Girlfriend Another Level

Girlfriend Another Level
Hilang Jejak



“J-jadi apa yang harus kita lakukan Nona?” tanya Darrel saat menutus perkataan Airyn, membuat wanita itu melepaskan lipatan tanganya, sembari berjalan ke layar besar yang menampilakn peta wilayah di hutan tempat Hansell di tahan, matanya mempelajari tiap sisi sembari mendalami langkah tepat, namun sejauh apapun Airyn menatap ia tetap pada kesimpulanya.


“Kita akan berjalan dengan tangan kosong untuk menjemput suamiku” sontak penuturan Airyn yang gila itu membuat Frada dan Darrel tidak bisa mempercayainya, sebab mereka meyakini jika orang itu memiliki kemampuan lebih, jadi Nona Petrov sama saja dengan bohong jika mengadapinya dengan tangan kosong.


Apakah Nona Petrov ingin mencelakai diri sendiri untuk menghadapi orang yang tidak di ketahui seberapa besar kemampuan yang dia miliki. Karna Bagi Darrel dan Frada dengan mengunakan kekuatan dan kekuasan akan menjadi perisai untuk melindungi diri meskipun tidak seratus persen efektif, tetap saja dapat menjadi pegangan. Persetan dengan kehebatan orang itu, setidaknya Nona Petrov tidak membahayakan dirinya terlalu besar.


"Nona Petrov, meskipun anda menganggap orang itu memiliki kekuasaan tinggi di bandingkan anda, dan meyakini ia tidak mudah terkalahkan. Tetap saja dengan menyerah dan menghadapi orang itu dengan tangan kosong sama halnya dengan mengantarkan nyawa anda Nona. Jika saat ini suami anda dan Nona Merry ada disini mereka tidak akan setuju atas keputusan yang berbahaya ini, sebab bagaimanapun anda berfikir semuanya tetap salah jika anda menyepelekan mereka"


"Siapa yang menyepelekan mereka Darrel? Dengan mengumpulkan pasukan serta keamanan tingkat tinggi, bahkan jika aku mengerakan orang kepercayaan yang selama ini bermain di pergerakan bawah tanah, hanya akan menimbulkan provokasi. Dengan begitu dia akan menganggap aku telah mengibarkan syiarat perperangan, sebab sedari awal ia hanya ingin bermain damai untuk mencapai tujuanya. Jadi untuk apa kita harus memulai keributan, bukankan ia hanya ingin menemuiku secara personal, dan aku juga menginginkan hal yang sama. Jika kedua belah pihak memiliki tujuan yang sama, tidakah semua persiapan itu sia-sia, bahkan takutnya aku hanya menyianyiakan banyak tenaga dan nyawa orang yang tidak bersalah" bantah Airyn dengan sikap tenang, membuat Frada menajamkan mata melirik wanita itu, setidaknya dipoin ini Frada cukup tertarik dengan kecerdasan Nona Petrov.


"Aku setuju!" sangah wanita itu yang membuat Darrel membulatkan mata kepadanya, bahkan tadi mereka berada di kapal yang sama, namun angin apa yang membuat Frada beralih haluan "Jika anda sudah berfikir seperti itu dengan mempertimbangkan banyak kemungkinan buruk yang terjadi, saya berfikir tidak buruk untuk menemui dirinya dengan tangan kosong! Toh, pada akirnya tujuan pria itu adalah Nona Petrov, jika kita malah menambahkan banyak masalah lagi, aku takut kita semakin jauh mengetahui maksud sebenarnya. Jika Nona Petrov menemuinya secara pribadi saya rasa kemungkinan mengetahui tujuan pria itu sangatlah besar. Sikap Nona Petrov kali ini sama saja dengan mendayung satu putaran namun dua danau terlampaui" Sambungnya denga penuh pemahaman, membuat Darrel menyenggol Frada yang ada di sampingnya, bagaimanapun Darrel terkungkung di dalam tanggung jawabnya menjaga Airyn, setidaknya dia hanya berada di pihak Nona Merry untuk menjaga putrinya, bahkan jika Darrel berada di pihak Hansell tentu dengan tujuan yang sama, untuk itulah Darrel sangat tidak setuju dengan segala sikap sembrono ini.


