell mendudukaan diri dikursi yang disediakan untuknya, betapa kagetnya Hansell melihat seseorang yang tampak tidak asing, bahkan sangat akrab dimatanya.


Wanita itu memberikan senyum manis penuh sapaan, bahkan berbeda dari dirinya biasa, membuat Hansell tertegun akan wanita yang tidak pernah terfikir oleh dirinya “Apa anda mengenalnya tuan?” bisik Darrel saat memperhatikan Hansell


“Tidak, hanya saja aku pernah bertemu dengan nya”


“Dia Choi jungkyung yang memiliki latar belakang menganggumkan, dia sangat handal dibidang keuangan, sangat cocok menjadi asisten anda, sebenarnya dari semua yang ada disini saya sangat merekomendasikan dia, meskipun begitu orang pilihan saya tetap saja yang paling sempurna diantara semuaanya” ucap Darrel, membuat Hansell terdiam sambil membuang wajah


“Kenapa dia melamar ke perusahaanku?” batin Hansell dengan seluruh pertanyaan.


Darrel telah memulainya, tentu ada perasaan kecewa akan harapan sebelumnya, padahal Dareel sangat berharap Nona Petrov akan mengantikan dirinya, sebab Darrel percaya dengan kombinasi keduanya akan terlihat mengagumkan, namun bagaimana lagi tidak mungkin Nona Petrov rela melepaskan jabatanya untuk berada disisi Hansell, meskipun Darrel kecewa akan semua itu, ia bahkan dengan rela melepaskan jabatanya namun orang yang diinginkan nya tidak sesuai harapan.


“Permisi tuan” putus seseorang yang baru saja ada diruangan, bahkan membuat mata Hansell terbelalak secara sempurna, hingga ia berdiri dari duduknya, menyaksikan Airyn mengunakan seragam yang sesuai dengan pelamar yang ada disana, siapa yang akan menerima hal ini, Airyn berlagak diluar dugaanya, seolah ia menjadi bawahan yang tengah melamar pekerjaan, bahkan siapapun dapat melihat jika gadis itu penuh hormat dengan tatapan menunduk


berbeda dari bayangan Hansell tentang kekasihnya, bahkan pria itu mempercayai jika itu bukan Airyn, namun siapa yang bisa menolak kenyataan jika gadis yang saat ini ada Dihadapannya benar-benar Nona Petrov dengan seluruh hal mengerikan, namun kali ini? Di luar dugaan.


“Kenapa anda terlambat, apakah anda tidak sadar ini sudah 30 menit dari waktu yang ditentukan ” putus Darrel dengan sikap profesional, meskipun ia sangat aneh mengucapkan hal itu


kepada Nona Petrov


“Maaf pak atas keterlambatan saya, saya baru saja mendatangi Korea kemarin sore, jadi untuk perjalanan kesini saya sedikit tersesat, sekali lagi saya minta maaf atas hal itu” ucap Airyn dengan sopan kearah Darrel, bahkan Hansell yang tidak bisa melepaskan tatapanya benar-benar dibuat mati rasa


“Baiklah anda silahkan duduk Nona” ucap Darrel seketika, namun Hansell melangkah mendekati Airyn yang ada dihadapanya


“Terima siapa yang menurutmu paling cocok diposisi ini kecuali dia” ucap Hansell menatap tajam kearah Airyn yang ada didepan matanya, tentu sorot mata gadis itu menajam melihat tingkah Hansell yang sangat mengobarkan benci akan dirinya


“Ikut aku” Titah hansell dengan tegas, namun Airyn berdiam diri diposisi, seolah ia tidak ingin mengindahkan ucapan pria itu yang nantinya menjadi atasan dirinya, melihat tingkah Airyn yang semakin menyulutkan emosinya tanpa segan ia menarik kasar tangan gadis yang amat ia cintai, hingga semua mata tertuju kepada mereka, begitupun dengan Jungkyung, yang sangat penasaran atas semua hal yang barusan disaksikan matanya.


“Siapa wanita itu?” gumam Jungkyung dengan tatapan penasaran “Apa dia Airyn?”


Seketika Darrel mengambil alih kendali, sebab ia mengerti tidak mudah bagi Hansell menerima semua ini, bahkan nantinya Darrel harus menjelaskan maksud dan tujuanya, akan peristiwa yang sangat mengejutkan.