Girlfriend Another Level

Girlfriend Another Level
Aku akan mendapatkanya



Jungkyung yang sedari tadi melihat kejadian dihadapanya, merasa kesal atas sikap Hansell pada Airyn, selama ini ia selalu mendengar nama wanita ****** itu dari Dokter James, namun kali ini Jungkyung melihat sendiri, bagaimanapun ia tidak akan pernah memaafkan Airyn sebab telah merebut hati James dan melukainya, sebagaimana Airyn merebut James begitupula Jungkyung akan merebut Hansell, tidak peduli seperti apa ia merendahkan dirinya namun bisa dipastikan pria lemah seperti Hansell akan berada digengaman Jungkyung.


Ia membereskan staff yang bernama Dall itu, memanglah seorang idiot yang sangat bodoh hingga buta akan musuhnya, gadis itu membereskan sesuai anjuran dari Hansell, semua staff dan kariyawan masih belum percaya dengan apa yang ada dihadapan mereka, senior yang ditakuti selama ini berakir ditangan Direktur sendiri, membuat mereka semua menduga jika Airyn bukanlah gadis biasa? Tebakan satu-satunya yang bisa mereka simpulkan adalah anak baru itu pacar atau wanita simpanan Direktur Hans, tentu saja mereka berfikir begitu, karna Airyn hanyalah gadis biasa yang memiliki paras cantik saja, dilihat dari dandanya saja dapat menilai jika ia bukan berasal dari kalagan kaya, sedangkan Direktur Hans adalah orang nomor satu diKorea, bahkan banyak putri koglomerat hingga artis yang disandingi dengannya, tidak mungkin Direktur Hans memilih wanita seperti staff baru bernama Airyn bukan.


“Apa ini yang kau inginkan? Direndahkan?” bentak Hansell dengan kasar seolah ia masih belum bisa menerima semua kejadian hari ini


“Hansell, jika saja kau tidak ikut campur semuanya tidak akan sekacau ini, bukankah sudah aku katakan. Percaya padaku, aku mampu menyelesaikan masalahku sendiri” bantah Airyn dengan tegas, membuat Hansell menatap rendah kearah wanita itu


“Mampu mengatasinya sendiri, bahakn saat pria mengunakan kekautaanya, kau hanya bisa diam diposisi, apa itu yang kau katakan bisa mengandalkan dirimu Airyn, jangan menguji batasanku lagi, cukup sampai sini dan kau harus berhenti berkerja” ucap Hansell dengan ultimatum jelas, ia memalingkan wajah dari hadapan Airyn


“Hansell, kau tidak bisa menghentikanku seperti ini, bukankah ini kesepakatan kita. Apapun yang terjadi hari ini tidak ada hubunganya dengan pekerjaaku” bentak Airyn untuk mempertahankan pekerjaanya, bagaimanapun ia tidak bisa dipecat disaat belum memulai pekerjaan


“Airyn mengertilah, jika kau ingin bekerja. Lakukan didalam ruanganku, setidaknya dengan begitu tidak akan ada ancaman, jika aku kau anggap ancaman, aku berjanji tidak akan menyentuh atau menganggumu…..aku sadar” kalimat Hansell terhenti saat lift itu berdenting… ia menarik tangan Airyn untuk keluar dari sana “Aku sadar, aku bukan kekasihmu” sambung Hansell saat memantapkan langkahnya dengan perasaan getir, membuat Airyn merasakan sedikit sakit atas perkataan itu, bagaimanapun Airyn juga tersakiti atas kenyataan diantara mereka berdua.


“Duduklah disini, aku akan mengambilkanmu minum” ucap Hansell, setelah mendudukan Airyn disofa.


*****


“Kalian bekerjalah seperti biasa” perintah Jungkyung, hingga seluruh keriyawan yang ada disana kembali keposisi semula, ia harus kembali keruaang Direktur sesegera mungkin, karna Jungkyung tidak boleh membiarkan dua orang itu bersama, bukankah itu alasan utamanya, untuk merebut hati Hansell, dan membalas dendam pada Airyn telah mengambil Dokter James.


Dengan sikap sopan dan ramahnya Jungkyung melihat hansell dan Airyn duduk disofa, merasa sedikit kesal ia berusaha mentransmisikan kewajah bahagia dan senyum cerah seperti dirinya, gadis itu masuk hingga menghentikan percakapan Airyn dan Direktur Hans.


