Girlfriend Another Level

Girlfriend Another Level
Saat hati menolak percaya




“Tuan Ji” teriakan Hansell mengema di kamar mandi, dia tidak menyangka dengaan semua pemandangan yang dilihat nya


“apa yang anda lakukan, apa anda sudah gila” Hansell menjauhkan Somi dari ayah tiri nya, dia mengangkat Somi keluar dan menyuruh Darrel yang berada di ruang tamu membawa Somi kerumah sakit, sedangkan Tuan Ji hanya mematung melihat Hansell menyaksikan semua nya, dia terkulai lemah seakan tak berdaya lagi menerima kenyataan yang mendera hidup nya.


“aku tidak habis pikir dengan anda, bagaimana bisa anda melakukan hal seperti itu kepada putri anda sendiri, apa anda seorang manusia, bahkan anda tidak pantas disebut seorang ayah” bentak Hansell dengan emosi tak kepalang, meskipun selama ini dia tidak pernah menyukai Somi, namun jika hal seperti ini terjadi kepada siapapun dia tidak bisa membiarkan nya begitu saja.


“apa padulimu, aku akan terus menyiksa nya, bahkan sampai di tidak bisa bernafas lagi” balas Tuan Ji


“apa anda kehilangan akal, kenapa melakukan itu kenapa anak mu sendiri, aku tidak percaya jika hanya karena kebangkrutan anda bisa sekejam ini tuan ji, apa sebenarnya masalah anda” bentak Hansell yang mengepalkan tinju kemurkaan, bahkan urat nadinya saja menegang saat membentak pria berumur itu


“kau tau! dia bukan anak kandung ku. apa kau tau dia yang membunuh kedua anak kandung ku” seketika itu Tuan Ji ambruk dan tersandar didalam kamar mandi, mata Hansell bergetar tak percaya mendengar perkataan barusan


“apa maksud mu, tidak mungkin” belum sempat Hansell menyelesaikan perkataan, Tuan Ji langsung mencela


“Nona Petrov yang memberiku bukti, apa kau masih belum percaya juga?” setelah mengucapkan kata itu, Tuan Ji tersenyum puas kepada Hansell, tentu saja sekujur tubuh Hansell merinding, dia tidak percaya dengan semua nya, mengapa Airyn terlibat, mengapa Airyn melakukan nya, dia tidak mengerti bagaimana, namun Tuan Ji begitu hancur menerima fakta nya.


Jika benar itu fakta nya, bahwa Somi yang telah membunuh saudara sedarah dg ibu nya, tentu saja semua orang yang berada diposisi beliau tidak akan bisa menerima kenyataan, begitupun Hasell dia merasa dua kali lipat tak percaya, Hansell tidak percaya bahwa Airyn yang mengatakan fakta itu dan Hansell tidak percaya bahwa Somi bisa setega itu, berbeda dengan Tuan Ji, dia seperti terpuruk atas kenyataan yang ada, sekarang Tuan Ji mengetahui Somi membunuh kedua anak kandung nya, beliau juga mengalami kebangkrutan hingga aset-asetnya disita, bahkan rumor jelek merajalela di mana-mana, semua pencucian uang dan pengelapan dana terbuka dimedia, seketika perusahaan nya hancur begitu saja, dan saat ini istri yang dicintainya terbaring lemah dirumah sakit, bagaimana beliau membiayai nya, gagal jantung yang diderita istrinya membuat Tuan Ji harus merogoh kocek yang tidak sedikit, namun semuanya habis karena ulah Somi.


Tentu saja Tuan ji tidak bisa meredakan amarah, dendam, penyesalan, dan sakit hatinya, bahkan dia seperti tidak bisa menerima kenyataan yang ada, tak heran jika anak tirinya adalah sasaran empuk yang pantas disalahkan, yaitu Somi.


“tidak mungkin Somi melakukan nya” balas Hansell dengan ragu


“ apa kau meragukan pacar mu Hansell, itu luar biasa"


“bagaimana bisa anda melibatkan Airyn!!! Apa masalah anda sebenar nya?” teriak Hansell dengan garang nya, dia tidak terima Airyn disangkut pautkan dengan masalah ini, Hansell tidak ingin menerima kenyataan Airyn alasan dibalik semua ini, Hansell benar benar tidak ingin


“wanita mu memang luar biasa, bagaimana cara mu merayu nya Hansell? Selama ini aku hidup, barulah di usia senja aku bisa melihat ada orang yang memiliki kekuasaan sebesar Nona Pertrov, dia memang terlihat luar biasa tapi sebenarnya wanita itu sangat berbahaya, Aku tidak percaya dengan waktu semalam saja, aku hancur sekejap mata, tidak kah kau berfikir ini terlalu berlebihan untuk seorang wanita” balas Tuan Ji dengan senyum perih nya, bahkan membuat Hansell seperti tidak ingin percaya namun kenyataan memaksa dirinya menerima.


