
Ke esokan harinya, Airyn dan Merry pulang kerumah, mereka bertingkah seperti biasa, bukan layaknya ibu dan anak, melainkan seorang rekan dan teman, dimana mereka berkalu seperti tidak terjadi apapun untuk menghilangkan canggung, Merry masuk kekamarnya begitupun dengan Airyn.
Baru saja Merry mendudukan diri ditepi ranjang, air matanya mengalir tanpa mereda, seolah bahagia mengalir dari sana hingga terlepas sudah semua gundah yang selama bertahun-tahun menyakitinya. Bagaimana tidak kebahagian seperti mendera, seolah Merry sangat bahagia, akirnya putrinya tidak berubah sedikitpun, Merry percaya jika Airyn tidak membencinya atau kecewa lagi, meskipun saat ini gadis itu tengah berlagak berkuasa itu adalah bentuk adaptasi yang tengah ia coba.
Seketika Merry beralih kearah depan, melihat rak kaset yang berjejer tidak teratur, padahal ?Merry ingat jika dirinya sangat rapi menyusun kaset itu setelah ditontonya “Apa ada yang melihat ini? Siapa? Apa Airyn?” tanya Merry dengan penuh cemas, membuat jantungnya berdetak cepat seolah ia sangat takut akan hipotesis barusan.
“Merry, buatkan aku susu hangat” pinta Airyn ketika membuka pintu kamar itu, tentu Merry sangat terkesiap, seolah ini sesuatu yang langka untuk melihat putrinya membuka pintu kamar, sebab selama ini Airyn tidak pernah memasuki kamarnya, setelah mengatakan keinginan itu, Airyn menutup pintunya kembali, seolah ia tidak peduli dengan wajah kaget yang ditapilkan Merry
“Astaga, foto-foto ini. Apakah benar Airyn telah masuk kesini. Tapi kenapa dia malah biasa saja” gerutu Merry dengan frustasi, sebab ia sangat menjaga harga diri selama ini, namun Airyn mengetahui seluruh cinta merry pada dirinya ada dikamar tersebut.
Layaknya pasangan kekasih yang baru jatuh cinta, begitulah canggung Merry ketika Airyn mengetahui kebenaran ini, bagaimana caranya dia bertatap muka dengan gadis itu, disaat rahasinya telah diketahui anaknya.
****
“Kakak, kenapa kau tergesa-gesa sekali, habiskan dulu makanan mu” pinta Angel, saat melihat Hansell mengunakan jam tanganya dengan begitu ricuh
“Kakak sudah telah, makanlah yang banyak” tuturnya membalas tawaran Angel
“Banyak alasan, baiasanya jika Kak Airyn yang membuatkan makanan, kakak selalu ada waktu menikmatinya” celetuk Angel tanpa sadar, membuat Hansell terdiam diposisi, begitupun dengan Angel, yang sdketika enutup mulut dengan sesal.
Perlahan pria itu mendekat kearah Angel yang duduk dimeja makan, ia meraih susu panas yang sudah disiapkan untuknya, keadaan hening terbentang saat pria itu menenguknya sampai tandas “Aku pergi dulu, kabari jika ingin pergi” seketika saja Hansell keluar apartemen dengan jantung berdebar, bahkan namanya saja membuat pria itu gugup, apalagi jika Hansell dipertemukan dengan Airyn.
Hubungan mereka yang telah usai, menyadarkan Hansell dari perasaan cintanya. Ia berharap Airyn menemukan kebahagian, jika saja hubungan ini memiliki kesempatan lagi, Hansell sangat berharap ia berjodoh dengan Airyn, meskipun kemungkinan itu sangat kecil, namun apasalahnya jika berharap.
Sudah hampir satu bulan, keadaan hening seperti biasa, tidak ada keributan sama sekali akibat semua masa lalu yang sudah diketahui, meskipun masih menjadi misteri tentang orang yang berada dibaik surat kontrak itu, tapi kali ini tidak pernah menganggu lagi.
