Girlfriend Another Level

Girlfriend Another Level
Kepergian Angel Ke Amerika



Pagi telah menjeput, mebuat Angel tersenyum bahagia tidak mendapati Airyn dan kakak nya dimana-mana, membuat Angel begitu senang akan perkembangan hubungan mereka, saat dia beralih ke apartemen kakak nya, Angel merasa sedih kembali, dia terpaksa mengkemasi barang-barang nya lantaran keberangkatan nya ke amerika sudah dijadwalkan hari ini.


Dikantor, Hansell mengerjapkan mata sambil meregangkan badan, dia melihat Airyn masih melingkarkan tangan ketubuh nya, bahkan gadis mungil itu begitu mengemaskan dipagi hari, Hansell meraih wajah wanita itu sambil mencium bibir pucat nya dipagi hari, dia berlama-lama mempermainkan nya, hingga Airyn membuka mata karna kegaduhan yang dilakukan oleh Hansell


“apa yang kau lakukan” Airyn mendorong tubuh Hansell menjauh dari nya, dia tidak menyangka pria itu mau mengkecup lidah nya dipagi hari, bahkan dia belum mencuci mulut nya


“aku mencium kekasih kau” Hansell menarik Airyn hingga tubuh wanita itu tak lepas dari pelukan nya, dia mengabsen semua permukaan wajah Airyn, bahkan Hansell tidak melewatkan satu inci pun


"Hansell” Airyn mengarang dengan kesal menyaksikan tingkah menyebalkan pria nya.


“apa kau mencintai ku?” tanya nya dengan tersenyum, membuat Airyn terdiam melihat ke arah Hansell


“berarti kau mencintai ku” Hansell memeluk kembali tubuh wanita yang dicintai nya, dia mencium bibir Airyn dengan menahan kepala wanita itu, agar tidak menjauh dari nya, membuat Airyn tidak berdaya untuk menolak apalagi melawan, dia menikmati ciuman pagi mereka.


Setelah berlama-lama di ranjang, akirnya Hansell melepaskan Airyn dari pelukan nya, meskipun dengan berat hati dia terpaksa melakukan nya, Hansell membiarkan Airyn mandi mengunakan kamar mandi pribadinya, sedangkan dirinya membaringkan tubuh di ranjang, seketika itu telepon milik Airyn berdering di samping ranjang, dia melihat Angel adalah penelpon dipagi hari


“kenapa anak itu menelfon kekasih ku” Hansell meraih dan mengangkat telepon dari adik nya


“ada apa ngel” seru Hansell


“kakak, mana kak Airyn?” tanya nya


“Airyn sedang mandi” balas Hansell


“apa kalian menghabiskan waktu semalaman, kau ini memang lelaki beruntung” celetuk Angel kepada kakak nya


“tentu saja” balas Hansell dengan begitu sombong atas pertanyaan adik nya


“tapi aku belum melanjutkan kalimat ku, kakak memang beruntung, tapi kak Airyn tidak, dia mendapatkan pria yang begitu payah, bahkan sampai hari ini saja kakak belum bisa mengandeng kak Airyn menjadi istri yang sah, dasar payah” celetuk Angel, membuat Hansell terdiam. Dia sangat ingin menjadikan Airyn istri, namun wanita itu seperti memiliki masalah dengan pernikahan, membuat Hansell mengurungkan niat nya


“kau ini menyebalkan sekali, kenapa menelpon pagi-pagi?” tanya Hansell kepada adik nya


“kak, apa kau lupa. Hari ini aku harus ke amerika, jadi aku ingin sarapan yang dibuatkan oleh kak Airyn, cepatlah kembali” balas Angel dengan suara memalas, membuat Hansell kembali menjernihkan fikiran nya, dia sempat melupakan tentang Angel yang harus balik untuk kuliah


“baiklah, sebentar lagi kami akan pulang” seketika itu Angel mematikan telepon hingga Hansell meletak kan ponsel Airyn ditempat nya


“ada, Angel, dia balik hari ini ke Amerika,karna itulah dia memaksa mu cepat kembali ke apartemen untuk membuatkan sarapan” balas Hansell


“astaga, aku lupa, Hansell cepatlah mandi kita harus buru-buru pulang” seru Airyn untuk memerintah pria itu bersiap-siap


“baiklah” dengan sedikit malas Hansell beranjak dari ranjang dan membersihkan diri didalam sana, sedangkan Airyn telah siap dengan pakaian rapi nya, untung saja didalam kamar ini begitu lengkap dengan peralatan, membuat Airyn mengeringkan rambut dengan cepat.


