
Merry mengenggam tangan putrinya yang masih tertidur dengan infus yang menjalar ke tubuhnya, mata wanita itu menatap dengan begitu nanar seolah mengkasihani nasib Airyn akibat masa lalu terkutuk yang terjadi. Jika saja masa lalu buruk yang menyusahkan itu tidak ada, mungkin Airyn tidak akan berakir di tempat ini, ia seharunya bahagia dengan suami dan juga calon anaknya, tapi kali ini demi menyelesaikan permasalahan dengan jilixing sesuatu diluar dugaan malah terjadi, meskipun mereka sukses mengambil alih markas Jilixing, menghentikan operasi markas itu, bahkan meringkuhnya ke penjara bawah tanah, hingga ia akan di eksekusi nantinya, tetap saja Hansell menjadi korban atas kesuksesan tersebut, harga yang di bayar Hansell untuk melepaskan jabatan dan juga merampas markas Jilixing tentu dengan sahamnya, bahkan rasanya tidak ada hal baik yang di dapat dari semua ini.
Apa kami yang terlalu gegabah menyelesaikan segala hal, sampai tidak memikirkan kemungkinan terburuk yang terjadi? Astaga, apa yang akan aku katakan pada Airyn nantinya. Dan bagaimana caraku menjelaskan perihal Hansell yang berjuang atas hidupnya, bahkan aku tidak berani menghubungi Zates lantaran aku tidak siap mendengar berita buruk. Airyn, maafkan ibu sayang.
Cklek.
Suara pintu itu mengalihkan pandangan Merry, membuat lehernya berputar kearah belakang atas siapa yang datang, tatapan yang bergelimang air mata, ia usap dengan tanganya, seraya berdiri dari sana menghadap tiga orang yang ada di depan mata.
“Kalian....” seru Merry saat melirik kearah James, Iriana dan putrinya Lee Somi.
Rasanya Merry melupakan sesuatu jika James berpihak pada mereka, untuk itulah meringkuh Jilixing sangat mudah karna bantuanya, sebab Zates membuat pertukaran yang mengugah hati nurani James, bahkan Iriana sudah mengerti akan Jilixing dan apa yang ia coba racuni pada James, segala titik terang sudah di sadari pria itu, bahkan 2 hari lalu James sudah membawa ayahnya untuk pengobatan atas ginjalnya yang bermasalah, tentu saja Zates selama ini menyembunyikan Griffin bukan sekedar menyembunyikan saja, malainkan melengkapinya dengan perawatan yang memadai, sebab Zates meyakini jika terjadi sesuatu pada Griffin maka semuanya akan hancur.
Dan benar saja, putranya James sudah bisa menerima akan kenyataan dan fakta sebenarnya. Jika permasalahan Iriana dan Griffin adalah masalah masa lalu yang mengharuskan mereka untuk berpisan, tapi Iriana tidak menyangka keputusanya bersama Jilixing malah menyengsarakan putranya dalam dendam yang di ciptakan mantan suaminya, bahkan Iriana tidak menyangka sisi lain dari Jilixing dan bahkan Iriana sangat tidak percaya kenapa Jilixing melakukan hal itu pada keluarganya sendiri.
“Merry….” lirih Iriana yang berjalan kesisi sahabatnya, ia menengelamkan pelukan hangat untuk menguatkan Merry, bagaimanapun berkat Merry dan Zates, permasalahan rumah tangga antara Iriana dan juga putranya terselesaikan, bahkan rasanya ia sudah menyadari di mata titik salah semua ini, hingga saat ini Iriana berterimakasih jika Merry sudah melindungi james. “Kamu harus sabar, jangan terlalu tertekan atas masalah yang terjadi. Aku tahu ini berat, tapi aku juga tahu kamu kuat, untuk itulah. Kau akan melewati ini semua Merry, demi putri dan suamimu” seru Iriana dengan pelukan hangat yang ia coba berikan pada Merry.
“Apa yang kau katakan dengan suami, ia tidak benar-benar mencintaiku. Kami bersama hanya demi Airyn” bantah Merry ketika melepaskan diri sambil menatap kearah Iriana dengan kekehan lembutnya.
“Apa kau buta!! Bahkan orang yang baru kenal saja bisa merasakan jika Zaterius amat mencintaimu” sambung Iriana dengan penekanan tajam, membuat Merry amat enggan untuk percaya, rasanya ia tidak ingin membahas tentang dirinya dan rasanya Merry hanya ingin Airyn tidak terluka.