“Nona Petrov anda sangat pintar, dan saya yakin ini akan menjadi tindakan terburuk jika anda melakukanya, untuk itulah saya mohon pertimbangkan lagi keputusan anda Nona"


"Aku tetap kepada keputusanku Darrel. Aku akan menjemput suamiku tanpa ada bantuan siapapun"


"Tidak bisa Nona, A-aku.. " Airyn menajamkan mata untuk mendengar bantahan pria itu, sedari awal ia cukup sabar atas Darrel, namun hal apa yang membuat pria itu berinisiatif melarangnya "A-aku akan membiarkan anda melakukan hal itu, asalkan saya ikut menemani anda dan beberapa orang lainya"


"Tidak bisa. Aku akan pergi sendirian tanpa siapapun, semakin sedikit orang bersamaku, semakin banyak informasi yang ku dapatkan" balas Airyn dengan serius, membuat Darrel terdiam seolah tidak bisa berkata-kata lagi. Namun, ia tidak di pekerjakan untuk menyerah ia harus memastikan segalanya dengan benar "Jadi apa anda yakin untuk menemuinya seorang diri? "


“Aku sangat yakin. Kalian tidak perlu ikut, biar aku yang pergi dengan beberapa orang yang akan mengendarai kendaraan untuk ku, sebab aku tidak ingin mengambil resiko untuk hal berbahaya seperti ini”


“Tapi ini berbahaya Nona? Setidaknya biarkan kami ikut serta bersama anda” sanggah Frada dengan wajah panik, meskipun ia membantah adanya perlindungan dengan keamanan memadai yang mungkin mengundang provokasi, tapi Frada setuju dengan keikutsertaan dirinya.


Membuat Darrel mencibir penuh jengkel atas sikap gadis yang sok pintar barusan.


“Tidak Frada, aku tidak akan terluka. Karna jika sedari awal nyawaku yang di inginkan, seharusnya banyak jalan untuk menghabisi diriku. Tapi sampai detik ini tidak pernah ada ancaman pembunuhan yang aku terima. Jikapun sedari awal targetnya adalah diriku sendiri, aku yakin dengan menemui orang itu sendirian akan menjadi langkah tepat untuk menyelamatkan Hansell Dan Merry, serta mengetahui alasan semua ini. Sejauh apapun aku berfikir, aku benar-benar tidak menemukan alasan di balik surat kontrak ini, jadi aku merasa ini sudah waktunya”


“Nona-“


"Aku akan bersiap-siap untuk keberangkatanku, segera lacak titik itu, dan pastikan tempatnya sesuai tanpa ada kesalahan” bantah Airyn ketika berjalan kearah luar, tentu saja ia ingin menghirup udara segar di sekitar Villa, karna sepertinya Airyn membutuhkan hal ini untuk menyegarkan fikiran, sebelum ia melakukan perjalanan panjang nantinya.


****


Di sore ini tidak secerah biasanya, sebab awan jingga yang biasanya hadir dengan aura romantis penuh penyejukan kali ini tertutupi dengan gelap akibat mendung sesudah hujan di sore hari, bahkan jalanan sepanjang Villa itu sudah terhimbas oleh air yang menyapu tuntas, membuat Airyn melirihkan mata ke dedaunan yang terasa sejuk hingga menembus kulit tipisnya, kali ini ia melangkah sembari berfikir apakah ia mengambil langkah yang tepat, hanya saja tidak ada jawaban selain melakukan hal nekad. Jika benar Airyn akan bertemu dengan Hansell, sudah waktunya untuk Airyn memberanikan diri bukan?


Sebuah dering ponsel bergetar di saku mantel hangat berwarna Cream Soft yang di kenakan, Airyn merogoh benda yang menarik perhatianya, tentu saja mata wanita itu menajam ketika nomor yang tidak di kenali menghubungi dirinya, bahkan Airyn merasa nomornya tidak sepasaran itu untuk dimiliki oleh orang lain, tentu sana nomor pribadi ini hanya di miliki oleh Hansell, Merry, dan juga Angel sebagai orang terdekatnya namun siapa penelpon yang dapat memiliki nomor ponsel genggam Nona Petrov, setalah menimbang-nimbang penuh kebingungan, Airyn memberanikan diri mengangkat panggilan itu.


“Siapa ini?” tanya Airyn saat menyapa dengan suara tajam penuh sikap mengancam.


“Tidak perlu sekasar itu Airyn. Aku hanya ingin menjemputmu, menemui suami mu Hansell” ucapnya tanpa basa basi, bahkan kedua mata pria itu berkilau penuh kemenangan saat bicara dengan Airyn di balik ponselnya.


