
Mereka berdua menuju ke arah taman mengunakan lift khusus, Hansell mendorong Airyn dengan begitu pelan, membuat gadis itu semakin tak sabaran dengan apa yang dilakukan oleh kekasihnya
“Sayang apa kau tidak bisa cepat sedikit mendorong ku” pinta Airyn kepada Hansell yang berada dibelakang, seketika pria itu berhenti dan melirik ke arah Airyn yang tengah duduk di kursi roda “Kenapa berhenti?” tanya Airyn dengan tidak sabaran
membuat
Hansell menarik nafas panjang untuk menahan emosi yang rasanya ingin meledak, ia mencondongkan sedikit badan, guna mencium kening Airyn dari arah belakang, membuat gadis itu tertegun menyaksikan tingkah Hansell yang mempermalukan dirinya didepan umum. Yang benar saja, Hansell mengundang mata semua orang melirik ke arah pasangan yang bermesraan, betapa indahnya pemandangan tersebut seakan menjadikan Airyn sebagai wanita terbahagia di dunia, dengan penuh sayang Hansell memperlihatkan kepada semua orang ia begitu menyayangi Airyn
“Aku mencintaimu” jelas pria itu saat melepaskan ciuman sayang dikening Airyn.
_______________💛
Sebelum Hansell pergi menemui ruaang dokter, ia sudah merasa Airyn sangat aneh dan berbeda dari biasanya, entah kenapa ia seperti di bohongi oleh sikap gadis itu, Hansell mengajukan pertanyaan kepada dokter tersebut terkait kondisi wanitanya, yang anehnya dokter itu megizinkan Airyn keluar ruangan dan mengatakan jika airyn sangat baik-baik saja, namun beberapa hari yang lalu, ia tidak mengizinkan Airyn mengkonsumsi makanan berat selain bubur dan infus, bahkan belum ada tanda-tanda Airyn diperbolehkan untuk pulang, di semua keadaan itu membuat Hansell berpikir ada yang salah dengan sikap dokter yang begitu gugup akan pertanyaan yang diajukan oleh Hansell
“Jika terjadi sesuatu dengan kekasih ku, sudah dipastikan nyawamu tidak akan baik-baik saja” ancam Hansell sembari beranjak dari duduknya, tentu ada rasa gemetar dan takut yang menyelimuti, sebab Nona Petrov dan Tuan Hansell sama sama memiliki kekuasan yang begitu hebat, hingga ia bimbang akan apa yang harus dilakukannya
“Tunggu” cegah pria itu saat kaki Hansell hampir saja keluar dari pintu, ia menolehkan sedikit kepala guna mendengarkan apa yang harus dijelaskan padanya
“Nona Petrov memaksa saya berbohong Tuan, sebenarnya saya juga takut berbohong karna kondisi Nona Petrov yang tidak memungkinkan, tapi ia begitu memaksa untuk di izinkan ke taman” tuturnya dengan gemetar, bahkan nada nya terdengar gagap,
Hansell begitu murka atas apa yang dikatakan pria itu, ia membentak dokter tersebut karna hampir mencelakai kekasihnya, tentu pria paruh baya tersebut menerima kesalahan nya, lantaran ia tidak mampu melawan kuasa Nona Petrov
“Tunggu tuan” cegahnya sekali lagi ke arah Hansell
“Apa lagi!!” bentak Hansell dengan kasar, bahkan nafasnya begitu susah di kendalikan, sebab Hansell ingin sekali memarahi Airyn yang tidak mempedulikan kesehatan nya
“Saya tidak tahu apa yang dilakukan Nona Petrov hingga begitu memaksa ke taman, tapi saya rasa itu sangat penting untuk nya, jadi lebih baik anda mengantarnya ketaman” tutur dokter tersebut dengan gugup
“Apa kau gila, membahayakan nyawa kekasihku hanya untuk hal seremeh itu!!” bentak Hansell dengan amarah yang tak ingin padam dengan emosi yang meluap-luap
“Nona Petrov mungkin belum sembuh, namun jika anda membawanya dengan hati-hati saya rasa tidak akan membahayakan kesehatan nya, hindari benturan yang akan membuat lukanya menjadi ngilu, hal itu akan membuat Nona Petrov baik-baik saja” tutur dokter tersebut kepada Hansell, ia tak membalas apapun selain menatap tajam , dan meninggalkan ruangan tanpa permisi.
“Ya ampun, dua orang yang mengerikan” gerutu pria paruh baya itu dengan frustasi saat Hansell meninggalkan nya di ruangan.