“Tante, ibu benar. Tante harus kuat, agar Nona Airyn kuat” timpal Lee Somi yang saat itu ada di samping kakaknya James, bahkan saat Somi bicara pria itu mengusap kepala adiknya seperti seorang kakak. Bahkan dalam 2 hari saja saudara yang berbeda ayah itu bisa menjalin kedekatan, membuat Merry menepis air matanya ketika melihat James yang berdiri di samping adik dan ibunya.
Sedangkan pria itu, sedari tadi memilih diam di posisinya, memilih menatap kearah Airyn dengan tatapan sendu. Rasanya perasaan James pada wanita itu hanya sekedar egois semata, Airyn yang ia miliki dimasa kecil tentu saja seperti sosok malaikat untuknya, membuat James begitu obsesi mendapatkan Airyn, di tambah ia memiliki tujuan untuk melindungi ayahnya dari Jilixing, tapi sekarang ayahnya sudah berada di tanganya lagi, dan James sudah mencoba berbesar hati menerima semua yang terjadi, bahkan saat pelukan ibu Iriana mendarat untuk pertama kalinya, membuat dendam itu rontok begitu saja, bahkan hatinya yang tidak pernah nyaman dan tenang, seperti damai tanpa ada kata apapun yang mampu di ucapkan. Dan semua itu berkat Merry dan juga Zaterius.
*
Dua hari sebelum insiden kecelakaan Hansell.
“Kenapa kau ke kantorku!” bentak James kepada Merry dan Zates yang kala itu memasuki kantornya dengan paksa, bahkan dua orang itu membuat keributan sehingga James mengosongkan klinik sebab dua orang itu terlalu mencolok dengan para anggota mereka.
“Aku hanya ingin bernegoisasi dengan mu” ucap Zates kehadapan pria yang merupakan anak dari Iriana dan Griffin, tentu James mengulas senyum penuh tatapan merendahkan, seolah dua orang itu seperti tidak sadar diri dengan posisi mereka.
“Jangan terlalu cepat menyimpulkan apa yang akan aku negoisasikan James. Karna ini terkait ayahmu” sambung Zates dengan mimik wajah tenang, seperti sebuah mesin yang tidak bisa terprofokasi dalam keadaan apapun, melihat cara Zates yang begitu elegan membuat Merry mendudukan diri dengan tenang di sisinya.
“Apa yang kau inginkan sebenarnya” geram pria yang kala itu mengunakan jas formal dengan kaca mata yang bertenger di matanya, bahkan James membuka kaca matanya untuk mempertontonkan bagaimana tajamnya mata itu ingin membunuh kehadapan Zates.
“Bukankah sudah aku katakan, aku hanya ingin bernegoisasasi denga mu” terusnya seraya tersenyum manis penuh ketenangan, membuat pelipis mata James berkedut sebab ia begitu jengkel dengan sikap santai pria itu, tidak kah Zates tahu jika hati dan amarah James tenfah bergejolak ingin menghancurkan dirinya, sedangkan pria itu malah memasang wajah santai seolah tidak memiliki beban dalam berhadapan dengan dirinya, memang rubah tua yang licik. “Aku ingin kau memilih antara Airyn atau ayahmu Griffin. Jika aku memberikan dua pilihan itu, mana yang akan kau selamatkan James?” sambung Zates dengan gurat serius yang hampir saja membuat James tertegun tanpa mampu bicara, rasanya ia di buat diam seribu bahasa sebab apa yang Zates katakan menyita akal sehatnya utuk mencerna.
“Jika aku bisa mendapatkan keduanya, kenapa aku harus memilih salah satunya. Aku akan mendapatkan Airyn untuk bersamaku setelah itu aku juga akan mendapatkan Griffin. Kenapa kau begitu percaya diri menanyakan hal yang tidak mungkin aku pilih Zates, bukankah sedari awal kau tahu. Jika aku sangat bertekad merebut Airyn dari suami bodohnya” sambung pria itu dengan nada angkuh, bahkan saat bicara ia begitu pongah hingga membuat Zates menarik senyum kecut di sudut bibirnya.