“Merry, apa kau tidak ingin menjelaskan sesuatu padaku?” tanya Airyn saat menghirup udara malam dibukit yang ada di villanya, ia dan Merry tengah melakukan perjalanan bisnis keluar kota, berhubung itu sangat dekat dengan Villa Airyn, mereka berdua menginap disana, Merry yang kala itu memandang keseluruh kota menghela nafas panjang, seolah ia benar-benar siap menghadapi pertanyaan ini dari Anaknya
“Apa yang ingin kau ketahui?” tanya Merry dengan akrab, sebab hubungan keduanya telah berangsur membaik
“Bagaimana bisa aku adalah anak kandungmu, dan kenapa kau membohongiku? Apa kau berselingkuh dengan ayahku? lalu bagaimana dengan ibuku? ” tanya Airyn dengan penuh keseriusan, membuat Merry sedikit terkekeh atas pertanyaan itu
“Tentu saja kami tidak berselingkuh, bagaimana mungkin Tuan Petrov mengkhianati Nyonya Charllot, itu tidak mungkin. Semuanya berawal dari cinta pertamaku pada Tuan Petrov, aku sangat sadar ada disisinya disaat dia mencintai wanita lain, meskipun begitu aku tidak bisa menepis rasa itu, waktu itu aku memiliki sahabat bernama Iriana, dia terpaksa menikah dengan putra ketiga dari keluarga farhaven, tentu saja pernikah itu tidak berjalan dengan baik, sebab Iriana berasal dari keluarga sederhana yang tidak terkenal. Mereka adalah keluarga yang berjaya pada masanya, dimana mereka akan menikahi putra dan cucunya dengan orang kaya yang sebanding dengan mereka. Aku sangat membenci keluarga itu, walau begitu semua orang terdekatku selalu berurusan dengannya. Ayahmu sangat mencintai Nyonya Charllot sebagai cucu dari ahli waris pertama, Tuan Damon Farhaver, namun untuk mendapatkan restu Tuan Petrov membagun usaha dari titik nol hingga sampai kepuncak kejayaan Petrov pada masa itu, setelah semuanya berjalan lancar, temanku yang bernama Iriana ternyata membuat putra ketiga dari keluarga Farhavel terpikat, namun tidak mendapatkan restu, hingga ia dicoret dari keluarga.” Tutur Merry sambil menatap Airyn, perlahan ia mendudukan diri di kursi gantung diikuti oleh anaknya yang berada disamping, Merry melihat pemandangan malam dengan kedua matanya sambil mengingat kemabli masa itu
"Meskipun putra ketigas dicoret dari keluarga, ia tidak mempermasalahkan itu semua, karna ia bisa hidup dengan wanita yang ia cintai, Iriana" timpal Merry sekali lagi
“Berarti ayah menikahi cucu pertama dari keluraga farhaven, yaitu anak kembar Damon. Dan anak ketiga dari keluarga itu menikahi Iriana, berarti Iriana itu istrinya Griffin?” tanya Airyn kehadapan Merry, seolah nama iriana adalah kata kunci yang ia cari selama ini, melihat anaknya dengan sejuta kaget membuat merry menganggukan kepala.
sontak hal itu membuat dirinya tidak menyangka, hingga sulit sekali bagi Airyn menghilangkan wajah kaget itu setelah mendengar penjelasan ibunya, sebab istri griffinlah yang menjadi misteri dan sekarang ia mendapatkan fakta jika istrinya bernama Iriana.
“Lalu bagaimana dengan Nyonya Iriana sekarang, dan apakah putranya yang kau sembunyikan itu benar adanya?” tanya Airyn dengan tatapan menyelidik, ia amat lekat mengawadi Merry hingga tidak mampu memgecoh dirinya, merry menolehkan sedikit wajah pada putrinya hingga tatapan Airyn tidak mampu dilepaskan kepada dirinya, sedangkan wanita itu melihat jauh kearah depan, sebab ia harus menceritakan semua ini, dan Merry merasa mungkin ini saat yang tepat untuk mengungkapkanya