“Tenang, suamimu masih baik-baik saja. Jika kau ingin tahu siapa aku, bukankah lebih baik untuk berkunjung ke tempatku, agar kita bisa bicara empat mata nanti” sambungnya ketika membalas perkataan Airyn, membuat wanita itu mengepalkan tangan akibat emosi yang tertahan, bahkan orang itu masih bisa bersikap santai setelah menculik Hansell dan Merry, yang Airyn sendiri tidak tahu pasti alasanya, setidaknya bukan karna uang.


“Katakan, dimana Hansell berada aku akan kesana menemuimu” geram Airyn dengan penuh kesal, bahkan ia sangat serius dengan pandangan mata tajamnya yang mungkin tidak bisa terbayangkan oleh siapapun.


Setelah penuturan itu, suara kekehan yang terdengar di balik ponsel semakin menyulut api kebencian, membuat Airyn semakin emosi atas sikap bertele-tele yang orang itu mainkan dengan dirinya “Lihat kearah belakang” sontak perkataan yang terdengar seperti perintah itu, membuat Airyn membalikan tubuh dengan segera, tentu mata Airyn tertuju kepada mobil hitam mewah yang di perkirakan adalah Marcedes-Benz S600 yang cukup mengkilat mewah “Itu adalah mobil anak buahku, jika kau ingin menemui suami mu, silahkah naiki mobil itu dengan segara, sebab aku tidak ingin dua anak buahmu yang tidak berguna itu terlibat atas pertemuan kita, jika itu terjadi, kau tahu sendiri akibatnya bukan” sontak perkataan pria di balik ponsel itu membuat Airyn mengerti, tentu sangat paham kemana arah pembicaraan dan ancaman itu berlabuh nanti.


Perlahan ponsel yang masih menyala di daun telinganya, terlepas seolah tidak berdaya sampai akirnya Airyn hanya menatap kesebuah pria yang keluar dari sana, ia menundukan hormat kearah Airyn seolah menjadi sapaan kepada Nona Petrov, saat melihat sikap itu hanya satu yang Airyn fikirkan, kenapa mereka memperlakukan Airyn dengan sopan? Jika mereka ingin membawanya pergi seharusnya bisa dengan sikap kasar atau menculik wanita itu, tapi kenapa mereka seperti menanti uluran sapaan dari Airyn? Siapa sebenarnya orang yang ingin di temui Airyn kali ini?


****


Frada telah memastikan arah dari sinyal yang meyala di tubuh Hansell, namun di tengah sumber sinyal yang ia lacak Frada malah kehilangan jejak seolah ada oknum yang telah memblokirnya tanpa mampu di tangani, membuat Darrel mengubungi orang pusat untuk memastikan kesalahan yang terjadi, sebab secara ilmiah itu telah berhasil dengan sempurna, sehingga tidak memiliki kemungkinan untuk gagal, alat itu memang dibuat khusus tanpa ada yang mendeteksi, namun sekarang ada pihak yang menganggalkan, bukankah ini pertanda jika ada yang lebih mengetahui penemuan yang Hansell rancang selain orang-orangnya, tapi siapa? Atau apakah penemuan ini telah bocor ke tangan orang lain, sehingga di pastikan ini sudah gagal sebelum perilisan, jika itu terjadi tentu menjadi masalah besar, tapi bukan itu masalahnya sekarang, melainkan bagaimana menjelaskanya kepada Nona petrov.


Darrel bekerja keras untuk mengkonfirmasi semuanya, bahkan ia mendapatkan bantuan dari pusat di AS namun tetap saja mereka tidak bisa menemukan apapun atau kejelasan terkait hal ini, bahkan mereka tidak dapat mengkonfirmasi sinyal yang meretas hal itu hingga memblokirnya, sedangkan Frada dengan gigih melacak ip yang telah meretas perangkat yang di pasang higga di bawah kontrolnya, namun tetap saja semuanya terasa nihil tanpa hasil.


“Apa yang harus kita lakuan? Jika Nona Petrov masuk dan menemukan kekacauan ini, kita benar-benar di habisi?” cemas Frada dengan frustasi membuat Darrel ikut serta kacau dalam situasi ini.


“Astaga!! B*jingan mana yang mengagalkan semua ini” umpatnya dengan kesal, seolah tidak bisa lagi berkomentar.


“Darrel!! Kau harus melakukan sesuatu!!” bentak gadis itu saat meneriaki Darrel dengan nada tinggi, membuat Darrel merengut kesal atas sikap Frada.


