
“Astaga aku tidak tahan lagi” rasanya Merry mencapai batas jenuh untuk berpura-pura, wanita itu ingin sekali membuka mata dengan lebar sambil mengusir kedua orang yang tengah asik berbicara di samping dirinya, di tambah Merry menyadari bau karbol yang khas dengan rumah sakit, sudah jelas ia terbaring di ranjang rumah sakit yang tengah menjadi pasien, hingga banyak pertanyaan yang diam-diam di batinkan dengan sendiran, bagaimanapun Merry harus mengetahui hal apa yang terjadi pada dirinya sampain berakir disini, sebab Merry mengingat dirinya berada di kamar Zates yang berada di ruang bawah tanah, dan setelah itu ia tidak ingat apapaun lagi dan tersadar di tempat ini.
Zates memantau perkembangan tubuh Merry dari monitor di samping ranjang wanita itu, ia bahkan melirik jam tangan yang ia kenakan seraya memeriksa wanita itu berulang-ulang, tentu Elsiyana masih disana sembari menceritakan bisnis farmasi diantara mereka, membuat Merry yang memejamkan mata dengan sadar mendengar seluruh hal yang mereka ceritakan, namun sesekali tangan Zates mengusap kepala Merry dengan begitu lembut, membuat tubuh Merry bereaksi merasakan sentuhan kulit pria itu.
“Kenapa dia menyentuhku, bukankah ia sudah mempunyai dokter Elsiyana” batin Merry di dalam diamnya, hingga rasanya Merry tidak tahan lagi dengan kebohongan yang sedari tadi ia lakukan, wanita itu membuka matanya perlahan seraya berangsung-angsur melihat sekitaran, bahkan Zates yang tengah memandang Elsiyana saat bicara dibuat terdiam akan kesadaran Merry yang menunjukan perkembangan, bagaimanapun Merry cukup mahir memainkan peran sehingga kedua orang itu tidak akan mungkin sadar jika dirinya berpura-pura.
"Nona Merry…” seru Elsiyana ketika mengambil alih posisi Zates untuk memeriksa tubuh wanita itu, entah kenapa sedari tadi Elsiyana tidak tahan akan sikap Zates yang begitu lembut pada Merry, membuat dirinya bertindak implusif dengan paksa untuk memeriksa Merry yang sudah sadar.
“Elsiyana…”seru Zates wajah bingung, ketika tubuhnya di singkirkan dari sisi Merry.
“Anda masih seorang pasien, jadi tidak pantas memeriksa keadaan Nona Merry” celetuk Elsiyana dengan sikap tegas.
Membuat Zates membiarkanya seraya memanggil Dokter rumah sakit ini untuk keruangan dengan segera.
“Apa anda bisa mendengarku dengan baik?” tanya Elsiyana dengan sikap tenang meskipun mengurangi sikap ramahnya, membuat Merry menganggukan kepala dengan segera.
“Apa anda merasa mual?” tanya Elsiyana sekali lagi, membuat Merry mengelengkan kepala dengan segera.
“Apa yang kau lakukan, apa kau tengah melakukan wawancara dengan pasien” timpal Zates saat meraih pergelangan tangan Merry untuk memeriksa kondisi tubuhnya. Hingga beberapa Dokter masuk dan sesegera mungkin Zates merampas Echocardiogram atau alat perekam detak jantung mengingat usia Merry sudah melampaui angka 30 tahun, bahkan pria itu cukup teliti mendengarkan detak jantung Merry yang tidak normal dari biasa, tentu saja jika di lihat kewajah wanita itu, ada rona malu yang bersusah payah ia sembunyikan.
“Semuanya baik-baik saja. Tidak ada kerusakan yang serius, mengingat gas itu hanya untuk alat bius jadi tidak ada efek samping” jelas Zates pada wanita yang berdebar di hadapanya, membuat Elsiyana mengerucutkan bibir melihat tingkaah Zates kepada Merry, sedangkan Dokter yang ada disana bersama orang-orangnya mencatat perkembangan tubuh wanita itu.
Selang beberapa lama Zates menyetel ranjang elektrik yang Merry tidurkan untuk membuatnya ke posisi duduk, bahkan ketika Merry yang tidak menyelimutkan sekujur tubuhnya, pria itu dengan sadar meraih selimut hangat untuk menutupi seluruh tubuh Merry.
