Girlfriend Another Level

Girlfriend Another Level
Meng-akuisisi toko kosmetik



“ kalian tidak boleh memakai produk dengaan sembarangan, karna jika kalian ingin mencoba toko ini sudah menyediakan testee tapi kalian memakai alat make up yang terpajang, tentu saja kalian harus diproses karna tidak bisa membayar” jelas Somi dengan wajah malaikat nya dihadapan semua orang, dirinya seperti menenangkan keadaan, namun dia malah menjorokan Airyn dan Angel ke jurang


“kami akan membayarnya nona, tidak bisakan kau menunggu disini sebentar sebelum pacar saya datang” tukas Airyn, membuat Somi menatap kewajah wanita cantik itu, namun dirinya masih saja belum sadar.


“tidak bisa, ini sudah kebijakan ditoko ini” celetuknya sinis “maaf semuanya sudah menanganggu kenyamananan anda dalam berbelanja, jika kalian bisa keluar dari sini dengan segera, saya mengucapkan terimakasih, karna sepertinya pihak toko ingin menyelesaikan permasalahan ini, saya rasa jika dibiarkan kalian menyaksikan kekacauan yang teejadi, pihak toko sangat dirugikan, karna dapat menimbulkan spekulasi pegawai yang tidak ramah kepada pelanggan” jelas Somi kepada semua pengunjung disana, bahkan semua orang sangat kagum dengan kebijaksanaan dewi Korea, membuat Airyn tersenyum getir menangkap muka dua wanita yang ikut campur diantara mereka, semua orang telah keluar dari toko tersebut, pegawai ruangan menutup rapat pintu kaca agar tidak ada orang yang masuk, kali ini semua pengunjung beramai-ramai melihat dari kaca bening, meskipun tidak kedengaran suara yang ditampilkan, namun terlihat jelas perdebatan disana.


“kalian mau kenama?” tanya Somi ketika mengenggam tangan Angel, padahal Airyn yang didepan, kenapa orang itu mengenggam tangan Angel, bahkan cengkraman nya saja membuat Angel mendesis kesakitan


“lepaskan tangan mu” Airyn menepis tangan Somi dengan kasar, hingga terlepas “apa masalahmu? jika kau tidak membantu, bisakah kau tidak ikut campur! menyebalkan sekali” gerutu Airyn dengan kesal “apa kau baik-baik saja?” tanya Airyn kepada Angel mengunakan bahasa Irlandia, tentu saja Angel merasa takut dan seketika menganggukan kepalanya


“kalian memang tidak tau diri” bahkan suara Somi mengelegar membuat Airyn menatapnya dengan penuh kesal


“siapa namamu?” tanya Airyn dingin


“apa penting orang seperti mu tau nama ku, tidak bisakan kau mengunakaan mata melihaat kearah poster itu” balas Somi dengan sinis


“ohh begitu, apakah brand kecil ini milik perusahaan Tuan Ji?” tanya Airyn, membuat Somi terkejut bagaimana mungkin orang lain mengetahui panggilan akrab ayah nya, namun dia berfikir tentu saja semua orang tau karna latar belakang nya sebagai artis, media pemberitaan telah memberitakan latar belakang nya


“trus apa masalah mu?” tantang Somi “kau itu hanya manusia tidak tau diri, tidak bisa membayar namun berlagak, bahkan” seketika Somi berjalan mendekat dan mendorong Angel hingga terhayung dari tegaknya “pencuri seperti ini dilindungi”


“Angel” teriak Airyn, saat wanita gila itu mendorong Angel, tentu saja Somi tidak menghiraukan bagaimana Airyn meneriaki nama Angel yang dikira Airyn oleh Somi, lantaran disaat bersamaan Airyn mendorong Angel hingga terjatuh, terlihat jelas air mata Angel berlinang, bahkan Airyn sangat murka dengan apa yang dilakukan wanita gila tersebut kepada calon adik iparnya