Mereka berdua telah siap dan tampak rapi, seketika itu Hansell berjalan ke arah lift khusus yang terhubung dengan parkiran langsung, tentu saja dia harus mengunakan itu, sebab sangat aneh jika dipagi hari dia berjalan keluar lobby.


Mereka berdua telah sampai di apartemen, membuat Angel memeluk Airyn dengan begitu rindu nya, sedangkan Hansell mengelengkan kepala dan mengacak-acak rambut adik nya sambil berlalu ke ruang tamu.


Airyn berlalu memasak sarapan untuk Angel, tentu saja adiknya membantu Airyn melakukan semua itu, mereka bergurau hingga membuat Hansell bosan karna merasa terasingkan, setelah semua nya selesai, mereka bertiga akirnya menyantap sarapan dengan tenang, hingga Airyn tersenyum menyaksikan tingkah mengemaskan Angel saat bicara dengan kakak nya.


Selang beberapa waktu, akirnya Angel bersiap-siap untuk kebandara, dia mem-prepare semua keperluan untuk dibawa nya, dibantu dengan Airyn yang kala itu sibuk memasukan beberapa baju kedalam koper milik Angel, tak lama kemudian beberapa ajudan Airyn membantu mereka membawa seluruh koper Angel ke bagasi mobil, hingga Hansell melajukan mobil nya menuju bandara.


Mereka bertiga duduk di café untuk meneguk minuman sambil menunggu keberangkatan, tak lama kemudian, terlihat direktur bandara memberikan hormat kepad Hansell dan Airyn, tentu saja mereka sangat hormat kepada Nona Petrov, seakan basa basi mereka membuat Airyn tidak nyaman, dan menyudahi perbincangan, hingga Angel menjagak kedua kakak nya berjalan, lantaran informasi keberangatan nya sudah diberitakan.


“kakak” Angel menangis karna harus berpisan dengan Airyn, membuat airyn merasakan haru atas perpisahan mereka “kakak janji akan ke amerika ya, Angel menunggu” seketika dia melepaskan diri dari Airyn dan beralih kepada kakak nya


“kakak jaga kak Airyn dengan baik, jangan bertengkar dengan nya, apa kakak mengerti” celetuk Angel, mengundang tawa di wajah Airyn


“kau ini, bukan nya merindukan kakak mu, malah menangis meninggalkan Ariyn, apa kau tidak menyayangiku lagi Angel” balas Hansell disaat pelukan nya belum lepas dari adik nya


“apa yang kau katakan, bagaiman bisa kau cemburu kepada adikmu sendiri, kakak buruk sekali” balas nya dengan menepuk punggung Hansell, membuat Hansell tersenyum dan mengeratkan pelukan ke tubuh Angel “ kak jangan lupa bikin ponakan yang lucu” bisik nya secara pelan, membuat Hansell memandang Airyn dengan penuh senyum


“tenang saja, aku akan memberikan nya untuk mu” bisik nya membalas Angel, bahkan dua adik kakak itu tertawa di sela kebingungan airyn.


Tak lama kemudia Angel pergi dan melambaikan tangan ke arah Airyn dan Hansell yang tengah ditinggalkan, dia berlalu pergi hingga Airyn dan Hansell pun pergi dari sana, mereka kembali ke apartemen untuk melanjutkan istirahat, namun saat Airyn membuka pintu apartemen nya, dia merasakan kehilangan, seperti kesepian karna kepergian Angel, sejujurnya Angel begitu meramaikan hari nya, membuat Airyn tak berdaya dengan perubahan suasana yang tengah di hadapi nya, Hansell merangkul pundak Airyn dan memberikan senyuman kepada kekasih nya


“anak itu memang membuat rindu, nanti kita ke amerika untuk liburan, bagaimana?” tentu saja Airyn menganggukan kepada karna bahagia nya, dia memeluk Hansell seolah mendapatkan obat atas kesepian yang merundung hati nya.


seharian penuh Hansell dirumah sebab tidak tega meninggalkan Airyn yang sedang kesepian atas kepergian Angel ke amerika, gadis itu menempel kepada Hansell, membuat pria itu tak tega menjauhkan diri dari Airyn, bahkan Airyn seperti malas melakukan apa-apa, yang ingin rebahan sambil memeluk kekasih nya, Hansell yang mencoba beradaptasi dengan kemajaan Airyn mencoba melakukan yang terbaik untuk kekasih nya, mereka bercerita mengenai banyak hal, bakan Airyn kerap kali tertawa akibat candaan Hansell yang begitu renyah dipendengaran.