
Ice Coffe yang mengandung Antioksidan tinggi hingga beberapa nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh itu mampu dikalahkan oleh ucapan james yang ambigu untuk dicerna oleh jaringan saraf yang bekerja dalam mengelola informasi di sistem otak manusia, secara sadar Jungkyung terkolerasi dengan suasana yang ia hadapi saat ini, hingga memandang kearah James dengan penuh persepsi.
Bagaian mana yang ia lewatkan hingga James sebegitu menekan, atau bagian mana yang salah dari keadaan sehingga James terasa berbeda, membuat Jungkyung berfikir keras tentang kalimat yang baru saja dilontarkan kedalam gendang telinganya, Dokter James seperti memberinya sebuah nasehat namun menyelubungi ancaman di penekanan suara.
“Aku fikir pendegaranku masih berfungsi dengan baik Kak, apa kau tengah mengatakan jika kau mengetahui rencanaku? Dan apa yang saat ini aku lakukan telah sesuai dengan harapanmu, hanya saja semuanya tidak berjalan dengan baik, hingga kau memperingati diriku untuk berjalan sesuai jalur? Apa itu yang tengah kau jelaskan? Atau secara sadar kau juga menginginkan diriku menjadi penghancur hubungan mereka, dan karna itulah kau menghilang selama ini agar aku tidak terpengaruh padamu” ucapnya dengan menuduh untuk meluruskan maksud James yang di tangkap.
Saat ini Jungkyung ingin sekali mendengarkan penyangkalan atau jawaban dari pria itu, setidaknya ia perlu suatu kepastian untuk menilai ulang tentang kepribadian James yang sempat ia cintai sepenuh hati.
Tentu saja James masih menatap penuh suram, seolah dirinya tidak melepaskan tatapan serius diantara mereka, hingga ada segelintir takut yang saat ini menghantui fikiran Jungkyung, apakah dirinya sampai ke posisi sekarang akibat sokongan dari Dokter James yang sangat pintar itu? atau apakah dirinya tengah dimanfaatkan untuk kepentingan James akan Airyn? jika benar imajinasi itu sebuah kebenaran, tentu Jungkyung sangat kecewa hingga menyayangkan dirinya sendiri yang pernah mencintai pria itu hingga hilang kewarasan.
“Sepertinya kau salah paham dengan maksudku” lurus James dengan senyum tenang, membuat suasana mencengkram tadi menciar hingga hilang “Aku hanya mengatakan dirimu akan kehilangan pekerjaan jika menganggu Airyn, atau ada kehancuran yang lebih besar dari hal itu” sambungnya dengan lugas, beharap gadis itu mengerti.
“Kenapa aku harus kehilangan pekerjaan karna menganggu wanita itu?” tanya Nona Jung dengan penasaran, sebenarnya hal apa yang tidak Jungkyung ketahui hingga semuanya kacau tanpa terkendali, seolah James mengetahui sesuatu diluar batasannya sendiri.
Sebenarnya apa yang salah dari semua ini hingga dirinya merasa menjadi boneka yang dikendalikan seseorang “Ternyata kau hanya gadis naif. Sayang sekali” lirihnya dengan nada mengejek, seolah James tidak percaya jika Jungkyung memasuki kandang singa tanpa mengetahui ada ular berbisa didalam sana yang siap melilit tubuhnya jika melakukan penyerangan.
Jika Jungkyung senekat itu mendekati Airyn untuk mencari gara-gara sudah jelas akan terjadi malapetaka pada hidupnya “Apa maksudmu!!” bentak Jungkyung dengan nada meninggi, seolah ia tidak terima akan perlakuan pria itu yang semakin mengundang kekesalan, apakah James tengah menghina dirinya sehingga menyunggingkaan senyum merendahkan dengan terus terang.
“Aku sudah mengetahui kau terlalu naif untuk melakukan rencanamu, Jung. Mungkin ini mejadi saran berharga yang bisa aku berikan. Berhenti bekerja di perusahaan Hansell, dan kembalilah kepada hidupmu semula, sebelum keadaan semakin memburuk” balas James dengan peringatan, membuat Jungkyung semakin penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi.
