
Dengan segala hal yang terjadi di antara Mereka, membuat Airyn menjangkau lebih jauh tentang masa depan, dia telah mengerti sisi manusia dan apa yang akan terjadi nanti nya, Airyn sangat tidak siap dengan semua ini, dia tidak berani mengahadapinya, namun Pria lemah itu memancarkan keyakinan bahwa dirinya tidak akan mundur untuk melindungi Airyn, bahkan pelukan Hansell saja sudah memberikan tanda dia tidak akan membiarkan hal apapun membuat Airyn terluka.
Bagaimana caranya Airyn menolak semua ini disaat diri nya sendiri saja tidak percaya diri.
“Hansell” Airyn mengkecup bibir Hansell dengan penuh sayang, mata nya yang sembab saja membuat dirinya terlihat begitu manis, hingga Hansell tidak berdaya menyaksikan raut wajah tak berdosa dari Airyn
“Airyn, aku mencintaimu apa kau mencintaiku?”
“tentu saja, aku mencintaimu”
“mari kita menikah”
“tidak bisa” Airyn menyodorkan bibirnya untuk menempel ke bibir Hansell, bahkan membuat Hansell tidak bisa bicara karna Airyn mencerca seluruh permukaan mulutnya
“Hans” sorot mata Airyn begitu tajam namun kali ini seperti makna menginginkan, bahkan Hansell saja menghilangkan fikiran nya untuk mendebat ponolakan Airyn tentang pernikahan
“aku ingin melakukan nya” jelas Airyn sekali lagi dengan sorot mata yakin yang tidak bisa dipadamkan
“Airyn”kali ini fikiran Hansell yang penuh dengan pertanyaan, mengapa Airyn tidak bisa menikahinya sedangkan dirinya begitu ingin menyerahkan diri kepada Hansell, apa yang ada difikirkan gadis ini sebenarnya, membuat Hansell tidak bergeming menjawab keinginan Airyn
“Hans, bukankah kau mengatakan saat aku menyingkat nama mu menjadi Hans, kau akan bergairah, kenapa tidak kau tunjukan bagaimana reaksimu” goda Airyn ketika dirinya beranjak dari duduk dan mendudukan diri di paha Hansell, tentu saja Hansell merasa keberatan dengan sikap Airyn, namun tubuhnya seperti tidak bisa menolak
“Airyn, apa yang kau fikirkan?” seketika pertanyaan Hansell menghentikan tubuh wanita itu yang mulai melakukan keintiman antara mereka
“aku menginginkan pacar ku, apa aku salah memberikan mu apa yang harus nya dibutuhkan oleh pasangan” seketika Airyn membuka jas yang dikenakan Hansell, tentu saja pria itu membiarkaan nya agar Airyn tidak merasa penolakan
“tapi aku menginginkan mu menjadi istriku” balas Hansell seraya diri nya menatap wajah Airyn
“apa bedanya kita dengan suami istri, kita tetaplah pasangan Hans, kita juga saling mencintai, bukankah hal itu yang sangat penting” kali ini tangan Airyn dengan cekatan membuka dasi yang melingkari kerah baju Hansell
“Airyn” seketika Hansell meraih tangan wanita itu untuk menghentikan aktivitasnya, membat mata mereka saling menatap, yang satu mengisyaratkan kesenduan dan yang satu menatap tajam “kenapa dengan dirimu? Apa ada masalah?” tanya Hansell dengan penuh peduli kepada Airyn, karna gadis ini begitu aneh dari yang dibayangkan nya, mendengar pertanyaan dari bibir hansell, membuat Airyn tidak bergeming, dia menepiskan tangan Hansell dan berdiri dari duduknya.
“maafkan aku, mungkin aku terlalu murahan” senyum getir terpancar dari wajah Airyn, bahkan kata-kata nya begitu menyiksa bagi Hansell, pria itu tidak bermaksu untuk menolak Airyn, namun dia tidak mengerti kenapa Airyn tiba-tiba seperti ini.
