
Pria itu menjatuhkan tubuh kepada Airyn yang lunglai di bawahnya, tak jarang erangan kenikmatan terjadi berulang-ulang, bahkan saat Airyn ingin menyerang untuk melindungi diri, Hansell membalas dengan penuh tuntutan, membuat wanitanya terpaksa pasrah menerima hukuman paling menyakitkan di list kehidupan.
Bagaimana bisa, pria itu tidak memiliki hati nurani untuk melepaskan Airyn, sebab saat Hansell diberi kesempatan, ia memang mengunakanya tanpa segan. Jadi tak heran jika Airyn akan mengalami sakit dipinggang di pagi hari, sebab semalaman penuh suaminya amat buas dalam mencicipi seluruh bagian vulgar ditubuhnya.
“Apa yang terjadi sebenarnya?” tanya Hansell sambil mencium kening Airyn yang ada didalam pelukanya, membuat gadis itu memutarkan sedikit kepala untuk mecari posisi nyaman, tentu saja ia masih setia dengan mata terpejam, sambil mencium wangi tubuh Hansell yang begitu memabuk kan.
“Apa kau sebegitu ingin tahunya?” tanya wanita itu dengan nada pelan, membuat Hansell mengeratkan pelukan kepada tubuh istrinya, hingga Airyn sulit sekali untuk bernafas “Cepat katakan!!” ancam Hansell sambil mengeratkan lagi pelukan mereka, hingga Airyn menyerah untuk bermain-main
dengannya.
“Baiklah, lepaskan aku” ucap wanita itu dengan memohon, seketika Hansell melongarkan tubuhnya, sambil menatap kedua mata indah yang Airyn miliki, saat ini posisi mereka saling berhadapan dalam pelukan nyaman, diamana Hansell tidak memeberikan jarak diantara tubuh polos yang merapat tanpa mengunakan apapun
“Sebenarnya, aku mengobati traumaku sebelum datang ke Korea, aku menghilangkan trauma akan pernikahan, karna aku benar-benar ingin menikah denganmu dan memilikimu. Masa lalu yang membuatku terus bermimpi buruk itu sangat mengerikan, aku rasa kau sudah tahu tentang penculikan itu. Memang, penculikan itu menjadi alasan aku menakutkan pernikahan, hanya saja mimpi buruk yang selalu aku miliki, menjadi alasan utamanya. Mimpi yang mengerikan itu, saat kedua orang tuaku tengah mengunakan pakian pernikahan, aku melihat mereka amat bahagia, dan begitu saling mencintai satu sama yang lainnya. Tapi yang paling menyakitkan, ditengah kebahagian keduanya, mereka meninggalkan aku sendirian, aku sangat ketakutan disana, seolah tidak ada yang menarikku lagi, aku terjun kedalam warna hitam galap yang suram. dan disana aku melihat jelas bagaimana orang tuaku pergi dan menghilang begitu saja. Mungkin bagi orang itu sebatas mimpi baisa, tapi bagi anak yang ditinggalkan keduanya, mimpi itu sangat mengerikan, dan juga pukulan tersendiri pada diriku, aku hampir tiap hari memimpikan hal aneh itu, seolah mereka berdua menakdir hidupku menderita seperti ini, aku membenci kedua orang tuaku, dan aku membenci pernikahan mereka, itulah alasan, kenapa aku tidak ingin menikah, karna aku takut jika nanti anakku akan membenci diriku. Aneh kan? Tapi itulah faktanya Hansell, selama ini aku berfikir, pernikahan itu akan menyengsarakan semuanya, pernikahan itu akan menyakiti kita dan anak-anak kita, hingga aku takut menikah, karna aku tidak mau memiliki anak, aku tidak ingin anakku merasakan apa yang aku rasakan, aku tidak ingin ia kekurangan cinta dari orang tuanya, aku tidak ingin ia merasakan kehilangan dan juga penderitaan, karna itulah aku tidak ingin menikah. Tapi saat kita berpisah, aku benar-benar menderita dan mulai menyadari, aku kehilangan sosok dirimu yang selama ini telah mengisi hidupku, aku pikir aku kuat, menjalani hari seperti biasa, layaknya Nona Petrov yang berbahaya, tapi kenyataanya aku pura-pura saja. Hingga aku ingin mengakiri hidup aneh yang tidak adil ini, tapi digagalkan akan berita dirimu yang amat viral itu. aku berlari kepangkuan Merry untuk meminta pertolongan, aku benar-benar takut saat itu Hansell, kau membuat ku berhadapan dengan kematian” seketika kalimat Airyn terhenti akibat nada suaranya yang hampir tersekat, air matanya menetes mengigat hari dimana ia menyaksikan Hansell yang seperti tidak memiliki tujuan hidup lagi, bahkan ia ingin mengakiri hidupnya dengan alkohol. Membuat hati Hansell terasa berdenyut sakit, sambil mengusap air mata istrinya