Di tengah perjalanan menuju bangsal Airyn, Hansell hanya berfikir apa yang akan dilakukan oleh Airyn, sampai ia sebegitu ingin nya pergi ke Taman.
___________________💛
“Hansell apa yang kau lakukan, aku malu sekali, Astaga kau ini benar-benar” Airyn berdecak kesal melihat semua orang menatap malu ke arahnya
“Biarkan saja, aku ingin melihatkan kepada semua orang jika kau milik ku” balas pria itu sembari mendorong pelan kursi roda Airyn, tentu rasa malu yang melanda tak mampu hilang begitu saja, membuat Airyn mengangkat jemari guna menyembunyikan wajah
“Astaga..aku benar-benar malu, kau ini betul-betul menyebalkan” decak Airyn dengan kesal, bahkan membuat lingkaran senyuman di bibir Hansell, ia benar-benar menghindari hal yang membuat Airyn terbentur, seketika kursi roda itu kembali terhenti akibat jalanan di depan nya dipenuhi bebatuan krikil, yang membuat Hansell meringis ngilu membayangkan apa yang akan dirasakan kekasihnya
“Kenapa kau berhenti” tanya Airyn kepada Hansell dari arah depan
“Tunggu sebentar” pinta pria itu, ia berfikir apa yang akan dilakukan nya, tidak mungkin Hansell membawa Airyn melintasi kerikil tersebut, meskipun ia mendorong dengan pelan tetap saja itu akan terasa ngilu dibagian luka, bahkan panjang jalanan membuatnya semakin tak berdaya dengan ngilu yang terbayang sebelum dilakukan
“Sayang, biar aku megendong mu saja” tuturnya ke arah Airyn, membuat gadis itu tak percaya dengan perkataan Hansell
“Tidak, apa kau gila, semua orang akan melihat kita” bantah Airyn dengan cepat, sebab ia akan malu sekali jika Hansell benar-benar melakukan itu
“Tidak ada cara lain, kau harus ku gendong, mekipun awalnya sakit seditaknya itu tidak menyakitimu sepanjang jalan ini, dengan cepat Hansell meraih infus tersebut untuk diletakan ditangan Airyn, ia mengendong tubuh gadis itu dengan penuh hati-hati, membuat Airyn sedikit mendesis akibat rasa sakitnya, tentu Hansell meperhatikan hal tersebut “Apa sakit?” tanya nya dengan penuh khawatir, lagi-lagi Airyn berbohong dengan memberikan senyuman “Aku tidak akan membawa mu ketaman, jika kau terus berbohong pada ku” ancam pria tersebut
“Hansell kenapa kau seperti itu, aku tidak berbohong pada mu” bantah Airyn dengan kesal melihat kearah mata prianya
“Apa kau tidak berat mengendong ku?” tanya Airyn dengan tatapan takut ke arah Hansell,
guna mengalihkan perhatian kekasihnya
“Tidak, bahkan kau bertambah berat badan lagi aku akan kuat mengendong mu” balas pria itu sembari memulai langkah kaki yang mulai menuntun airyn di gendongan nya, ia benar-benar pelan melangkahkan kaki, tentu semua mata melirik ke arah pasangan yang begitu mengundang perhatian, bahkan Angel yang baru saja sampai di rumah sakit menyaksikan keributan tersebut, ternyata dua kakak nya membuat keributan di sore hari menjelang senja
“Mereka berdua benar-benar membuatku pusing, kadang berdebat, kadang bertengkar, bahkan saling tatap dengan mengerikan, dan sekarang malah mesra-mesraan didepan umum, apa mereka tidak tau ini sama hal nya membuat keributan, dan mengangu orang lain” celoteh Angel saat melirik ke arah kakanya dan Airyn di arah taman
“Hansell aku haus” celetuh Airyn, saat dirinya sudah melihat orang yang akan di jumpainya
di sana
“Apa lagi ini?” gumam Hansell saat melirik ke arah gadis yang ada dalam gendongan nya
“Baiklah, kita kembali saja” seru Hansell membalas perkataan Airyn
barusan
“Tidak!” bentak Airyn dengan nada tinggi, membuat kaki Hansell terhenti “apa yang akan dilakukan nya?” tanya Hansell dengan binggung sambil memikirkan sikap Airyn
menuntut Hansell untuk ikut campur
“Aku tunggu saja di sana, kau pergilah ambilkan minuman untuk ku” pinta Airyn kepada pria tersebut
sembil menunjuk kursi yang ada di taman tersebut
“Apa kau gila, tidak mungkin aku meninggalkan mu, bahkan beberapa detik saja aku tidak akan mampu meninggalkan mu disini” ketus Hansell menjawab pertanyaan kekasihnya, sebab permintaan yang dituturkan gadis itu membuat Hansell kehilangan akal sehat
“Bagaimana ini, dia keras kepala sekali” fikir Airyn saat menatap diam wajah yang begitu khawatir dihadapan nya
“Sayang” lirih gadis itu dengan penuh penekanan, ia bahkan menatap mata Hansell dengan penuh harapan “Aku mohon ambilkan minuman untuk ku, aku ingin duduk disini sebentar saja” pinta gadis tersebut, seketika saja Hansell berfikir apakah ada hal yang direnacakan oleh Airyn, ia hanya terdiam mendengar hal tersebut dari kekasihnya, bagaimana pun rumah sakit ini sangat aman, ditambah di keadaan senja yang damai, tentu Hansell meredakan sedikit khawatirnya, sesaat pria itu melirik keadaan sekitar, ia melihat banyaknya perawat yang lalu lalang dan mungkin bisa memantau Airyn sebab mengunakan pakaian pasien rumah sakit.
