
Mata itu dengan jeli menelaah berkas yang dikirimkan oleh Darrel, sekarang Hansell paham akan semuanya, ia telah menemukan semua celah yang ada, ia telah menemukan banyak jawaban dari yang diduga, disisi lain ada sedikit takut, namun sedari awal Hansell telah ikut serta didalam misteri ini, bagaimanapun dia harus menyelesaikan seluruhnya, hingga tidak akan ada yang bisa mengendalikan Airyn lagi.
Pagi hari kembali menyapa, dengan sangat sejuk dan indah, matahari menyelip masuk melalui tirai yang disibakan oleh Hansell, ia telah membawakan sarapan yang dibuatkan untuk gadis malas itu, Hansell mengaduh kedamaian Airyn untuk bangun dari tidurnya, bahkan ini sudah hampir tengah hari, namun gadisnya masih saja malas-malasan diatas ranjang
Perlahan Hansell menarik selimut yang membalut hangat tubuh Airyn, hingga gadis itu mengerjapkan mata, dan melihat Hansell telah rapi dengan dandanan segar, bahkan senyumnya sangat segar dan cerah, membuat Airyn ingin bermalas-malasan sambil memeluk pria itu.
“Kau mau kemana, aku tidak mau ditinggal” Airyn bangkit untuk memeluk Hansell, ia mencari kehagatan karna selimut yang diambil paksa dari tubuhnya, melihat sikap itu tentu Hansell memeluk Airyn untuk mendapatkan apa yang ia inginkan, meskipun gadis itu menghancurkan dandanan rapi Hansell pagi ini, namun itu semua sangat tidak masalah baginya, konon katanya pelukan dipagi hari dapat menghiasi hidup sepanjang hari.
“Aku ingin bertemu seseorang sebentar, aku tidak akan lama. Tinggalah Divilla” seru Hansell seketika, membuat Airyn melepaskan diri sambil menatap sinis kearah pria itu, bahkan tanpa ia sadari, rambutnya telah acak-acakan dari yang dibayangkan, karna Hansell selalu melihat Airyn dengan cinta, ia melihat hal itu seperti sebuah keimutan yang paripurna dari gadisnya, secara perlahan tangan Hansell, mengelus permukaan rambut Airyn untuk ia rapikan
“Aku tidak ingin ditinggal sendiri” balas Airyn dengan kesal
“Siapa bilang aku meninggalkanmu sendiri” saut pria itu dengan cepat dan mengalihkan pandang kearah pintu
“Kakak” teriak Angel yang entah dari mana ada diantara mereka, membuat Airyn terbang dari ranjang guna memeluk gadis cerewet itu, bahkan tanpa sadar ia menepis tubuh Hansell begitu saja, membuat Hansell diselimuti api cemburu kepada adik kandungnya
“Kenapa aku merasa menyesal memanggil Angel” gerutu Hansell saat melihat dua gadis itu sangat heboh dalam berpelukan, bahkan Angel dan Airyn tidak ingin melepaskan
“Astaga, aku merindukanmu” celetuk Airyn saat memeluk calon adik iparnya “Angel juga rindu kakak, astaga…astaga” ucap Angel membalas perkataan Airyn
Hansell bernjak dari tepian ranjang, sembari merapikan bajunya “Angel, kakak akan keluar hari ini, jadi temani Airyn dirumah, ingat dia masih sakit, jangan terlalu merepotkan, apa kau mengerti” pinta Hansell kepada adiknya, membuat tatapan sinis Airyn memancar
“Kenapa kau mengatakan hal tidak berguna seperti itu, bahkan Angel tidak pernah merepotkanku” ketusnya membalas perkataan Hansell, sambil memeluk Angel dengan posesif, menyadari Airyn yang tidak pernah memihaknya, Hansell mengalah, sambil memberikan senyum
untuk undur diri dari mereka berdua.
“Kakak pergi dulu” ia berlalu meninggalkan dua gadis yang sama-sama menyebalkan, Airyn beranjak untuk mandi sedangkan Angel merebahkan diri diranjang, Hansell pun berlalu kehalaman rumah yang menunggu dirinya “Bahkan dia tidak mengantarku pergi, astaga” geram pria itu dengan kesal, seolah Airyn pagi ini sangat menyebalkan, entah kenapa saat berdua Airyn sangat manis dan perhatian, namun jika ada Angel dia berubah menjadi gadis dingin yang galak, membuat Hansell semakin binggung dengan gadis kesayanganya itu.
Angel dan Airyn sama-sama mendudukan diri dihalaman belakang villa milik Jansell, mereka menyiapkan BBQ untuk santapan sorenya, sebab kedua gadis itu sama-sama tidak memiliki kerjaan, begitupun Angel, ia bahkan telah menghubungi Hellena untuk bergabung bersama mereka, sejak Hansell pergi Airyn benar-benar tidak merindukanya, seolah Airyn terhibur akan Angel yang ada di Villa, setelah beberapa menit mereka sibuk dengan kegiatan masing-masing, belpun berbunyi, tentu Angel beranjak dari duduk dan membukakan pintu, sesuai dugaan Hellenalah yang bertamu, melihat temanya yang dikawal penjaga, Angel mengusir mereka sambil memeluk Hellena, dengan sungkan gadis itu memasuki Villa menuju taman belakang, ia melihat Nona Petrov yang sangat sibuk dengan aktivitasnya, sambil memberikan senyuman manis padanya.
