
Lelang di lakukan di kapal pesiar yang begitu mewah tentu saja berlokasi di tengah laut, semua orang dari kalagan pengusaha mendatangi acara itu, banyak diantara mereka adalah orang yang Merry kenali, sehingga ia menjadi canggung mengandeng tangan Zates keacara malam ini, sebagai orang VVIP memiliki kesempatan mengunakan topeng mata untuk menutupi identitas, tentu saja hal ini berguna bagi para petinggi untuk menutupi identitasnya dan para elit-elit dunia yang tidak ingin dikenali, dimana mereka lebih nyaman untuk menutupi informasi tentang diri sendiri, begitupun dengan Merry dan Zates yang merupakan VVIP untuk mengunakan topeng sebagai kasta mereka.
Kedua pasangan itu tengah berbicara dengan beberapa kenalan Zates yang juga mengenali Merry, membuat mereka membicarakan beberapa hal sebelum akirnya berpisah, Merry masih belum melihat kedatangan Darrel dan pasanganya, membuat Merry berharap pria itu tidak akan menunjukan diri, sebab jika itu terjadi Merry tidak tahu harus melakukan apa.
“Zates, apa tidak apa-apa aku datang bersama mu?” tanya wanita itu ketika berbisik kearah Zates yang tengah ia gandeng, membuat pria itu tersenyum sembari mendekatkan bibirnya ke telinga Merry.
“Jika aku katakan tidak apa-apa, berarti tidak akan terjadi apa-apa” ucapnya dengan kalimat menenangkan membuat Merry diam tanpa membantah lagi, baru saja Merry dan Zates ingin melangkah mengambil beberapa minuman untuk di teguk, seorang pria dengan jas formal dan seorang wanita berwajah tajam namun begitu karismatik dan cantik mengalihkan perhatian Merry dan Zates.
“Selamat malam Tuan Zaterius” ucapnya dengan kalimat ramah, membuat jantung Merry berdegup kencang melihat Darrel di depan matanya mengandeng seorang wanita yang ia yakini adalah orang kepercayaan Airyn, namun bagaimana bisa Zates masih tenang seolah Merry merasa tertangkap basah.
Tangan Zates menahan pingul Merry yang merengsek kebagian tubuh Zates untuk menghindar, seolah pria itu memberikan isyarat Merry harus tenang disisinya, bahkan Zates tidak terpengaruh sedikitpun ketika Darrel ada dihadapan mereka, apakah Zates ingin bunuh diri.
Jika Darrel mengetahui tentang hal ini sudah di pastikan Airyn akan mengetahuinya, jika Airyn curiga tamatlah riwayat mereka, dan Merry adalah orang yang paling merugi, sudah kehilangan kepercayaan putrinya dan dibenci oleh Airyn telah membohogi wanita itu.
“Selamat malam. Apakah anda mengenal saya Tuan” balas Zates dengan nada tak kalah ramah, membuat Darrel tersenyum kearah pria itu, sedangkan Frada menyelisik memandang Merry yaitu wanita di samping Zates.
"Tentu saja saya mengenal anda Tuan. Anda adalah Tuan Zaterius yang merupakan jejeran para elit dunia yang memiliki kekayaan hanya dengan bermain saham, dan saham yang anda investasi dengan berbagai merek dunia dan perusahaan Global, hal ini menjadi suatu kehormatan jika saya tidak salah menemukan anda” ucap pria itu ketika menatap Zates, bahkan Darrel merasa bangga akan dirinya “Apakah saya boleh memperkenalkan diri Tuan, nama saya Darrel yaitu sekretaris Nona Petrov dari Grup APV” sambung Darrel ketika mengajukan tanganya untuk meminta Tuan Zaterius membalasnya.
Dengan segera Zates mengacungkan tanganya sembari menjabat tangan Darrel, pria itu masih mengawasi sikap Merry yang tidak tenang di sisinya, membuat wanita yang menjadi pasangan Darrel menatap tajam kearah Merry.
“Maaf nona, apakah anda memiliki masalah dengan istri saya?” ucap Zates ketika mengajukan pertanyaan yang begitu canggung pada Frada, membuat mata Darrel membulat saat sadar sikap Frada menyinggung orang penting yang ingin mereka temui.