“Sayangnya kau bukan tandigan hansell untuk merebut wanitanya. Untuk itulah aku menawarkan sebuah negoisasi dengamu. Jika kau masih bertahan dengan tekad awalmu semuanya akan hancur James. Kau tidak akan mendapatkan Airyn, dan kau pasti kehilangan ayahmu. Sekarang aku datang dengan sebuah pilihan, dan kau harus memilih antara ayahmu atau Airyn!” tegas zates yang tak kalah angkuhnya dari James, membuat pria itu menautkan dahinya sebab ia amat kesal dengan cara bicara Zates yang begitu menyebalkan.
“Apa kau menantangku Zatesrius!” ancam pria yang kala itu mengepalkan tangan kearah Zates dan juga Merry, bahkan tatapanya saja begitu tajam hingga mampu membuat Merry merasa terancam.
“Aku tidak untuk membuat keributan denganmu. Kau memang tidak sebanding dengan Hansell, apa kau tidak menyelidiki siapa Hansell sebenarnta?” tanya Zates dengan kalimat santai, membuat James mendongakan dagu seolah meminta penjabaran pria itu. “Zates adalah pemimpin markas besar yang menaungi kerajaan bawah tanah, ia bahkan sangat berkuasa dari pada kaisar kerajaan gelap yang membuat Hansell memiliki kuasa menghancurkan markas Jilixing yang tidak seberapa. Dan saat ini, Hansell tengah melakukan negoisasi dengan pengurus inti untuk meruntuhkan markas Jilixing, dan hanya tinggal satu tahap untuk mencapai keberhasilan, yaitu membongkar siasat dan juga karakter asli Jilixing maka semuanya akan hancur”
Tentu mata James menatap panjang pada Zaterius, rasanya ia di buat tidak percaya atas apa yang di katakan pria itu, bagaimana bisa Hansell pemimpin markas besar, apakah pria itu tengah mendongeng padanya, Hansell yang ia kenal adalah pria lemah yang tidak bisa melindungi Airyn, ia selalu menjadi titik kelemahan Airyn, sehingga bagi James pria itu tidak bisa di andalkan, untuk itulah James berusaha keras untuk menyingkirkan Hansell dari Airyn, sebab ia tidak ingin Airyn berada di bawah tekanan oleh Jilixing hanya karna Hansell, James berfikir dirinya lebih pantas untuk Airyn sebab ia memiliki sisi kehidupan yang hampir sama dengan gadis yang dimasa lalu menjadi malaikat kecil untuknya.
Tapi kenyataan akan Hansell yang di katakan oleh Zaterius, membuat James tidak mampu percaya, rasanya otak James tengah berputar dengan fakta yang tidak mampu ia terima, namun perkataan pria itu seperti mengitari telinga James setiap menit per detiknya. “Apa kau bercanda Zates?” tanya pria itu ketika merendahkan pandangan pada Zaterius, membuat Merry mengeluarkan lembaran berkas dan juga lembaran foto yang sudah ia persiapkan.
“Lihatlah berkas transaksi bawah tanah Hansell, dan ini adalah foto dirinya dengan Tuan Erdano bangsawan turki yang merupakan pengurus inti yang menaugi markas kecil Jilixing” ucap Zaterius saat memamerkan bukti-bukti akan itu, bahkan dengan segera James menarik bukti tersebut, bahkan ia menarik sebuah tablet yang memiliki rekaman vidio bagaimana hormatnya Tuan Erdano pada Hansell.
Tentu saja sebagai orang yang selama ini bekerjasama dengan Jilixing, yang merupakan orang yang sudah mengendalikan ayah kandungnya sendiri, James sangat mengetahui siapa itu Erdano Nitopan, pria itu dalah bangsawan Turki yang sangat terkenal dan juga di hormati oleh Jilixing, bahkan Jilixing amat menundukan dirinya pada Erdano sebab pria itu orang terkuat yang menghapus seluruh jejak Jilixing saat bermain kotor, tapi sekarang ia malah berpihak pada Hansell bahkan sikapnya saja begitu sopan dan juga sangat menghargai, bukankan ini pertanda jika Hansell jauh berkuasa diatas Jilixing, bahkan sekelas Erdano saja sudah membuat Jilixing bertekuk lutut, sedangkan Erdano malah begitu sopan dan hormat pada Hansell Hamillton “Apa ini? apa kalian bercanda, bagaimana bisa Hansell merupakan pemimpin markas utama kerajaan bawahbtanah?” bentaknya James dengan tidak terima.