Kenapa dirinya harus menghilang dari sisi Hansell jika tujuanya belum tercapai, dan sebenarnya apa yang harus Jungkyung takutkan hingga mendatangkan situasi buruk akibat wanita biasa seperti Airyn, bukankah James terlalu berbelit-belit dalam memberi peringatan, jika ia ingin memberi nasehat seharusnya pria itu memberikan alasan yang rasional agar Jungkyung dapat mengetahui kebenaran.
“Apa yang akan terjadi memangnya jika aku masih bertahan disana? Jika kau ingin menasehatiku, bukankah lebih baik berkata jelas dengan berterus terang, agar aku dapat mempertimbangkan niat baikmu, Dokter” sambungnya dengan tenang, setidaknya ia perlu berfikir logis untuk mengendalikan diri, jika dirinya terpancing akan emosi yang membara saat ini, bukankah hal itu akan menjauh dari kesempatan untuk mengorek kebenaran, jadi sebagai wanita yang membutuhkan informasi Jungkyung harus menahan diri dengan keras.
“Aku adalah Doktermu, jadi aku sangat mengetahui bagaimana dirimu. Kadang obsesi untuk memiliki itu bukan cinta, kau hanya tidak bisa membedakan mana perasaanmu sesungguhnya, dan mana obsesi yang tercipta agar memburamkan pandanganmu tentang kehidupan. Aku sadar kau seperti ini akibat salahku Jung, kau ingin menghancurkan Airyn dengan merebut Hansell. Tapi rencana itu telah berantakan akibat Airyn juga bekerja di perusahaan HS, bahkan Hansell tidak menarik simpati kepada dirimu jadi menjauhlan sesegera mungkin. Jika sudah begini lebih baik kau mundur saja, untuk memperbaiki hatimu dan melindungi kehidupanmu. Jika kau terlalu lama bertahan di sisi Hansell, aku takut obsesimu menjadi memburuk” jelas James dengan sungguh-sungguh.
Berharap gadis itu mendengarkan ucapanya, hanya saja jika seseorang tengah tergila-gila dengaan cinta, sangat sulit untuk menjelaskan kebenaran pada mereka.
“Aku tidak mencintainya, kau salah paham. Bukankah kau tahu A-aku mencintai mu..”
“Jika kau mencintaiku, berhentilan bekerja di perusahaan itu. dan kembali padaku” bantah James dengan terus terang membuat Jungkyung kehabisan kata-kata untuk menyangkal, bahkan nada membantahnya saja membuat gadis itu bungkam atas pandangan mereka yang saling menyerang.
“Kenapa? Kenapa kau tidak bisa membantahnya? Kenapa kau tidak bisa menerima tawaranku? Dan kenapa kau tidak bisa kembali? Apa kau tidak sadar kenapa? Itu semua karna kau telah menaruh hati pada Hansell, sampai ke tahap ingin memiliki pria itu, bahkan saat Hansell memiliki kekasih kau menyangkal kenyataan untuk memberimu alasan dalam mempertahankan diri di sisinya. Jung, mengertilah dengan posisimu dan kembali kepada dirimu semula, ini semua memanglah kesalahanku, jadi sekali lagi aku mohon. Kembalilah dan jangan menghancurkan dirimu lebih jauh lagi” pinta James dengan bersungguh-sungguh, seolah ia tidak bisa melihat Jungkyung hancur di tangan Airyn, bagaimanapun dirinya bertanggung jawab atas gadis itu karna Jungkyung adalah pasienya yang membuat James gagal menjadi seorang Dokter, akibat perasaan personal yang dilarang didalam hubungan Konselor dan pasien.
“Kau salah paham kak” bantah wanita itu dengan meragu, seolah pandangan kosong atas apa yang baru saja dikatakan James, sangat menarik akal sehatnya untuk berfikir lebih jauh lagi, jika benar ia mencintai Hansell, apa yang salah dari obsesi memilikinya, bukankah cinta memang perkara obsesi hingga menjadikan mereka budak manusia yang berakal gila terhadap seseorang.
“Kau tidak bisa merusak kehidupan orang lain hanya karna kehidupan tidak berpihak padamu. Kau juga tidak perlu merusak hidupmu hanya karna mereka tidak menginginkan kehadiranmu Jung. Aku mungkin bersalah atas semua yang terjadi padamu, jika bukan karna diriku mungkin kau tidak akan segigih ini, jadi jangan membuat masalah dengan Airyn. karna dia bukan orang yang bisa kau usik sembarangan” sambung Haansell dengan penjelasan yang lekat-lekat, seolah apa yang ia usahakan dapat dihargai oleh Jungkyung, hanya saja kalimat yang baru saja diutarakan oleh James menghentikan logika Jungkyung untuk berfikir, ia terhenti atas kalimat terakir yang menarik perhatianya.
