
Di tengah perjalanan Hansell meracau karena macetnya jalanan, dia berulang kali melihat jam tangan nya seolah tidak sabaran untuk menghampiri Airyn, sebenarnya jarak kantor dan pusat perbelanjaan itu sangat dekat, namun macet tersebut menghabisi waktu Hansell setengah jam, dia mencoba bersabar dan menahan emosi nya, dia menjernihkan fikiran kusut dan memikirkan beberapa hal untuk menenangkan fikiran nya.
Hansell telah memasuki Mall, dia melihat kekiri dan kekanan, bahkan Hansell berlari menaiki Eskalator untuk mencari adiknya dan Airyn, saat ini Hansell masih setia menghubungi adik perempuan nya namun Angel tidak mengangkat telepon dari kakak nya
“dimana mereka” Hansell mencari keseluruh jangkauan mata nya, namun masih belum menemukan dua wanita itu
“kakak” teriak Angel kepada kakak nya yang seperti orang kebingungan, namun mata Hansell hanya tertuju kepada Airyn, bahkan dia mengabaikan panggilan adiknya. langkah Angel terhenti melihat kakak nya mematung memandang ke arah Airyn, matanya melihat dua pasangan itu secara bergantian
“kenapa dia memandangku seperti” gumam Airyn yang tidak melepaskan sorot mata nya dari Hansell, seketika pria yang memandangnya itu berjalan perlahan ke arah nya, dia menatap lekat kedua mata Airyn dengan teramat dalam, ada penyesalan yang membanjiri seluruh pandangan nya kepada Airyn, bahkan Hansell tidak mengerti rasa bersalah seperti apa yang menghantui dirinya
“ah” Airyn begitu kaget melihat Hansell memeluknya ditengah keramaian, bahkan waktu terhenti untuk mengitari mereka berdua, Hansell menengelamkan kepalanya di bagian leher jenjang milik gadis itu, membuat Siryn tidak mampu berkata-kata selain menerima pelukan hangat dari Hansell
“maafkan aku” lirih nya ditelinga Airyn, seakan ada sensasi aneh yang merambat dipendengaran gadis itu, Hansell memeluk Airyn begitu hangat dan kuat, dia tidak memberikan Airyn waktu untuk menolak atau bertanya, bahkan Hansell begitu ingin mendekap lebih dalam lagi tanpa menghiraukan keadaan sekitar nya.
Angel yang melihat kakak nya memeluk Airyn didepan mata, tidak mampu menutup kembali mulutnya akibat ketidak percayaan, selama ini Angel tidak pernah melihat kakak nya melakukan sentuhan fisik yang intim kepada wanita, bahkan Hansell yang dikenalnya selalu dingin kepada wanita manapun, meskipun Hansell adalah pria penyayang namun tidak banyak wanita yang membuat nya membuka diri, dia selalu menjaga jarak dengan mereka, bahkan Hansell tidak pernah melakukan hal seperti ini kepada siapapun, namun kali ini Airyn yang dikenalnya kemarin malam ternyata memiliki hubungan dekat dengan kakak nya, membuat Angel tak mampu menghilangkan keterkejutan nya
“kau kenapa Hansell, semua orang melihat ke arah kita, lepaskan aku, apa kau tidak bisa melihat sekitarmu” Airyn begitu meronta di depelukan Hansell, namun tubuhnya yang semungil itu tidak akan mampu melawan kekuatan pria tersebut “ Hansell apa kau sudah gila, kenapa kau seperti ini” tanya Airyn dengan nada suara yang ditekan ke telinga Hansell “kesalahan apa yang kau perbuat hingga kau begitu menyesal?" mendegar kata terakir yang diucapkan oleh gadi itu membuat Hansell melonggarkan pelukan nya.
Dirinya menatap lekat mata Airyn, dia begitu ingin memeluk, mencium dan mencumbu Airyn sebebas mungkin, dia merasa ada ketertarikan intim yang tidak mampu di redakannya, bahkan Hansell begitu ingin mendekat ketubuh gadis ini hingga begitu lekat bahkan menempel, tentu saja penyesalan itu membuat dirinya bersalah, bahkan Hansell tidak percaya rasanya akan semenyakitkan ini, dia merasakan rasa bersalah yang tidak dapat dijabarkan, meskipun dirinya meminta maaf tapi kata itu tidak berarti apa-apa untuk gadis didepan nya, mereka tidak sedang terikat hubungan, bahkan ini sangat aneh jika dikatakan ikatan.