Hingga sebuah pertanyaan terlontar dari mulut wanita itu, seolah bersungguh-sungguh ingin mengetahui hal apa yang terjadi, meskipun sedikit ragu Zates mamlu menjelasakan segala yang mereka alami hingga wanita itu mendengarkanya dengan wajah luar biasa kaget. Namun tak menghentikan Zates untuk menceritakan kejadian yang menimpa mereka bersama Airyn dan Hansell.
“Istirahatlah, sekarang tengah musim dingin, dan pakailah selimut untuk menghangatkan tubuh. Airyn baik-baik saja” ujar pri itu, dengan penuh pengertian, membuat mata Elsiyana menajam kearah Merry namun dialihkan saat Merry kembali menatapnya.
"Apa kau ingin pergi?” tanya Merry kepada Zates, sebab melihat wanita di samping pria itu telah bersiap-siap dengan pakaian hangat yang ia gunakan, serta tas jinjing edisi terbatas dan harga fantastid ditanganya, membuat Elsiyana sangat berkelas dengan postur elegan, sedangkan Zates sudah mengunakan pakaian hangat yang cukup tebal serta mengunakan sandal seolah bersiap-siap untuk keluar riangan “Aku ingin mengantarkan Elsiyana kebawah, aku akan kambali, jadi istirahatlah sebentar” sambung Zates sekali lagi, membuat Merry menganggukan kepala, bagaimanapun tidak ada alasna untuk menahan Zates disisinya.
Saat Elsiyana dengan Zates meninggalkan ruagan, ada rasa anehnyang membuat Merry tersenyum dengan wajah di paksa, sebab kedua orang itu sangat serasi satu sama lain.
****
Pintu kamar VVIP yang di tempati pasangan suami istri itu terbuka, menampilkan Hansell yang tengah memeluk tubuh istrinya seolah tengah memanjai, membuat Zates berjalan kearah dalam untuk berdiri di samping Hansell yang tengah beranjak dari posisinya menghadap Zates. Tentu mata pria itu menatap putrinya yang tengah terbaring dengan posisi telantang, bahkan tatapan teduh dari pria itu membuat Hansell terpaku atas pandangan teduh seorang ayah pada putrinya, bagaimanapun Hansell sudah memastikan tentang paket DNA yang dikirim pada istrinya, meskipun banyak kebingungan yang Hansell terima, namun kali ini Hansell yakin jika Zates merupakan ayah biologis Airyn.
“Bagaimana keadaan istrimu?” tanya Zates kepada suami putrinya, seraya meraih pergelangan tangan Airyn untuk memeriksa kondisi wanita yang tengah hamil itu, bahkan Zates memantau monitor di samping yang menampilkan detak jantung normal dari anaknya, hingga tangan Zates beralih kecairan infus yang mengalir ketubuh Airyn mengunakan selang panjang berukuran kecil untuk memberikan cairan Kristaloid mengandung Nutrium Kolida, Nutrium Glukonat, Natrium Asestat, Kalium Klorida, Megnesium Klorida dan Glukosa, mengingat kondisi Airyn yang melemah karna tidak mengkonsumsi makanan yang hampir satu hari, tentu infus di pasang pada tubuhnya sesuai pemantauan Dokter.
“Apa Dokter kandungan sudah menghampiri Airyn untuk memeriksa janinnya?” tanya Zates kepada Hansell, membuat suami wanita itu mengelengkan kepala membalas perkataan Zates.
“Aku akan merekomendasikan Dokter terbaik untuk Airyn, Dokter ini merupakan kenalanku dan sangat hebat di bidangnya” ujar pria itu, membuat Hansell memalingkan wajah menantang Zates
“Tidak perlu, aku memiliki Dokter terbaik di rumah sakitku, yang sangat di jamanin kemampuanya” bantah Hansell, membuat Zates terkekeh atas sikap pertentangan yang di tunjukan pria itu, bagaimanapun Airyn adalah istri dari Hansell, sudah pasti Hansell berhak memutuskan Dokter mana untuk menangani kehamilan istrinya, dan dapat di pastikan Dokter yang ia pilih sangat profesiinal dalam bidangnya.
“Terserah kau saja, yang Penting putriku sehat”
Beruntung Hansell dan Zates baik-baik saja bersama dengan Merry, meskipun Airyn di berikan suntikan untuk mengistirahatkan tubuhnya, karna nampak sekali wanita itu kelelahan dan juga dalam tekanan, untuk itulah ia perlu istirahat total.