“Sebenarnya, keadaan berjalan dengan lancar, awalnya aku sangat menolak pernikahan Iriana dan Griffin, namun pada akirnya mereka berdua saling mencintai, aku terpaksa berbesarkab hati untuk merestui. Namun suatu tragedi malam itu menghancurkan seluruh kehidupan, Iriana diperkosa oleh pria mabuk yang berasal dari Korea, dia alah tamu pada malam itu, malam dimana menjadi ulang tahunmu yang pertama, tamu itu adalah yang kenalan Nyonya Charllot dan Charmilla. Kejadian itu membuat Iriana mengandung anak yang diluar keinginanya, hingga kabar yang susah payah aku dan Tuan Petrov sembunyikan dapat diakses oleh Griffin, ia sangat murka, hingga membabi buta apapun, Keluarga Petrov dan Keluarga Hamillton menjadi kambing hitam akan kejadian yang menimpa istrinya, tak hanya itu saja, anak laki-lakinya yang masih kecil juga menjadi sasaran emosi dan pelampiasaan, begitupun dengaan Iriana, ia orang pertama yang paling menderita dan dituntut mengugurkan, entaah kenapa anak yang dikandung Iriana sangat kuat dalam bertahan. Griffin yang telah dihapus dari keluarga Farhaven, meminta namanya dikembalikan dan diakui dikeluarga itu, sebab ia butuh kekuasaan untuk membalas dendam pada pria yang tanpa sengaja memperkosa istrinya, namun keluarga Farhaven menolaknya, hingga kemurkaan terjadi, dengan gilanya, Griffin membunuh kedua saudaranya dan ayah kandungnya, ia membunuh Archulles Farhaven sebagai ahli waris yang mengantikan Tuan Damon, karna Damon sebagai anak pertama telah menghianati keluarga, dengan membantu Tuan Petrov sampai dipuncak kejayaan, tidak sampai disana saja, ia juga mengincar Charllot dan Charmilla, akibat dendam yang mengelora. Namun usahanya gagal karna Tuan Petrov dan Tuan Hamillton bekerjasama melindungi istri mereka” ujar Merry dengan begitu miris, seolah luka masa lalu dan tragedi itu melukai dirinya
“Siapa pria itu? yang telah memperkosa Iriana?” tanya Airyn, sebab hanya itulah titik yang belum jelas tegaknya, Merry menarik nafas panjang, seolah ia harus mengumpulkan keberanian untuk membayar hutang kepada putrinya
“Tuan Ji? Saham yang telah aku akuisisi di Korea itu? bagaimana mungkin?” tanya Airyn dengan tidak percaya
“Begitulah faktanya, semuanya memang tampak aneh, tapi semua ini fakta sebenarnya, saat itu Griffin tidak bisa melawan Tuan Ji, karna ia tidak memiliki kekuasaan lagi, setelah membunuh keluarga Farhaven secara brutal, ia melarikan diri, semua kejadian itu ditutup rapi dengan Tuan Petrov dan hamillton, karna perjanjian yang mereka sepakati, jika Griffin tidak akan membunuh Charllot dan Charmilla, asalan menutup rapat semua itu, adalah melindungi semua keluaga, sebab Petrov dan Hamillton telah menjadi bagian dari Farhaven, tidak mungkin semua pemberitaan itu disebarkan kemedia, sudah pasti menghancurkan dua perusahaan sekaligus. Untuk menutup semua kejadian itu, Petrov dan Hamillton terpaksa berseberangan, tanpa harus menyentuh satu sama lain, mereka selalu bergaandengan, meskipun menutup semua fakta ini, seiring dua keluarga ini dipisahkan, Charllot dan Charmilla tidak ingin kalian berdua terjebak dengan masa lalu yang dipastikan tidak akan usai dengan dendam. Karna itulah kalian tumbuh tanpa tahu apapun, meskipun kalian berdua bersaudara” tutur Merry dengan nada rendah
“Tapi, aku dan Hansell bukanlah saudara, karna aku adalah darah dagingmu bukan anak kandung ibukukan” timpal Airyn dengan gugup, membuat Merry tertegun akan pernyataan itu, begitupun sebaliknya. Mereka berdua sama sama terdiam akibat canggung yang dirasa “Hmm…” Airyn berdehem untuk merileksan diri “Bagaimana bisa itu terjadi? Setelah aku mendengar semua cerita itu, ibuku sangat sadar jika aku adalah anakmu, bahkan aku melihat rekaman vidio bagaimana kau dan ibu sangat dekat ketika mengandung ku”