“Airyn” Hansell mendekati nya satu langkah namun Airyn mundur tiga langkah, tentu saja Hansell merasa aneh dengan sikap Airyn barusan
“kenapa dengan nya? Kenapa Airyn seperti orang berbeda?” gumam Hansell
“Hansell, bagaimana aku menjelaskan nya, aku tidak bisa menikahi mu, aku tidak mampu! namun aku mencintaimu, apa yang harus aku lakukan? aku telah mendengar dari Angel bagaimana dirimu menginginkan seorang istri dan bukan pacar, namun aku tidak bisa menjadi istrimu Hans, aku tidak siap dengan status itu, aku terlalu takut dengan ikatan pernikahan ” guamam Airyn dengan tatapan tajam memandang Hansell
“apa aku melakukan kesalahan?” tanya Hansell, seketika membuat suasana hening diantara mereka terpecah, namun Airyn masih menatap Hansell tanpa menjawab apapun
“apa kalian bertengkar” tentu saja itu suara orang asing yang tiba-tiba ada diantara mereka bertiga, Angel memasuki apartemen Airyn namun dirinya mendapati suasana tegang yang memancarkan tatapan mata tajam diantara dua pasangan dihadapan nya.
“Angel” seketika Airyn berucap nama adik Hansell, dan mereka saling menatap satu sama lain, sedangkan Hansell tidak bergeming menatap siapapun selain Airyn, meskipun suara Angel memecahkan keheningan mereka namun Hansell hanya tefokus kepada wanita yang dicintainya.
“kakak, apa kau memarahi Kak Airyn?” seketika Angel membentak kakak nya, namun Hansell tidak menyauti pertanyaan Angel
“tidak Angel, kami tidak bertengkar” bantah Airyn seketika, dengan mamaksakan senyuman nya, dia mencoba menenangkan kecemasan diwajah Angel, namun sikap Airyn membuat Hansell menatap dirinya tanpa berkedip, bahkan Angel lebih cemas ketika merasakan Aura aneh dari kakaknya, Hansell yang dikenal Angel tidak pernah sekaku ini dan mengabaikan dirinya, namun kali ini kakak nya seperti orang berbeda.
“kakak, kenapa kau begitu marah, jangan menyakiti Kak Airyn, kau tidak menyakitinya kan” seketika Angel begitu cemas hingga dia berjalan mendekat kearah Hansell, namun
“keluar!!!!!” Hansell membentak adiknya didepan Airyn, bahkan Airyn tidak percaya melihat sikap Hansell, Angel yang tertegun menyaksikan kakak nya hanya mundur dengan genangan air mata yang membanjiri matanya, dia menutup pintu itu dengan terluka karna baru pertama kalinya Hansell membentak Angel
“Hansell, kenapa kau membentak Angel!” seketika Airyn meneriaki Hansell yang masih menatap kearah nya, dia tidak percaya pria yang begitu lembut seperti Hansell mampu melakukan hal sekasar itu kepada adik kandung nya
“apa masalahmu sebenarnya?” Hansell melangkah mendekat ke arah Airyn, dirinya memancarkan sorotan mata yang tak kalah tajam dari Airyn, membuat Airyn merasa takut dengan sikap Hansell
“apa yang kau lakukan?” seketika Airyn meneriaki Hansell dengan berjalan mundur untuk menjauhi pria itu “kenapa kau menjadi seperti ini!” bentak Airyn, seketika dirinya tersudut didinding yang berada di ruang tamu apartemen nya, Hansell seperti akan menerkam tubuhnya, pria itu seperti orang berbeda yang menatap Airyn dengan penuh pertanyaan
“apa masalahmu sebenarnya!!!” bentak Hansell ketika dirinya berada sejangkal dengan Airyn, tentu saja sorot mata ketakutan terpancar dari mata Airyn, dia merasa tersiksa diperlakukan seperti ini oleh Hansell, namun pertanyaan pria ini seperti bayangan yang tidak bisa dijelaskan nya
“aku tidak punya masalah apaapun, aku sudah menceritakan semuanya kepadamu, apa lagi memangnya masalah ku” jawab Airyn dengan begitu gugup, bahkan tubuhnya saja gemetar ketakutan melihat amarah Hansell yang tidak mereda menatap nya
“kenapa kau tidak mau menikah dengan ku? Sikap apa yang barusan kau tunjukan itu? Murahan? Kau sendiri mengatakan dirimu murahan bagaimana orang lain akan menghargai mu!!! Apa sebenarnya kau wanita murahan?” seketika itu tamparan mendarat dipipi Hansell, mata Airyn seketika menajam mendengar lontaran kata dari hansell, dia memang tidak mengerti sikap apa yang ditampilkan nya barusan, namun dia merasa menyedihkan saat tidak bisa menjelaskan perasaan nya tentang pernikahan yang diinginkan Hansell
“kau menampar ku, apa sebenarnya masalahmu Airyn? Apa ada hal lain yang tidak aku ketahui lagi? Seberapa banyak masalah mu? Seberapa banyak hal mengejutkan yang harus aku tahu? Aku tidak bisa berburuk sangka tentang mu, karna itu jelaskan kepadaku” bentak Hansell ketika emosinya semakin tidak mereda melihat sikap Airyn kepadanya, gadis ini begitu misterius hingga hal apapun yang diketahui Hansell selalu menjadi sesuatu yang mengejutkan.