“Aku pikir aku tidak memiliki orang tua, tapi ternyata aku salah. Ibu yang melahirkan
ku tidak pernah meninggalkan aku, selama ini ia disisiku, menemaniku, tanpa ada pamrih akan rasa sakit yang sering aku berikaan padanya, pada saat itu aku merasa jika hidup ini memberi kita banyak hadiah yang di titipkan didalam masalah, aku kehilangan orang tuaku, tapi mereka semua digantikan dengan sosok-sok baru, sampai aku memiliki harapan untuk bertahan lagi, aku merasa telah melakukan kesalahan padamu dan juga Merry, dengan mengusirmu pergi itu sama saja menyakiti diriku sendiri, aku sadar atas apa yang aku butuhkan, bukanlah kehidupan seperti dimasa lalu, melainkan diriku dimasa depan bersama dirimu. Aku kembali ke Korea untuk menginginkanmu lagi, tapi saat aku kembali, aku melihat kau sudah bersama gadis lain disisimu, saat itu aku menyerah akan dirimu, dan mencoba menjagamu untuk terus disisi, mungkin hidupku akan menjadi seperti Merry nantinya, tapi itu semua tidak masalah, aku akan melakukanya. Hanya saja aku menemukan sesuatu yang ganjil” ucap Airyn saat menatap kedua mata Hansell, seketika pria itu menutup bibir Airyn dengan jarinya, seolah gadisnya tidak perlu melanjutkan ucapan.
“Aku mengerti, maafkan aku sayang” ucap Hansell dengan nada bersalah, ia mencium kening Istrinya dengan penuh sayang, bahkan oa memberikan kelembutas atas pelukan, sebab ia ikut serta dalam penderitaan Airyn selama ini.
“Apa maksudmu dengan mengerti? Apa kau sudah mengetahui tentang Nona Jung?” tanya Airyn dengan penasaran, selama ini ia berfikir Hansell pria polos yang tidak menaruh kecurigaan apapun dan kepada siapapun, tapi nada santai yang ia tampilkan telah menjelaskan semuanya, jika selama ini Hansell sudah menyadari tentang kehadiran Jungkyung, membuat Airyn menatap pria itu dengan penuh penasaran
“Mengenai Nona Jung, sepertinya ia memiliki sesuatu dengan James” ucap Hansell seketika, membuat mata Airyn terbelalak secara sempuran, tanpa sadar ia bangkit dari tidurnya, namun Airyn melupakan tentang tubuhnya yang tidak mengunakan sehelai benangpun, dengan cepat wanita itu membenamkan diri untuk menutupi tubuhnya kembali, tentu saja Hansell amat terhibur akan tingkah bodoh yang Airyn tampilkan, dengan cepat pria itu membalut tubuh istrinya mengunakan selimut, seolah Hansell amat geram akan tingkah imut yang Airyn tampilkan barusan, bahkan lilitan Hansell membuat wanitanya tidak bisa berkutik untuk melepaskan diri.
“Hansell lepaskan aku, apa kau gila membalut tubuhku” ucap wanita itu dengan penuh protes, membuat Hansell terkekeh sambil mengunakan celananya yang terhempas dilantai “Hansell lepaskan aku. Hansell!!” teriak Airyn sekali lagi, namun suaminya benar-benar mengabaikan, ia bersusah payah bergeliat seperti seekor ulat, namun usaha yang dikerahkan gagal, akibat lilitan kuat yang Hansell ikat.
Pria itu menghampiri meja yang ada di kamar Hotel mereka, ia meneguk minuman yang baru diambilnya dari lemari es, sembari memeriksa ponsel yang ada didalam gengamanya, sekilas Hansell telah selesai dengan ponselnya, lalu ia menghampiri wanita yang terkungkung didalam selimut, wajah Airyn terlihat bulat dengan sikap jutek, ia seolah ingin menangis saat diperlakukan seperti itu, membuat Hansell ingin selalu mengodanya, namun ia tidak tega berlama-lama menyiksa.
