
Angel membantu Hansell untuk memasukan makanan kedalam perutnya, bagaimana pun Angel sudah menghubungi Airyn jika kakak nya sakit namun ponsel Airyn mati dan dia sudah mengirim pesan teks semoga setelah nomornya aktif kembali agar Airyn dapat membanca nya.
Karna Angel yakin, dengan sikap kakak nya yang seperti ini tidak mungkin dia memberitahu Airyn tentang kondisinya, hal itu akan membuat Hansell merasa bersalah telah membuat cemas gadis yang dicintainya.
Hampir dua hari Hansell menyembuhkan diri dirumah sakit, dia juga melakukan pekerjaan disana, ditemani Angel yang merawatnya dan Darrel membantu pekerjaan, Hansell pun semakin pulih dari sakit yang dideritanya saat ini, tentu saja fikiran nya masih merindukan Airyn, bagaimana bisa Hansell tidak mencemaskan gadis itu, dia meninggalkan Korea setelah pertengkaran mereka, membuat Hansell semakin hari semakin menyesal dan merindukan nya
“jika saat itu aku tidak meninggalkan mu, apa kita masih bisa bersama? Aku sangat menyesal” sepintas perkataan itu terlintas di benak nya membuat Hansell begitu tidak percaya dengan apa yang sudah terjadi antara dia dan Airyn
“kakak, ayo kita pulang” suara Angel membangunkan Hansell dari lamunan nya, pria itu berjalan menuju mobil yang telah disiapkan di bassement, hansell mendudukan diri di belakang sopir sambil memandang riuh nya jalanan oleh pengendara mobil.
Darrel membukakan pintu Lift untuk dua orang adik kakak itu, mereka menuju ke Apartemen Hansell dan mendudukan Hansell di sofa, bahkan Darrel menanyakan apakah ada yang dibutuhkan oleh tuan nya, namun Hansell mengucapkan terimaksih dan menyuruh angel untuk menyiapkan makanan untuk mereka sarapan, tentu saja Darrel menolak namun Angel begitu memaksa hingga dirinya tidak mampu untuk menolak tawaran dari tuan rumah.
Setelah selesai makan Darrel meminta izin untuk pulang dan meninggalkan Apartemen Hansell, setidaknya selama 2 hari dirinya begitu sibuk dan kekurangan istirahat, Darell berusaha mengistirahatkan diri di akir pekan ini.
Ke esokan hari nya, Hansell terlihat sehat dan seperti biasanya, dia berangkat kerja dengan kurang semangat, sesekali dia melirik ke arah Apartemen Airyn yang dilewatinya, namun dia mengurungkan niat melihat ruangan kosong lantaran hal itu akan membuat nya mengingat terakir kali mereka bertengkar.
Hansell bekerja seperti biasanya, dia sibuk dengan laporan dan bertemu beberapa Client diluar perusahaan, Hansell begitu sibuk hingga dirinya menutup kesibukan dengan mengadakan rapat, ditengah ketegangan rapat dan keseriusan Hansell, Marry menelfon ke nomor Perusahaan, tentu saja Darrel yang mengangkat panggilan itu, namun ketika Marry memaksa Darrel untuk mengalihkan telepon kepada Hansell, pria itu menunda karna bos nya tengah mengadakan rapat, lantaran Marry juga tidak mengatakan apa pun untuk disampaikan kepada Hansell
“apa kau ingin kehilangan pekerjaan mu” seketika itu nada suara Marry berontak sangat lantang, membuat Darrel menjauhkan telepon itu dari telinga nya
“Nona Marry saya mengerti anda memiliki kekuasaan dari pada saya, tapi Nona kita sama-sama berada diposisi yang sama, saya tidak memiliki otoritas apapun menghentikan rapat yang tengah berlangsung” jelas Darrel dengan sopan.
“kalau begitu berikan nomor ponsel Hansell, cepat” bentak Marry
Seketika Darrel berfikir jika ini tidak mendesak tidak mungkin Nona Marry sebegitu kokohnya untuk bicara dengan Hansell, Darrel tidak ingin melakukan kesalahan, dia memberikan nomor ponsel Hansell kepada Marry.