Hansell sudah mengerti, Airyn memang bukan wanita sembarangan, dia tidak bisa disepelekan dan di anggap mainan, namun lain dari semua itu, ada sesuatu antara Tuan Ji dan Airyn yang tidak diketahui oleh Hansell, tentu saja ada rasa kesal yang begitu pekat di ulu hati nya, Hansell menahan kepahitan itu, dia tidak ingin terjerumus kedalam emosinya, meskipun kesalahan menjerumus kepada Airyn saat ini, namun hansell telah mengenalnya lebih lama, dia tidak akan membarakan emosi nya untuk membakar dirinya sendiri, selama ini Keadaan selalu seperti ini, dia selalu menjurus bahwa airyn adalah pelaku namun sebenarnya gadis itu dalah korban, karna itulah Hansell menahan diri agar tidak melakukan kesalahan lagi.


Mobil Hansell melaju ke apartemen nya, dia membawa amarah nya disana, dadanya saja begitu sesak hingga tidak berdaya.


Hansell telah sampai diapartemennya, dia menaiki lift dan membuka pintu apartemen Airyn, dia melihat Angel terkapar di ruang tamu, sedangkan Airyn tidak ada dijangkauan mata nya, Hansell melihat kearah kamar sembari mengepalkan tangan karena dirinya begitu emosi dan marah, dia membuka pintu secara perlahan, menjernihkan diri dan keadaan, menarik nafas panjang untuk menenangkan.


Hansell melihat Airyn yang sibuk dengan laptop didepan nya, bahkan gadis itu tidak menghiraukan kehadiran Hansell disana, dirinya tengah asik menuntun rapat melalui Vidio Call di Irlandia, Airyn mengunakan Aerphone Bluethooth hingga tidak mendengar apapun, selain para divisi yang menerangkan beberapa prospek nya kepada Airyn.


Hansell memandang gadis itu, yaitu wanita yang dicintai nya, dia memperhatikan Airyn dengan seksama, Hansell mencoba berjalan mendekat hingga membuat Airyn terkejut, pria yang dicintainya telah berada didepan mata nya


“Hansell” celetuknya dengan kaget, membuat semua orang yang berada diruangan rapat tek menyangka Nona Petrov mengumamkan nama seorang pria, bahkan Marry tersentak dari duduk nya, dengan cepat Airyn menutup layar leptopnya, hingga Marry menghentikan rapat tersebut


“kenapa sudah pulang?” tanya Airyn menatap Hansell yang begitu dingin memandang dirinya


“Airyn, jawab satu pertanyaan ku, kau tidak akan mengecewakan ku bukan?” Hansell mengumpulkan keberanian yang dalam, bahkan tangan nya saja mengepal


“apa maksud mu, tentu saja tidak” seru Airyn cepat


Hansell memeluk airyn, dia merasa lega atas jawaban yang diberikan kekasih nya, Hansell melepaskan semua perasaan nya disana, bahkan pelukan nya saja semakin mempererat mereka, meskipun fikiran nya dipenuhi dengan banyak pertanyaan, bahkan prasangka buruk menjelma menjadi kecurigaan, dirinya menuding banyak kesalahan kepada Airyn, namun hati nya menolak semua itu.


Dia seperti tidak percaya Airyn melakukan nya, dia tidak percaya Airyn menghancurkan nya, seperti apapun masalah Tuan Ji dengan Airyn pasti gadis itu melakukan yang terbaik untuk menyelamatkan nya, seketika saja Hansell memejamkan mata menghirup aroma tubuh Airyn, fikiran dan hati nya bertolak belakang namun gadis itu mampu menenangkan


“apa ada masalah?” tanya Airyn, dengan memeluk Hansell secara lembut


“tidak, aku hanya memiliki beban pekerjaan yang menumpuk” balas Hansell dibalik pelukan mereka


“jagan dipaksakan” Airyn menenagkan pria yang begitu dirundung banyak masalah, saat ini Airyn tidak melihat perkembaangan berita hingga dirinya tidak mengetahui keadaan yang mengemparkan Korea, Airyn terlalu sibuk degan pekerjaan nya, bahkan menonton berita saja membuat dia begitu malas meghidupkan televisi, Airyn hanya suka program televisi yang menayangkan masakan dan cara memasak.


Hansell melepaskan pelukan mereka, dia mengusap pipi Airyn dengan begitu sayang, dia yakin meskipun semua fikiran nya menuntun Hansell menyalahkan Airyn, namun dia percaya dengan hati nya, tidak mungkin gadis itu melakukan nya, Hansell menanamkan hal tersebut kepada fikiran nya. Dia melihat Airyn secara lekat-lekat, namun amarah nya masih belum bisa teredakan.