“Tidak tuan, hanya saja istri anda mirip sekali dengan seseorang yang saya kenal” balasnya dengan nada bersalah, sebelum melepaskan tatapan mata dari Merry. Zates memandang kearah Merry sembari mengusap punggung Merry untuk menenangkan, bahakn pria itu meraba-raba permukaan punggung yang terbuka dengan telapak tanganya, sehingga sentuhan kulit ke kulit membuat Merry memerah seketika.
“Tuan apakah anda memiliki waktu untuk berbicara dengan saya, karna ada sesuatu yang ingin Nona Petrov sampaikan pada anda” sambung Darrel dengan permohonan penuh sopan, membuat Zates tersenyum ketika mendengar hal itu.
“Saya pikir Nona Petrov tidak datang keacara lelang malam ini. Jadi saya minta maaf tidak memiliki waktu berbicara dengan anda Tuan Darrel” ucap Zates dengan kalimat ramah, membuat Darrel terpana begitupun dengan Merry disampingnya, apakah semudah ini menghadapi Darrel yang di maksud oleh Zates.
Darrel mengangkat kaca mata yang bertenger di kedua matanya, ia menatap Zates dengan sikap dewasa sebelum akirnya berani mengeluarkan pendapatnya “Tidak apa-apa jika malam ini anda tidak memiliki waktu berbicara dengan kami Tuan, apakah anda memiliki waktu luang untuk membicarakan beberapa masalah bisnis antara Grup APV dan anda?”
“Tidak, lain kalipun saya tidak memiliki waktu” bantah Zates denga tegas sebelum dirinya berlalu meninggalkan dua orang itu.
“Permisi Tuan, anda memiliki perusahaan obat terkemuka di dunia dengan laboratorium terbesar di Amerika, anda mengembangkan berbagai vaksin dan obat di sana. Sebagai seorang pembisnis yang selalu memenangkan banyak saham tanpa ada kerugian, bagi kami anda harus mempertimbangkan hal ini. Mungkin saja dengan bekerjasama kali ini menjadi terobosan besar untuk suatu produk yang ingin kami luncurkan bersama anda, karna itulah Nona Petrov meminta kami menemui anda Tuan Zaterius” bantah Frada ketika mencela pembicaraan diantara Darrel dan Zates, membaut pria itu melirik kearah belakang sebelum menatap tajam gadis itu.
“Sepertinya anda mengetahui banyak tentang saya. Tapi katakan pada Nona Petrov tentang perjanjian awal diantara kita, menjaga privasi saya adalah langkah terbaik untuk berbisnis, dengan menerobos informasi sepenting itu saya rasa anda bukan orang sembarangan Nona, saya cukup terkesan atas penjelasan anda tentang kesuksesan yang sudah saya tuai, Terimakasih. Tapi jaga prinsip berbisnis salah satu hal yang saya perhitungkan dengan menjalin kerjasama dengan sekutu” ucapnya dengan kalimat menohok, membuat Darrel memejamkan mata melihat tingkah agresif wanita itu, bagaimana bisa ia menunjukan belang kepada target sebelum target itu berhasil di gengam, apakah Darrel telah salah membawa Frada sebagai pasanganya malam ini.
Merry dan Zates berlalu, sedangkan Darrel dan Frada di tinggalkan tanpa menuai hasil apapun, bahkan Darrel percaya akan bisa mengajak pria itu bekerjasama, tapi Frada malah mengacaukanya.
“Zates kau tidak akan mencabut saham mu dari perusahaan Airyn kan?” celetuk Merry dengan panik, sebab Zates termasuk tameng terkuat dalam menyokong Airyn, jika ia memutuskan begitu saja sudah dipastikan semuanya akan berantakan, sehingga Merry mencemaskan putrinya.
“Walaupun aku ayah Airyn, tetap saja aku seorang pembisnis, jadi prinsip tetap prinsip Merry” balas pria itu dengan kalimat tenang.