“Nona Airyn apa anda membutuhkan sesuatu?” tanya Jungkyung dengan sikap sopan, membuat Airyn menatap kearah gadis itu, ia melihat wajah ramah mendominasi dirinya saat melihat sekretaris Hansell, setidaknya dengan keceriaan seperti itu bisa mewarnai ruangan yang suram


ini.


“Apa kau tidak bisa diam saja diluar, jika aku membutuhkan sesuatu aku akan memberitahumu” tukas Hansell dengan kesal, seolah kinerja Jungkyung berbeda dengan Darrel, mengingat ini hari pertama gadis itu Hansell sedikit melonggarkan dirinya


“Kenapa kau harus memarahinya, bukankah dia bersikap baik”bantah Airyn dengan tidak setuju


“Maafkan saya pak, lain kali saya tidak akan masuk jika anda memiliki tamu didalam, saya undur diri” lirih Jungkyung menahan malu, entah kenapa sejak hari bertemu dengan pria itu, ia selalu merasa muak dan jijik, bagaimanapun ia harus menahan dan membuat Hansell mencintainya.


“Kenapa kau memarahi asistenmu seperti itu, bahkan ini hari pertama ia bekerja disini, bukankah itu wajar jika seseorang melakukan kesalahan” ucap Airyn saat berdiri dari duduknya, ia melirik kearah jendala yang bisa membentangkan pandangan seluas mungkin


“Bahkan ia orang baru atau orang lama jika melakukan kesalahan tetap saja itu salah, dan aku tidak akan bisa menerima dan memberi toleransi akan hal itu, setidaknya dengan menegur dan memperingati itu bisa mengajari mereka” balas Jansell melirik kearah Airyn, seketika gadis itu membalikan tubuh


“Hansell, apa aku boleh bertanya?” seru Airyn dengan nada rendah


“Katakan saja, kenapa kau meminta izin?”


“Apa kau masih mencintaiku?” tanya gadis itu dengan nada serius


“Tentu saja aku mencintaimu, apa kau fikir aku semudah itu melupakanmu, meskipun hanya beberapa bulan kita berpisah, dirimu masih saja terlihat nyata waktu itu” lirih Hansell dengan nada rendah, seolah ia tidak mampu menatap Airyn


“Aku juga mencintaimu Hansell, hanya saja keadaan tidak mengizinkan aku untuk itu” batin Airyn memandang pria itu dengan begitu pilu


“Jika kau mencintaiku, tidak bisakah kau memberiku kesempatan untuk menjadi staffmu, aku berjanji akan menjaga emosi dan tingkah laku, untuk hari ini aku minta maaf. Kedepannya aku tidak akan membuat keributan dan membela diriku” ucap gadis itu saat menatap penuh harap kearah Hansell, membuat pria dihadapanya tertawa dengan penuh ejekan, bagaimana tidak. Hansell berharap Airyn akan mengunggkapkan cinta yang sama, namun gadis itu malah memanfaatkan dirinya untuk suatu tujuan, membuat Hansell berfikir, apakah Airyn menganggap dirinya penting, atau apakah saat ini Airyn hanya membutuhkan Hansell untuk sebuah tujuan, seolah ini tidak adil, gadis itu masih bisa hidup dengan keinginanya sendiri dan berlalulalang tanpa tangung jawab perasaan, namun Hansell benar-benat dibuat menjadi beban akan perasaan yang tidak terbalaskan.


Apakah sejauh ini jarak antara kita? Apakah aku memang tidak memiliki kesempatan? Atau apakah kau memang tidak memberikan aku kesempatan lagi?


“Baiklah, jika itu keinginan mu” lirih Hansell dengaan terpaksa, bagaimanapun apa yang bisa ia lakukan, selain menerima apa yang ingin Airyn lakukan.