“Siapa Airyn sebenarnya? Sampai aku tidak boleh berurusan denganya?” tanya Nona Jung dengan kalimat cepat, bahkan ia begitu serius ingin mengetahui akan gadis itu, jika benar wanita itu bukan orang sembarangan lalu untuk apa dia berprilaku menjadi orang sederhana yang tidak bernilai, apakah wanita bernama Airyn itu tengah menyamar agar membodohi Hansell, atau jika kenyataan tentang dirinya bukan orang sembarangaan adalah fakta mungkin saja Jungkyung bisa merubah rencananya sebelum menyerang dengan kesalahan.
“Dia tidak menyamar. Dia adalah Airyn!” bantah James dengan cepat, seolah dapat memindai apa yang saat ini terlintas difikirkan Jungkyung, entah kenapa kesabaranya hampir habis untuk menjelaskan kepada manusia batu yang keras kepala “Airyn berasal dari keluarga kaya di Irlandia, dia ahli waris satu-satunya dari keluarga itu, bahkan keluarga Airyn termasuk kedalam orang berpengaruh di dunia, hingga tidak sembarangan yang dapat menghadapinya. Dan aku pernah menceritakan jika aku diadopsi oleh keluarga kaya hingga menjadi seperti sekarang, dan keluarga yang menyelamatkan diriku adalah keluarga Airyn. aku adalah anak yang menyaksikan pertumbuhan Airyn dari dirinya kecil, hingga dapat dibilang kami sudah tumbuh bersama, hanya saja di masa muda ingatanya terpaksa dihapuskan untuk mengobati luka dari masa lalu buruk, secara tidak langsung dia bukan orang miskin seperti bayanganmu, dan dia bukanlah gadis rendahan yang menjual dirinya kepada Hansell, wanita itu sering di kenal dengan nama No..”
“Dokter James” putus seseorang yang tiba-tiba ada diantara percakapan mereka, membuat James dan Jungkyung terkesiap seolah tidak menyangka Airyn yang tengah mereka bicarakan hadir tanpa aba-aba atau peringatan.
“Kenapa kalian melihatku seperti melihat hantu” celetuk Airyn dengan senyum sungging penuh tatapan merendahkan, tentu ia mengerti jika kedua manusia dihadapanya kali ini tengah membicarakan dirinya, sehingga Airyn dapat menebak inti dari percakapan mereka, sayangnya Jungkyung terlalu dini mengetahui kebenaran, Airyn memerlukan waktu untuk mengkelabui wanita itu, agar dapat menilai apa yang sebenarnya ingin dilakukanya.
“A-airyn. Apa yang kau lakukan disini?” tanya James dengan kaget, seolah dirinya tidak menyangkan akan berhadapan dengan Airyn langsung, kali ini Jungkyung baru merasakan jika pria bodoh bernama James itu benar-benar mencintai Airyn, hingga tatapannya saja berbinar memandang wanita rendahan itu.
“Sepertinya aku harus kembali ke perusahaan” timpal Jungkyung dengan kesal, sembari beranjak dari sana, bahkan ia menatap Airyn dengan permusuhan hingga menyenggol tubuh gadis itu dengan segaja untuk berlalu pergi, dari arah belakang ada sebuah seringai yang Airyn tampilkan, setidaknya wanita itu tidak mati ketakutan akan dirinya.
Melihat Nona Jung memiliki keberanian penuh setelah ancaman barusan, ada sedikit kagum bagi Airyn kepada Jungkyung, bahwa gadis itu memiliki mental yang kuat dalam bermain-main dengannya.
Kali ini pandangan Nona Petrov teralih kearah James yang seperti gugup tak karuan, mungkin kemarin Airyn ketakutan setengah mati pada pria itu, kali ini dirinya sudah memberanikan diri karna merasa tak ada yang perlu di takuti lagi, bagi dirinya James pria yang paling misterius dari semua kejangalan, bahkan saat Airyn mencurigai semua orang, hanya James yang tidak memiliki keterlibatan apa-apa atas masalah yang terjadi, padahal secara garis besar dirinya ada ditengah-tengah Airyn.