Seseorang mendorong pintu bangsal rumah sakit, membuat Hansell dan Zates menempatkan matanya kearah Merry yang masuk ke dalam mengunakan kursi roda dan juga diantar oleh suster yang cukup cantik di belakangnya, tentu dengan segera Zates bangkit menjangkau Merry dan mengambil alih kursi roda elektrik itu.
“Merry, bukankah aku katakan untuk istrirahat, kenapa kau kesini” ujar Zates pada Merry, membuat Merry memandang Airyn yang masih terbaring di ranjangnya, sedangkan menantunya Hansell duduk di sofa yang tidak jauh dari arah ranjang, tentu saja ruangan itu sangat besar dan luas, bahkan ada perlengkapan kamar seperti hotel mewah kalangan atas.
“Aku ingin bicara dengan kalian, saat kau tak kunjung kembali aku yakin kau akan menemui Hansell untuk membicarakan kejadian hari ini, jadi libatkan aku dalam pembahasan ini” ucap Merry dengan memaksa, membuat kedua pria itu saling tatap hingga kode dari Zates membuat Hansell menganggukan kepala, mereka duduk di sofa putih dengan paduan biru pekat sebagai bantal sofanya untuk mengihiasi, bahkan Zates meraih tubuh Merry untuk di dudukan disana, guna menacapai percakapan mereka.
“Apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Merry dengan penuh serius kehadapan Zates dan Hansell, membuat Hansell memandang Zates untuk menuturkan jawaban yang Merry inginkan, namun sebelum pria itu menjawab ia cukup gugup untuk menuturkan kata, mengingat Merry pasti sangat khawatir akan putrinya. Namun sikap meragu Hansell barusan di tuntut hingga tuntas, membuat pria itu tidak bisa berkilah dari pandangan Merry sudah menyelisik tajam.
“Terkait kejadian hari ini, aku dan Hansell masih meragukan siapa dalangnya, mengingat disana ada Hansell dan juga diriku, bisa saja itu adalah musuh yang ingin mengancamku atau bisa jadi musuh yang mengincar Hansell. Tapi menurut penyelidikan yang sudah aku lakukan, orang itu seperti mengincar kita semua, bahkan ia ingin mengubur kita dalam satu kali putusan. Dan saat ini yang aku curigai bukanlah orang jauh, melainkan Jilixing” tutur Zates dengan pembawaan tenang, membuat Merry memandang Hansell seolah ingin mendengar pendapat pria itu.
“Menurutku, apa yang di katakan oleh Tuan Zates benar. Mungkin saja ini adalah musuh diantara kita, bisa jadi aku, Airyn, Tuan Zates dan anda sendiri. Hanya saja aku lebih tertarik dengan motifnya, untuk apa ia melakukan penguburan hidup-hidup terhadap kita semua, jika tidak ada yang ia inginkan, bahkan jika kita lenyapun disana, tidak ada yang ia dapatkan selain kematian kita. Tapi bagaimanapun aku berfikir tentang motif dan siapa pelaku untuk diterka, tetap saja aku menuju kepada Jilixing, hanya dia yang menginginkan kita lenyap dan hanya dia yang menginginkan Airyn tiada untuk merebut perusahaanya kembali” sambung Hansell dengan point yang sama.