"Tunggu" Cegat Hansell saat airyn hampir pergi dari ruangan


"Ada syaratnya untuk bekerja menjadi staff, dan syarat ini terkhusus untukmu" ucap Hansell dengan tersenyum


"Syarat apa?" tanya Airyn dengan binggung


"Kau harus membuatkan Kopi setiap hari untukku, dan aku tidak ingin ada bantahan, dan juga sesekali kau harus memasakan bekal makan siang" ucap Hansell tanpa nada bersalah, membuat Airyn menjadi jengkel pria itu selalu mencari kesempatan dalam kesempitan


"Aku hanya meminta feedbeck, bukankah ini harga yang timpang, kau hanya membuatkan kopi setiap harinya dan makan siang jika aku minta" tegas Hansell dengan meledek, membuat Airyn menarik nafas karna ia kehabisan kekuatan untuk melawan


"Baiklah Tuan Hansell Haminton, saya akan bekerja agar tidak mengecewakan anda" seketika Airyn menutup pintu dengan kasar, seolah Hansell selalu menyusahkan dan menyebalkan


Airyn keluar dari ruangan Direktur, disambut oleh Jungkyung yang ada diarah luar, mereka saling bertatapan satu sama lain, namun saat Airyn berlalu pergi, senyum gadis itu memudar dengan tatapan mencengkram.


Baru saja Airyn keluar dari lift, seseorang menarik tangannya dengan kasar hingga tubuh gadis itu terhempas kesudut dinding, tentu ini sebuah dapur yang ada diruangan staff yang sepi pegawai, ditambah dijam kerja memang tidak ada siapapun disana, Airyn terdiam dengan penuh takut memandang seorang pria yang baru saja berurusan dengannya, wajah pria itu terlihat babak belum akan pukulan Hansell.


“Apa lagi” tanya airyn sekali lagi, membuat Dall menyunggingkan sedikit senyum pada Airyn.


“Apa kau tau, kau wanita rubah paling licik yang pernah aku temui? Siapa dirimu? Meskipun aku dikeluarkan dan dipecat dari pekerjaan, itu semua tidak masalah, asalkan kau mau menebus kesalahanmu padaku” ucap Dall dengan kalimat merendahkan, bahkan tatapan matanya sangat liar dari sebelumnya, membuata Airyn sedikit ngeri


“Apa yang kau ucapakan, apa yang harus aku tebus” Airyn menjauhkan diri dari pria itu, hingga ada batasan diantara mereka, Dall memandang gadis yang pertamakali membuat dirinya jatuh cinta, entah bagaimanapun gadis itu menarik perhatian Dall.


“Apa kau yakin akan berbedikasi diperusahaan ini? apa kau tidak ingin ikut bersamaku?” ucap pria itu, sontak membuat kerutan dikening Airyn, entah kenapa pria bernama Dall ini sangat aneh baginya, pria itu membencinya dengan teramat sangat dan sekarang menunjukan ketertarikan, apakah ia sakit jiwa? batin Airyn.


“Aku memanglah staff biasa diperusahaan ini, yang bekerja hampir 3 tahun, hanya saja ada hal yang menarik tentangku” ucap pria itu dengan menyombongkan diri, membuat Airyn menatap tajam seolah benci berbelit-belit, kali ini Airyn melipat kedua tanganya dan menunjukaan kekuasaan seperti dirinya biasa.


“Tidak perlu berbelit-belit denganku, jika ada yang ingin kau sampaikan, katakanlah dengan benar, selagi aku memiliki sedikit waktu untuk itu” dengus Airyn dengan tatapan menyelidik, membuat Dall memahami jika wanita dihadapanya bukanlah sebatas wanita biasa, meskipun penampilan ini sangat sederhana dan jauh dari kata mewah, gadis itu memiliki karismatik yang membuat dirinya terpikat, sedari awal Dall berada diperusahaan Hansell, hanya untuk memahami seluk beluk perusahaan pertama diKorea ini, sebab ia berasal dari keluarga yang hampir saja sejajar dengan Jansell, hanya saja sebagai ahli waris Dall masih belum bisa menerima itu, ia perlu belajar dan memilih berdedikasi disini.


Hingga sepanjang perjalanan baru kali ini Dall bertemu dengan wanita mengagumkan, entah dari mana asal wanita ini benar-benar membuat Dall tertarik setengah mati, ia akan keluar dari sini jika wanita dihadapanya ini bisa ia miliki, bahkan Dall sudah mendambakan sebuah kesuksesan yang gemilang atas kehidupanya dimasa depan, tidak bisa dipungkiri paras cantik dari gadis bernama Airyn membuat dirinya terkesima, meskipuj wajah itu bukan Asli orang Korea, tetap saja itu sangat cantik.