Hal yang paling aneh dari semua itu adalah, ketika persepsi Airyn menaruh kecurigaan tinggi pada James, secara alami tubuhnya memasang alaram peringatan akibat hawa takut yang menyerang, tapi Airyn tidak mengetahui dengan jelas dari mana ketakutan itu berasal, untuk meyakinkan diri ia perlu memastikan kembali, dengan menghadapi James dengan memberanikan diri.
“Apa aku boleh berbincang denganmu?” tawar Airyn kepada pria itu, membuat James tersenyum sambil mempersilahkan Airyn duduk dihadapanya.
*****
“Masuk” ucap Hansell dengan penekanan dingin “Ada apa?” celetuk pria itu ketika Jungkyung memberikan salam
“Di luar ada orang yang sangat penting ingin bertemu dengan anda, membuat saya sangat gugup sekali” ucapnya dengan wajah berbinar, Hansell yang sibuk dengan pekerjaanya menautkan kening penuh curiga, selama ini dirinya tidak pernah melihat gadis itu bersemangat, tapi siapa orang yang ingin menemui Hansell tanpa di ketahuinya, bahkan Jungkyung mengatakan jika ia adalah orang penting, bukankah sangat jelas di negara ini keluarga Jungkyung juga termasuk kedalam orang berpengaruh yang diakui.
“Lama sekali, aku masuk saja” terobos Merry memasuki kantor Hansell, hinga pria itu bangkit dari duduknya dengan kaget akibat tidak percaya.
“Nona Merry” lirih Jungkyung dengan tersipu, memberikan salam kepada Merry Lourent yang sangat dikaguminya hingga ia hampir gila karna bertemu Merry untuk kedua kalinya.
“Terimaksih Nona Jung, anda terlalu manis” ucap Merry sembari membalas sapaan Jungkyung
“Sama-sama Nona Merry, semoga anda merasa nyaman di sini, saya akan kembali setelah menyedu teh hangat untuk anda, semoga anda tidak menolaknya” tawar gadis itu dengan sungguh-sungguh, seolah ia tidak boleh melewatkan kesempatan ini, karna mendekati Merry adalah langkah untuk menemui idolanya dalam dunia bisnis.
"Jika anda memaksa, Saya akan mengucapkan terimakasih” timpal Merry memberikn tersenyum tulus.
Sedangkan Hansell merinding atas keramahan mertuanya. Wanita sedingin Merry ternyata bisa menebar senyum penuh keramahan, hanya saja ada sedikit ngeri saat menyaksikan hal itu, bagaimanapun Merry adalah ibu mertuanya jadi Hansell harus mengontrol diri.
Setelah Jungkyung meninggalkan ruangan, Merry mendudukan diri disofa yang ada didepan meja kerja Hansell, seolah dirinya tidak butuh ucapan formal dari pria itu, bagaimanpun laki-laki itu dengan lancang menikahi anaknya jadi sudah sepantasnya Merry tidak bertindak sopan.
“Ibu, ada hal apa kau menemuiku” sapa Hansell dengan senyum manis penuh kepalsuan, membuat Merry tersedak dengan penuturan yang baru saja diucapkan Hansell, ia bahkan mendudukan diri dihadapan Merry sambil menebar senyum.
“Apa kau gila, kau membuatku merinding saja. Hentikan cara bersikap itu” bantahnya dengan tidak terima, tentu saja sangat asing melihat Hansell berkata seperti itu karna biasanya dia dan Hansell tidak memiliki keakraban sama sekali, dan sekarang bertingkah seperti saling kenal, benar-benar situasi mengerikan hingga Hansell tersenyum mengejek akan dirinya sendiri
"Maafkan aku, Nyonya” sambungnya
“Tapi aku belum pernah menikah” bantah Merry dengan lugas seolah ia tidak menyukai sikap menantunya itu.
“Maaf. Nona Merry” ucap Hansell dengan asing, bagaimana bisa dia memanggil ibu mertuanya dengan panggilan Nona, mengelikan sekali.
“Baiklah, itu yang paling baik. Bahkan aku dan kau hanya berbeda 15 tahun setidaknya memanggilku kakak sangat pantas” ucapnya untuk melakukan candaan, hanya saja situasi mereka berubah menjadi sangat canggung dari perkiraan.
