
Pagi-pagi sekali, Angel terbangun dari tidur nya, dia melihat sekeliling nya masih gelap gulita, membuat Angel beranjak dari ranjang untuk menuju kamar mandi, setelah selesai disana Angel kembali menidurkan diri nya sembari menarik selimut nya lagi, perlahan gadis itu memejamkan mata untuk kembali kedalam tidur nya, namun mata gadis itu terbuka ketika melihat langit-langit kamar.
Angel meraih ponsel yang berada di samping tempat tidur, dia memeriksa ponsel nya itu sembari mengotak-atik beberapa menu yang ada di dalam sana
“Bagaimana bisa kakak tidak menelfon ku” ketus Angel saat melihat riwayat panggilan di ponsel nya “Apa dia tidak merasa bersalah” sambung nya dengan begitu kesal, bahkan gadis itu tak habis fikir dia akan semarah ini pada kakak nya.
“Menyebalkan!!!!” teriak Angel di kamar nya, dia menutup wajah nya dengan selimut untuk membenamkan diri, Angel tak ingin lagi memikirkan apapun tentang kakak kandung nya
itu
“Aku tidak akan bicara pada nya, lihat saja!! Aku akan mendiami nya sampai kakak harus mengatakan siapa wanita itu, jika dia tidak mau mengatakan aku akan mendiami nya dan tidak ingin menegur nya” gerutu Angel di balik semit tersebut
Sedangkan di rumah Airyn, pria yang di cintai Nona Petrov itu terlelap ketika memeluk kekaisih nya, membuat Airyn tersenyum saat membuka mata nya di pagi buta, Airyn menatap Hansell yang begitu tampan di hadapan nya, membuat kebahagian melanda dirinya “bagaimana bisa aku menemukan pria seperti ini” seru Airyn dengan terkekeh, dia tidak menyangka dunia nya akan indah semenjak Hansell hadir di hidup nya.
“Kenapa kau tertawa” seru pria itu ketika mata nya masih belum terbuka, mendengar hal itu membuat Airyn mendongak melihat ke arah kekasih nya, sedangkan Hansell memeluk Airyn dengan mengeratkan tubuh nya kepada wanita itu, hingga mendaratkan ciuman di kepala kekasih nya meskipun didalam mata yang terpejam, membuat Airyn tersenyum malu mendapatkan ini semua dari pria nya.
“Apa aku menganggu mu tidur?” tanya Airyn kepada Hansell
“Tentu saja” balas nya ketika membuka mata menatap wajah kekasih nya dengan begitu dekat.
“Maafkan aku” Airyn berkata dengan nada rendah nya di sertai raut wajah bersalah, membuat Hansell tersenyum dengan apa yang di lakukan gadis itu di hadapan nya
“Kenapa kau mengemaskan” Hansell mencium pipi Airyn dengan melebarkan ke seluruh bagian, membuat Airyn merasakan geli akibat apa yang di lakukan pria itu pada nya
“Apa aku benar-benar mengemaskan?” tanya Airyn sekali lagi, membuat Hansell menganggukan kepala nya dengan cepat, bahkan mengundang tawa di wajah Airyn
“bagaimana bisa aku mengemaskan, bahkan orang-orang bilang aku ini mengerikan, kau pria yang aneh” tutur Airyn dengan terkekeh
“Siapa yang bilang wanita ku mengerikan!” bentak Hansell ke arah Airyn membuat gadis itu kaget dengan nada suara Hansell yang meninggi “apa dia tidak menyayangi nyawa nya lagi, jika dia berani mengatakan kau mengerikan, aku tak akan mengizinkan nya hidup lagi” sambung Hansell dengan geram, membuat Airyn terdiam melihat kobaran amarah yang berapi-api di wajah Hansell
“hahahaha” seketika tawa menghentikan keheningan yang terbentang, Airyn benar-benar tak kuasa mendengar apa yang di lontarkan pria itu
“apa yang kau ketawakan” tanya Hansell dengan bingung
“tentu saja aku menertawakan mu, kau fikir siapa lagi. Cuman ada kita di sini” seru Airyn ketika mata nya berair akibat tawa yang mengelikan
“Aku asing sekali dengan nada biacara mu seperti itu Hansell, bagaimana bisa seorang Hansell yang baik hati, dan begitu penyayang bisa mengucapkan kata-kata seperti tadi, kau bahkan seperti pembunuh berdarah dingin saat bicara. Itu aneh sekali” jelas Airyn dengan wajah bahagia nya