“apa aku salah memberikan tubuhku kepada pacarku” tukas Airyn seketika, seakan dirinya menarik senyum disudut bibirnya, tentu saja pernyataan nya barusan merendahkan harga dirinya sebagai wanita
“bagaimana bisa kau berkata seperti itu?” tanya Hansell dengan suara yang meninggi, bahkan kali ini dia mengepalkan tangan dengan begitu kesal nya, jika bukan Airyn yang mengucapkan kata seperti ini, sudah pasti orang itu akan lenyap. bahkan dia tidak akan sudi ada orang lain yang merendahkan wanita yang dicintainya, namun kali ini Airyn sendiri medendahkan dirinya, tentu saja Hansell meradang karna tidak terima dengan semua yang ditudingkan.
“apa kau sebegitu ingin nya memberikan tubuhmu kepada pria yang belum menjadi suamimu?” tanya Hansell dengan begitu ingin tahu nya tentang Airyn, perlahan gadis itu melepaskan ketegangan dirinya, dia tersenyum simpul lalu menatap mata Hansell dengan lekat, dia membuka kancing baju Hansell dengan mimik wajah yang mengoda
“apa salah nya, aku mencintaimu aku tidak keberatan memberikan tubuhku asalkan kita tidak menikah, aku akan memberikan semua yang aku miliki ditubuhku untuk mu” sesaat Hansell mengehntikan tangan Airyn, dirinya meletakan tangan itu menjauh dari tubuhnya
“Airyn, aku bertanya sekali lagi, apa masalah mu? Kenapa kau seperti ini, kau mau melakukan nya dengan ku tapi kau tidak mau menjadi istriku, bukan kah kau mencintaiku, tapi kenapa kau tidak mau menikah dengan ku?” sekali lagi Hansell menengkan dirinya dan bertanya kepada Airyn, dia mencoba meredakan emosinya dan memberikan Airyn ruang untuk menjelaskan, namun gadis dihadapan nya tidak mau menjelaskan apa-apa dan malah menyambar bibir Hansell
“sudah ku katakan, aku menginginkan mu, apakah aku berbuat dosa menginginkan pacar ku” jelas nya sambil mengkecup kembali tubuh Hanell, seketika pria itu meraih pundak Airyn dan menjauhkan tubuh nya dari Hansell
“aku tidak mengerti dengan sikap mu, aku tidak tau apa alasan mu menolak menikah dengan ku, tapi Airyn aku tidak akan pernah merengut apa-apa dari mu sebelum kita menikah, dan aku tidak suka dengan sikapmu ini” seketika Hansell membalikan badan dan melangkah kearah pintu
“berhenti!!!” Airyn membentak Hansell hingga langkah pria itu terhenti, namun dia tidak bergeming untuk menoleh “jika kau keluar dari sini, jangan harap kita akan kembali seperti semula, jangan harap kau bisa menyentuhku” seketika senyum sungging Hansell menyeringai mendegarkan suara teriakan Airyn, dia tidak mengerti hal apa yang memberatkan wanita itu tentang pernikahan, namun Airyn sangat egois, Hansell tidak menyalahkan jika Airyn egois kepada dirinya, namun hansell tidak membiarkan Airyn egois kepada dirinya sendiri, dia tidak akan dibiarkan orang lain merendahkan Airyn, dan sekarang Airyn merendahkan dirinya sendiri bagaimana Hansell mampu menerima ini, dia yakin ini bukan lah sikap Airyn, ada hal lain yang mendorong nya melakukan ini, namun sekarang Hansell tidak bisa membuat keputusan gegabah untuk meninggalkan atau membenci sebelum dia tahu hal apa yang membuat Airyn menolak dirinya.