“Apa maksudmu!! Ini hanya kesalah pahaman, wanita itu hanya orang kepercayaan Airyn yang memiliki kejeniusan dalam komputer dan jaringan, mungkin ia tidak mengerti tentang hubungan kau dan Airyn, jadi sangat tidak masuk akal kau mencabut saham akibat masalah sepele seperti ini”
“Meskipun ini sepele tetap saja keputusanku tetap bulat. Lagian, kau fikir Airyn selemah apa? Ingatlah Merry jika Airyn lebih cerdik dari yang kau bayangkan jika soal berbisnis” merry terdiam memandang pria itu, perlahan langkahnya terhenti sembari mengehntikan Zates dengan paksa.
“Apakah ini maksudmu dengan menyelesaikan dengan Darrel, kau ingin menyelesaikan hubungan bisnis antara dirimu dengan Airyn, membuat alasan akan kesalahan orangnya. Apakah kau memang dari awal sudah memutus tali modal Airyn, Zates. Jika itu kau lakukan bukankah kau mengerti Airyn akan kesulitan”
“Dasar bodoh!!” zates menjentik kening Merry dengan geram, kenapa fikiran wanita itu selalu menuju kepada kecurigaan dan kesalah pahaman padanya, apakah Merry sudah menjadi bodoh sampai tidak bisa mengerti keadaan, Zates mendekatkan dirinya pada Merry, membuat kesan intim diantara mereka yang berada di pinggir kapal pesiar dengan latar malam berbintang, Zates menatap kedua mata wanita itu untuk mencoba menjelaskan maksud dan tujuanya.
“Aku memang membereskan Darrel malam ini dengan tujuan memutus hubungan bisnis diantara diriku dan Airyn, tapi hanya atas nama diriku sebagai Zaterius, sebab menjauhi Airyn tidak boleh tanggung-tanggung . Di sisi lain aku juga mendaftarkan sahamku atas nama orang kepercayaanku yaitu Sabrina, ialah yang lebih banyak memberikan modal di perusahaan Airyn bukan, dan kau beberapa kali pernah bertemu dengannya kan” Merry menganggukan kepalanya setelah mendengar penjelasan itu, membuat Zates cukup puas setelah Merry memahami hingga titik ini.
“Jika aku tetap bertahan, hal ini akan memulai kecurigaan, dengan mengakiri hubungan entah itu bisnis ataupun bantuan orang-orangku semuanya akan selesai. Seperti yang aku katakan Airyn terlalu pintar untuk masalah berbisnis, sebab hal itu seperti darah daging di tubuhnya, jadi Airyn tidak akan kesulitan. Dengan mencabut sahamku akan membuat Darrel dan wanita itu pergi dari tempat ini dengan segera, dan sekarang menunggu waktunya untuk menghadapi acara final” kilauan mata Zates yang dikirim ke Merry menjadi pertanda jika malam ini mereka harus memenangkan barang berharga yang di inginkan oleh Jilixing.
“Anak buahku sudah mengabarkan jika Jilixing telah menempatkan dirinya di posisi, dengan bersiap-siap untuk membawa barang itu pergi dari sini, dan kali ini aku ingin melihat dirimu bereaksi, memenangkan benda itu dan aku akan menjelaskan sepenting apa hal itu bagi kita”
Apa yang dimaksud oleh Zates sebenarnya, sehingga harus Merry yang berperang untuk memperebutkanya, apakah ini sebuah mutiara atau emas tapi tidak mungkin benda seperti itu yang di inginkan oleh Zates, bahkan pria itu memiliki lebih banyak dari yang seharusnya, barang apa yang berharga hingga membuat Merry diancam harus mendapatkanya dan berusaha keras memenangkan permainan ini.
Semua tamu berjejer disana, acara lelang tengah berlangsung, ruangan di kapal pesiar yang cukup mewah itu hanya menampung 100 orang penumpang yang penting untuk masuk kedalam acaranya, tentu saja semuanya hanyalah pelanggan VVIP sehingga Merry dan Zates berada di barisan paling depan, sedangkan Jilixing berada disebelah mereka yang memiliki jarak cukup jauh karna beberap orang menjadi pembatas.
“100 juta” tawar Jilixing ketika mengagkat papan tanda miliknya, membuat semua orang terpana jika pria itu ingin membeli gadis perawan dengan harga sebesar itu padahal, harga jualnya hanya mentok diangka 50 juta.