“Apa kau masih mau malu-malu lagi? Ini hukuman untukmu sayang” lirih Hansell sambil mencubit hidung wanitanya
“Tapi, kau tidak bisa menyiksaku seperti ini, apa kau fikir aku makanan hingga seenak hati kau bungkus seperti ini” bentak Airyn dengan nada tinggi, membuat Hansell mendaratkan kecupan pada pipi istrinya, perlahan ia melepaskan Airyn dari dalam sana, bahkan mata gadis itu tampak berkaca-kaca, tentu saja Hansell tertawa renyah sambil membawa wanitanya kedalam pelukan
“Jangan malu-malu lagi, kita sudah suami istri, apa kau mengerti. Oh iya sayang, apa kau mau melakukan pesta pernikahan?” tanya Hansell dengan nada merayu, seolah ia harus pelan-pelan mengajak istrinya melakukan hal itu, agar Airyn mau tanpa paksaan.
“Apa tidak masalah?” tanya Airyn dengan nada lirih “Aku takut, jika nanti acara seperti itu malah memberi kesempatan pada orang lain untuk mencelakai kita” sambungnya dengan nada tenang dicampur rasa takut yang amat dalam.
“Jika itu yang kau takutkan, aku punya cara untuk melakukan pesta pernikahan kita. Percayalah padaku, aku akan memberikan keamanan tingkat tinggi atas upacara pernikahan nanti, tentu aku tidak akan mengambil resiko sedikit apapun, selain memastikan kau baik-baik saja, disamping itu, aku ingin memperkenalkan mu pada dunia, jika Airyn Petrovika adalah wanita Hansell Hamilton, mereka yang hadir nanti adalah orang yang memiliki kualifikasi yang bagus untuk kita pilih, lain dari itu aku tidak akan melonggarkan perhatian sedikitpun atas keamanan selama proses pernikahan” rayu Hansell , hingga kalimatnya mampu membaui Airyn dalam hayalan yang tergambar jelas didalam otaknya, seolah benar-benar meyakinkan, hingga wanita itu menegadahkan sedikit wajah kearah suaminya, sambil mengukir senyum dan menganggukan kepala bahwa ia satuju.
“Baiklah, kita akan mencari tanggal yang cocok untuk acara pernikahan, dan juga aku ingin memperlihatkan pada mereka, jika kau wanita paling cantik di sisiku, apa kau tau, aku tidak sabar lagi melakukan pesta pernikahan kita” ucap Hansell dengan kalimat buaya nya, seolah Airyn ikut berdebar membayangkan dirinya akan berjalan dialtar pernikahan dengan seorang pria yang ia cintai.
“Tapi hansell, apa maksudmu tentang Nona Jung dan James, apa kau sudah mengetahuinya?” tanya Airyn dengan sungguh-sungguh, membuat pria itu menganggukan kepala sambil mengusap pipi istrinya “Bagaimana bisa kau mengetahuinya?” ucap Airyn sekali lagi, dengan penuh penasaran
“Aku sudah mengetahui sejak awal, sejak pertama aku bertemu dengannya. Aku sadar jika Nona Jung memiliki niatan yang tidak baik, sebab semuanya sangat tiba-tiba, perusahaanku dan ayahnya tidak terlalu berhubungaan baik. Tiba-tiba saja Tuan Choi menawarkan kerjasama yang mengiurkan, hanya saja memiliki syarat untuk mempertimbangkan putrinya, saat itu aku hanya merasa jika pria itu ingin menjodohkan anaknya saja, tapi tingkah Nona Jung sangat mengaanggu diriku, dalam beberapa detik saja ia mampu mengubah ekspresi wajahnya, ia bisa beritingkah manis dan sesudah itu ia menjadi gadis yang kasar, aku fikir itu sekedar perasaanku saja. Tapi setelah aku selidiki, ternyata Nona Jung memiliki hubungan dengan James, dan semua sikapnya adalah cara untuk memcari perhatianku” ucap Hansell, membuat Airyn terdiam. Sebab sejauh ini apa yang dikatakan Hansell sesuai dengan penyelidikan Airyn, tapi apakah Hansell mengetahui jika sekarang gadis itu telah merubah perasaanya menjadi cinta
“Lalu kenapa kau menerima dirinya dan membuangku kebagian Staff, apa kau ingin berselingkuh” tuduh Airyn dengan nada ketus
“Selingkuh, yang benar saja Airyn. untuk apa aku berselingkuh dengan Nona Jung. Seperti tidak ada wanita lain saja. Aku hanya menginginkan dirimu. Aku mempertahankanya untuk memantau mangsa dengan jarak pandang dekat, agar gerak geriknya dapat kita ketahui. Sebab itulah, sampai saat ini aku terus mengawasinya, dan membiarkan dia menempatkan posisi sekretaris” ucap Hansell, tentu saja Airyn memahami maksud dan tujuan suaminya
“Tapi Hansell, Nona Jung menurutku wanita yang polos, ia melakukan hal itu hanya karna perasaan cintanya kepada Dokter James, tentu sebagai wanita yang begitu mencintai seseorang, aku mengerti betapa sakitnya perasaan wanita itu, aku bahkan tidak terlalu masalah jika ia membenci diriku, jika hal itu dapat mengobati rasa sakitnya. sebab alasanya sangat logis, karna aku menyakiti laki-laki yang ia cintai, dan ia ingin menyakiti diriku yang sudah mendapatkan hal yang sulit ia dapatkan. Hanya saja aku takut wanita itu dimanfaatkan” ucap Airyn, membuat Hansell mengkerutkan kening menatap istrinya.
