
Airyn sungguh ketakutan, ia memeluk Hansell setelah sadar akan keadaan, Airyn menangis tersedu-sedu di dalam perlindungan pria nya, membuat Hansell melirik ke tubuh mungil yang bergetar memeluk diri nya, semua anak buah yang dikerahkan Hansell telah mengepung Griffin dan orang nya, bahkan anak buah Hansell lima kali lipat dari orang-orang bertudung itu.
“Kau tidak akan bisa lari kemana-mana, sebelum mengembalikan adik ku” ketus Hansell dengan nada mengancam yang kental, membuat Griffin menarik kembali kesadaran yang sempat terbuyarkan dengan pria yang saat ini membidik ke kepala nya, jika Griffin memperkeruh suasana, bisa jadi Hansell benar-benar menghancurkan kepala nya.
“Senang bertemu dengan mu Hansell Hamilton, kau membunuh orang yang tepat” tutur nya kepada Hansell
"Apa maksud mu” bentak Hansell dengan tatapan tajam penuh ancaman dengan satu bidikan pertanyaan
“Apa kau tidak tau?” tanya Griffin saat membalas pernyataan Hansell barusan “Wah, luar biasa sekali anda Nona Petrov” sambung Griffin dengan tutur santai, membuat Hansell melirik ke pada kekasih nya itu, mendengar Airyn di bawa-bawa dalam perdebatan mereka, Hansell mengeratkan satu tangan nya untuk memeluk tubuh Airyn
“Jangan libatkan kekasihku dalam siasat busuk mu” ancam Hansell dengan tatapan tajam, membuat Griffin terkekeh menyaksikan kekuatan cinta yang dimiliki dua pasangan itu.
“Maafkan aku Tuan Muda Hamilton, tapi saya harus mengatakan nya, jika sebenar nya Berto lah yang membunuh ayah mu” jelas Griffin, membuat Hansell terdiam di posisi nya, bahkan tanpa sadar pria itu menurunkan senjata dengan tatapan kosong, hingga Griffin tersenyum licik.
Menyaksikan musuh yang kehilangan perhatian, tentu saja Griffin memanfaatkan keadaan, ia mengeluarkan sebuah benda aneh dari kantong celana nya, berukuran kecil yang pas di genggam tangan, Griffin menghempaskan benda itu ketanah, hingga memancarkan ledakan, membuat Hansell membalikan badan untuk melindungi Airyn dalam rangkulan pelukan, tentu semua orang kaget dengan apa yang barusan di lakukan Griffin, hingga mengeluarkan asap pekat yang tak mampu menembus pandangan, seketika griffin dan orang nya menghilang di balik asap yang perlahan memudar
Semua orang batuk akibat asap yang terhirup, begitupun Hansell dan Airyn, mendengar suara ledakan barusan tentu saja Marry lemah jantung, untung saja semakin asap itu berkurang Hansell dan Airyn terlihat baik-baik saja, hingga semua ajudan dan anak buah Hansell mengamankan Hansell dan Nona Petrov
“Airyn…sayang..apa kau baik-baik saja?” tanya Hansell dengan peduli
bercampur dengan cemas, bahkan Hansell melirik wajah kekasihnya yang tidak henti-henti menangis
“Hansell” Airyn menangis memandang pria itu, ia tidak menyangka Hansell melakukan nya, ada sedikit takut yang terbentang namun Airyn mampu mengatasi “Hansell aku takut” tutur Airyn dengan tangisan yang terus menerus mendera.
“Maafkan aku” sesal Hansell ketika memeluk tubuh kekasih nya itu, bagaimana pun Hansell mengetahui apa yang ia lakukan tidak bisa di terima Airyn, meskipun gadis ini mengetahui fakta tentang Berto namun Airyn masih mengampuni nyawa pria itu, meskipun orang lain mengira itu bentuk hukuman atas Berto sendiri, namun jauh di lubuk hati Airyn ia tak siap melakukan itu, sebab Berto telah menjadi sosok yang paling dekat dengan diri nya setelah kepergian Tuan Petrov
“Aku takut” rintih Airyn dengan deraian air mata yang terus mengalir, membuat Hansell semakin mendekap kekasih nya dengan erat, entah kenapa Hansell terluka menyaksikan Airyn tidak berdaya, entah bagaimana Hansell kehilangan Nona petrov yang tegas dan ganas, sekarang Airyn menunjukan jati diri nya.
“Maafkan aku sayang, Maafkan aku” lirih Hansell dengan sendu saat menenangkan gadis itu, seketika Airyn memeluk tubuh Hansell guna mencari perlindungan, ia begitu takut menatap apapun yang ada disekitar nya saat ini, membuat Hansell mengerti Airyn tengah ketakutan tak bertepi
“Maafkan aku Airyn” Hansell melepaskan jaket yang ia kenakan, pria itu membalutkan jaket hangat ke tubuh kekasih Airyn, bahkan Hansell mengendong Airyn memasuki mobil hingga pengawal mengaja jalan Hansell, namun seketika saja Airyn menghantikan tangan Hansell.