“150 juta” ucap seseroang yang tak lain ialah Zates, membuat kepala semua orang menoleh hingga tidak menyangka, ada apa dengan orang-orang ini hingga mau memperebutkan wanita seperti itu.
Merry yang masih terpana tidak bisa menghentikan keterkejutankan, apakah Zates gila membuat Merry mendapatkanya, bukankah Zates adalah orang yang lebih cocok untuk mendapatkan wanita itu mengingat gendernya sebagai seorang pria, tapi dengan harga se-tinggi itu bagaimana mungkin Merry memenangkanya jika nanti dirinya bisa di pandang sebagai wanita aneh yang menginginkan gadis perawan.
“Jangan sampai melepaskanya!!” perintah Zates ketika mengeram di telinga Merry, membuat pipi Merry memerah karna malu
seolah di paksa mendapatkan wanita perawan sedangkan dirinya seorang wanita.
“200 juta” balas Jilixing yang terbakar jenggot sebab ia harus mengeluarkan dana fantastis untuk wanita murahan itu, bagaimanapun wanita itu adalah barang berharga yang berbahaya jika di dapatkan oleh orang lain, karna mereka mengunakan topeng mata, membuat Jilixing tidak mengenali siapa lawanya itu.
“300 juta” seketika semua orang bergemuruh terpana, apalagi Merry yang masih berdiam diri sebelum mengajukan diri.
“300 juta, apakah ada lagi yang ingin menambahnya…” ucap pembawa acara yang dirinya saja tidak pernah menyangka, padahal ini barulah permulaan yang di buka dengan harga paling rendah, untuk apa orang-orang aneh itu menawar wanita yang berkisar 50 juta semahal itu.
“350 juta!!" bantah Jilixing
“500 juta” tambah zates dengan tersenyum, membuat semuanya terpana, apalagi wanita yang tengah di perebutkan dengan nilai tertinggi.
“1 milliar” sontak perkataan Merry mengundang mata penonton yang begitu aneh memandang dirinya, bahkan Jilixing yang mendengarnya tidak mampu lagi menambahkan harga, siapa yang berani menawar setinggi itu, mengingat Jilixing tidak memiliki uang sebanyak itu, dengan terpaksa ia mengalah dengan begitu kesal.
Barang penting itu bagaimana bisa pindah ketangan orang lain, meskipun yang menawar adalah seorang wanita tetap saja harga yang ia keluarkan itu cukup fantastis sehingga wanita itu juga berharga sebagai ladang informasi bukan, jika begitu posisi Jilixing sudah dipastikan akan berantakan. Dia berdiri menatap kearah Merry yang mengunakan topeng untuk menutupi matanya.
“Apakah wanita itu Merry” gumam Jilixing dengan terpana, jika begini ia tidak bsia berlama-lama di kapal ini, sebab posisinya akan sangat terncam walaupun membawa beberapa anak buah bersamanya, belum sempat di finalkan, Jilixing keluar dari sana dengan terburu-buru, membuat Zates tersenyum kecut sembari mendekatkan perangkat yang terpasang di telinganya.
“Target keluar, cepat kepung dia di segala sumber titik untuk melarikan diri, aku akan menyusul” lirih Zates dengan nada perintah, membuat Merry terpana akan sikap pria itu.
“Sayang terimakasih! Amankan wanita itu dan aku akan menemui dirimu beberapa waktu lagi. Dan jangan terlalu takut, semuanya akan baik-baik saja. Kita harus bertahan sampai akir” ucap Zates dengan nada lembut, sebab ia tidak bisa membuat Merry merasa cemas, dengan begitu ia keluar sesudah mengusap pipi wanita kesayanganya.
“Astaga memalukan” umpat Merry dengan wajah memerah ketika beranjak dari sana, sebab ia harus menemui wanita itu kan.
Anak buah Zates telah menenunggu Merry dan mengarahkan Merry untuk mengikuti dirinya, tentu saja Merry mengikuti pria itu agar menemui wanita yang tadi di belinya dari acara lelang.