“Kenapa kau malah menuntut tanggung jawab ini padaku, bukankah sebagai orang yang ahli dalam jaringan dan komputer kau yang lebih tahu apa yang harus di lakukan, aku bahkan tidak tahu menau tentang semua kekacauan yang terjadi, bagaimana bisa aku melakukan sesuatu setelah data dan sinyal kita terblokir, aku bahkan sudah berusaha untuk menghubungi semua pihak dan telah mengancam mereka untuk kesalahan ini. Apa lagi yang bisa aku lakukan!! Apakah aku harus menghancurkan semua orang itu!!” bentaknya dengan tidak terima, saat wanita itu malah menaruh tanggung jawab pada Darrel.


Tentu di situasi ini, Frada dan Darell sama-sama tersudutkan dan juga bersalah hingga saling menuduh satu sama lain, dan yang paling mereka takutkan adalah menghadapi Nona Petrov nantinya, sebab sangat jelas wanita itu telah membulatkan tekad untuk menemui Hansell, namun saat ini keadaan malah memutus harapan Nona Petrov, membuat kedua orang itu sangat frustasi dan sangat panik, pada akirnya mereka memilih untuk pasrah dan menunggu Nana Petrov menghampiri dengan sejuta amarah.


Setelah keputusan itu di dibulatkan, kedua orang yang di rundung cemas tengah menanti adanya badai yang menghadang, bahkan jarum jam yang berputar selama 5 jam lebih terasa sangat sebentar, membuat Darrel dan Frada merasa bingung kenapa wanita itu tidak kunjung kembali, bahkan sedari tadi mereka telah menyiapkan mental untuk hal ini, hingga Darrel malah merasa lelah sampai dirinya terbuai di dalam kantuk.


“Darrel, kenapa Nona Petrov tak kunjung masuk, apakah di baik-baik saja” ucap Frada saat memukul tangan Darrel yang menumpu kepalanya diatas Pantry, dengan kesal pria itu mengangkat kepala sembari melihat jam yang melingkar di pergelangan tanganya.


“Tidak mungkin, Villa ini sangat aman beserta privasi yang cukup terjaga, bahkan Nona Petrov telah mengkosongkan tempat ini untuk kita secara pribadi, sehingga menutup jalur untuk orang asing yang tidak berkepentingan masuk, bahkan anak buahnya saja di batasi memasuki kawasan aman ini, dan sebelum ia memilih anak buahnya tentu Nona Petrov melakukan skreaning kepada mereka, agar tidak ada pengkhianatan” balas pria itu sembari berdiri dari sana saat merapikan pakaian yang menempel di tubuhnya “Aku akan memeriksa sebentar, mungkin Nona Petrov tengah berada di taman” baru saja Darrel keluar dari Villa itu, Frada mulai mengaktifkan kamera pengawas yang telah di pasang disekitaran Villa, tentu saja Frada mulai berfikir tentang situasi yang buruk, meskipun Darrel bersikap santai penuh percaya diri.


Tangan gadis itu mengeser-geser mouse komputer miliknya, dengan mata menajam penuh teliti melihat detik perdetik di kamera pengawas, hingga darahnya membeku melihat Nona Petrov memasuki sebuah mobil yang sepertinya bukan mobil anak buahnya atau orang kepercayaanya, sangat jelas mobil itu membawa Nona Petrov pergi dari lokasi Villa, bahkan Frada mulai melacak plat mobil itu, namun ia malah menemukan identitas tuna wisma yang sudah meninggal.


"Sialan!!!" Bentak Frada saat kehilangan jejak, seharusnya ia sadar hilangnya sinya Hansell adalah pengkelabuan yang mereka buat.


“Frada” bentak Darrel ketika kembali dari arah luar, bahkan ia sangat pucat pasi dipenuhi cemas yang tak bisa disembunyikan di raut wajahnya, membuat mata Darrel bersirobok dengan wajah Frada yang datar penuh dengan keterkejutan.


“Nona petrov di bawa oleh mereka, dan kita kehilangan jejaknya” ucap Frada ketika menjelaskan kepada Darrel, membuat pria itu menendang keras Vas bunga besar yang ada di dekatnya, seolah ia kecolongan berulang-ulang, bukankah ini sangat mengesalkan, selama ini Darrel bekerja baru kali ini ia menerima kegagalan berturut-turut, begitupun dengan Frada, ia selalu pandai dan tidak pernah kehingan jejak namun kali ini kekuatan dan kemampuanya di kalahkan, tentu selain kegagalan yang mereka dapatkan, juga harga diri yang dilukai oleh orang itu.