“Jika benar Jilixing yang merencanakanya, sudah jelas James terlibat akan hal ini bukan. Apa kalian fikir James akan membiarkan Zates lenyap? Sebab Ayahnya masih di tangan Zates tanpa ada yang mengetahui keberadaan Griffin. Jadi menurut alasan ini saja aku dapat menyakini Jika James tidak akan membiarkan Jilixing melakukanya, sebelum menemukan keberadaan ayahnya yang sudah di pindahkan dari markas itu. Jika hal itu kurang meyakinkan untuk mu, bagaimana dengan Airyn yang begitu ia inginkan, apa kau yakin James akan membiarakan Jilixing mencelakai Airyn, sebelum ia memiliki wanita yang ia cintai. Bahkan dengan dua hal yang sangat penting bagi James saja aku sangat yakin jika dia adalah orang pertama yang menentang hal ini. Bagiku James bersekutu dengan Jilixing bukan hanya perkara masa lalu yang sudah di bodohi Jilixing pada anak itu, melainkan menyelamatkan ayahnya. Selama ini Griffin berada di bawah perintah James tanpa di sadari oleh Griffin, sedangkan James berada di bawah perintah Jilixing, secara tidak langsung Jilixing sangat berkuasa atas hidup dan matinya Griffin, karna itulah James ingin ada diantara Jilixing semata-mata melindungi ayahnya. Meskipun bagimu perkataanku tidak mendasar dan tidak memiliki alasan yang jelas, tetap saja sebagai seorang anak yang mengetahui tentang keberadaan ayah kandungnya, bagaimana bisa ia membiarkan ayah kandungnya dilukai seseorang, sekalipun Griffin adalah orang yang kejam di masa lalu padanya. Tetap saja, cinta antara anak dan orang tua itu hadir tanpa syarat, seperti apappun luka yang diberikan dan rasa sakit yang dirasakan, tidak akan mengubah bagaimana mereka terhadap hubungan darah yang terjalin kental, bahkan sekalipun tersisa hanya benci, tetap saja seorang anak akan melindungi orang taunya”
Entah kenapa perkataan yang Merry ucapkan dengan tatapan mendalam mampu menghipnotis kedua pria itu, ia mengucapkan dengan begitu lirih, membuat Zates dan Hansell terdiam tanpa protes apapun. Mereka bisa mengerti apa maksud Merry, dan bisa memahami apa yang ingin Merry sampaikan.
“Jadi secara langsung, tidak mungkin Jilixing dalang dari bom ini, melainkan orang lain!” putus Hansell seketika, membuat mata Zates dan Merry menatap pria itu “Tapi siapa?” ujarnya dengan tanda tanya besar saat memandang kearah Zates.
“Seingatku orang-orang yang tumbang di ruangan tengah itu, adalah orang-orang yang sebagian kau bawa untuk kemarkas, akankah orang itu musuhmu Hansell? Apa kau memiliki musuh di markas utama? Atau kau tengah bermasalah dengan seseorang? ” tanya Zates pada Hansell, membuat Hansell mengelengkan kepala seolah membantah hal itu.
“Aku sangat yakin ini bukanlah musuhku, meskipun orang-orang itu sebagian orang yang aku bawa, namun banyak diantara mereka adalah orang yang tidak aku kenali, setidaknya dimanapun keberadaan suatu merkas atau organisasi tetap saja ada pengkhianat di dalamnya, jadi orang itu tidak bisa dimasukan kedalam list tuduhan kita. Sebab dengan langkah kecil seseorang bisa saja menutupi kebenaran besar"
“Apa maksdumu?” cela Zates seketika.
“Bisa saja beberapa orang itu hanya digunakan untuk pion agar kita tidak curiga akan siapa dalang sesungguhnya. Coba kau bayangkan kenapa sampai sekarang namaku tidak pernah muncul kepermukaan meskipun aku seorang pemimpin di markas besar. Hal itu karna aku tidak pernah mengambil keuntungan untuk kepentinganku sendiri, aku membiarkan pengurus inti dimarkas besar itu memegang kekuasan penuh, dan juga menuai pundu-pundi uang dari sana, bahkan sekalipun aku tidak pernah ingin mendapatkan apapun dari markas kecuali mereka harus menyerahkan wilayah ini padaku. Dengan begitu pengurus inti tersebut memberikan pengamanan atas namaku dan juga memberikan aku privasi untuk menjaga identitas asliku. Aku sangat yakin diantara semuanya tidak ada yang menginginkan diriku turun dari jabatan, dan tidak ada diantara mereka yang menusuk ku dari belakang, karna keberadaanku tidak untuk membahayakan. Jadi dengan sangat tegas aku mengatakan itu bukanlah musuhku, melainkan seseorang yang sangat mengenal markasmu" Hansell menatap kedua orang itu dengan tatapan tajam, seraya mencondongkan tubuh untuk memikirkan matang-matang.