“Kenapa kau mencemaskan orang yang berusaha mencelakaimu, seharusnya kau mencemaskan dirimu sendiri. Sekalipun ia sangat polos dan tidak berbahaya, jika niat hati yang dimiliki sangat buruk, semua itu sama saja. Jadi jangan terlalu menyepelekannya. Aku rasa kau sudah mengetahui jika Nona Jung menyiapkan sesuatu untuk meruntuhkan harga dirimu” sahut Hansell sambil menatap kedua mata istrinya
“Bukankah ini alasanmu membuat pernikahan kita secara terburu-buru” balas Airyn dengan penuh senyum
“Wanita ini, kenapa kau cekatan sekali” Hansell memberantakan rambut istrinya, seolah ia amat bangga dengan kepintaran Airyn
“Jangan salahkan aku jika memberi pelajaran pada sekretarismu Hansell, aku tidak akan melewatkan batasan jika ia tidak berulah” sambung Airyn sekali lagi, sembari menaikan salah satu alisnya utuk menghina Hansell
“Kenapa kau bertanya padaku, itu adalah masalahmu sendiri, aku akan mendukung apapun, dan kau boleh mengacaukan semuanya dan aku yang akan membereskannya untukmu” sahut pria itu dengan cepat, seketika Airyn merasa senang, jika kali ini percakapannya dan Hasell terjalin sangat damai, tidak ada lagi dendam yang terjadi diantara mereka, wanita itu memeluk suaminya dengan segera, dan Hansell mencium kepala Airyn dengan sayang
“Oh iya, Sayang. Apa kau mau menghadiri pesta temanku?” tanya pria itu seolah ia teringat akan ajakan Xiumin tadi siang
“Pesta? Tapi ini sudah sore, apa kita punya waktu untuk menyiapkan diri” sambung Airyn dengan pertanyaan yang dicelanya secara cepat
“Apa kau terlalu menikmati kehidupanmu sebagai Airyn biasa, hingga lupa bagaimana kehidupan kelas atas?” ejek Hansell, membuat Airyn mencubit pipi suaminya "Dan sekarang kau sudah berani menghinaku, baiklah Tuan Hansell, aku adalah orang miskin dan kau orang kaya, jadi mari kita menikmati peran ini, aku ingin melihat bagaimana pelayanan yang diberikan Tuan Hansell pada gadis biasa sepertiku” ucap Airyn dengan bijak, membuat Hansell bersusah payah menahan gelak tawa renyah yang tertampil diwajahnya, mungkin dari sekian lama mereka bersama, kali ini adalah perbincangan damai yang terjadi.
“Baiklahh....ayo kita siap-siap, aku akan memandikan istriku” seketika saja pria itu mengangkat tubuh Airyn dari ranjang, dan berjalan kearah kamar mandi, mereka berdua saling tertawa saat mengoda satu sama lain, membuat Airyn dan Hansell menghabiskan sedikit waktu didalam sana.
