Girlfriend Another Level

Girlfriend Another Level
Istri Zaterius



“Kenapa kau menelfonku lagi, aku tidak ingin berurusan dengan masalahmu” ketus Adward dari balik ponselnya, seolah saat menyadari Hansell yang menghubungi, ia merasa jengkel dan tidak suka, bahkan tidak ada sikap ramah yang di berikanya pada pria itu, sekalipun Hansell pemimpim markas utama.


“Aku hanya ingin menanyakan, dari mana kau menadapatkan data tentang transaksi dan bukti akan istriku” imbuhnya ketika mencerca Adward dengan pertanyaan, bahkan membuat pria di balik sana mengkerutkan kening saat mendengar perkataan Hansell yang tidak bisa ia sepelekan.


“Dari mana aku mendapatkanya, apakah sepenting itu untuk mu. Bukankah kau cukup mengetahui dan mendapatkan data yang kau inginkan, bahkan itu lebih dari yang kau minta. Kenapa kau menuntut lagi sebuah jawaban dariku, bahkan aku merasa cukup muak berurusan dengan dirimu” balas Adward dengan jengkel, membuat Hansell mengeram marah seolah ia tidak ingin berbasa-basi dengan pria itu.


“Kau katakan kebenaranya, atau kau ingin aku melakukan pemaksaan padamu!” ancam Hansell pada Adward, membuat pria itu terdiam saat mendengar lontaran kata kesal yang begitu jelas di pendengaranya.


“A-Aku yang mendapatkanya dari orangku!” celetuk pria itu pada Hansell. Ia sangat ragu untuk mengatakan perihal Zates, sebab Adward takut apa yang ia katakan mengundang masalah lagi untuknya, bisa saja Zaterius itu tidak menyukai Adward membuka mulut atas bantuanya, bahkan masih ada sebuah janji yang harus ia tepati pada Zaterius atas pertukaran informasi yang ia berikan, tapi kali ini Hansell malah kembali mengancam untuk memaksa dirinya mengatakan kebenaran, apakah Adward harus mengatakan kebenaranya?


“Jangan bermain-main dengan diriku Adward!! Kau tidak dalam posisi bisa untuk membodohiku, kau fikir aku tidak mengetahui jika kau tidak mungkin bisa menuai data Airyn, itu sama saja kau tengah melangar kerjasama kontrak antara klien dan dirimu. Jika ini aku sidangkan ke pengurus inti, kau harus bersiap-siap hengkang dari jajaran organisasi, aku sangat yakin bukan dirimu yang melacak data ini, sebab jika itu dirimu sudah pasti ada laporan tentang Id-mu yang menerobos data kita. Tapi aku sudah mengecek kepada orangku, tidak ada Id-mu yang masuk kedalam sistem data, sehingga dapat di pastikan kau tidak melakukan pencariaan apapun, dan data itu kau dapatkan dari seseorang bukan!! Siapa orang itu!” bentak Hansell pada Adward, membuat pria yang kala itu tengah bermain dengan teman-teman wanitanya menjauh dari mereka, seolah kurang nyaman atas perkataan Hansell, rasanya ia tidak memiliki pilihan lagi, selain mengatakan kebenaran.


“Katakan padaku siapa yang memberimu data ini, jika tidak—“


“Tuan zaterius!!” seontak perkataan Adward yang singkat itu memutus pembicaraan yang ingin Hansell lontarkan, bahkan ia terdiam dengan membisu seolah tidak ada kata-kata bantahan yang akan di berikanya, membuat Adward melepaskan ponsel yang ada di daun telinganya, untuk memeriksa apakah panggilan itu masih menghubungkan pada seseorang di balik sana.


“Hansell, apa kau masih disana?” seru Adward ketika bertanya, namun tetap saja tidak ada sautan yang terdengar, bahkan panggilan masih berjalan “Hansell apa kau baik-baik saja—“ nada megakiri yang senyap-senyap hilang memutus pengilan antara Adward dan Hansell, tangan Hansell Hamillton mengepal ketika memandang tajam kearah depan.