“Markas bawah tanah yang sudah terstruktur dengan sangat kuat dan kokoh itu, adalah organisasi bawah tanah yang di dirikan oleh keluarga Farhaven di masa lalu, bahkan organisasi ini bersifat turun temurun, dan tentu saja para anggota inti saja merupakan cucu dan cicit dari leluruh mereka sebelumnya, tentu saja Hansell juga sama. Ia mewarisi hak kekuasaan dari Farhaven yang merupakan pemimpin tiap generasi ke generasi, hanya saja selama beberapa tahun setelah kerusuhan di keluarga itu, tahta pemimpin di kosongkan, dan Hansell menempatkanya untuk menguasi Negara ini. Jika kau tidak percaya akan siapa Hansell sebenarnya, itu sangat wajar saja. Sebab ia sedari awal memang berniat menyembunyikan dirinya, tapi kali ini semenjak ia mengetahui akan Jilixing yang merecoki surat kontrak Airyn, pria itu akan merebut paksa tahta dan markas Jilixing, menjadikanya serpihan yang tidak berarti untuk tidak menyentuh istrinya, jika Jilixing ia hancurkan dengan tanganya, pasti Hansell akan mengurusmu seketelah itu, tapi aku sudah bernegoisasi dengan Hansell, dan ia memberikanmu kesempatan kedua” jelas Merry kehadapan James, membuat Zates yang ada di samping pria itu menghentikan Merry untuk menjelaskan kelanjutanta.
“Aku rasa kau sudah sangat baik menjelaskan tentang Hansell" seru Zates pada istrinya "Sekarang kembali pada kesepakatan diawal. Hansell sudah meluncukan senjatanya, ia akan merampas markas Jilixing, dalam hal ini Jilixing akan hancur berkeping-keping hingga tidak ada lagi yang ia miliki, dan kau sudah tidak bisa mengandalkan dirinya bukan. Jadi bagaimana jika kau harus memilih James? Mana yang akan kau pilih?" sambung Zaterius pada pria itu, membuat James menajamkan mata dengan begitu tajam kearahnya.
“Jika aku tidak ingin memilih bagaimana!”
“Itu masalahmu James, tapi kau harus sadar diri akan kebaikan hatiku. Kenapa kau selalu mengedepankan egomu sendiri, jika sedari awal kau sudah sadar diri jika Airyn tidak mencintaimu. Ayahmu berada di bawah tanganku, dan Airyn berada di pelukan suaminya, sekarang kau menginginkan keduanya, tidakah kau hanya berakir menjadi orang bodoh jika tidak menerima kebaikan hatiku dan Hansell. Bahkan saat kau masih bertahan dengan Jilixing, kau harus menerima kekalalahan seperti dirinya, kau bahkan tidak bisa mendapatkan ayahmu, apalagi Airyn. Jadi hal apa yang membuat kau begitu egois untuk mendapatkan keduanya, jangan terlalu banyak berkhayal James, dunia tidak berputar pada dirimu saja”
“Lalu apa maumu, Ha!!” bentak James ketika menarik kerah baju Zates, bahkan membuat Merry terkesiap dengan kaget saat suaminya di cengkram oleh pria itu, tentu Zates menahan Merry untuk tenang seolah ia tidak boleh terprovokasi atas emosi James.
Orang normal akan menerima tawaran dari Zaterius, bahkan ini adalah pilihan terbaik untuk ia pilih, hanya saja ini juga kekalahan yang mengorbankan harga dirinya sendiri. Ia memilih mengkhianati Merry untuk membantu Jilixing selama ini, menjadi pedang bermata dua yang tajam pada Jilixing dan tumpul pada Merry, jika ia menerima tawaran dari Zaterius maka harga diri James juga ikut ia pertaruhkan untuk berhadapan dengan Merry, karna nampaknya Merry sendiri yang mengusulkan hal ini untuk menyelamatkan dirinya pada pria itu.
Tentu tamparan yang amat keras di terima oleh James, ketika orang yang ia benci bertahun-tahun lamanya, malah menyelamatkan dirinya di detik terakir kehancuran James. Rasanya wajah James tidak mampu ia angkat untuk mendongak kearah Merry, hingga ia sangat enggan untuk memilih diantara dua orang yang ingin ia miliki.