Membuat Hansell tidak percaya jika ibu mertuanya hanya berbeda 15 tahun dari dirinya, tidakkah ini sangat aneh untuk diterima oleh orang normal, seolah keduanya tidak memiliki kecocokan untuk menjadi seorang menantu dan ibu mertua.
“Bagaimana dengan Airyn?” ucanya sembari berpangku tangan melirik Hansell
“Airyn baik-baik saja, dan sepertinya kau harus menyiapkan diri untuk menjadi seorang nenek”
“Benarkan” putus Merry dengan wajah berbinar, bahkan ia terlihat sangat bahagia sekali dari baisanya, entah kenapa hal ini seperti kebahagian terbesar sebagai orang tua, membuat Merry sebegitu inginnya mengendong cucu dari Anaknya.
“Tapi apakah Airyn menyetujuinya? Tidak mungkin anak itu mau memiliki keturunan secepat ini” tanya Merry sekali lagi, sebab banyak hal yang diurusnya akir-akir ini hingga Merry sendiri tidak mengetahui hal apa yang menganggu putrinya, sampai masalah pekerjaan dilakukan secara terburu-buru bahkan Airyn hampir mengambil penuh kendali APV Petrov, hingga Merry merasa khawatir sebab putrinya akan serius jika ada hal yang tengah ia rencanakan.
“Aku yakin Airyn menginginkannya, kami berdua sudah membahas hal ini sama-sama, dia tidak keberatan sama sekali, tapi apa maksud dari perkataanmu Merry? Apakah terjadi sesuatu pada Airyn?” cemas Hansell melirik kepada mertuanya
“Tidak. Aku hanya terlalu banyak berfikir. Aku menemuimu karna ingin bicara dengan Airyn, apa kau bisa memanggilkan dia untuk menemuiku?” pinta Merry, membuat Hansell menganggukan kepada dengan cepat, lalu meraih ponselnya untuk menelfon istrinya itu, hanya saja Airyn tidak menjawab panggilan dari Hansell, hingga raut wajah pria itu berubah menjadi khawatir seolah Airyn hilang didepan pantauan matanya.
“Apa terjadi sesuatu?” timpal Merry
“Dia tidak menjawab panggilanku, aku akan coba lagi” balas Hansell sembari mengotak-atik panggilan Airyn.
Di tengah kecemasan yang melanda, Jungkyung memasuki ruangan dengan membawa nampan berisi minuman untuk Merry secara khusus.
“Nona Jung, tolong cari Airyn sesegera mungkin, dan bawa dia keruanganku” titah Hansell dengan tegas, membuat Jungkyung menghentikan tanganya yang hendak menyajikan minuman
“Sepertinya nona Airyn keluar pak” ucapnya dengan wajah serius, membuat Merry dan Hansell mendongakan kepala untuk mendengarkan penjelasan wanita itu “Tadi saya keluar untuk bertemu dengan Dokter pribadiku, sepertinya mereka saling kenal. Jadi Nona Airyn tengah berbincang denganya saat saya kembali”
“apa maksudmu James?” bentak Hansell dengan tegas, membuat mata Merry terbelalak, seolah tidak mempercayai ucapan Hansell, jika saat ini Airyn bersama pria itu mungkin saja anaknya dalam bahaya, tapi Merry tidak bisa menunjukan identitas Airyn dihadapan Nona Jung, jika itu terjadi sudah jelas rencana anaknya akan terbongkar.
“Sialan!!” hardik Hansell dengan umpatan kesal, bahkan saat dirinya ingin melangkah pergi dengan cepat Merry menghentikan pria itu, membuat Jungkyung sangat bingung atas apa yang sebenarnya terjadi.
“Tuan Hansell. Sepertinya meninggalkan tamu diruangan atas alasan pribadi sangat tidak sopan” tekan Merry dengan tatapan mengancam, seolah menjelaskan jika Hansell tidak boleh kesana, sadar Jika Merry menebar peringatan, Hansell melarutkan kekesalanya, sembari menenangkan diri untuk berfikir kembali.
“Kau boleh pergi” usir Hansell dengan jengkel pada Jungkyung, membuat gadis itu sedikit terhina untuk beranjak dari sana.