"Apa kau tidak merasakan bagaimana kokoh dan kuatnya markas itu, serta banyaknya privasi untuk menembus markas mu, bahkan jika bisa kita kualifikasikan, itu termasuk markas mewah dengan privasi tinggi dan keamanan tingkat atas, bahkan penjagaan untuk orang asing yang masuk saja sangat ketat dan harus menui izin resmi darimu secara pribadi. Dan sekarang seseorang bisa masuk dengan mudah, hingga menempatkan gas bius di kamar utama dan juga bom senyap untuk menghancurkan markas tanpa jejak. Apakah kau fikir merakit sebuah bom tidak membutuhkan ujian terlebih dahulu, bagaimana bisa ia mengetahui ada markas di bawah tanah, bagaimana ia mengetahui kecuraman markas yang dalam, bagaimana bisa seseorang meletakan titik bom di pertengahan, jika ia tidak mengenali markasmu. Jadi maksudku sudah di pastikan seseorang telah mendapatkan peta besar akan markas itu, dan aku jamin untuk peta markas yang kau rancang mengunakan arsitektur buatanmu itu, hanya kau sendiri yang mengetahuinya bukan? Jadi dengan semua fakta itu, apa kau yakin orang luar atau musuhku yang menghancurkan markasmu? Coba kau ingat bagaimana privasi ketat yang kau buat disana, apa maungkin orang lain dengan mundah mengetahuinya”
Zates memandang panjang kearah Hansell, begitupun Merry yang terpana akan penuturan pria itu, entah mengapa Merry juga mendapatkan kesimpulan seperti itu, tapi ia tidak memiliki alasan untuk menegaskan argumentasinya, namun Hansell bisa menjabarkan alasan yang kuat atas dalang sesungguhnya, membuat wajah Zates mengelap saat ia mulai berfikir yang sama, siapa orangnya yang berkhianat dan melakukan hal ini di belakangnya, apakah mereka ingin bermain-main dengan nyawanya sendiri. Bagaimabapun Zates paling membenci sebuah pengkhianatan, sehingga ia tidak bisa menahan diri atas semua kenyataan yang terjadi.
“Jangan memikirkan siapa orang yang melakukanya Tuan Zaterius. Coba kau fikirkan siapa yang mungkin mengetahui arsitektur dari markasmu. Maka dengan penyimpulan yang sederhana itu, kau mungkin bisa mengetahui siapa orangnya”
“Sabrina dan Dorbin, hanya dua orang itu saja yang mengerti tentang markas ku” ujarnya dengan penuh penekanan pada Hansell.
“Apakah wanita itu yang menusukmu dari belakang, mengingat ia seorang wanita sangat kuat tuduhan jika di layangkan padanya, bagaimanapun jika seorang wanita sudah mengunakan hati dalam bermain, mereka cenderung tidak rasional dan sewaktu-waktu melakukan tindakan implusif” ucap Hansell dengan kalimat mencela dan penuh penekanan, bahkan mata Merry mengkilau kearah Zates saat memikirkaan akan Sabrina terakir kali. Sedangkan Zates mulai meyakini perkataan Hansell sangat benar, mengingat beberapa kali Sabrina menantang dan terus bersikap diluar batasanya.
“Aku rasa bukan Sabrina!!” bantah Merry seketika, membuat Zates tidak terima mendengar sanggahan dari wanita itu, begitupun dengan Hansell yang ingin mendengar penjelasan dari Merry, dari kedua orang kepercayaan Zates tidak mungkin Sabrina yang menjadi dalang utama “Aku hanya tidak yakin saja. Entah kenapa bukan dia yang menjadi pelaku kali ini” tegas Merry sekali lagi, hingga menampakan ketidak sukaan diwajah Zates atas protes yang Merry ajukan.
Bagi Merry, Sabrina tidak mungkin melakukan hal itu pada Zates, sebab Merry sadar jika Sabrina menyukai Zates dengan amat sangat, bahkan Merry cukup yakin Sabrina tidak akan melakukan hal yang buruk terkait Zates, jadi untuk itulah Merry memberikan pernyaraan bukan Sabrina dalangnya. Sebab jika benar ia yang melakukan, sudah di pastikan Zates akan terkubur hidup-hidup dari markas itu, dan juga akan lenyap dari hidupnya. Sedangkan bagi Sabrina, Zates adalag segalanya dan juga malaikat untuknya, sama halnya dengan sikap dan rasa yang Merry hadirkan pada Louis Petrov dimasa lalu, begitulah Sabrina bagi bagi Merry. Ia tidak bisa mengatakan alasan ketidak setujuan ini, namun yang Merry yakini, sebenci dan sejahat apapun seseorang yang kita cintai Tidak akan mampu membuat kita kehilangan dirinya, apalagi melukainya.