“Jika aku keluar dari perusahaan ini, kau juga harus keluar dari sini, dan sebagai gantinya aku akan menjamin kehidupanmu dimasa depan yang sangat gemilang dari yang kau bayangkan. Apa kau mengenal keluarga Lee, yang secara turun temurun menempatkan posisi teratas di Korea, hanya saja semenjak perusahaan HS dibentuk keluarga Lee tergeser dari posisi, meskipun begitu perbandingan keluarga Lee dan HS sangat tipis, jadi bisa dikategorikan keluarga Lee hampir sama dengan perusahaan HS, jika kau ikut keluar bersamaku, akan aku jamin kau menjadi Nyonya dari ahli warisnya, karna namaku Lee dall-wook” ucapnya dengan begitu sombong, seolah mengungkapkan suatu hal menakjubkan, dengan penuh percaya diri Dall mengatakan hal itu, sebab gadis manapun pasti akan merasa kagum, siapa yang tidak mengenal keluarga Lee, bahkan ahli waris yang selama ini disembunyikan diketahui oleh dirinya, tentu wanita itu akan merasa istimewa bukan, jadi dengan rasa bangga seolah diatas segalanya Dall percaya gadis menarik seperti Airyn ini akan memilih dirinya.


“Apa ada yang ingin kau ucapkan lagi?” tanya Airyn dengan nada rendah, seolah ia membuang waktu beberapa detik, melihat presentasi dari orang aneh itu, bukankah ini tidak sebanding dengannya, perusahaan milik Hansell saja tidak tertandingin oleh keluarga Lee, mengapa dengan mudahnya pria itu menawarkan masa depan padanya, membuat Airyn melirik dengan sedikit menghina kearah Dall.


“Apa…..apa aku tidak tertarik denganku?” tanya Dall dengan begitu gagap, seolah ia tidak menyangka akan respon yang ditampilkan gadis itu, bahkan diluar ekspektasinya


“Aku pergi dulu, membuang waktuku saja” Airyn ingin beranjak dari sana, namun Dall menahan legan Airyn dengan kasar, membuat gadis itu menyorotkan laser tajam kearah Dall, cukup sudah rasanya ia menahan diri sedari tadi, tapi pria itu selalu saja melewatkan batasanya.


Meskipun ia seorang pria tidak sepantasnya argumen aneh itu dipaksakan kegadis lain bukan, sekalipun bukan Airyn, sebab tidak semua wanita itu memandang sesuatu berdasarkan materi, seolah kaum laki-laki memang menghargai seorang gadis berdasarkan lembaran uang, bukankah ini tidak adil.


“Maaf….aku tidak bermaksud menyakitimu, tapi apa kau tidak tertarik sedikitpun?” tanya Dall untuk memastikan lagi.


Namun Airyn memasang wajah suram yang sangat pekat dengan rasa kesal, ia benci akan tingkah pria aneh itu, namun Airyn harus menahan diri.


Melihat tatapan itu Dall melepaskan Airyn hingga gadis yang menarik hatinya berlalu pergi “Apakah dia serius? Benar-benar tidak tertarik denganku?’ tanya Dall dengan binggung, seolah ini semua jauh dari bayanganya, namun entah kenapa hati Dall menginginkan gadis itu, mugkin benar dialah wanita yang selama ini Dall inginkan, wanita sederhana yang tidak gila akan harta, bahkan gadis itu tidak memandang dirinya sebatas pria kaya.


“Apakah aku tengah jatuh cinta?’ gumam pria itu memandang Airyn yang bergerak jauh dari dirinya “Aku akan mendapatkanmu” batin Dall dengan begitu yakin, ia akan mendapatkan gadis itu hingga apapun akan ia lakukan, bukankah ia sebatas gadis biasa saja jadi tidak mudah untuk masuk kedalam kehidupanya bukan, sekalipun gadis itu kenalan Direktur Hans sepertinya mereka tidak memiliki hubungan spesial, lantaran tidak mungkin seorang pria menempatkan wanitanya bekerja sebagai staff, di Novel manapun seorang Direktur akan menjadikan gadisnya seorang sekretaris, ditambah kemampuan yang dimiliki Airyn sangat cocok menjadi kadidat disamping sang Direktur, mungkin saja ini semua pertanda jika sebenarnya pengabdianya selama ini diperusahaan HS akan menghasilkan hadiah, yaitu gadis menarik yang memiliki kemampuan diluar batas manusia normal, bisa dibilang gadis itu sangat pintar dan begitu cerdik, walaupun tatapan dan auranya sangat mengerikan, ada sisi manis jika dirinya tengah serius akan pekerjaan


“Aku akan mendapatkannya” finish Dall.