
Lima jam setelah Angel menghilang, masih belum ada titik terang tentang semua itu, seluruh tenaga masih di kerahkan, bahkan Dikra dan Frada juga membantu dari Korea, semua pihak terlibat, Airyn tak henti-henti nya memutar otak untuk memikirkan jalan keluar, sedangkan Hansell hanya sibuk memantau dari IT perusahaan milik Airyn di Irlandia, mereka berdua tak henti-henti nya mencari keberadaan Angel, tapi sampai detik ini masih belum menemukan kejelasan.
“Panggilkan Marry” celetuk Airyn kepada ajudan yang berdiri tegap di belakangn nya, gadis itu melipat kedua tangan seakan kedua mata dengan tepat menatap layar besar yang ada di depan, bahkan semua jari mengutak-atik kunci-kunci yang mereka pahami sendiri, semua pertahanan di bobol untuk melacak apapun, meskipun itu Ilegal siapa yang dapat menghentikan seorang Nona Petrov.
Marry berjalan dengan langkah pasti memasuki ruangan yang begitu besar tersebut, ia melihat Nona Petrov berdiri bersama dengan Hansell menatap ke arah layar, nampak sekali betapa ricuh nya para kariyawan bekerja mencari keberadaan calon adik ipar Nona Petrov, membuat Merry mendekat lebih cepat kepada Nona Muda nya itu.
“Nona, apa ada yang bisa saya bantu?” tanya Merry ke arah Airyn, membuat Hansell menoleh ke arah wanita itu, sedangkan Airyn tak bergeming dengan tatapan tajam nya ke arah depan
“Marry, aku ingin menemui DIA” balas gadis itu, membuat Marry dan Hansell tersentak atas pernyataan barusan, bahkan sambutan kaget dari keduanya tak membuat Airyn bergeming sedikit pun
“Aaa..apa maksud anda Nona?” tanya Marry dengan rasa gugup, bahkan nada suara terdengar begitu gemetar atas pernyataan yang di lontarkan Nona Petrov di pendengaran nya, membuat tubuh Marry merinding hebat akan hal itu, hingga Marry memaskitan kembali guna mendapatkan kepastian yang baru saja di dengar oleh telinga nya.
“Airyn, apa maksud mu” sambung Hansell dengan tidak percaya memandang ke arah Airyn yang tak kalah berdebar dari Marry, bahkan kekasih nya itu tidak bergeming setelah mengucapkan kalimat tersebut, mendengar perkataan Hansell, gadis itu melirik ke arah dua wajah yang dilanda cemas tak bertuan, dia mengerti ini sebuah kata yang mengerikan untuk di lakukan, namun jika Airyn masih berdiam diri dan menunggu mungkin saja kemungkinan terburuk akan terjadi kepada Angel, sebab Airyn sangat mengerti bagaimana orang itu bekerja jika terus di sepelekan.
“Aku akan menemui Dia secara langsung, kirim kan email kepada orang yang berada di balik surat kontrak itu” jelas nya dengan tatapan tajam, membuat Hansell terkesiap mendengar perkataan Airyn yang begitu mutlak dan jelas, begitupun dengan Marry yang tengah berdiri dengan raut wajah cemas tak karuan.
“Apa kau fikir aku akan mengizinkan mu!! apa yang kau fikirkan Airyn, tidak kah kau berfikir itu mengundang mu ke kandang harimau” ketus Hansell dengan nada kesal, sebab kehilangan Angel saja sudah membuat diri nya hancur, di tambah Airyn yang akan memasuki kandang harimau, bagaimana bisa diri nya tenang dan membiarkan nya begitu saja
“Nona Petrov, bukan kah anda yang lebih tau dari pada saya betapa mengerikan nya orang itu, bagaimana bisa anda menemui dia tanpa persiapan apapun, apakah anda tidak memikirkan kemungkinan terburuk yang akan terjadi, saya harap anda harus mempertimbangkan kembali keputusan tersebut” seru Marry dengan suara berat ke arah gadis yang sudah di besarkan nya sedari kecil
“Airyn, mengerti lah. Jangan mengambil keputusan yang mencelakai mu. Aku tidak siap jika terjadi sesuatu dengan mu sayang” sambung Hansell sekali lagi dengan mengegam pergelangan tangan kekasih nya, kali ini suara nya merendah untuk memberikan pengertian ke pada Airyn, sebab Hansell mengerti Airyn tidak bisa di keras kan untuk di minta pengertian “Kita hanya perlu bersabar dan berdoa saja, semoga Angel kembali dengan baik-baik saja. Hmm” tutur nya dengan penuh kehalusan, membuat Airyn bergetar akan air mata yang ingin tumpah, dia juga ingin melakukan itu, namun jika di keadaan seperti ini Airyn tidak bertindak bisa saja dia akan menyesal seumur hidup, membuat gadis itu memantapkan hati kembali untuk tidak ragu.