“apa masalah mu” garang Airyn dengan nada suara meninggi yang tidak tertahankan


“apa kau gila!!” bentak Somi kepada gadis yang mendorong nya, membuat dia itu tidak terima dengan apa yang dilakukan oleh orang asing kepadanya, bahkan sebelumnya tidak pernah ada orang yang berani menantang dirinya


“Nona Somi” pegawai itu menyambar tubuh Somi dan membantunya berdiri


“kau ini, aku sudah menahan sikap baik ku sedari tadi, tapi kalian malah bertingkah” cela pegawai toko, namun Airyn tidak peduli, dengan kesal dia meraih telepon genggamnya dan menghubungi nomor Marry


“ada apa Nona?” tanya Marry dari balik telepon kepada Airyn


“sambungkan nomor ku ke ponsel Tuan Ji” balasnya dengan nada perintah, tentu saja Airyn mengunakan bahasa Irlandia untuk menyuruh Marry, membuat Somi melihat kearah gadis yang tengah menelfon itu, ketika menyebut nama ayahnya


“hallo Nona Marry” sapa ayahnya Somi


“hallo tuan Ji, ini saya Nona Petrov”


“oh ada hal apa Nona Petrov menghubungi saya?” tanya beliau dengan nada merendah yang sangat sopan.


“apakah artis bernama Somi adalah Brand ambassador produk XXXX anda?” tanya nya dengan dingin


“iya nona, ada apa?” tanya tuan Ji dengan tegang


“saya tidak terima dengan perlakuan yang tidak pantas oleh artis ini, saya tidak ingin dia berada diindustri hiburan sama sekali, dan juga tuan Ji, saya ingin mengakuisisi seluruh bangunan di pusat perbelanjaan Myeongdong saat ini juga. jika tidak, saya tidak segan menghancurkan perusahaan anda hingga tidak bersisia” tegasnya dengan sorot mata tajam menghadap Somi, bahkan wajah gadis itu terlihat pucat, namun dia berfikir sekali lagi, mungkin saja wanita ini hanya berlagak didepan nya untuk mengancam agar dia percaya, lagian tidak mungkin ada orang yang bisa mengakuisisi banguan di seluruh Myeongdong secepat ini, dengan percaya diri Somi berdiri dan tegak menantang Airyn


“apa kau fikir aku akan percaya dengan akting mu, kau memang luar biasa bahkan aku hampir tertipu, apa kau fikir aku akan kalah? ayah ku pemilik tempat ini, dan tunangan ku pemegang kekuasaan dibidang bisnis terkuat di Korea, dan kau, cih” Somi melingkarkan tangan nya seolah dia sangat merendahkan Airyn yang tengah serius dengan perkataan nya


“apa kau dengar perkataan putri tercinta mu tuan Ji? Bahkan dia mengakui pacar orang lain sebagai tunagan nya apa kau fikir aku masih bisa sabar dengan semua ini, aku tidak tau bagaimana pola asuh yang kau banggakan hingga membentuk prilaku anak mu seperti ini, tapi tuan Ji, aku tidak memiliki waktu untuk tawar menawar dengan mu, lakukan sesegera mungkin atau tidak kau akan kehilangan semua nya” tegas Airyn, bahkan Somi masih tidak percaya orang didepan nya masih saja mengancamnya dengan akting murahan


“kau, dasar wanita gila apa kau fikir aku akan percaya dengan semua nya, dasar wanita murahan” seketika tangan Somi melayang menampar Airyn, lantaran dia sangat geram dipermainkan seperti itu, membuat tuan Ji terdiam dibalik sana dengan apa yang didengar telinga nya, jika saat ini dirinya merasa akan mati tuan Ji tengah merasakan nya, dia saja tidak berani melakukan hal seperti itu, namun anak yang dibesarkan nya, membuat tuan Ji menyesal membesarkan anak yang tidak mengerti situasi nya.