Pesta yang disajikan oleh Xiumin tentu saja mengundang pengusaha sukses, sekelas Hansell dan beberapa petinggi di Negara ini, jadi tidak heran acara akan terjadi saat jam 9 malam hingga usai, Airyn yang selesai dengan pakaian yang dikhususkan untuknya, terlihat amat angggun dan cantik, membuat Hansell lupa diri akibat terpesona kepada wajah istrinya, rambut indah itu di sanggul dengan elegan, bahakan beberapa manik-manik menghiasi rambut Airyn, dan gaun berwarna biru toska lengkap dengan perhiasan mewah yang melingkari lehernya, membuat Airyn semakin tampak berbeda, wajah Hansell seketika memerah menyaksikan kecantikan istrinya, sekian lama bersama dengan Airyn, membuat pria itu melupakan jika istrinya amat berbeda dengan wanita lain.
“Apa aku cantik?” tanya Airyn sembari mengayunkan sedikit badan untuk memperlihatkan pakaian yang ia kenakan
“Apa kau bisa menganti bajumu, kau terlihat cantik sekali, aku takut mata laki-laki tertuju padamu” ucap pria itu dengan wajah memelas, membuat Airyn terkekeh akan tingkah yang di tampilkan suaminya
“Astaga, kenapa kau berlebihan, sudahlah. Kita tidak memiliki waktu lagi” ucap Airyn membantah perkataan Hansell “Yasudah, ayo pergi” gadis itu tak segan mengandeng tangan suaminya, mereka berdua terlihat serasi dan sangat memukai, membuat semua desainer yang ada terpukau dengan kesempurnaan didepan mata mereka.
Hansell memperlihatkan kartu VIP yang ia miliki, membuat seluruh penjaga yang menegenakan pakaian formal itu memberikan hormat padanya, perlahan ia memantapkan diri untuk mengandengan istrinya menuju pinti Khusus, tentu saja dikalangan atas seperti ini orang berlomba-lomba memamerkan posisi mereka, sekalipun dari hal terkecil, salah satunya pintu masuk yang disediakan, akan memperlihatkan kasta yang mereka bawa, hanya saja untuk Hansell dan Airyn mereka tidak terlalu mempedulikan selain menempatkan diri ditempat yang tepat, saat ini di sepanjang pinjakan yang ditempuh pasangan itu, ada carpet bewarna merah yang disediakan, lorong yang berbalut silver dipadukan dengan sentuhan emas dan lampu yang akan hidup setiap kali orang melangkah, menambahkan kesuram atas lorong elegan yang ditempuh, hanya saja hal ini menampilkan jika lorong itu begitu khusus untuk kalangan atas yang memiliki layanan VIP.
Airyn sedikit gugup untuk menghadiri acara tersebut. Jujur saja, selama ini ia selalu menolak akan pesta seperti ini, bahkan Airyn tidak pernah menghadiri, jika pesta itu bukan dari orang-orang pentingnya, jadi selama beberapa tahun, mungkin. Ini kali pertama Airyn menghadiri pesta kelas atas. Hansell yang menyadari kegugupan istrinya, berusaha mempererat pelukanya kepinggang wanita itu, hingga rona malu lagi-lagi bersemi diwajah Airyn.
Pintu itu terbuka, membuat semua orang melirik kearah pintu khusus yang disediakan untuk orang penting, betapa kagetnya semua orang yang ada disana, sebab orang yang keluar dari pintu tersebut adalah Hansell Hamilton yang menjadi orang pertama di Negara ini, dan wanita cantik yang jarang sekali mereka kenali, tentu semua mata kagum akan kecantikanya, semua pria tidak bisa melepaskan tatapan mereka, sedangkan para wanita merasa amat iri atas pasangan serasi itu, namun semua orang heboh saat ada yang menyadari jika wanita disamping Hansell bukanlah wanita biasa, melainkan Nona Petrov yang terkenal kejam, membuat mereka semua tidak menyangka dan merasa amat ngeri, jika wanita seperti itu menghadiri pesta seperti ini
“Apakah itu Nona Petrov yang mengakuisisi seluruh saham dan properti Tuan Ji, Astaga kenapa dia disini” ucap seorang wanita dengan temanya, membuat Airyn merasa rendah diri akan ucapan yang terdengar ketelinganya, entah kenapa ia dulu amat bangga akan kekuasaan seperti itu, semenjak Airyn menginjak kehidupan sederhana, ia merasa rendah diri akan sikap yang telah di lakukan dimasa lalu
"Apa hubungan mereka, membuat penasaran saja"