“Lalu apa yang harus aku lakukan? Katakan pada ku? Apa kalian bisa menjamin menjelang matahari terbit Angel akan kembali? Apa kalian bisa menjamin Angel akan baik-baik saja! Tidak ada jalan satu-satu nya untuk dilakukan selain aku menemui nya secara langsung, mungkin ini sama hal nya dengan mengantarkan nyawa ku, tapi aku tidak akan bisa berdiam diri lagi. Sudah cukup seluruh tenaga di kerahkan tapi tidak ada titik terang hingga sekarang, aku tidak akan bisa menunda lagi, sebab keselamatan Angel lebih penting dari segala nya” jelas nya dengan tatapan tajam ke arah Hansell, membuat Merry tak berdaya mendengar gadis itu akan mengantarkan nyawa memasuki kandang harimau
“Nona, anda harus mempertimbangkan baik-baik perkataan Tuan Hansell, anda tidak bisa gegabah seperti ini” sambung Marry menatap ke arah gadis yang tidak bergeming dengan tatapan tajam nya ke arah Hansell “Nona, saya mengerti Angel di dalam bahaya, namun kita tidak bisa membahayakan diri kita untuk menyelamatkan nya, Nona Airyn bukan kah anda sendiri yang mengajarkan bagaimana mengutamakan diri sendiri diatas kepentingan orang lain, jika anda ingin Nona Angel kembali, anda harus baik-baik saja disini, jujur saya tidak akan membiarkan anda pergi” tutup Marry dengan tegas, membuat Airyn mengkerutkan kening atas bantahan dari dua orang tersebut
“Airyn aku mohon mengertilah, aku tidak siap jika sesuatu terjadi padamu, kenyataan Angel yang tidak baik-baik saja sudah membuat ku terpukul jangan menambah lagi ketakutan ku. Ku mohon!!” tutur nya dengan penuh harap, membuat Merry meneteskan air mata ketika gadis Petrov tak melunak dengan apa yang di tuturkan kekasih nya, tatapan mata yakin itu terpampang nyata, seakan memberikan sinyal bahwa diri nya siap dengan hal apapun.
“Airyn” lirih Hansell sekali lagi dengan putus asa, karna dia juga bisa menangkap betapa yakin Airyn dengan keputusan nya “aku tidak bisa kehilangan mu, kenapa kau tidak bisa memahami itu” teriak Hansell dengan nada nada yang meninggi, bahkan rasa takut menjelma kuat di batin nya saat ini “Apa hanya Angel yang kau pedulikan, bagaimana dengan mu, bagaimana dengan ku, bagimana dengan kita!! Apakah aku tidak berharga lagi” teriak nya dengan air mata yang berlinang di pelupuk mata Hansell, membuat mata Airyn meredup menatap ke arah pria tersebut,
“Maafkan aku” seketika saja Hansell dan Marry tumbang di saat bersamaan, mereka berdua hilang kesadaran setelah kalimat maaf terlontar dari bibir Petrov, Airyn tidak akan melemahkan pertahanan nya hanya melihat Hansell memohon seperti itu, bagaimanapun Airyn bertanggung jawab atas Angel.
Mungkin saat ini hati nya tercabik-cabik, batin nya terluka bahkan diri nya tak kuasa untuk melawan, namun Airyn tak akan gentar untuk mencoba, selagi tuhan mengizinkan nya untuk bernafas, berarti masih banyak kesempatan yang bisa ia lakukan.
