Girlfriend Another Level

Girlfriend Another Level
Bukan mimpi : Tapi kenyataan



Pagi sudah menyapa membuat Airyn terbangun dari tidur nya, dia melihat kearah jendela dengan mandangi hamparan biru yang membentang luas begitu indah, Airyn merasakan kembali bagaimana keindahan alam yang memanjakan kedua bola mata nya, gadis itu tersenyum dengan bahagia mengingat apa yang terjadi dimimpinya, begitu aneh dan sangat lucu, bahkan airyn tengah tersipu malu dengan memori yang tampak sangat sangat nyata.


“tunggu dulu, siapa yang membuka tirai itu” seketika Airyn terduduk dan melihat kearah sekitar “apa itu bukan mimpi?” tanya nya kepada diri sendiri “jangan bilang semalam itu kenyataan” Airyn tersentak hingga tak mampu mengendalikan detak jantungnya, dirinya mengingat jelas tentang kemari malam, gadis itu meracau tak karuan, bahkan dia uring-uringan di atas ranjang.


Hansell yang tengah rapi dipagi hari memasuki kamar Airyn untuk membangunkan wanita yang suka tidur hingga siang, dirinya melihat Airyn tengah marah-marah didalam kamarnya sendirian


“Airyn apa kau sudah bangun” sapa Hansell ketika dia berdiri dipintu kamar


“kenapa kau disini?” bentak Airyn dengan begitu kesal


“apa maksud mu, kau begitu manja semalam sampai aku hampir gagal mengendalikan diriku” tentu saja Hansell tengah mengoda Airyn, dia menyadari Airyn begitu malu atas apa yang telah terjadi diantara mereka


“keluar lah” Airyn beranjak dari ranjangnya untuk mengusir Hansell, pria itu menghilang dari hadapan nya lantaran gadis itu mengunci pintu kamar dari arah dalam


“bagaimana bisa aku seperti itu” segala ingatan tentang kejadian semalam terngiang-ngiang diingatan nya, dia begitu kesal namun ada rasa senang yang berhasil disembunyikan oleh dirinya.


Dengan cepat Airyn memasuki kamar mandi dan membersihkan diri, tak lupa dia mengoleskan wajah mengunakan bedak yang mengcover wajah Airyn begitu cantik, dia memoleskan lipstick berwarna peach dibibir ranum nya, tentu saja Airyn terkesima dengan diri sendiri saat berkaca, sebelum Airyn keluar dari kamar dia merapikan baju untuk memastikan penampilan nya sudah baik untuk menghadapi Hansell



“Airyn kau rapi sekali, apa kau ingin keluar?” tanya Hansell sambil merapikan sarapan mereka


“tidak” dia berlalu mendudukan diri di meja yang disediakan Hansell untuk nya


“Airyn habiskan sarapan mu, aku akan memanaskan susu” Hansell memberikan senyum seraya dirinya meraih kompor dan memanaskan susu Airyn yang sudah mendingin


“kenapa dia baik sekali” gadis itu mengigit roti nya sambil memalingkan wajah dengan sikap malu, Hansell pun memberikan susu itu kepada Airyn, gadis itu langsung meraih dari tangan Hansell dan meneguk susunya dengan cepat


“pelan-pelan itu masih panas”


“aku menyukainya” Airyn begitu terburu-buru meneguk susunya tanpa disadari susu yang baru dipanaskan itu membuat lidahnya kelu


“sudah kukatakan kalo susu nya masih panas, kau ini” tentu saja Hansell mendengus kepada Airyn, bagaimana gadis Petrov begitu cerobah, tidak seperti dirinya yang berwibawa dan memiliki sikap berhati-hati untuk melakukan suatu tindakan


“kenapa susunya panas sekali” Airyn pun membalas lontaran kata Hansell


“sudah aku bilang kalo itu panas, apa lidahmu baik-baik saja?” tanya nya sambil menatap bibir Airyn dengan begitu lekat, membuat Hansell memikirkan kejadian panas semalam bahkan gadis itu menyadarinya, membuat mereka sama-sama memalingkan wajah satu sama lain.