"Tapi selain kekejaman yang diceritakan, dia memang cantik, seperti Dewi"
"Jika hanya bentuk luar yang sempurna saja, apa guna nya. tetap saja ia amat berbahaya untuk dijadikan rival"
“Angkat kepalamu, apa kau fikir Dirimu pantas menundukan pandanganya?” ucap Hansell saat meraih dagu istrinya “Sayang, sekalipun kau nyaman dengan kehidupanmu sebagai Airyn, kau tetap saja ahli waris Pertov, tidak ada perbedaan antara kedua sisi itu, jangan dengarkan omongan mereka, karna kau lebih baik dari orang yang bicara tentangmu, apa kau tidak tahu jika mereka seperti debu yang tida berarti jika dibandingkan denganmu” seketika Hansell mengkecup bibir istrinya dihadapan semua orang yang ada, ia meraih pinggul gadis itu untuk mempertontonkan kepemilikannya, membuat semua orang bungkam atas apa yang mereka ributkan, sudah jelas saat ini Hansell pasang badan jika gadis itu miliknya, jadi tidak ada yang bisa melanjutkan perkataanya kepada wanita Hansell Hamillton
Pria itu melepaskan Airyn, disaat wanitanya mendapatkan kepercayaan diri kembali, Airyn tersenyum memandang Hansell sekali lagi, ia sadar jika saat ini, Airyn pantas menyombongkan diri saat berjalan, bukan untuk mempertontonkan kekuasaan, melainkan menumbuhkan kepercayaan dirinya.
“Selamat malam nona petrov” sapa Xiumin dengan penuh gugup, seolah ia menyapa wanita paling terhormat yang selama ini diakuinya, tentu saja dibalik kekejaman Nona Petrov yang terkenal, sikap tegas dan disiplin akan suatu pekerjaan, membuat Xiumin mengidolakan Nona Petrov disektor perdagangan dan saham, ditambah kecantikan yang dimilikinya, benar-benar membuat pria itu tidak kuasa menghirup oksigen lagi.
“Selamat malam Tuan Min” balas Airyn dengan tersenyum, membuat jantung pria itu benar-benar meledak tak karuan
“Kendalikan dirimu” ucap Hansell dengan kesal, membuat Siryn terkekeh sambil menyiku suaminya, bahkan pria itu bisa cemburu pada rekan kerjanya sendiri.
Mereka bertiga larut didalam perkacakapan, tak jarang, mata Xiumin memandang kecantikan tawa yang dimiliki Nona Petrov bahkan ia tidak bisa lepas dari wanita itu, membuat hansell menempelkan tubuh istrinya untuk lebih dekat lagi, bahkan Hansell menatap tajam kearah temannya yang tidak sopan menatap istrinya sedati tadi, sedangkan Xiumin yang terlanjur mabuk akan Nona Petrov tidak lagi memperdulikan nyawanya yang berada diambang kematian akibat tatapan membunuh yang Hansell tebarkan.
Sedangkan Airyn terpaksa membiarkan sikap cemburu suaminya, sebab hal ini diam-diam menjadi hiburan bagi dirinya. Hanya saja suasana menyenangkan itu sirna saat beberapa orang menyapa Nona Petrov dengan penuh hormat, seolah mereka semua benar-benar mencari mungka akan pengusaha nomor satu didunia.
“Ibu” mata Airyn terlaihkan kearah Merry yang berjalan menghampiri dirinya dan Hansell, membuat keduanya saling menyapa dan berbagi kecupan, bahkan tak jarang Airyn heran akan dandanan yang Merry tampilkan, biasanya wanita itu sangat sederhana dan tertutup, Namun kali ini Merry mengunakan Dress yang sedikit terbuka dan mempertontonkan bahunya, tentu sangat elegan, hingga Merry terlihat seprti wanita 20 tahunan yang seusia dengan putrinya
“Sejak kapan kau memanggilku ibu, seolah itu kalimat biasa saja, aku sedikit gugup saat kau mengucapkan kalimat itu, panggil saja Merry, biar kita terlihat sama besar” ucap Merry membisikan pada putrinya, bahkan Airyn terkekeh karna malu akan tingkah Merry, tapi seketika ia menajam mata kepada ibunya, agar tidak aneh-aneh diusia yang sudah matang ini, sebab Airyn idak suka dengan tingkah muda yang tertampil dari Merry
“Tidak...Tidak.... aku bercanda Nona” sambung Merry dengan wajah konyol “Apa kau datang sendiri?” tanya Airyn sekali lagi kepada Merryn.
melihat istrinya bercakap dengan Merry hansell melanjutkan percakapannya dengan rekan-rekan yang ada disekitarnya, sebab Hansell sadar ia perlu memberi Airyn waktu bersama ibunya.