Semua orang telah mengepung segala titik untuk meloloskan diri, tentu saja anak buah Zates lebih banyak dari anak buah Jilixing , mengingat saat ini Jilixing tidak memiliki kekuatan sepenuh itu akibat dirinya juga berada di titik terendah, membuat Jilixing terpojokan hingga ia berlari kearah balkon yang tadinya menjadi arah belakang di kapal pesiar itu, namun kapal kecil yang dipersiapkan untuk melarikan diri ternyata telah menghilang dan menjadi pertanda bahwa Jilixing terjebak.
Anak buah Zates mengepung dari seluruh arah berlawanan, ada yang tiba-tiba terjun dari lantai atas dan tiba-tiba menodong Jilixing dengan pistol, ada yang berlari kearahnya dengan mengunakan senjata yang sama, bahkan anak buah Jilixing yag tidak sebanding dengan Zates itu menjatuhkan senjatanya sebagai tanda menyerah.
Membuat Jilixing memejamkan mata sebab terkalahkan, seorang pria dengan jas lengkap sembari melepaskan dasi yang merapat di lehernya, menghampiri Jilixing. Tentu saja itu adalah Zaterius Laos Petrov, pria yang menjadi musuh utamanya, jika bukan karna pria itu Jilixing tidak akan di tendang dari keluarganya dan tidak akan terjebak akan Iriana, ia terpaksa bertahan dengan Iriana sebab Louis Petrov menginginkan pesayaratan itu dari Jilixing, jika ia harus menjauhkan Iriana dari Griffin, tapi siapa yang menyangka jika Jilixing malah bermain di dua sisi mata pisau, ia menajamkan kedua sisi hingga mengiris seluruh bagian, memberikan kebencian kepada James dan juga mendapatkan pertolongan dari Louis Petrov.
“Akirnya aku bisa bertemu dengan tikus licik yang selalu melarikan diri” sapa Zates kepada Jilixing, membuat pria itu terdiam dengan kaku sembari memikirkan langkah yang tidak bisa mundur lagi selain lautan lepas menanti dibawah sana, bagaimanapun ia tidak boleh berakir di tangan pria itu, sebab ini masih awal permulaan.
“Aku sama halnya denganmu. Yang harus melarikan diri dari kenyataan, aku sudah lama menunggu kau keluar dan menunjukan diri, tapi siapa yang menyangka nasib sial melandaku, kita bertemu disaat aku berada di titik terendah, jika kau memaksa untuk menghancurkanku, aku fikir itu sangaat mudah Tuan Zaterius, tapi bukankah itu tidak adil” sambung Jilixing kepada pria itu, membuat Zates terkekeh mendengar ucapan pria tidak tahu diri seperti dirinya.
“apa yang membuatmu mendendam seperti itu, aku rasa kau tahu siapa yang menghaancurkanmu Jilixing. Tentu saja Hansell yang merupakan menantuku. Kenapa kau harus meminta keadilan diantara kita, jika aku mudah menghancurkanmu detik ini juga, bukankah ini pantas atas harga penderitaan yang kau berikan pada Merry”
Kali ini Zates memandang dengan tajam, semua anak buah Zates sudah menarik pelatuk untuk diluncurkan, membuat orang yang mengangkat kedua tangan mereka menutup mata karna takut, namun berbeda dengan Jilixing yang sangat panik dengan penuh takut, bahkan ia memutar otak untuk memikirkan jalan keluar, seolah pria itu sudah final akan membabat habis dirinya.
“Kau salah zaterius!! Apa kau yakin akan mengeksekusi diriku” seketika Zates menghentikan tindakan orangnya untuk menaklukan Jilixing, Zates memberikan isyarat untuk mundur selangkah sebelum memastikan sesuatu, kilau mata Jilixing memancar penuh percaya diri, dia bersikap tenang, seraya tersenyum manis kearah Zates.
“Sial!! Cari Merry” teriak Zates dengan begitu panik, seolah tidak bisa mengelola nada suaranya yang mengelegar, beberapa diantara mereka mundur untuk mengalihkan posisi, dan beberapa masih disana untuk mengamankan Jilixing “Jika terjadi sesuatu pada Merry, aku akan membunuhmu dan anak mu. Kau ingat bukan anak kandungmu yang masih gadis itu. Akan ku habisi di depan matamu” ancam Zates dengan penuh penekanan, membuat raut wajah Jilixing mengelap, sialnya ia juga memiliki kelemahan sehingga keberadaan Lee Somi membuat Jilixing tidak bisa mengelak.