“kakak”Angel meneteskan air mata ketika Airyn ditampar oleh orang lain, dia memang tidak bisa sekuat Airyn karna di situasi seperti ini Angel benar-benar ketakutan, bahkan membunuh rasa percaaya diri nya, namun Airyn yang didepan matanya masih saja kuat membuat Angel merasa bersalah atas apa yang terjadi ini.


Airyn terdiam sejenak memandang ke arah Somi, mata gadis itu menajam sedangkan Somi tengah emosi dengan air mata yang ditahan nya, amarahnya saja memuncak, dia sangat meledak dan begitu murka, Airyn menghidupkan speaker telepon itu dan memandang lekat kearah Somi “lakukan sekarang, jika tidak aku akan membunuhnya” perintah yang tidak bisa dibantah itu langsung disambut oleh tuan Ji dengan penuh sesal, dan sudah pasti dia harus bertindak melakukan.


“Nona Petrov..aaku..aku minta maaf, aku akan melakukan nya segera” balas tuan Ji dengan gemetar, membuat mata Somi terbelalak dengan sempurna, mendengar suara ayahnya, bahkan hanya satu kalimat yang diucapkan tuan Ji, somi dapat mengenalinya, dia terdiam ditempat seakan dilanda ketegangan, kakinya mundur kebelakang secara bersamaan dengan air mata, bahkan pegawai yang terlibat itu merasa ngeri melihat wanita yang berada didepan nya, dia tidak menyangka gadis itu ternyata memiliki kekuasaan, dua orang asing didepan Airyn dan Angel seperti tertampar diwaktu bersamaaan.


Terlihat jelas Manager toko menghampiri dengan begitu ketakutan, karna dirinya menerima telepon langsung dari Direktur, Direktur itu mengucapkan sumpah serapah membuat Manager toko ketakutan, tentu saja dia tidak menyangka kejadian yang dibiarkan nya berdampak besar disini, dia sebenarnya ikut serta dalam rencana lantaran Somi adalah anak ketua Ji, bagaimana bisa dia tidak memperbolehkan hal itu terjadi, namun orang yang diganggu adalah orang yang lebih mengerikan dari apa yang difikirkan


“Nona Petrov, maafkan atas semua ini, saya sangat menyesal atas semua nya, saya akan memecat pegawai saya Nona” tundukan kepala itu diberikan kepada Airyn dengan rasa penyesalan yang tertampil


“apa kau fikir aku puas dengan hanya memecat dirinya, aku memecat kalian semua disini! akan ku pastikan satu-persatu dari kalian tidak akan diterima di perusahaan manapun di Korea” seketika seluruh pegawai yang terlibat seakan begitu ngeri mendengar perkataan wanita itu, bahkan mereka meneteskan air mata menyesal “apa kalian fikir aku bodoh, aku melihat satu persatu orang disini terlibat atas apa yang terjadi padaku, kalian bahkan tersenyum saat kami dipermalukan, bagaimana bisa aku mempekerjakan orang seperti ini, kalian fikir dengan cara pelayanan seperti ini aku mendapatkan keuntungan, bahkan aku merasa rugi mengaji kalian yang tidak tau diri, setinggi apa derajat kalian hingga pantas mempermalukan orang lain? Karna itulah aku tidak akan membiarkan kalian bekerja dimanapun kalian melamar, karna semua yang terlibat disini hanya menjadi benalu! dan ku pastikan untuk makan dan minum saja kalian harus berjuang dengan darah dalam mendapatkkan nya” bentak Airyn kepada seluruhnya.


Sesaat seluruh ajudan bertubuh kekar sekitar tiga puluh orang menerobos masuk dan melindungi Nona Petrov beserta Angel, mereka memberikan hormat kepada Airyn setelah itu menjauhkan semua pegawai yang memohon pengampunan dari hadapan Nona Petrov, bahkan seluruh mata yang menyaksikan tidak percaya ada orang yang berkuasa seperti itu, dengan usia dirinya sangat tidak mungkin, membuat semua orang tidak bisa menutup mulut nya akibat ketidak percayaan yang nyata.