Hansell memiliki cinta yang teramat dalam namun tidak memiliki ikatan untuk menyatukan tali perasaan, bukan kah itu logika yang pantas untuk mengatakan bahwa Hansell sangat aneh dengan perasaan bersalah nya.
“Airyn, aku mencintai mu”
Satu kata yang singkat, namun mampu menghentikan waktu Airyn begitu panjang, bahkan Angel yang mendengar kakak nya menyatakan perasaan kepada Airyn lebih tidak percaya lagi, dia sudah cukup dikagetkan dengan sikap kakaknya yang tidak lazim namun kali ini didepan mata dan semua orang yang berada disini dia menyatakan cinta kepada seorang wanita, membuat Angel tidak mampu mengedipkan mata hingga menutup mulutnya kembali.
Airyn bahkan tertegun begitu lama dengan sorot matanya yang bergetar, kata-kata Hansell menusuk kerelung hati nya yang terdalam, melukiskan suatu aksara yang tidak mampu terhapuskan, bahkan menyisir seluruh sakit akibat kehilangan, bahkan Airyn tidak mampu membendung kristal yang berada dipelupuk matanya, membuat tatapan nya yang bergetar untuk membisukan suara, satu katapun tak mampu diucapkan nya ketika pria itu melontarkan cinta.
“Airyn, aku mencintaimu” sekali lagi Hansell menegaskan dengan suara yakin nya disertai sorot mata sendu, dia meraih jemari Airyn dan entah kenapa cincin berwarna silver dengan berlian pink yang begitu sederhana namun indah melingkar dijemari manis Airyn, bahkan membuat Angel tidak percaya lagi kakak nya melingkarkan cincin ibunya di jari Airyn.
Mata Airyn menuntun jemarinya, memandang jari manis nya, merasakan sentuhan tangan Hansell disana, dia hanya berfikir keadaan apa yang dihadapinya, bahkan dirinya tidak lagi menghiraukaan sorot mata manusia yang menjadikan mereka objek pertunjukan, Airyn menatap kembali Hansell dengan begitu lekat, dia hanya membutuhkan pejelasan atas semua ini, Airyn menampilkan semua pertanyaan dengan sorot mata bening nya.
Airyn benar-benar bingung ingin mengatakan apa, tubuhnya kaku, lidahnya kelu bahkan airyn tidak mampu lagi berseru. Dia meneteskan air mata tanpa menjawab iya atau tidak, bahkan Siryn tidak berdaya melihat Hansell bersujud didepan nya.
Dengan semua kelembutan hati yang dimilikinya, pria seperti Hansell tidak akan mampu melihat air mata Airyn, dia berdiri dan merangkul Airyn kedalam pelukan nya, bahkan Hansell menghadiahkan ciuman dikening gadis itu, Airyn tidak percaya tubuhnya menerima semua yang dilkukan pria tersebut, bahkan Airyn tidak menyangka dia akan mengalami hal seperti ini seumur hidupnya, dia masih bertanya “apakah ini kenyataan?”
Perlahan Hansell melepaskan Airyn dari pelukan nya, dia meraih pinggang gadis itu dan mengkecup bibir nya, dia mencurahkan sayang, rindu dan penyesalan bahkan ketulusan disana, dia ingin meminta maaf atas semua yang terjadi kepada Airyn karna dirinya, Hansell mencicipi bibir manis Airyn dengan begitu halus dan lembutnya, dia tidak ingin merengut itu dengan kerakusan lantaran Hansell ingin menunjukan kepada gadis nya betapa tulus dirinya melamar Airyn saat ini, sekali lagi Angel tak berdaya melihat pemandangan didepan mata nya, bahkan kakak nya yang melakukan pertunjukan dirinya yang begitu haru dan bahagia, Angel begitu senang nya hingga dia meneteskan air mata.