Berto berdiri di hadapan Airyn sesudah menyuntikan obat bius kepada Hansell dan Marry, diri nya melakukan itu atas perintah Nona Petrov sendiri, Airyn sudah menduga dua orang ini akan menghalangi jalan nya, sedangkan Berto akan melakukan tugas nya, seketika seluruh mata melihat ke arah Airyn dan dua orang yang tengah pingsan dihadapan nya,membuat Airyn menyuruh ajudan mengantarkan mereka ke ruangan, Hansell di letakan di ruangan Airyn, sedangkan Marry di tidurkan di ruangan nya, tentu saja di setiap ruangan mereka memiliki hotel nya sendiri, Airyn menatap wajah Hansell yang dengan tenang menutup mata, jemari gadis itu mengenggam jemari Hansell dengan hangat, Airyn mendudukan diri dengan tatapan sendu ke arah pria yang begitu di cintai nya, Airyn tidak tau apa yang akan terjadi kedepan, tapi diri nya akan selalu mencintai Hansell bagaimanapun cara nya
“Sayang, maafkan aku, mungkin ini sulit untuk mu, tapi ini lebih sulit bagi ku, aku tidak memiliki pilihan lagi, aku mencintai mu Hansell, tak peduli apapun yang terjadi pada ku, kau harus hidup dan baik-baik saja” lirih Airyn saat kecupan sayang nya di jatuhkan ke kening Hansell, diri nya tidak bisa menerka ini akir semua nya, namun Airyn akan hidup seperti dirinya akan berakir besok hari, karna itulah Airyn akan menikmati hari ini, dia mencumbu Hansell dengan penuh sayang, bahkan dalam lima belas menit gadis itu memeluk Hansell dengan erat, Airyn merasakan kehangatan tubuh yang mengalir di aliran darah nya, menghangatkan relung hati, serta mengobati setiap luka yang pernah terjadi, hembusan nafas teratur dan berirama dengan detak jantung mereka, membuat Airyn menikmati setiap sensasi yang ada, tuhan sangat baik mengirimkan pria seperti Hansell untuk hidup nya, hingga Airyn lupa kapan diri nya tidak bahagia, sebab semenjak pria ini ada segala luka berubah menjadi bahagia.
“Jika ini bukan dirimu, aku tidak akan bisa bertahan hingga hari ini, terimaksih sudah mencintai ku, menerimaku, mengerti tentang hidup ku dan juga terimakasih sudah mengatakan semua nya akan baik-baaik saja, tapi sekarang sudah waktu nya untuk aku mengakiri semua bayangan yang menghantui kehidupan mu Hansell, aku tidak bisa lagi berlama-lama untuk bersikap masa bodoh, karna aku sudah mendapatkan hal beharga, jadi sekarang waktu nya aku menyudahi penderitaan mu, aku tidak ingin kau hidup di bayang-bayang kematian lagi, sudah cukup penderitaan mu disebab kan oleh ku, sekarang aku akan bahagia jika bisa membawa Angel kembali bersama mu, terimakasih telah mencintai ku hingga saat ini” lirih Airyn di dalam tangisan nya, ia melepaskan diri dari tubuh Hansell, mencoba merelakan hati meskipun terasa sepi, Airyn tak ingin berpaling lagi, karna itu akan membuat nya ingin tinggal di sisi Hansell kembali, Airyn tersedu dengan langkah kaki nya yang harus berlalu, semua tentang Hansell sangat lah indah namun semua itu harus berpisah.
Dengan pasti Airyn keluar dari sana sambil menutup pintu dari arah luar, entah kenapa diri nya tidak mampu lagi berdiri tegak, Airyn ambruk disaat punggung nya tersandar di permukaan pintu, Airyn menangis sejadi-jadi nya untuk melepaskan perih hati, pilihan ini tidak akan berakir bahagia, Airyn meyakini itu, karna itulah dia harus bisa kuat untuk melindungi kekasih nya.
Jika tuhan saat ini benar-benar ada Airyn ingin melihat kuasa, bagaimana cara tuhan mengubah putus asa dengan kuasa, dia ingin bahagia bersama orang yang di cintai nya dan mencintai nya, Airyn tidak mengerti sampai mana lagi diri nya harus berjuang hingga terluka, Airyn bahkan tidak mengerti lagi sebanyak apa lagi diri nya harus kehilangan di atas penderitaan, tapi kali ini saja Airyn ingin tuhan benar-benar memberikan jalan keluar di atas putus asa yang menjalin kehidupan nya.