“apa kau yakin?” seketika itu Hansell membalikan badan dan menatap Airyn dari kejauhan “kenapa kau seperti ini?” tanya nya sekali lagi menatap Airyn dari jarak pandang mereka
“kenapa aku seperti ini? Aku juga tidak tahu!! Aku tidak Siap menikah apakah itu salah, namun demi dirimu yang menginginkan seorang istri aku ingin melengkapi nya Hansell, karna itulah aku merendahkan diriku untuk kau tiduri, namun sekarang bagaimana aku mengungkapkan hal ini, kau akan mengatakan aku gila dan cara berfikir ku yang salah” gumam nya menatap Hansell, tentu saja Airyn tidak membalas pertanyaan itu, dia hanya manatap Hansell ketika pria itu melihat kearahnya
“aku sudah mengerti, kau tidak mau menikah dengan ku!” hanya keluar dari apartemen itu dengan begitu kecewa sedangkan Airyn terkulai lemah dilantai, tubuhnya seakan terjatuh akan harga diri yang sudah diruntuhkan, dengan kesalahan kecil seperti ini membuat mereka salah paham begitu besar
“apa begini caramu bertahan dengan ku Hansell? Bahkan dengan salah paham sekecil ini saja kau meninggalkan ku, bagaimana cara kau melindungi ku nanti?” gadis itu terisak tak berdaya, seluruh bagian tubuhnya terluka, bahkan sikap Hansell yang dingin meruntuhkan semua pertahan dirinya yang kuat, melihat tubuh tinggi dan tegap itu menjauh meninggalkan nya membuat Airyn merasa kehilangan atas Hansell, dia tidak menyangka Hansell akan semarah ini atas sikap nya
“apa aku sehina itu, hingga kau menatap ku seperti tadi? Hansell apa yang harus aku jelaskan, aku sendiri saja tidak mampu menjabarkan ketakutan yang membelengu diriku” Airyn tersedu-sedu didalam apartemen yang kosong tanpa siapa-siapa, dia tidak berdaya bangkit dari keterpurukan nya hingga Airyn menutup mata dan menghilang dialam bawah sadarnya.
Sedangkan Hansell, dia memasuki apartemen nya dengan begitu kesal, dirinya sangat frustasi dengan sikap Airyn, dia megerti ada hal lain yang disembunyikan wanita itu, namun mengapa Airyn tidak menjelaskan apapun kepada nya, apakah Airyn tidak percaya kepadanya, hingga tidak mau menikahi nya? Apa karena dirinya lemah hingga Airyn menolak? Hansell merasakan kecewa atas gadis yang dicintainya, bagaimana bisa gadis itu memberikan tubuhnya atas dasar cinta mereka, Hansell saja begitu menghargai Airyn hingga dia tidak berani menyentuh bagian apapun kecuali bagian wajah dan leher gadis itu, bahkan dirinya sebegitu menahan hasrat agar tidak merusak wanita yang dicintainya, dengan ikatan pernikahan nya Hansell bisa menyentuh Airyn dengan begitu bangga, dia memberikan derajat setinggi mungkin kepada wanita nya, namun Airyn sendiri menginginkan derajat terendah. Bagaimaa Hansell tidak kecewa, mungkin benar dirinya sedikit munafik tapi untuk menjadi seorang pria dia tidak akan melangar prinsip nya.