“Jika kau ingin memilih, maka kau harus tau konsekuensi dari semua itu. Saat kau memilih Airyn, maka kau harus menghadapi Hansell, kau tahu bukan dimana posisimu, tentu bukan hal yang mudah untuk mendapatkanya. Tapi jika kau memilih ayahmu, itu adalah pilihan terbaik yang mungkin kau buat seumur hidupmu. Kadang kau harus melepaskan egomu terhadap Airyn untuk melihat nilai seorang ayah di hidupmu” sambung Zates untuk membantu pria itu mendongkrak pilihanya.
“James, ini belum terlambat untuk memperbaiki semuanya. Kau masih bisa menyelamatkan ayahmu, dan Griffin masih bisa tertolong untuk menjadi seorang ayah. Sudah saatnya kau mengakui siapa dirimu pada Griffin, sebab sebenarnya Griffin masih dendam sampai saat ini, semua itu karna ia mengetahui akan kematianmu James. Untuk itulah ia sangat membalas dendam pada keluarga Farhaven dan Airyn” timpal Merry kepada pria itu, membuat James menghela nafas dengan mata yang berkaca-kaca, rasanya perkataan Merry amat menusuk hingga ia tidak mampu mengendalikan perasaan terluka “Aku benar-benar minta maaf atas semua yang terjadi. Penyesal atau apapun yang aku ucapkan tentu tidak berarti, tapi dengan kau menerima ayahmu lagi, aku rasa ini peluang baik untuk memperbaiki kesalahan di masa lalu” sambung wanita itu dengan bibir gemetar, bahkan rasanya ia ingin menangis saking gugupnya memikirkan perihal masa lalu, dengan segera Zates mengenggam tangan Merry, mengatakan jika Merry harus tenang untuk mencoba menenangkan fikiran James.
“Kau fikirkanlah baik-baik tentang keputusan ini, aku sudah memberikanmu pilihan. Dan jika kau berkenan untuk menerima dirimu sendiri dan memaafkan ayahmu, serta menerima ibumu dan adik tirimu. Datanglah ke alamat ini” timpal Zates seraya memberikan sebuah kertas kecil yang tertera sebuah alamat disana. Tentu mata pria itu terpaku melihat kearah depan, menjangkau kertas itu untuk di baca, bagaimana kagetnya James alamat itu adalah alamat yang ia kenali.
“I-Ini…..”
“Itu alamat rumah ibumu, dan aku sudah membawa Griffin disana, ayahmu terakir kali aku dapatkan saat dirinya berhasil kabur dari kalian, saat itu penyakit jantungnya kambuh dan aku tegah mencarikan transplantasi jantung yang cocok dengannya, jadi saat ini ia masih di bawah pengaruh obat oleh tim dokter yang aku tempatkan di rumah ibumu” sambung Zaterius dengan sikap tenang, membuat mata James membulat dengan tidak percaya, bagaimana bisa itu terjadi. “Aku akan menunggu kedatanganmu sebagai bukti kau memilih ayahmu, tapi jika kau tidak datang, aku rasa jangan menyesal di masa yang akan datang James” seru Zates seraya mengenggam tangan Merry untuk keluar dari sana, tatapan pria itu tertuju pada Merry yang begitu sendu, seolah berharap lebih jika James akan datang malam ini, namun aura pekat di wajah pria itu seperti mengambarkan kemarahan yang tidak bisa ia tepiskan.
Tapi siapa yang menyangka, malam harinya James benar-benar datang, di detik terakir saat Zaterius ingin pulang, bahkan terjadi haru yang merenyuhkan seluruh hati mereka, membuat Iriana memeluk putranya dengan begitu sayang, mencium wajah James yang sedari kecil di besarkanya dengan air matanya dan memeluknya erat setelah tidak pernah bertemu lagi, sedangkan Lee Somi anak dari Jilixing sendiri turut senang atas kebahagiaan ibunya, bahkan pertama kalinya ia memeluk kakaknya itu dan juga memanggil seseorang dengan nama kakak, rasanya kebahagian mengukir kepada keluarga kecil itu, meskipun Griffin masih belum sadarkan diri, tetap saja permasalahan di keluarga itu masih belum berakir, setidaknya antara James dan keluarganya, sudah ada titik terang, dan ia juga membantu dalam acara penyerangan markas Jilixing pada malam itu, sebab bala bantuan itu adalah orang-orang James.
*
Di rumah sakit yang membentang hening itu, bahkan James yang memilih diam, mulai memberanikan dirinya untuk bersuara.
