
Hansell pun membaringkan diri didalam Batt-thub kamar mandi, dia hanya malu ketika mengingat saat dirinya menangis di hadapan Airyn, bahkan Hansell sangat tidak percaya dia seperti itu, selama ini sangat jarang bagi Hansell mengeluarkan air mata, lantaran dia adalah anak laki-laki satu-satunya yang menjadi ahli waris kekayaan Hamillton, sedari kecil sudah ditanamkan kepada dirinya anak laki-laki tidak boleh meneteskan air mata, bahkan Hansell harus bersikap dingin dengan wanita.
Tapi sekarang Airyn mencairkan segalanya, dihadapan wanita itu Hansell seperti tak berdaya menjadi seorang pria, kerapuhan dirinya telah dilihatkan kepada Airyn dengan segala-galanya.
Hansell pun selesai membersihkan diri dengan mendinginkan diri guna meredakan hasratnya kembali, dia keluar dari kamar mandi mengunakan handuk milik Airyn, bahkan handuk itu terlihat begitu kecil untuk membalut senjata miliknya, tentu saja setelah melihat hal tersebut Airyn tidak percaya membuat wanita itu berteriak namun berhasil dikendalikan nya, Hansell ingin sekali mengoda namun dia sudah terlanjur meredakan hasratnya jika dilakaukan nya lagi, sudah dipastikan dia harus mandi sekali lagi, membuat Hansell begitu menyesal tidak menuntaskan kepuasan nya.
“Hansell ini pakailan pakaian mu, aku akan keluar” seketika itu Airyn telah menyiapkan pakaian pria diatas kasur nya untuk dikenakan oleh Hansell
“bagaimana kau bisa memiliki pakaian pria?” Tanya Hansell begitu posesifnya karna dia cemburu jika gadis itu memiliki pakaian pria lain
“itu pakaian mu sendiri, apa kau tidak ingat meninggalkan nya di tiongkok” celetuk Airyn membalas pertanyaan Hansell
Hansell tersipu malu telah cemburu dengan pakaian nya sendiri, dia berterima kasih wanita itu membawa pakaian nya kesini, Airyn keluar beberapa saat untuk Hansell mengunakan pakaian nya, setelah Hansell selesai dia menghampiri Airyn yang berada dimeja makan membuat teh hangat untuk dirinya, tak lupa Airyn membuatkan kopi panas untuk Hansell.
Pria itu menghampiri Airyn sambil mencium pipi wanitanya, di mengucapkan terimakasih sembari mendudukan diri didekat kopi miliknya, mereka beradu pandang saling melempar senyum, Hansell dan Airyn meneguk minuman mereka dengan begitu nikmatnya, bahkan rambut Hansell yang masih lembab membuat Airyn terkesima dengan ketampanan pria itu, tentu saja Hansell adalah pria dewasa yang begitu tampan dia memiliki dada bidang yang lebar dan hangat, bahkan tubuh tinggi nan kekar itu membuat Airyn begitu terkesima untuk memandang
“Airyn jelaskan padaku bagaimana kau mendapatkan ingatan mu kembali?” tanya nya dengan begiu serius kepada Airyn
“apa kau ingin tau sekali?”