“Apa maksud dari Zates sebenarnya!!” geramnya ketika memikirkan apa yang di lakukan oleh pria itu, jika ia mendapatkan buktinya kenapa tidak memberikan langsung pada Hansell, kenapa harus menyampaikan kepada pelantaranya Adward, apakah Zates memiliki tujuan atas semua ini.


Sebenarnya siapa Zates hingga ia bisa mendapatkan data ini, apakah ia termasuk para orang Elit dunia yang masuk jajaran pengurus inti di markas utama, meskipun Hansell seorang pemimpin, tetap saja kedudukanya sama pentingnya dengan para Elit yang merupakan pengurus inti, untuk itulah tidak akan ada pembeda diantara mereka, jika benar Zaterius adalah jejeran pengurus inti kenapa ia mendiamkan seluruh masalahnya sedari awal.


****


Hansell sudah mengkomfirmasi keberadaan Zates, tentu saja Zaterius berada di Negara ini, namun seperti biasa ia menyembunyikan pergerakanya untuk manjauh dari Airyn, dan Hansell sudah mendapatkan alamat tempat Zaterius berada, bahkan mobil Hansell sudah berada di parkiran bawah tanah apartemen mewah di kawasan perkotaan yang cukup ramai dan padat pengunjung, yang merupakan ikon Negara ini.


“Tuan Hansell, aku sudah mengkonfirmasi kedatangan mu pada Tuan Zaterius, ia mengatakan sudah menanti kedatangan anda” serunya saat menyamakan langkahnya dengan Hansell, tentu saja pria itu adalah orang kepercayaan Hansell yang merupakan anak buahnya atas segala informasi yang ia butuhkan, tentu diluar pengetahuan Darrel.


Hansell menyungingkan senyum mengerikan ketika mendengar perkataan dari pria di sampingnya, rasanya Zaterius ini selalu ingin bermain tebak-tebakan dengan Hansell, bahkan jika ia bekerjasama rasanya semuanya sangat mudah dari pada harus seperti ini, membuat Hansell tidak sabar lagi menemui pria itu, hingga ketika pintu ruangan itu terbuka, menampilkan Merry yang membuka pintu untuk menantunya.


“Masuklah” seru Merry ketika mempersilahkan Hansell masuk, tentu saja Hansell menatap kearah Nerry seolah ia ingin mengetahui kenapa Merry selalu berada di dekat Zates, apakah mereka tinggal bersama tanpa ada kesepakatan diantara keduanya.


“Apa anda tingal serumah dengan Tuan Zaterius?” tanya Hansell sambil lalu, membuat langkah Merry terhenti tatkala memalingkah wajah menatap pria itu.


“Apa anda gila! Bagaimana jika Airyn mengetahui hal ini, dan ia tidak mengetahui akan pernikahan kalian. Tidakah kau fikir ini akan mengecewakanya lagi Nyonya Merry” seru Hansell ketika membalas perkataan wanita yang merupakan mertuanya, Merry tersenyum manis pada Hansell seraya mempersilahkan pria itu untuk duduk.


“Aku memiliki alasan atas pernikahan ini, dan soal Airyn. Aku membutuhkan waktu untuk ia menerima Zates sebagai ayahnya” seru Merry dengan sikap tenang, membuat Hansell menautkan kedua alisnya ketika melihat Merry yang menjauh pergi, seolah ingin memangil Zates yang masih berada di dalam.


Apa maksud Merry barusan, apakah ia mengatakan jika Airyn tidak bisa menerima Zates. Tapi setahu Hansell, istrinya baik-baaik saja akan kenyataan itu, dan istrinya juga tidak terlalu mempermasalahkan apapun.


“Hansell...” putus Zates yang kala itu menghampiri suami putrinya, nampak sekali pria itu tengah selesai mandi untuk menghampiri tamunya, Merry beralih kearah dapur untuk membuatkan sesuatu atas kedatangan menantunya, Hansell yang kala itu melihat Zates sedikit merendahkan diri, sebab bagaimanapun ia adalah ayah mertuanya.


“Tuan Zaterius apakah anda sudah mengetahui maksud kedatangan diriku?” tanya Hansell pada pria itu.