“Nyonya Merry” ucapnya dengan sedikit enggan, membuat Merry tersenyum dengan genangan air mata di kedua bola matanya.
“Bukankah sudah aku katakan, kau adalah anak ku. Panggil aku seperti dulu lagi” ucap Merry saat membuka kedua tanganya untuk memeluk James, tentu dengan segera pria itu memberikan pelukan yang sama pada Merry.
“Anda harus kuat Merry” ucap James seraya megusap punggung wanita yang sudah membesarkan dirinya, bahkan James ikut sedih atas apa yang menimpa Hansell dan juga Airyn.
Setelah Iriana dan Somi berbincang cukup lama dan menemani Airyn disana, membuat James ingin membawa adik dan ibunya kembali pulang, bahkan Merry juga berdiri dari posisi untuk membukan pintu untuk mereka, namun beberapa orang Dokter datang dan masuk ke ruangan itu, membuat mata James menajam melihat rekan-rekan yang ia kenali, bahkan saat menatap James mereka mendudukan diri dengan hormat.
“Kenapa kalian kesini?” tanya James pada para psikiater dan psikolog di depanya, membuat Merry mecela pertanyaan dari pria itu.
“Aku ingin berkonsultasi dengan mereka akan kondisi Airyn” seru Merry dengan nada rendah yang rasanya begitu sedih.
“Memangnya ada apa dengan Airyn” incar James seolah belum mendapatkan jawaban yang tepat dari mereka.
“Ini…” rasanya Merry begitu ragu untuk bicara di hadapan semua orang, bahkan ia tidak enak membicarakan keadaan mental Airyn di depan Iriana dan Somi. “Kalian pergilah, aku ingin bicara dengan James sebentar” usir Merry pada deretan Psikiater dan Psikolog yang datang, membuat Mereka menganggukan kepala seraya pergi dari sana, hingga mata Merry tertuju kepada Iriana dan Somi yang memilih diam di posisi mereka.
“Aku ingin bicara secara personal dengan James, apa tidak masalah untuk kami keluar sebentar Iriana?” sambung Merry pada temanya.
“Tentu saja, aku akan menunggu Airyn disini” ucap Iriana seolah menyetujui hal itu, tentu James dan Merry berlalu keluar ruangan, beruntung lantai kamar Airyn berada di ruang VVIP dengan penjagaan yang ketat, jadi bisa di pastikan tidak akan ada orang yang mendengar pembicaraan mereka, bahkan tidak ada yang akan lalu lalang di lorong itu.
Merry mendudukan diri di sofa empuk yang ada di ruang tunggu, tentu James juga mengikutinya “Ada apa dengan Airyn?” tanya James dengan tidak sabar lagi, membuat Merry menghela nafas dengan berat.
“Kau tahu tentang insiden di markas bawah tanah Zates yang di bom oleh seseorang?” tanya Merry saat membuka mulutnya untuk bicara, membuat James menganggukan kepala seketika. “Sebenarnya dalangnya adalah Airyn” sontak penuturan itu membuat mata James membulat dengan sempurna, bahkan ia tidak bisa mengendalikan gurat kaget di wajahnya saat penuturan Merry mengoyangkan akal sehatnya.
“Bagaimana bisa?” tanya James dengan tidak percaya, ia tentu tahu akan insiden itu, tapi ia masih belum mengetahui siapa dalangnya, bahkan Airyn juga menjadi korban atas kecelakaan itu, hingga ia di rawat di rumah sakit ini, tapi dalang atas insiden bawah tanah adalah Airyn sendri, apa maksudnya? Apakah Airyn ingin bunuh diri.
“Ia bekerjasama dengan Jilixing untuk melakukan aksi peleburkaan markas bawah tanah Zates, dan di bantu oleh anak buah Zates sendiri. Aku tahu apa yang kau fikirkan James, dan memang itulah kenyataanya, jika Airyn ingin mengakiri hidupnya sendiri, bahkan saat ia mengetahui akan fakta itu, aku sangat ingat jika Airyn mengatakan ‘Lebih baik aku mati saja, dari pada di permainkan oleh fakta yang tidak masuk akal ini.’ Dari sana aku merasa Airyn memiliki masalah mental yang membuatnya kehilangan kontrol diri, aku takut jika di biarkan, Airyn malah kembali seperti dulu lagi, berhati dingin dan mengerikan, bahkan ia tidak peduli pada siapapun termasuk dirinya sendiri”
“Aku mengerti” ucap James saat mengusap kepalanya dengan gusar, ia sudah menduga hal ini.