“tentu saja”
Seketika itu Airyn menyeruput minuman nya, dia memandang ke arah Hansell dengan begitu lekat, membuat pria nya memandangi Airyn begitu ingin, seakan dia sangat siap mendengarkan tiap inci penjabaran yang akan dikatakan oleh wanitanya
“waktu kau berada di Villa, aku berulang kali mengatakan bahwa kau tidak asing untuk ku, setelah aku pingsan waktu itu, aku selalu mendapatkan bayangan buram yang tidak jelas sama sekali, ditambah dengan dirimu berada didekatku membuat aku ingin sekali mengingatnya dengan jelas, namun aku selalu kalah dengan sakit kepala yang mendera saat itu” jelas Airyn, seketika dia menghentikan perkataan nya dan memandang Hansell yang tengah serius mendengarkan penjelasan
“saat aku mengantarmu kebandara, saat ini aku mendapatkan sakit kepala yang tidak mampu aku tahan, ajudan ku yang memantau dari arah jauh langsung menghampiri hingga aku tak sadarkan diri, aku dilarikaan ke Irlandia secepat mungkin, dan saat aku sadar dokter James orang pertama yang aku lihat, tentu saja aku tau saat ini aku berada di Irlandia, dia memberikan berapa terapi dan hal lain untuk menenangkan diri, namun saat itu aku merasa ada yang aneh disana, aku seperti tidak menginginkan nya, ada penolakan yang aku rasakan”
“lalu apa kau sudah ingat waktu mendapatkan penolakan itu” cela Hansell
“aku belum selesai, tidak bisakah kau mendengarkan nya hingga tuntas” celetuk Airyn dengan mendengus
“baiklah sayang” balas Hansell dengan santai, membuat Airyn tersenyum mendengar perkataan barusan
“saat itu aku meninggalkan rumah sakit dan mengistirahatkan tubuh dirumah, aku selalu berfikir dan menimbang-nimbang, ada sesuatu yang hilang selama ini tapi aku tidak tau apa itu, saat bersama mu aku seperti menemukan kembali tapi aku tidak tau tengah menemukan apa saat itu, bukankah semua hal ini terlalu ambigu, tentu saja aku mengingat segalanya, aku merasa bahwa aku tidak memiliki Mental illines, tapi kenapa aku ke Psikolog, aku mengingat bagaimana bisa aku berakir disana, itu terjadi di 5 tahun lalu, disaat itulah aku bertemu dengan dokter James, aku mencerca dia dengan pertanyaan untuk mendapatkan jawaban yang aku ingin kan, meskipun dia seorang Psikolog dan sangat pintar, aku seorang Nona Petrov yang tidak bisa di sepelekan, aku mencerca dan bertanya tentang dirimu, dari sanalah aku merasakan ada hal aneh tentang itu, bahkan membuat dia begitu gugup untuk menjelaskan” jelas Airyn kepada Hansell, bahkan caranya menceritakan itu terlihat jelas bagaimana dirinya menyombongkan Nona Petrov membuat Hansell ingin tertawa namun berhasil ditahan lantaran dia begitu penasaran dengan cerita selanjutnya.
seketika itu Airyn memandang kelain arah, ada sesuatu hal yang dipendam nya tentang saat itu, yang tidak bisa diceritakan kepada Hansell saat ini
“saat itu aku belum mendapatkan apa-apa dari dr. James, aku mengumpulkan Marry dan Berto di saat bersamaan, aku mengintimidasi mereka dengan seluruh pertanyaan, disanalah aku mendapatkan jawaban.” Tutup nya
“hanya begitu saja?” tanya Hansell seketika.
Ketika Airyn tau kebenaran atas segalanya, dia seperti ingin sekali membunuh Marry dan Berto, bahkan Airyn begitu murkanya hingga menghancurkan seluruh Porselen yang bernilai Milliaran dia rumah nya, Airyn tidak menyangka orang yang dipercayai nya, ikut serta dikehidupan pribadinya, membauat Gadis itu sangat marah dan kecewa bahkan dirinya sangat kecewa dengan Hansell saat itu, dia ingin sekali menghancurkan Hansell, bahkan Airyn sangat tidak mengerti mengapa semua orang seenak hati memutuskan tentang dirinya.