“Tapi aku sungguh-sungguh” seru pria itu, membuat Airyn mencibir tak percaya ke arah pria nya “kenapa kau tidak percaya?” sambung nya dengan pertanyaa
“tentu saja, itu bukan seperti mu” tutur Airyn, membuat Hansell mengeratkan pelukan mereka sembari merasakan kehagatan tubuh Airyn yang kecil, dia mencium aroma khas dari tubuh kekasih nya saat tangan nya mengusap lembut kepala gadis itu “aku sungguh-sungguh mengatakan itu, bagiku dirimu tidak mengerikan sama sekali, orang yang mengatakan seperti itu, sudah pasti orang lain yang tidak mengenal siapa dirimu, jadi aku bisa menjadi pembunuh berdarah dingin jika itu berhubungan dengan dirimu” seru pria itu saat mengusap lembut kepala kekasih nya, membuat Airyn terdiam mendengar apa yang di ucapkan Hansell
“Terimakasih sudah mencintaiku Hansell” gumam Airyn saat bibir nya tak mampu menyerukan kata
Mereka berdua menghabiskan sarapan nya berdua, setelah itu Hansell mengantarkan Airyn kekantor nya, tak lupa sebelum berpisah dua pasangan yang di mabuk asmara itu melakukan ritual ciuman atas perpisahan sementara mereka, membuat Hansell bahagia bisa melakukan ini bahkan sepanjang waktu.
Airyn berdiri di depan lobby untuk menunggu Hansell pergi mengendarai mobil nya, melihat hal itu Hansell hanya tersenyum saat Airyn membalas nya, hingga mobil yang di gunakan Hansell menghilang dari pandangan, membuat gadis itu berjalan ke kantor, tak lupa seluruh ajudan menghampiri nya dengan segera, membuat seluruh kariyawan memberikan hormat kepada Nona Petrov selaku pemilik perusahaan.
Tak sengaja Airyn melihat Hellena yang berdiri di resepsionis, dia melirik wanita yang memberikan nya salam hormat, membuat Airyn membalas dengan senyuman, tentu saja dengan senang hati Hellena membalas nya, hingga Airyn berlalu memasuki lift menuju ruangan
“Hellena, Nona Petrov kenapa baik sekali pada mu, aku iri tidak bisa dekat dengan beliau” tanya seorang wanita yang sepantaran dengan Hellena yang berdiri di samping nya.
“Aku bersyukur untuk itu, aku berharap Nona Petrov menemukan kebahagian nya, karna dia benar-benar wanita yang baik hanya saja hidup sering tak berpihak pada nya” seru Hellena kepada rekan nya
“sangat mudah dekat dengan Nona Petrov, hanya saja pangkat yang dimiliki nya membuat dinding pembatas kepada semua orang, jika seseorang bisa dekat dengan nya hanya melalui tiga perkara” sambung Hellena kepada wanita yang dengan cermat mendengarkan nya
“Tiga perkara?” tanya nya seraya mengulang kembali ucapan Hellena
“Yang pertama kau harus satu tingkatan dengan nya, atau bisa dibilang kau harus setara dengan nya, sebab Nona Petrov tidak bisa mendekatkan diri jika kita tidak mendekat dengan nya, yang kedua kau bisa menjadi teman baik nya, jika tidak mengetahui siapa dia sebenar nya, sebab jika kau sudah mengetahui hal itu dari awal tentu saja kau tidak akan mampu bersanding dengan nya, dan yang terakir, kau mungkin terlibat suatu masalah dengan diri nya, jika kau menyadari kesalahan atas teguran yang di berikan nya, sudah pasti kau akan mengerti apa yang dilakukan nya itu tidak salah untuk mu” jelas Hellena seraya menghadap ke arah depan, membuat gadis yang berada di samping nya mengkerutkan dahi
“Kenapa semua pilihan nya sulit” celetuk nya kepada Hellena
“karna dia bukan gadis sembarang yang dapat menikmati waktu nya untuk bersntai-santai dan bermain-main, untuk terlibat di dalam kehidupan nya kau harus menjalani kehidupan yang tidak bisa kau cerna dengan akal sehat mu sama sekali” tutur Hellena ke arah waniat itu dengan pancaran mata yang tegas
“Mengerikan sekali” tubuh nya bergindik menyaksikan tatapan tajam Hellena bersamaan dengan penjelasan membuat Hellena tersenyum guna mencairkan suasana
“Kau bagian yang mana Hellena?” celetuk nya sekali lagi, membuat Hellena bungkam tanpa mampu menjelaskan apapun