Sekuat apapun manusia, jika terkait masa lalu yang masih belum selesai, pasti akan berdampak pada masa sekarang, bahkan sudah banyak kasus gangguan mental seperti ini yang James temui pada kehidupan pasienya, jadi tidak heran lagi kenapa Airyn bisa seperti sekarang “Anggap saja ia juga menginginkan untuk mengakiri hidup. Tapi kau tahu sendiri kan, Airyn dan Hansell yang menyelamatkan kalian semua dari kejadian itu. Jadi aku rasa ada hal di detik terakir yang membuat Airyn berubah fikiran, apakah ada sesuatu yang mengejutkan dirinya hingga ia membatalkan itu semua?”
“Entahlah, tapi sebelum Airyn hilang kesadaran, ia mengatakan jika ingin mati saja, hanya saja setelah ia pingsan Zates merasakan ada dua anak yang bertumbuh di rahimnya, bahkan saat Airyn begitu murka dan marah dengan sikap mengerikanya itu, dalam seketika ia berubah menjadi periang atas kehamilanya. Apakah maksudmu, kehamilan Airyn bisa membuatnya berubah fikiran”
“Bisa saja, dan menurutmu. Apakah setelah Airyn mengetahui atas anak itu, ia akan tetap melakukan tindakan bunuh diri? Dalam artian, bisa saja ada orang lain yang melangar otoritas Airyn, dan orang itu adalah mereka yang terlibat dalam kasus ini. Aku tidak memungkiri bagaimana depresinya Airyn saat ini, ia harus menerima sosok ayahnya yang ia anggap sudah meninggal, menerima latar belakang kedua orang tuanya yang mengejutkan, serta menerima fakta suaminya yang tidak bisa di pungkiri, tapi aku rasa Airyn adalah wanita yang kuat. Ia masih bisa mengendalikan perasaan negatif itu untuk tetap menjadi positif, jika di katakan ia memiliki gangguan mental, aku tidak menyangkal itu semua, bahkan stres saja bisa di katakan sebagai gangguan mental, padahal setiap hari kita selalu stres bukan. Tapi maksudku mental Airyn saat ini hanya bisa kita ukur dengan sintom-sintom yang di alami, itulah yang harus di teliti. Jika saat ini Airyn belum bisa berdamai dengan Zaterius, aku rasa lambat laun saat ia menyadari kehadiran pria yang menjaga dirinya diam-diam, seorang Nona Petrov akan mulai sadar, Airyn bisa di sembuhkan dengan beberapa konsultasi saja, bahkan dengan keadaan saat ini dan dirinya yang baik-baik saja sampai tidak menganggu aktifitas, aku rasa Airyn tidak perlu melakukan pengobatan dengan Psikiater, bahkan dengan bantuan psikolog Airyn mampu memperbaiki diri”
“Jadi maksudmu, Airyn baik-baik saja?” tanya Merry sekali lagi.
“Aku yakin airyn baik-baik saja. Tapi ia butuh beberapa konsultasi dan juga beberapa ruang untuk melakukan konseling, maka semuanya akan baik. Meskipun saat ini aku tidak bisa memastikan, tapi aku akan memantau keadaanya secara diam-diam, dan aku akan teliti atas itu. Jangan terlaalu fukus akan Airyn yang mengakiri hidupnya saja Merry, fokuslan kepada siapa yang melanggar otoritas Nona Petrov” seru James, membuat Merry terdiam memandang pria itu, rasanya apa yang di katakan oleh James ada benarnya, Merry dan Zates serta Hansell terlalu terfokus atas Airyn yang merupakan dalang untuk peleburan markas bawah tanah, tapi jika di kaji lagi, tidak mungkin Airyn mau mengubur anaknya meskipun di detik terakir sebelum ia pingsan Airyn ingin bunuh diri. Hanya saja setelah mengetahui ada anaknya, Merry yakin putrinya sudah berubah fikiran, jadi pasti ada yang yang sudah melanggar otoritas dirinya, dan tidak sepenuhnya itu akibat Airyn.
“Sial!!! Siapa yang melakukan itu!!” geram Merry ketika berdecak kesal atas apa yang di katakan oleh James, bahkan ia ingin sekali mencabik-cabik orang itu yang sudah berniat membunuh mereka.