Seketika telepon itu terputus dan Marry menelpon ke telepon Hansell, melihat nomor baru yang mengetarkan Handphone nya tentu saja Hansell hanya mengkerutkan kening dan mengabaikan panggilan tersebut, namun seuntai pesan singat masuk membuat Hansell membelalakan mata, nomor itu mengirimkan pesan
“saya Merry, angkat cepat!”
Hansell mengangkat telepon itu tanpa memikirkan keadan sekitar nya, bahkan membuat kariyawan tidak percaya dengan sikap Hansell barusan, sangat tidak pernah Presdir mereka bertingkah tidak punya etika saat rapat berlangsung namun kali ini beliau mengangkat telepon tanpa permisi, dan itu bersamaan ketika seseorang tengah menjabarkan beberapa Proyek penting, tentu saja semua nya hening mendengar Hansell mengangkat telepon nya ditengah-tengah rapat berlangsung.
“Darrel siapkan mobil ku cepat” seketika panggilan itu terputus membuat Darell melakukan perintah Hansell dengan segera
Hansell yang berada di dalam Lift seperti orang yang kerasukan atas kecemasan yang melanda, bahkan kata-kata Marry terngiang-ngiang ditelinga nya, dia begitu gugup melakukan apapun, hingga dasi yang terikat rapi membuat dirinya begitu sesak
Hansell menarik dasi tersebut untuk melongarkan pernafasan nya, dia membuka kancing jas yang membalut tubuhnya, pria itu keluar dari Lift dan berlarian dengan kencang di Lobby Perusahaan, bahkan semua mata kariyawan menatapnya, dengan cepat dia menaiki Mobil yang sudah disiapkan untuk melaju dengan kecepatan yang tidak terbayangkan
Ditengah perjalanan, air mata nya seakaran tertahan, ada rasa sesak didada yang tidak mampu dia lawan, Hansell mencoba mengikuti semua perasaan kacau nya.
Dia memukul stir mobil berulang kali ketika dirinya dilanda cemas, Hansell mencoba menghubungi Angel namun adiknya berada di perpustakaan yang sangat jauh dari rumah, tentu saja dia begitu murka dengan keadaan saat ini.
Suara Marry begitu menghantui nya, membuat Hansell begitu marah dan sangat kecewa, Marry menelfon untuk membicarakan satu persoalan namun Hansell dapat menebak kemana arah bicaranya, seketika suara itu semakin jelas disaat dia semakin kencang mengendarai kecepatan mobilnya
“Hansell, Airyn tidak di Irlandia, 3 hari yang lalu dia menghubungi ku untuk mengatakan kebohongan itu kepadamu, aku mengatakan nya lewat Darrel, aku fikir kalian tengah bertengkar dan Nona Airyn akan menjauhi mu, membuat aku begitu senang saat itu” se saat mengingat kata itu, Hansell menambah laju kecepatan nya, namun suara Marry terlalu menghantui pendengaran pria tersebut
“tapi Hansell, setelah hari itu Nona Airyn tidak mengaktifkan hanphone nya, saya sudah menanyakan keberadaan nya di Tiongkok, Jepang, London, dan Amerika namun tidak ada yang menemukan nya disana, bahkan nona Airyn belum keluar dari Korea
”seketika mobil Hansell Berhenti didepan apartemen mereka, dia berlari cepat menuju Lift untuk menaiki lantai apartemen Airyn.
Diperjalanan singkat namun terasa begitu panjang membuat waktu semakin lama untuk berjalan, semua perkataan Marry dan Angel menghantuinya menjadi Satu kesatuan yang menghantam hebat batin dan dadanya
“saya yakin Nona Airyn belum keluar apartemen selama 4 hari yang lalu”
“kakak..Angel membuka apartemen Kak Airyn”
“saya yakin telah terjadi sesuatu dengan nya, pengawal tidak bisa membuka pintu itu lantaran mereka tidak mengetahui sandi apartemen Airyn”
"kakak....kak Airyn belum menganti sandi nya" Kata tersebut seperti Hantu di fikiran Hansell.