“saat itu aku mendatangkan dr. James, aku meminta kembali ingatan ku yang telah dikuncinya, aku ingin mengingat kembali semua nya, awalnya dia menolak tapi aku memaksa sampai akirnya dia mengembalikan ingatan ku” jelas Airyn
“apa yang kau rasakan saat semua ingatan mu kembali Airyn?” tanya Hansell begitu lirih memandang gadisnya, bahkan dia mengerti pasti gadis didepan matanya sangat kecewa
“aku merasakan kecewa” seru nya, membuat Hansell menampilkan wajah bersalah, bahkan sekali lagi ada raut sedih di wajah pria itu
“tidak, aku tidak kecewa dengan dirimu yang mengatakan hal itu, hingga aku tidak sadarkan diri. Aku hanya Kecewa dengan kalian yang menghapus semua ingatan ku saat itu, aku bahkan membencimu dan ingin menghancurkan mu seketika, rasanya kau benar-benar mempermainkan ku atas keputusan mu dimasa lalu” jelas Siryn kepada Hansell, membuat Hansell menatap mata wanita itu penuh sendu
“tapi aku menyadari satu hal, jika hal itu tidak terjadi dimasa lalu aku akan lebih menyesal dimasa depan, bahkan aku tidak akan mampu bernafas dengan baik seperti sekarang” balas Airyn dengan tersenyum, membuat Hansell ingin mendengar penjelasan dari perkataan nya barusan
“Hansell, diriku tidak seperti yang kau lihat selama ini, ada hal lain yang tidak bisa aku jelaskan kepadamu” kali ini Airyn merasa begitu takut melontarkan pernyataan nya, bahkan dirinya begitu gugup hingga mengenggam gelas dengan kedua tangan nya
“aku sangat bersyukur kau meninggalkan ku 5 tahun lalu dan meninggalkan Irlandia di saat itu, jika kau egois dan mempertahankan hubungan kita, aku..aku” seketika itu suara Siryn begitu berat, hingga air mata nya menetes, membuat Hansell mendekat ke tubuh wanita itu dan memeluknya
“Airyn, jangan dipaksakan jika itu sangat berat” pinta Hansell sembari menenangkan Airyn dipelukan nya
“tapi aku harus mengatakan ini, jika tidak semuanya akan terlambat” balas Airyn dengan yakin, bahkan air matanya berderai menatap Hansell
“apa kau yakin” balas Hansell dengan tatapan mata hangat nya, seketik Airyn menganggukan kepala membuat Hansell mengusap air mata nya “jelaskan lah” kali ini pria itu mendengarkan cerita dari dalam pelukan nya
“Hansell, dengan segala hal yang aku miliki, ada yang mengendalikan ku, orang itu sangat kuat dan berkuasa bahkan dia mampu membunuh tanpa meninggalkan jejak sama sekali, dia mampu menghabisi siapa saja yang mengahalangi jalan ku, selama ini image buas dan ganas ku diciptakan oleh orang itu, aku selalu menyebut nya ‘orang yang berada dibelakang surat kontrak’ karna ayahku meninggalkan begitu banyak tanggung jawab dan aset nya, tapi di saat usia ku masih muda hingga dia membuat perjanjian dengan mafia yang begitu mengerikan untuk melindungi ku, karna merekalah aku mampu mencapai kesuksesan yang gemilang dalam waktu 2 tahun setelah kepergian ayah, tapi sekarang aku tidak tau siapa itu, dan seperti apa orang yang berada dibelakng surat kontrak” jelas Airyn dengan mata berkacanya
“aku tau” tentu saja Airyn kaget dengan pernyataan Hansell barusan, membuat dirinya menatap Hansell tanpa menyembunyikan raut wajah nya
“bagaimana bisa?”
“Marry telah menceritakan nya waktu kau tidak sadarkan diri, dan aku sudah menyelidiki namun aku tidak mendapatkan hasil apa-apa, itu seperti bayangan yang tidak dapat diikuti sama sekali”
“Hansell, apa kau gila menyelidiki nya!!!” bentak Airyn dengan begitu murka
“Airyn, maafkan aku tapi aku tidak bisa membiarkan semua hal itu menganggumu, jika dia berani menyentuhkan tangan kepadamu aku akan menghabisi dengan tangan ku sendiri” balas Hansell dengan tatapan yakin nya, membuat Airyn begitu ngeri melihat sorot mata pria itu, kebencian, dendam, murka, dan kemarahan tersimpan dibalik sana
“Hansell, ku mohon jangan menganggu keberadaan nya, selama ini aku dan dia tidak pernah berhubungan apa-apa, aku memilih diam tanpa harus menyentuh nya, apa kau tau aku sudah pernah menyelidiki ini sebelum nya, namun hasil yang kudapatkan kematian orang yang ku utus untuk mengurus itu semua, mereka menghilang tanpa jejak dan bukti pembunuhan, sehelai pun rambut tidak ku temukan dimana-mana, disaat itulah aku tidak berani untuk melakukan penyelidikan, jangan mengusik keberadaan nya, karna aku tidak ingin ada korban jiwa lagi” pinta Airyn kepada Hansell, karna dia begitu takut jika sesuatu terjadi kepada pria itu
“aku mengerti Airyn” seru Hansell dengan memberikan pelukan penenang.