Semua anak buah Zates berangsung-angsur mundur, melihat Merry di todong dengan pisau dilehernya bahkan ada goresan disana yang mengalirkan darah segar, membuat mata Zates terpana akan apa yang ia saksikan, tubuhnya menegang penuh amarah ketika Merry di tempatkan di dalam ancaman, bagaimana bisa Zates terkecoh seperti ini, padahal sudah menempatkan Merry di tempat teraman, ketika melihat jelas pria yang menodong wanitanya ternyata seorang pengkhianat, membuat darah Zates mendidih ingin menghancurkan pria itu, namun keselamatan Merry yang pling penting.
“Apa mau mu” bentak Zates ketika memaksa anak buahnya mundur, bahkan ia meneriaki Jilixing yang tertawa di belakang.
“Berikan wanita itu padaku. Maka aku akan melepaskan wanitamu. Bagaimanapun Merry adalah teman Iriana, jadi aku tidak mungkin untuk melukainya, namun jika posisiku terdesak aku pantas melindungi diri bukan”
Ucap Jilixing dengan penuh kemenangan, membuat Zates mengilaukan mata penuh ancaman seraya mendang Merry yang terkungkung takut, bahkan wanita yang selalu meradang itu mendang Zates seperti ingin direbut dan dipeluk dari makluk mengerikan yang tidak berprasaan di belakangnya, membuat Zates luluh lantah akan tatapan Merry yang begitu pasrah dan mengharapkan dirinya.
“Keluarkan wanita itu!!” perintaah Zates seketika, bahkan wanita yang ia menangkan dengan harga fantastis itu, diberikan Cuma-Cuma kepada Jilixing, meskipun Zates bisa memenangkan apapun malam ini, namun bagi Zates yang terpenting adalah Merry. Ia mungkin bisa menang dilain waktu, namun jika Merry terluka baginya tidak ada waktu lain.
Wanita itu keluar dari dalam kapal menuju tempat menegangkan, matanya menatap kearah Jilixing yang begitu mengerikan, seolah puas mendapatkanya, tentu saja wanita itu memberontak seolah tidak ingin bersama Jilixing, sebab nasibnya akan berakir jika di dapatkan oleh Jilixing.
“Aku tidak memiliki uang untuk memenangkan wanita murahan ini, karna itulah aku membuat rencana kedua untuk mendapatkannya, sayangnya kau memiliki kelemahan disisi mu, dan sayangnya kau begitu bodoh untuk memberikan penjagaan padanya. Bukankah ini semua salahmu Zates, bukan salahku, aku hanya mencoba mencari celah utuk menyelamatkan diri dalam mencapai tujuan” ucap Jilixing dengan bangga, ia sangat sadar sekali jika Zaterius itu akan menghadiri acara ini dan mendapatkan wanita yang bisa menjadi Bom waktu baginya.
Untuk barang yang tidak mungkin ia menangkan dengan uang, Jilixing memikirkan cara lain untuk mengantisipasi segala sesuatu dan ternyata semuanya berjalan sesuai rencana yang diharapkan oleh Jilixing, ia tidak perlu mengeluarkan uang untum mendapatkan bom waktunya.
“Merry tenanglah!! Jangan takut!!" ucap Zates ketika menenangkan Merry yang masih ketakutan
"Lepaskan senjatmu darinya, jangan coba-coba menakut-nakuti wanitaku” ancam Zates kehadapan pengkhianat yang bekerja dengan dirinya, yang saat ini menyakiti Merry.
“Tenang zates, ini hanya berbentuk ancaman saja. Merry wanita kuat tentu ia bisa menangani hal ini” ucapnya Jilixing yang begitu senang “Hei!! Bawa dia kemari” perintah Jilixing ketika meminta anak buahnya untuk mengambil alih wanita itu. Namun Zates meraih wanita yang Jilixing inginkan, sebab ia tidak bisa menyerahkan begitu saja ketika Merry masih di dalam ancaman.
“Lepaskan merry!!” teriak Zates dengan amarah membara.