“Apa kau sudah menontonnya? begitulah. Ayahmu sangat mencintai Nyonya Charllot, bahkan teramat cinta, hanya saja Nyonya Charllot tidak sempurna hingga dia tidak bisa memberikan keturunan kepada ayahmu, meskipun beliau tidak keberatan atas kekurangan itu, tapi keluarga kakekmu sangat menentang, mereka harus memiliki keturunan yang sah untuk meneruskan kekayaan Petrov, jika tidak hubungan keduanya sangat terancam, meskipun yang tidak sempurna adalah Nyonya Charllot sendiri, namun begitulah picik keluarga itu, mereka mencari aalsan untuk memisahkan keduanya, dan dengan sadar mereka memanfaatkan cinta Tuan Loius kepada cucu dari keluarga tersebut. Dimasa itu program bayi tabung tidak ada, jalan satu-satunya adalah meminjam rahim orang lain, untuk melahirkan keturunan tuan Petrov. Entah keputusan dari mana, aku dijadikan jalan satu-satunya untuk melahirkan keturuanan” jelas Merry saat melirik kearah putrinya yang sedari tadi tidak melepaskan tatapan itu
“Dan kau menerimanyakan! kenapa kau bodoh sekali” saut Airyn menatap kesal kepada Merry, namun wanita itu membalas dengan senyum hangat kepada putrinya
“Memang, aku sangat bodoh mencintai ayahmu, tapi itu adalah pilihanku, saat aku mengandungmu, ditambah melahirkanmu, aku merasakan cinta dari Tuan oetrov meskipun cinta itu adalah ilusi yang aku buat sendiri, namun aku tidak masalah, karna aku mencintai dirinya hingga ia memberikanmu dirahimku, bagiku semua ini sangat berbalas. walaupun tidak bisa aku lungkiri jika sebenarnya aku merasakan rasa sakit ketika kau diambil Nyonya Charllot dimalam hari untuk tidur bersama mereka, rasanya aku tidak rela, tapi semua itu sudah terlambat untuk disesali, karna apapun yang terjadi pada masa itu, kembali kepilihan pertama jika itu adalah pilihanku” tubuh Merry bergetar mengigat masa itu, ibu mana yang tegas memberikan anaknya, meskipun awanya ia tidak berfikir akan sejauh itu, tapi kebodohan itu selalu mengantarkan Merry pada kebohongan, termasuk membohongi dirinya sendiri, Airyn memalingkan wajah menepis air matanya, meskipun ia tidak tahu apa yang dirasakan Merry, tapi Airyn dapat memahami dan juga mengerti tidak mudah bagi seseorang untuk menjadi Merry
“Kalu, bagaimana lagi?” imbuh Airyn munutup kesedihan yang menyelimuti mereka berdua
“Saat itu aku baru menyesal, tentu aku selalu menangis, bahkan aku selalu menyalahkan diriku, aku ingin memintamu tapi aku terjebak dengan janji kepada Tuan Petrov dan Nona Charllot, setelah kau tumbuh dewasa, saat itu Nona Charllot mengetahui semuanya, jika aku menyimpan perasaan pada suaminya” seru Merry
“Benarkah, lalu bagaimana? Apa ibu mencampakanmu? Aku rasa tidak mungkin dia seperti itu?” celetuk Airyn seketika, membuaat Merry mengelengka kepala
“Dulu aku sempat berfikir seperti itu, tapi ternyata dia tidak mencampkanku, dia meminta maaf dan malah bersujud untuk memberikan dia kata maaf, hingga Nyonya Charllot ingin mengunggkapkan semua itu padamu, tapi aku melarang, karna aku sadar, pada masa itu kau sangat menyayangi ibumu, dan Nyonya Charllot adalah ibu yang baik, hingga pada akirnya aku tidak mempermasalahkan semuanya. Setelah semua itu aku sangat lega, semua seperti semula kecuali Tuan Petrov yang terasa asing padaku, seakan ia sangat membenciku, entah kenapa aku selalu bodoh, aku masih saja mencintainya” timpal Merry dengan senyum yang dipaksakan, membuat hati Airyn berdenyut nyeri, sebab ia sangat mengerti bagaimana sikap ayahnya pada Merry, dingin dan tidak ramah.
Jika saja masa itu Airyn mengetahui tentang semua itu, ia mungkin akan memeluk ibunya, namun semuanya sudah terlambat, Merry telah menjadi malaikat dimata Airyn, sebab ia rela memberikan hidupnya untuk orang yang ia cintai. bagaimana tidak Merry rela memberikan hidupnya untuk tetap disisi Tuan Petrov meskipun tidak pernah dianggao keberadaanya, padahal dg rela Merry memberikan rahimnya untuk mempertahankan hubungan mereka. namun tetap saja semua itu tidak mengubah cinta dari Loius Petrov sekalipun istrinya telah meninggal bertahun-tahun lamanya. Memang benar hati bukanlah kuasa kita.
“Kenapa ibuku meninggal? Tidak ada hubunganya denganmu kan?” celetuk Airyn dengan penuh perhitungan, membuat Merry terdiam, bahkan ia menyatukan kedua tanganya hingga terlihat betapa gugup wanita itu.