“kenapa aku jadi gugup” gumam mereka berdua


Setelah menyelesaikan sarapan pagi tanpa berdebat, Hansell pun meminta izin mengunakan ruangan kerja Airyn untuk dirinya memeriksa beberapa hal yang harus diselesaikan, tentu saja Airyn dengan senang hati memberikan nya, Hansell menghabiskan waktu berjam-jam untuk bekerja disana, bahkan Airyn sudah seperti sektretaris Hansell, dia menyiapkan minuman dan makanan ringan untuk pria itu, bahkan Airyn mem-print kan beberapa document yang diminta Hansell, meskipun dengan kesal namun gadis itu tidak menolak sama sekali.


“Hansell bagaimana cara mu menyelesaikan permasalahan di perusahaan Tuan Ji?” tanya Airyn ketika menatap kertas yang tengah di print oleh nya


“aku seperti nya mengakuisisi saham yang dimiliknya, dan menjual beberapa saham ku untuk melakukan itu, lantaran ini tidak lagi pembelian saham yang begitu kecil, bahkan mencapai triliunan” jelasnya


“apa kau bodoh” bentak Airyn kesal


“kenapa?”


“bagaimana bisa kau menjual saham mu begitu saja untuk menyelamatkan saham yang bermasalah, jika kau tidak bisa membalikan keadaan kau akan merugi besar” tegas gadis itu


“kemungkinan nya sangat kecil untuk aku merugi, lagian Tuan Ji sudah seperti orang tua angakat ku disana Ryn, dia mempercayakan segalanya kepadaku, jadi hanya ini cara untuk menyelamatkan perusahaan nya, dengan menanamkan saham untuk menutup kerugian nya” jelas Hansell


“kenapa dia begitu bodoh, mudah sekali mempercayai orang lain” tentu saja Airyn sangat kesal dengan keputusan pria itu, dia menyelamatkan perusahaan orang lain namun membuat perusahaan nya diambang kehancuran, bukan kah taktik ini seperti taktik kekanak-kanakan yang dilakukan oleh orang dewasa kepada anak-anak, bahkan dengan melakukan pendekatan dengan mengatas namakan keluarga dia mengoyahkan perusahaan musuh,dengan memanipulasi kebangkrutan perusahaan nya sendiri, ketika musuhnya lengah saat sibuk membantu perusahaan nya, disaat yang sama dia menyerang, Airyn memang lah masih muda dan Hansell lebih tua dari pada dirinya, namun indra penciuman nya mendeteksi pengkhianatan sangatlah kental, membuat gadis itu mengerti siapa orang yang bermuka dua atau tidak.


“kenapa kau begitu marah? Apa kau berfikir Tuan Ji akan mengkhianatiku?” tanya nya, namun Airyn hanya diam dan menatap Hansell dengan begitu peduli


“Airyn, Tuan Ji sudah seperti ayahku sendiri, dialah yang membuatku menempatkan posisi pertama di Korea Selatan, bahkan jika tanpa dia akau tidak akan mampu bertemu dengan mu” jelas Hansell dengan tersenyum


“apa kau begitu yakin pada nya?” tanya Airyn dengan begitu penasaran nya


“tentu saja, aku sangat dekat dengan nya, bahkan dia selalu menasehati ku tentang banyak hal,saat istrinya sehat mereka sering mengundangku makan malam bersama keluarga, dari sanalah aku mengangap Tuan Ti sudah menjadi kerabat dekat ku” jelas Hansell dengan begitu berbinar menceritakan tentang Tuan Ji kepada Airyn


“apa yang harus aku lakukan?” gadis itu mengepalkan tangan dengan begitu geram nya, dia merasa bimbang untuk membantu Hansell terang-terangan, karena pria tersebut begitu mempercayai Tuan Ji, namun Airyn tidak percaya dengan tua bangka itu, dia sangat tepat dengan penilaian nya, namun Hansell dibutakan oleh image keluarga yang dibangun Tuan Ji untuk meruntuhkan pertahanan Hansell


“Baiklah, apa ada yang kau butuhkan lagi?”


“tidak Ryn, terimana kasih banyak dan maaf telah merepotkan mu” balasnya dengan tersenyum.