“Apa sebenarnya yang kau pikirkan Merry, apa kau tidak tahu bagaimana berbahayanya James, kenapa kau mencegahku” bentak Hansell dengan tidak tenang
“Kau ini memang bodoh! Kau bahkan hampir membongkar penyamaran Airyn di depan musuhnya. Setidaknya Airyn akan baik-baaik saja, kau fikir James akan memakan orang di keramaian. Ingat dia adalah putraku juga, dia tidak akan menyakiti Airyn. Apa kau fikir Airyn gadis bodoh, jika saat ini mereka tengah bertemu aku yakin Airyn dengan sengaja menemuinya, jadi jangan ganggu anakku, biarkan dia menyelesaikan masalahnya dengan James. Kadang apa yang kita lihat dapat dipandang berbeda oleh Airyn dengan sudut pandang yang lain, selama ini dia menghindari James akibat rasa takut akan masa lalu itu, hingga aku juga tidak mengetahui alasan sesungguhnya, tapi aku yakin Airyn akan menemukan jawaban atas dirinya” ucap Merry dengan sungguh-sungguh, meskipun ada debaran cemas dan ketakutan yang mengerogoti dirinya, tapi Merry percaya jika Airyn pasti baik-baik saja, karan putrinya sangat teliti dalam bertindak dan tidak pernah menyiapkan rencana tanpa ada cadangan.
Hansell mendudukan diri seolah sangat terpaksa, sekalipun dirinya tidak perlu mencemaskan Airyn tapi tidak bisa dipungkiri jika hati dan fikiranya tidak mampu tenang, entah kenapa James sangat menakuti Hansell karna bisa saja pria itu melakukan hal aneh lagi kepada Airyn, jika itu terjadi hansell akan melenyapkan James hidup-hidup dari bumi.
****
“Di mana Griffin?” tanya Airyn sambil berpangku tangan menghadap pria itu.
“Apa maksud dari pertanyaanmu Airyn?” tanya James ketika menatap kedua mata Airyn seolah mencari tahu keinginan wanita itu, seperti dugaanya Nona Petrov memang sulit ditangani, bahkan kalimat pertama dari pertemuan mereka adalah tembakan tepat pada sasaran.
“Ternyata Dokter James masih mau berpura-pura denganku. Tapi entah kenapa aku merasa anda terlalu intens untuk meminkan drama hingga dapat ditebak jika saat ini sandiwara payah anda dapat terbaca. Baiklah Dokter, aku juga tidak ingin bercakap terlalu rumit, aku akan mengirimkan beberapa foto ke Email anda untuk dikonfirmasi kebenaranya” Airyn meraih ponselnya sembari mengirim beberapa vidio dan foto pada James, hingga beberapa detik setah itu notifikasi diponsel James membangunkan jiwa waspadanya.
Airyn bertingkah seolah dirinya tidak ingin berbasa-basi lagi untuk menunggu sanggahan atau penjelasan, setidaknya ia tengah memindai jawaban dari ekspresia wajah james, sedangkan pria itu berdecak kagum akan gadis yang disukainya, Bagaimana bisa wanita itu mendapatkanya.
“Kau menyelundupkan ayahmu dikapal nelayan untuk pergi keluar perbatasan irlandia, tentu saja kapal itu adalah kapal ilegal yang berada dipinggiran desa yang tidak punya akses internet untuk menjangkaunya.Tapi, kau terlalu keliru menilai diriku dokter, semua pergerakan ilegal ada dibawah kendaliku Tuan James, hingga hal sekecil apapun tidak akan bisa aku lewatkan termasuk informasi tentang dirimu” balas Airyn saat menjelaskan foto ayahnya yang berada dikamera pengawas dikapal pesiar malam itu, tentu saja James telah menghancurkan alat bukti secara diam-diam hinga dirinya telah memastikan tidak ada jejak apapun.
Tapi Frada yang dimiliki oleh Airyn jauh lebih berbahaya dari perkiraan, ia bahkan bisa mengembalikan file yang sudah terblokir hingga peretasanya mampu menyelisik kedalam lubang tikus sekalipun, dan juga wanita itu sangat mahir mencari informasi dalam mengunakan satelit, seolah tidak perlu berlama-lama Airyn dapat menemukan hal apapun untuk mencari bukti, asalkan ia mendapatkan informasi yang jelas dan akurat.
“Dimana ayahku?” tanya James dengan penuh ancaman, menatap kearah Airyn sebab semenjak hari itu sinyal ayahnya juga menghilang dari jangkaun, hingga James tidak menemukan jejak apapun atas hilang ayahnya seperti ditelan bumi.