“Tidak aku datang dengan Darrel” ucap Merry membisikan pada Airyn, membuat mulut wanita itu membulat, tentu saja ia menawarkan posisi sekretaris peribadi Merry pada Darrel, sebab ibunya tak akan mampu mengemban tanggung jawan sendirian, jujur saja. Usia Merry dan Darrel memang terpaut jauh, sekitar 7 tahun Merry lebih tua dari pada Darrel, tapi jika dilihat lagi, Darrel tidak buruk jika dipasangkan dengan Merry
“Apa yang kau fikirkan?” celetuk wanita itu untuk memutus hayalan Airyn, bahkan matanya secara gamblang menyelidik kepada Airyn
“Tidak ada” bantah Airyn seketika sambil mengelengkan kepala, dari kejauahn Darrel menghampiri mereka, dengan pakaian formal dan warna yang hampir senada dengaan gaun yang Merry gunakan, saat Darell menyapa Airyn ia tampak sopan dan sedikit malu, membuat Hansell membulatkan mata melirik mantan sekretaris pribadinya itu
“Selamat malam Nona Petrov, lama tidak berjumpa” sapa Darrel dengan sopan, membuat Airyn tersenyum manis membalas Darrel
“Selamat malam kembali Darrel, apa bekerja dengan Merry sedikit merepotkanmu?” tanya gadis itu sembari meledek ibunya
“Tidak, Nona Merry sangat baik, dan sedikit tegas dan menjunjung tinggi tepat waktu” ucap Darrel seketika sambil melirik kearah Merry yang meneguk minumanya, sedangkan Airyn terkekeh mendegar jawaban dari oria iti tentang ibunya.
“Jaga dia baik-baik ya” bisik Airyn dengan penekanan lambat, membuat Merry menyiku tangan anaknya itu, seolah ia dipermalukan dihadapan Darrel, melihat mata tajam yang sangat mengancam, Airyn mengalihkan pandangan kepada suaminya yang dengam gagah menghampiri mereka.
“Astaga, aku lupa memberitahu Hansell, jika Darrel aku tempatkan di Irlandia, apa dia akan merah?” gumam wanita itu dengan penuh keterkejutan, sehingga Hansell berdiri ditengah mereka, membuat Airyn mematung dengan mulut bungkam, tentu saja Darrel sedikit kaku menyapa mantan bosnya itu
“Kenapa kau berada disini Darrel?” tanya Hansell dengan tatapan menyelidik, ia memperhatikan Darrel amat akrab dengaan Merry dan Airyn
“Tu-tuan muda Hansell, saya..saya disini sebagai sekretaris pribadi Nona Merry” ucap dengan nada getir, membuat Airyn memejamkan mata akibat takut, tentu pernyataan Darrel mengundang sorot mata tajam yang dilayangkan pada istrinya
“Apa maksud semua ini Airyn?” tanya Hansell dengan nada dingin kepada istrinya
“Bukankah kau tahu, jika semua ini sudah terencanakan, jadi aku memberikan Airyn kepadamu dan aku memerlukan seseorang untuk membantu pekerjaanku, karna Darrel telah dicampakan dari perusahaan, tentu aku merekrutnya untuk bekerjasama, bukankah kau mendapatkan kembalian yang semtimpal Hansell, bahkan Anak ku jauh lebih bagus dari pada Darrel” ketus Merry kepada menantunya, membuat Hansell sedikit kesal atas jawaban yang diucapkan wanita itu
“Kenapa kau bersikap seperti itu” ancam Airyn saat menginjak kaki ibunya
“Airyn, kenapa kau menginjak kakiku” teriak Merry dengan mendesis kesakitan
“Nona apa kau baik-baik saja?” seketika Darrel berjongkok melihat kaki Merry yang di injak oleh Airyn, membuat mata Airyn dan Hansell saling menatap, sedangkan Merry merasa amat canggung, entah kenapa ada keanehan dari semua ini, apakah Darrel dan Merry telah mengalami gerataran yang berbeda. Membuat pasangan suami istri itu berusaha menahan tawa.