“Kita harus menyelamatkan Angel” tutur gadis itu dengan yakin
_____________________
Satu jam sebelum nya
“Apakah ayahku dulu pernah memohon?” tanya nya ke arah Berto, membuat pria itu terdiam tanpa suara, dia mengingat jelas bagaimana pembunuhan Tuan Petrov di masa lalu, meskipun bukan Berto yang membunuh nya, namun saat itu ia berada tempat kejadian, pria itu bungkam dengan menyaksikan seluruh kejadian, membuat Berto terlibat atas kejadian 10 tahun silam
“Kau bahkan tidak mengindahkan permohona ayah ku, dan sekarang kau ingin aku mengindahan permohonan mu, apa kau fikir ini semua adil Berto! Aku tidak menyangka kenapa ayah ku terlibat dengan manusia rendahan seperti mu, manusia yang melakukan pekerjaan dengan cara kotor, aku tidak habis fikir bagaimana bisa kau di anggap manusia, dasar sampah” bentak Airyn dengan rasa terluka, dirinya sudah menahan air mata sedari tadi, namun entah kenapa kehidupan selalu saja mengecewakan, Airyn melepaskan todongan, dia bersandar dengan pasrah, dia tidak ingin lagi melakukan apapun.
Secarik kertas kecil di sodorkan Berto tanpa suara, tangan nya mengisyaratkan a
Airyn tutup mulut tanpa suara, Berto menatap tajam ke Nona Petrov, meskipun masa lalu tidak dapat di ubah, dan tidak dapat mengubah fakta dirinya terlibat atas kematian Tuan Petrov, namun kali ini saja Berto ingin melakukan hal yang sedari awal harus nya ia lakukan.
Katakan lah sesuatu, sebab di tubuh ku ditanam alat pelacak dan penyedap suara yang dimasukan melalui cairan ~ sambung Airyn saat membaca tulisan yang tertera, tentu gadis itu merasa gugup saat memikirkan kalimat apa yang harus di ucapkan nya
secara tiba-tiba
“Kau silahkan memilih, kau keluar dari sini dan nayawa mu sampai disini saja, atau kau melakukan pekerjaan mu mengantarkan ku pada orang itu” seru Airyn dengan suara tidak berdaya, membuat Berto mengkedipkan kedua mata nya.
Terakir kali dia menyodorkan kertas kecil yang di selipkan di kerah jas yang di kenakan, Berto menyodorkan alamat yang harus di tuju untuk menyelamatkan Angel, membuat Airyn membulatkan mata menatap kertas itu lekat-lekat, bahkan dia menghapal alamat itu di luar kepala.
Seketika Berto meraih pistol tersebut dari tangan Airyn, dan menodong gadis itu dengan kasar, bahkan berto mengeluarkan Airyn hingga menyeret nya dengan paksa, secara samar Berto mengedipkan mata seolah mengisyaratkan Airyn untuk mengikuti alur permainan yang akan dia lakukan.
"Aku akan membalas apapun dengan nyawa ku, untuk kali ini aku tidak akan menyesali pilihan ini, terimakasi Nona Airyn masih mau menerima ku, aku tidak menyesali apapun lagi, setidak nya satu fakta ini sudah aku ungkapkan" gumam Berto saat ia bertekad kuat melakukan hal yang seharusnya ia lakukan sedari dulu.
Sesuai dengan harapan, semua orang yang memantau diri nya keluar dari persembunyian, membidik ke arah Berto sebab diri nya akan melukai Nona Petrov yang berharga di mata Tuan nya, tentu saja Airyn mengerti apa yang di ajarkan Berto kali ini, selama ini Berto banyak mengajarkan nya tentang bisnis hingga dunia gelap, Berto juga banyak mengajari Airyn cara bertahan menghadapi musuh, dan kali ini Berto mengajarkan Airyn bagaimana cara mengenali musuh yang sesungguh nya, Berto mengajari seberapa penting diri nya di mata musuh.
Selama ini Airyn hanya menduga-duga jika ia tak boleh terluka, tanpa ada sebuah fakta yang mendukung. Kali ini Airyn sadar, sikap yang di tampilkan Berto adalah sebuah alasan mengetahui dugaan itu benar adanya, bahwa Airyn sangatlah berharha untuk di lindungi dan di jaga hingga tidak boleh terluka.
“Apa yang kau lakukan!!” teriak Airyn kepada pria yang menodong nya, membuat Berto tersenyum sungging ke arah semua orang, dia seperti orang yang kerasukan atas apa yang tengah di perbuat nya, tentu saja Airyn juga bertingkah mengikuti alur yang dimainkan Berto untuk di tampilkan, sebab Airyn percaya bagaimana pun Berto terlibat saat ini Berto sungguh-sungguh berada di pihak nya, sebab pria ini rela mengorbankan nyawa nya sendiri untuk membuat Airyn mengerti.
“Aku akan menembak kepada wanita ****** ini jika kalian mencoba menembak ku, menjauh!!” bentak Berto ke arah semua orang yang mengunakan penutup kepala dengan pakaian serba hitam, entah kenapa suara gemericik terdengar akibat mereka menukar posisi dengan posisi siaga untuk siap menembak, membuat Berto tersenyum sungging sebab berhasil memprovokasi keadaan, sedangkan Airyn tak bergeming memperhatikan, dia dengan pasti melihat satu persatu postur yang ada di hadapan nya, hingga tingkah mereka seperti sungguhan menarik pelatuk.