“Tentu saja. Apakah ini tentang data Airyn yang aku berikan pada Adward. Pria itu sudah mengabariku tentang dirimu. Apa yang ingin kau pastikan dan apa yang ingin kau tanyakan lagi?” tanya Zates seperti menantang Hansell, membuat tawa mengerikan yang ia ulas dengan lembut itu tertampil kehadapan Zates, Hansell melirik pria yang kala itu mencondongkan tubuh menatap dirinya, seolah siap menghadapi pertanyaan yang akan Hansell katakan.


“Tadinya aku ingin mengatakan langsung maksud dan tujuanku, tapi melihat istri anda rasanya aku ingin berbasa basi. Sejak kapan kalian menikah?” tanya Hansell pada ayah mertuanya itu, membuat Zates tersenyum memandang kearah Hansell ketika matanya teralihkan kearah Merry yang tengah menyedu minuman hangat untuk suami dan juga menantunya.


“Semenjak kami pulang dari rumah sakit. Meskipun aku mencintai Merry, tapi pernikahan ini tanpa ada cinta di dalamnya, sebab Merry tidak mencintai diriku. Meskipun begitu tujuan utamanya hanya sekedar membuat senjata penangkalan atas masalah yang nanti menghadang putri kami” seru pria itu degan sikap tenang, membuat Hansell terdiam menatap kearahnya.


“Apa maksudmu dengan masalah, masalah apa yang akan Airyn dapatkan!!”


“Kau akan tahu nanti, aku tidak terlalu yakin, tapi aku sangat meyakini di posisi terdesak seseorang pasti mengunakan segala cara dalam mencekik musuh, meskipun dengan cara-cara yang tidak pernah kita fikirkan sebelumnya, dan aku tipe orang yang suka membuat senjata penyerangan dengan hal-hal yang tidak mereka fikirkan juga. Jadi kau tunggu saja tangal main dari semua ini”


“Tuan Zaterius!! Aku sangat menghormati dirimu sebagai ayah biologis dari istriku! Tapi jangan menaruh istriku di dalam bahaya yang akan mengancamnya, jika kau mengunakanya atau mencoba memanfaatkan Airyn untuk memancing musuhmu, jangan harap aku akan tinggal diam”


“Kau terlalu berlebihan Hansell. Sedari awal aku orang yang paling tidak ingin putriku terluka, apalagi orang yang paling tidak sudi Airyn menderita. Jangankan menempatkan dirinya dalam bahaya, membiarkan satu nyawa merepotkan hidup saja aku tidak akan sudi, hama-hama yang ingin menghancurkan ini Airyn akan aku singkirkan dengan tanganku sendiri meskipun noda itu sudah mengotori tanganku sedari dulu. Jadi jagan bicara seperti itu padaku, kau terlalu berlebihan dalam bicara, dan terkesan tidak pantas saat aku dengar”


Hansell terdiam ketika menerima jawaban dari Zates, bahkan Hansell tidak ingin membantah apapun, sebab bagaimanapun memang Zateslah malaikat pelindung atas hidup Airyn selama ini.


Membuat Merry yang sudah selesai dengan kegiatanya, meletakan minuman hangat dari atas nampan ke permukaan meja tempat kedua pria itu menduduki diri. “Jangan terlalu serius saat bicara, kalian bisa saja saling membunuh dengan tatapan itu” putus Merry ketima menduduki diri di sisi Zates, tentu ia tidak mendekat kearah suaminya, sebab merry tetap menjalani hubungan profesional diatas status pernikahan mereka.


“Jadi apa maksud dari data tentang Airyn yang kau kirimkan itu Tuan Zaterius?” timpal Hansell ketika mulai membuka mulutnya, membuat kening Merry berkerut saat mendengar perkataan Hansell “Data apa?” seru Merry ketika melihat kearah Hansell, “Data transaksi yang memperlihatkan Airyn orang yang membeli bom senyap untuk di taman di ruang bawah tanah. Ia bekerja dengan orang Zates untuk menempatkan sebuah asap bius di kamar utama” seketika mulut Merry terganga saat perkataan Hansell diluar batas gilanya, tentu saja Zates tidak mengatakan kenyataan akan Airyn ini pada Nerry, dan kali ini Hansell bicara di hadapan istrinya tanpa ada persiapan sebelumnya, membuat mata Zates mengerjap melihat respon dari Merry yang luar biasa paniknya.