"Baiklah mari kita sama-sama melepaskanya, kau berikan wanita itu maka aku akan memberikan Merry" balas Jilixing ketika menenangkan Zates.
Dengan penuh ancaman yang begitu menegangkan, membuat pria itu perlahan-lahan menjauhkan tanganya dari Merry, namun batin Zates tidak terima ketika ada sedikit luka yang tergores disana, membuat Zates murka hingga berlari kearah Merry sembari menangkap tubuh wanita yang lunglai itu.
“Merry apa kau baik-baik saja? Maafkan aku” ucapnya dengan penuh takut, entah berapa kali Merry harus mengalami hal ini, membuat Zates sangat membenci dirinya sendiri, ternyata membuat Merry bekerjasama dengannya malah menempatkan Zates dalam begitu besar, hingga dirinya sendiri tidak bsia memafkan siapapun apalagi dirinya sendiri.
“Sekarang!!” teriak Zates kepada anak buahnya, hingga menarik insting waspada Jilixing yang tadinya berniat bubar dengan damai, ternyata pria itu tidak bisa dipercaya, sehingga Jilixing mengumpat kesal saat seluruh tembakan tertuju padanya, jalan satu-satunya terjun ke laut bebas adalah pilihan untuk selamat, sehingga Jilixinb menarik wanita yang ia butuhkan untuk terjun bersama denganya.
Jilixing tidak menyangka dirinya harus melakukan hal ini, beruntung ia sudah menyiapkan segalanya dan orang di bawah sana sudah menunggu kedatanganya dengan kapal kecil dan jaring perangkap diatas kapalnya.
“Tuan dia kabur” ucap anak buah Zates ketika melapor.
“Biarkan saja” seketika pria itu mengendong tubuh Merry untuk dibantu pergi dari sana, tentu Merry meronta untuk dilepaskan namun Zates tidak mempedulikan, ia semakin cemas saat Merry tidak biak-baik saja.
“Lalu bagaimana dengan orang yang melukai nyonya?” tanya pria itu, membaut mata Zates berikalu ketika berlalu tanpa menjawab, seketika saja pria itu merinding takut seolah mendapatkan jawabanya.
Sudah di pastikan Zates telah meracuninya dengan racun gas yang ditaburkaan keudara, sehingga orang yang sudah di tanamkan induk inangnya akan hancur lebur menjadi tidak tersisa, apakah pria itu sudah mengetahui jika pria itu berkhianat hingga menanamkan virus mematikan di tubuhnya, jika begitu apakah Tuan Zates sengaja membuat Nyonya Merry berada di posisi berbahaya seperti ini. Benar-benar pria yang misterius dengan seluruh sikap mengerikan yang tertanam alami di dirinya.
Zates memasuki sebuah kamar yang ada di kapal itu, ia mendudukan Merry di ranjang, sembari mengambil obat atiseptik dan beberapa kapas untuk diberikan kepada luka di leher wanitanya, Zates berlaku begitu lembut sehingga Merry yang masih gemetar mulai tenang, matanya menatap Zates dengan tidak percaya, bahkan Merry melihat dengan ketidak sukaan.
“Apa kau sengaja membuatku terluka, inikah yang kau katakan untuk aku harus memenangkanya” celetuk wanita itu dengan pengcucapan mengancam membuat Merry menatap tajam tanpa melepaskan.
“Aku minta maaf atas luka yang dia gores. Aku tidak menyangka ia akan melukaimu, membuatku sedikit tidak terima akan hal itu. Tapi kau benar-benar berhasil Merry” ucap Zates seketika, membuat Merry menjauhkan tangan pria itu darinya.
“Aku baik-baik saja, lalu apa rencanamu selanjutnya” dengus Merry dengan jengkel, seolah ia tidak butuh perhatian dati pria itu, bahkan Merry dengan bodohnya hampir percaya jika Zates memilih dirinya dari pada rencananya, ternyata pria itu menempatkan Merry kedalam bahaya sedari awal untuk memuluskan rencananya, bukankah Zates sangat keterlaluan mempermainkan perasaan wanita, untung Merry ceapt sadar dan tidak terkesan atas apa yang pria itu lakukan barusan, meskipun tidak bisa di pungkiri jika Merry benar-benar takut meskipun ia sudah tahu hal ini dari awal.