“Hangan!!” teriak Airyn, dengan begitu gugup “Jangan menembak nya, pikirkan lah baik-baik, jika kalian menembak nya bisa saja aku akan terluka!” tutur nya untuk menenangkan keadaan, membuat semua orang yang mengepung Berto mengurungkan niatan, sekarang Airyn sudah mulai paham dimana posisi nya berada.
Dia mendapatkan sebuah fakta betapa berharga nyawa Airyn oleh orang yang ada di balik surat kontrak, hingga kedatangan Griffin tanpa diduga membuat Airyn lebih tak percaya lagi, sebab nada bicara Berto kepada pria yang bernama Griffin sangat lah akrab, membuat Airyn memutar Otak, jika selama ini orang terdekat nya juga terlibat, sudah pasti ada hal yang tersembunyi yang tidak diketahui, sepengal kata-kata Berto tentang anak yang diadobsi ayah nya menjelma di ingatan Airyn, dia ingat betul hanya ada namanya yang menjadi anak satu-satu dari Petrov, namun siapa yang di maksud Berto? tidak mungkin dikeadaan genting Berto membual, hingga Airyn berfikir keras tapi tak menemukan jawaban.
Airyn tidak percaya dengan semua yang di tuturkan Griffin pada nya, namun Airyn lebih tidak percaya dengan apa yang di lakukan Hansell kepada Berto, dengan sekali tembakan Berto lenyap dan hilang, bahkan Hansell lah yang melakukan nya, membuat tubuh Airyn merinding tak menyangka, bagaimana bisa pria yang begitu lembut berubah menjadi ganas, bahkan selama ini Hansell menghargai nyawa bukan sebuah mainan, malah dengan enteng membunuh Berto yang tidak sanggup di hancurkan Airyn.
Setelah Griffin menghilang, dan jasad Berto yang tergeletak di jalanan, membuat Airyn gemetar ketakutan, ia takut menatap ke dua mata Hansell yang terlihat mengerikan , Airyn mencoba menguasai diri untuk melakukan apa yang seharusnya di lakukan, bagaimana pun Berto telah mengorbankan nyawa untuk menyelamatkan Angel.
Seketika saja Airyn menyebutkan sebuah alamat tentang keberadaan Angel, membuat semua tenaga yang di kerahkan mengepung tempat kejadian, begitupun dengan Airyn ia tidak ingin pulang sebelum menyaksikan Angel baik-baik saja, Airyn dengan kokoh ingin pergi ke tempat tersebut, membuat Hansell melonggarkan sedikit perdebatan mereka.
Di tengah perjalanan menuju tempat yang di tunjukan Berto, Airyn hanya diam di tempat, sedangkan Hansell begitu sibuk menghubungi beberapa pihak, seketika Airyn melirik ke arah kekasih nya, Hansell lengkap dengan senjata yang ada di tubuh nya, membuat pria itu membalas pandangan Airyn yang berubah menjadi diam setelah mereka bertatapan.
“Airyn” Hansell mendekat ke arah gadis itu, sambil merangkul nya, ia mengerti ada rasa aneh yang di alami Airyn saat menyaksikan sikap Hansell yang seperti ini, namun selama ini bukan kah pria itu sering menyerukan. Jika ini terkait kehidupan Airyn dan orang yang di cintai nya, Hansell bisa berubah menjadi pembunuh berdarah dingin yang berbeda dengan dirinya.
“Apa kau sebegitu takut pada ku?” sambung pria itu dengan pertanyaan, sambil memeluk Airyn dengan hembusan nafas yang tak beraturan, membuat gadis itu terdiam tanpa mampu mengucapkan apapun.
“Meskipun aku mengerikan , aku tidak pernah membunuh. Tapi kau, malah melakukan nya. dan itu kepada Berto, bagaimana bisa aku menerima itu!! bagaimana bisa kau melakukan itu Hansell!” bentak Airyn kepada kekasih nya, membuat pria itu terdiam tanpa mengucapkan kata apapun, dia tidak peduli betapa takut nya Airyn saat ini, namun yang Hansell pedulikan, semoga Airyn tidak membenci diri nya.
“Lepaskan aku, kau menyakiti ku” seru gadis itu saat merasakan Hansell semakin mengeratkan pelukan mereka, bahkan dengan kasar Airyn menepis tangan Hansell
dari tubuh nya
“Sebentar” Hansell tak bergeming atas pelukan tersebut, ia mengeratkan pelukan ke tubuh wanita yang di cintai nya, Hansell sangat takut Airyn membenci hingga nanti pergi, bahkan Airyn menghindar dari hidup nya saja suatu hal yang tidak sanggup diterima, semua ketakutan itu menjelma nyata, membuat gadis itu semakin tak berdaya atas pelukan Hansell, namun bagaimana lagi semua nya sudah terjadi, tak akan ada yang bisa di elakan.