Selama ini Angel meminta seorang kakak ipar kepada Hansell, namun pria itu begitu dingin dengan permintaan itu, bahkan Angel tidak menyangka kakak nya menyukai seorang wanita karna Hansell tidak pernah suka berdekatan dengan wanita manapun, namun kali ini semua keraguan dan ketakutannya terkikis sudah dengan kenyataan, Airyn adalah gadis yang dicintai Hansell,
Semua mata menatap mereka, semua orang ikut bahagia bahkan mereka terhenti melihat dua pasang manusia yang terhanyut disana, bahkan wartawan memotret kejadian langka yang akan menjadi berita besar diseluruh media pemberitaan.
Tentu saja Hansell mengetahui nya, namun semakin banyak yang memberitakan ini semakin bagus untuk dirinya, agar dunia tahu bahwa dirinya mencintai Airyn.
Saat ini Hansell masih belum menerima keputusan dari wanita itu, bahkan kata tidak masih belum keluar dari mulut airyn, meskipun gadis itu diam bukan berarti dia setuju, karna itulah Hansell tengah menunggu jawaban cinta nya, Hansell melepaskan tautan bibir mereka dia sekali lagi menatap mata Airyn dan meraih jemari gadis itu
“Airyn, aku mencintaimu, tidak peduli kau menolak ku, aku akan tetap mencintai mu, namun jika kau menerima pernyataan cinta ku, aku akan senang tiasa menghabisi sisa hidup ku bersama mu, mencintaimu sepanjang waktu, memanjakan mu bahkan membuat mu bahagia, aku tidak akan menyakiti mu meskipun itu tanpa sengaja, aku tidak bisa menjanjikan seumur hidup mu bersama ku, tapi aku akan menjanjikan dimanapun diriku berada bahkan jika kita berbeda dimensi dan masa yang berbeda, kau akan menjadi bagian terpenting di sana, cinta ku akan menjaga mu untuk bahagia, karna itulah aku ingin menghabisi sisa hidupku bersama mu, apa kau mau menjadi wanita ku sepanjang waktu” jelas Hansell dengan penuh kesunguh-sunguhan di setiap perkataan yang dilontarkan nya, membuat Airyn tidak mampu lagi mengabaikan pria yang tengah menyatakan cinta kepada dirinya
“Hansell, aku...aku mencintaimu” seuntai kata gugup yang terlontar namun ada kesunguhan atas perkataan barusan, bahkan air mata Airyn mengikut serta dalam jawaban nya
“terimakasih” Hansell memeluk gadis itu dan mencium nya kembali, sekarang Hansell ******* bibir Airyn ditengah kerumunan manusia yang menyaksikan mereka, bahkan Angel merasa malu melihat hal barusan didepan matanya, Hansell tidak peduli apa yang dibicarakan orang, dia akan melakukan hal seperti ini meskipun memalukan, Hansell begitu sunguh-sunguh atas perkataan, perbuatan dan tindakan nya, dia tidak pernah semeyakinkan ini untuk suatu keputusan, namun mencintai Airyn begitu kepastian yang tidak dapat diragukan lagi.
Untuk kali pertama Hansell terhenti ditengah ciuman mereka, untuk kali pertama Hansell merasa tak berdaya di saat bersamaan, dan untuk kali pertama wanita didepan nya membalas ciuman mereka membuat Hansell begitu tergoda untuk merasakan nya, mekipun balasan Airyn terasa payah karna dirinya yang tidak memiliki pengalaman soal bercumbu namun Hansell begitu menikmati balasan berharga dari gadis itu, bahkan kali pertama dihidupnya merasakan sensasi luar biasa atas perasaan nya.
Hansell tidak menyangka dirinya akan terlena dengan perlakuan Airyn kepada nya, wanita didekapan nya seperti racun mematikan jika dirinya berlama-lama terlena.
Hansell mendominan kembali ciuman mereka dan melepaskan nya secara perlahan, dia mengkecup kening Airyn di tengah keramaian.
“Angel kakak akan pergi bersama Airyn, kau pulanglah dengan Darrel, dia akan menjemputmu” seketika itu Hansell mengegam tangan Airyn didepan Mata Angel, membuat adik Hansell terpana melihat sikap kakak nya, bahkan ada rona malu dipipi Airyn ketika memandang Angel
“baiklah” Angel memberikan senyum bahagianya kepada Hansell dan Airyn, dia sangat mengerti apa yang harus dilakukan nya. untuk memberikan ruang kepada dua pasangan yang tengah resmi menjalin ikatan cinta diantara mereka.