“Aku akan menjadikan wanita itu sebagai bom waktu bagi Jilixing, sekarang biarkan dia bersama wanita palsu yang sudah aku didik selama beberapa tahun inj, aku yakin Jilixing tidak akan merasa curiga akan orang yang aku berikan padanya, sebab seluruh penampilan wanita itu sudah aku permak hingga menjadi duplikat bom waktunya” Jelas Zates ketika menarik Merry sebab ia belum selesai mengobati luka wanita itu.
“Lepaskan tanganmu. Aku tidak butuh pengobatan ini, lebih baik kita bicarakan tentang rencana selanjutnya”
“Tapi mengobatimu adalah rencana selanjutnya bagiku. Jadi tetap diam dan biarkan aku melakukanya dengan benar, aku seorang Dokter, tentu saja aku tidak bisa melihat orang lain terluka apalagi dirimu” Merry terdiam, entah kenapa perkataan pria itu setiap kali benar-benar membuat Merry bungkam, bahkan Merry sudah mengatakan pada dirinya untuk tetap tenang dan tidak membawa segala interaksi mereka dalam perasaan, tapi lagi-lagi Merry melakukanya.
Zates sudah mengetahui pengkhianat yang ada dibawah perintahnya, karna itulah sebelum menaiki kapal ini, Zates menemui orang itu secara personal untuk mengajaknya minum beberapa cangkir diruang kerja, sebab Zates menempatkan pengkhianat itu di pekerjaan utama untuk melindungi Merry, saat acara minum itu berlangsung Zates memberikan beberapa induk inang virus yang di kembangkan dalam bentuk bubuk, tentu saja bubuk yang disemayamkan dalam minuman atau makanan bisa larut tanpa berbekas, bahkan bubuk itu tidak berwujud ataupun berbau, jadi untuk mengaktifkan virus mematikan itu Zates hanya perlu membuka zat pemancing berbentuk gas untuk disebar keudara, tadinya sebelum pria itu melepaskan Merry, Zates telah membuka gas itu dan dapat dipastikan telah terhirup dan masuk ke pori-pori pengkhianat yang melukai Merry, memang sedari awal ini menjadi rencananya, tapi siapa yang mengira jika sesuatu diluar dugaan terjadi, jika pria itu mengoreskan benda tajam pada wanita yang ia cintai, membuat Zates hampir kehilangan akal dan sulit mengontrol diri, sadar jika Jilixing menyiapkan rencana ini, Zates sudah jauh-jauh hari membuat duplikat orang kepercayaanya, yang di permak menjadi bom waktu Jilixing, dan wanita itu adalah pembunuh bayaran yang paling mengerikan didalam aksinya, tentu bayaran yang Zates keluaran tidak tanggung-tanggung mengingat wanita itu melakukan rencana dengan totalitas, hingga mau menganti penampilanya, dan itu membutuhkan dua tahun lebih, selama ini Zates telah mengetahui semua hal, kali ini ia keluar dan menghadapi Jilixing tentu tiidak dengan tangan kosong, Dan untuk Jiixing tinggal tunggu tangal main akan kehancuran diririnya.
Sebab bom waktu sebenarnya ada di tangan Zates, seorang wanita yang memang didapatkannya dengan harga 1 miliar. Membuat Zates mendekatkan diri pada wanita yang mengunakan kacamata dengan rambut dikucir sembari menjabat tanganya "Aku harap kau bekerjasama denganku” ucap Zates, membuat Merry terdiam atas interaksi Zates dan juga wanita berkisar 1 milliar tersebut, Merry masih belum mengetahui apa yang wanita itu miliki hingga bisa menjadi bom waktu bagi Jilixing.
Jika benar hal ini bisa mengungkap kebenaran dan menghilangkan hama kehancuran dari hidup putrinya, Merry memang mempercayai semuanya kepada Zates, dan juga Merry telah menaruh banyak harapan pada pria itu, untuk melindungi putri mereka.
“Ayo kita pulang” sambung Zates pada Merry yang masih terluka, membuat wanita itu bangkit dari sana hingga disambut oleh gengaman tangan Zates dengan posesif.