Seharusnya ayahnya telah sampai di negara seberang, tapi sampai detik ini juga tidak ada kabar dari anak buahnya, bahkan James sudah mengerahkan seluruh tenaganya untuk melacak hal ini, hanya saja hasil yang dia dapat nihil, dan sekarang seorang Nona Petrov membawa bukti yang sudah dilenyapkan, bukaankah besar kemungkinan untuk wanita itu menyandra ayahnya.
Melihat reaksi dari James membiat Airyn menyandarkan tubuhnya ke kursi secara nyaman, apakah ini termasuk sandiwara lagi yang tengah dimainkan, sehingga mengecoh Airyn untuk mengulik kebenaran, bukankah james terlalu picik serta licik higga Airyn sulit berkata-kata.
Tapi ada kemungkinan jika saat ini James memang tidak bersama ayahnya, jika sudah begini Airyn dapat menegaskan opsi keduanya jika tebakan Airyn benar “bahwa orang yang berada dibalik surat kontrak telah mengamankan Griffin, sesuai kesepakatan dengan James”
“Aku kehilangan jejaknya setelah mengirim keperairan seberang, bahkan aku tidak menemukan ayahku sampai disana dengan selamat, secara jelas dia berhenti di tengah-tengah. Tidak mungkin ayahku meninggal, jika benar dia telah lenyap seharusnya ada bukti atau jasad tapi hal itu tidak ada sama sekali, besar kemungkinan kau juga menculiknya” tuduh pria itu dengan gamblang seolah Airyn pelaku utamanya atas hilangnya Griffin, mendengar perkataan James ada sedikit ragu yang rasanya menganggu Airyn akan Dokter James yang misterius itu
“Aku bahkan tidak mempertanyakan bagaimana Griffin menghilang, kenapa kau menjelaskan seolah dikejar anjing gila James. Apa kau mengetahui sesuatu tentang ayahmu? Jujur saja ayahmu tengah berada ditangan seseorang yang kau ketahui keamananya, sehingga kau bisa bersikap santai seperti ini” hina Airyn dengan pancaram mata tajam yang menusuk, bahkan terpampang nyata saat mendongak kearah James penuh keangkuhan.
“Aku tidak main-main atas ucapanku, aku bersungguh-sungguh, jika ayahku tidak ada padaku. Lebih baik kau kembalikan pria itu jika kau menyandra beliau. Dia sudah terlalu tua untuk menderita akibat ulah keluargamu” sanggahnya dengan jengkel, membuat Airyn semakin mentertawai sikap James yang dinilai tidak konsisten, bagaimana tidak ia sebegitu membenci keluarga Airyn tapi tidak menghilangkan cintanya pada Airyn sendiri, bukankah ini lucu hingga sulit ditertawakan saking menjengkelkan.
“Bicara dengan seorang yang ahli mempelajari manusia memanglah keadaan yang rumit, bahkan tanpa sengaja kau memberikan tameng perlindungan sebelum seseorang menyerang dirimu. Hingga kau lupa bagaimana sikap implusif itu mendoktrin dirimu tengah melakukan suatu pengakuan atas kesalahan yang tengah kau sembunyikan. James, aku bukan orang yang bisa kau bodohi semau dirimu, akau bukan orang yang bisa kau kecoh dengan drama murahan ini, jika kau kehilangan ayahmu seharusnya kau tidak berpangku tangan dengan sikap tenang menemui Nona Jung, mungkin saat ini kau masih menghilang dari hadapan gadis itu untuk mencari keberadaan ayahmu, tapi kali ini kehadiranmu saja sudah menjelaskan jika ada yang kau rencanakan, aku bahkan sangat kasihan atas Nona Jung yang terlalu polos untuk memahami siapa dirimu sesungguhnya” ketus Airyn dengan pendangan menghina atas busuknya manusia itu, seolah dirinya terlalu bosan atas permainan ini, bahkan Airyn tidak menyangka James sebodoh itu melakukan sandiwara.
“Apa kau tengah memantau pergerakanku, sehingga mengetahu jika saat ini aku ada disini?” tanya pria itu dengan tatapan suram penuh antisipasi, seolah Airyn terlalu menyeramkan untuk disepelekan, bahkan selama ini james berfikir tengah memantau pergerakan Airyn, namun sepertinya dialah yang berada dipandangan mata Nona Petrov.
