
Ditengah perjalanan Airyn duduk masih dikursi belakang, dia membawa rantang makanan yang baru saja dipanaskan nya, dia melaju ke arah kantor kekasih nya yang berada di pusat kota, Airyn menginjakan kaki didepan lobby, membuat orang suruhan Hansell menyambut kedatangan wanita nya, mereka menundukan kepala penuh hormat, hingga mengawal Airyn ke lantai atas.
meskipun masih jam 9 malam namun masih saja banyak kariyawan yang bekerja, membuat Airyn melihat sekeliling dan melajukan langkah kedepan, didepan pintu lift dirinya disambut oleh Darrel dengan penuh hormat, bahkan Darrel masih saja terpaku dengan kecantikan wanita itu, tak bisa dipungkiri Nona Petrov sangatlah luar biasa.
Darrel membukakan pintu ruangan Hansell, membuat pria itu berdiri dan menghampiri kekasih nya dengan tersenyum, dia menarik tangan Airyn dan mengucapkan terimakasih kepada Darrel, seketika pintu ruangan tertutup membuat Hansell dengan leluasa meringkuh tubuh Airyn kepelukan nya, seakan dia sangat merindukan kekasih nya, begitu banyak nya orang yang datang kesini, baru kali pertama nya Hansell bahagia menyambut tamu yaitu Airyn Petrovika.
“Hansell lepaskan aku” berontak wanita itu yang begitu pasrah diperlakukan semena-mena oleh kekasih nya
“aku masih rindu” Hansell mengeratkan pelukan nya, sambil mencium kening Airyn, tak lupa dirinya mengacak-acak rambut wanita itu dan barulah mempersilahkan Airyn menduduki sofa.
“kenapa kau masih belum pulang juga, ini sudah larut”
“aku masih banyak kerjaan sayang” seru Hansell dengan bahagia memandang wajah Airyn
“tidak kah kau kasihan dengan kariyawan mu, mereka tidak pulang jika kau belum pulang, aku melihat sepanjang jalan masih banyak kariyawan yang berada diposisi nya”
“apakah kau tidak suka?”
“tentu saja, bagaimana pun mereka telah membantu pekerjaan kita, jika bukan karna mereka kau tidak akan menjadi seperti ini, apa kau tidak kasihan jika mereka memfosir waktu tanpa istirahat” seketika itu Hansell terdiam mendengar penjelasan wanita nya, dia menekan telepon yang berada di atas meja kerja
“ada apa tuan Hansell?” tanya Darrel dari balik sana
“pulangkan semua kariyawan karna calon istriku tidak menyukai mereka bekerja dilarut malam, dan juga Darrel kau harus pulang juga” mendengar perintah itu Darrel terdiam dan menatap telepon yang ada di tangan nya, bahkan dia tidak menyangka jika malam ini akan pulang cepat.
Tentu saja Darrel menjalankan semua perintah, dia memulangkan semua kariyawan padahal biasanya mereka pulang jam 10 malam ke atas, namun kali ini mereka harus pulang tanpa tersisa, sedangkan didalam ruangan Hansell membungkam mulut Airyn dengan bibir nya, dia menghabisi wanita itu karna dia begitu mencintai nya, bahkan Hansell tertegun mendengar Airyn sebegitu peduli dengan orang asing, dia saja selama ini tidak pernah mempedulikan hal seremeh ini, namun berdampak besar, gadis itu begitu luar biasa untuk dimiliki nya
“Airyn, apa kau tu, kau hanya ada satu didunia ini” lirih Hansell, saat mata nya dengaan lekat memandang bibir gadis itu, membuat Airyn tidak mampu menjawab apa yang dikatakan oleh Hansell barusan
“aku tidak pernah menyangka, kau menjadi wanita ku, apa kau tau, Nona Petrov terlalu sempurna untuk ku miliki, begitupun Airyn, dia terlalu luar biasa untuk menjadi wanita ku”
“pfffttttttt”
“hei, kenapa kau malah ketawa?” tanya Hansell dengan tersenyum, melihat Airyn tertawa renyah didepan nya
Hansell pun mengikuti gadis itu.
“Hansell, apa kau tidak sadar dengan cara mu bicara, itu seperti pria jam 90’an, kau ini menyebalkan sekali, aku yang mendengar pujian mu begitu malu, ku harap jangan mengatakan hal seperti itu didepan orang lain, cukup padaku saja, apa kau mengerti Hansell” balas Airyn saat tawa nya saja tidak mampu berhenti
“apa kah itu salah, setidak nya itu kenyataan, jika kau tidak mau, yasudah. Aku akan mengucapkan hal seperti itu kepada seluruh dunia”
“jangan,,, tidak ya. Awas saja kalau kau berani” balas Airyn dengan begitu tak percaya nya
“apa kau malu pacaran dengan ku sayang?”
“tidak”
“aku hanya malu jika kau mengatakan dengan cara seperti tadi, membuat tubuhku geli saja” balas Airyn, sembari dia meraih rantang makanan yang dibuatkan nya untuk Hansell, Airyn membuka kan makanan untuk dimakan kekasih nya, seketika Hansell meraih sendok yang sudah dilap oleh Airyn, dan mencicipi satu persatu makanan tersebut, membuat dia tak kuasa dengan kelezatan itu, Hansell berulang kali menikmati nya hingga tanpa bersisa sedikit pun, hingga Airyn tersenyum bahagia melihat ke arah pria yang dicintainya.