“Beliau meninggal, setelah kematian tuan Damon dan saudari kembarnya Charmilla, Tuan Damon dibunuh oleh Griffin, dan 6 bulan setelah kejadian itu saudari kembarnya Charmilla meninggal dunia, akibat kecelakaan yang menimpanya, Nyonya Charllot sangat terpukul, ia benar-benar menyerah akan hidup, setalah diselidiki itu memanglah kecelakaan tanpa ada sisasat, mungkin tuhan berkehendak lain. Namun sampai detik ini Tuan Petrov dan Tuan Hamillton meyakini jika itu semua perbuatan Griffin, kejadian itulah yang menyebabkan Griffin bersembunyi, ia menunjukan diri kepermukaan setelah kematian ayahmu dan Hansell, ditambah bangkrutnya Tuan Ji” jelas Merry
“Astaga kenapa semuanya jadi rumit sekali, lalu bagaimana dengan Nyonya Iriana? Apa dia masih hidup?” tanya Airyn kepada Merry, sebab bisa jadi wanita itu yang dapat mengungkap semua misteri
“Masih, hanya saja setalah semua itu, aku tidak pernah bertemu dengannya” balas Merry, membuat Airyn terdiam sejenak, sebab ia harus mencerna dengan jelas semua sudut permasalahan, hingga titik paham mengantarkan Airyn pada kesimpulan, jika orang yang berada dibalik surat kontrak itu, mungkin saja orang terdekat yang tidak disadari oleh Airyn selama ini
“Jika kau mengetahui semuanya, apa kau mengetahui siapa orang yang mengancamku, maksudku orang yang berada dibalik surat kontrak?” tanya Airyn dengan tatapan menyelidik, membuat Merry mengelengkan kepada dengan cepat, melihat respon itu ada rasa lega dihatinya, sebab selama ini Airyn selalu mencurigai Merry sebagai dalang besar dari seluruh masalah yang timbul “Jujur padaku, apa kau melakukan kesalahan dimasa lalu? Apa kau pernah membunuh atau melakukan siasat? Jika pun ada, lebih baik kau jujur padaku Merry, agar nantinya aku tidak kecewa” tutur Airyn dengan kalimat menuduh, membuat jantung Merry berdegup meskipun berhasil dihentikan
“Tidak, aku tidak pernah melakukan semua itu” sangkal Merry dengan penuh keyakinan, membuat Airyn terdiam tanpa ada perlawanan, ia bersyukur Merry memberikan kepastian, setidaknya dengan begini Airyn menjadi lebih tenang
“Terakir, anak laki-laki Nyonya Iriana dimana dia? Kau yang menyembunyikannya bukan” mendengar apa yang baru saja dilontarkan putrinya, Merry mengangkat wajah dengan cemas, ia seperti enggan untuk mengucapkan kalimat ini, tapi tatapan mengancam yang diberikan Airyn, menyatiki hatinya
“Airyn…” lirih Merry dengan nada rendah, berharap putrinya mengerti dan mendengarkan ini baik-baik " ada hal yang tidak bisa aku ceritakan, dan tentang anak laki-laki itu, aku benar-benar minta maaf, sebab tidak akan bisa menceritakanya padamu. Tapi, percayalah. Aku tidak akan mengecewakanmu” tutur Merry dengan nada lambat, seolah ada ketenangan didalam suaranya, membuat Airyn sedikit kecewa namun mampu ditahan
“Beri aku alasan, kenapa kau tidak bisa berbagi hal itu padaku. Kau pasti sangat pahamkan, jika aku tidak bisa mempercayaimu dengan mudah” balas Airyn dengan dikap frontalnya, membuat Merry mengerti degan cepat, sebab ia sangat paham akan putrinya itu
“Meskipun banyak yang sudah tiada, tapi orang-orang yang masih hidup hari ini masih mengobarkan dendam yang sama, dendam yang sulit padam dan akan hancur disaat bersamaan. Saat ini anak itu tengah melindungi ibunya, dari ancaman Griffin yaitu ayah kandungnya. Jika aku memberitahumu tentang anak itu. sangat tidak aman untuk keberadaanya, dan juga Iriana” tutur Merry, membuat Airyn menatap panjang, seolah kurang puas akan jawaban dari ibu kandungnya.
“Percayalaah….suatu saat semuanya akan terbongkar dan kau akan mengetahui kebenaran itu” sekali lagi Merry meyakinkan putrinya, hingga sorot mata itu tidak ingin lepas untuk meyakini Airyn, bagaimanapun gadis itu dengan pantas menagih jawaban atas semua keadaan aneh yang harus dimengertinya, membuat Merry merasa begitu bahagia dan lega, semua beban yang disandang dipundaknya, menghilang hingga membebaskan dirinya secara paripurna.