“Hallo Nona Petrov” sapa Hellena dengan sungkan, membuat Airyn melebarkan senyuman, entah kenapa suasana diantara mereka memang sulit untuk mencair
“Panggil saja Airyn” balasnya dengan kalimat manis, membuat Hellena tertegun memandnag kearah Airyn yang memiliki sisi ramah
“Hellena, apa yang kau lihat” putus Angel seketika, membuat Hellena mengalihkan pandangan kearah temanya
“Tidak ada” gadis itu mendudukan diri disamping Angel, melihat Angel dan Hellena duduk manis, Airyn mengambilkan beberapa daging yang telah matang untuk ia sajikan
“Makanlah hellena” seru Airyn sambil menyodorkan makanan yang ada ditanganya kepada tamu mereka, membuat Hellena semakin canggung tak kepalang, namun Airyn berusaha mengerti, memang tidak mudah bagi orang lain terbiasa dengan dirinya “Santai saja” seru Airyn, ia mendudukan diri dihadapan dua gadis itu, meskipun begitu diantara Hellena dan Angel, Airyn lebih besar dari pada mereka, membuat Airyn tidak perlu sungkan atau canggung, sebab ia tidak ingin membawa sisi Nona Petrov kepada dirinya jika bersama orang-orang terdekat.
“Angel, Hellena, aku kekamar dulu ya” pamit Airyn meningglkan dua gadis itu, membuat Angel mengiyakan perkataan calon kakak iparnya saat dirinya tengah mengunyah daging yang sudah memenuhi mulut, begitupun Hellena ia menganggukan kepala seolah mengizinkan Airyn untuk pergi
dengan penuh sopan
“Astaga…jantungku” Hellena menarik nafas panjang, sedari tadi nafasnya terasa tertahan, melihat tingkah dari Hellena tentu Angel hanya tertawa, ia mengerti tidak mudah bagi Hellena bersikap santai dengan Airyn, mereka berdua masih sibuk dengan makanan yang ada dimeja makan, sedangkan Airyn bersilonjor di atas ranjang guna memainkan ponsel gengam ditanganya
“Kenapa kau canggung sekali dengan Kak Airyn, memalukan sekalai” sindir Angel kepada temanya, membuat Hellena membulatkan mata
"Memalukan, apa yang memalukan. Jantung ku hampir copot setiap kali Nona Airyn bicara apalagi melihat kearahku, selain kejadian buruk 5 tahun lalu, fakta lain dia adalah bosku benar-benar membuat uratku kaku Ngel, astaga. Sulit sekali membiasakan diri dengan Nona Airyn” celoteh Hellena kepada Angel, tentu ia hanya tertawa seolah tidak peduli akan apa yang diucapkan Hellena
“kenapa Nona Petrov, memiliki aura berbeda, auranya benar-benar mengintimidasi setiap musuh” celetuk Hellena tanpa sadar, membuat Angel menghentikan makananya
“Apakah Kak Airyn semengerikan itu?” tanya Angel kearah Hellena, membuat gadis itu diam tanpa mampu menjawab pertanyaan Angel
“Astaga apa yang aku ucapkan, aku tidak bisa mengiring asumsi Angel seperti ini, bisa-bisa ia salah paham pada Nona Petrov, sangat bahaya jika aku menjadi dalangnya” gumam Hellena dengan takut
“tidak, maksudku Nona Petrov adalah seorang wanita cantik dan anggun, namun auranya benar-benar seperti pemimpin yang tidak bisa diragukan, bukankah itu karismatik yang luar biasa untuk dimiliki wanita”
“Apa yang aku ucapkan ini” gerutu frustasi Hellena tanpa menyaring perkataanya, membuat Angel terdiam beberapa detik lalu menganggukan kepala mengerti, ia melanjukan makananya seperti dirinya biasa.
Melihat respon bagus dari Angel, Hellena menghela nafas panjang, seakan seluruh takut dan gugupnya rontok dari permukaan, bahkan Angel seperti tidak peduli lagi akan perkataan yang telah ia lontarkan
“Angel aku permisi dulu, aku ingin kekamar mandi sebentar” seru Hellena kepada temanya, membuat Angel menganggukan kepala
Tak lama kemudian, Hellena kembali kehadapan Angel, membuat gadis itu melirik kepada temanya yang baru saja pergi “Kenapa kau kembali lagi?” tanya Angel kearah Hellena
“Itu,,, kamar mandinya dimana” seketika wajah konyol Hellena membuat Angel sangat geram, kebiasaan yang tidak bisa diubah Hellena sedari dulu adalah kecerobohanya.
“Astaga, bukankah ini urutan yang salah, seharusnya kau tanya dulu dimana kamar mandinya baru pergi, bukanya udah pergi dan balik lagi untuk nanya kamar mandi” celoteh Angel dengan geram, bahkan ia bicara saat mengunyah makananya, sedangkan Hellena benar-benar butuh akan kamar mandi, hingga dirinya terasa sangat terdesak sekali
“Tidak bisakan kau memberitahu dimana kamar mandinya, astaga. Kau pun sempat sempatnya menceramahiku Angel” balas Hellena disaat dirinya terdesak, membuat Angel terkekeh akan wajah terdesak Temanya
“Disebelah kiri, lurus saja. Ada kamar mandi disana, karna kamar mandinya didisain untuk menyatu dengan alam meskipun sangat kuno namun percayalah itu snagat unik” tutur Angel dengan santai
“Astaga, anak ini masih sempat-sempatnya promosi, ah menyebalkan” Hellena meninggalkan Angel ditempat semula, tentu saja Angel tertawa dengan girang, setalah sukses mengerjai Hellena
“Tapi, aku sangat penasaran dengan Kak Airyn, seperti apa dirinya sebenarnya? Apakah Kak Airyn semengerikan itu?’ pikir Angel saat memandang kearah dalam, seolah sedari awal fikiranya tertuju kepada calon kakak iparnya itu “Bagaimanapun kakak, aku yakin. Dia tidak akan mengecewakanku” gumam Angel untuk memberikan harapan kepada dirinya sendiri.