Setelah selesai makan, Hansell meraih beberapa lapora dan mengerjakan nya, bahkan sesekali Airyn melihat dan mempertanyakan bagian yang tidak dipahami nya, tentu saja Hansell menjelaskan, gadis itu seperti orang bodoh sebetul nya dia mengerti, hanya saja dia ingin Hansell menjelaskan kepada nya, namun beberapa saat Airyn membiarkan Hansell megerjakan pekerjaan nya, sedangkan Airyn melihat ke arah luar dari kaca tersebut, dia menempelkan tangan dan merasakan suhu dingin yang merambat kulit tipis yang dimiliki tubuh nha.
“sayang” Hansell memeluk wanita itu dari arah belakang, bahkan dia menengelamkan kepala ke bahu Airyn
“apakah sudah selesai?” tanya Airyn sambil mengusap kepala Hansell
“sudah, aku capek sekali, tapi kenapa setelah memeluk mu semua nya menghilang” seru Hansell membalas pertaanyaan kekasih nya
“kau ini” senyum Airyn merona dengan malu, disambut dengan pelukan hangat dari Hansell yang diberikan dari arah belakang.
“Airyn apa aku boleh bertanya sesuatu?”
“tentu saja?”
“kenapa Tuan Ji bisa sehancur itu?” seketika Airyn terdiam dengan pertanyaan Hansell, membuat pria itu menengelamkan kepala nya ke balik rambut Airyn “jika kau tidak ingin menjawab, tidak apa-apa, aku tidak menyalahkan mu, apapun yang kau lakukan aku mendukung mu” seru nya
“Hansell” Airyn membalikan tubuh menghadap ke arah pria itu, mata mereka saling menatap satu sama yang lain nya “aku tidak melakukan itu semua, aku memang mengakuisi bangunan nya, namun aku tidak menghancurkan Tuan Ji, aku rasa semua ini ulah DIA, seperti nya pengelapan dana dan pencucian uang yang dilakukan Tuan Ji terbongkar karna orang yang berada balik surat kontrak itu, aku sangat kaget, banyak nya berita buruk mengenai beliau, dan juga semua uang dan properti nya disita oleh pihak bank, bahkan rumah nya juga ikutan habis. Jika tau akan seperti ini, aku menyesal mengakuisisi toko, sebab saat aku mengakuisisi sesuatu pasti hal itu berimbas kesemua hal yang dimiliki musuh ku, untung saja saat itu perusahaan mu sangat bersih, jika tidak aku akan menyesal telah menghancurkan mu”
“Airyn” Hansell meraih pipi gadis yang dicintainya dengan jemari, dia menengelamkan kepala gadis itu kedadanya, Hansell seperti merasakan bagaimana Airyn menyalahkan dirinya, dia memanglah korban, tak ada yang tau fakta ini, namun Hansell sendiri mengetahui nya, bagaimana bisa di meragukan kekasih nya.
“maafkan aku, karna menyalahkan mu” seru nya dengan penyesalan
“Hansell, apa maksud mu, aku baik-baik saja, kau bahkan tidak menyalahkan ku, aku sangat bahagia kau telah mempercayaiku”
“tidak, aku yang salah”
“tidak Hansell, jika kau menyalahkan ku, seperti terakir kali mungkin kau sudah menudingku, tapi hari ini, kau memahami diriku, meskipun ada gejolak emosi yang tidak bisa kau sampaikan, kau menahan nya sekuat tenaga dan mencari cara lain menyelesaikan nya, bahkan kau tidak menyalahkan ku hingga detik ini, padahal aku juga terlibat dengan semua hal yang menimpa Tuan Ji, aku mencintai mu” jelas Airyn saat kepala nya masih tengelam didada bidang Hansell
“Airyn, aku juga mencintai mu. Bahkan sangat. Terimakasih sudah menjadi wanita ku, aku tidak akan bisa mencintai wanita lain seperti dirimu, apa kau tau hanya ada satu Airyn didunia ini"
“kau mulai lagi” seketikaa itu mereka tertawa sambil memeluk penuh sayang, hingga malam yang gelap menjadi terang akibat rembulan yang menyaksikan betapa indahnya dua pasangan.
Hansell mengajak Airyn ke arah ruangan yang berada di kantor itu, ruangan itu adalah kamar yang disiapkan untuk dirinya istirahan, Hansell menjatuhkan tubuh wanita nya lalu memeluk Airyn diposisi tidur
“Hansell, ayo pulang” ajak Airyn kepada kekasih nya yang begitu posesif memeluk tubuh nya.
“aku ingin tidur disini” seketika itu Airyn tidak bisa berkata apa-apa, dia memeluk Hansell dan membaringkan tubuh menghadap dada bidang Hansell, bahkan kepala nya saja tengelam disana, membuat pria itu tersenyum melihat tingkah manis kekasih nya.
Airyn memejamkan mata, sedangkan Hansell masih setia dengan mata terbuka, dia melepaskan tubuh dari Airyn secara perlahan, lali membersihkan badan dikamar mandi, setelah selesai Hansell menarik selimut hingga menutupi tubuh mereka, dia memeluk Airyn dengan penuh sayang, bahkan Hansell tak henti memandangi kekasih nya, dia mengusap lembut pipi Airyn dengan penuh cinta, seakan mata nya lebih nyaman terbuka dari pada tertutup, Hansell sangat mencintai wanita ini, wanita luar biasa yang pernah dimiliki nya, meskipun semua orang mengatakan Airyn berbahaya namun sebenar nya, wanita ini begitu luar biasa, ditengah kerapuhan nya dia berpijak untuk menjadi kuat, mungkin jika ini bukan Airyn, wanita manapun telah mengakiri Hidup nya.