“Nona Airyn, saya menghormati anda sebagai orang nomor satu didunia, yang memiliki kekuasaan penuh, hanya saja jika anda tidak bisa bersikap baik pada ibu anda, saya tidak segan menegur sikap durhaka tersebut Nona” ucap Darrel saat berdiri dihadapan Airyn, mmebuat gadis itu tertegun atas sikap berani yang ditampilkan Darrel padanya
“Kenapa kau memarahi istriku, apa karna kita tidak bekerjasama lagi, dan kau tidak memiliki segan padaku Darrel” ucap Hansell sambil meraih pinggung Airyn
“Betul, kenapa kau menyalahkan anakku, apa aku mengizinkanmu menegurnya” timpal Merry seketika, membuat Darrel merasa tersudut, bahkan ia mencoba membenarkan keadaan, tapi sepertinya ia yang paling salah diantara mereka, memang pasangan ibu dan anak yang aneh, bahkan menantunya juga ikutan aneh. Melihat Darrel merasa kelabakan mengundang tawa antara mereka semua.
Hansell merasa Airyn telah kelelahan di Acara malam ini, ia berniat mengakiri pesta lebih awal dan membawa Airyn kepenginapan, tentu saja ia tidak boleh membiarkan wanitanya kecapekan, ditambah gadis itu mengunakan sepatu hak tinggi, sangat jelas bagaimana ia menahan tumpuan kuat di telapak kakinya, ditambah Hansell sudah menyiksa Airyn diatas ranjang, sudah pasti Airyn sangat lelah dan capek bukan?
Saat pasangan itu berjalan kepintu khusus yang disediakan untuk mereka, tanpa sengaja Hansell bersirobok dengan seseorang yang ia kenali, bahkan mereka saling bertatapan, membuat wanita itu enggan melepaskan matanya dari Hansell
“Direktur Hans, apa anda juga menghadiri pesta ini?” tanya Jungkyung kepada Hansell, namun matanya terasa amat risih melirik pria itu mengandengan pinggung Airyn, yang dikenalnya sebagai wanita penggoda
“Iya, aku menghadirinya dengan wanitaku, apa yang kau lakukan di Jeju, tidakah kau bekerja besok?” tanya Hansell dengan tidak suka, sebab ia meninggalkan perusahaan pada sekretarisnya, namun gadis ini masih sempat menghadiri pesta
“Soal itu, saya sudah mengatur seluruh jadwal anda Direktur, dan berhubung besok hari libur, saya ingin mengambil waktu libur, untuk menghadiri pesta yang diadakan oleh teman sepupu saya” ucap gadis itu dengan senyum yang dipaksakan, meskipun didalam hatinya amat mengutuk melihat kedekatan Hansell dan Airyn, menyadari ketidaksukaan Jungkyung padanya, Airyn hanya bisa diam tanpa terlibat apapun, sebab ia tidak memiliki waktu meladeni hal kecil seperti itu.
“Baiklah, kami pergi dulu” ucap Hansell, namun lengannya dicegat oleh Jungkyung dengan sikap kurang sopan, membuat dada Airyn mendidih geram, beraninya wanita itu menyentuh suaminya, sekalipun ia ingin merebut Hansell, tapi jungkyung perlu sadar jika laki-laki itu tidak tertarik padanya, lain hal jika Hansell menyukai Jungkyung, mungkin Airyn bisa diam dan mengalah.
“Nona Jung, lepaskan tangan anda” ucap Airyn dengan kalimat tegas, bahkan tatapan matanya begitu mengancam melirik Jungkyung, membuat gadis itu merasa terhina dan ingin sekali menantang
“Oh, maafkan saya Direktu. Saya tidak sengaja dan terlalu Implusif saat bertindak” ucapnya sambil membungkukan badan penuh penyesalan, meskipun dapat terbaca itu adalah kepura-puraan
“Nona Jung, saya pikir anda perlu membatasi kontak fisik dengan Hansell, selain dia Direktur diperusahaan anda bekerja, dia juga milikku. Sebaiknya anda perlu menahan diri, agar nanti tidak mempermalukan diri sendiri” ucap Airyn dengan senyuman yang ia selipkan namun tersirat sindirin yang menohok tajam, membuat Jungkyung mengepalkan tangan menatap tajam kearah Airyn, menyadari ada kedinginan yang saling bersautan, Hansell memaksa istrinya untuk pergi secepatnya, sebab jika gadis seperti Jungkyung melakukan tindakan lebih, itu tidak akan baik untuk hidupnya, bagaimanapun Airyn tetaplah Nona Petrov, sedangkan wanta itu, gadis bias yang tidak sebanding dengan Airyn.