“Baiklah, tunggu disini sebentar, aku akan kembali, apa kau mengerti!! Jangan kemana-mana” pinta Hansell saat mendudukan gadis itu di kursi taman yang memiliki tempat sandaran
“Memang nya aku mau kemana di keadaan seperti, berdiri saja aku tidak sanggup, kau berlebihan sekali” gerutu gadis itu saat bersungut-sungut membalas perkataan pria itu
“Tetap saja, aku khawatir” balas Hansell sembari mencium kening Airyn dan berlalu dari sana,hingga punggung pria itu tampak semakin jauh, dengan cepat Airyn melirik ke arah pria yang sedari tadi menunggu nya
“Selamt sore Nona Petrov” sapa pria itu dengan penuh hormat, sembari menyodorkan amplop coklat ke arah Airyn
“Apa hanya ini saja?” tanya Airyn dengan nada arogan, sebab ia akan berfikir ini sebuah map besar yang mungkin saja menyimpan banyak bukti seperti dokumen atau lain-lainya, namun ini hanya sebuaah aplop coklat yang biasa di gunakan untuk mamasukan uang
“Iya nona, setelah saya cari lagi, hanya ini saja yang ada di bawah ranjang, hanya saja ada pintu yang tidak bisa saya akses sama sekali” tuturnya ke arah Airyn
“Tentu saja, itu hanya bisa diakses oleh sidik jari ku, sangat sulit membobolnya, karna seperti apapun kau membuka akan ada alaram yang berbunyi, untung saja kau tidak berhasil, jika tidak kau sudah menghancurkan rencana ku” ketus Airyn kepada pria tersebut, ia menjulurkan tangan guna mengambil amplop tersebut, seketika Airyn kalah cepat dengan tangan seseorang yang menangkap nya terlebih dahulu
“Hal penting seperti apa yang membuat mu membahayakan diri mengambil ini Nona petrov? ” celetuk Hansell yang tiba-tiba ada diantara mereka, membuat Airyn terbelalak secara sempurna, bahkan anak buah Airyn mati kutu akibat tertangkap basah
“Hansell kemarikan, itu milik ku” jangkau Airyn ke tangan Hansell, bahkan ia ingin berdiri untuk merampas amplop tersebut, tapi dengan cepat Hansell menahan tubuh kekasihnya untuk tidak bergerak
“Apa yang kau lakukan, tidak kah kau sadar kondisimu tidak sehat, hanya perkara ini kau mau membahayakan diri!! Aku tidak tau sepenting apa ini, yang jelas Airyn aku tidak suka dengan sikap mu, apa salahnya kau berbagi hal seperti ini, apakah aku tidak boleh tau tentang masalah mu? Apa aku tidak penting lagi? Atau selama ini aku memang tidak penting hingga tidak berguna sama sekali, Jadi apa guna nya aku jika tidak bisa membantu mu??” Geram Hansell kepada gadis tersebut, membuat Airyn menatap panjang ke arah Hansell, tentu saja ia bungkam tanpa mampu menjawab, seketika Airyn menyiaratkan mata untuk pria asing itu pergi dari hadapan nya, dengan gugup ia memberikan hormat kepada dua orang di depan matanya yang memancarkan emosi mengerikan , dan berlalu meninggalkan pasangan kekasih itu.