“Menurutmu....” ancamnya dengan pertanyaan yang retorika, membuat James semakin tidak percaya, jika apa yang di simpulkanya barusan memanglah kenyataan sebenarnya.
“Seperti dugaanku, kau memanglah sepintar harapan Merry, memang benar. Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, aku bahkan ingin sekali mempnyai keturunan dari orang-orang pintar sepertimu hingga menghasilkan bibit ter-unggul” ledek James sembari tertawa menghina, melihat Airyn menatap dengan pandangan dingin penuh ancaman, ia menghentikan tawa itu sebelum menata kata yang akan dilontarkan “Mungkin kau sudah mengetahui Merry adalah ibu kandungmu, tapi apa kau benar-benar percaya pada Merry?” tanya James dengan bersikap dingin, membuat tubuh Airyn bergindik sembari menyembunyikan sikap tegangnya.
“Tidak” lirih wanita itu sembari menjawab cepat, untuk mendengar apa yang ingin disampaikan James atas pernyataanya.
“Sudah aku duga, kau memanglah gadis pintar yang hanya memikirkan dirimu. Baiklah Airyn, lanjutkan semua kecurigaan itu, bahkan Merry saja tidak bisa kau percaya sebagai ibu kandungmu sendiri, apalagi aku sebagai orang yang pernah bersamamu sedari kecil dan mengetahui beberapa hal yang mungkin kau lewatkan, bagaimanapun usia anak 10 tahun sudah cukup mengerti akan hal-hal itu, bahkan masih terekam jelas di ingatanku”
Mendengar penuturam dari James membuat Airyn mengepalkan tangan.
Tubuhnya sedikit gemetar atas penculikan yang terlintas tapi ia tidak boleh hilang kendali dan melihatkan kelemahanya dihadapan musuh.
“Hanya saja, aku bisa memaafkan Merry. Karna dia ibu kandungku. Apapun yang dia lakukan, itu sama saja dengan apa yang aku harapkan, karna tidak menolak kemungkinan darah Merry mengalir didalam nadiku” sontak pernyataan Airyn yang memojokan James, hingga memudarkan senyum pria itu.
“Apa kau sudah mengetahuinya?” tanya James sembari memposisikan duduknya untuk mendekat kearah Airyn, ia tidak percaya Airyn akan megetahui sejauh itu, jika benar wanita itu mengetahuinya hingga kepada pembunuhan Tuan Sillky sangat dekat kemungkinan untuk Airyn mengetahui orang yang berada di balik surat kontrak.
“Merry menjadi kemungkinan atas kematian Tuan Sillky” sambung Airyn dengan tegas, membuat James tergeragap tidak percaya, bagaimana bisa dirinya setenang itu meghadapi semua ini, seolah tidak ada kekecewaan atas Merry di dalam diri Airyn, apakah ia sudah mengetahui pembunuhan ini hingga membiarkanya saja untuk menilai pergerakan, jika benar begitu Airyn memanglah berbahaya dari yang diperkirakan “Dan kau, aku hanya memiliki beberapa gambaran hubunganmu dengan orang misterius itu. Katakan padanya untuk jangan menyentuh Hansell, jangan mengusik suamiku, atau lebih tepatnya jangan pernah memberinya pilihan, jika tidak. Aku sendiri yang akan melayangkan pilihan yang sama, kematiannya atau kehancuran Apv Petrov”
Sontak James tertegun penuh persepsi mengerikan akan ucapan Airyn, seolah wanita itu sangat konsisten atas ucapanya, jika sudah begini bukankah sebentar lagi suasana akan semakin mencengkram, mungkin akan terjadi pertumpahan darah lagi dan ayahnya akan menjadi kategori selanjutnya, James tidak boleh seperti ini, bagaimanapun ia harus menyelamatkan Griffin.
Lain dari itu, Airyn Petrov telah mengetahui tujuan sebenarnya atas kontrak itu, membuat James tercengang hingga hilang kesadaran, jika tahap ini sudah dideklarasi sebagai perang, maka masa-masa tenang akan berakir dari yang ia bayangkan, Airyn Petrov tidak lagi bersembunyi dan mengabaikan, ia sudah mulai bergerak karna sepertinya orang yang berada dibalik surat kontrak itu telah mengusik Hansell.